Arsip Tag: Beast

Painful Story [Part 2]

painful story 2

Title : Painful Story
Auhtor : Choi Hee Young
Cast :
Park Jiyeon T-ARA
Kim Woo Bin
Lee Jong Suk
Kim Jong In (KAI) EXO-K
Kang Se Ra (OC)
Kim Jonghyun SHINEE
Jung Hyunseung BEAST
Bae Suzy MISS A
JR NUEST
Kim heerin
Nam Woo Hyun INFINITE
Note : WARNING!! buat yang di bawah umur mending jangan di baca. aku sebenernya ga rela nulis part ini 😥
Lanjutkan membaca Painful Story [Part 2]

Iklan

Painful Story [Part 1]

painful story 1

 

Title     : Painful Story

Auhtor : Choi Hee Young

Rating : NC 17+

Cast     :  Park Jiyeon T-ARA

Lee Jong Suk

Kim Jong In (KAI) EXO-K

Kang Se Ra (OC)

Kim Woo Bin

Kim heerin (OC)

Bae Suzy MISS A

Kim Jonghyun SHINEE

Jung Hyunseung BEAST

Note    : FF ini mengandung unsur yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur! Jadi buat yang dibawah umur harap jangan baca ya, buat kebaikan bersama hehehe. Happy reading~
Lanjutkan membaca Painful Story [Part 1]

Running Up part 4

Running Up part 4

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

Park ji yeon T-ARA

Choi siwon Super Sunior

Sandara park 2NE1

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Seohyun SNSD

Doojoon BEAST

Onew shinee

Track : MBLAQ – running & running

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

 

~author POV~

Pagi itu ji yeon berangkat bersama dara untuk mengambil seragam dan pakaian ji yeon yang lain lalu pergi ke apartemen dara dan akan tinggal di sana bersama dara untuk beberapa waktu. “eonni, aku kesekolah dulu.” Pamit ji yeon hendak keluar dari apartemen. “changkaman, ku antar, sekalian aku ke kantor.” Ujar dara. “ne, kajja.” Sahut ji yeon. “ji yeon~aa” panggil krystal saat ji yeon memasuki kelas. “wahh, ku sudah sembuh ya..” lanjut krystal. “ne.” sahut ji yeon. “ji yeon~aa, hyung memintaku mengajakmu ke kantor, katanya ada hal yang ingin di bicarakan.” Minho menghampiri ji yeon saat bel pulang berbunyi. “ne. kajja.” Ajak ji yeon, mereka pun pergi ke kantor GoR (guardian of republic) bersama dan tentu saja hal itu mengundang perhatian teman sekelasnya terutama para gadis. “mereka ada hubungan apa?” Tanya seorang yeoja. “huaahh minho kuuuu,,, kenapa dia pulang bersama ji yeon…” rengek seorang lagi. “terserah minho mau pulang dengan siapa, kenapa kalian yang sewot.” Ujar krystal pada gadis-gadis itu. “benar, kenapa kalian yang sewot, iya kan chagi?” kyuhyun menggandeng krystal. “chagi?” Tanya krystal heran. “tak akan.” Krystal menghempaskan tangan kyuhyun. “krystal..” panggil kyuhyun saat krystal pergi meninggalkannya. “sama aku saja oppa.” Tiba-tiba seohyun datang dan menggandeng tangan kyuhyun. “ya sudah, kajja.” Ujar kyuhyun menggandeng seohyun.

 

@ kantor GoR

 

~author POV~

setelah kami mencari tahu tentang organisasi athena dan kegiatan mereka setahun terakhir ini, di dapatkan informasi kalau pemimpin athena memiliki seorang anak laki-laki yang tinggal di jepang sedangkan istrinya telah meninggal, Athena tidak melakukan kegiatan apapun setahun terakhir ini.” jelas siwon. “mungkin setahun terakhir ini mereka menghabiskan waktu untuk mencari chip yang di tanyakan padaku waktu itu.” Tebak minho. “mungkin saja, tapi apa isi chip itu? Kenapa mereka begitu menginginkannya sampai-sampai harus menculikmu?” dara terlihat berpikir. “mungkinkah itu bukti kematian orang tuaku?” ji yeon angkat bicara. “mungkin, tapi ku rasa bukan hanya bukti kematian kedua orang tuamu tapi mungkin ada sesuatu yang berharga lainnya.” Ujar siwon. “berharga?” dara menyipitkan matanya. “apa mungkin harta?” tebak minho. “ku rasa lebih tepatnya sesuatu yang bisa membuat mereka mendapatkan harta.” Lanjut ji yeon. “dan hal itu mungkin mengancam ketahanan Negara makanya abeoji menyimpannya agar Negara tetap aman.” Ujar siwon. “tapi di mana chip itu sekarang?” Tanya dara. “abeoji tidak pernah memberitahukan sesuatu tentang chip itu padaku.” Sahut siwon. “changkaman.” Pekik ji yeon. “wae?” Tanya minho. “mungkinkah tuan choi meminta abeoji dara eonni untuk menyimpannya? Sehingga dia di bunuh?” tebak ji yeon. “benar juga.” Ujar minho. “dara~aa, apa appamu pernah membicarakan tentang chip atau sebagainya padamu?”Tanya siwon. “chip? Ku rasa tak pernah.” Sahut dara berusaha mengingat. Tak terasa hari sudah mulai malam, mereka semua memutuskan untuk kembali dulu kerumah. “eonni, coba kau ingat-ingat, apa appa mu pernah memberitahukan tentang sesuatu yang berharga padamu?” Tanya ji yeon sesampai di apartemen dara. “ku rasa tak pernah.” Dara mengerutkan keningnya dan berusaha mengingat. “ingat perlahan, siapa tahu ada sesuatu yang pernah appa mu katakan yang bisa menjadi petunjuk.” Ujar ji yeon membuka seragamnya dan masuk ke kamar mandi. “berharga? Aigoo, kenapa aku tidak bisa mengingat apapun tentang hal itu?!” gerutu dara. “eonni, aku keluar dulu ya.” Ujar ji yeon yang sudah memakai jeans hitam dan blous modis berwarna merah maron lengkap dengan high hells nya. “kau mau ke mana?” Tanya dara melihat penampilan ji yeon. “otakku mampet aku mau menyegarkannya dulu. Annyeong.” ujar ji yeon meraih kunci mobilnya dan keluar dari apartemen dara menuju club malam tempat dia pertama kali bertemu dengan minho. “krystal~aa.” Panggil ji yeon saat sampai di club itu. “wahh, ku pikir kau tidak akan datang malam ini.” ujar krystal. “kajja, kita masuk.” Ajak ji yeon, mereka pun masuk ke dalam club.

 

~minho POV~

Malam ini seperti biasanya aku pergi ke club langgananku. “minho~aa, itu ji yeon.” seru kyuhyun menunjuk 2 orang yeoja yang baru masuk ke club dan memang benar itu ji yeon yang datang bersama krystal. “wahh, ada krystal juga. Yeay!” lanjut kyuhyun berjalan kea rah ji yeon dan krystal. “minho~aa, kajja.” Kyuhyun menarik tanganku. “hai.” Sapa kyuhyun pada mereka aku hanya tersenyum. “hai..” ji yeon dan krystal balik menyapa. “ji yeon~aa, itu doojoon oppa yang jadi DJ nya.” Pekik krystal menunjuk kea rah DJ. “benar” sahut ji yeon. “oppa.” Ji yeon melambaikan tangan pada namja itu, namja yang di panggil doojoon itu turun dari tempat DJ dan menghampiri kami lalu berpelukan dengan ji yeon, siapa namja ini? dia terlihat begitu dekat dengan ji yeon. “oppa, kau kemana saja heoh?” Tanya ji yeon. “ada urusan sedikit.” Namja itu menggandeng ji yeon dan ji yeon hanya tersenyum, ish! Siapa sih namja itu? Sudah lah, untuk apa memikirkan mereka. “kyuhyun~aa, kajj-“ aku hendak mengajak kyuhyun kembali ke tempat yuri dan nickhun duduk tapi dia sudah tak ada di sampingku dan malah menari bersama krystal. “ish!” gerutuku kembali ke tempat duduk bersama yuri dan nickhun.

 

~author POV~

Waktu sudah menunjukan pukul 02.00. “krystal~aa, aku pulang dulu ya.” Ujar ji yeon pada krystal. “ne.” sahut krystal. “oppa, aku pulang ya, annyeong.” ji yeon pamit pada doojoon. “ne, hati-hati.” Sahut doojoon. “ji yeon~aa.” Panggil minho saat ji yeon keluar dari club. “ne,” sahut ji yeon. “kau mau pul-“ DORR kata-kata minho terpotong dengan suara tembakan yang hampir mengenai ji yeon. “itu pasti orang-orang dari athena.” Ujar ji yeon. “sebaiknya kita kabur saja.” Ajak ji yeon. “ne, kita kacaukan mereka, kau bawa mobilmu kea rah sana dan aku bawa mobilku kea rah lain setelah itu kita kembali bertemu di tempat ini. araseo?” ujar minho. “ne, hana, dul set.” Bisik ji yeon lalu mereka berdua dengan cepat lari ke mobil masing-masing dan melaju dengan kecepatan tinggi, orang-orang dari athena pun berpencar untuk mengejar mereka.

 

~ji yeon POV~

Brrmmmm, aku melajukan mobilku, ku lihat di kaca spion mobil mereka mengejarku. “gurae, ayo kita mulai balapannya, hahhahaha.” Ujarku semakin menginjak gas, sesekali aku membanting stir saat di tikungan membuat orang-arang dari athena itu mengerem mobilnya tiba-tiba. “hahahaha, rasakan itu.” Ujarku

 

Sementara itu…

 

~minho POV~

Sial! Mereka masih mengejar. “gurae, kita lihat sampai mana kalian bisa mengejarku.” Aku semakin melajukan mobilku dan menyalip kendaraan-kendaraan yang ada di depanku membuat mereka kesusahan mengejarku dan tertinggal jauh, bagus ini kesempatan untuk melarikan diri, aku membanting stir saat di tikungan dan berhasil lolos dari mereka dan kembali ke club sesuai rencana. Bagaimana dengan ji yeon?

 

~ji yeon POV~

Yeay! Aku berhasil lolos, aku segera kembali ke club sesuai rencanaku dan minho. Apa minho juga berhasil lolos?

 

~author POV~

Minho dan ji yeon kembali ke club dan sampai dengan waktu yang sama. “yeay!” seru ji yeon turun dari mobil dan spontan memeluk minho.

 

~minho POV~

yeay!” seru ji yeon turun dari mobilnya dan memelukku, deg, omo! Kenapa seperti ini rasanya? Padahal aku sudah sering sekali di peluk yeoja-yeoja tapi kenapa kali ini beda. “wahh, senangnya bisa lolos dari orang-orang itu hahaha.” Ujarnya melepas pelukannya. “kejar-kejaran tengah malam rasanya asik juga.” Sambungku. “ugh..” ji yeon merenggangkan otot-ototnya, “aku pulang dulu ya. Annyeong.” lanjutnya masuk kedalam mobil dan melaju dengan mobil hitamnya. Sebaiknya aku juga pulang.

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, ayo bangun.” Terdengar sayup-sayup suara dara eonni, perlahan kubuka mataku yang terasa sangat berat. “kau pulang jam berapa semalam?” Tanya dara eonni membuka jendela kamar. “uhmmmm” aku merentangkan kedua tanganku. “sekitar jam stengah empat.” Sahutku. “mwo? Kenapa sepagi itu?” Tanya dara eonni kaget. “sebenarnya aku sudah mau pulang jam 2 tapi waktu aku mau pulang tiba-tiba orang-orang dari Athena datang jadi terpaksa aku dan minho harus kejar-kejaran dengan mereka.” Jelasku. “minho? Kau pergi dengan minho semalam? Kencan ya?” goda dara eonni, aigoo kenapa dia selalu menggodaku seperti ini. “semalam aku ke club dan di sana juga ada minho, sepertinya itu tempat langganannya.” Ujarku. “apa setiap malam kau ke club?” Tanya dara eonni. “ne, aku merasa kesepian di apartemen sendirian jadi aku menghibur diri dengan ke club malam.” Jelasku. “kurangilah kebiasaanmu itu, kau ini masih sekolah hal itu akan mempengaruhi sekolahmu, sekarang kan kau tinggal bersamaku jadi kau tidak perlu merasa kesepian lagi. Ne?” dara eonni mengusap lebut rambutku dan tersenyum manis, aku merasa beruntung mengenal orang seperti dara eonni dia orang yang penuh dengan kasih sayang walaupun memiliki masa lalu yang buruk sepertiku, seandainya aku punya saudara seperti dia mungkin hidupku tak akan sehancur sekarang. “eonni.” Panggilku. “ne.” sahutnya. “bisakah aku menganggapmu sebagai eonni kandungku?” tanyaku, dara eonni berbalik dan tersenyum padaku. “tentu saja boleh, aku senang bisa punya dongsaeng sepertimu” sahutnya. “gomawo.” Ujarku. “ne, sana mandi dan ke sekolah.” Ujarnya. “ne.” sahutku bangun dan mandi lalu mengganti pakaian dengan seragam sekolah. “eonni, aku kesekolah dulu, annyeong.” pamitku. “ne. hati-hati.” Sahut dara eonni.

 

~dara POV~

Aku senang, sekarang aku punya dongsaeng yang akan menemaniku. Gomawo ji yeon~aa, kau sudah datang ke kehidupanku dan menemaniku. Setelah ji yeon pergi ke sekolah aku bersiap-siap untuk ke kantor.

 

~TOP / seung hyun POV~

hmmpphh” aku menghirup udara korea saat sampai di bandara incheon, rasanya sudah lama sekali tidak menghirup udara di Negara ini, benar-benar membuat rindu sama seperti dara, dia membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya selama di jepang. Drrtt. “yobosaeyo”

kau sudah sampai di korea?” Tanya appa dari sebrang.

ne.”

orang suruhan appa sudah pergi ke incheon untuk menjemputmu, tunggulah mereka membawa mobil hitam bercap ATH.” Jelas appa. “ne.” sahutku. Tuuutt. ATH, appa masih saja mengurus organisasi itu, organisasi yang menyebabkan kematian omma. Tak lama orang suruhan appa datang dan membawaku ke kantor pusat Athena. “appa, kenapa tiba-tiba appa memintaku kembali ke korea?” tanyaku duduk di kursi di depan meja kerja appa. “kurasa tubuhku mulai melemah, aku ingin kau meneruskan organisasi ini.” ujar appa. “ne? untuk apa? Organisasi ini sudah menyebabkan kematian eomma, lalu appa ingin aku meneruskan organisasi ini? shireo.” Tegasku. “dengar! Yang membuat eomma mu meninggal bukan organisasi ini tapi GoR (guardian of repuplic) dan kau harus membalas dendam pada mereka dengan cara meneruskan kepemimpinan appa jika suatu saat appa meninggal. Araseo?” jelas appa, GoR? Mereka membuat eomma meninggal? “seung hyun~aa, ini satu-satunya cara untuk membalas dendam.” Ujar appa. “gurae, aku mau.” Sahutku. “bagus, ingat mereka adalah musuh terbesarmu hancurkan mereka dan mulai sekarang namamu adalah TOP.” Ujar appa. “kenapa harus ganti nama?”

agar mereka sulit mencari datamu. Araseo?”

ne.” sahutku. Gurae, mulai sekarang aku akan membalaskan dendam eomma. Dara.. aku jadi teringat padanya, ingin sekali aku bertemu dengannya.

 

~dara POV~

ughh..” aku merenggangkan otot-otot ku, “capek juga duduk di depan computer dari pagi sampai siang.” Gumamku, kryuukk, perutku sudah minta di isi, gurae, makan dulu baru lanjut kerja. Aku pergi ke café dekat kantor untuk makan siang. Saat aku sedang melahap makananku pandanganku tertuju pada seorang namja yang sepertinya.. “seung hyun.” Gumamku, apa mungkin itu seung hyun, namja itu mulai berjalan menjauh, harus ku pastikan kalau itu seung hyun atau tidak, mataku memanas mengingatnya, rasa rindu yang meluap-luap di hatiku menuntunku berlari mendekati namja itu, aku sangat berharap namja itu adalah seung hyun. “seung hyun.” Panggilku saat berada di belakang namja itu. Dia berbalik dan ternyata benar, dia seung hyun, tes~ air mataku keluar begitu saja. “dara.” Ujarnya. Aku segera memeluk namja yang sangat ku rindukan selama bertahun-tahun ini. “kau kembali..?” ujarku terisak dalam pelukannya.

 

~TOP/seung hyun POV~

Saat aku sedang mengintai kantor GoR seseorang memanggilku. “seung hyun.” Panggilnya spontan aku berbalik dan ternyata yeoja yang memanggilku adalah dara, yeoja yang ku cintai sejak kecil. “dara.” Ujarku. Ku lihat air mata membasahi pipinya, dia memelukku. “kau kembali..?” ujarnya terisak dalam pelukanku, aku mendekapnya. “ne, aku kembali sesuai janjiku padamu 10 tahun lalu.” Sahutku. “bogoshipo jeongmal bogoshipo.” Ujarnya masih terisak. “na do. Sekarang aku sudah di sini, kau jangan menangis lagi. Ne?” aku mengusap punggungnya lembut. “uhm.” Sahutnya.

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, kajja ke kantin.” Ajak krystal. “aku sedang tidak nafsu makan.” Sahutku. “ya sudah, aku ke kantin dulu ya.” Ujar krystal “ne.” Entah kenapa perasaanku tak enak hari ini, aku pergi ke atap sekolah, mungkin aku bisa menenangkan diri di sana, aku tiba-tiba merindukan appa dan eomma, rasa sakit yang dalam menusuk hatiku bercampur dengan rasa dendam yang sangat besar pada orang-orang yang membuatku harus kehilangan orang tuaku, tes~ air mataku mengalir mulus di wajahku, rasa sakit hatiku selama bertahun-tahun kembali terasa dan semakin bertambah.

 

~minho POV~

Ji yeon kemana? Tadi di krystal ke kantin sendiri tapi ji yeon juga tak ada di kelas, kemana dia? Aku mencari ji yeon sekeliling sekolah tapi tak menemukannya juga, apa dia di culik orang-orang dari athena? Tidak mungkin, ini kan di sekolah, mana mungkin orang-orang itu bisa masuk. Atap, benar satu-satunya tempat yang tidak ku datangi untuk mencari ji yeon hanyalah atap, aku berlari ke atap sekolah. Ku lihat ji yeon sedang berdiri di tepi atap, bahunya bergetar. “hiks..” dia menangis? Ada apa dengannya? Aku mencoba mendekatinya, kupegang bahunya. “ji yeon~aa” panggilku. Dia menoleh dengan wajah yang di penuhi air mata. “k, kau kenapa? Tanyaku ragu. “rasa itu, rasa itu datang lagi, rasa sakit yang sangat dalam di hatiku kembali dan semakin bertambah, hiks, dan dendam itu semakin menguasai hatiku.” Ujarnya dengan suara bergetar, sorot matanya benar-benar dalam, mengambarkan luka di hatinya, ku dekap tubuhnya. “uljima.” Ujarku mengusap punggungnya. “aku harus bagaimana menghadapi semua ini? dendam itu semakin bertambah..” ujarnya masih terisak. “lakukan apa yang bisa membuatmu tenang.” Sahutku. “kau tahu apa yang bisa membuatku tenang?” ujarnya melepas pelukanku. “membalaskan dendam kedua orang tuaku, membunuh pembunuh kedua orang tuaku adalah hal yang bisa membuatku tenang.” Lanjutnya, aku hanya terdiam, melihatnya seperti ini benar-benar membuatku sakit, melihatnya menangis karena rasa sakit di hatinya membuat hatiku juga terasa sakit. “kau tahukan hal itu bisa mengancam nyawamu?” Ujarku. “ne, ara, hajiman, mereka juga harus merasakan sakit yang kurasakan selam 10 tahun.” Ujarnya. “gomawo.” Lanjutnya tersenyum, manis, sangat manis. “kau tahu, kau jauh lebih cantik kalau tersenyum, jadi jangan menangis lagi, araseo?” ujarku. “kau baru sadar kalau cantik? Hahaha” sahutnya, aku senang kau tertawa ji yeon~aa.

 

~author POV~

ji yeon~aa.” Panggil minho saat bel pulang berbunyi. “ne.” sahut ji yeon. “aku pulang denganmu ya.”

kau tidak bawa mobil?”

bawa, tapi sepulang sekolah ini kyuhyun meminjamnya, katanya dia mau mengajak yeojachingunya jalan-jalan tapi mobilnya sedang rusak.”

ooo,, kajja.” Ji yeon berjalan mendahului minho, lagi-lagi mereka berdua menarik perhatian siswa di sekolah itu terutama para yeoja. “huahhh, minho ku..” rengek beberapa yeoja. “minho~aa, kau dengar itu, fans mu merengek seperti bayi, kau ini tega sekali, hahaha.” Bisik ji yeon pada minho saat mereka melewati koridor. “biarkan saja, kau mau dengar mereka menjerit?” Tanya minho. “mwo? Menjerit?” ji yeon balik bertanya dengan cepat minho merangkul bahu ji yeon dan “kyaa..” jerit salah seorang yeoja. “andwae!” yang lainnya ikut menjerit. “benarkan?” bisik minho dan ji yeon hanya menahan tawanya. “mau lihat mereka menangis?” Tanya minho lagi. “apa lagi yang akan kau lakukan?” Tanya ji yeon heran, minho menarik ji yeon dan mendekatkan wajahnya pada ji yeon lalu berbisik “hana dul set” tepat pada hitungan ketiga “kyaaaa, minho kuuuuuu hiks.” Jerit seorang yeoja. “napeun namja. Kajja, dari pada mereka semakin menjadi-jadi.” Ji yeon menarik tangan minho ke tempat parkir sambil menahan tawa. “bbmhahahahahahahahahaha.” Tawa ji yeon lepas seketika sesampai di tempat parkir, minho ikut tertawa. “kau keterlaluan, hahahahahaha.” Ujar ji yeon. “aku kan tidak meminta semua ini, tuhan memang berkehendak menjadikanku sebagai namja tampan, hahahaha.’ Ujar minho dengan PD. “omo! Kau terlalu percaya diri.”

memang benarkan, hahahaha”

ish, kajja, kau yang menyetir ya..” Ji yeon melemper kunci mobil pada minho. “aku lapar, kita makan dulu ya.” Ujar minho di tengah perjalanan. “ne, aku juga lapar.” Sahut ji yeon. mereka pun pergi ke sebuah café dan segera memesan makanan. “omo! Aku lupa!” seru ji yeon seusai mereka makan. “mwoga?” Tanya minho. “kita kan punya tugas dari lee seonsaeng.”

benar, kita harus membuat karya ilmiah dengan referensi beberapa buku.”

dan itu akan di kumpul besok, aigoo.” Ji yeon dan minho mengacak rambut frustasi. “gurae, kita ke toko buku sekarang saja.” Ajak ji yeon. “ne, kajja.” Sahut minho, setelah makan mereka pergi ke toko buku. “bukunya yang mana ya..” gumam ji yeon melihat-lihat buku yang tersusun rapih di raknya. “eh, itu kan onew, si culun yang selalu mendapat peringkat pertama di sekolah.” Pekik minho melihat onew yang sedang memmilih-milih buku. “jeongmal? Bagaimana kalau dia saja yang mengerjakan tugas kita.” Ujar ji yeon melihat ke arah onew yang berpenampilan culun dengan tatapan evilnya. “maksudmu?” Tanya minho bingung. “changkaman.” Ujar jiyeon, ji yeon berjalan ke arah onew sambil membuka kancing bagian atas kemeja sekolahnya dan menarik sedikit rok sekolahnya yang pendek, minho yang mengerti maksud ji yeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menahan tawanya. “onew~ssi.” Panggil ji yeon. “ne.” onew tersentak melihat ji yeon yang sudah bersandar di rak buku menghadapnya. “huuftt, panas ya..” ji yeon mengangkat kerah kemeja sekolahnya sambil mengipas dengan tangannya. Glekk, onew hanya dapat menelan ludah melihatnya. “eumm..” ji yeon menggigit bibir bagian bawahnya, “boleh minta bantuan tidak..?” lanjut ji yeon dengan nada manja. “b, bo, boleh, apa yang b, bisa a, aku b, bantu?” Tanya onew gugup. “kau tahukan lee seonsaeng memberikan tugas membuat karya ilmiah dan akan di kumpul besok?” Tanya ji yeon semakin mendekat pada onew membuat onew mengeluarkan keringat dingin sedangkan dari kejauhan minho terlihat sedang menahan tawanya. “n, ne, waeyo?” Tanya onew mengelap keringatnya. “bisa bantu aku mengerjakannya?” Tanya ji yeon dengan manja. “n, ne b, bisa.” Sahut onew terus mengeluarkan keringat dingin. “jeongmal?” Tanya ji yeon. “ne.” sahut onew. “wuahhh, gomawo.” Seru ji yeon. “ne.” sahut onew. “oh, iya, buatkan 2 ya,,, kau tahukan, krystal itu adalah sahabatku, ya? Ya?” ujar ji yeon. “n, ne, nanti ku berikan padamu sebelum jam pelajaran lee seonsaeng di mulai.” sahut onew. “gomawo, kau memang baik, annyeong.” ji yeon pergi sambil melambaikan tangan pada onew dan berbalik sambil tersenyum puas. “hahahahahahahahaha.” Minho melepas tawanya sesampai di luar toko buku. “kau tahu, wajah onew tadi sangat lucu. Hahahahaha” minho tak henti-hentinya tertawa. “orang seperti itu sayang kalau tidak di manfaatkan, hahahaha.” Ujar ji yeon sambil mengunci kancing bagian atas kemejanya. “tapi tadi untung saja onew bisa menahan diri, kau tahu penampilanmu tadi sangat menggoda.” Ujar minho. “jeongmal?” ji yeon mendekatkan wajahnya pada minho.

 

TBC

oke, author nognol lagi, mian ya lama postnya, soalnya author lagi sibuk akhir2 ini #PLAKK*sok sibuk* trus buat para readers jangan lupa RCL yaaaaaaa… buat para siders cpet2 tobat ya.. ^_~

May I love you part 5

May I love you part 5

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

Dongho U-kiss

Doo joon BEAST

IU (singer)

other cast : Mir MBLAQ

Krystal f(x)

Jun hyung BEAST

So yeon T-ara

G.O MBLAQ

 

~author POV~

Hari demi hari ji yeon lalui bersama cheondung, IU, lee joon, doo joon dll. Ji yeon semakin akrab dengan cheondung mereka sering bercanda dan jarang bertengkar dan tentu saja hal itu membuat krystal geram, setiap kali bertemu ji yeon selalu saja ada hal yang dia perbuat untuk menyakiti ji yeon. Tak terasa sudah 6 bulan ji yeon menjadi manager cheondung dan dia melaluinya dengan senang, pengobatan dongsaengnya pun berjalan lancar karena ji yeon mempunyai uang yang cukup untuk membiayai pengobatan adiknya karena gajinya sebagai manager lumayan besar. “ji yeon~aa” panggil IU pada ji yeon yang sedang menunggui cheondung pemotretan. IU menghampiri ji yeon dengan di ikuti lee joon, dongho, mir, junhyung dan doo joon, mereka memang sangat akrab sehingga kerap kali terlihat bersama. “ini,” lee joon menyodorkan sebuah undangan pernikahan. “undangan siapa ini?” Tanya ji yeon mengambil undangan itu. “itu undangan pernikahan G.O hyung dengan so yeon noona, kau datang ya..” ujar mir. “ooo.. so yeon eonni yang di t-ara itu ya?” tebak ji yeon. “tepat sekali.” Seru dongho. “kau akan datang kan?” Tanya doo joon. “tentu saja aku akan datang.” Sahut ji yeon. “kalau begitu kau ku jemput ya.” Tawar jun hyung. “andwae! Ji yeon akan pergi bersama cheondung oppa.” Tegas IU. “iyakan ji yeon?” lanjutnya. “eh,,, ne… “ sahut ji yeon, IU puas dengan jawaban ji yeon dan menjulurkan lidah pada junhyung yang berhasil membuat junhyung kesal. Malam pun tiba, cheondung yang merupakan anggota MBLAQ datang ke gedung tempat acara pernikahan akan di langsungkan lebih awal untuk membantu persiapan, dan ji yeon juga ikut. 30 menit sebelum acara di mulai, cheondung dan anggota MBLAQ lainnya siap2 di ruang ganti pria, sedangkan ji yeon sedang di dandani di ruang ganti wanita bersama so yeon. “yeoppo. Pantas saja cheondung memilihmu sebagai yeojachingunya.” Ujar so yeon.

 

~ji yeon POV~

yeoppo. Pantas saja cheondung memilihmu sebagai yeojachingu nya.” Ujar so yeon eonni saat kami sedang di dandani. Aku cukup kaget mendengarnya, yeojachingu? Hihihi, perutku geli mendengarnya, tapi jantungku juga berdebar saat mendengarnya, apa aku berharap seperti itu? Dan sepertinya aku memang berharap seperti itu, aih, ji yeon~aa hayalanmu itu tinggi sekali.. “hhhh.. aku bukan yeojachingunya, aku Cuma managernya kok.” Sahutku. “jeongmal? Padahal kalian sangat serasi loh.” Celetuk so yeon eonni yang berhasil membuat pipiku memerah. “hehehe, eonni bisa saja.” Sahutku. Akhirnya aku dan so yeon eonni selesai di dandani, so yeon eonni mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin terlihat sangat anggun. “neomu yeoppo eonni.” Pujiku. “gomawoyo.” Sahutnya, aku pun mengganti pakaianku dengan gaun di atas lutut berwarana peach, gaun yang benar-benar indah. “neomu yeoppo ji yeon~aa.” Puji so yeon eonni. “gomawo eonni.” Ujarku. “tak salah namamu ji yeon, kau memang cantik, secantik ji yeon dongsaengku di T-ara.” Ujar so yeon eonni. “mana mungkin, ji yeon yang di T-ara kan sangat cantik. Eonni bisa saja.” Ujarku sedikit malu. “tapi benar kok. Aku yakin cheondung akan terpesona olehmu.” Sahut so yeon eonni dan lagi2 membuatku malu dan menggoreskan rona merah di pipiku. Aku keluar ruang ganti duluan dari so yeon eonni.

 

~cheondung POV~

Aku sudah berada di tengah gedung bersama IU, member MBLAQ, BEAST dan U-Kiss menunggu acara di mulai, kulihat ji yeon keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun di atas lutut berwarna peach sungguh cantik. Aku benar2 terpesona meihatnya, dan sepertinya para member MBLAQ, BEAST dan U-Kiss juga terpesona melihat ji yeon.

 

~author POV~

Cheondung dan yang lainnya terus memperhatikan ji yeon. Ji yeon berjalan menghampiri mereka, “neomu yeoppo.” Seru dongho dan mir bersamaan yang mewakili pemikiran semua orang yang sedang melihat ji yeon. Ji yeon tersenyum membuatnya terlihat sangat cantik. “aigoo.. ji yeon~aa, neomu yeoppo. Benarkan oppa?” ujar IU sambil memandang cheondung. “e.. ne?” Tanya cheondung gelagapan. “aihh,, pikiranmu lagi melayang kemana sih oppa, tadi itu aku Tanya kal-“

kau juga cantik kok noona.” Ujar dongho memotong. “ne?” Tanya IU kaget. “aku bilang kau cantik noona. Neomu yeoppo.” Ujar dongho memamerkan senyum manisnya, IU hanya terdiam dan menunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya *suit,suit, si IU malu-malu euyyy hihihi#plakk/di gampar IU* “wuahh, dongho~aa lihatlah IU tersipu malu karena perkataanmu barusan.” Celetuk mir. PLETAKK “YA!” jitakan IU mendarat tepat di kepala mir. “auh, appo IU~aa” ringgis mir mengusap kepalanya yang baru kena jitak. “siapa suruh kau meledekku. ISHH” omel IU. Acara pernikahan so yeon dan G.O pun di mulai dan berlangsung dengan baik. “wah, ji yeon~aa, kau tahu, hari ini kau sungguh cantik, neomu yeoppo.” Puji junhyung di penghujung acara. “huh! Kalian itu terlalu berlebihan memperlakukan ji yeon, dia kan Cuma manager.” Ujar krystal sinis sambil menghampiri ji yeon dan yang lain. “apa yang kau bicarakan heoh?” sahut doojoon tak kalah sinis pada krystal. “apalagi kalau bukan tentang manager ini, hhh, dia ini kan hanya manager tapi kalian terlalu berlebihan memperlakukannya. Ish” krystal memandang ji yeon dari ujung kaki sampai kepala. “ya! Jaga mulut mu itu.” Ujar cheondung dingin dan berjalan mendekati ji yeon dan krystal. “cheondung, kau membela manager ini?” Tanya krystal tak percaya. “wae?” cheondung balik bertanya. “dia kan hanya manager bodoh yang tak tahu diri.” Ujar krystal. “jangan pernah kau menghina ji yeon lagi, karena dia bukan hanya managerku, tapi dia juga adalah yeojachinguku. Araseo?” ujar cheondung berbohong sontak membuat mereka semua kaget. “hhh. Aku tidak percaya! Mana mungkin kau menyukai yeoja seperti dia! Lagi pula apa buktinya? Heoh?!” ujar krystal yang sudah terlihat kesal. “gurae, ku beri kau bukti.” Cheondung menarik ji yeon ke pelukannya dan mendekatkan wajahnya pada ji yeon. “anggap saja saat ini kita sedang mabuk. Dan tutup matamu.” Bisik cheondung pada ji yeon. “ne?” CHU~ cheondung mengecup lembut bibir mungil ji yeon, spontan membuat ji yeon dan semua orang kaget, namun ji yeon segera teringat perkataan cheondung dan segera menutup matanya, tangan cheondung melingkar di pinggang ramping ji yeon dan yang satunya lagi memegang wajah ji yeon. Semua wartawan yang meliput acara pernikahan so yeon dan G.O segera mengabadikan kejadian itu dan dengan cepat memotretnya dari tiap sudut. Krystal tak dapat berkata apapun, bibirnya seakan membeku melihat cheondung berciuman dengan ji yeon hatinya memanas. leejoon dan yang lain juga terlihat kaget, sementara IU bersorak sorai sendirian melihat hal itu, tentu saja, karena dia memang menginginkan cheondung bersama ji yeon. “benarkan kataku.” Gumam so yeon. “mwoga?” Tanya G.O yang sudah resmi menjadi suaminya. “cheondung pasti menyukai ji yeon. Hihihi” sahut so yeon. “di sini kan kita pengantin nya tapi malah mereka yang berciuman.” Runggut G.O dan so yeon hanya tersenyum. “kajja.” Ujar cheondung melepas ciumannya. “odiga?” Tanya ji yeon membuka matanya, namun cheondung segera menarik tangan nya dan berlari ke tempat parkir menghindari para waratawan yang sebentar lagi pasti akan mewawancarai mereka, ji yeon terus berlari mengikuti cheondung yang masih terus menggenggam tangannya. “changkaman” ujar ji yeon, cheondung menghentikan langkahnya dan berbalik lalu melemparkan senyuman manis nya pada ji yeon. “ kalau tidak cepat2 wartawan akan segera mengerumuni kita. Kajja.” Ujar cheondung kembali menarik tangan ji yeon, mereka masuk ke dalam mobil dan segera melaju meninggalkan tempat acara pernikahan so yeon dan G.O di langsungkan, dari belakang terdengar para wartawan memanggil-manggil cheondung. “hufft.. hampir saja.” Ujar cheondung menyandarkan kepalanya di jok mobil, ji yeon masih terus diam.

 

~ji yeon POV~

Aigoo, apa yang barusan ku lakukan? Aku, aku berciuman dengan cheondung? Ne, walau pun ini sudah kedua kalinya kami berciuman, waktu itu kami mabuk hajiman kali ini,, kali ini jelas-jelas kami sadar. Omo! Sadar ji yeon, ayo kembalikan kesadaranmu. Tapi jujur saja aku menyukai hal itu. “kau pasti masih bingung ya?” Tanya cheondung. “ne..” sahutku menunduk karena aku yakin pasti wajahku sudah memerah. “aku benar2 sudah tidak tahan dengan perlakuan krystal yang seperti itu, makanya aku sengaja membuatnya kesal.” Jelas cheondung tersenyum manis ke arahku membuat jantungku rasanya berhenti berdetak. Omo! Cheondung benar2 sudah membuatku jatuh cinta. Walau pun dia menciumku hanya untuk membuat krystal kesal, tapi aku benar2 senang. hihihi

 

~author POV~

Keesokan harinya berita tentang cheondung dan ji yeon ditayang kan dan dimuat di berbagai media masa. Ji yeon yang semalam pulang ke rumahnya dengan malasnya bangkit dari tempat tidur menuju dapur untuk mengambil air minum dan berjalan kea rah TV, dengan mata yang masih setengah tertutup ji yeon menyalakan TV “uhuk, uhuk.” Ji yeon tersedak ketika sedang meneguk air minum karena melihat berita di acara gossip. “OMONA! Ottokhe?!” terang saja ji yeon kaget karena berita yang di acara gossip itu adalah berita tentang dirinya dan cheondung. Bo peep, bo peep, bo peep~aa. HP ji yeon berbunyi menandakan panggilan masuk, di layar tertera nama direktur choi.

yobosaeyo”

ji yeon~ssi, kau di mana?”

naega? Aku di rumah ku. Ada apa?”

sebaiknya kau jangan keluar hari ini, karena para wartawan sedang mencarimu untuk di wawancarai.”

oh, ye.” Tuuut.

 

~ji yeon POV~

Hufftt, kalau tidak keluar, jadi tidak bisa bertemu cheondung. Ku rebahkan tubuhku di atas kasur.

 

~cheondung POV~

Drrrttt. Ku lihat di layar HP ku, panggilan dari direktur choi.

yobosaeyo”

ya. Cheondung, sebaiknya kau jangan keluar rumah, karena pasti para wartawan akan mengejarmu, dan jangan bicara apapun tentang kejadian semalam. Araseo?”

ne, ne, araseo.” Tuuutt. Hufftt, ini semua gara2 krystal. Tapi, itu berarati hari ini ji yeon tak akan datang.

 

~author POV~

Sudah 3 hari direktur choi meminta ji yeon untuk tidak keluar rumah dan tidak bekerja.

 

~krystal POV~

Huh! Yeoja tidak tahu diri itu belum buka suara. ‘Gurae, kita lihat apa kau bisa selamanya aman seperti ini, PARK JI YEON’.

 

~author POV~

Krystal mencari informasi tentang ji yeon dan keluarganya. “bagus! Lihat sja park ji yeon aku akan membalas semua penghinaan yang ku terima.” Batin krystal. Krystal menyebarkan informasi yang tidak benar tentang asal usul ji yeon, krystal menyebarkan informasi bahawa ji yeon tidak mempunyai asal usul yang jelas, karena dia hanya tinggal sendirian tanpa sanak saudara. berita buruk tentang ji yeon pun beredar karena ji yeon adalah yeojachingu (palsu) dari cheondung seorang penyanyi yang sedang naik daun jadi berita itu cepat beredar dan hal itu tentu saja mempengaruhi reputasi cheondung. Presdir j.tune ent. Sangat kesal mendengar berita itu dia segera meminta direktur chooi untuk memanggil ji yeon dan menghadap padanya.

 

~ji yeon POV~

OMONA! Apa2an berita ini!?! drrtt.

ye direktur choi.”

ji yeon~ssi, sekarang juga kau ke kantor j.tune, presdir ingin kau menghadap.”

ye.” Tuutt. Aih, ottokhe?! Pasti presdir akan marah padaku. Siapa yang menyebarkan berita bodoh ini?! aish! Aku bergegas ke kantor J.tune untuk menghadap presdir. Tok, tok, tok. “masuk” terdengar suara presdir dari dalam ruangan, aku pun segera masuk. “annyeonghasaeyo presdir.” Ujarku membungkuk. “ji yeon~ssi, kau tahu kan kalau cheondung itu sedang berada di puncak ketenarannya.” Ujar presdir. “ye.”

media tahu kalau kau itu yeojachingunya dan berita buruk tentang kau pasti akan mempengaruhi karirnya.”

baik, nanti saya akan meluruskan berita jelek itu, karena berita itu memang tidak benar.”

tidak perlu.”

ye?”

kau tidak perlu bicara pada media, biarkan berita ini berlalu begitu saja dan kau juga tidak perlu bekerja sebagai manager cheondung karena hal itu akan sangat menarik perhatian media. Araseo?”

tapi presdir, saya-“

sudahlah. Apa kau ingin karir cheondung hancur berantakan?”

aku hanya menunduk menahan air mataku.

pergilah dan menjauhlah dari cheondung.”

ye.” aku keluar dari ruangan presdir dengan langkah gontai. Kenapa jadi seperti ini? aku tidak akn bisa bertemu cheondung lagi. Air mataku terus mengalir. Bagaiman dengan pengobatan yeon mi? kalau aku di pecat, bagaimana aku bisa membiayai pengobatan yeon mi? ya tuhan, kenapa bisa seperti ini. aku pergi ke rumah sakit untuk melihat dongsaengku yang masih terbaring lemah di tempat tidur. “yeon mi~aa, bagaimana kabarmu? Eum?” ujarku mengelus lembut rambut yeon mi, dongsaengku yang sangat kucintai.

 

~cheondung POV~

cheondung~aa.” Panggil direktur choi. “ne” sahutku. “kau di panggil presdir.” Ujarnya. “ne.” aku segera menemui presdir di ruangannya. “permisi, apa anda memanggilku?”

ne, duduklah.”

ada apa?”

aku sudah memecat ji yeon sebagai managermu.”

ye??” Tanya ku kaget.

ku rasa lebih baik dia tidak berada di sekitarmu karena itu akan mempengaruhi karirmu. Lagi pula jika dia tidak berada di dekatmu berita buruk yang menyangkut dirimu perlahan-lahan akan menghilang dengan sendirinya.”

tapikan..”

sudahlah. Ku lakukan ini demi kau, demi karirmu yang sekarang ini sedang berada di puncak. Araseo?”

ye.” Aku keluar ruangan presdir dengan kesal. Ada apa dengannya?! Bisa-bisanya dia mengatur hidupku seperti ini! AISH! ji yeon. Nama itu terlintas di pikiranku, kalau dia tidak menjadi managerku, berarti aku tidak bisa bertemu dengannya, ISH! Kenapa rasanya sesedih ini?

 

~author POV~

MWO?!” seru IU, dongho, mir, dan junhyung serempak. “ne, ji yeon di pecat jadi manager cheondung.” Jelas manager kim. “bagaimana bisa?” Tanya doojoon. “aku sudah menduga, hal ini pasti terjadi.” Ujar lee joon. “kasihan ji yeon noona.” Ujar dongho. “dia pasti sedih.” Tambah mir. “ingin sekali saat ini aku menghiburnya.” Timpal junhyung. “iya, aku ingin sekali bertemu ji yeon saat ini.” IU angkat bicara. “tapi kalau begini, bisa2 rencanaku gagal, huuuh” gumam IU. “rencana apa?” Tanya dongho yang mendengar gumaman IU. “a,, ne? a,, a,, aniyo.” Sahut IU gelagapan.

 

Backsound : SM the ballad – miss you

~ji yeon POV~

Hari demi hari ku lalui tanpa cheondung. “bogoshipeo..” gumam ku memandang layar HP ku, lebih tepatnya memandang fotoku dan cheondung sewaktu di pulau jeju. Tes~ air mata ku keluar begitu saja dari pelupuk mataku. Kenapa harus seperti ini? kenapa aku harus berpisah dengan cheondung di saat aku sudah sangat mencintainya, rasanya benar-benar menyakitkan, ingin rasanya kuteriakan nama mu sekencang mungkin cheondung~aa ‘saranghe kkugae bogoshipo jeongmal bogoshipo cheondung~aa’ tak bisakah aku bertemu cheondung walau hanya dalam mimpi karena sungguh saat ini aku benar-benar merindukannya, tawanya, kejailannya, senyum manisnya, dan tatapan matanya yang mampu membuat jantungku tak karuan tapi juga bisa membuatku tenang.

 

Sementara itu…

 

~cheondung POV~

Kenapa rasanya sesunyi ini? apa karena tak ada ji yeon? Tapi kenapa? Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkannya? Apa aku…? Aniya, tak mungkin. ku pandangi wajah ji yeon yang sedang tertawa di layar HP ku, lucu, sangat lucu, dia bisa membuatku tertawa setiap hari, tiba-tiba semua kejadian-kejadian yang telah ku lalui bersama ji yeon, mulai dari kejadian memalukan, lucu sampai….. aish! Rasanya benar2 hampa. tapi sebenarnya apa yang sedang kurasakan sekarang ini? apakah cinta? Ani, mungkin aku hanya kasihan karena ji yeon di pecat, tapi… kenapa rasa ini begitu mengusikku? Aish!

 

~author POV~

Tak terasa sudah 1 bulan ji yeon tidak menjadi manager cheondung lagi, uangnya pun semakin menipis sementara pengobatan dongsaengnya memerlukan biaya yang banyak. Tok, tok, tok “masuk” ujar ji yeon dari dalam kamar rawat dongsaengnya, seorang suster pun masuk. “permisi agashi, saya hanya ingin mengingatkan kalau anda harus segera membayar administrasi agar pengobatan dongsaengmu bisa segera di lanjutkan karena sejujurnya kondisi dongsaeng mu semakin memburuk.” Jelas suster itu. “ne, arayo.” Sahut ji yeon lemas. “gurae, saya keluar dulu.” Ujar suster itu.

 

~ji yeon POV~

gurae, saya keluar dulu.” Ujar suster itu. “ne.” sahutku tersenyum kecut. “yeon mi~aa, mianhe, aku bukan eonni yang baik, aku tak dapat melaksanakan tugasku dengan baik,, mianhe, jeongmal mianhe.” Ujarku pada yeon mi yang masih koma, ku genggam erat tangannya, sungguh aku tak ingin kehilangan yeon mi, ‘sejujurnya kondisi dongsaeng mu semakin memburuk’ perkataan suster tadi terus terngiang di telingaku. Segera ku hapus air mataku dan bergegas keluar kamar. ‘pokoknya aku harus dapat kerja dan membayar pengobatan yeon mi’ tekad ku. Aku terus berkeliling mencari pekerjaan. Drrttt

yobosaeyo”

apakah ini dengan ji yeon agashi?”

ne, nugusaeyo?”

ini dari rumah sakit tempat dongsaeng anda di rawat.”

ada apa? Apa yang terjadi?”

yeon mi dalam keadaan kritis.”

mwo?!” air mataku mengalir deras di pipi ku. Ya tuhan, kumohon lindungilah yeon mi. aku berlari sekencang mungkin ke rumah sakit dengan air mata yang masih terus mengalir deras di wajahku.

 

~doo joon POV~

Aku sedang dalam perjalan pulang ke apartemen, namun mataku segera tertuju pada seorang yeoja yang sedang berlari dan,, menangis? Kenapa ji yeon menangis. Ku hampiri ji yeon yang sedang berlari. “ji yeon~aa, kau mau kemana? Ayo ku antar.” Ujarku dari dalam mobil. “a,, aku mau ke rumah sakit.”

naikalah.”

ne”

Aku dan ji yeon pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. “siapa yang sakit? Dan… kenapa,, kenapa kau menangis?” tanyaku. “dongsaengku, dia sekarang sedang kritis di rumah sakit.”

dongsaeng? Kau punya dongsaeng?” tanyaku heran karena selama ini dia tak pernah cerita kalau dia punya seorang dongsaeng. “ne.” kami pun sampai di rumah sakit yang di tuju ji yeon, dengan cepat ji yeon berlari menyusuri koridor rumah sakit dia terlihat begitu panik. “dokter, bagaimana keadaan yeon mi? Ku mohon selamatkan dia.” Ujar ji yeon pada dokter yang baru saja keluar dari UGD. “maaf agashi, dongsaengmu, tidak dapat tertolong karena kondisinya sudah sangat parah.” Ujar dokter itu. “mwo? Mworagayo?” ku lihat air mata mengalir dari pelupuk mata ji yeon.

 

~ji yeon POV~

maaf agashi, dongsaengmu, tidak dapat tertolong karena kondisinya sudah sangat parah.” Ujar dokter itu. “mwo? Mworagayo?” air mataku tak dapat kutahan lagi. Yeon mi……. kenapa kau tinggalkan aku heoh? “andwae, andwae…” tangisku semakin menjadi. Tuhan,, kenapa kau berikan cobaan sebesar ini, aku tidak kuat menanggungnya. Perlahan ku buka kain putih yang menutupi wajah yeon mi, pucat wajahnya sangat pucat namun terlihat tenang. “yeon mi~aa saranghe.” Ujarku menatap tubuh yeon mi yang terbujur kaku, tangisku semakin menjadi.

 

~doojoon POV~

ji yeon~aa, uljima, eum” ujarku merengkuh ji yeon berusaha menenangkan nya, rasanya benar2 sakit saat melihatnya menangis dan terluka, aku sudah terlanjur menyayanginya sehingga aku benar2 tak bisa melihatnya seperti ini.

 

~leejoon POV~

Saat aku berjalan di koridor ruah sakit setelah menjenguk temanku ku lihat seorang yang sangat ku kenal sedang berlari menuju UGD di belakangnya ku lihat doojoon juga berlari mengikutinya. Ada apa dengan ji yeon? Kenapa dia terlihat begitu panik? Siapa yang sakit? Kenapa dia bersama doojoon? Karena penasaran, ku ikuti mereka sampai saat ku dengar percakapan ji yeon dengan seorang dokter. “maaf agashi, dongsaengmu, tidak dapat tertolong karena kondisinya sudah sangat parah.” Ujar dokter itu. “mwo? Mworagayo?” air mata ji yeon mengalir di wjahnya. ‘dongsaeng? Kenapa selama ini dia tidak pernah cerita kalau dia punya dongsaeng?’ batinku. “andwae, andwae…” tangisnya semakin menjadi, aku tak tahan melihat ji yeon seperti itu, rasanya benar-benar perih. Ji yeon dan doojoon masuk ke dalam UGD, ku ikuti mereka ku lihat ji yeon berdiri di samping tubuh seorang yeoja yang terbujur kaku, ku rasa itu dongsaeng nya yang di maksud tadi. Ji yeon menangis di samping dongsaengnya itu, doojoon merengkuhnya dan menenangkanya, sakit seklai melihat ji yeon bersama doojoon. Drrttt

 

From: doojoon

 

Sekarang aku bersama ji yeon di rumah sakit seoul center, dongsaengnya baru saja meninggal.

 

Sepertinya di send all oleh doojoon.

 

—————

~ji yeon POV~

Hari ini yeon mi di kremasi, berat rasanya melepaskan yeon mi satu-satunya keluarga yang ku miliki. Sekarang aku sendiri, benar-benar sendiri. “ji yeon~aa, kajja ku antar pulang.” Ujar leejoon oppa merengkuh bahu ku, aku hanya menurut dan masuk ke dalam mobil leejoon oppa. “ji yeon~aa,,,” ujar leejoon oppa sesampai di depan rumahku. “nan gwenchana oppa..” sahutku. “istirahatlah.”, “ne.” aku pun masuk kedalam rumah yang penuh kenangan ku bersama kedua orang tua ku juga dongsaengku.

 

~cheondung POV~

Kulihat ji yeon di rengkuh leejoon dan mengantarnya pulang, ji yeon~aa ingin sekali saat ini aku menghiburmu dan meminta maaf karena karena aku kau di pecat sehingga kau tidak dapat membiayai pengobatan dongsaengmu. Mianhe ji yeon~aa. Ku putuskan malam ini untuk menemui ji yeon di rumahnya.

 

TBC

May I love you part 4

May I love you part 4

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

Dongho U-kiss

Doo joon BEAST

IU (singer)

other cast : Haewon X-5

Mir MBLAQ

Krystal f(x)

Jun hyung BEAST

 

~author POV~

ne, kajja kita mulai permainannya.” Seru G.O bersemangat. Mereka mulai memutar botol dan botol itu berhenti pada…ji yeon. “ah, ji yeon~ssi sepertinya ini hari baikmu hahaha.” Gurau seungho. “gurae, pertanyaannya… berapa kali kau ciuman?” Tanya manager kim yang sudah sedikit mabuk. “ne?” Tanya ji yeon heran. “palli, pilih jujur atau meminum arak ini. Hihihi” ujar manager kim. “hhuuhh..” ji yeon mengembungkan pipinya dan kemudian dengan terpaksa meminum 2 gelas arak. “ishh” gerutu ji yeon. “hahahaha, lihatlah wajahnya memerah.. hahaha” mereka semua menertawakan wajah ji yeon yang memerah karena sudah mulai mabuk. “ayo putar lagi..” seru seung ho. Botol di putar dan berhenti pada.. lee joon “ya, lee joon, pertanyaannya… uhmm,, apa kau masih menyukai hyosung?” Tanya direktur cheoi antusias. “…..” lee joon diam dan mengambil arak dan meminumnya. “wahhhh… gurae, mulai lagi.” Ujar G.O botol kembali di putar dan akhirnya berhenti pada cheondung. “wahhh, hyung, uhmm, siapa yeoja yang sukai sekarang?” Tanya mir penasaran. “YA!” seru cheondung. “wae? Palli jawab. hihihihi” Ujar mir. “berikan aku araknya.” Ujar cheondung terpaksa meminum 2 gelas arak. Permainan terus berlanjut sampai mereka semua akhirnya mabuk. Manager kim segera menelpon supir kang untuk menjemput mereka dan mengantarkan ke rumah masing2 karena mereka tidak mungkin mengemudi dalam keadaan mabuk, supir kang segera datang dan membawa cheondung dan ji yeon ke apartemen cheondung.

 

@apartemen cheondung

 

~author POV~

Cheondung berjalan sempoyongan memapah ji yeon keduanya sama2 sudah mabuk karena lebih banyak memilih meminum arak dari pada menjawab pertanyaan “aish, kepalaku,, ughhh..” ujar ji yeon. “wae? Heoh?” Tanya cheondung. “ani.. hehehehe” sahut ji yeon terkekeh, ne, mereka sudah sangat mabuk. Cheondung memapah ji yeon sampai kekamarnya, dan merebahkan ji yeon ke tempat tidur tapi saat dia merebahkan ji yeon dia malah ikut jatuh alhasil tubuhnya menimpa tubuh ji yeon dan……

Backsound : T-ara (hyomin-ji yeon) & seeya boram – coffe over milk (ost. Coffe house)

chu~ bibir cheondung jatuh tepat di bibir ji yeon, spontan ji yeon dan cheondung membelalakan matanya tapi, bukannya berdiri cheondung yang sudah mabuk malah menutup matanya dan menikmati ciuman itu dan parahnya ji yeon yang juga sudah mabuk ikut memejamkan matanya.

 

Keesokan harinya..

 

~ji yeon POV~

ugh,, kepalaku..” aku bangun dengan kepala yang sedikit pusing, ini pasti efek dari semalam, aish! Kenapa mereka membuat game seperti itu sih jadinya kan aku tidak bisa menjawab. Huh! Eh, tapi semalam…

Flashback

Aku di papah cheondung menuju kamar lalu di baringkan lalu chu~ bibir cheondung jatuh tepat di bibir ku, spontan aku membelalakan mata tapi, cheondung belum bangkit juga parahnya aku malah memejamkan mataku menikmati ciuman itu.

Flashback END

OMONA! AISH! PABBOYA! Kenapa? Kenapa semalam aku malah menutup mataku?! Aish! Ji yeon kau sungguh pabbo! Ottokhe?! Huahhhh memalukan. Eomma…… ottokhe?!?! Heoh?!? Apa aku menyukai ciuman itu?! Ah, ani, ani. Mabuk?! Tapi, jelas2 semalam aku,,, Aihhhhhhhhhhhh.. aku memukul kepalaku sendiri dan mengacak-ngacak rambutku frustasi.

 

~cheondung POV~

hoammm” rasanya mengantuk sekali.. semalam mereka benar2 menyebalkan, untuk apa membuat game seperti it. Huh. Semalam..

Flashback

Aku memapah ji yeon menuju kamarnya lalu ku baringkan tapi aku malah jatuh dan.. chu~ bibirku jatuh tepat di ji yeon, spontan aku membelalakan mata tapi, aku yang sudah mabuk bukannya berdiri, malah menutup mataku menikmati ciuman itu.

Flashback END

AIGOO! WAE?! AISH! Kenapa aku.. kenapa aku menutup mataku malam itu?! Dan malah menikmati ciuman itu! ISH! Pabbo! AHH! Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. AISH! JJINJJA! apa yang harus kulakukan kalau bertemu ji yeon?! Uhmm.. naluri? Ani, ani, tak sadarkan diri? AHH! MOLLA! Alasan apa yang harus ku berikan?! Jelas2 semalam aku tahu tapi… AISH! Aku malah… AISH! Ini semua gara2 mereka membuatku mabuk. AAAISH!

 

~ji yeon POV~

Aku segera keluar kamar untuk membuat sarapan agar bisa menghindari cheondung. Saat membuka pintu aku melongo keluar dan tak menemukan cheondung, baguslah, tapi saat aku berjalan hendak ke kamar mandi… OMO! Cheondung baru saja keluar dari kamar mandi. Ottokhe?! Aih, memalukan sekali, semoga dia tidak mengingat kejadian semalam. Tapi, pandanganku segera beralih ke.. aih, kenapa aku jadi menatap bibir cheondung?! Ani, ani ji yeon~aa..

 

~cheondung POV~

Saat aku keluar kamar mandi aku berpapasan dengan ji yeon, aih, kenapa jadi seperti ini?! Ahh! Aku malu sekali, semoga saja dia tidak mengingat kejadian semalam. Tapi mataku beralih pada, aih, bibir ji yeon? Kenapa aku.. bibirnya, pink, mungil dan,, ani, ani, cheondung~aa, kejadian semalam itu semata—mata karena kau mabuk araseo?! Ne, mabuk.

 

~author POV~

Ji yeon dan cheondung sama2 menjadi salah tingkah. Dengan cepat ji yeon berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi ji yeon kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, ne, melihat ji yeon yang hampir terjatuh spontan cheondung menopang tubuh ji yeon dan alhasil ji yeon jatuh ke pelukan cheondung.

 

~ji yeon POV~

Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi aku kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, hampir? Ne, cheondung menopang tubuh ku dan alhasil aku jatuh ke pelukan cheondung. Mata kami bertemu, deg, jantungku, aih, jangan lagi, kalau seperti ini terus bisa2 jantungku copot. Kenapa, kenapa saat menatapnya jantungku jadi begini? Aih, mau menghindar malah jatuh ke pelukannya.

 

~cheondung POV~

Ji yeon berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi dia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, spontan aku segera menopang tubuh nya dan alhasil ji yeon jatuh ke pelukanku. Mata kami bertemu, deg, menatapnya kenapa jantung ku jadi seperti ini? Aigoo.

 

~author POV~

Ji yeon segera berdiri dari pelukan cheondung. “ehm, a, aku m,, mandi dulu..” ujar ji yeon canggung dan segera masuk ke kamar mandi. Selesai mandi ji yeon segera menyiapkan sarapan dan mereka pun sarapan bersama-sama. “uhmm.. soal, yang semalam itu..” ujar cheondung di tengah sarapan “uhuk..” ji yeon yang sedang menelan makanannya tersedak karena kaget, seketika semburat merah muncul di pipinya. “euhmm itu.. kau,,, kau tahu kan semalam itu..” ujar cheondung berusaha menjelaskan. “ah, ne, araseo.. semalam kita,, kita kan mabuk jadi..” ucapan ji yeon terhenti. “jadi lebih baik kita lupakan saja kejadian semalam, ne?” lanjut cheondung. “eoh, ne.. hehehe” ji yeon berusaha mencairkan suasana dengan tawa garingnya. “benar. Hehehehe” sahut cheondung, tapi suasana masih terasa sedikit canggung.

 

———————–

~author POV~

Keesokan harinya ji yeon dan cheondung pergi ke kantor J.Tune Ent. “wahh, cheondung~ssi, kebetulan kau datang, aku ada kabar bagus untukmu.” Seru direktur choi. “mwoga?” Tanya cheondung penasaran. “kau tahu, penjualan mini album solo mu mencapai angka yang fantastis.” Jelas direktur choi. “jeongmal?” Tanya cheondung memastikan. “wahhhh chukkae cheondung~aa“ seru ji yeon. “tentu saja, dan perusahaan memberimu bonus, yaitu liburan selama 4 hari, dan tempatnya kau yang tentukan.” Ujar direktur choi. “wah, kemana ya..?” gumam cheondung. “oh ya, manager park, kau juga mendapat bonus, karena kau dapat me manage jadwal cheondung dengan baik sehingga promosinya berjalan lancar, jadi kau akan pegi liburan bersama cheondung.” Jelas direktur choi. “liburan? Wahh.. gamsahamnida.” seru ji yeon berbinar-binar. “uhm, aku mau ke pulau jeju saja.” Ujar cheondung. “mwo? Kenapa kau memilih jeju?” Tanya direktur choi heran. “soalnya kalau ke luar negri aku rasa sudah biasa, lagi pula aku ke pulau jeju baru sekali dan itu pun hanya sehari.” Sahut cheondung sambil menyeruput ice capucino nya. “ya sudah kalau itu mau mu. Kau bisa berangkat besok bersama manager park.” Ujar direktur choi. “ne.” sahut cheondung.

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Wahhh hari ini menyenangkan sekali, mendapat liburan ke pulau jeju selama 4 hari, hihihi senangnya bisa santai juga. Aku merapikan pakaian ku di dalam koper setelah itu ku tatap diriku dari bawah sampai atas di depan kaca, rapih. Aku bergegas keluar kamar dan mendapati cheondung yang sudah duduk di ruang tengah dengan rapih. “sudah siap?” tanyanya. “hu’um” aku mengangguk manta dengan senyum merekah. “kajja.” Cheondung berjalan mendahuluiku.

 

~cheondung POV~

Aku dan ji yeon sudah berada di dalam pesawat menuju pulau jeju. Kami berangkat tepat pukul 05.30 pagi, ji yeon yang duduk di samping ku terlihat begitu mengantuk, tak lama kulihat dia sudah terlelap dengan menyandarkan kepalanya di kursi pesawat, ku perhatikan setiap lekuk wajahnya, matanya indah, hidung nya mancung, kulitnya putih bersih, bibirnya pink mungil, yeoppo. Aih, apa yang kau pikirkan cheondung?! Tapi kalau di lihat wajahnya begitu manis apalagi jika sedang tertidur seperti ini benar-benar seperti bidadari. Perlahan ku letakan kepalanya di bahuku agar tidurnya lebih nyaman. “eghh..” ji yeon mulai menggeliat, sepertinya dia sudah bangun, dia menoleh ke arahku. “eh, kenapa aku bisa..”

ya! Kalau mau tidur jangan di bahuku dong.” Ujarku berbohong, mana mungkin aku mengatakan kalau aku yang menaruh kepalanya di bahuku. *cie, cie, si cheondung gengsi#abaikan* “hehehe, mian, soalnya tadi aku menyandarkan kepalaku di kursi ehh, malah jatuh di bahumu. Hehehe” ujar ji yeon cengengesan. Hahaha lucu sekali dia, padahal aku yang meletakan kepalanya di bahuku, ckckckck. Yeoja ini benar2 lucu.

 

~author POV~

Tak terasa ji yeon dan cheondung sudah sampai di pulau jeju. “wuahhh, yeoppo..” seru ji yeon melihat alam pulau jeju yang begitu indah, ji yeon segera berlari kea rah taman bunga yang beragam warna Dan cheondung hanya tersenyum melihat tingkah ji yeon. Setelah puas melihat-lihat ji yeon kembali ke hotel bersama cheondung untuk istirahat. “istirahatlah, besok kita akan jalan-jalan lagi.” Ujar cheondung pada ji yeon sesampai di depan kamar ji yeon yang berhadapan dengan kamr cheondung. “ne, annyeong jumuseyo.” Sahut ji yeon dengan eye smile nya. “ne..” keduanya pun masuk kamar masing-masing.

 

~ji yeon POV~

Hufftt… aku menghempaskan tubuhku di atas kasur empuk hotel mewah ini. sungguh menyenangkan. Deg, aih, kenapa tiba-tiba aku jadi berpikir tentang cheondung, wae? Kenapa aku sering sekali memikirkannya, saat di dekatnya rasanya nyaman dan tenang. Ji yeon~aa, ada apa sebenarnya dengan mu ini heoh? Cheondung, nama itu, nama itu selalu menghiasi pikiran ku, sungguh ini perasaan yang sulit di jelaskan. Saat bersamanya, nyaman tapi jantungku juga berdegup kencang apalagi saat dia menggenggam tangan ku, yahh walaupun ku rasa baginya itu biasa saja, tapi bagiku itu sungguh mendebarkan. Pipiku memanas, tiba-tiba saja aku teringat kejadian malam itu, saat aku mabuk, aihhhh memalukan sekali.

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Hari itu adalah hari kedua kami di pulau jeju, di kamar aku sudah bersiap-siap dengan celana jeans pendek dan t-shirt lengan panjang berwarna kuning. Selesai merapikan dandanan ku di depan cermin, aku segera memakai sepatu kets ku. “ok! Selesai” gumamku. Tok, tok, tok. “ji yeon~aa, kau sudah selesai?” terdengar suara cheondung dari luar kamar. “ne.” aku membuka pintu. “kajja.” Cheondung menggenggam tanganku, deg, aih, perasaan ini lagi, semoga wajahku tidak memerah. “changkaman, aku kunci pintu dulu.” Ujarku. “ne.” sahut cheondung. Aku dan cheondung pergi ke pantai, benar-benar indah, pulau jeju memang cantik. Aku melepas sepatu ku dan berlari ke pantai aku memain-mainkan air laut yang terasa hangat. “cheondung~aa, kemarilah.” Ajaku. “ne, aku titip HP ku di tasmu ya.” Sahutnya yang ku balas dengan anggukan. Cheondung berjalan ke arahku dan menyipratkan air ke arahku. “ya!” ujarku kesal karena di ciprat air. Tanpa pikir panjang, aku juga menyiprat kan air padanya. “ya!” ujarnya kesal. “hahahahahha” aku hanya tertawa melihat tampang kesalnya dan kembali menyipratkan air padanya. “ya! Park ji yeon!” ujarnya kesal dan aku hanya menjulurkan lidah yang berhasil membuatnya mengejarku, aku terus berlari menghindarinya terang saja kalau tertangkap olehnya pasti aku akan basah kuyup. “hahahahaha” aku terus tertawa menghindarinya, tapi ternyata dia berhasil menangkapku, deg, dia memelukku dari belakang, omo! Dia memelukku? Ani, ani ji yeon~aa cheondung hanya berusaha menahanmu agar dia bisa menyipratkan air padamu.”kau tidak bisa lari lagi. Hahahaha” ujarnya, Tapi kami malah kehilangan keseimbangan karena ombak laut dan terjatuh, alhasil kemi berdua menjadi basah kuyup, kami saling pandang dan tertawa melihat keadaan masing-masing yang telah basah kuyup. Setelah makan malam aku dan cheondung kembali ke kamar masing2.

 

~cheondung POV~

Huftt.. ku rebahkan tubuhku di atas kasur, hari ini cukup melelahkan tapi juga menyenangkan. Ji yeon, yeoja itu benar2 lucu, dia bisa membuatku tertawa sepanjang hari dengan segala tingkah lakunya. Aih, kenapa aku malah memikirkannya? Ani cheondung~aa, dia itu hanya managermu, tak lebih lagi pula mana mungkin aku menyukainya. Sudahlah, sebaiknya aku tidur saja.

 

Keesokan harinya…

 

~cheondung POV~

Hari ini hari ketiga aku dan ji yeon di pulau jeju. Di kamar aku sedang bersiap-siap untuk hari ini. HP ku kemana? Aku terus mencari-cari HP ku yang entah ada di mana, aish! Kemana sih? Oh iya! Aku baru ingat, HP ku kemarin kutitipkan di tas ji yeon. Aku segera ke luar kamar. Tok, tok, tok. Ku ketuk pintu kamar ji yeon namun tak di buk juga. Ke mana sih dia?

 

~author POV~

Cheondung terus mengetuk pintu kamar ji yeon namun tidak di buka juga karena ji yeon sedang berada di kamar mandi, klek, cheondung membuka pintu kamar ji yeon yang lupa di kunci oleh ji yeon setelah dia selesai jogging tadi pagi. Di saat cheondung baru mau masuk ke kamarnya ji yeon juga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, kedua spontan kaget.

 

~ji yeon POV~

Di saat aku keluar kamar mandi menggunakan handuk. OMO! Cheondung sedang berdiri di depan pintu kamar ku. Aigoo! Aku malu sekali. Ottokhe?! Aku yakin pasti wajahku sudah memerah.

 

~author POV~

Cheondung dan ji yeon sama2 kaget dan terdiam sejenak. “eh, mian” cheondung berbalik dan keluar kamar ji yeon. Sementara itu ji yeon masih bengong saking malunya. “sadar jiyeon” ji yeon menepuk-nepuk pipipnya dan menggelengkan keplanya. “OMONA!” jerit ji yeon frustasi. “aigoo! Kenpa selalu terjadi kejadian memalukan seperti ini? huahhh” umpat ji yeon mondar mandir tidak jelas. Setelah selesai berpakaian ji yeon perlahan membuka pintu kamarnya. “mian soal yang tadi, aku, aku hanya ingin mengambil HP ku yang ku titipkan padamu kemarin.” Ujar cheondung sedikit malu. “ah, ne, sebentar, ku ambilkan.” Sahut ji yeon ke kamarnya dan segera kembali membawa HP cheondung. “ini” ji yeon memberikan HP cheondung. “ne, gomawo.” Sahut cheondung. Hari itu mereka gunakan untuk melihat-lihat barang2 yang dapat di beli. Setelah selesai membeli souvenir, mereka kembali ke hotel. “ji yeon~aa, 1 jam lagi aku tunggu kau di lobi hotel. Berpakaian lah yang rapih.” Ujar cheondung. “ne, hajiman, kita mau kemana?” Tanya ji yeon. “sudah sana siap2 saja.” Sahut cheondung masuk ke kamarnya. Ji yeon hanya menurut, dia segera mandi dan bersiap-siap dengan pakaian yang rapih, dia memakai dress berwarna blu shapire selutut, sangat cantik. Ji yeon segera ke lobi sesuai permintaan cheondung. Cheondung yang sudah menunggu ji yeon segera bangkit dari duduknya setelah melihat ji yeon berjalan ke arahnya. “kajja” ujar cheondung. “odiga?” Tanya ji yeon. “makan malam. Kajja.” Sahut cheondung. Ji yeon dan cheondung sudah sampai di sebuah restoran mewah. Mereka segera memesan makanan dan tak berapa lama pesanan mereka datang, mereka pun melahap makanannya. Seusai mereka menyantap maka malam, “Wah, pengunjung sekalian, sepertinya kita kedatangan tamu special. Kalian tentunya tahu cheondung kan? Salah satu personel MBLAQ.” Ujar mc di restoran yang setiap malamnya menyajikan hiburan. Terdengar bisik-bisik para pengunjung yang telah menyadari kehadiran cheondung. “cheondung~ssi, bagaimana kalau kau menyumbangkan satu lagu malam ini.” ujar mc itu lagi, cheondung akhirnya naik ke atas panggung untuk menyumbangkan lagu dengan memainkan piano, dia menyanyikan lagu dari MBLAQ – my dream dengan lantunan indah dari piano berhasil memukau para pengunjung.

 

~ji yeon POV~

Sempurna. Aku kini tidak dapat mengalihkan pandanganku dari cheondung yang tengah menyanyi dengan memainkan piano, dia benar-benar sudah menghipnotisku. Merdu, sangat merdu, suaranya dapat kurasakan, hati ku bergetar saat mendengarnya, dia benar-benar memukau, ku rasa,,, aku memang benar-benar sudah jatuh cinta pada cheondung…. Semakin lama, semakin terasa dan tidak dapat di pungkiri lagi. Selama cheondung menyanyi pandanganku tertuju padanya dan rasanya tak ingin kualihkan sedetikpun. Aku benar-benar tidak menyangka bisa menyukainya seperti ini. saranghe cheondung~aa

 

~author POV~

Hari ini adalah hari terakhir ji yeon dan cheondung berada di pulau jeju, karena jadwal keberangkatan pesawat yang mereka tumpangi nanti pukul 05.00 sore jadi mereka mengisi waktu sambil menunggu sore dengan pergi ke padang rumput, di sana cheondung menyewa seekor kuda, cheondung berkuda di padang rumput hijau yang sangat luas.

 

~ji yeon POV~

Keran sekali. Ku perhatikan cheondung yang sedang berkuda di tengah padang rumput, dengan kuda putih yang di sewanya, sungguh keren, membuatku semakin terpesona dengan celana dan kemeja putih menunggang kuda putih. ‘pangeran berkuda putih’ hihihi hal itu tiba2 terlintas di pikiranku. Cheondung, pangeran berkuda kuda putih yang datang menjemputku. Hihihihi.

ya!”

ji yeon~aa”

YA! PARK JI YEON!” teriakan cheondung berhasil membuyarkan lamunanku. “ah, ne? w, wae?” sahutku gelagapan. “kau ini kenapa sih? Dari tadi senyum2 sendiri, saat ku panggil malah tidak menjawab.” Ujar cheondung. “e, e..”

aneh!” lanjutnya sembari meninggalkanku. “YA! Mworagoyo?!” ujarku kesal. “aneh! Ku bilang kau aneh. Wae?” tanyanya santai. “ISH!” aku hanya dapat menggerutu. Tak terasa sudah jam 4 kami pun bergegas ke bandara. Tepat pukul 5 kami lepas landas dari pulau jeju menuju seoul.

 

~author POV~

Saat ji yeon masuk ke pesawat dan hendak duduk di tempat duduknya yang berada di samping cheondung tiba-tiba sorang ahjuma hamil datang dan langsung duduk di tempat duduk ji yeon. “ehm, permisi ahjuma, sepertinya anda salah tempat soalnya itu tempat duduk ku.” Ujar ji yeon sopan. “ne, araseo, hajiman, bisakah kita bertukar tempat duduk, aku duduk di kursimu dank au duduk di kursiku, ne? soalnya anak di perut ku pengennya duduk di dekat cheondung, personel termanis di MBLAQ, huahh kyeopta.” Jelas ahjuma itu sambil mencubit-cubit pipi cheondung. Cheondung terlihat sangat kesal. “tapi ahjuma, itu kan kur-“ sebelum cheondung menyelesaikan perkataannya ji yeon sudah memotong. “ah, ne, boleh kok, hajiman, kalau boleh tahu di mana kursi ahjuma yang harus ku duduki.” Sahut ji yeon lembut. “ya!” bisik cheondung dan menatap ji yeon tajam. “ah, di depan sana, 3 kursi sebelum kursi ini.” jelas ahjuma hamil itu sambil menunjuk kursi kosong di samping seorang namja tampan. “oh, ne. aku permisi ya.” Sahut ji yeon berjalan kea rah kursi yang di tunjuk ahjuma itu. Ji yeon segera duduk di kursi itu. Sepanjang perjalanan ke seoul ahjuma itu terus saja menganggu ketenangan cheondung, dengan senyum yang sangat di paksakan cheondung meladeni setiap ocehan ahjuma itu.

 

~cheondung POV~

Aish! Awas kau park ji yeon. Omo! Apa-apaan itu?! Ji yeon tertidur di bahu namja itu, aigoo, awas saja kau. Huh!

 

~haewon POV~

Pluk… tiba-tiba kepala yeoja yang duduk di sampingku jatuh ke bahuku, sepertinya dia ketiduran, biarkan sajalah, sepertinya dia kelelahan. Ku biarkan kepala yeoja itu berada di bahuku. Aneh, rasanya aneh, kenapa aku bisa membiarkan seseorang yang bahkan aku tak tahu siapa namanya bersandar dan tidur di bahuku. Ku lirik wajah yeoja yang sedang tidur di bahuku, yeoppo, saat tidur dia seperti bidadari, semuanya terlihat sempurna.

 

~ji yeon POV~

nona, nona” terdengar sayup-sayup suara seorang namja, perlahan kubuka kelopak mataku yang terasa berat. “uhmm, ne..” ujarku masih malas. “pesawatnya sudah mendarat, kita sudah sampai di seoul nona.” Ujar namja itu. Dan sekarang aku benar2 tersadar sedari tadi aku tertidur di bahu namja itu, aih, ji yeon pabbo, bisa-bisanya aku tertidur di bahu seorang namja yang tak ku kenal. “eh, chosonghamnida, aku tertidur di bahumu.” Ujarku tak enak. “ne, gwenchana.” Sahut namja itu mengembangkan senyumnya yang manis kemudian berlalu dari hadapanku. Aku pun segera menghampiri cheondung dan ahjuma hamil itu dan turun dari pesawat. “Cheondung~aa, ahjuma pergi dulu ya, annyeong..” ujar ahjuma itu sambil mencubit pipi cheondung dengan gemas. “wuahh, sepertinya ahjuma itu sangat menyukaimu. Hahahaha” ujarku setelah ahjuma itu pergi. “YA! Kau sengaja kan? Supaya aku bisa di ganggu ahjuma itu?! Huh!” gerutu cheondung. “aniya. Aku hanya kasihan saja, ahjuma itu kan sedang hamil, jadi kuturuti saja keinginannya.” Sahut ji yeon mengembungkan pipinya menahan tawa. “bilang saja kalau kau mau duduk di samping namja tadi, dan tidur di bahunya.” Tuduh cheondung. “mwo? Apa masudmu? Tadi itu aku ketiduran dan tidak sengaja kepalaku jatuh di bahu namja itu. Ka jangan sembarangan menuduh.” Aku berusaha menjelaskannya pada cheondung. “sudahlah, lagi pula apa peduliku” sahut cheondung berjalan mendahuluiku. “huuuhh! Aneh!” ujarku setengah berteriak.

TBC

otthe? kalau mau FF nya lanjut, di komen ya….. ^_~