Arsip Tag: MBLAQ

Running Up part 5

Running Up part 5

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

Park ji yeon T-ARA

Choi siwon Super Sunior

Sandara park 2NE1

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Leejoon MBLAQ

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

 

~author POV~

tapi tadi untung saja onew bisa menahan diri, kau tahu penampilanmu tadi sangat menggoda.” Ujar minho. “jeongmal?” ji yeon mendekatkan wajahnya pada minho. “hey, kau pikir kau bisa mengerjaiku?” minho menatap wajah ji yeon yang sudah sangat dekat dengan wajahnya. “siapa yang mau mengerjaimu?” ji yeon menatap minho dengan tatapan evilnya. “jadi kau mau main-main denganku?” minho ikut mendekat pada ji yeon sehingga membuat ji yeon tersandar di mobilnya. “main-main?” ji yeon menarik kerah baju minho sehingga jarak mereka tinggal beberapa centi.

 

~minho POV~

main-main?” ji yeon menarik kerah bajuku sehingga jarak kami tinggal beberapa centi. Deg, kenapa jadi seperti ini?!. JPRET, suara kamera dan blitznya membuatku dan ji yeon sontak menoleh ke asal bunyi dan cahaya blitz itu. “siapa itu?” ji yeon hendak mengejar orang yang memotret tadi, tapi segera ku cegah. “sudahlah mungkin hanya orang iseng, sebaiknya kita pulang saja.” Ajakku. “ne, kajja.” Ji yeon masuk kedalam mobil.

 

~author POV~

aku pulang.” Ji yeon masuk ke apartemen dara yang masih gelap, “eonni,” panggil ji yeon. “eonni..” ji yeon menyalakan semua lampu dan tak mendapati dara. “dara eonni kemana?” gumamnya. Tiiitt.. “yobosaeyo.” Sahut dara dari seberang.

eonni, kau di mana?”

aku sedang lembur di kantor. Kau sudah di apartemen ya?”

ne, ya sudah, selamat bekerja.” Tuutt.

 

~ji yeon POV~

huufftt.” Aku menghempaskan tubuhku di kasur. Membosankan, ah! Aku ke club saja. Tiittt. “yobosaeyo” sahut minho. “minho~aa, kau di mana?”

di rumah, wae?”

kau tidak ke club?”

Mobilku masih di pakai kyuhyun jadi aku tidak bisa ke club, waeyo?”

kalau begitu ku jemput kau, kita ke club, otthe?”

gurae, aku tunggu.”

ok, annyeong.” tuutt.. aku segera mandi dan mengganti pakaian yang seperti biasanya lalu pergi menjemput minho di rumahnya.

 

~minho POV~

Ddrrtt. “yobosayo.” Sahutku. “aku sudah di depan rumahmu.” Ujar ji yeon. “ne, aku turun sekarang.” Tuuutt. Dengan cepat aku keluar rumah dan masuk ke dalam mobil ji yeon. dia terlihat cantik malam ini, tak lama kami pun sampai di club langgananku dan masuk ke dalam club. “ji yeon~aa.” Panggil krystal sambil berjalan ke arahku dan ji yeon bersama seorang namja. “leejoon.” Gumam ji yeon melihat namja itu. “ji yeon~aa, lama tidak bertemu.” Ujar namja yang bernama leejoon itu. “mau apa kau?” Tanya ji yeon dingin. “tentu saja menemuimu. Aku menyesal dengan perbuatanku yang kemarin-kemarin, aku ingin minta maaf dan ingin memintamu kembali menjadi yeojachinguku.” Ujar namja itu, mwo? Kembali menjadi yeojachingu? Jadi namja ini mantan namjachingu nya ji yeon..? “menjadi yeojachingumu?” Tanya ji yeon. “ne, kau maukan?” Tanya namja itu. “mian leejoo~ssi hajiman sekarang ini aku sudah punya namjachingu.” Ujar ji yeon, mwo?! Jadi ji yeon sudah punya namjachingu?! Kenapa aku jadi sakit hati seperti ini? “mwo?! Tapi kata krystal kau..” ujar namja itu tak percaya. “kenalkan ini minho, namjachinguku, kami baru saja jadian.” Ujar ji yeon menggandeng tanganku, deg, aigoo, kenapa rasanya seperti ini?.

 

~ji yeon POV~

kenalkan ini minho, namjachinguku, kami baru saja jadian.” Ujarku menggandeng tangan minho yang berdiri di sampingku. “iyakan chagi.” Lanjutku menatap minho sambil memberi isyarat. “ne, mulai sekarang ji yeon adalah yeojachinguku.” Sahut minho, kulihat wajah leejoon sudah sangat kesal. “chagi, aku haus kita kesana saja ya.” Ajakku pada minho untuk menjauhi leejoon. “ne, kajja.” Sahut minho. “leejoon, krystal, aku duluan ya.” Ujarku pada leejoon yang berdiri bersama krystal. Setelah cukup jauh dari leejoon aku segera melepas gandenganku pada minho. “lihatlah, wajah mantan pacarmu, sudah seperti udang. Hahahaha.” Ujar minho. “hahahahahaha” aku ikut menertawakan leejoon. Tiba-tiba leejoon datang. “aku tidak terima, kau, harus mengalahkanku dulu baru aku biarkan kau bersama ji yeon.” ujar leejoon penuh amarah, ish! Apa-apaan dia?! “mengalahkanmu?” minho bangkit dari tepat duduknya, “ne.” sahut leejoon bersiap-siap memukul minho namun minho dengan cepat menahan pukulan itu dan BUKK, BRRUUKK, BRAKK, dengan beberapa pukulan dan tendangan minho mampu membuat leejoon tersungkur tak berdaya. Wahh, hebat juga dia.. “dengar ya, jangan pernah mengganggu ji yeon lagi karena dia adalah yeojachinguku.” Tegas minho dan menarikku pergi dari club itu.

 

~author POV~

Pertengkaran minho dan leejoon menarik perhatian orang-orang di club itu. “dengar ya, jangan pernah mengganggu ji yeon lagi karena dia adalah yeojachinguku.” Tegas minho dan menarik ji yeon pergi dari club itu. “omo! Jadi mereka benar-benar pacaran?!” pekik krystal. “kapan mereka jadian? Kenapa minho tidak memberitahukannya padaku?” ujar kyuhyun yang baru sampai di club dan melihat kejadian itu. “wahh, tadi itu kau hebat sekali.” Seru ji yeon saat berada di luar club. “aku dan hyung ku sudah di ajarkan bela diri sejak kecil, menjatuhkan orang seperti leejoon bukan apa-apanya bagiku, hahahaha.” Ujar minho PD. “huuh, PD sekali kau.” Ujar ji yeon. “lalu sekarang mau kemana? Baru jam segini dara eonni pasti belum pulang.” Lanjut ji yeon. “kita jalan-jalan dulu, kajja.” Minho membuka pintu mobil, ji yeon pun ikut masuk. “jalan-jalan kemana?” Tanya ji yeon. “beach, jam segini bulan pasti sangat indah kalau di lihat dari pantai.” Ujar minho mulai menyalakan mobil. Brrmmmm, mereka melaju ke pantai. Di tengah perjalanan ji yeon membuka cup mobilnya. “wahh, segar.” Seru ji yeon berdiri dan merentangkan tangannya menikmati angin malam, minho tersenyum melihat hal itu. Akhirnya mereka sampai di pantai. “otthe? Indahkan bulannya kalau di lihat dari sini?” Tanya minho turun dari mobil. “ne, indah, sangat indah.” Ji yeon menatap lurus ke arah bulan dengan senyum yang mengembang di wajahnya. “gomawo.” Lanjutnya menatap minho. “ne.” sahut minho. “akhir-akhir ini hidupku menjadi lebih baik, aku jadi lebih sering tertawa dan merasakan kebahagiaan walaupun aku di kejar-kejar oleh athena dan harus berlari dari maut yang setiap saat mengintaiku tapi aku merasa jauh lebih baik.” Ujar ji yeon menatap ombak. “eh, kita pulang pagi saja ya, aku ingin lihat sunrise dari sini.” Lanjutnya. “baiklah, terserah kau saja.” Sahut minho. Mereka pun memutuskan untuk tidur di mobil sambil menunggu pagi untuk melihat sunrise.

 

~minho POV~

Kulihat ji yeon sudah tertidur, wajahnya sangat tenang, aku tersenyum melihatnya seperti ini membuatku ikut menjadi tenang, ku selimuti dia dengan jaketku dan mulai memejamkan mata mencoba untuk tidur.

 

Sementara itu..

 

~siwon POV~

Sampai tengah malam aku dan dara masih berkutat dengan pekerjaan kami, kulihat dara sudah tertidur di meja kerjanya. “andwae!, appa, jangan sakiti appa, andwae!” sepertinya dia mengigau, “appa, appa..” kulihat wajah dara yang menggambarkan kesedihan, kasihan sekali dia. “dara~aa,” aku mencoba membangunkannya dari mimpi buruknya. “dara~aa” perlahan dia membuka matanya. “gwencahana? Tanyaku namun dia hanya menangis. “uljima..” aku menenangkannya, tangisnya semakin menjadi, ku dekap tubuhnya dan terus menangkannya.

 

~dara POV~

Aku terus menangis, siwon mendekapku dan menenangkanku. Tenang, rasanya sangat tenang saat berada dalam dekapan siwon, perlahan tangisku berhenti.

 

~ji yeon POV~

Aku terbangun, ku lihat jam menunjukan pukul 05.00, minho masih tertidur, gomawo minho~aa, jeongmal gomawo, kau sudah membuatku bahagia dan tertawa setiap berada di sampingmu, senyum mengembang di wajahku melihat minho, aku selalu merasa tenang saat berada di sampingnya. Waktu sudah menunjukan pukul 05.25. “sebentar lagi sunrise, sebaiknya ku bangunkan minho.” Gumam ku. “minho~aa.” Aku mencoba membangunkan minho. “ughh.” Perlahan dia membuka matanya. “sudah mau sunrise, kajja kita keluar.” Ajakku. Angin bertiup sangat dingin menembus pori-poriku, aku mengusap permukaan kulitku untuk menghangatkan diri. “ini pakailah.” Ujar minho memberikan jaketnya padaku. “tak usah, nanti kau kedinginan.” Sahutku. “aku bisa tahan dingin kok.” Ujarnya. “gurae, kita pakai berdua saja.” Ujarku. Tak lama matahari pun menampakkan dirinya, indah, sangat indah. “indah.” Ujarku melihat sunrise. “ne, sangat indah.” Sahut minho, kami terdiam sejenak dan menikmati keindahan sunrise. udara mulai menjadi hangat karena matahari sudah terbit.

 

~author POV~

Setelah mengantar minho ke rumahnya, ji yeon pun pulang ke apartemen dara dan segera bersiap-siap untuk ke sekolah. “minho~aa.” Panggil ji yeon saat sampai di sekolah dan melihat minho sedang berjalan menuju kelas dan mereka pun berjalan menuju kelas bersama-sama, sepanjang jalan menuju kelas mereka di perhatikan oleh siswa-siswa. “ada apa? Kenapa memperhatikan kita?” bisik ji yeon yang merasa risih dengan pandangan2 sinis yeoja2 di sekolah itu. “molla~.” Sahut minho santai. “ji yeon~aa.”, “minho~aa.” Seru krystal dan kyuhyun bersamaan saat melihat ji yeon dan minho masuk ke dalam kelas. “wae?” Tanya ji yeon. krystal buru2 menghampiri ji yeon sementara kyuhyun menarik minho. “waeyo?” Tanya miho. “kau masih menganggapku sahabat atau tidak heoh?” omel kyuhyun.

 

~minho POV~

kau masih menganggapku sahabat atau tidak heoh?” ujar kyuhyun. “apa maksudmu?”

kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah jadian dengan ji yeon? kenapa aku harus tahu hal itu dari foto ini heoh?” omel kyuhyun tak jelas.

apa maksud mu aku tid-“ kata-kataku terhenti saat melihat foto yang di tunjukan kyuhyun padaku, fotoku dan ji yeon saat kemarin berada di toko buku. “lihat, di sini terlihat jelas kalian mau ciuman.” Jelas kyuhyun. Aigoo, itu kan hanya main2, kenapa bisa jadi seperti ini?! siapa yang menyebarkan ini?!

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, jadi yang kudengar di club semalam itu benar? Kau jadian dengan minho?” Tanya krystal. “jadian?!”

lihat ini.” krystal menyodorkan ponselnya yang berisi sebuah foto, ini?! ini fotoku dan minho kemarin saat di toko buku, tapi itu kan hanya main2, kenapa mereka jadi salah paham begini?! ISH! Siapa yang mengambil foto ini?!

 

~author POV~

ini semua tidak benar!” pekik ji yeon dan minho bersamaan. “sudahlah, kalian tidak usah menyangkal.” Ujar krystal. “jelas2 sudah ada bukti.” Sambung kyuhyun. “aish! Terserah kalianlah.” Ujar ji yeon dengan kesal duduk di bangkunya.

 

Siang harinya…

 

~dara POV~

Aku melangkah dengan semangat ke café di dekat kantor GoR, siang ini aku janjian dengan seung hyun untuk makan siang bersama, rasanya senang sekali. “seung hyun~aa, sudah menunggu lama?” tanyaku. “ani, aku baru datang kok, ayo duduk.” Ujarnya. “ne.” sahutku duduk di kursi di depan seung hyun.

 

~TOP/seung hyun POV~

kenapa kau memilih café ini untuk bertemu?” tanyaku penasaran karena sudah kedua kalinya aku melihat dara di café ini tepatnya café di dekat kantor GoR. “soalnya kantorku dekat sini.” Sahutnya. “dekat sini? Di mana?” tanyaku makin penasaran. “di sana.” Dara menunjuk kantor GoR. “k, kau kerja di GoR?” tanyaku tak percaya, bagaimana bisa? Organisasi itu adalah musuh besarku, mana mungkin yeojayang ku cintai bekerja di organisasi yang ingin sekali ku hancurkan?! “ne.” sahutnya. “k, kenapa kau bekerja di organisasi itu?”

kau tahukan, appaku di bunuh saat umurku 12 tahun.”

ne.”

appaku di bunuh oleh organisasi gelap yang bernama Athena dan aku, aku akan membalaskan dendam appa untuk menghancurkan organisasi itu dengan bekerja di GoR karena Athena adalah musuh besar GoR.” Ujarnya dengan mata berkaca. MWO?! Jadi, appa dara di bunuh oleh organisasi yang di pimpin appaku?! Dara, yeoja yang ku cintai harus kehilangan appanya karena Athena, tapi kenapa?! Kenapa harus seperti ini?! aku harus bagaimana?! “seung hyun~aa” panggilan dara berhasil membuatku tersadar dari lamunanku. “n, ne.” sahutku. “gwenchana?” tanyanya khawatir. “n, ne.”

 

~ji yeon POV~

hmmmph.” Aku menghempaskan tubuhku dengan malas di ranjang. Bagaimana bisa mereka berpikir seperti itu?! ISH! Aku dan minho pacaran?! Hahahaha, mereka benar-benar gila. “kau kenapa senyum2 sendiri seperti itu?” Tanya dara eonni duduk di sampingku sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. “aniya, hihihihi” sahutku. “karena minho ya?” tebak dara eonni yang tiba2 membuat hatiku berdesir, ada apa ini? “ish, eonni, kau bicara apa sih, sudah ah, aku mau mandi.” Aku segera masuk ke kamar mandi. “minho..” gumamku membenamkan diri dalam bath up. Kenapa aku jadi memikirkannya? Tapi…… kalau di lihat-lihat senyumnya manis juga, hihihihi. “minho~aa.” Lagi-lagi aku menyebutkan nama itu dan lagi-lagi jantungku berdetak lebih cepat, kenapa akhir-akhir ini jadi seperti ini? hhhhhh,, molla~, aku semakin membenamkan diri dalam bath up.

 

~TOP/seung hyun POV~

Malam ini aku terus berpikir tentang dara, aku tak habis pikir ternyata dendam yang di pendam dara selama 10 tahun ini adalah dendam pada appaku sendiri dan yang lebih parah lagi, aku juga menyimpan dendam pada organisasi tempat dara bekerja, tapi bagaimana bisa aku menghancurkan dara? Argghh!s kenapa begitu rumit?! Tapi…… eommaku, wanita yang paling penting dalam hidupku, terbunuh karena organisasi itu. Sebaiknya ku ajak dara bertemu malam ini.

 

~dara POV~

Ddrtt. “yobosaeyo.” Sahutku. “dara~aa, bisa kita bertemu? Ak ingin mengajakmu makan malam.” Terdengar suara seung hyun. Makan malam? Deg, jantungku berdebar kencang. “ne, dimana?”

nanti ku jemput kau 15 menit lagi, otthe?”

ne, aku tunggu.” Tuutt, aku segera mengganti pakaianku dengan dress dan meriasi wajahku, aigoo, kenapa se gugup ini?

 

~minho POV~

Ji yeon, dia benar-benar yeoja yang istimewa, hhhhh, aku jadi teringat awal pertemuanku dengannya, aku menciumnya karena taruhan dan dia menamparku namun beberapa hari kemudian dia datang dan membalas apa yang sudah kulakukan dengan cara mempermalukanku, saat itu aku benar2 marah padanya dan berharap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi tapi ternyata takdir berkata lain, dia pindah ke sekolahku dan sekelas denganku, tak sampai di situ, takdir kembali berkata lain, saat aku di culik ternyata dia juga sedang mati-matian melawan orang-orang dari athena yang telah menculikku karena orang2 itu telah membunuh kedua orang tuanya, dia tertusuk dan di bawa ke rumah sakit bersamaku oleh dara noona dan siwon hyung, saat luka di perutnya sakit dia menggenggam erat tanganku sejak saat itu aku sering melalui hari-hari bersamanya, berlari menghindari maut bersamanya, saat dia tersenyum benar-benar membuatku tenang, deg, jantungku berdetak tak karuan saat membayangkan senyumannya, aku jadi ingin melihatnya, ku putuskan untuk ke apartemen dara noona tempat ji yeon tinggal sekarang.

 

~author POV~

Tingg tong, minho memencet bel apartemen dara, kleekk, pintunya terbuka dan muncul seorang yeoja dengan memakai dress berwarna dark blue yeoja itu tak lain adalah dara. “minho, ayo masuk.” Ajak dara. “ne, wahh, noona, kau cantik sekali malam ini.” puji minho. “gomawo, kau ada apa kemari?”

aku ingin menemui ji yeon.”

oohh.” Drrtt, HP dara bergetar. “changkaman,” ujar dara pada minho dan mengankat telepon dari TOP. “yobosaeyo.”

dara~aa, aku sudah di depan apartemenmu.”

gurae, aku turun sekarang.” Tuuutt. “minho~aa, kau tunggu saja sebentar, ji yeon sedang mandi. aku pergi dulu ya.” Pamit dara. “ne.” sahut minho.

 

~TOP/seung hyun POV~

Tak lama setelah aku menelpon dara, seorang yeoja keluar dari apartemen dara, ne, yeoja itu adalah dara, dia sangat cantik malam ini , dara berjalan kea rah mobilku dan tersenyum manis sekali membuatku semakin enggan untuk melepasnya. “kajja.” Aku membukakan pintu mobil untuknya. “kita mau kemana?” tanyanya. “nanti kau juga tahu.” Sahutku.

 

~minho POV~

Aigoo, ji yeon mandinya lama sekali. *ketiduran kali, hahaha* kleekk, pintu kamar mandi terbuka dan ji yeon keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk, spontan aku kaget “kyaaa!” teriak ji yeon melihatku. “kau mau apa di sini?” tanyanya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, aku segera membalikkan badanku. “k, kau jangan berpikir macam2, aku datang kemari hanya ingin mengajakmu ke club.” Ujarku, aigoo, kenapa seperti ini?! “g, gurae, aku ganti baju dulu.” Ujar ji yeon masuk ke kamarnya. “hufftt.” Aku mengelus dadaku, rasanya tadi jantungku berhenti berdetak.

 

~ji yeon POV~

Kleekk, aku membuka pintu kamar mandi dan betapa kagetnya aku saat melihat minho. “kyaaa!” teriakku kaget. “kau mau apa di sini?” tanyaku menyilangkan tangan di depan dadaku, minho membalikkan badannya. “k, kau jangan berpikir macam2, aku datang kemari hanya ingin mengajakmu ke club.” Ujar minho. “g, gurae, aku ganti baju dulu.” Ujarku masuk ke kamar, aku bersandar di pintu kamar, omo! Kenapa ini?! aku memegang dadaku, rasanya jantungku mau pecah. “huft,huft.” Aku berusaha mengatur nafasku. Aigoo, benar-benar memalukan, kenapa dara eonni tak bilang kalau ada minho. Ish. Aku segera mengganti baju kemudian keluar kamar. “kajja, aku sudah siap.” Ujarku. “kajja.” Minho berdiri dari sofa. “oh, ya, dara eonni mana?” tanyaku mencari-cari dara eonni. “dia tadi keluar, sepertinya ada janji dengan seseorang yang special.” Sahut minho. “seseorang yang special?” tanyaku. “uhm. Soalnya dia berdandan sangat cantik tadi, mungkin dia pergi dengan namjachingunya.” Jelas minho. “namjachingu? Ku pikir dia menyukai siwon oppa.” Ujarku. “mwo? Hyungku?”

ne, kupikir dara eonni dan siwon oppa saling menyukai, soalnya mereka selalu bersama, mereka juga terlihat serasi.”

dia kan sekertaris siwon hyung, tentu saja harus bersama, dasar pabbo.” Ujar minho mengetuk kepalaku. “ya!” bentakku tapi minho hanya memeletkan lidahnya. “ish!” gerutuku.

 

~dara POV~

Ternyata seung huyun mengajakku ke tempat yang sangat indah, dia mengajakku candilight dinner di restoran dekat sungai han, sehingga saat makan dapat melihat keindahan sungai han beserta lampu2 yang menghiasinya. “gomawo seung hyun~aa.” Ujarku setelah makan. “cheonma~” sahutnya tersenyum padaku. “dara~aa.” Ujarnya. “ne.” sahutku, perlahan seung hyun mendekatkan wajahnya padaku, aku memejamkan mataku dan dapat kurasakan seung hyun mengecup lembut bibirku, aku sangat bahagia, apa dia juga menyukaiku? “mianhe dara~aa.” Ujar seung hyun melepas ciumannya. “untuk apa?” Tanya ku heran. “mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.” Ujarnya. Mwo? Apa maksud dari semua perkataannya ini? sungguh aku tidak mengerti. “minahe, jeongmal mianhe.” Ujarnya meninggalkanku yang masih terdiam, tes~, seung hyun~aa, ada apa denganmu? kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu? Aku hanya dapat menangis menatap punggung seung hyun yang lama kelamaan tak kelihatan.

 

~TOP/seung hyun POV~

gomawo seung hyun~aa.” Ujar dara setelah makan. “cheonma~” sahut ku tersenyum padanya. “dara~aa.” Ujarku. “ne.” sahutnya, perlahan aku mendekatkan wajahku padanya dan aku mengecup lembut bibirnya, ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku mencium dara, karena setelah ini, mungkin aku tidak akan bisa lagi melakukannya, aku sudah memutuskan untuk menghancurkan GoR dan itu berarti aku juga harus menghancurkan dara dan kurasa cepat atau lambat dara juga akan membenciku dan menghancurkanku karena dia pasti akan tahu kalau yang membunuh appanya adalah appaku. “mianhe dara~aa.” Ujarku melepas ciumanku. “untuk apa?” Tanyanya heran. “mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.” Kataku. “minahe, jeongmal mianhe.” Ujarku meninggalkan dara yang masih terdiam. Mianhe~, dendam pada GoR yang menguasai hatiku membuatku harus melakukan hal ini, dara~aa, silahkan kau membenciku karena jika kau membenciku akan lebih mudah bagiku untuk menghadapi semua ini. mulai sekarang aku akan menjadi musuhmu dan kita akan saling menghancurkan.

TBC

sejelek apapun ni FF wajib komennnnnnnnnnnnnnnnnnnn *maksa*

Iklan

Gaon Chart rilis peringkat grafik untuk minggu terakhir bulan Juni!

Chart Gaon adalah bagan nasional Korea Selatan dan dimaksudkan untuk menjadi setara dengan Oricon di Jepang dan Billboard di Amerika Serikat.

Check out peringkat grafik untuk minggu terakhir bulan Juni di bawah!

 

Gaon Chart National Digital Singles Ranking

1. 2NE1 – “I’m The Best” – 69,165,960 Points

2. 2PM – “Hands Up” – 49,675,205 Points

3. T-ara – “Roly Poly” – 47,462,531 Points

4. f(x) – “Hot Summer” – 42,522,110 Points

5. CNBLUE – “You’ve Fallen For Me” – 29,969,547 Points

6. SECRET – “Starllight Moonlight” – 29,251,788 Points

7. 8eight – “Cover Those Lips” – 29,136,536 Points

8. Rainbow – “Sweet Dream” – 27,317,928 Points

9. IU & Yuna Kim – “Ice Flower” ft Kim Se Hwang – 26,467,495 Points

10. HyunA – “A Bitter Day” ft. Yong Junhyung & G.NA – 25,360,430 Points

Gaon Chart National Physical Albums Ranking

1. 2PM – “Hands Up’”

2. T-ara – “Roly Poly’”

3. Min Kyung Hoon – “2nd Album – Excursion”

4. G-Dragon – “1st Album – Heartbreaker”

5. Rainbow – “SO女 Repackage Album”

6. MBLAQ – “BLAQ Style”

7. B2ST – “Fiction and Fact”

8. Block B – “New Kids On The Block”

9. CNBLUE – “FIRST STEP”

10. Kim Hyun Joong – “Break Down (EP)”

 

T-ara masuk 3 besar daebak..

Running Up part 2

Running Up part 2

 

 

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

         Park ji yeon T-ARA

         Choi siwon Super Sunior

         Sandara park 2NE1

         TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

                      Krystal f(x)

                      G.O MBLAQ

                      Seung ri bigbang

Track : MBLAQ – running & running

            MBLAQ – bang bang bang

            SNSD & 2PM – cabi song

            Shinee – Lucifer

 

~ji yeon POV~

KRINGG, KRINGG. “ughh..” BRUKK aku melempar alarm yang mengganggu tidurku, aigoo, aku baru ingat kalau hari ini hari pertamaku sekolah di sekolah krystal, aku segera bangun dan mandi. Setelah mandi aku mengganti pakaian dengan seragam sekolah baruku yang di berikan krystal semalam. Aih, alamat sekolahnya di mana? Tiiitt..

yobosaeyo.” Sapa krystal dari seberang.

krystal~aa, kau masih di rumah?”

ne, wae?”

aku akan menjemputmu untuk ke sekolah, aku tidak tahu alamat sekolah.”

ne, palli.”

ne.” tuutt. Aku meraih tas sekolahku dan pergi ke rumah krystal dengan mobilku. Piipp, piipp, aku mengklakson krystal dari luar rumahnya, tak lama krystal keluar dengan seragam rapih. “krystal~aa, kelasku di mana?” tanyaku pada krystal sesampai di sekolah baruku, yeonhwa high school. “kau sekelas denganku, kajja.” Aku dan krystal berjalan menuju kelas. “minho~aa.” jerit beberapa gadis di sampingku pada seorang namja, ISH! Ribut sekali. Namja yang di panggil itu pun menoleh, OMO! Itu namja gila yang di club malam. “d, dia sekolah di sini?” pekikku. “uhm.” Krystal mengangguk. “kenapa kau tidak bilang?!” ujarku pada. “habis.. setiap kali aku bicara tentang minho pasti kau memarahiku, jadi aku diam saja.” Ujar krystal dengan tampang tak berdosa. “aish!” gerutuku. “mungkin ini jodoh hihihi.” Ledek krystal. Jodoh?! Ish! “sudahlah, kita ke kelas saja.” Ajakku kesal dan krystal hanya terkekeh.

~minho POV~

Teng, teng, teng, bel masuk berbunyi tak lama guru jam pertama pun masuk. “anak-anak sebelum kita memulai pelajaran ibu mau memperkenalkan kalian dengan teman baru. Ayo masuk.” Ujar kahi seonsaeng, seorang yeoja masuk ke kelas, aih, itu kan,, “OMO! Minho~aa, itu kan yeoja yang menamparmu.” Pekik kyuhyun. “annyeonghasaeyo, park ji yeon imnida, bisa di panggil ji yeon.” yeoja itu memperkenalkan dirinya di depan kelas. Kenapa dia bisa sekolah di sini?!

~ji yeon POV~

Aigoo, kenapa aku bisa sekelas dengan namja itu?! Setelah memperkenalkan diri, aku duduk di kursi yang ada di samping krystal. “krystal~aa, kau kemanakan teman sebangkumu?” tanyaku heran. “ku suruh pindah, kau kan sahabatku, masa’ ku biarkan kau duduk sendirian.” Sahutnya, terkadang aku merasa beruntung mendapat teman sebaik krystal dengan prilaku ku yang buruk. “kau memang teman yang baik.” Ujarku tersenyum padanya dan dia hanya terkekeh. “ji yeon~aa, kajja kita ke kantin.” Ajak krystal setelah bel istirahat berbunyi. “uhm kajja.” Sahutku bangkit dari tempat duduk. “changkaman.” Ujar seseorang dari belakangku saat aku dan krystal hendak ke kantin. “hai, kau masih ingat aku kan.” Ujar namja itu, aku mengerutkan kening berusaha mengingat siapa namja itu, “ahhh, aku ingat.” Aku menjentikan jariku. “kau teman dari namja gila itukan.” Lanjutku. “namja gila? Maksudmu minho?” Tanya namja itu. “yahh terserahlah namanya siapa.” Ujarku. “oh iya, kenalkan, kyuhyun imnida.” Ujarnya mengulurkan tangan. “ji yeon imnida.” Aku menjabat tangannya dan berbalik hendak ke kantin namun BRUKK aku menabrak seseorang. “mian.” Ujarku menoleh kea rah orang yang ku tabrak, aigoo, namja gila itu. “ish! Kau lagi.” Ujarnya dengan sinis, omo! Apa2an itu?! “kau pikir aku senang bertemu dengan namja gila sepertimu.” Sahutku setengah berteriak padanya. “namja gila?!” ujarnya dengan suara tak kalah keras. “ne, N-A-M-J-A G-I-L-A” tegasku. “kau yang GILA!” bentaknya. “kau!” balasku. “kau!”, “kau!”, “kau!” kami saling bentak. “sudahhh.” Teriak krystal. “ISH! Dasar gila!” ujarku menarik krystal pergi dari hadapan namja gila itu. Arghh! Aku berharap tidak akan bertemu dengannya lagi! ISH!

~author POV~

Pertengkaran minho dan ji yeon mengundang banyak perhatian dari murid2. “siapa yeoja itu?” ujar beberapa siswa. “berani sekali dia mengatakan minho ku itu namja gila!” ujar seorang yeoja. “lihat saja nanti.” Sahut seorang lagi.

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, kajja, kita pulang sama2.” Ajak krstal saat bel pulang. “mian, aku masih ada urusan.” Sahutku, sepulang sekolah aku berniat menemui tuan shin, pengacara keluargaku. “oh, gurae, aku duluan ya, annyeong.” krystal melambaikan tangan. “ne.” sahutku, aku berjalan di koridor sekolah yang sudah sunyi tiba-tiba 3 orang yeoja menghadangku dan menatap tajam ke arahku. “wae?” tanyaku santai. “ish! Masih Tanya kenapa?! Heoh?!” ujar seorang dari mereka dengan suara keras. “kau sudah mengganggu ketenangan minho kami.” Kata yang satunya lagi. “jadi kau harus di beri pelajaran” shit! Membuang-buang waktu ku saja. “minggir.” Ujarku cuek. “andwae!” bentak mereka. “berhenti berteriak padaku.” Sahutku masih dengan nada santai. “aigoo, berani sekali kau.” Ujar yeoja itu hendak menjambak rambutku, namun segera ku tahan dengan mencengkram tangannya. “gurae, kalau mau kalian seperti ini.” krekk, segera ku pelintir tangan yeoja itu. “argghh.” Jeritnya dan 2 orang lagi siap menghajarku dan BRUKK, BRUKK, dengan mudah aku menjatuhkan mereka. “aughh.” jerit mereka bersamaan. “sudah ku bilangkan, minggir.” Aku melewati mereka yang tersungkur di lantai koridor.

~author POV~

yeoja itu, aughh.” Jerit ketiga yeoja. “wahh, dia hebat.” Pekik khyuhyun yang melihat kejadian itu bersama minho. “siapa dia sebenarnya?” batin minho. “sudahlah, kajja.” Ajak minho.

~ji yeon POV~

Aku segera turun dari mobil saat tiba di halaman kantor pengacara shin “aku ingin bertemu pengacara shin.” Kataku pada sekertaris pengacara shin. “apa sudah membuat janji?”

ne.”

tapi dia sekarang sedang ada tamu.”

Gurae, aku akan menunggu.”

DORR, terdengar suara tembakan dari dalam ruangan pengacara shin, aku segera membuka pintu ruangan nya, pengacara shin sudah tergeletak di lantai dan mengeluarkan banyak darah. “kyaa!” jerit sekertarisnya “telpon ambulans! Palli!” bentakku. “n, ne.” sahutnya. Ku lihat seseorang berlari keluar melompati jendela, itu pasti pelakunya “j, ji yeon.” panggil pengacara shin saat aku hendak mengejar pelakunya. “mereka,,”

ne?”

mereka telah k, k, kem, bali..”

nugu?”

a, at, Athena. mereka y, yang mem, bunuh or-ang t, tuamu.” Ujar pengacar shin dan menghembuskan nafas terakhirnya, sial! Aku segera mengejar orang itu, itu dia, “ya! Jangan lari kau!” teriak ku terus mengejar orang itu.

~minho POV~

minho~aa, aku duluan ya, annyeong.” ujar kyuhyun meninggalkanku dan pergi bersama yeojachingunya yang baru. “ne.” sahutku.

~author POV~

itu dia orangnya tuan.” Kata seorang namja pada pria paruh baya saat berada di dalam mobil sedan berwarna hitam. “bawa dia.” Perintah pria paruh baya itu menatap kalung bertuliskan Athena yang tergantung di mobil itu. “ye.” Namja itu turun dari mobil sedan hitam itu dan mendekati minho dan menyuntikkan sesuatu ke leher minho dari belakang membuat minho lemas seketika dan jatuh pingsan. “bawa dia ke markas 3.” Perintah pria paruh baya itu. “ye.” Sahut namja itu.

~ji yeon POV~

Aku terus mengejar pelaku yang menembak pengacara shin, kami masuk ke sebuah gudang, tiba-tiba orang itu berhenti berlari, baguslah. “kau!” teriakku melayangkan tendangan tepat di dada orang itu membuatnya tersungkur namun tiba-tiba beberapa orang berpenampilan sama dengannya muncul dari segala penjuru arah, sial! Aku di jebak. Gurae, tak ada jalan lain selain menghadapi mereka.

~author POV~

cepat katakan! Di mana chip itu di simpan oleh abeojimu.” Bentak seorang pengawal pada minho sementara itu pengawal lainnya memukuli minho yang terikat kaki dan tangannya hingga tak berdaya. “tak akan.” Sahut minho dingin. “AISH!” bukk, lagi-lagi minho di hujani pukulan dari para pengawal itu. Sementara itu, “MWO?!” teriak dara saat mendapat telpon dari kyuhyun. “ne, baru saja meninggalkan minho tapi sat aku menoleh ku lihat seseorang membawanya yang sudah tak sadarkan diri pergi dengan mobil sedan berwarna hitam.” Jelas kyuhyun dari sebrang.

apa kau tahu plat nomor mobil itu?”

ani.”

lalu apa di mobil itu ada ciri-ciri khusus.”

uuuhhmm, ada.”

apa?”

di belakang mobil itu ada cap huruf ATH.”

ATH?”

ne.”

ya sudah gomawo sudah memberikan informasi.” Tuutt. “siwon~aa” dara berlari keruangan siwon untuk memberitahukan hal itu. “MWO?! Minho di culik?!” seru siwon. “ne, dan katanya mobil itu bercap ATH.” Jelas dara. “ATH? Apa itu?” Tanya siwon. “ATH..” gumam dara berpikir. “a,a, Athena “ pekik dara. “Athena?!” Tanya siwon kaget. “ne, ATH adalah lambing dari Athena.” Ujar dara. “sial! Di mana markas mereka?”Ujar siwon. “mereka sering mengganti markas.” Ujar dara. “aish!” ujar siwon frustasi. “minta seung ri saja untuk melacak keberadaan mereka.” Ujar dara. “benar.” Sahut siwon, tak lama mereka akhirnya menemukan markas 3 dan 4 athena berkat kecanggihan dan kehandalan seung ri. “kajja, dara, kau ikut denganku di mobil, G.O kau pimpin para pengawal, kita pergi ke markas 3 dulu.” Perintah siwon. “ne.” sahut dara dan G.O serempak. Rombongan GoR yang di pimpin oleh siwon segera melaju ke markas 3 athena, tempat minho di sekap dan ji yeon yang sedang melawan para pengawal.

~ji yeon POV~

Sial! Mereka terlalu banyak, aku mulai kehilangan tenaga, tapi aku tidak akan menyerah, mereka adalah pembunuh kedua orang tuaku. “aish!” aku kembali menendang para pengawal itu. Terdengar suara sirene dari kejauhan, apa itu polisi? “itu pasti rombongan dari GoR, ayo beritahu ketua.” Seru seorang dari mereka, beberapa dari mereka masuk kedalam gudang dan yang lain tinggal, terpaksa aku meladeni mereka lagi. “arghh..” erangku saat ku rasakan pisau dari seorang pengawal menusuk perutku, tapi aku terus berusaha melawan mereka sekuat tenagaku. “angkat tangan.” Seru seorang namja menodongkan pistol ke arah para pengawal itu BRUKK pengawal itu menendang membuatku tersungkur dan berlari ke dalam gudang, sial! Mereka pasti polisi, dan aku juga pasti akan ikut di tangkap, sebaiknya aku kabur saja, aku berlari ke belakang gudang sambil menahan rasa sakit karena luka sobek di perutku. “changkaman.” Panggil seorang yeoja yang sepertinya adalah bagian dari orang2 yang baru datang itu, aku terus berlari menghindarinya. “arghh.” Sakit sekali, aku sudah tidak kuat dan gelap…

~author POV~

changkaman” panggil dara pada ji yeon namun ji yeon terus berlari sambil menahan luka tusuk di perutnya, “arghh.” Erang ji yeon dan BRUKK dia jatuh pingsan. “ya!” teriak dara. “dia terluka.” Gumam dara melihat perut ji yeon yang mengeluarkan darah segar dan memapah ji yeon menuju mobil. “dara~aa, kajja, bawa minho ke rumah sakit” ujar siwon memapah minho yang sudah tak sadarkan diri. “bagaimana dengan mereka?” Tanya dara. “ketuanya sudah melarikan diri, pengawal2 itu G.O yang akan mengurusnya. Kajja.” Siwon memasukan minho kedalam mobil. “ne.” sahut dara ikut memasukan ji yeon kedalam mobil. “siapa yeoja itu?” Tanya siwon. “molla, hajiman saat kita datang tadi dia sedang berkelahi dengan para pengawal itu dan sekarang dia terluka sebaiknya dia di bawa kerumah sakit.” Jelas dara. “ne, mungkin kita bisa mendapatkan informasi darinya.” Ujar siwon melajukan mobil menuju rumah sakit. “ku rasa dia teman sekolah minho.” Ujar dara menatap minho dan ji yeon yang tak sadarkan diri. “ne?” Tanya siwon. “mereka memakai seragam yang sama, mungkin yeoja ini teman minho.” Jelas dara. Sesampai di rumah sakit ji yeon dan minho segera di tangani oleh pihak medis. “mereka di tempatkan di kamar yang sama saja, agar lebih mudah.” Ujar dara.

~minho POV~
“ughh.” Perlahan kubuka mataku, aghh, kepalaku terasa sakit, ini di,,, rumah sakit? Siapa yang membawaku kemari? Aku berusaha bangkit mengubah posisiku menjadi posisi duduk, aku menoleh ke ranjang yang berada di sebelah rajangku, di sana terbaring seorang yeoja.. “ji yeon?!” gumamku melihat ternyata yeoja yang terbaring di ranjang itu adalah ji yeon, kenapa dia bisa di sini? Dan kenapa aku ada bersamanya? Seingatku aku berada di sebuah gudang dan di pukuli oleh pengawal2 itu. Aku menatap wajah ji yeon, dia pucat di atasnya tergantung sekantong darah, ada apa dengannya? “lukanya tidak begitu dalam sehingga tidak menyebabkan akibat fatal tapi dia kekurangan darah.” Terdengar suara seseorang yang sepertinya dokter dari luar kamar tak lama kleekk… pintu kamar terbuka, seorang dokter masuk yang di ikuti oleh dara noona dan siwon hyung. “wahh, kau sudah sadar.” Seru dara noona.

~author POV~

syukurlah, kau sudah sadar.” Ujar siwon pada minho. “jadi kalian yang membawaku kemari?” Tanya minho. “ne, kau mengalami beberapa luka ringan tapi temanmu mengalami luka tusuk.” Jelas siwon. “chingu?” Tanya minho heran. “ne, yeoja itu teman sekolahmu kan? Dia memakai seragam yang sama denganmu.” kata dara namun minho hanya terdiam. Perlahan ji yeon mulai membuka kedua matanya. “arggh.” Erang ji yeon masih merasakan sakit karena luka di perutnya. “kau sudah sadar..” ujar dara pada ji yeon. “kalian yang membawaku kemari?” Tanya ji yeon menatap dara dan siwon. “ne.” sahut dara. “kau..” ujar ji yeon menatap minho yang duduk di ranjang yang ada di samping ji yeon. “wae?” sahut minho. “kenapa kau di sini?” Tanya ji yeon heran. “jadi kalian tidak bersama saat di gudang itu?” Tanya dara heran melihat ekspresi ji yeon saat melihat minho. “bersama? Ani.” Sahut ji yeon. “ku pikir kalian..” ujar dara. “kalau begitu kenapa kau ada di gudang saat itu? Dan apa urusanmu dengan Athena?” Tanya siwon.

~ji yeon POV~

kalau begitu kenapa kau ada di gudang saat itu? Dan apa urusanmu dengan Athena?” Tanya namja yang membawaku ke rumah sakit. Athena! Nama itu benar-benar membuat hatiku panas, mataku berkaca menahan amarahku terhadap organisasi yang telah membuatku harus kehilangan kedua orang tuaku. “mereka, mereka telah membunuh kedua orang tuaku.” Ujarku. “m, membunuh kedua orang tuamu?” Tanya yeoja itu. “saat umurku 8 tahun kedua orang tuaku meninggal dengan misterius, dan aku baru mendapat informasi dari pengacara keluargaku kalau pembunuh kedua orang tuaku adalah organisasi Athena tapi mereka malah membunuh pengacara itu.” Jelasku menahan amarah dan tangisku.

~dara POV~

mereka, mereka telah membunuh kedua orang tuaku.” Ujar yeoja itu. “m, membunuh kedua orang tuamu?” Tanyaku tak percaya. “saat umurku 8 tahun kedua orang tuaku meninggal dengan misterius, dan aku baru mendapat informasi dari pengacara keluargaku kalau pembunuh kedua orang tuaku adalah organisasi Athena tapi mereka malah membunuh pengacara itu.” Jelasnya dengan mata berkaca. Yeoja ini bernasib sama denganku, aku tahu betul rasanya, benar-benar menyakitkan dan di penuhi rasa dendam.

~minho POV~
“mereka, mereka telah membunuh kedua orang tuaku.” Ujar ji yeon. “m, membunuh kedua orang tuamu?” Tanya dara noona. “saat umurku 8 tahun kedua orang tuaku meninggal dengan misterius, dan aku baru mendapat informasi dari pengacara keluargaku kalau pembunuh kedua orang tuaku adalah organisasi Athena tapi mereka malah membunuh pengacara itu.” Jelas ji yeon dengan mata berkaca terlihat jelas kalau dia sedang menahan rasa sakit yang mendalam, aku tidak menyangka yeoja yang terlihat begitu kuat dari luar tenyata menyimpan rasa sakit yang begitu besar, sorot matanya begitu dalam terlihat luka yang menganga dari dasar hatinya, sekarang dia terlihat begitu rapuh.

~author POV~
“kalau boleh tahu kapan kedua orang tuamu meninggal?” Tanya siwon. “10 tahun yang lalu di busan saat mereka melakukan transaksi bisnis.” Jelas ji yeon. “10 tahun yang lalu..? di busan..” gumam siwon berpikir. “benar, 10 tahun lalu terjadi pembunuhan di hotel geonsik busan terhadap sepasang suami istri pengusaha ternama di korea tapi tak ada bukti yang cukup untuk menangkap organisasi Athena sebagai pelakunya.” Jelas siwon. “lalu tak lama seorang anggota dari organisasi GoR menemukan buktinya namun belum sempat bukti itu di serahkan pada polisi, orang itu sudah di temukan terbunuh dan di duga pelakunya adalah Athena.” Lanjut siwon. “dan anggota GoR yang terbunuh itu adalah ayahku.” Ujar dara dengan mata berkaca. “a, ayahmu?” Tanya siwon kaget. “aku melihat sendiri ayahku di bunuh oleh mereka dengan sadis.” Sahut dara. “bagaimana bisa kau tidak tertangkap oleh mereka?” Tanya minho. “ayah memitaku bersembunyi sampai mereka pergi tapi aku malah harus melihat hal itu.” Jelas dara.

~ji yeon POV~
Ternyata ada orang yang bernasib sama denganku. “k, kau..” ujarku ragu. “uhm oh ya. Kenalkan aku sandara park, kau bisa panggil aku dara.” Yeoja itu mengulurkan tangan padaku.

~author POV~

uhm oh ya. Kenalkan aku sandara park, kau bisa panggil aku dara.” Ujar dara mencairkan suasana dan tersenyum lalu mengulurkan tangan pada ji yeon. “ji yeon imnida.” Ji yeon menjabat tangan dara. “o, iya, kenalkan ini bos ku ketua dari GoR.” Dara memperkenalkan siwon. “siwon minida.” Siwon memperkenalkan diri. “ji yeon imnida.” Sahut ji yeon.

TBC

otthe? otthe? jangan jadi silent reader donkk, kalo abis baca FF orang, comment itu hukumnya wajib hehehehe. RCL yaaaaaa

May I love you part 6 (end)

May I love you part 6 (end)

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

other cast : MBLAQ member

 

 

~ji yeon POV~

Malam ini aku sendirian menatap seisi rumah yang seakan sedang bercerita padaku tentang kenangan-kenanganku bersama keluarga kecilku yang kini telah tiada meninggalkanku sendiri. Air mataku mengalir begitu saja menatap foto keluarga kecilku, sungguh aku tidak kuat emnanggung cobaan ini. tok, tok, tok. Seseorang mengetuk pintu rumahku perlahan ku buka daun pintunya dan ternyata orang itu adalah cheondung. “bisa aku masuk?” tanyanya yang hanya ku balas dengan anggukan. “ji yeon~aa, gwenchana?” tanyanya ragu. “ne, nan gwenchana.” Sahutku dengan suara bergetar. “gotjimal.” Ujarnya. “kau mau minum apa?” sahutku bangkit dari tempat duduk dan berjalan membelakangi cheondung menuju dapur karena sungguh aku tidak dapat menahan tangisku, saat ini, saat ini aku tidak baik-baik saja cheondung~aa, aku sakit sangat sakit. Aku berusaha menahan tangis namun tak bisa, air mataku keluar dengan derasnya saat aku sedang membuatkan minuman untuk cheondung. “ji yeon~aa” ujar cheondung yang sudah berdiri di belakangku. “kau tahu, saat ini aku benar-benar merasa tidak baik, aku sakit sangat sakit, aku sendirian, tak ada lagi orang yang membuatku semangat menjalani hidup ini, benar-benar menyakitkan cheondung~aa” ujarku menumpahkan semua unek-unek yang mengganjal di hatiku dengan air mata yang masih mengalir di wajahku. “arayo, uljima, eum.” Kini cheondung membalikan tubuhku menghadapnya dan membawaku ke pelukannya yang terasa hangat, tenang, sedikit tenang berada di pelukan cheondung, tapi kini semua terasa gelap…

 

~cheondung POV~

kau tahu, saat ini aku benar-benar merasa tidak baik, aku sakit sangat sakit, aku sendirian, tak ada lagi orang yang membuatku semangat menjalani hidup ini, benar-benar menyakitkan cheondung~aa” ujar ji yeon, ku lihat bahunya bergetar, “arayo, uljima, eum.” Aku membalikan tubuh mungil ji yeon dan merengkuhnya berusaha menenangkannya, tubuhnya bergetar tangisnya semakin menjadi, membuatkuikut merasakan sakit yang dia rasakan, sungguh aku tidak bisa melihat ji yeon seperti ini, tiba-tiba tubuh yang ku rangkuh seperti kehilangan kekuatan untuk berdiri. “ji yeon~aa” ujarku sedikit menggoncang tubuh ji yeon. “ji yeon, ji yeon.” Ku lihat wajahnya pucat, dia pingsan. Segera ku bawa ji yeon ke rumah sakit. “bagaiman dok? Ji yeon kenapa?” tanyaku pada sokter yang baru saja memeriksa keadaan ji yeon. “dia hanya kelelahan dan dehidrasi, hanya perlu istirahat beberapa hari, kondisinya akan memulih.” Jelas dokter itu. Ku dekati ji yeon yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. “ji yeon~aa, kenapa kau seperti ini heoh? Kau menyakiti dirimu sendiri.” Ujarku menggenggam erat tangannya. Saat ini aku benar-benar khawatir dengan keadaan ji yeon, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya. Semalaman aku terus menjaga ji yeon tak ingin mengalihkan pandanganku darinya karena kau begitu takut kalau samapi terjadi hal buruk padanya, dia terlihat begitu rapuh sekarang, aku tidak menyangka di balik senyum cerianya yang setiap hari ku lihat ternyata tersembunyi dirinya yang rapuh dan menahan luka yang teramat dalam, aku selalu merasa setelah kehillangan kedua orang tuaku hidupku akan benar-benar kacau tapi nyatanya tidak dan ternyata masih ada orang yang lebih terluka dari pada aku, ji yeon adalah yeoja yang kuat. Matahari mulai menampakkan diri, aku merasa tubuhku mulai lelah, drrtt.

yobosaeyo”

cheondung~aa, kau di mana?” Tanya direktur choi di seberang sana.

naega? Waeyo?”

cepatlah datang ke kantor, presdir ingin membicarakan sesuat denganmu dan member-member MBLAQ lain.”

hajiman..”

waeyo? Ini perintah presdir.”

ne, aku segera kesana.” Tuuutt.

Dengan berat aku harus meninggalkan ji yeon yang belum sadarkan diri.

 

~ji yeon POV~

ugh..” ku buka perlahan mataku yang terasa berat, aku merasa benar2 lemas, tapi kenapa aku bisa ada di sini? Ku pandangi sekeliling ruangan, ne, ini di rumah sakit. Tok, tok, tok. “masuk…”

permisi agashi.” Seorang suster masuk ke ruangan.

ne, suster, siapa yang membawaku kemari?”

tuan cheondung yang membawa anda kemari sewaktu anda pingsan.”

lalu, kemana dia sekarang?”

katanya dia sedang ada sedikit urusan.”

suster, aku mau keluar sekarang, aku merasa sudah lebih baik.”

tapikan..”

kumohon suster, kau bisa periksa keadaanku, aku sudah baikan.”

baiklah.” Suster itu pun memeriksa keadaanku dan akhirnya aku di ijinkan pulang. “agashi, kau harus banyak istirahat.” Ujar dokter. “na. gamsahamnida” sahutku. Aku segera kembali kerumah tapi sebelum itu aku pergi ke toko handphone untuk menjual HP ku, karena aku butuh uang untuk pergi ke busan, setelah selesai menjual HP ku aku pulang ke rumah dan mengemasi barang2ku dan berangkat ke busan, walau berat meninggalkan kota seoul tapi aku harus bisa, di busan aku akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Ku harap aku bisa bertemu lagi dengan cheondung.

 

~cheondung POV~

Tok, tok, tok. “permisi presdir, apa kau memanggilku?” ujarku masuk keruangan presdir. “ne, duduklah. Begini, promosi album solomu kan sudah berakhir, jadi pihak j.tune merencanakan debut jepang MBLAQ di laksanakan secepat mungkin, lagi pula kalian sudah rekaman lagunyakan, jadi 2 minggu lagi kalian akan berangkat ke jepang.” Jelas presdir. “ne? berangkat?” tanyaku kaget, kalau aku ke jepang, itu berarti aku tidak akan bertemu ji yeon. “ne. siapkan dirimu dan teman2mu untuk debut jepang kalian.” Tegas presdir. “ne.” aku pun keluar ruangan presdir dengan tidak semangat. “cheondung~aa” suara leejoon hyung terdengar dari belakang. “wae hyung?”

kau sudah di beritahu?”

ne.”

jadi kau sudah tahu, kita akan debut di jepang?”

ne.”

lalu?”

lalu apa hyung?”

lalu kenapa kau masih di sini?”

memangnya kenapa?”

pergi dan temui ji yeon.”

ne?”

sudahlah, aku tahu kau mencintai ji yeon, kau tidak bisa terus-terusan membohongi perasaanmu seperti ini.” ujar leejoon hyung. Cinta? Apakah rasa yang selama ini kurasakan adalah cinta?

ya! Apa yang ka pikirkan? Palli temui ji yeon.”

ne. gomawo hyung.” Aku segera berlari menuju mobilku dan melaju ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit aku segera menuju kamar ji yeon di rawat tapi, kosong? Kemana ji yeon? “suster, pasien di kamar ini kemana?”

oo.. agashi itu tadi meminta untuk di pulangkan, katanya kondisinya sudah membaik, kami juga telah memeriksanya.”

p, pulang?”

ne.” tanpa pikir panjang aku bergegas pergi ke rumah ji yeon. Tok, tok, tok. “ji yeon~aa”, “ji yeon~aa” panggilku namun tak ada sahutan dari ji yeon. “permisi, kau mencari ji yeon ya..” ujar seorang ahjuma yang tinggal di samping rumah ji yeon. “ne.” sahutku. “wah, kau terlambat, ji yeon sudah pergi 30 menit yang lalu.”

kemana?”

entahlah, tapi sepertinya akan pergi untuk beberapa lama.”

beberapa lama?”

ne, dia membawa koper yang besar.” Ji yeon~aa, kenapa kau pergi tanpa memberitahukanku?

baiklah, gamsahamnida ahjuma.” Ujarku pergi dari rumah ji yeon. Ku raih ponselku untuk menelpon ji yeon. “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangka-“ tuut. Aish! Kau kemana ji yeon~aa, kenapa tidak memberitahuku? Kau tahu ji yeon~aa, saat ini aku benar-benar sadar kalau aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu. Berkali-kali kucoba menelpon ji eon tapi sama saja, HP nya tdk aktif.

 

~ji yeon POV~

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam aku pun sampai di busan, “hmmmphh.. gurae ji yeon~aa, kau harus bisa membuat hidupmu jauh kebih baik di sini. Hwaiting.” Gumamku. Segera ku cari tempat tinggal. Keesokan harinya aku mencari pekerjaan dan hasilnya, aku dapat pekerjaan yang lumayan besar gajinya. Yeay! Pokoknya aku harus bekerja keras, setelah mendapat uang yang cukup banyak, aku akan kembali ke seoul.

 

2 minggu kemudian…

 

~cheondung POV~

hyung, palliyo nanti kita ketinggalan pesawat.” Teriak mir. “ne, ne. kajja.” Aku dan mir segera melaju ke bandara. Tepat pukul 03.00 aku dan member MBLAQ yang lainnya lepas landas menuju Tokyo, jepangs. Ji yeon~aa, semoga kita bisa bertemu lagi.

 

—————-

 

~author POV~
MBLAQ memulai promosi mereka di jepang dan hasilnya album mereka terjual laris, debut jepang mereka sukses besar sehingga perusahaan mereka memutuskan untuk mengeluarkan album selanjutnya dan mengundur jadwal kepulangan MBLAQ. Sementara itu, ji yeon terus bekerja keras di busan.

 

~ji yeon POV~

Tak terasa sudah 6 bulan aku bekerja di toko pakaian yang terkenal di busan. “ ji yeon~ssi.” Panggil atasanku. “ye.” Sahutku sopan. “minggu depan kau akan di pindah kan ke kantor pusat di seoul, karena atasan di seoul terkesan dengan pekerjaanmu sewaktu dia berkunjung kesini sebulan lalu.” Ujar atasanku. “jeongmal?” Tanya ku girang dan mendapat anggukan mantap dari atasanku. “wuahh.. gaamsahamnida.” Aku membungkuk-bungkuk kan badanku. Aku benar-benar senang, berarti pekerjaan yang kulakukan tidak sia-sia, atasanku terkesan dan memintaku bekerja di kantor pusat, wuahh untuk masuk di kantor pusat kan sangat sulit. Minggu depan aku akan ke seoul, tapi aku tidak bisa bertemu cheondung, huftt, kenap MBLAQ harus debut di jepang? Mau berapa lama lagi mereka di jepang? Cheondung~aa bigoshipeo. Seminggu pun berlalu, hari ini aku harus berangkat ke seoul. “hmmphhhhhh” aku mengirup dalam-dalam udara kota seoul yang sudah lama tak ku hirip, segarrrr. Aku kembali tinggal di rumah yang penuh kenangan indah ini, ‘appa, eomma, yeon mi aku kembali’ aku tersenyum memandang foto keluarga kecilku. Keesokan harinya aku mulai bekerja di butik terkenal seoul, ne, butik ini adalah kantor pusat tempat ku bekerja di busan. Mewah, sangat mewah pantas saja terkenal dan banyak di gemari. Aku terus bekerja keras.

 

2 tahun kemudian……

 

~author POV~
5 orang namja yang di kerumuni oleh banyak gadis itu berjalan dengan tenang. “cheondung oppa” “leejoon oppa” “kya… itu mir..” suara teriakan fans-fans mereka tak membuat mereka terganggu sedikitpun. “hyung, akhirnya kita bisa kembali lagi ke Negara ini.” ujar mir. “ne, aku benar-benar merindukan tempat ini.” sahut cheondung membuka kacamata hitamnya yang berhasil membuat fans-fans nya menjerit histeris.

 

Sementara itu…

 

~ji yeon POV~

OMO! Aku bisa terlambat kalau begini. Segera ku percepat laju mobil ku, aigoo habislah aku!

 

~author POV~

Seorang yeoja cantik dengan dandanan yang elegan turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa. “ji yeon sunbae,” panggil seorang yeoja padanya. “ne. waeyo sully~aa” sahut ji yeon. “aku ingin bertanya soal pakaian yang di pesan lee hyori seminggu lalu.” Ujar yeoja yang di panggil sully itu. “oh, yang itu sudah selesai kok, aku masuk dulu ya, aku sudah terlambat.” Ujar ji yeon berlari mesuk ke gedung mewah itu. “kau terlambta ya.” Tanya yoona, manager keuangan yang juga adalah teman baik ji yeon. Ji yeon hanya cengengesan tanpa menjawab pertanyaan teman baiknya itu. “untung saja presdir belum datang, kalau tidak kau bisa di marahi.” Ujar direktur yoona. “jeongmal? Hufttt hari ini dewi fortuna masih berpihak padaku.” Ujar ji yeon mengusap dadanya. “gurae, aku ke ruangan ku dulu ya..” ji yeon masuk ke ruangannya dan duduk di balik meja yang bertuliskan ‘manager marketing’.

 

~cheondung POV~

ini pakaian yang akan kalian gunakan di SBS besok.” Ujar manager kim mebagikan pakaian padaku dan anggota MBLAQ lainnya. “apa ini? punyaku sobek.” Ujarku kaget melihat pakaianku sobek yang sepertinya tersangkut barang tajam seperti paku. “jeongmal?” Tanya manager kim heran. “ne, lihat saja ini, memangnya ini pakaian dari butik mana?”

ini dari gangsta collection’s boutique.”

wah, butik terkenal itu? Bagaiman bisa mereka membuat kesalahan sebesar ini?” seru mir tak percaya. “ya sudah aku akan kesana.” Aku segera bergegas ke kantor butik itu.

 

@ kantor gangsta collection’s boutique

 

~cheondung POV~

permisi, aku ingin complain tentang pakaianku yang ku pesan di butik ini.” ujarku pada seorang resepsionis. “memangnya ada apa dengan pakaian anda?” Tanya resepsionist itu. “pakaian ini sobek sebelum ku pakai, jadi ku harap butik ini mau bertanggung jawab.”

tapi, itu..”

ini sudah jelas-jelas kesalahan dari butik, pakaian ini sampai ketanganku sudah sobek seperti ini.” ujarku sengan suara yang mulai mengeras.

 

~ji yeon POV~

ini sudah jelas-jelas kesalahan dari butik, pakaian ini sampai ketanganku sudah sobek seperti ini.” ku lihat seorang namja berteriak-teriak di resepisionist. Apa-apaan namja itu? Membuat keributan saja. Huh. Lagi pula siapa tahu saja itu sobek saat di bawa padanya. “permisi tuan, tapi kurasa itu bukan seutuhnya kesalahan dari butik, mungkin saja pakaian itu sobek saat di berikan pada anda.” Jelasku sopan. “memangnya siapa kau?” ujarnya membelakangiku. “aku manager marketing di si-“ kata-kataku terhenti saat melihat namja itu berbalik, “kau…” aku benar-benar tak percaya bisa bertemu cheondung di sini.

 

~cheondung POV~

permisi tuan, tapi kurasa itu bukan seutuhnya kesalahan dari butik, mungkin saja pakaian itu sobek saat di berikan pada anda.” Terdengar suara seorang yeoja dari belakangku, suara itu,, aniya, mungkin hanya mirip. “memangnya siapa kau?” tanyaku membelakanginya. “aku manager marketing di si-“aku membalikan tubuhku dan menatapnya, kata-katanya terhenti. “kau…” ji yeon?! Benarkah ini ji yeon? Aku masih tidak bisa percaya. “kau, ji yeon, kenapa kau bisa..”aku masih heran melihat ji yeon. “pakaianmu kenapa?” Tanya ji yeon. “a, a,, aniya. Hanya sobek, aku bisa pakai pakaian yang lain kok.” Ujarku sedikit gugup, entah kenapa aku malah jadi gugup seperti ini.

 

Malam harinya……

 

~ji yeon POV~

Malam ini cheondung mengajakku bertemu, pokoknya aku harus tampil sebaik mungkin. Ku pakai high hells ku yang berwarna senada dengan dress yang kukenakan. Drrtt..

 

From : cheondung

 

Aku sudah di depan rumahmu.

 

Ok! Hwaiting ji yeon~aa. Aku melangkah dengan mantap ke mobil cheondung. Kami pun segera menuju restaurant untuk makan malam.

 

~cheondung POV~

Ku perhatikan ji yeon, yeoppo, dandanan nya berbeda dengan 2 tahun lalu. “a, ada apa?” tanyaji yeon yang mulai menyadari kalau aku sedang meperhatikannya. “a, aniya, aku hanya heran saja, kaau sudah bisa pakai high hells dengan benar.” Ujarku berbohong. “huh, kau ku pikir setelah 2 tahun kau akan berubah ternyata, tetap sama.” Sahut ji yeon mengembungkan pipinya. “ternyata kau masih sama, walau penampilan luarmu berubah tapi kau tetap ji yeon yang ku kenal 2 tahun lalu.” Ujarku. Selesai makan malam aku mengantar ji yeon pulag. “wah, indahnya tempat itu, cheondung~aa, bisa berhenti sebentar.” Ujar ji yeon di tengah perjalanan. Kami pun turun di tempat di mana bisa melihat sungai han yang indah dengan jelas. “wahh ternyata kalau malam di sini benar-benar indah.” Seru ji yeon dengan senyuman menghiasi wajahnya. “ne, yeoppo.” Sahutku memandang lurus ke sungai han. Kami terdiam sejenak, terlintas di pikiran ku untuk mengatakan perasaanku padanya yang selama dua tahun ini ku simpan di hatiku. “cheondung~aa” panggil ji yeon lembut. “ne.” sahutku. Ji yeon membalikan tubuhnya menghadapku. “tatap aku.” Ujarnya. “wae..” tanyaku lembut berbalik untuk menatapnya, dia tersenyum amat manis membuat jantung ku bedetak sangat cepat. Deg, dia memelukku? “bogoshipo.” Ujarnya masih memelukku.

 

~ji yeon POV~

cheondung~aa” panggilku. “ne.” sahut cheondung lembut. Aku membalikan tubuhku menghadapnya. “tatap aku.” Ujarku. “wae..” Tanya cheondung membalikan tubuhnya dan menatapku, aku tersenyum dan memelukkunya, ne, rasanya aku begitu merindukannya sampai tak ingin melepas pelukanku. “bogoshipo.” Ujarku. “na, do. Kugae..” ujarnya melepas pelukanku. “sranghe ji yeon~aa” ujarnya lembut menatap mataku dalam, deg, apa aku tidak salah dengar? Cheondung, dia mencintaiku? “na do.” Sahutku. Cheondung mengangkat daguku lembut dan…. Chu~ kurasakan bibir lembut cheondung mengecup bibirku, manis, sangat manis, ku pejamkan mataku dan melingkarkan tanganku di leher cheondung.

 

~author POV~

Tangan cheondung melingkar di pinggang ramping ji yeon dan mendekapnya erat seakan tak ingin kehilangan ji yeon. Mereka berciuman di bawah sinar bulan yang cantik, malam itu menjadi malam yang paling indah bagi mereka.

The End