Arsip Tag: luhan

The Return of EXO planet part 6

Author : choi hee young

Length : chaptered

Rating : PG

Genre : fantasy, romance (maybe)

Cast :

EXO members (especially sehun, kai, baekhyun, tao dan luhan, soalnya mereka bias aku, :3 hehe :D)

Park ji yeon T-ARA

Support cast :

Krystal f(x)

Backsound :

EXO – MAMA

EXO – into your world (Angel)

EXO – History

T-ARA – Day by Day

T-ARA – Don’t Leave

Di setiap chapter Author bakalan tetep ingetin kalo disini ceritanya jiyeon, tao dan D.O seumuran sama krystal, kai dan sehun, biar para reader ga pada bingung.

Lanjutkan membaca The Return of EXO planet part 6

The Return of EXO planet part 5

The Return of EXO planet part 5

 

 

Author : choi hee young

 

Length : chaptered

 

Rating : PG

 

Genre : fantasy, romance (maybe)

 

Cast :

EXO members (especially sehun, kai, baekhyun, tao dan luhan, soalnya mereka bias aku, :3 hehe :D)

Park ji yeon T-ARA

 

Support cast :

Krystal f(x)

 

Backsound :

EXO – MAMA

EXO – into your world (Angel)

EXO – History

T-ARA – Day by Day

T-ARA – Don’t Leave

 

Di setiap chapter Author bakalan tetep ingetin kalo disini ceritanya jiyeon, tao dan D.O seumuran sama krystal, kai dan sehun, biar para reader ga pada bingung.

 

~Author POV~

“eu, sepertinya aku harus pergi, sehun sudah menungguku. Annyeong.” jiyeon berlalu dari hadapan mereka. “sedekat itukah dia dan sehun?” gumam baekhyun. Sesampai di parkiran, di sana sehun bersama lay dan suho. “jiyeon~aa.” Panggil sehun melihat jiyeon datang, yeoja itu mendekat dengan ragu, pasalnya baru beberapa saat lalu dia bertemu d.o, cheonyeol, dan chen yang juga adalah salah satu dari 12 namja di mimpinya, sekarang dia melihat dua orang lagi, sekarang lengkaplah 12 namja itu di pikiran jiyeon. “k, kau sudah lama menunggu?” Tanya jiyeon ragu. “ani, baru 15 menit.” Sahut sehun enteng. “oh, kenalkan chinguku, suho hyung dan lay hyung.” Kata sehun, lay dan suho memperkenalkan diri masing-masing. “jiyeon imnida.” Kata jiyeon.  “banggapta jiyeon.” Kata suho ramah. “ne, nado banggapta.” Sahut jiyeon. “sehun~aa, kita harus pergi.” Kata suho. “ne, kami masih punya satu mata kuliah lagi.” Lanjut lay. Dan mereka berdua pun pergi meninggalkan jiyeon dan sehun.

 

—————-

 

~jiyeon POV~

Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, aku selalu sendiri di apartemenku, tanpa teman dan keluarga, yahh inilah hidupku, penuh dengan kesendirian tanpa kasih sayang, miris, hidupku benar-benar miris, kedua orang tuaku bercerai di saat aku berumur 14 tahun, sejak saat itu aku hidup sendiri di korea tanpa sanak saudara di apartemen ini. kedua orang tuaku tinggal di luar negri bersama keluarga baru mereka dan hidup bahagia, melupakanku di sini, tidak peduli aku bahagia atau tidak, mereka hanya mengirimku uang, tanpa mengunjungiku. 6 tahun aku lalui hidupku seperti ini, datar dan sepi. Aishh! Aku benci harus mengingat semua itu!!

 

~Author POV~

TING, TONG… bunyi bell apartemennya menyadarkan jiyeon dari lamuanannya. “siapa yang datang malam-malam begini?” gumamnya beranjak dari sofa menuju pintu. Kleekk.. begitu pintu terbuka, silau.. itulah yang jiyeon rasakan, reflex yeoja itu segera menutup kedua matanya. “e, eoh.” Suara seseorang yang ia kenal membuatnya membuka kembali matanya. “b, baekhyun oppa..” pekik jiyeon. “annyeong jiyeon~aa..” sapa baekhyun tersenyum lebar.

 

~baekhyun POV~

TING, TONG… aku memencet bell apartemen jiyeon, sambil menunggu jiyeon membuka pintu, aku iseng memainkan kekuatanku, yang biasa di sebut lunarkinesis atau pengendali cahaya. “e, eoh.” Pekikku saat melihat jiyeon sudah berdiri di depan pintu sambil menutup kedua matanya. Kiyowo.. aku segera menghentikan aksiku bermain dengan cahaya, bisa-bisa jiyeon takut. “b, baekhyun oppa..” seru jiyeon. “annyeong jiyeon~aa..” aku tersenyum lebar padanya. “I, itu tadi apa??” Tanya jiyeon bingung. “mwoga?” tanyaku bodoh. “tadi.. sesuatu yang membuat mataku silau itu apa?” tanyanya lagi. Ah, matta! Aigoo~ kalau jiyeon tahu dia pasti akan takut. “eoh.. itu… itu senter, aku hanya memainkannya tadi. Hehehe..” kugaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali. “oh..” jiyeon ber-oh ria.

 

~Author POV~

“oppa, kau tahu dari mana alamatku?” Tanya jiyeon. “dari sehun.” Sahut baekhyun enteng. “sehun..?” jiyeon mencerna jawaban baekhyun. “jiyeon~aa.” Panggil seseorang yang tak lain adalah sehun, di belakangnya sudah ada 10 namja tampan yang ikut melambai pada jiyeon memamerkan senyum manis mereka, sungguh pemandangan yang dapat menyehatkan mata. “jiyeon~aa, annyeong.” mereka mendekat. “a, annyeong.” sapa jiyeon masih tak percaya 12 namja yang dulu hanya ada dalam mimpinya kini berdiri dihadapannya sambil tersenyum. “kau tidak mempersilahkan kami untuk masuk?” Tanya cheonyeol membuyarkan lamunan jiyeon. “ne? e, kajja, masuklah.” Jiyeon mempersilahkan, dan kini apartemen jiyeon yang mewah telah di penuhi oleh namja-namja tampan nan rupawan. “jiyeon~aa, kau bisa memasak? Kami membawakan banyak bahan makanan.” Xiumin memperlihatkan 2 tas besar berisi bahan makanan. “ne? bisa. Sedikit.. hehehe.” Kata jiyeon malu, dia hanya bisa memasak ramen dan nasi, daebak bukan? Seorang yeoja hanya bisa memasak ramen dan nasi? “wuahh.. jinjja? Aku tidak sabar merasakan kimchi buatanmu..” celetuk chen. “ne? kimchi?” jiyeon terbelalak. ‘ottokhae? Aku tidak tahu cara membuat kimchi.’ Pikir jiyeon. “eoh, kimchi. Wae?” Tanya kai. “e, e, aku.. aku hanya bisa masak ramen dan… nasi.” Jiyeon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “mwo? aigoo~ ckckck, seorang yeoja hanya bisa memasak itu?” cibir Tao berhasil membuat jiyeon melemparkan death glare nya pada namja tampan itu. “ramen? Gurae, masak itu saja, aku sangat suka ramen. Hehe.” Kata suho berbinar-binar. “ck. Dasar maniak ramen.” Cibir kris. “aniya. Bisa-bisa kembung kalau makan ramen. Jiyeon~aa, biar aku saja yang memasak.” Kata D.O beranjak dari duduknya menuju dapur. “biar kubantu.” Seru jiyeon hendak menghampiri D.O di dapur tapi tangan lay menahan bahunya. “biar aku saja yang membantunya.” Ujar lay tersenyum kalem nan menawan, lay akhirnya kedapur dan membantu D.O memasak. Jiyeon mengambil posisi duduk di samping sehun. “ikut aku.” Bisik jiyeon pada sehun. “emm. Anggap saja rumah sendiri, lakukan yang membuat kalian nyaman.” Ujar jiyeon tersenyum tulus, entahlah dia merasa bahagia malam ini apartemennya menjadi ramai seketika. “andwae!” pekik suho. “jangan berkata begitu pada anak-anak tidak tahu diri ini, mereka akan berbuat seenak jidat dan me-“ ucapan suho terhenti karena sumpalan roti yang di suapkan xiumin ke mulutnya. “YA!” sentak suho saat melepaskan roti itu dari mulutnya. “hehehe.” Xiumin hanya nyengir dan brukk!! Bantal sofa jiyeon mendarat tepat di wajahnya akibat di lempar suho. Jiyeon terkikik geli melihat tingkah suho dan xiumin. “gurae, aku tinggal dulu ya..” ujar jiyeon berlalu meninggalkan mereka. Sehun dan jiyeon sekarang sedang berdiri di beranda aprtemen jiyeon. “kau yang mengajak mereka kemari?” Tanya jiyeon. “uhm.” Sehun membenarkan. “wae?” Tanya jiyeon lagi. “sudahlah jiyeon, aku tahu kau kesepian, sendiri di apartemen, kau butuh teman, dan krystal tidak mungkin menemanimu setiap waktu. Dan kami datang untuk menemanimu.” Ujar sehun sukses membuat jiyeon terdiam. “gomawo.” Kata jiyeon pelan. Sehun tersenyum simpul lalu mengusap puncak kepala jiyeon. “kajja.” Sehun menarik lembut lengan jiyeon kembali ke ruang tempat chingu-chingu nya berkumpul. Entah angin apa yang membuat jiyeon, si yeoja pendiam dan dingin menjadi friendly dan hangat, dia mengobrol banyak hal dengan para Exoris (kris dkk). Mereka juga merasa nyaman dengan jiyeon, cara yeoja itu bicara, tersenyum, tertawa dan cemberut membuat mereka terksima, semua ekspresi jiyeon tersimpan dan mendapat tempat sendiri di memori mereka. Saat cheonyeol dan baekhyun melakukan hal-hal konyol, jiyeon tertawa lepas tanpa beban, mata indahnya sekan ikut tersenyum,  saat jiyeon bicara semua diam mendengarkan seakan tak ingin melewatkan satu katapun yang keluar dari bibir mungilnya, dan saat jiyeon cemberut ketika Tao meledeknya, membuat mereka gemas dengan tingkah yeoja cantik itu. Tak butuh waktu lama yeoja itu berhasil masuk ke memori dan hati mereka mengisi tempat special yang kosong tapi mereka belum menyadarinya. Sehun tersenyum menatap jiyeon.

 

~cheonyeol POV~

Kurasa aku menyukainya..

 

~kris POV~

Senyum nya terlalu manis untuk di lewatkan..

 

~suho POV~

Sadarkan aku kalau ini hanya mimpi, dia sungguh indah untuk kehidupan nyata.

 

~Xiumin POV~

Kiyowo…^^

 

~D.O POV~

Satu kata untuk menggambarkan jiyeon.. sempurna..

 

~Chen POV~

Dia benar-benar malaikat…

 

~Lay POV~

Tuhan begitu teliti menciptakan yeoja ini…

 

~Kai POV~

Bagaimana bisa aku senyaman ini bersama seorang yeoja selain soojung..?

 

~Tao POV~

Sial.. kenapa dia terus tersenyum seperti itu.. benar-benar err.. yeoppo..

 

~Baekhyun POV~

Perasaan ku sejak awal memang tak pernah salah..

 

~Luhan POV~

Park jiyeon, kau membuat pikiranku kacau..

 

~Sehun POV~

Oh tuhan, tolong aku, kurasa darahku mengalir deras, otakku seakan berhenti berkerja, tubuhku melemas saat melihat jiyeon tersenyum.

 

—————-

 

~Jiyeon POV~

Dua namja itu berjalan santai, di belakang mereka ada 4 buah mobil berwarna hitam mengikuti mereka, perlahan kecepatan mobil-mobil itu bertambah. “andwae! Mereka mau menabrak kalian, kai~aa, xiumin oppa, palli lari!!” aku berusaha berteriak tapi kurasa mereka tak mendengar. Mereka berlari terus berlari, tiba-tiba kai berhenti dan menatap xiumin oppa. Mereka menghadap mobil-mobil itu lalu mengalihkan pandangan ke langit, gerhana, gerhana matahari. Perlahan semua menjadi gelap dan… “aish.. mimpi lagi.” Gerutuku. Apa sebenarnya maksud dari mimpi-mimpi ku?? Kenapa mereka yang selalu hadir di mimpiku sekarang ada di kehidupan nyata ku??

 

TBC

huaaahhh demi apa ini part pendek banget. -_- mianhe readers,, part ini emang parah banget. -,- author lagi buntu banget otak nya.. hehe RCL yaaaaaaaaa 😀

[Oneshoot] My True Love

[Oneshoot] My True Love

 

Author : choi hee young

 

Length : oneshoot

 

Genre : romance, friendship

 

Cast :

Park Jiyeon T-ARA

Oh Sehun EXO-K

Xi Luhan EXO-M

 

Backsound : NS yoonji – the reason I become a witch

 

annyeong reader ku tercintaaaaa 😀 #cipok :* aku bawain FF oneshoot buat ngisi waktu nungguin lanjutan FF ku yang lain.. buat running up yang sabar ya nunggunya. 😀

 

   ~Jiyeon POV~

Annyeong.. namaku park jiyeon, biasa di panggil jiyeon, aku hanya yeoja biasa berumur 17 tahun yang mempunyai satu cita-cita yaitu……. Menjadi yeojachingu oh sehun, namja idamanku sekaligus temanku hehe. Aku berteman dengannya sejak kelas 1 SMA di teman pertamaku dan itu berarti aku sudah 3 berteman dengannya karena sekarang aku kelas 3 SMA yang sedang tidak sabar menunggu pengumuman kelulusan, aku sungguh tidak sabar menunggu hari itu datang karena pada hari itu aku bertekad untuk menembak sehun, namja idamanku, huaaaahh cita-citaku sebentar lagi akan tercapai *Author : yakin amat sih lu yeon bakal di terima sehun. :p Jiyeon : kan elu yang nyuruh gue ngomong gitu thor -_- :p #abaikan* ok, mungkin aku Cuma yeoja yang sangat biasa bahkan sebagian teman-teman sekolahku mengatakan aku ‘aneh’ dan ‘culun’ ne, aku memang culun, kalian bisa bayangkan penampilanku, baju kebesaran yang ku masukan kedalam rok besarku, kaca mata tebal dan besar menghiasi wajahku, rambutku yang selalu ku kepang 2 dan kawat gigi yang bertengger di gigiku tapi aku tidak peduli karena sehun tetap berteman denganku, dia mau menjadi temanku selama tiga tahun sedangkan teman-temanku mencibirku, apa itu berarti dia menyukaiku?? Huaaa, semoga saja. hihi

 

—————–

 

   ~Jiyeon POV~

Kyyaaaa.. kalian tahu hari adalah apa?? Hari ini adalah hari pengumumuman kelulusan, huaaaaa aku sungguh tidak sabar untuk menyatakan cintaku pada sehun, kalian pasti bertanya kenapa aku tidak memikirkan soal hasil pengumumuman? Haaa aku tidak peduli, asal sehun menjadi pacarku, hahaha. Ok, sekarang aku melangkahkan kakiku dengan mantap ke papan pengumuman tempat sehun berdiri. “sehun~aa.” Sapaku, dia menoleh, wuaah tampan sungguh tampan. “eoh, jiyeon~aa, kau sudah lihat hasil pengumuman?” tanyanya tersenyum. “belum. Ini aku baru mau melihatnya.” Sahutku. “eoh.” Dia mengangguk, ya tuhaann kenapa bisa ada mahluk sesempurna oh sehun. Aku melihat papan pengumumun sambil berdesak-desakkan. Aww, kakiku terinjak seseorang. Haahh sudahlah, kalaupun aku marah pasti orang itu hanya akan mencibir, aduuuhh apayo. “omo. mianhe, aku tidak sengaja, gwenchana?” ujar orang yang menginjak kakiku. Aih, dia meminta maaf? Ahh, sudahlah. “eoh.” Sahutku tanpa menatapnya, aku kembali fokus kepapan pengumuman. Kulihat namaku tertera disana dan….. “kyaaaaa….. AKU LULUS.” Teriakku girang. Aku segera berlari menghampiri sehun yang sedang mengobrol dengan teman –temannya.

 

 

   ~sehun POV~

Aku sedang mengobrol bersama teman-teman satu bandku, cheonyeol, baekhyun, suho, dan lay. “omo. sehun~aa, yeojachingumu datang. Kkk~” seru cheonyeol terkekeh, aku menoleh dan mendapati jiyeon sedang berlari kearahku. “ya. dia bukan yeojachinguku.” Sentakku. Selalu seperti ini, teman-temanku selalu meledekku dengan mengataiku berpacaran dengan yeoja culun dan siapa lagi yeoja itu kalau bukan jiyeon, dan aku selalu menjawab kalau aku hanya berteman dengan jiyeon dan dia tidak mungkin menjadi yeojachinguku, dan memang seperti itulah perasaanku, aku hanya menganggapnya………. Chingu, ne, just friend. Ahh molla. “sehun~aa, bisa kita bicara sebentar?” Tanya jiyeon. “eoh, ne.” aku mengangguk, jiyeon berjalan mendahuluiku. “sehun~aa, selamat berkencan. Kkkk~” ledek lay. “ya. kami itu cum-“ “Cuma teman? Ara.. haha.” Baekhyun memotong perkataanku. “palli kha. Chingumu itu sudah menunggu.” Ujar suho dengan nada meledek. Aish. Jinjja.

 

   ~jiyeon POV~

Woaahh.. jantungku berdegup kencang saat ini, sebentar lagi aku akan menyatakan cintaku pada sehun. Huuaahh.. hihihi sekarang aku dan sehun sudah berada di taman sekolah dan hanya berDUA. “ehm.” Aku berdehem. “sehun~aa.” Panggilku. “ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan?” Sahutnya. “eehhmm.. sehun~aa, saranghaeyo.” Huffttt leganya telah mengatakannya. Aku melihat ekspresi sehun, dia kaget. Jebal~ bilang ‘nado saranghae’ jebal.. “e, mianhae jiyeon~aa.” DEG! Dia menolakku? “aku..” ujarnya lagi. “aku tidak bisa berpacaran denganmu, itu tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi karena….” Ucapnya terpotong. “karena aku tidak menyukaimu, dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyukaimu.” Rasanya sekrang seperti ribuan pisau menusuk dadaku, merecoki hatiku hingga tak berbentuk lagi. “wae?” hanya itu kata yang mampu keluar dari mulutku. “e.e.e..ee ya. sadarlah. Aku, oh sehun tidak mungkin berpacaran denganmu, park jiyeon, yeoja yang, yang bahkan… tidak cantik dan.. pokoknya kau bukan tipeku.” Sahutnya terbata. Mataku terbelalak, inikah sehun yang sebenarnya? Ku pikir dia tidak mempermasalahkan penampilanku. “gurae, gomawo sudah menjadi temanku selama 3 tahun.” Aku pergi meninggalkan sehun, aku tak dapat menahan air mataku lagi. Aku pulang ke apartemenku dengan langkah gontai, neomu apayo. Sekarang aku sendiri, benar-benar sendiri, ku pikir sehun bisa menemaniku, mengisi hari-hariku yang sepi ternyata tidak, di dunia ini tak ada satupun yang peduli denganku, bahkan appa dan eomma pun tidak peduli denganku, mereka lebih memilih bisnis mereka dibanding denganku anak yang memang tidak pantas untuk dibanggakan, tidak pintar dan juga tidak cantik. Tangisku semakin menjadi menyadari sekarang aku benar-benar sendiri dan tidak berarti. Aku membaringkan tubuhku di ranjang.

 

——————-

 

   ~Author POV~

Seminggu sudah jiyeon seperti ini, uring-uringan tak jelas dan hanya berdiam diri di dalam apartemennya padahal seminggu lagi dia akan mulai menjalani ospek di kampus barunya.

 

   ~Jiyeon POV~

Aku menatap diriku di cermin, begitu menyedihkannya kau park jiyeon, rambut acak-acakan mata sembab dan penyebab semua itu adalah Oh sehun namja yang telah meluluh lantahkan hatiku. Apa dia tahu keadaanku seperti ini setelah dia menolakku mentah mentah dan malah menghinaku?! Ku pikir dia berbeda, ternyata, cih, semua laki-laki sama, mereka hanya melihat penampilan. Gurae, akan kubuat kalian menyesal karena hanya menilai seorang yeoja dari penampilan, yeoja cantik belum tentu bisa membuatmu bahagia. “ireona jiyeon~aa. HWAITING..!” aku menyemangati diriku sendiri.

 

6 bulan kemudian….

 

   ~Author POV~

Seorang yeoja cantik dengan penampilan stylish berjalan di koridor chungdam university, rambut coklat panjangnya dibiarkan tergerai, matanya yang indah memandang lurus kedepan, hanya satu kata yang dapat mendeskripsikannya, sempurna, matanya yang indah, hidungnya yang mancung, bibirnya mungil berwarna pink, kulit putih susu yang mulus, body yang seperti super model yeoja itu adalah park jiyeon, semua orang yang mengenalnya saat SMA pasti berpikir dia oprasi plastic tapi itu salah, karena memang beginilah wajahnya dan tubuhnya, hanya saja, dulu dia terlalu bodoh untuk tidak menunjukannya, matanya yang indah tertutupi oleh kaca mata tebal dan besar, bibirnya yang mungil terganggu oleh kawat gigi yang kini sudah dilepasnya, body nya yang indah tak terlihat karena dia selalu memakai pakaian yang kebesaran dan soal kulitnya yang semakin mulus dan putih itu karena dia sering mandi susu dan memakai lulur, jadi jelaskan, kalau jiyeon memang pada dasarnya cantik hanya dia baru menunjukannya sekarang, setelah 6 bulan lalu seorang oh sehun dengan sombongnya menolak jiyeon. “yeoppoda..” gumam baekhyun menatap jiyeon yang sedang berjalan di koridor. “tapi sayangnya dia sudah jadi milik donghae sunbae.” Cheonyeol mendesah. “mwo? Bukannya dia berpacaran dengan lee joon sunbae?” Tanya lay. “eoh.” Cheonyeol mengangguk. “dia berpacaran dengan keduanya?” Tanya suho heran dan mendapat anggukan mantap dari baekhyun dan cheonyeol. “aigoo~ bagaimana bisa donghae sunbae mau berbagi pacar dengan lee joon sunbae? Ckck.” Ujar lay prihatin. “yang kudengar sih, lee joon sunbae menembak jiyeon dan saat itu juga jiyeon mau memutuskan donghae sunbae karena dia ingin menerima lee joon tapi donghae sunbae tidak mau dan dia rela jiyeon menerima lee joon sunbae, begitu pun dengan lee joon sunbae, dia rela menjadi yang kedua asal jiyeon mau menjadi pacarnya.” Jelas cheonyeol. “aku masih tidak percaya dia adalah jiyeon yang ku kenal saat SMA dulu. Iyakan sehun?” kata suho, sehun hanya diam dan menatap jiyeon yang kini sedang berbicara dengan donghae.

 

   ~Jiyeon POV~

chagiya, kajja kita makan, aku sudah lapar.” Ajak donghae oppa, ketua senat yang sekarang berstatus sebagai namjachinguku. “sunbae..” panggilku, dia menatapku. “wae?” tanyanya lembut, cih. “aku ingin kita putus.” Ujarku. “mwo? Wae? Apa ada namja yang menembakmu lagi?” tanyanya kecewa. “ani. Aku hanya sudah bosan, aku juga sudah memutuskan lee joon sunbae. Mianhe sunbae. Annyeong.” aku pun pergi meninggalkan donghae sunbae. Bagaimana rasanya sunbae? Sakitkah? Itulah yang kurasakan dulu hahaha.

 

   ~sehun POV~

omo! sepertinya jiyeon baru saja memutuskan donghae sunbae, lihatlah wajah frustasi donghae sunbae.” Seru cheonyeol. Aku menatap jiyeon yang sudah pergi meninggalkan donghae sunbae. Yeoja itu.. “benar-benar playgirl.” celetuk lay. “hey, apa itu berarti sekarang dia sudah single? Woaahh.. berarti aku punya kesempatan.” Girang baekhyun. “nado. Haha.” Seru cheonyeol.

 

——————

 

   ~jiyeon POV~

Aku berjalan santai di koridor kampus, kuliahku hari ini sudah selesai, aku juga sudah sangat capek. Dan kalian tahu aku berpapasan dengan siapa? Oh sehun, namja terkutuk yang membuatku seperti sekarang ini, mempermainkan setiap namja yang menyukaiku, aku berjalan melewatinya tanpa menatapnya sedikitpun. “kau benar-benar sudah berubah.” Ujarnya. “mwo?” aku berbalik menatapnya. “kau tidak seperti park jiyeon yang ku kenal dulu.” Lanjutnya. “wae? Bukankah park jiyeon yang dulu membuatmu malu?” tanyaku sinis. “jiyeon~aa.” Panggil seseorang aku menoleh dan mendapati kai sudah berdiri di sampingku. “bisa kita bicara sebentar?” Tanya kai. “gurae, kajja.” Aku pergi bersama kai meninggalkan sehun, rasakan itu oh sehun, ottae? Apa kau menyesal dulu telah menolakku mentah mentah? Sekarang aku dengan mudah mendapatkan namja sepertimu oh sehun, contohnya seperti sekarang ini, seorang kai, namja seangkatan denganku dan sehun yang menjadi salah satu idola para yeoja, sehun dan teman-teman bandnya juga menjadi idola tapi kai berada satu tingkat di atas mereka, dan sekarang seorang kai sedang berdiri dihadapanku memohon cintaku, hahaha, apa kau siap menjadi namjachinguku kai? Hahaha. “jiyeon~aa, bagaimana? Apa kau mau menjadi yeojachinguku?” Tanya kai menggenggam tanganku. “eeuumm, sebenarnya aku sedang tidak ingin pacaran sekarang..” sahutku terlihat wajah kai sangat kecewa. “kai~aa, jangan memasang wajah seperti itu eoh?” aku bersikap manis, tapi ini semua palsu haha. “jiyeon~aa, berikan aku kesempatan ne?” bujuknya, aku diam sejenak. “gurae.” Aku mengangguk.

 

———————–

 

   ~Author POV~

Pagi itu di chungdam university sudah ramai dengan gossip. “hey, kudengar jiyeon sekarang sudah berpacaran dengan kai.” seru suho. “mwo?!” pekik baekhyun dan cheonyeol. “haish. Baru saja aku ingin mendekatinya.” Kata baekhyun lemas. “itu mereka.” Pekik lay menatap kearah jiyeon yang datang bersama kai yang menggandengnya mesra. “omo.. kali ini aku benar-benar minder, lihatlah, kai begitu tampan dan terkenal, sepertinya aku memang tidak akan bisa mendekati jiyeon.” Kata cheonyeol putus asa. “mereka terlihat benar-benar serasi, kasihan sekali kalian berdua.” Suho mengasihani kedua temannya sedangkan sehun menatap jiyeon yang semakin menjauh dari pandangannya.

 

   ~jiyeon POV~

Aku berjalan bersama kai yang sekarang adalah namjachinguku, dia menggandengku mesra di hadapan banyak orang, yeoja-yeoja yang nota bene adalah fans berat kai menatapku sinis, apa-apan itu? Cih, kalau mau silahkan ambil Kai, aku juga tidak butuh, sungguh aku tidak nyaman di pandangi seperti itu. “kai~aa..” panggilku, kai menghentkan langkahnya dan menatapku. “wae?” tanyanya lembut selayaknya namja pada yeojachingunya. “sebaiknya kita putus saja.” Ujarku. “mwo?” tanyanya tidak percaya. “waeyo?” tanyanya lagi. “aku tidak nyaman berpacaran denganmu. mian, kurasa lebih baik kita berteman saja.” Jelasku berlalu meninggalkannya. Haaahh sekarang aku bebas. Tak ada namjachingu yang membuatku repot, haha.. “jiyeon~aa.” Aku menoleh, xiu min sedang berlari kearahku. “wae?” tanyaku. “saranghae, mau kah kau menjadi yeojachinguku?” tanyanya. Ige mwoya? Aish. Ckckckck (-_-). “mianhe xiumin~aa.” Sahutku. “wae? Apa karena kau sekarang berpacaran dengan kai?” tanyanya lagi. “ani. Aku sudah memutuskannya. Aku sekarang sedang tidak ingin pacaran. Mian.” Aku pergi meninggalkan xiumin. Ckckck, dasar namja. “jiyeon~aa.” Oh tuhan, siapa lagi ini.. aku menoleh malas dan ternyata itu Tao ketua panitia penyelenggara PenSi yang akan diselenggarakan oleh kampusku bulan depan. “wae?” tanyaku. “kau di panggil leeteuk saem.” Ujarnya. “memangnya ada apa?” tanyaku bingung. “molla, dia hanya memintaku menghadap bersamamu.” Jelas Tao. “gurae, kajja.” Aku dan Tao pergi menemui leeteuk saem, Pembina penyelenggaraan PenSi.

 

—————–

 

   ~Author POV~

mwo?” pekik jiyeon. “tapi kenapa harus aku saem?” Tanya jiyeon. “kau kan yeoja yang paling cantik dan terkenal di kampus ini, kau bisa menggunakan popularitasmu untuk membujuknya.” Jelas leeteuk. “tapi tadi kau bilang sendiri kan, kalau kau juga sudah membujuknya, tapi dia tidak mau berpartisipasi dalam PenSi. Bagaimana bisa aku membujuknya??” Gerutu jiyeon. “molla, itu tugasmu. Jika kau tidak berhasil membujuknya maka kau juga tidak bisa ikut pensi.” Kata leeteuk enteng. “mwoya?!” jiyeon membulatkan matanya. “kenapa harus aku yang jadi korban?!” Tanya jiyeon tidak terima, jelas saja jiyeon tidak terima kalau dia tidak bisa tampil dalam pensi hanya karena namja yang kata leeteuk bernama xi luhan tidak berhasil dibujuknya untuk ikut PenSi. “kenapa bukan tao saja yang melakukannya saem?” rengek jiyeon. “mwo? Shireo.” Kata Tao. “ini tugasmu park jiyeon.” Tegas leeteuk. “ish.” Jiyeon mendengus kesal.

 

Keesokan harinya…

 

   ~jiyeon POV~

Aku sekarang berdiri di depan ruang kuliah fakultas tehnik. “jiyeon~aa. Sedang apa kau?” Tanya Tao menghampiriku. “sedang apa lagi kalau bukan menunggu namja itu.” Sahutku. “luhan maksudmu?” Tanya Tao dan aku hanya mengangguk. “jiyeon~aa, Hwaiting..! kkkk~” Tao mengepalkan kedua tangannya menyemangatiku namun akhirnya menertawakanku. “ya! ish!” aku menjitak kepalanya, biar tahu rasa dia. “aww, apayo.” Ringgisnya. “mau lagi heoh?” aku sudah siap siap menjitaknya. “ya. jangan galak-galak, nanti fansmu berkurang loh, hahaha, annyeong.” ledeknya pergi meninggalkanku, hanya Tao namja yang dekat denganku karena dia adalah sepupuku tapi tak ada satu pun yang tahu tentang hal itu. Tak lama kelas pun bubar, dan semua mahasiswa keluar ruang kuliah, mataku tak sengaja berpapasan dengan sehun yang juga adalah mahasiswa fakultas tehnik dan sekelas dengan luhan. Dengan segera aku membuang muka. “omo. jiyeon~aa, sedang apa di sini?” Tanya salah seorang teman sehun sejak SMA, baekhyun. “aku menunggu seseorang.” Sahutku. Luhan pun keluar ruang kuliah. “luhan~ssi.” Panggilku mengejar luhan yang sudah menjauh.

 

   ~sehun POV~

Saat aku keluar dari ruang kuliah aku berpapasan dengan jiyeon yang sedang berdiri di depan pintu ruang kuliah, dia segera membuang muka saat mata kami bertemu. “omo. jiyeon~aa, sedang apa di sini?” Tanya baekhyun mendekati jiyeon. “aku menunggu seseorang.” Sahut jiyeon. Siapa yang di tunggu oleh jiyeon? “luhan~ssi.” Panggil jiyeon pada seorang namja yang baru saja meninggalkan ruang kuliah, jiyeon segera mengejar namja bernama luhan itu, dia mahasiswa pindahan yang baru masuk seminggu lalu. Ada hubungan apa mereka berdua? Kenapa jiyeon mengejarnya? Aish. Jujur saja, aku benar-benar kesal saat jiyeon berdekatan dengan namja lain, setelah aku menolaknya hari itu, aku benar-benar menyesal saat aku tidak melihatnya selama seminggu, aku baru sadar kalau aku mencintainya, bukan karena penampilannya yang berubah tapi karena dia yang dekat dengan banyak namja membuatku sadar kalau aku ternyata mencintainya, dulu aku menolaknya karena aku malu ledeki oleh teman-temanku. Dasar sehun pabbo, seharusnya kau buang jauh jauh gengsi mu waktu itu!!

 

   ~luhan POV~

luhan~ssi.” Panggil seseorang aku menoleh, aku sempat terpaku menatap yeoja ini. ‘dia benar-benar sudah berubah.’ Ada sedikit rasa kecewa dihatiku. Tapi sudahlah. “wae?” tanyaku datar. “emm, kenalkan namaku park jiyeon. bisa bicara sebentar?” tanyanya. “bicara saja.” Kataku. “kita bicara di kafe saja, kajja.” Ajaknya. “di sini saja, aku tidak punya banyak waktu.” Ujarku. “e, gurae. Emm, luhan~ssi, kudengar kau bisa menyanyi dan suaramu sangat merdu, kau mau tidak ikut PenSi?” tanyanya. “shireo.” Sahutku, aku penderita demam panggung, konyol bukan? Dan karena itu aku tidak pernah mau ikut pentas-pentas seperti itu. “wae?” tanyanya. “aku tidak tertarik.” Sahutku berbohong. “mwo? Coba saja dulu, pasti menarik, ne?” bujuknya. “tidak, terima kasih.” Aku pergi meninggalkannya.

 

   ~Author POV~

omo! namja itu, jinjja! Susah sekali dibujuk huhh.’ Gerutu jiyeon dalam hati. ‘lihat saja, aku tidak akan menyerah.’ Tekad jiyeon.

 

——————–

 

   ~Author POV~

Hari ini jiyeon kembali menunggu luhan di luar ruang kuliahnya, dari dalam ruang kuliah sehun melihat jiyeon yang berdiri sambil memandangi luhan. ‘mereka ada hubungan apa sebenarnya? Aku tidak pernah melihat jiyeon mengejar namja lain selain aku, itu pun hanya saat kami SMA, kalau sekarang yang ada malah para namja yang mengejarnya.’batin sehun. “aigoo~ bukannya itu jiyeon? Sedang apa dia? Apa dia menunggu luhan lagi?” gumam baekhyun. “kurasa begitu, apa mereka pacaran?” kata cheonyeol. “eoh, sudah banyak gossip beredar seperti itu.” Celetuk suho. “tapi kenapa harus namja pendiam itu?” kata baekhyun tidak rela. “eoh, kenapa harus luhan? Sementara kai, xiumin, donghae sunbae, lee joon sunbae, sanghyun sunbae dan masih banyak namja yang notabene adalah namja idola saja mengejar-ngejar jiyeon tapi dia menolak.” Ujar suho. setelah dosen keluar dari ruang kuliah, jiyeon menghampiri luhan yang masih dalam ruang kuliah. “annyeong.” sapa jiyeon. “mau apa lagi?” Tanya luhan, membereskan barang-barangnya dan pergi meninggalkan jiyeon tapi jiyeon mengejarnya dan terus mengoceh tentang PenSi. “kau mau kan? Ne? mau ya?” bujuk jiyeon terus mengikuti luhan sampai ke kantin di mana hampir semua mahasiswa ada di sana dan memperhatikan jiyeon dan luhan. “siapa namja itu? Kenapa jiyeon mengejar-ngejarnya?” Tanya seorang mahasiswa. “dia, luhan mahasiswa pindahan di fakultas tehnik.” Sahut seorang lagi. “lihat, semua fansmu menatapku sinis dan semua mahasiswa membicarakanmu yang terus mengikutiku, berhentilah membujukku, aku tidak akan pernah mau.” Ujar luhan meninggalkan jiyeon. “luhan~aa, aku tidak akan berhenti, aku akan mendapatkanmu.” Teriak jiyeon membuat luhan menghentikan langkahnya, semua mata memandang jiyeon dan luhan tidak terkecuali sehun dan kawan-kawannya begitu pun dengan para namja idola yang mengejar-ngejar jiyeon. ‘kena kau luhan. Haha’ jiyeon tersenyum penuh arti.

 

   ~sehun POV~

luhan~aa, aku tidak akan berhenti, aku akan mendapatkanmu.” Teriak jiyeon. Mwo? Apa maksudnya? Apa jiyeon benar-benar menyukai luhan? Sakit, hatiku terasa sangat sakit, saat jiyeon berpacaran dengan namja-namja itu aku tidak begitu sakit hati karena aku tahu jiyeon hanya mempermainkan mereka tapi sekarang, jiyeon dengan terang-terangan mengejar-ngejar luhan dan itu berarti dia benar-benar menyukai luhan.

 

—————-

 

   ~luhan POV~

Hari ini lagi-lagi jiyeon mendatangiku dan membujukku untuk ikut PenSi. Sejak kejadian di kantin kemarin, semakin banyak mata memandang kami, aish yeoja ini benar-benar. Tapi sebenarnya aku sangat senang jiyeon berada di dekatku setiap hari. terang saja, aku sudah menyukainya selama 3 tahun, saat pertama masuk SMA aku memperhatikan tingkah lucunya, aku sudah menyukainya, aku suka saat dia tertawa lepas, tapi akal sehatku kembali menyadarkanku kalau selama 3 tahun pula dia tak pernah melihatku yang selalu mencintainya dan aku tahu jelas kalau dia menyukai sehun, sampai sekarang pun dia mendekatiku hanya karena ingin mengajakku ikut PenSi. “luhan~aa, mau ya ikut PenSi? Ne??” bujuk jiyeon untuk yang kesekian kalinya.

 

——————

 

   ~Author POV~

Sudah seminggu jiyeon terus mengikuti luhan untuk membujuknya ikut PenSi, tapi luhan tetap saja tidak mau. Hari ini jiyeon di panggil untuk menghadap leeteuk. “wae saem?” Tanya jiyeon. “kau tahu kan 3 minggu lagi PenSi dank au belum juga berhasil membujuk luhan, dan mau tidak mau kau juga tidak bisa ikut PenSi karena kau gagal membujuk luhan.” Ujar leeteuk. “tapi saem..” jiyeon menunduk lesu. “mian jiyeon~aa, ini salahmu, karena kau gagal.” Kata leeteuk jiyeon hanya menunduk pasrah. Ternyata diluar ruangan, luhan mendengar semuanya. ‘kasihan jiyeon. Karena aku dia tidak bisa ikut berpartisipasi dalam PenSi, padahal aku tahu jelas sejak dulu dia sangat suka dengan seni.’ batin luhan. Jiyeon keluar ruangan dengan lesu, dia duduk di taman sendirian sambil menangis. “jiyeon~aa.” Suara lembut berhasil membuat jiyeon menoleh dan itu adalah luhan, namja manis itu kini sudah duduk dihadapan jiyeon. “mianhe.” Ujar luhan. “untuk?” Tanya jiyeon bingung. “aku tahu, kau tidak bisa ikut PenSi karena aku.” Kata luhan membuat tangis jiyeon semakin menjadi-jadi. “uljima.” Ujar luhan memegang wajah jiyeon dan menghapus air mata jiyeon dengan kedua ibu jarinya dengan halus.

 

   ~Jiyeon POV~

uljima.” Ujar luhan memegang wajahku dan menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya dengan halus. DEG. Kenapa ini? jantungku menjadi tak karuan karena perlakuan luhan, padahal aku sudah sering mendapat perlakuan sehalus ini dari namja, tapi kenapa sekarang rasanya berbeda? Luhan menatap mataku lembut, tatapan yang sangat menenangkan. “aku akan berpartisipasi dalam PenSi.” Katanya lembut. “jinjja?”tanyaku tak percaya dan dia mengangguk mantap aku nyaris meloncat kegirangan. “gomawo luhan~aa.” Tanpa sadar aku memeluk luhan. Oh, tuhan apa yang terjadi denganku? Rasanya seperti saat mau menyatakan cinta pada sehun 6 bulan lalu, jantungku berdegup begitu cepat.

 

   ~luhan POV~

gomawo luhan~aa.” Seru jiyeon memelukku. Omo! dia memelukku? Jiyeon memelukku? Benarkah ini? tolong sadarkan aku kalau ini mimpi. “m, mian.” Ujarnya melepas pelukannya. “g, gwenchana.” Sahutku tersenyum canggung.

 

——————

 

   ~Author POV~

gomawo sudah mengantarku pulang, kajja, masuk dulu.” Ajak jiyeon pada luhan. “kau mau minum apa?” Tanya jiyeon. “terserah.” Sahut luhan. “gurae, changkaman.”

 

——————-

 

   ~Author POV~

Tidak terasa sudah3 minggu berlalu, jiyeon semakin dekat dengan luhan dan sehun tahu jelas hal itu. Hari ini adalah hari penyelenggaraan PenSi, Luhan mondar mandir di belakang panggung, pikirannya tidak tenang. “semoga aku tidak demam panggung lagi.” Gumam luhan.”luhan~aa.”

 

   ~Luhan POV~
“luhan~aa.” Panggil sebuah suara lembut yang aku tahu jelas siapa pemilik suara itu, jiyeon kini dia sedang berjalan ke arahku sambil tersenyum. “sebentar lagi giliranmu tampil.” Katanya mengingatkan. Aku sungguh gugup, aku meremas-remas kedua tanganku dengan tidak tenang. “luhan~aa, tenanglah, ne?” jiyeon memegang kedua tanganku mengalirkan kehangatan yang luar biasa. “jiyeon~aa, sebenarnya… sebenarnya aku demam panggung.” Aku akhirnya jujur, dia tersenyum, senyum manis yang selalu kusukai sejak dulu. “tenanglah, kau pasti bisa, sekarang tutup matamu dan bayangkan hanya kau sendiri yang ada di panggung itu, tak ada satu pun orang yang melihatmu, menyanyilah seperti saat kau latihan, ne?” seperti terhipnotis dengan kata-katanya aku pun memejamkan kedua mataku mengikuti perintahnya, sedektik kemudian aku membuka mataku saat sesuatu yang lembut menyentuh keningku, jiyeon, dia mengecup lembut keningku, oh, tuhan apa aku bermimpi? “hwaiting, luhannie.” Bisiknya, aku mengangguk dan mengusap puncak kepalanya. “gomawo jiyeon~aa.” Ujarku dan langsung naik kepanggung.

 

   ~sehun POV~

Apa yang kulihat ini benar-benar nyata? Jiyeon, dia mencium kening luhan dan berbisik pada namja itu? Selama ini walaupun jiyeon playgirl tapi dia tak pernah mencium seorang namja seperti tadi, apa jiyeon benar-benar sudah menyukai luhan? Kenapa sesakit ini..? apa 6 bulan lalu jiyeon juga merasakan sakit yang sama saat aku menolak dan menghinanya? Inikah yang di sebut hukum karma? Jiyeon~aa, kau berhasil membuatku menyesal dan menderita.

 

——————-

 

   ~luhan POV~

Sekarang aku sedang berada di apartemen jiyeon, setelah PenSi selesai, jiyeon mengajakku kemari dan memasakan makanan kesukaanku, ternyata dia pandai memasak. “enak. Kau ternyata pandai memasak.” Pujiku. “tentu saja, haha.” Sahutnya tertawa renyah. Sekarang kami sudah selesai makan dan sedang menonton TV bersama. “jiyeon~aa.” Panggilku, “uhm” sahutnya. “saranghaeyo.” Entah dapat keberanian apa aku untuk mengatakan hal itu. “ara.” Sahutnya. “mwo?” tanyaku bodoh. Dia malah memelukku. “araseo luhannie.” Ujarnya masih memelukku berhasil membuat jantungku berdetak tak beraturan. Pelukannya sangat hangat.

 

   ~Author POV~

kau tahu aku mencintaimu?” Tanya luhan pada jiyeon yang masih memelukknya dan jiyeon mengangguk, luhan memberanikan diri membalas pelukan jiyeon. “apa kau juga tahu sejak kapan aku menyukaimu?” Tanya luhan.

 

   ~jiyeon POV~

apa kau juga tahu sejak kapan aku menyukaimu?” Tanya luhan, aku mendongakkan kepalaku menatapnya dan masih memeluknya. Hangat. “sebulan lalu?” tebakku, luhan menggeleng. “3 minggu lalu?” tebakku lagi dan dia menggeleng lagi. “lalu sejak kapan?” tanyaku. “sejak 3 tahun lalu.” Sahutnya, aku ternganga menatapnya. “tapi kita bertemu baru sebulan lalu.” Ujarku. “itu bagimu, tapi bagiku, aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita masuk SMA.” Kata luhan membuatku ternganga untuk yang kedua kalinya bagaimana biasa aku tidak menyadarinya? Dan bagaimana mungkin ada namja yang menyukaiku saat aku SMA? “kenapa aku tidak pernah tahu kalau kau satu sekolah denganku dulu?” Tanya polos. “itu karena di matamu hanya ada sehun.” Sahutnya tersenyum, senyum yang selalu menenangkanku, tunggu, apa katanya tadi? Sehun? Dia tahu waktu itu aku menyukai sehun? “kau.. tahu aku menyukai sehun?” tanyaku ragu. “eoh, aku melihatnya saat hari pengumuman kelulusan, kau me-“ aku menghentikan kata-katanya dengan meletakan jari telunjukku di bibirnya.

 

   ~Luhan POV~

eoh, aku melihatnya saat hari pengumuman kelulusan, kau me-“ kata-kataku terhenti saat jiyeon meletakan jari telunjuknya di bibirku. Rasanya jantungku mau keluar dari tempatnya bersarang. “apa kau masih menyukainya?” tanyaku ragu, kuharap jawabannya tidak. Jiyeon melepaskan pelukannya, dia menunduk. Apa dia masih menyukai sehun? “aku sudah tidak punya perasaan apapun padanya.” Sahut jiyeon menatapku. “kau tidak percaya?” tanyanya seakan mengerti pandanganku yang ragu atas jawabannya. “ani. Aku percaya padamu.” Aku membawanya kepelukanku. “tapi aku tidak akan bisa melupakannya.” Ujar jiyeon membuat nafasku seakan berhenti. jiyeon melepas pelukannya dan tersenyum padaku. “aku tidak akan bisa melupakannya, karena dia telah mengisi memoriku selama ini, karena dia membuatku sadar agar aku tidak terus melihatnya dan mencoba untuk meliht namja lain hingga aku melihatmu, melihatmu yang benar-benar mencintaiku, nae namching.” Jelasnya tersenyum dan memelukku. Apa itu artinya dia? Dia memilihku dan melepaskan sehun? Dia menerimaku? Aku tersenyum dan membalas pelukannya yang hangat.

 

   ~Jiyeon POV~

Luhan membalas pelukanku dengan pelukan hangatnya. ‘gomawo sehun~aa, kau telah menyadarkanku, kalau selama ini ada namja yang mencintaiku apa adanya.’ Aku mendongakan wajahku dan menatap luhan dia menatapku balik, tatapannya sangat teduh membuatku begitu nyaman, perlahan wajah kami mendekat semakin dekat dan cup~ luhan mengecup lembut bibirku mengalirkan kehangatan, seakan tidak ingin menyakitiku, luhan melumat bibirku lembut sangat lembut, perlahan aku membalas ciumannya, luhan semakin mempererat pelukan kami dan melumat bibirku lembut dan semakin dalam. ‘saranghae, my true love’

 

The End

 ottae?? komen ya.. 😀

 

The Return of EXO planet part 1

The Return of EXO planet part 1

 

 

Author : choi hee young

 

Length : chaptered

 

Rating : PG-16

 

Genre : fantasy, romance (maybe)

 

Cast :

EXO members (especially sehun, kai, baekhyun, tao dan luhan, soalnya mereka bias aku, :3 hehe :D)

Park ji yeon T-ARA

 

Support cast :

Krystal f(x)

 

Annyeong… Author datang bawain ff lagiiii.. disini ceritanya jiyeon, Tao dan D.O seumuran sama krystal, kai dan sehun. Dan di ff ini Author masukin tentang kekuatan-kekuatannya para member EXO sesuai yang di MV mama.

 

   ~jiyeon POV~

Namja itu, aku melihat dia tengah berdiri di atas sebuah tempat berbentuk lingkaran dan terdapat 12 angka romawi di tempat itu, tempat yang menurutku seperti sebuah jam yang berukuran sangat besar. lingkaran berupa jam tempat namja itu berdiri dikelilingi oleh air, namja berdiri tepat di tengah bulan yang bulat sempurna yang perlahan tertutupi cahayanya, aku melihat bayangan namja itu di air namun ternyata bayangan yang kulihat adalah bayangan 12 namja yang sedang berdiri di tengah gerhana matahari. Perlahan pandanganku tiba-tiba memudar dan…“aishh..! mimpi itu lagi..” gerutuku. Sudah berulang kali aku bermimpi tentang hal yang sama dan terhenti diwaktu yang sama pula.

 

   ~Author POV~

Gadis cantik itu mengacak rambutnya sambil beranjak dari tempat tidurnya meninggalkan kamarnya, kaki jenjangnya melangkah ke arah dapur, tangan putih mulusnya membuka kulkas, mengambil sebotol air mineral dan meneguknya, gadis itu memandang sekeliling apartemennya. “shit.” Umpatnya.

 

@some place

 

tugas kalian adalah, selamatkan pohon kehidupan planet EXO” ujar suara berat yang berasal dari mahluk berjubah hitam yang menutupi seluruh wajah dan tubuhnya. “kalian harus mencari sumber energi baru bagi pohon kehidupan yang telah kehilangan energinya selama ratusan tahun. Pohon kehidupan semakin melemah dan itu berarti juga adalah ancaman bagi kelangsungan planet EXO. kalian harus mendapatkan sebelum gerhana matahari terjadi pada tahun ini jika tidak maka planet EXO akan benar-benar hilang.” ujar suara berat itu lagi. “bagaimana kami bisa tahu kalau itu adalah sumber energi baru bagi pohon kehidupan?” Tanya seorang namja yang wajahnya hampir tidak terlihat karena tertutup oleh jubah panjang berwarna hitam. “kalian dapat merasakannya, jika kalian berada di dekatnya, kalian akan dapat merasakan energy hebat yang keluar darinya. Dapatkan itu segera.” Sahut suara berat itu. “tapi dimana energy itu?” Tanya seorang namja berjubah hitam itu lagi. “energi itu terdapat di planet yang sempurna dan subur.” Sahut suara berat itu lagi. “maksudmu planet itu adalah bumi?” Tanya seorang namja yang terlihat paling tinggi. “ne, cepat dapatkan energi itu dan bawa kemari sebagai persembahan untuk pohon kehidupan.” kata suara berat itu. “persembahan? Maksudmu,, energy darinya akan di serap oleh pohon kehidupan?” tebak salah seorang namja lagi yang juga memakai jubah hitam. “kau cukup pintar sehun.”

 

—————

 

   ~Author POV~

Gadis cantik itu berjalan dengan tatapan lurus kedepan tanpa memperdulikan orang-orang yang tengah memperhatikannya. “neomu yeoppo..” puji salah seorang namja, pujian seperti itu sudah akrab ditelingnya, namun tak sedikit juga yang menggunjingkannya yang mungkin karena faktor iri, contohnya seperti seorang yeoja yang dengan sinis menatapanya dan berkata. “lihatlah, betapa sombongnya dia, cih. Dasar freak.” Cibir seorang yeoja ber-make up tebal. Jiyeon, yeoja yang tengah dibicarakan, malah tersenyum, yang entah apa arti dari senyuman itu “freak? Bukankah kau lebih freak dariku? Aku tahu rahasiamu nona kim hyunA.” Ujar jiyeon dan berhasil membuat yeoja ber-make up tebal itu terbelalak. Jiyeon kembali berjalan, sepanjang koridor tidak sedikit yang memperhatikannya.

 

   ~Jiyeon POV~

Aku berjalan santai di Sepanjang koridor kampus, aku diperhatikan oleh para mahasiswa, entahlah aku sudah biasa, tapi, tunggu, apa ini? aku merasa ada yang aneh? Aku menolehkan kepalaku mencoba mencari sesuatu yang membuatku merasa aneh dan tak nyaman namun, nihil, mataku tak menemukan apapun, aku kembali menolehkan kepalaku kedepan dan.. brukk. Aku menabrak seseorang, kulihat namja itu menoleh sebentar kearahku dan berlalu dari hadapanku, tunggu, namja itu… sepertinya aku pernah melihatnya…

 

   ~Author POV~

Jiyeon mencoba mengingat siapa namja yang baru saja bertabrakan dengannya, dan seketika matanya membentuk bulat sempurna, namja itu terhenti tepat dibelakang jiyeon ‘apa ini?’ batin namja itu yang langsung membalikan badannya dan menatap punggung jiyeon, sementara jiyeon terdiam ‘aniya, maldeo andwae. Mana mungkin namja itu adalah namja yang di mimpiku. Aniya.’ Jiyeon menggeleng dan bersiap pergi namun tangannya ditahan oleh namja itu, jiyeon menoleh terkejut melihat namja itu menahan tangannya, jiyeon berusaha melepaskan tangannya dari namja itu namun nihil, namja itu terlalu kuat menahan tangannya.

 

   ~sehun POV~

Aku masih menahan tangan yeoja ini, menatap matanya dalam dengan tatapan tajam, yeoja ini, kenapa saat aku berada sedekat ini, aku merasakan sesuatu, entahlah seperti suatu kekuatan yang besar ada dalam dirinya.

 

   ~Author POV~

Lengan jiyeon masih ditahan oleh sehun, dan mereka saling menatap. “jiyeon~aa.” Krystal, sahabat jiyeon berlari kearah jiyeon dan sehun, membuat jiyeon sedikit bernafas lega, sehun melepaskan tangan jiyeon dan pergi. “jiyeon~aa, siapa namja tampan itu? Kenapa dia memegang tanganmu? Apa dia pacarmu?” Tanya krystal bertubi-tubi namun jiyeon hanya diam dan pergi meninggalkan krystal.

 

   ~Jiyeon POV~

Aku kini berada di toilet, ‘namja itu, mungkinkah dia namja yang selalu ada dalam mimpiku itu? Kalau di ingat-ingat memang sangat mirip, tapi bagaimana bisa? Dan, tatapannya tadi, tatapan apa itu? Aku belum pernah mendapatkan tatapan seperti itu.’ Aku tak bisa berhenti memikirkan namja itu. Aku mendengar seseorang berjalan kearahku dan ternyata itu adalah kim hyuna, dia tidak sendiri rupanya, dibelakangnya mengekor 4 orang yeoja anggota geng hyuna, aku membuang muka dan kembali fokus pada cermin di depanku. “ya! park jiyeon.” Panggil hyuna, mau apa dia? Aku menoleh dengan malas. PLAKK. “YA! micheosso?!” bentakku padanya setelah dia menamparku.

 

   ~Author POV~

kau yang gila. Dasar freak.” Ujar hyuna. “mwo?” jiyeon berusaha mengendalikan dirinya. “apa maksudmu mengatakan kau tahu rahasiku?!” kata hyuna penuh penekanan. “cih, jadi kau takut aku membongkar rahasiamu nona kim?” Tanya jiyeon santai . “lihat saja kalau kau berani melakukannya!” ancam hyuna. “ya! kajja, kita beri dia pelajaran.” Hyuna dan gengnya mulai mem-bully jiyeon, salah seorang dari mereka mengambil air dan menyiramkannya ke jiyeon sehingga tubuh jiyeon basah kuyup, lalu mereka menjambak rambut jiyeon. “YA! lepaskan aku!” teriak jiyeon.

 

   ~Baekhyun POV~

Sesuai perintah untuk mencari sumber energi bagi pohon kehidupan, kini aku berada dibumi, tepatnya di seoul international university. Aku berjalan menyusuri kampus ini, “YA! lepaskan aku!” aku mendengar suara teriakan seorang yeoja dari arah toilet wanita, aku pun berjalan kearah suara itu dan melihat beberapa yeoja sedang mengeroyok seorang yeoja, pasti yeoja itu yang berteriak tadi, mereka dengan kasar menjambak rambut yeoja itu “YA! apa yang kalian lakukan?!” teriakku berhasil membuat mereka menghentikan kegiatan mereka, mereka terbelalak kaget melihatku dan langsung pergi dari toilet meninggalkan yeoja itu yang sudah terduduk sambil menunduk, pasti dia menangis, aku mendekatinya. “agasshi, gwencahanayo?” tanyaku memegang pundaknya. ‘A,apa ini?’ tiba-tiba aku merasa sesuatu yang aneh dan begitu kuat. Yeoja itu mengangkat wajahnya dan menatapku, aneh, dia tidak menangis, bahkan matanya pun tak berkaca. “gwenchana.” Sahutnya tenang dan err, dingin. Dia mencoba untuk berdiri namun gagal aku pun membantunya berdiri, kaki dan tangannya gemetaran, sepertinya dia berusaha menahan amarahnya. “gamsahamnida.” Ujarnya hendak pergi. “changkaman.” Aku menahannya. Dan lagi-lagi aku merasakan sesuatu yang aneh dan begitu kuat. Yeoja itu menoleh dan menatapaku. “boleh aku tahu siapa namamu?” tanyaku. “jiyeon.” Sahutnya berlalu. “namaku, baekhyun.” Teriakku tapi dia tak menggubris, yasudah, biarlah, tapi tunggu, apa ini? kenapa aku merasakan hal aneh ini? aku memegang dadaku. “terasa begitu kuat” gumamku.

 

————–

 

   ~Sehun POV~

Kini aku sedang berada di atap gedung seoul international university. ‘tadi itu apa? Kenapa rasanya benar-benar aneh. Auranya benar-benar kuat.’ Batinku memegang dadaku sembari menutup kedua mataku merasakan lebih dalam rasa aneh itu, wajah yeoja itu terlintas di pikiranku. “Kau sudah menemukannya?” sebuah suara yang ku kenal membuyarkan segalanya. “hyung..” ujarku menoleh pada luhan hyung yang entah sejak kapan berdiri di belakang ku. “bukankah seharusnya kau ada di china?” tanyaku. “kami tak menemukannya di china.” Sahutnya. “tapi tadi aku merasakan sesuatu, disekitarku rasanya aneh namun tak begitu kuat.” Ujarnya terlihat berpikir. “entahlah…” lanjutnya. Aku berusaha untuk terlihat biasa dan tidak berpikir tentang gadis itu, karena bisa-bisa luhan hyung membaca pikiranku.

 

—————-

 

   ~Author POV~

omo.. lihat namja itu, dia keren sekali.” Seru seorang yeoja pada chingunya sambil memperhatikan seorang namja yang sedang menari dengan lincahnya di practice room, ternyata namja itu benar-benar menarik perhatian para mahasiswa, buktinya sekarang sudah banyak mahasiswa berkumpul menyaksikannya menari tak tekecuali krystal, ne yeoja cantik itu juga ikut menyaksikan namja itu menari. “kai.” Panggil seorang namja dengan penuh karisma membuat si namja yang tengah menari itu berhenti dan menoleh. “suho hyung..” kata namja yang dipanggil kai itu. “wae?” tanyanya saat suho sudah berada tepat di depannya. “berhentilah bermain-main, kajja, mereka sudah datang dari china.” Ujar suho. “mwo? Maksudmu?” Tanya kai. “mereka tidak menemukannya di china.” Sahut suho.

 

   ~Kai POV~

Saat aku tengah menari, suho hyung datang dan memberitahukan kalau mereka sudah datang dari china, siapa lagi kalau bukan teman-temanku yang memiliki tugas yang sama denganku. Suho hyuna mengajakku untuk menemui mereka, aku mengikuti suho hyung dari belakang menerobos sekumpulan mahasiswa yang entah apa yang sedang mereka lakukann, mereka menatapku dan suho hyung, sudahlah aku tidak perduli dengan mereka terserah mau menatapku atau tidak. Deg.. mataku menangkap sosok yang sungguh menarik membuat jantungku seperti tidak berdetak lagi. Yeoja itu.. dia sangat mirip dengan soojung. “ya. kim jong in. kajja.” Panggil suho hyung membuyarkan lamunanku. Aku kembali melangkah meninggalkan kerumunan mahasiswa dan yeoja itu.

 

   ~Author POV~

Terdengar suara gaduh dari koridor kampus itu semakin mengundang perhetian para mahasiswa dan ikut melihat apa yang terjadi koridor itu, ternyata penyebab kegaduhan adalah perkelahian antara jonghyun yang terkenal sebagai berandalan kampus dengan seorang namja yang sepertinya baru di kampus ini. “sudahlah, Tao, tak ada gunanya kau meladeninya.” Ujar salah seorang chingu dari namja baru yang dipanggil Tao. “sudahlah lay, kalau sudah begini, tao tidak akan bisa ditegur lagi.” Ujar luhan yang berdiri di samping lay. “benar, kau seperti baru mengenal tao saja.” Kata namja yang berdiri di samping sehun di belakang lay dan luhan. “eoh, xiu min dan luhan hyung benar.” Sehun membenarkan. Mereka pun membiarkan Tao melampiaskan kemarahannya pada jonghyun yang sudah mengganggu ketenangannya. Sementara itu di dalam ruang kuliah yang tak jauh dari koridor tempat tao berkelahi dengan jonghyun, jiyeon sedang duduk bersama krystal. “krystal~aa, gomawo, kalau kau tidak meminjamkan bajumu mungkin hari ini aku tidak akan ikut kelasnya lee seonsaeng.” Ujar jiyeon. “gwenchana, lagi pula apartemenku kan sangat dekat dengan kampus.” Sahut krystal memamerkan senyum manisnya dan jiyeon pun tersenyum. “eh, diluar ribut-ribut kenapa?” kata krystal. “molla.” Sahut jiyeon santai. “kajja, kita lihat.” Belum sempat jiyeon menolak, krystal sudah menarik tangannya ke koridor tempat kegaduhan terjadi. Jiyeon dan krystal melihat perkelahian antara Tao dan jonghyun dari jarak yang cukup jauh. Kai dan suho yang baru datang segera menghampiri Tao dkk. “apa yang terjadi?” ujar seorang namja membuat Tao dan jonghyun menghentikan perkelahian mereka, namja tinggi itu berjalan mendekati Kai dkk di ikuti 4 orang namja dibelakangnya. “kris.” “hyung” ujar tao dan sehun bersamaan. Krystal segera menarik jiyeon untuk lebih mendekat kearah mereka.

 

   ~EXO POV~

A,Apa ini? kenapa auranya menjadi aneh begini, rasanya..’ batin mereka dan seketika mereka segera mengedarkan pandangan ke segala arah.

 

  ~Author POV~

aneh, rasanya benar-benar aneh, auranya tiba-tiba menjadi kuat, sama seperti saat..’ batin baekhyun dan sehun yang segera mencari sesuatu, dan mata mereka menangkap sosok itu lagi secara bersamaan. ‘jangan-jangan yeoja itu penyebabnya.’ Batin baekhyun. ‘yeoja itu…’ batin sehun melangkah mundur mencari cara agar dapat pergi tanpa diketahui oleh hyung-hyungnya. Perlahan sehun sudah keluar dari kerumunan hyung-hyungnya dan mahasiswa-mahasiswa lain.

 

   ~Jiyeon POV~

Apa ini? kenapa atmosfernya jadi seperti ini. aku memutuskan untuk pergi dari kerumunan itu meninggalkan krystal yang sedari tadi diam di sampingku. Aku berlari menjauhi kerumunan itu sampai tanpa sadar aku sudah keluar dari lingkungan kampus dan kini aku tengah berdiri di trotoar. ‘namja itu..’ nafasku tercekat saat menatap namja yang tadi pagi bertabrakan denganku kini berdiri dengan jarak kurang lebih 1 meter dariku, dia menatapku tajam, tiba-tiba angin berhembus begitu kencang membuat rambut ku menyapu wajahku.

 

   ~Author POV~

Sehun menatap jiyeon tajam dan tanpa sadar dia mengeluarkan kekuatannya yaitu Aerokinesis atau biasa di sebut pengendali angin. Jiyeon mencoba melangkahkan kakinya menjauh dari sehun, jiyeon menyebrangi jalan namun tiba-tiba di tengah jalan sehun menahan tangannya membuat jiyeon menoleh pada sehun. “siapa kau sebenarnya?” Tanya sehun terus menatap mata jiyeon mencari jawaban. “mwo? Apa maksudmu? Lepaskan aku.” Sahut jiyeon mencoba melepaskan tangan sehun yang menahan lengannya namun gagal. “ya! neo micheosso?!” bentak jiyeon yang mulai panik, namun sehun tak berkutik, lampu yang tadinya merah kini berubah menjadi hijau menandakan kendaraan dapat berjalan kembali. “ya! kau mau mati?!” bentak jiyeon berusaha melepaskan diri namun sehun terlalu kuat, sementara sebuah truk sedang melaju kearah mereka dengan kecepatan tinggi. “YA!” teriak jiyeon.

 

   ~Jiyeon POV~

Namja ini masih menahan tanganku sementara sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi sudah semakin mendekat kearah kami. Aish!! “YA!” teriakku pada namja itu dan mencoba untuk mendorongnya, tiba-tiba semuanya menjadi gelap…

 

   ~Sehun POV~

Aku masih menahan yeoja ini, aku tidak berniat melepaskannya sedikitpun. Aku semakin merasakan aura yang sangat kuat darinya. Aku baru sadar kalau sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi sudah begitu dekat dengan kami. “YA!” teriaknya mencoba mendorongku dan gelap..

 

TBC