Arsip Tag: hwayoung

T-ARA @ inkigayo

 

Iklan

SEOUL in love part 6 (end)

SEOUL in love part 6 (end)

 

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

hwa young T-ara

 

 

~author POV~

 

mwo? Tunangan?” mereka kaget dengan jawaban dari hwa young kecuali ji yeon yang masih diam.

 

Backsound : 4minute – heart to heart

 

~ji yeon POV~

Tunangan?! Apa aku tidak salah dengar? Hhhh.. jin young punya tunangan? Lalu apa arti ciuman yang waktu itu?! Aish! ‘tenang ji yeon, tenang..’ batinku teng.. teng.. bel masuk berbunyi, baguslah aku tidak perlu lama2 melihat mereka bermesraan seperti itu. Aku segera masuk ke kelas tanpa memperdulikan jin young dan hwa young. Saat istirahat hal yang tidak menyenangkan kembali terjadi, ne, aku dan yang lain bertemu dengan jin young dan hwa young di kantin. “annyeong, apa kami boleh gabung.” Ujar hwa young menggandeng tangan jin young membuat hatiku sakit. Aish! Aku tidak tahan. “aku duluan ya, aku harus mengerjakan tugas.” Ujar ku dengan tampang datar dan berdiri meniggalkan mereka. Aku terus berusaha tenang walaupun hatiku benar sakit.

 

~jin young POV~

aku duluan ya, aku harus mengerjakan tugas.” Ujar ji yeon dengan tampang datar dan berdiri meniggalkan kami. “ji yeon~aa.. changkaman..” aku memanggilnya dan mengejarnya tapi ia tak menoleh sedikit pun. “ji yeon~aa” aku berhasil menahannya dengan menarik tangannya. “waeyo?” sahutnya masih dengan tampanng datarnya. “ada apa denganmu?”

naega? Tak ada apa2.” Sahutnya.

gwenchana? Pertunanganku..”

ne, nan gwenchana.” Sahutnya tersenyum dan meniggalkanku.

 

~ji yeon POV~

ne, nan gwenchana.” Sahutku tersenyum kecut dan meniggalkan jin young. Sakit, rasanya dadaku sakit sekali. Akhirnya waktu yang ku tunggu2 seharian ini datang juga, ne, hari inii rasanya aku ingin cepat pulang ke rumah, ingin menenangkan diri. “aku pulang duluan ya.. annyeong..” aku pamit pada yang lain.

 

~author POV~

apa ji yeon baik2 saja?” ji eun terlihat khawatir. “ne, dia terlihat lesu.” Hye won juga ikut khawatir. “aku tidak habis pikir dengan jin young, bagaimana bisa dia bertunangan dengan yeoja yang bernama hwa young itu.” Baro ikut angkat bicara. “ne, ku pikir dia menyukai ji yeon” ujar gongchan. “na do.” CNU angkat bicara. “semua orang juga pasti berpikir seperti itu, karena mereka terlihat sangat dekat.” Kata sandeul. Tanpa mereka sadari ternyata hwa young mendengarkan pembicaraan mereka.

 

~hwa young POV~

Jadi ji yeon itu yeoja yang di cintai oleh jin young oppa?! Huh! Andwe! Aku tidak akan membiarkan jin young oppa bersama yeoja itu. Lihat saja nanti!

 

~ji yeon POV~

Huftt… sekarang sudah menunjukan pukul 3.00 pagi dan aku masih belum bisa tidur. Aku berjalan ke tempat piano, karena hatiku selalu bisa tenang setelah bermain piano.

Backsound : U-Kiss – 0330

Aku mulai memainkan lagu dan dapat kurasakan lantunan indah piano membuat hatiku sedkit tenang. Saat ini ingin sekali aku berteriak ‘saranghe jin young~aa’ aku benar2 merasakan kalau aku mencintaimu saat kau bersama dengan yeoja lain. Bulir2 hangat mulai mengalir di wajahku. Semakin lama aku semakin terisak, dadaku terasa sesak dan sakit.

 

~author POV~

Saat istirahat ji yeon makan di kantin bersama ji eun, gongchan dan baro. “ji yeon~aa kau mau makan apa?” Tanya baro. “ne?” aku mengadahkan kepalaku yang sedari tadi ku rebahkan di meja. “terserah kau saja” sahutku. Hwa young berjalan kea rah ji yeon dengan membawa juice dan.. “eh, mian..” hwa young sengaja menumpahkan juice itu ke baju ji yeon. “ne,” sahut ji yeon sambil membersihkan bajunya dengan tissue. “eh, aku ke kamar mandi dulu ya, mau membersihkan bajuku.” Ujar ji yeon sambil berjalan ke kamar mandi. Hwa young mengikuti ji yeon ke kamar mandi. “kau ada hubungan apa dengan jin young oppa?” Tanya hwa young berdiri di belakang ji yeon tapi ji yeon hanya membalas dengan senyuman. “ya! Aku bertanya padamu.” Bentak hwa young. “kalau aku tidak mau jawab memangnya kenapa?” sahut ji yeon berbalik ke arah hwa young. “ya!” hwa young terlihat kesal dengan ji yeon. Baro yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka ingin sekali membela ji eon tapi sekarang ji yeon dan hwa young sedang ada di kamar mandi wanita. Klekk salah satu pintu di kamar mandi wanita terbuka dan hye won yang sedari tedi mendengar pembicaraan itu segera menghampiri ji yeon dan hwa young. “YA! Berhenti bicara kasar pada ji yeon” bentak hye won pada hwa young, dan hwa young hanya memandang sinis pada hwa young dan ji yeon lalu segera pergi meningglakan mereka. “aish! Yeoja itu.” Gerutu hye won.

 

~ji yeon POV~

Hari ini aku pulang sendirian karena masih ingin menenangkan diri, aku pergi ke mall untuk mebuang stress ku dengan bermain di game zone. Huft.. tdk terasa hari sudah mulai gelap aku melangkah keluar mall untuk pulang, tapi tiba2 seseorang membekapku dari belakang aku berusaha memberontak tapi, gelap..

 

~CNU POV~

Aku baru saja ingin masuk ke dalam mall untuk membeli buku tapi saat aku baru mau masuk aku melihat ji yeon sedang di bekap oleh seorang pria berjas hitam dan di samping pria itu ada satu orang lagi pria berbadan kekar dan hwa young?! Ne, itu hwa young, tunangan jin young, apa yang akan dia lakukan pada ji yeon?! Mereka memasukan ji yeon ke dalam mobil berwarna hitam. Aku harus mengikuti mereka. Akutelah sampai di sebuah gedung tua, sepertinya hwa young ingin menyekap ji yeon di sini, igin sekali aku menyelamatkan ji yeon tapi aku tdk mungkin menang melawan para body guard itu, sebaiknya aku telepon yang lain saja, agar kami dapt menyelamatkan ji yeon sama2.

 

~author POV~

Ji yon mulai tersadar dari pingsannya. “kau sudah bangun?” ujar hwa young menatap sinis pada ji yeon yang sudah terikat dengan tali. “hhh” ji yeon hanya membuang muka. “dengar ya, aku tidak akan membiarkanmu merebut tunanganku.” Kata hwa young yang dengan kasar menarik dagu ji yeon. “hhhh. Kau menginginkan seorang namja seperti menginginkan sebuah permainan.” Sahut ji yeon sinis. “YA!” plak hwa young menampar ji yeon sampai sudut bibir ji yeon berdarah. “apa kau yakin dia mencintaimu?” Tanya ji yeon sinis. “NOE!” plak lagi2 hwa young menampar ji yeon. Sementara itu baro, ji eun, gongchan, hye won, sandeul sudah sampai di depan gedung tua dan sudah berhasil melumpuhkan para body guard itu, baro segera menelpon jin young untuk member tahu hal itu.

yoboseo”

jin young~aa, ji yeon di culik oleh hwa young sekarang cepat datang ke XXXXXX”

mana mungkin, hwa young bukan yeoja seperti itu.”

terserah kau saja, ku harap kau tidak akan menyesal.” Tuttt

Baro dan yang lainnya segera berlari ke dalam gedung. “YA! Singkirkan tangan kotormu dari wajah ji yeon!” bentak ji eun yang mendapati hwa young tengah menampar ji yeon. Mereka segera menghampiri ji yeon dan hwa young. Plakk, plakk dua temparan mendarat di pipi hwa young yang tentu saja berasal dari ji eun dan hye won. “sakit? Heoh?” bentak hye won dan hwa young hanya memegangngi pipinya yang kena tampar. “napeun yeoja.” Ujar gongchan. Baro melepaskan ikatan di tangan dan kaki ji yeon. “gwenchana?” Tanya baro khawatir. “ne..” sahut ji yeon yang masih merasa kesakitan karena ikatan yang kencang di tangan dan kakinya. “kajja.” Ajak baro.

ne, kajja jika lama2 di sini aku bisa muntah melihat wajah yeoja ini.” Ujar CNU.

ji eun~aa kajja tak ada gunanya kau mengotori tanganmu dengan menampar yeoja ini.” Ajak gongchan merangkul ji eun.

neo! Kau akan mendapatkan balasannya.” Geram hye won.

sudahlah hye won tak ada gunanya kau berurusan dengan yeoja sehina dia. Kajja.” Ujar sandeul. Saat mereka baru akan pergi jin young datang dan melihat semuanya. Jin young berjalan mendekati mereka dan hwa young, jin young menatap ji yeon namun ji yeon mengalihkan pandangannya kea rah lain. Jin young segera menghampiri hwa young. “inikah hwa young yang sebenarnya? Ternyata aku salah menilaimu” ujar jin young sinis dan meninggalkan hwa young. “oppa,,,” hwa young mencoba mencegah jn young. “jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!!” bentak jin young.

 

~jin young POV~

Aku melihat yeoja yang kucintai di lukai oleh sahabt kecilku, dan sekarang eku harus melihatnya di selamatkan oleh namja lain yang jelas2 mencintainya. Aku menatap pilu kearah baro yang memapah ji yeon.

 

Keesokan harinya…

 

~jin young POV~
setelah kejadian semalam, aku segera menceritakan semuanya pada appa dan meminta perjodohan ku di batalkan. Hari ini aku bermaksud meminta maaf pada ji yeon atas kejadian kemarin, kulihat dia sedang makan di kantin bersama ji eun, gongchan dan baro, kuputuskan untuk menghampirinya, tapi saat aku berjalan menghampirinya dia sudah berdiri dan meninggalkan meja kantin tanpa menoleh sedikitpun kea rah ku. Ne ara, dia pasti marah padaku.

 

~ji yeon POV~

Seperti biasa saat istirahat aku makan di kantin bersama ji eun, gongchan, dan baro. Saat aku tengah makan ku lihat jin young sedang berjalan menghampiri kami aku segera berdiri meninggalkan meja kantin. “mian, aku duluan ya.. aku ada tugas.” Ujarku pada ji eun, gongchan dan baro. Bukannya aku tak ingin bertemu jin young, tapi aku terlalu takut jika aku melihatnya mungkin aku akan semakin mencintainya dan itu sangat menyakitkan karena dia sudah jelas2 punya tunangan.

 

~jin young POV~

Hari ini, seharian penuh ji yeon menghindariku dan itu benar2 menyakitkan, dia pasti sangat marah padaku. Setiap kali berpapasan dengannya dia tidak pernah menatapku dan sesegera mungkin berlalu dari hadapanku. Ji yeon~aa kau bisa membuatku gila.

 

Backsound : song ji eun – going crazy

 

~ji yeon POV~

Seharian ini aku berusaha menghindari jin young tetapi selalu saja berpapasan dengannya, dan aku selalu berusaha untuk tidak menatapnya. Sungguh aku bisa gila karenanya.

 

~jin young POV~

Malam ini terasa begitu gelap bagiku, aku benar2 hampir gila, aku pergi ke club malam untuk menghilangkan stressku dengan meminum sedikit alcohol, sambil mengenang saat2 indah ku bersama ji yeon, saat dia mengobati luka di sikut ku, saat bermain petasan dengannya di samping sungai han, saat menggenggam erat tangannya di tengah hutan, dan saat kami berciuman di ruang latihan.

 

~author POV~

Malam ini jin young pergi ke club malam dan meminum alcohol yang membuatnya kehilangan akal sehat, jin young berteriak-teriak di club itu. “JI YEON~AA” teriaknya. “YA!” rupanya teriakan jinyoung membuat pelanggan lain tergganggu dan rupanya pelanggan itu pun sudah mabuk, dia segera memukul wajah jin young yang berhasil membuat jin young tersungkur, jin young berdiri dan membalas pukulan orang itu dan akhirnya mereka terlibat perkelahian, jin young jatuh pingsan dengan wajah babak belur pelayan di club itu segera membawa jin young ke rumah sakit. Sementara itu ji yeon sedang mengendarai mobil sedan hitamnya tanpa arah yang jelas dengan pikiran galau yang ada dipikirannya hanyalah jin young.

 

~ji yeon POV~

Drrtt HP ku bergetar di layar mucul nomor yang tak ku kenal, jadi aku tidak mengangkat, drrtt sekali lagi nomor itu memanggil aku putuskan untuk mengangkatnya.

yoboseo”
“apa ini dengan ji yeon?” terdengar suara seorang namja di seberang sana.

ne, nugusaeyo?”

saya adalah pelayan club cass, begini saya sekarang ada di rumah sakit gumyoun sedang membawa seorang namja yang bernama jin young, dia sedang terluka dan sekarang sedang di periksa dokter, bisakah anda datang kemari?” deg, jin young? Ada apa? Kenapa dia bisa terluka?

ne, aku segera kesana.” Tuuutt.. aku segera melaju ke rumah sakit gumyoun. Tuhan, kenapa bisa seperti ini? Ku mohon, lindungi jin young, aku tidak sanggup jika harus kehilangan dia.

Backsound : Ernest – because I’m weary (ost. God of study)

Tanpa terasa air mata mengalir deras di wajahku. Sesampai di rumah sakit aku segera berlari ke ruangan yang di beri tahukan oleh pelayan club tadi. “mana jin young? Ada apa dengan nya?” aku bertanya pada pelayan club yang sedang menunggui jin young di luar ruangan. “dia ada di dalam, dia tadi terlibat perkelahian di club, sebelum itu dia meneriakan nama ji yeon sangat kencang, makanya aku menelponmu.” Jelas pelayan itu. Air mataku mengalir lagi. “namaku?” Tanyaku dengan suara bergetar. “ne, dan dari matanya, jin young seperti sedang merasakan kesedihan makanya dia meminum banyak alcohol yang membuatnya jatuh pingsan saat berkelahi.” Sahut pelayan itu. Ya tuhan,,,, kenapa aku sejahat ini?! Ini semua salahku, jin young terluka karenaku. Aku membuka pintu ruangan tempat jin young di rawat, ku lihat tubuhnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit, perlahan aku melangkah mendekatinya. “mianhe, jeongmal mianhe.” Bisikku. Air mataku mengalir deras tak tertahankan melihat kondisi jin young, wajahnya babak belur. Aku memgang tangan jin young dan membelai kepalanya, berharap dia akan baik2 saja. Aku segera memberitahu hal ini pada teman2 yang lain. Aku masih terus menangis memegang erat tangan jin young dan perlahan meletakan kepalaku di pinggir ranjang, mataku terasa berat karena terus menangis.

 

~jin young POV~

ugh..” aku menggeliat membuka mataku. ‘di mana ini’ batinku. ‘rumah sakit?! Kenapa bisa ada di sini?’ aku melihat kesamping ranjangku dan seorang yeoja yang sangat kukenal sedang tertidur di samping ranjangku dengan memegang tanganku, ji yeon? Benarkah ini ji yeon. Dia menjagaku? Walaupun sekarang badan ku terasa sakit semua tapi melihat ji yeon berada di sampingku rasanya aku ingin melompat kegirangan. Perlahan ku belai rambut halus ji yeon dengan lembut, ku perhatikan wajahnya saat tertidur sungguh polos, tapi ada bekas air mata di wajahnya, aku menghapusnya dengan ibu jariku, apa dia menangis karena aku?

 

~baro POV~

Setelah menerima SMS dari ji yeon aku segera bergegas ke rumah sakit saat di pintu masuk aku bertemu dengan ji eun, sandeul, gongchan, CNU, dan hye won sepertinya mereka juga menerima SMS dari ji yeon, kami berjalan bersama menuju ruangan tempat jin young di rawat saat kami baru mau memasuki ruangan itu, langkah kami terhenti melihat jin young dan ji yeon. Ji yeon sedang tertidur di samping ranjang jin young sambil memegang tangan jin young dan jin young sedang membelai rambut ji yeon, walau sakit rasanya, tapi aku berusaha untuk rela karena jin young adalah sahabatku dan jika ji yeon bahagia bersama jin young maka aku tidak bisa berbuat apa2, cinta tidak harus memiliki. “sebaiknya kita jangan masuk dulu, biarkan mereka seperti itu, menyadari perasaan masing2.” Ujar CNU. “ne, kajja, kita duduk di sini saja” lanjut sandeul. Kami duduk di kursi koridor rumah sakit menunggui jin young.

 

~author POV~

CNU, gongchan, ji eun, hye won, sandeul, dan baro tertidur di kursi koridor itu semlaman karena menunggui jin young. Ji eun tertidur manis di bahu gongchan namjachingunya lalu gongchan menyandarkan kepalanya di kepala ji eun. CNU menyandarkan kepalanya di dinding sama halnya dengan baro, sandeul dan hye won, tapi sesekali kepala hye won oleng dan terjatuh di bahu sandeul namun di angkat lagi tapi terjatuh lagi dan sekali lagi hye won mengangkatnya lagi sandeul yang terbangun melihat hal itu perlahan menyandarkan kepala hye won di bahunya, dan kembali tidur.

Backsound : f(x) – spread it wings (ost. God of study)

Pagi pun tiba dan mereka terbangun dari tidurnya masing2, begitu pun dengan ji yeon dan jin young, Mereka terbangun dan saling menatap “gwenchana?” Tanya ji yeon.

 

~ji yeon POV~

Aku terbagun dari tidurku dan melihat jin young yang sudah sadar kini menatapku “gwenchana?” tanyaku khawatir. “uhm. Ne, nan gwenchana.” Angguknya. Hatiku benar2 lega dan bahagia aku segera memeluknya “gomawo.” Ujarnya mengelus pundakku. “untuk apa?” sahutku. “karena kau menjagaku semalaman, karena.. semuanya,,,” ujarnya. “na do. Gomawo, karena kau tetap baik2 saja.” Kataku melepaskan pelukan. “ji yeon~aa, mianhe.” Ujarnya. “karena aku, hwa young menyakitimu.” Lanjutnya. “seharusnya aku yang meminta maaf padamu, karena aku kau seperti ini, tidak seharusnya aku menghindarimu. Mianhe. Jeongmal mian…” chu~ sebelum aku melanjutkan kata2ku jin young sudah membukam mulutku dengan kecupan lembut dari bibirnya, aku hanya bisa terdiam dan menutup mataku. “jangan katakana maaf lagi, ne? dan jadilah yeojachinguku. saranghe” ujarnya melepas ciumannya dengan wajah yang hanya berjarak beberapa centi dariku, aku mengangguk “na do” dan chu~ jin young kembali mengecup lembut bibirku, dan kali ini cukup lama. *mau dong, di encun sama jin young oppa #plakk di gampar ji yeon./abaikan*

 

~baro POV~

Kami sudah terbangun dari tidur saat matahri mulai terbit, aku putuskan untuk melihat jin young ke dalam ruangan tapi lagi2 langkahku terhenti karena saat ini jin young dan ji yeon tengah berciuman. Sakit, sangat sakit, tapi aku tidak boleh egois. “kajja, kita ma..” kata2 CNU terhenti saat melihat hal itu, membuat yang lain melihat ke dalam ruangan dan mereka tersenyum, aku pun tersenyum walau sakit rasanya. “changkaman. Kita kerjai mereka saja. Aku akan telpon ji yeon.” Ujar ji eun mulai menekan nomor ji yeon di layar HPnya. Tiittt

 

~jin young POV~

Drrttt, HP ji yeon bergetar menandakan ada panggilan masuk yang berhasil menghentikan ciuman kami.

yoboseo”

ji yeon~aa, aku sekarang di depan kamar jin young, apa kau di dalam?”

ne, masuklah.”

ok. Kami masuk.” Tuutt

annyeong………..” seruan ji eun terdengar seiring masuknya ji eun dan yang lain. “kalian?” tanyaku heran. “ne, kami menungguimu semalaman di luar, karena takut menggangumu dan ji yeon.” Ujar sandeul dan tuk *bunyinya aneh ya? Hehehe* hye won menginjak kaki sandeul yang berhasil membuat sandeul mengerang kesakitan. “jadi, kalian..” ujar ji yeon. “ne, kami melihat…” kali ini gongchan yang keceplosan dan ji eun kini menatap gongchan tajam. Ku lihat wajah ji yeon memerah karena kata2 gongchan, dan aku sekarang juga sama malunya. “hahahahahaha” sandeul tertawa terbahak-bahak melihat wajahku dan ji yeon yang sudah seperti udang goreng. “YA!” bentakku. Namun “wuahahahahaha” kini yang tertawa bukan hanya sandeul tapi juga gongchan, baro, CNU, ji eun, dan hye won. Aish jjinjja!

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Aku berangkat ke sekolah dengan semangat, ku tatap langit biru yang cerah, secerah hatiku. Jin young sudah keluar dari rumah sakit dan masuk sekolah hari ini. Aku melaju dengan mobil sedan hitamku menembus keramaian kota seoul di pagi hari, Dengan iringan lagu dari tape mobilku.

Backsound : SNSD & SUJU – seoul song

 

Pip, pip.. aku sengaja mengklakson dua orang yeoja yang sedang berjalan di dekat mobilku, ne, itu ji eun dan hye won. “ya! Kalau jalan liat donk.” Aku pura2 membentak mereka sambil membuka kaca mobil. “ya!” mereka terlihat kesal. “kekekeke” aku menancap gas menuju tempat parkir.

 

~ji eun POV~

Pip, pip.. suara klakson dari mobil ji yeon membuat telingaku sakit, “ya! Kalau jalan liat donk.” Kata ji yeon. “ya!” aku dan hye won kesal dengan tingkah usil ji yeon. “kekekekeke” ji yeon cekikikan dan menancap gas menuju tempat parkir. Ji yeon, ji yeon, dia kembali seperti biasa, dan aku senang melihatnya. “chagiya..” terdengar suara yang sangat ku kenal dari belakang. Ne, itu gongchan, namjachinguku. “ne, chagi..” sahutku. “kita jalan ke kelas sama2.” Gongchan merangkul bahuku. “ne, kajja.” Sahutku. “huuhh.. aku di kacangin.” Ujar hye won kesal. “hahahaha” aku dan gongchan hanya tertawa melihat hye won yang memanyunkan bibirnya. “annyeong..” ujarku dan gongchan sembari meninggalkan hye won yang masih manyun. Hye won~aa, kau juga sahabat terbaikku setelah ji yeon, ku harap kau akan mendapatkan kebahagiaanmu sepertiku dan ji yeon.

 

~sandeul POV~

Aku melangkah masuk sekolah dengan semangat, ku lihat ji eun sedang berjalan ke dalam sekolah bersama gongchan yang sedang merangkulnya. Sudahlah… aku dan ji eun hanyalah masa lalu, sekarang dia telah behagia bersama namja yang dia cintai. Eh, itu hye won, hahahah lucu sekali tampang manyunnya. “hye won~aa” aku berlari ke arahnya. “sandeull annyeong..” sapanya. “kau kenapa? Manyun seperti itu?”

aniya..” dia menggelengkan kepala sambil tersenyum.

tapi kok manyun?”

lagi pengen manyun..”

hahahahahaha kau ini lucu sekali.” Aku mengacak rambut lurus hye won, membuatnya ikut tertawa.

kajja, kita jalan ke kelas sama-sama.” Ajakku

uhm” hye won mengangguk. Gurae, sandeul~aa, cobalah buka hatimu untuk yeoja lain.

 

~baro POV~

Aku ke sekolah dengan hati yang bahagia, walaupun harus kehilangan ji yeon sebagai seseorang yang kucintai, tapi jika melihat dia dan jin young behagia, aku ikut bahagi, lagi pula, aku masih bisa menjadi teman baik dengan ji yeon dan senantiasa melindunginya.

 

~CNU POV~

Aku berangkat ke sekolah dengan semangat, ne, asalkan ji yeon bahagia aku juga bahagia, walaupun tidak memilikinya, karena cinta tidak harus memiliki.

 

~jin young POV~

Saat aku turun dari mobil sport hitam yang kukendarai, aku melihat seorang yeoja yang sangat kukenal turun dari mobilnya, senyumku mengembang melihatnya. “chagiya…” ujarku berlari ke arah ji yeon, sementara ji yeon juga tersenyum. “kau tadi panggil aku apa?” tanyanya meledek. “chagiya, aku panggil kau chagi. Waeyo?”

ani.. hanya saja..”

sudahlah, kajja..” aku merangkul bahu ji yeon menuju ke kelas. Aku senang bisa seperti ini, saranghe ji yeon~aa.

 

~author POV~

Begitulah akhir kisah mereka. Di kota seoul mereka memulai dan mengakhiri kisahnya masing-masing. Seoul mengandung banyak cinta dan kisah cinta manis. Seoul kota yang indah dan penuh cinta mengantarkan ji yeon mendapatkan cintanya. Setelah ini mungkin akan ada banyak lagi yang akan mendapatkan cinta atau memulai kisahnya atau mungkin mendapatkan sahabat sejati di seoul seperti, ji yeon, ji eun, jin young, gongchan, baro, sandeul, CNU dan hye won. Mulailah kisahmu, kota ini menantikan kisah darimu.

 

The End

akhirnya… selesai juga ni ff. giman? jangan lupa comment yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa CHU~