Painful Story [Part 3]

painful story 2

Title     : Painful Story

Auhtor : Choi Hee Young

Rating : NC 17+

Cast     :  Park Jiyeon T-ARA

              Lee Jong Suk

              Kim Jong In (KAI) EXO-K

              Kang Se Ra (OC)

              Kim Woo Bin

              Kim heerin (OC)

              Bae Suzy MISS A

              Kim Jonghyun SHINEE

              Jung Hyunseung BEAST

Note    : FF ini mengandung unsur yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur! Jadi buat yang dibawah umur harap jangan baca ya, buat kebaikan bersama hehehe. Happy reading~

Author POV

Jiyeon melangkahkan kakinya dengan ringan di koridor sekolah dengan JR yang selalu berada di sampingnya, matanya menangkap jongsuk yang sedang berjalan memasuki ruangan osis. “JR aa kau duluan saja.”ujarnya pada JR yang juga melihat jongsuk memasuki ruang osis. “hey witch, kau akan mulai darinya?”pria itu menyeringai melirik jiyeon yang hanya melemparkansenyuman atau lebih seperti seringaian padanya. JR terkekeh dan menepuk pundak jiyeon sebelum pergi meninggalkan gadis itu. Jiyeon pun melangkajkan kakinya ke ruang osis dibukanya pintu dan menutupnya kembali, suara pintu membuat jongsuk menoleh, pria itu terlihat sedikit tersentak saat melihat jiyeon menghampirinya. Ekspresi jiyeon begitu berbeda dengan ekspresinya saat di luar ruangan, wajah cantiknya yang tadinya di hiasi oleh seringaian kini malah menampakan wajah polos seperti jiyeon yang dulu. Jongsuk berdiri saat jiyeon semakin dekat dengan mejanya. “jiyeon.” Suara jongsuk lebih seperti berbisik. “wae? Kenapa kau melakukannya padaku?” jiyeon buka suara. Jongsuk bingung dengan apa yang di katakan jiyeon. “kenapa kau menjauhiku saat rumor dan foto-foto itu beredar jongsuk aa? Padahal aku begiitu mempercayaimu, aku percaya kau malaikat pelindungku, tapi kenapa? Kenapa kau begitu dingin saat itu? Wae? WAE?!” wajah jiyeon terlihat begitu terluka, matanya berkaca-kaca dan siap menumpahkan air mata. Jongsuk terdiam membeku, kata-kata jiyeon menancap di hatinya. “jiyeon aa.” Jongsuk mencoba memegang pundak jiyeon namun gadis itu mengelak, pria itu kembali terdiam, nafasnya tercekat, gadis itu membencinya itulah yang terlintas dipikirannya.“mianhe.” Hanya itu yang mampu jongsuk ucapkan. “hanya itu yang bisa kau ucapkan? Kau tahu jelas kenapa hal itu bisa terjadi padaku. Kang sera, aku yakin kau sangat mengenal tunanganmu itu dan tahu apa yang ia perbuat.” Ujar jiyeon sinis. “ani, jika aku tahu rencana sera maka aku akan menyelamatkanmu jiyeon aa.” Sahut jongsuk menatap jiyeon, gadis itu mendapati sebuah kejujuran di mata jongsuk tapi ia tak akan percaya pada siapa pun lagi saat ini. “haruskah aku percaya? Setelah kemarin aku begitu mempercayaimu namun yang kudapat adalah tatapan dingin darimu? Aku percaya padamu jongsuk aa.” Ujar jiyeon. “bahkan telah jatuh cinta padamu.” Lanjutnya lirih dan terdengar lebih seperti bisikan pada dirinya sendiri namun sepinya ruangan membuat jongsuk mendengar dengan jelas setiap ucapan jiyeon. Pria itu kembali tersentak, ditatapnya jiyeon yang tengah menatap keluar jendela dengan tatapan begitu terluka. “mianhe.” Lagi pria itu mengatakannya pada jiyeon, direngkuhnya jiyeon kepelukannya. “aku melakukannya karena tak ingin sera semakin menyakitimu, aku sengaja menjauh karena jika tidak sera akan semakin membuatmu terluka.” Jongsuk mengusap rambut jiyeon. “dan kau tahu aku begitu bahagia karena kau punya perasaan yang sama denganku.” Lanjutnya. “mianhe jiyeon aa mianhaeyo.” Ujarnya tulus. “terlambat jongsuk aa. Sera telah menghancurkanku.” Lirih jiyeon. “tetaplah disisiku.” Lanjutnya menarik diri dari pelukan jongsuk. “tapi sera-“ belum sempat jongsuk melanjutkan kata-katanya jiyeon sudah memomotong ucapannya. “makanya tetaplah disisiku dan lindungi aku dari sera. tidak bisakah kau melakukannya untukku?” jiyeon menatap lurus pada mata jonggsuk dengan tatapan sendu. “Atau kau jijik padaku?” Lanjutnya menundukkan wajahnya dan air mata berhasil lolos dari mata cantiknya. “uljima.” Jongsuk mengusap air mata di wajah jiyeon. “aku tidak pernah merasa begitu, dan aku akan disampingmu tak akan membiarkanmu terluka lagi. Mianhe jiyeon aa.” Jongsuk kembali memeluk jiyeon. Hatinya sakit melihat jiyeon seperti ini, gadis yang sejak awal telah berhasil merebut perhatiannya setelah ia menutup pintu hatinya karena masa lalu yang menyakitkan, gadis yang gagal ia lindungi dari sera, dan kali ini ia tak akan mengulangi kesalahannya. Tanpa ia ketahui jiyeon menyeringai dalam pelukannya.

—————-

Author POV

Bel istirahat berbunyi, jiyeon keluar dari kelas diikuti JR, diluar kelas ia disambut oleh jongsuk yang memasang senyum  manis untuknya. “sudah menunggu lama?” tanya jiyeon. “ani, kajja.” Jongsuk menggenggam tangan jiyeon menariknya lembut ke arah kantin. JR hanya mengangkat alis dan menyeringai melihat hal itu, berbeda dengan sera yang melihatnya dari dalam kelas, gadis itu mengeram kesal “berani-beraninya kau park jiyeon.” Tangannya mengepal keras.Sesampai di kantin jiyeon jongsuk dan JR duduk di salah satu meja kosong, jongsuk duduk di samping jiyeon sedangkan JR memilih duduk didepan gadis itu. Selang beberapa meja dari mereka duduk woobin bersama teman sekelasnya yang asik mengobrol tapi tida dengan woobin, pria itu duduk tenang memandang jiyeon dan jongsuk, ketenangan yang selalu menjadi ciri khasnya, ketenangan yang mematikan. “kau pesan apa jiyeon aa?” tanya jongsuk. “terserah kau saja.” Sahut jiyeon melemparkan senyuman termanisnya. “pesankan satu juga untukku.” Seru JR di sambut kernyitan jongsuk. “aku harus disini menemani jiyeon selagi kau pergi.” JR mengangkat bahunya santai dengan gaya slengehan khasnya. Setelah jongsuk pergi JR menyeringai nakal pada jiyeon. “sepertinya aku mengerti apa yang ada di kepala cantikmu itu witch.” Ujar JR. “berhenti memanggilku witch.” Sahut jiyeon. “itu yang paling cocok menggambarkan dirimu sekarang jiyeon aa. Dan aku menyukainya.” Balas JR meniup beberapa rambut halus yang menutupi sebagian wajah jiyeon dan disambut pukulan ringan di bahu JR, kemudian keduanya terkekeh. “cih, kau asik bercanda dengan pria lain sementara jongsuk-ku membelikanmu makanan?!” entah muncul dari mana sera sekarang sudah berada di depan jiyeon dan menatapnya tajam. Jiyeon berdiri dari duduknya dan balas menatap sera. “wae? Jongsuk-mu lah yang dengan suka rela mau membelikannya untukku.”Sahut jiyeon santai. “kau hanya memanfaatkannya?!” tangan sera terkepal wajahnya penuh amarah. “ani, kami saling mencintai, setidaknya itu yang baru ia katakan padaku pagi ini.” Balas jiyeon. “mworago?! Kau benar-benar tidak tau diri! Sadarlah kau hanya gadis penggoda yang sudah sangat kotor! Kau tidak pantas untuk jongsuk!” bentak sera. “dan kau menggunakan tanganmu untuk mengotoriku. Tak ada bedanya bukan? Kau sama kotornya.” Jiyeon bersedekap memandang sera dengan tatapan menantang. “KAU!” sera mengangkat tangannya untuk menampar jiyeon yang sudah menutup matanya menunggu pertunjukan yang sudah ia rencanakan, ya, ia sengaja memancing amarah sera saat ekor matanya menangkap bayangan jongsuk yang sudah mendekati mejanya. Dan sesuai perkiraannya sebelum tangan sera sampai di pipinya jongsuk sudah menahan tangan itu. “cukup kang sera.” tegur jongsuk dengan suara rendah yang mengancam. Sera terdiam melihat tatapan marah jongsuk, pria itu jelas-jelas membela jiyeon dihadapannya. Sementara itu di balik punggu jongsuk, jiyeon menyeringai tipis ke arah sera. JR yang sedari tadi menjadi penoton sibuk bertepuk tangan dalam hati ‘it’s show time!’ serunya membatin. “oppa, kau-“ sera seakan kehabisan kata. “aku tidak akan diam lagi jika kau menyakiti jiyeon.” Ujar jongsuk melepaskan tangan sera yang sedikit memerah akibat cengkraman jongsuk.Sera meninggalkan mereka dengan amarah membuncah. “gwenchana?” tanya jonguk saat dirinya dan jiyeon sudah kembali duduk. “eum. Gomawo.” Sahut jiyeon mengangguk kecil disambut senyum malaikat jongsuk yang dapat memikat wanitamanapun, label pangeran memang sangat cocok dengannya. “kau seharusnya menjaga jiyeon tadi.” Jongsuk melirik JR. “aku baru saja mau bergerak tadi tapi ternyata kau lebih cepat.” Sahut JR santai. Jongsuk mendengus mendengar jawaban JR. “kau siapanya jiyeon sebenarnya?” tanya jongsuk to the point, sejak jiyeon masuk sekolah lagi ia memang sudah sangat penasaran dengan JR yang selalu di samping jiyeon. “aku? Seseorang yang dikirimkan tuhan untuk jiyeon.” JR tersenyum miring pada jongsuk. “dia yang menolongku jongsuk aa.” Sahut jiyeon, jonguk menatap jiyeon dan kembali menatap JR seolah meminta penjelasan. “aku menemukannya saat ia hendak bunuh diri, saat itu jiyeon begitu kacau, jika aku tak menariknya saat itu mungkin jiyeon sudah loncat ke sungai han.” Jelas JR seolah ia adalah kim woobin yang sebenranya menyelamatkan jiyeon. Jongsuk yang mendengar cerita JR terdiam, dadanya sesak seperti ratusan jarum dan pisau menghujam jantungnya “mianhe, seharusnya saat itu aku bersamamu.” Jongsuk menggenggam tangan jiyeon dengan tatapan penuh penyesalan. ‘bagus JR.’ Seru jiyeon dalam hati. “gwenchana, bukankah sekarang kau akan selalu disisiku.” Sahut jiyeon. “ya, aku berjanji akan selalu melindungi.” Balas jongsuk.

————–

Author POV

“kau hebat JR!” seru jiyeon sesampai di rumah woobin dan langsung memeluk JR. “ceritamu membuat dia semakin merasa bersalah. Haha.” Lanjut jiyeon mesih memeluk leher JR dengan kegirangan membuat pria itu menunduk karena tinggi jiyeon yang hanya sampai dibahunya.“uhuk. Ara. Uhuk, hey lep-phas, uhuk.” Sahut JR terbatuk karen jiyeon memeluk lehernya sangat erat. “kau bisa membuatnya kehabisan nafas jiyeon aa.” Ujar woobin yang baru memasuki ruang tamu. Jiyeon segera melepas pelukannya di leher JR dan menyerbu ke arah woobin. “aku sudah memulai langkah pertama.” Dipeluknya lengan woobin dengan girang. “dengan membuat pria itu merasa bersalah.” Itu lebih seperti pernyataan dibanding pertanyaan. “eum.” Jiyeon mengangguk antusias dan disambut dengan sapuan ringan tangan woobin di rambutnya. “ya ya ya, dan kini witch yang begitu menyeramkan berubah menjadi kucing manis di hadapan kim woobin.” Celetuk JR merasa tak di anggap. “Ya! Berhenti memanggilku witch.” Seru jiyeon mengambil bantal kursi terdekat dan melemparkannya tepat di wajah tampan JR.“ya!” JR memberenggut. “mwo?” tantang jiyeon. “ish.” JR menarik kedua pipi putih jiyeon. “kucing nakal.” Ledeknya menarik-narik pipi jiyeon kemudian melepaskannya setelah puas. “sakit bodoh!” sungut jiyeon hendak membalas JR namun ditahan woobin. “kau lebih memilih untuk mengejarnya?” tanya woobin dengan tatapan yang eerr, menggoda? Ya setidaknya itu yang jiyeon artikan. Pipinya semakin memerah selain bekas cubitan JR juga karena semburat merah akibat tatapan woobin. “JR aa, di perjalanan pulang tadi aku melihat krystal di halte bus dekat sekolah, sepertinya dia sedang ada masalah.” Kata woobin membuat JR menoleh dan berdiri dari duduknya. “kenapa tidak bilang dari tadi.” Gerutu JR langsung menyambar kunci motornya dan pergi meninggalkan jiyeon dan woobin.Sepeninggalannya JR, jiyeon diam menunggu apa yang akan dikatakan woobin namun yang ada pria itu malah naik ke kamarnya tanpa mengatakan apapun. “mwoya? Dasar pria aneh.” Gerutu jiyeon masuk kekamarnya untuk mandi. “apa maksud tatapannnya tadi? Menggodaku lalu pergi begitu saja? Ish.” Jiyeon masih terus menggerutu sambil memainkan busa sabun yang melingkupi tubuhnya di dalam bath up. Setelah selesai mandi, jiyeon berganti pakaian dengan yang lebih nyaman untuk dirumah, ia memakai kaos dan hotpant yang sangat pas dengan tubuhnya. Jiyeon turun kebawah dan mendapati woobin sudah duduk manis di sofa depan TV dengan tampilan yang lebih fresh, ia memakai celana selutut dan kaos membuatnya terlihat lebih santai.Jiyeon mengambil tempat duduk tepat di samping woobin dan menatap pria itu lama. “wae?” tanya woobin tanpa menoleh. “kau aneh.” Ujar jiyeon masih menatap woobin. Pria itu mengalihkan tatapannya pada jiyeon menatap gadis itu dengan tatapan yang membuat para gadis meleleh saat itu juga. “k,kenapa menatapku begitu?” tanya jiyeon seketika merasa gugup saat berduaan dengan woobin. Pria itu tersenyum geli dan memeluk jiyeon. “kau lucu sekali.” Woobin menopangkan dagunya di bahu kecil jiyeon, gadis itu terdiam seketika ia membatu dalam pelukan hangat woobin, sesuatu yang hangat seakan mengalir bersama darahnya melingkupi sekujur tubuhnya memberikan perasaan tenang dan gugup secara bersamaan. “bogoshipo.” Satu kata itu melintas dipikiran jiyeon dan terluncur begitu saja dari bibir mungilnya. Jiyeon membalas pelukan woobin, entah kenapa ia begitu merindukan pria ini setelah seharian di sekolah tidak bertegur sapa seperti orang yang tak saling mengenal.Woobin membenamkan wajahnya di leher jiyeon menikmati aroma tubuh jiyeon yang memabukan. “kau wangi.” Ujarnya masih memeluk jiyeon dan tak berniat melepaskan pelukannya. “t-tentu saja, aku baru selesai mandi.” Sahut jiyeon. “tahu begitu kita mandi bersama saja tadi.” Woobin mengangkat wajahnya dari leher jiyeon dan menatap wajah gadis itu yang sudah mulai memerah. “sepertinya cubitan JR masih membekas, pipimu merah.” Ujarnya mengusap pipi jiyeon sengaja menggoda gadis itu membuatnya semakin merona dan hanya di hadapan woobin lah jiyeon menjadi gadis yang benar-benar polos dan merona jika digoda, lebih tepatnya dihadapan woobin dia benar-benar masih seperti jiyeon yang dulu. “berhenti menggodaku kim woobin.” Ujar jiyeon memberenggut membuat woobin terkekeh dan memamerkan senyumnya yang memikat. Diangkatna dagu jiyeon menghadapnya, tatapannya seakan menggoda gadis itu, perlahan wajahnya semakin mendekat dan akhirnya ia mengelminasi jarak antara mereka berdua.Suatu rasa membuncah didada jiyeon seakan ribuan kembang api meledak didalamnya dan saat itu juga ia menyadari ia telah jatuh dalam pesona kim woobin. Dengan senang hati ia membalas ciuman woobin dan menangkup wajah pria itu dengan kedua tangannya sedangkan woobin semakin memperdalam ciuman mereka, tanganya memeluk pinggang ramping jiyeon dan mengusap punggung gadis itu dengan gerakan perlahan. Keduanya terhanyut dalam ciuman yang saling menggoda dan memabukan, udara di sekitar seakan dilingkupi oleh kabut gairah yang memikat kedua insan yang masih saling berpangutan tanpa ada keingingina untuk melepasnya. Woobin menikmati setiap sudut bibir jiyeon mereguk setiap rasa manis bbir mungil itu, sentuhan-sentuhan lembut woobin semakin membuat jiyeon meluruh dalam pelukannya membiarkan tubuh kokoh woobin menopang tubuhnya yang melemas.

————–

Author POV

JR melajukan motor sportnya ke halte bus dekat sekolah seperti yang dikatakan woobin tadi, krystal masih disana duduk menunduk entah apa yang ia pikirkan. Ia menghentikan motor sportnya tepat di depan halte, suara decitan ban motor membuat krystal mendongakkan wajahnya dan mendapati JR tengah duduk di atas motornya sambil membuka helm. “long time no see krystal.” JR menatap krystal tepat di matanya yang tersirat kekagetan disana. “kau..” ucap krystal ragu. “kau ingat?” JR membuang nafas kasar dan menyunggingkan senyum miring. “kau kim jong hyun? (nama asli JR)” tanya krystal ragu. “ternyata kau masih mengingatku jung krystal. Apa yang nona muda sepertimu lakukan di halte bis?” JR mengangkat sebelah alisnya sakartis. “bukan urusanmu.” Krystal membuan muka. “gurae, aku juga tak berniat untuk mengurusnya.” JR memasang helmnya dan menyalakan motor sportnya dan pergi meninggalkan krystal, gadis itu terdiam menatap kepergian JR.

—————

Author POV

“jiyeon aa. Haruskah tiap hari kau berangkat dengan pria ini?” tanya jongsuk tak suka melihat JR yang terus berada di dekat jiyeon. “wae? Jika tak ada aku mungkin jiyon sudah bunuh diri, jadi aku tak akan membiarkan dia sendiri dan dalam bahaya lagi.” Sahut JR membuat jongsuk terdiam. “jongsuk aa gwenchana, JR hanya ingin menjagaku, masuklah ke kelasmu aku juga akan ke kelas.” Suruh jiyeon lembut. “gurae, aku ke kelas dulu.” Jongsuk mengusap rambut jiyeon sebelum pergi. “dia benar-benar telah jatuh padamu witch.” JR menggerlingkan matanya pada jiyeon. “sudah kubilang jangan memanggilku witch.” Dengan kesal jiyeon memiting leher JR membuat pria itu menunduk sejajar dengan lengannya. “ara ara, mian princess eum.” JR tersenyum membujuk dan memeluk pinggang jiyeon saat lehernya sudah dilepaskan gadis itu. “jadi kita mau kemana setelah pria itu kau usir?” tanya JR seakan mengerti jalan pikiran jiyeon. “kita akan menemui tiga saekki itu.” Jiyeon menatap JR penuh tekad. “gurae kajja.” JR dan jiyeon melangkah dengan lengan JR yang masih memeluk pinggang jiyeon.Tak jauh dari mereka krystal melihat mereka dengan pandangan menerawang.

—————-

Author POV

Jiyeon berdiri memandang tiga pria di depannya dengan ketenanganyang mencekam sedangkan JR berdiri di belakangnya dengan santai bersandar di tembok. “berapa yang harus ku bayar?” jiyeon membuka suara. “mwo?” kai mengernyit. “targetnya adalah kang sera, jadi berapa yang harus kubayar?” tanya jiyeon lagi. Wajah kai mengeras,kini ia paham arah pembicaraan jiyeon. “bukankah kalian di bayar untuk itu? Emm sebuatannya… gigolo?” jiyeon tersenyum miring memandang ketiga pria dihadapannya dengan tatapan merendahkan. “kau.” Kai mengepalkan tangannya geram begitu pun dengan kedua temannya. “kang sera membayar kalian untuk melakukannya padaku, maka aku juga bisa melakukan hal yang sama bukan? Sebutkan harga yang kalian minta.” Jiyeon bersedekap masih dengan tatapan meremehkan. “jadi ya atau tidak?” jiyeon mengangkat sebelah alisnya. Hyunseung menyikut kai seakan memintanya untuk mengiyakan saja permintaan jiyeon. “terlalu lama, aku bisa mempekerjakan gigolo lain jika kalian tidak mau.” Jiyeon bersiap melangkah pergi. “baiklah, kita akan melakukannya.” Perkataan jonghyun menghentikan langkah jiyeon, gadis itu menyeringai puas sebelum berbalik.“gigolo jual mahal.” Desis jiyeon keadaan yang sepi membuat desisan jiyeon terdengar jelas, kai semakin mengepalkan tangannya hingga memutih. “KAU.” Hyunseung dengan geram melangkah maju, belum sempat iamenyentuh jiyeon lengannya sudah di cekal oleh JR. “kau pikir berandalan kecil sepertimu bisa menyentuh jiyeon.” JR menghempaskan lengan hyunseung dengan kasar.“ish!” hyunseung kembali maju namun belum sempat menyerang JR sudah menendang perutnya hingga ia terhempas. “jaga tangan kalian untuk tidak menyentuh jiyeon lagi.” JR memberikan tatapan tajam pada kai jonghyun dan hyunseung yang masih tersungkur.“aku akan memberikan kalian perintah kapan kalian harus bertindak.” Ujar jiyeon sebelum pergi bersama JR. “apa yang kau katakan KIM JONGHYUN?!” kai menarik kerah baju jonghyun. “kai aa kita akan dibayar mahal dan itu akan sangat membantumu.” Jonghyun berusaha tenang. “benar kai aa, kau butuh uang itu. Uhuk.” Sambung hyunseung terbatuk karena tendangan JR di perutnya cukup kuat. “sial!” kai melepaskan cengkramannya dengan kasar. sementara itu, “kau merekamnya?” tanya jiyeon pada JR. “tentu saja.” Keduanya menyeringai.

—————-

Author POV

Sera menatap tajam jiyeon yang sedang berdiri dihadapannya. “santailah sedikit kang sera.” jiyeon tersenyum miring dan duduk di salah satu bangku yang ada di atap sekolah.“apa maumu? Kau sengaja menantangku?!” bentak sera. “kau sangat senang berteriak ya.” Jiyeon mengangkat sebelah alisnya. “aku hanya ingin memberitahumu sesuatu. Dengarkan baik-baik.” Kata jiyeon lagi. JR mulai memutar rekaman suara pembicaraan jiyeon dengan kai dkk tadi. Sera terdiam kaku di tempatnya selama rekaman itu di putar. “kau” wajah sera memucat seketika. “wanita jalang!” sera bersiap menyerang jiyeon namun kedua tangannya dicekal dengan tepat waktu oleh jiyeon dan dihempaskan dengan kasar. “jangan katakan aku tidak memperingatkanmu kang sera.” jiyeon tersenyum sinis sebelum pergi meninggalkan sera yang masih pucat.

————–

Author POV

Musik berdentam dengan kencang membawa orang-orang dalam ruangan itu semakin melayang kehilangan kesadaran bersama dengan minuman yang mereka tegak sedari tadi. Di tengah kebisingan itu seorang pria yang masih terbilang tampan dan muda sedang sibuk melayani para tamu yang ingin memesan atau menambah minuman. Baju waiter terlihat pas di tubuhnya yang tinggi. Sementara itu di tengah kerumunan orang seorang gadis cantik sedang menikmati hentakan musik dengan pria tampan di sampingnya. “JR aa aku haus.” Gadis itu berbisik pada JR. “oke.” JR melepas pelukannya dan membiarkan gadis yang tak lain adalah jiyeon. Jiyeon berjalan sempoyongan menuju meja yang di pesan woobin. Brukk! Sepertinya jiyeon cukup mabuk untuk menyadari ada orang di depannya dan tak sengaja menabrak pria yang membelakanginya itu. Si pria berbaju waiter menoleh untuk melihat siapa yang menabraknya. “kau.” Si pria tersentak melihat gadis yang menabraknya, sedangkan gadis itu sudah cukup mabuk untuk memaksa otak dan matanya yang mulai berkabut untuk mengenali orang di hadapannya. “mian aku tak sengaja.” Ujar si gadis kembali berjalan. Dengan sempoyongan akhirnya jiyeon sampai ke sofa tempat woobin duduk. “kau sudah sangat mabuuk jiyeon aa.” Woobin menuntun jiyeon untuk duduk di sampingnya. “hanya sedikit woobin aa hehe.” Jiyeon cekikikan dengan wajah yang sudah sangat merah karena mabuk. “kau ini.” Woobin mengacak rambut jiyeon dan gadis itu bersandar di dada bidang woobin. “woobin aa.” Panggil jiyeon. “eum” sahut woobin mengelus rambut jiyeon. “pusing.” Rengek jiyeon semakin membenamkan wajahnya di dada woobin. Sementara tak jauh dari mereka si pria waiters yang sedari tadi masih berdiri di tempatnya memperhatikan mereka dalam diam.

—————

Author POV

“kepalaku masih pusing.” Keluh jiyeon memijat kepalanya dengan tangan yang menumpu di meja kantin. “semalam kau terlalu banyak minum makanya begitu.” Omel JR dan tak ditanggapi oleh jiyeon. “park jiyeon.” Panggil sebuah suara bass dari sampingnya membuat JR dan jiyeon menoleh dan mendapati kai berdiri di hadapan mereka. “wae? Kau sudah menetapkan harganya?” jiyeon memandang kai dengan malas. “ani. Aku tidak akan melakukannya.” Sahut kai. “mwo? Kau lupa kemarin apa yang temanmu katakan?” jiyeon mengernyit. “aku tidak pernah menyetujuinya, jika jonghyun dan hyunseung yang menyetujuinya maka mereka yang akan melakukannya, tapi tidak denganku.” Jelas kai tegas. “Cih. Pria murahan yang jual mahal.” Hina jiyeon. “terserah apa katamu.” Kai menggertakkan giginya menahan amarah dan pergi meninggalkan jiyeon dan JR.

————-

Author POV

“Hentikan kang sera.” ujar jongsuk tegas. “kau tau aku menyayangimu tapi kali ini aku tak akan diam saja jika kau menyakiti jiyeon.” Lanjutnya. “oppa. Aku melakukan ini untukmu, aku mencintaimu dan tidak ingin orang lain merebutmu dariku.” Sera menatap jongsuk. “ani, ini bukan cinta lgi kang sera, ini hanya obsesimu.” Bantah jongsuk. “kau tega oppa.” Mata sera berkaca-kaca. “mwo? Tega? Selama ini aku diam saja dengan perbuatanmu, tapi aku tak akan diam lagi. Ku ingatkan sekali lagi jangan menyakiti park jiyeon, aku bisa membencimu seumur hidupku sera ya.” Ujar jongsuk penuh penekanan sebelum pergi meninggalkan sera. air mata mengalir di wajah sera. “saranghae.” Lirihnya dengan air mata yang terus mengalir.

—————-

Jongsuk POV

“jiyeon aa.” Panggilku. “eum.” Sahut jiyeon tanpa menoleh. “kau sakit?” tanyaku menatap jiyeon yang masih menelungkupkan wajahnya di mejatanpa JR di sampingnya setelah jiyeon mengatakan dia akan baik-baik saja bersamaku akhirnya pria itu meninggalkan jiyeon bersamaku di perpustakaan, walaupun ku kesal dengan keberadaannya yang terus di dekat jiyeon tapi aku tak dapat berbuat apa-apa, dia telah menolong jiyeon saat aku tak bisa disampingnya. “ani, hanya sedikit pusing.” Jiyeon akhirnya mengangkat wajahnya menatapku, matanya sayu membuatku terpana beberapa detik. Aku selalu terpana saat melihat mata itu sejak awal bertemu dengan gadis ini, entahlah ia selalu berhasil mencuri perhatianku, tak peduli dengan apa yang telah terjadi padanya, bagiku dia tetaplah park jiyeon, gadis manis yang berhasil membuka pintu hatiku yang bahkan aku sendiri tak berani membukanya. “kalau kau sakit kau bisa beristirahat di ruang kesehatan hmm?” aku merapihkan helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya. “aku tak apa gomawo.” Dia tersenyum padaku dengan sangat manis. Tuhan, aku mencintai gadis ini, bisa kah? Aku ingin dia tetap disampingku dan tersenyum bahagia. Aku telah membuat kesalahan besar dan tak ingin mengulanginya lagi.

TBC

maaf lama banget baru ngepost lagi, saya lagi sibuk banget tahun ini. sekali lagi maaf yaa readers

Iklan

14 pemikiran pada “Painful Story [Part 3]

  1. Akhirnya dirimu kembali thor kkkk
    Jiyeon sekarang berubah , dy ga lemah kyk dulu lagi
    Jiyeon suka sama woobin???
    Aku malah jadi demen moment jiyeon woobin ketimbang sama jongsuk kkkk
    Btw pria waiter itu siapa ??

    Next next next

  2. Ya empyongg akhirnya thor dirimu kambek. Ane kira kagak bakal diterusin ini ff.
    bolak-balik kagak ada tanda-tanda kehidupan #plakk

    kayaknya pelayannya si Kai deh. Siapa keluarga kai yang sakit. Kenapa butuh banyak uang..

    ok dah ditunggu lanjutannya moga g lama.hihihi

  3. akhirnya update juga nih ff 🙂
    tiap hari bolak balik cuma buat liat kira2 udh ada lanjutannya apa blum.
    makin seru ceritanyaa…
    jgn bilang kalo yg pake baju pelayan itu kai? gawat dong kalo kai tau jiyi deket sama woobin. knpa kai nolak tawaran jiyi?? penasaran sama kelanjutannya..
    kalo bisa panjangin ya thor next chap heheheh, soalnya berasa dikit bgt. baru baca tapi udah selesai aja 😀

  4. Akhir_ny update juga,,
    Setelah skian lama mondar mandir
    Bolak balik sini,,akhir_ny lanjut juga….Kkk
    aiiichhhhh
    Woobin law dah d rumah sweet bnget iiich ma uri jiyi…😊😊😊😊
    Jiyi jtuh cinta nich ma woobin…😍😍😍
    Aaaaaach
    Pokok_nt lbih skaaaaaaa bingittttzzzzzz moment jiyi woobin..😀😀😀
    Sbener_ny msih pnsaran juga sma alasan woobin mau bantu jiyi buat blsdendam!!!!
    Smga karna woobin mncintai jiyi dengan tuluuussss…☺☺☺😄😄😄
    Neeeeeexxxt chinguuuuuu
    D tunggu pokok_ny..😉😉😉
    Moment wooyeon_ny d bnyakin lagi ya d next part_ny…hehehe
    FAIGTHING…✊✊✊

  5. yeey akhirnya part 3nya muncul jugaa.
    aawww jiyeon sm woobin sweet banget.
    itu waitressnya si kai ya?
    nggak sabar nunggu balas dendamnya jiyeon ke sera sama moment jiyeon-woobin. next ditunggu ^^

  6. Akirnyaa publish jgaa..
    Eumm..woobin jiyeon makin mesraa ajaa cuuitcwitt
    btw gmn sbnr.a prsaan woobin ke jiyeon? Sama”cintakn? *Semoga~
    Eeits waiter it jgn”jongin yaa?
    next
    Woobin jiyeon moment.a d tmbah mesraain dong yayaya hhehhe

  7. Wah jiyeon udh mulai ngerencanain balas dendamnya,, biar rasain tuh sera di benci jongsuk,, tpi kyk msih kurang stelah apa yg dia lakuin ke jiyeon,, omoo kai n tman”x gigolo,, huuu knp kai gk mau nerima tawaran jiyeon ya?? Di tunggu next partnya thor 🙂

  8. Chinguuuuuuu,,,
    Ff nie kpan d lanjuuut????
    Q nunggu bnget loooch,,😞😞😞
    Bneran dech,,sumpah,q nunggu skli
    Klanjtan_ny…☺☺☺
    Next ya next doooonk
    Jebaaallllll…😊😊😊😁
    Q tunggu…😉😉😉
    FAIGTHING…✊✊✊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s