Arsip Tag: gongchan

Ugly or Pretty part 12 (END)

Ugly or Pretty part 12 (END)

Author : choi hee young
Length : chaptered
Genre : romance
Cast : Park ji yeon T-ARA
            Jung jinyoung B1A4
             Lee ji eun / IU
             Key shinee
             Suzy Miss A
             L.joe Teen Top
              Gongchan B1A4
              Baro B1A4
Support cast : Chunji Teen Top
                            Sulli f(x)
                            Krystal f(x)
Lanjutkan membaca Ugly or Pretty part 12 (END)
Iklan

Ugly or Pretty part 11

Ugly or Pretty part 11

Author      : choi hee young

Length      : chaptered

Genre       : romance

Cast          : Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Lee ji eun / IU

Key shinee

Suzy Miss A

L.joe Teen Top

Gongchan B1A4

Baro B1A4

Support cast : luna f(x)

~Author POV~

Hari ini seperti biasanya jiyeon jalan kaki menuju halte bis, tapi saat dalam perjalanan tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkannya. “jiyeon~aa, kajja, naiklah.” Ajak si pengemudi mobil. “ne?”

————–

~Author POV~

“OMO..!!” pekik seorang siswa melihat seorang namja dan yeoja yang sedang berjalan di koridor sambil bergandengan tangan, pasalnya si namja adalah namja popular di sekolah itu sedangkan si yeoja hanya yeoja biasa yang bahkan jarang terekspos. “key~aa.” Panggil seorang namja tampan bername tag jung jinyoung berjalan menghampiri key bersama baro. “eoh? Kaliaaann…?” ujar baro saat melihat key menggenggam tangan jieun, key mengangkat tangannya yang menggenggam tangan jieun. “mulai sekarang jieun adalah yeojachinguku.” Ujar key tersenyum sedangkan jieun hanya menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah sedari tadi. “eoh, annyeong.” sapa sebuah suara yang sudah sangat mereka kenal, gongchan, ne, itu suara gongchan, dia menghampiri mereka sambil menggenggam tangan jiyeon yang ada di sampingnya. “kalian sedang apa berdiri di sini?” Tanya gongchan saat sudah berdiri tepat di depan mereka. “ooh.. ini.. key sedang memamerkan yeojachingu barunya pada kami.” Sahut baro. “yeojachingu?” Tanya gongchan. “eoh, mulai sekarang jieun adalah yeojachinguku.” Kata key. “jieun?” Tanya jiyeon menatap jieun dengan tatapan menyelidik. “n, ne..” sahut jieun dengan wajah memerah. “wuuaah, chukkae.” Seru jiyeon, disaat mereka sibuk mengobrol, jinyoung terus diam dan malah menatap tangan gongchan yang masih menggenggam tangan jiyeon, ‘mwoya?! Mereka berpegangan tangan?! Ish!’ batin jinyoung sedangkan gongchan hanya tersenyum simpul. “eum~, kami duluan ke kelas ya, annyeong.” jiyeon dan jieun berlari meninggalkan mereka. “eoh, annyeong.” balas key dan gongchan lembut. “gongchan~aa, kau… pacaran dengan jiyeon?” Tanya jinyoung ragu. “wae?”  gongchan balik bertanya. “a, aniya, hanya bertanya.” Sahut jinyoung gugup. “kenapa kau ingin tahu? Kau cemburu ya?” goda baro. “m,mwo? a, aniya.” Jinyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “gotjimal..” goda key. “kau menyukainya kan?” tebak gongchan. “a, aniya.” Jinyoung semakin gugup. “sudah mengaku saja jung jinyoung, dari pada dia di ambil orang.” Kata baro melirik gongchan. “m, mwo? me-mengaku apa?  Lagi pula siapa juga yang mau dengan yeoja jelek itu.” Ejek jinyoung menutupi perasaannya. “jinjja? Kalau begitu… aku bisa menembak jiyeon.” Seru gongchan. “g, gurae, lakukanlah sesukamu.” Ujar jinyoung meninggalkan sahabat-sahabatnya. “ck. Dasar~” cibir key.

—————

~jinyoung POV~

Ddrtt.. 1 message

 

From: gongchan

 

Chingudeul, saat jam istirahat nanti, aku akan menembak jiyeon. Doakan aku~

 

MWO??! ANDWAE!! AISH! Ottokhae. “lakukan sesuai kata hatimu jinyoung~aa.” Bisik key. “mwo?” Tanya tak mengerti saat key tiba-tiba berbisik seperti itu. “kemarin juga aku sempat ragu, otakku mengatakan untuk tidak menembak jieun tapi hatiku berkata sebaliknya, aku merasa nyaman setiap kali bersama jieun, setiap kali aku berusaha membantah rasa itu dadaku semakin sesak, dan akhirnya kuputuskan untuk bersama jieun dan aku tidak menyesal sama sekali malah sekarang merasa lega. Cinta itu buta jinyoung~aa.” Jelas key. “j, jinjjayo?” tanyaku ragu dan key mengangguk mantap. Kata hatiku? A, aku.. aish. Aku.. aku, haahhh molla. Park jiyeon, kenapa kau harus hadir di hidupku?!

~jiyeon POV~

“jieun~aa, bagaimana kau bisa jadian dengan key?” tanyaku pada jieun. “molla~ itu terjadi sangat cepat dan ajaib, hehe.” Mata jieun berbinar-binar sat menceritaknnya. “kau tahu? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani membayangkan menjadi yeojachingu seorang key. Hehe, aku berharap kau juga bisa bersama jinyoung. Hihi.” Ujar jieun cekikikan. “mwo? j, jinyoung?” tanyaku ragu. Jantungku.. omo.. wae gurae? Apa… aku benar-benar menyukai jinyoung? “hahaha, kau ada-ada saja jieun~aa, mana mungkin jinyoung mau denganku. Haha” ujarku. “wae? Nothing impossible jiyeon~aa. Cinta itu ajaib, kau tidak bisa mengatur kapan datangnya cinta dan pada siapa kau harus jatuh cinta, karena key membuatku sadar akan hal itu.” Jelas jieun. Ajaib..? benar juga.. ottokhae? Jinyoung. Satu nama yang terus berputar di kepalaku saat ini.  aku menyukainya? Tapi apa dia menyukaiku? Aku kan jelek.

~Author POV~

Krriing, kriiinngg..! bel istirahat berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas kecuali jinyoung, key, jieun dan jiyeon, tak lama gongchan dan baro datang. ‘omo.! apa gongchan benar-benar akan menembak jiyeon?!’ batin jinyoung. “jiyeon~aa.” Panggil gongchan. “ne?” sahut jiyeon. “ada yang ingin ku tanyakan.” Kata gongchan. ‘ANDWAE..!’ batin jinyoung lagi. “maukah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya gongchan membuat semua tercengang terutama jiyeon. “n, ne?” Tanya jiyeon kaget. “ottae? Kau mau?” Tanya gongchan lagi. ‘ottokhae?? Gongchan memintaku menjadi yeojachingunya?! Aih, jinyoung~aaaaaaaaa kenapa kau diam saja T_T. pabbo, aku terlalu berharap pada jinyoung.’ Batin jiyeon. ‘jeball,, jangan katakan iya, park jiyeon.’ Jinyoung harap-harap cemas. “eu, a, aku…”, “eum?” gongchan menggenggam tangan jiyeon. “ikut aku.” Dengan cepat jinyoung menarik tangan jiyeon dari genggaman gongchan dan membawanya pergi. Semuanya terdiam melihat jinyoung yang membawa jiyeon pergi, sedangkan gongchan tersenyum penuh arti. “hhuuuh, sulit juga membuat bocah itu sadar. Kkkk~” ujar gongchan cekikikan. “kau.. melakukannya untuk membuat jinyoung cemburu?” tebak baro. “menurutmu? Aku tidak akan semudah itu melupakan sohyun, walaupun dia sudah berselingkuh, tapi aku belum bisa melupakannya dan menggantikan posisinya dengan yeoja lain secepat itu.” Jelas gongchan. “hahaha, aktingmu benar-benar hebat.” Puji key.

Sementara itu…

“Waeyo jinyoung~aa?” Tanya jiyeon sesampainya mereka di taman sekolah yang cukup sunyi. “e, eu..” seketika jinyoung menjadi gugup. “w, waeyo?” jiyeon yang sedari tadi sudah gugup sekarang semakin gugup karena kedua tangannya di genggam erat oleh jinyoung. “dengarkan aku baik-baik karena aku hanya akan mengatakannya satu kali.” Ujar jinyoung lalu menarik nafas dalam-dalam. “saranghae, nae yeojachinguga dwaeyojullae? (would you be my girlfriend?)” ucap jinyoung membuat jiyeon menganga kaget karenanya. ‘apa aku sedang bermimpi? Tuhan, sadarkan aku kalau ini hanyalah mimpi.’ Batin jiyeon tak percaya. “jiyeon~aa.” Panggil jinyoung. “ya. park jiyeon.” Panggilnya lagi. “n, ne?” Tanya jiyeon dengan bodohnya. “kau tidak mendengarkanku?” Tanya jinyoung kesal. “a, aniyo, aku mendengarkanmu.” Sahut jiyeon gugup. “lalu?” Tanya jinyoung harap-harap cemas. Jiyeon menarik nafas dalam-dalam “nado saranghae.” Sahut jiyeon dengan suara amat pelan. “mwo? aku tidak mendengarnya.” Ujar jinyoung. “ya!” sentak jiyeon dengan pipi memerah. “ulangi sekali lagi, eum?” pinta jinyoung. “n, nado saranghae.” Ucap jiyeon malu, jinyoung tersenyum senang dan memeluk jiyeon. “omo! itu dia jiyeon. JIYEON~AA.” Panggil seorang yeoja pirang, di belakangnnya suzy dan L.joe berusaha mengatur nafas dan terus mengejarnya. “jiyeon~aa, annyeong.” sapa yeoja pirang itu saat sudah tepat berada di hadapan jiyeon dan jinyoung. “l, lu, luna?” mata jiyeon membulat sempurna melihat sepupunya dari amerika berdiri di hadapannya terlebih di belakangnya ada suzy dan L.joe. key, jieun, gongchan dan baro yang sedari tadi  memperhatikan mereka dari jauh akhirnya mendekat. “jiyeon~aa, kenapa kau pindah sekolah? Lalu kenapa kau berdandan aneh begini? Jelek sekali.” Komen luna, jiyeon terdiam seribu bahasa dan menatap suzy dan L.joe sedangkan yang di tatap hanya melemparkan tatapan meminta maaf. “lihatlah, untuk apa kau memakai kaca mata jelek ini, matamu kan masih baik-baik saja.” Luna melepas kaca mata besar jiyeon. “itu juga, pipimu kenapa merah-merah begitu? Aku tahu jelas pipimu mulus dan tak ada noda merah seperti itu. Changkaman.” Ujar luna mengambil sesuatu dari tas sekolahnya. “biar ku bersihkan.” Luna mulai membersihkan wajah jiyeon. “a, aniya.” Jiyeon berusaha menahan tangan luna namun  gagal, luna terlalu gesit hingga, noda merah yang sengaja jiyeon buat di wajahnya berhasil di bersihkan luna, sekarang jelas sudah wajah cantik jiyeon tanpa halangan apapun. “naaahhh,, ini baru sepupuku.” Seru luna tanpa dosa. “j, jiyeon~aa.” Lirih jinyoung tak percaya. “omo!” jieun menutup mulutnya tak percaya, gongchan, key dan baro tercengang melihat jiyeon yang tadinya jelek menjadi cantik. “tunggu, rambutmu juga aneh.” luna mulai melepas kepangan rambut jiyeon sehingga rambut ikal kecoklatan milik jiyeon tergerai indah. “jiyeon~aa, mian.” Suzy menunduk begitu pun dengan L.joe, mereka merasa bersalah karena tak berhasil menghalangi luna yang tidak tahu apa-apa soal penyamaran jiyeon dan memang luna tak akan mendengarkan perkataan siapapun kecuali jiyeon, sepupu kesayangannya. “park jiyeon, bisa kau jelaskan semua ini?” Tanya jinyoung dingin. “mianhe.” Ujar jiyeon menunduk. “luna~aa, kajja.” L.joe berusaha membujuk luna untuk ikut dengannya dan suzy. “shireo. Aku mau dengan jiyeonnie.” Ujar luna manja. “luna~aa, nanti kita bicara, kau pergi dengan mereka dulu ya?” bujuk jiyeon. “ gurae. Annyeong~” luna akhirnya pergi bersama suzy dan L.joe. ‘lagi-lagi suzy bersama namja itu.’ Batin baro kecewa. “bisa kau jelaskan sekarang?” Tanya jinyoung lagi.

TBC

Ugly or Pretty part 10

Ugly or Pretty part 10

 

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

            Jung jinyoung B1A4

             Chunji Teentop

             Lee ji eun / IU 

             Key shinee

              Suzy Miss A

               L.joe Teen Top

               Gongchan B1A4

                Baro B1A4

Support cast : krystal f(x)

 

note : annyeong~ author balik lagi, mianhe baru ngepost, author lagi sibuk ikut testes buat masuk univ, dan hasilnya….. author LULUS psikolog di universitas brawijaya, yeay~ (reader : gaada yang nanya thor -_-) hehehehe.. gurae, selamat membaca, happy reading… chu~

 

        ~jiyeon POV~

“eu.. eu.. jiyeon~aa..” L.joe menggaruk tengkuknya yang kurasa tidak gatal. “wae?” tanyaku semakin bingung. “sebenarnya…” ucapan L.joe terputus, dia menunduk. “biar aku saja.” Kata suzy pada L.joe “jiyeon~aa, sebenarnya… sebenarnya tadi chunji baru saja membertitahu kami kalau besok… dia akan bertunangan dengan sulli.” Ujar suzy. Rasanya sekarang aku terjatuh di dalam lubang yang sangat besar, sakit? Eeumm molla~ “m, mwo?” Tanya ku tak percaya. “katanya, dia ingin membahagiakan sulli.” Jelas suzy. “g, gurae.” Hanya itu jawaban yang dapat ku berikan. Kulangkahkan kakiku ke kamarku. Entahlah, perasaanku tak menentu sekarang, tapi aneh, rasa ini bukan rasa sakit tapi lebih ke rasa kecewa,, aku kecewa karena chunji tidak mengatakannya langsung padaku dan malah menghindariku. Aku menyentuh dada sebelah kiriku, memejamkan mataku. ‘aneh.. kenapa aku tidak merasa sakit hati, dan sesak seperti dulu saat chunji melakukan hal yang sama..? ahhhh.. entahlah.’

 

        ~Author POV~

“aku ke kamar dulu.” Jiyeon beranjak meninggalkan ruang tengah. Suzy hendak mengikuti jiyeon namun di tahan L.joe. “biarkan dia sendiri dulu.” Ujar L.joe dan suzy menurut. “eoh, sebaiknya kita biarkan dia menenangkan diri dulu.” Kata bom. “miris..” dara menatap nanar pintu kamar jiyeon.

 

        ~jiyeon POV~

Kini aku berdiri di beranda kamarku. Ku pejamkan kedua mata menikmati hembusan angin yang menyapu lembut wajahku. Ini sudah yang kedua kalinya chunji elakukan hal ini padaku, tapi rasanya sekarang tidak begitu sakit, aku lebih merasa kecewa padanya. Chunji~aa, wae?? Kenapa kau tidak mengatakannya langsung padaku?? Aku kecewa padamu chunji~aa. Kosong. Itulah yang kurasakan sekarang, hatiku terasa kosong.

 

————-

 

        ~Author POV~

Sudah seminggu sejak pertunangan chunji dan sulli, tak ada kesedihan di wajah jiyeon, yeoja cantik itu menikmati hari liburnya dengan ceria, hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur 2 minggu. Jiyeon kembali merubah penampilannya menjadi jelek. “wuaahh rasanya sudah lama aku tidak ke sekolah.” Seru jiyeon saat menapakan kakinya di halaman changnam high school. “eh, itu jieun.” Jiyeon memperjelas penglihatannya, segera dia menghampiri jieun. “YA!!” teriak jiyeon tepat di samping jieun membuat yeoja manis itu terkaget kaget. “YA! kau bisa membuat ku jantungan.” Omel jieun. “hehehehe..” jiyeon hanya cengengesan. “kajja..” jiyeon menarik tangan jieun ke kelas, saat di koridor mereka berpapasan dengan jinyoung dkk. “eoh. Annyeong.” sapa jiyeon dan jieun. “eum annyeong.” gongchan balik menyapa dan jiyeon tersenyum pada gongchan. ‘apa yang dia lakukan?! Tersenyum?! Pada gongchan?! Ish.’ Kesal jinyoung dalam hati. “sok manis.” Ejek jinyoung menatap kesal jiyeon. “mwo?” Tanya jiyeon bukannya menjawab jinyoung malah meninggalkan mereka. “dasar aneh.” umpat jiyeon juga ikut pergi. Gongchan, key, baro dan jieun terkekeh melihat tingkah jinyoung dan jiyeon. “yasudah kami ke kelas dulu. Bye~.”baro dan gongchan melambai pergi ke kelas mereka, tinggalah jieun dan key. “eu, aku duluan.” Jieun baru saja akan pergi. “jieun~aa.” Panggil key. “ne?” jieun menoleh. “jam 5 sore ku tunggu kau di namsan tower.” Ucap key meninggalkan jieun yang masih melongo. ‘mwoya? Tadi key bilang apa?? Dia… jam 5?? Namsan tower?? Menungguku?? Apa dia…… dia mengajakku KENCAN?!?!? KYAA!!’ batin jieun tak percaya.

 

Sementara itu…

 

Jiyeon dan jinyoung hanya berdua di dalam kelas. ‘apa aku datang kepagian ya??’ jiyeon bertanya dalam hati. ‘kemana siswa-siswa yang lain?? Kenapa hanya ada aku dan jiyeon?? Aish~’ batin jinyoung melirik kearah jiyeon di saat jiyeon juga sedang menatap ke arahnya, pandangan mereka bertubrukan (?) membuat gemuruh tak jelas di hati masing-masing, jiyeon berusaha santai dan melemparkan senyum lebarnya. ‘eh? Kenapa dia tersenyum seperti itu?’ batin jinyoung mengalihkan pandangannya dari jiyeon. “e, eu, kapan kau pulang dari jeju?” jinyoung beratanya se-cool mungkin *ealaahh gaya lu bang* “e, eu-“ baru saja jiyeon ingin menjawab. “JIYEON~AA..!!” teriakan super cempreng milik jieun membahana. “waeyo jieun~aa?” Tanya jiyeon, jieun berlari mendekati jiyeon. “kau tahu jiyeon~aa…” ucap jieun tak sabar, namun ketika dia melirik kea rah jinyoung, jieun membatalkan niatnya untuk bercerita pada jiyeon. “e, aniyo. Hehehe.”

 

Jam istirahat…

 

        ~Author POV~

Gongchan dan baro datang ke kelas jinyoung dan key –jieun dan jiyeon juga-  “jinyoung~aa, key~aa kajja.” Ajak baro. “eoh, kajja.” Jinyoung dan key bangkit dan segera mengikuti baro, sedangkan gongchan malah menghampiri jiyeon dan jieun. “jiyeon~aa, ingin ke kantin bersama?” Tanya gongchan memamerkan senyum mautnya. “ne?” jiyeon bertanya dengan bodohnya. “kajja.” Gongchan menarik tangan jiyeon dan menggenggamnya hal itu berhasil membuat jinyoung melotot dan menatap gongchan dan jiyeon dengan kesal, key, jieun dan baro juga terlihat kaget. “e, jieun~aa, kajja, ke kantin.” Ajak jiyeon kaku karena tangannya masih di genggam gongchan.

 

@ kantin

 

        ~Aurhor POV~

Sekarang jinyoung dkk makan satu meja bersama jiyeon dan jieun, terang saja hal itu mengundang perhatian para murid. Gongchan yang duduk di samping jiyeon terlihat sesekali bercanda dengan jiyeon, jinyoung yang duduk di hadapan jiyeon meneguk jus nya sampai habis, hawa di kantin tiba-tiba terasa sangat panas, sementara jieun yang duduk di samping jiyeon hanya diam sambil menunduk, berpura-pura fokus pada makanannya padahal sebenarnya jieun takut salah tingkah saat menatap key yang duduk di depannya, sedangkan baro, dia hanya terkikik geli melihat tingkah sahabat-sahabatnya, dari hasil pengamatannya dengan enteng baro menyimpulkan kalau ‘jinyoung cemburu melihat gongchan begitu akrab dengan jiyeon, jieun jelas sekali salah tingkah di hadapan key. dan key, baru kali ini aku melihatnya begini, dia seperti.. gugup?? Ahahaha’ batin baro. Meras bosan, akhirnya baro memutuskan untuk pergi. “aku duluan ya..” ujarnya berlalu meninggalkan sahabat-sahabatnya.

 

        ~Baro POV~

Aku berjalan meninggalkan sahabat-sahabatku di kantin. Cinta memang aneh. lihat saja, seorang JUNG JINYOUNG di buat cemburu mati matian oleh park jiyeon, yeoja biasa bertampang err, mian jiyeon~aa, jelek, yah begitulah kenyataannya, jinyoung dibuat gila oleh jiyeon dan bodohnya mereka tak menyadari persaan masing-masing ckckck. Satu lagi keajaiban cinta, yaitu seorang cassanova yang terkenal sebagai penakluk yeoja bernama KIM KI BUM di buat gugup oleh yeoja biasa nan polos bernama lee jieun. Aigoo~ keadaan ini membuat perut ku geli. Hihihi. Aku terkekeh geli membayangkan tingkah sahabat-sahabatku. Tanpa sadar aku terus berjalan sampai kea tap sekolah. “eoh, itu..” mataku tertuju pada seorang yeoja berambut hitam panjang yang sedang duduk di bangku sambil menunduk. “krystal..” ujarku membuatnya menoleh. “baro oppa..” dia menoleh dengan wajah di banjiri air mata, ne dia menangis. “krys~aa, wae gurae? Kenapa kau menangis?” aku mendekatinya dan duduk disampingnya. “hiks… oppaaaaa..” tangisnya semakin menjadi. “uljima..” ucapku.  aku tidak suka melihatnya menangis, entahlah, kurasa itu menyakitkan. “wae gurae krys? Kenapa kau menangis?” tanyaku lembut. “oppa,, hatiku sakitt… hikss..” tangisnya. “wae?” tanyaku. “namja yang kusukai.. hiks.. dia ternyata menyukai sahabatku… hikss.. dan mereka… mereka sudah jadian.. huaaaa..” krystal kembali menangis, kali ini tangisnya semakin menjadi-jadi. “uljima..” aku mengusap lembut rambutnya namun dia belum juga berhenti menangis, ku dekap krystal untuk menenangkannya, tangisnya perlahan mulai tak terdengar. “krys.” Panggilku, dia tak menyahut. “krystal~aa.” Panggilku lagi, namun dia tak menyahut juga. Aku melonggarkan dekapanku untuk melihat wajahnya, dan ternyata dia tertidur (-_-). Wajahnya begitu polos saat tertidur, hembusan nafasnya beraturan dan lembut. Ku biarkan krystal tidur di bahuku. Sepertinya dia lelah karena terus menangis.

 

—————-

 

        ~Jieun POV~

Sepulang sekolah aku buru-buru pulang. Sesampai di rumah aku segera melesat ke kamarku, membuka lemari pakaianku. Mataku menelusuri tiap pakaianku. Aku menarik satu persatu pakaian terbaikku dari lemari dan mencobanya. “yang ini… ah.. terlalu kekanak-kanakan.” Ku lempar bajuku. “yang ini…” “atau yang ini..” “ahhhh yang ini terlalu biasa.” Habis sudah semua pakaianku, tak ada satu pun yang cocok. “HIYAAAA… aku harus pakai apa???” ku hempaskan tubuhku di ranjangku yang di penuhi oleh pakaian-pakaian yang ku lempar tadi. Ku lirik semua pakaianku. Mataku tertuju pada dress selutut berwarna putih. ‘apa aku pakai itu saja?’ pikirku. ‘gurae, pakai itu saja.’ Ku tetapkan pilihanku pada dress itu.

 

—————

 

        ~Author POV~

15 menit sebelum jam 5 jieun sudah sampai di namsan tower, yeoja manis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan namja yang menyuruhnya datang sore itu namun dia tak menemukannya. “mungkin aku terlalu cepat.” Ujarnya pada dirinya sendiri. Jieun memilih duduk di sebuah bangku untuk menunggu key. 15 menit kemudian, jieun melirik jam yang melingkar di tangannya. “sudah jam 5 tepat.” Ujarnya. 30 menit kemudian. Jieun kembali melirik jam di tangannya namun key tak kunjung datang. 30 menit kemudian. Sekarang sudah jam 6 tepat, key belum datang juga, sudah sejam lebih jieun menunggu, matanya berkaca. “apa dia hanya ingin mempermainkanku?” lirihnya. “lee jieun pabbo.. bisa-bisanya kau percaya padanya, mana mungkin seorang kim ki bum mau mengajakmu kencan. Pabbo.” katanya merutuki dirinya sendiri. Jieun menengadahkan wajahnya untuk mencegah air matanya agar tidak jatuh. Sementara itu dari kejauhan di belakang jieun, key sedang berlari ke arahnya, lebih tepatnya ke namsan tower, seulas senyum terukir di wajah tampannya saat melihat yeoja itu duduk di bangku dekat namsan tower, nafasnya masih tersengal-sengal namun dia kembali berlari kearah yeoja itu yang tiba-tiba berdiri dan hendak pergi, dengan cepat key berlari kearahnya “lee jieun.” Panggil key dengan nafas yang tersengal-sengal. Yeoja manis itu menoleh. “k, key..” lirihnya. “mian.” Ujar key mengatur nafasnya. Tes~ air mata jieun jatuh begitu saja. Key mendekat dan menghapus air mata jieun. “mianhe.” Ujar key lagi namun air mata jieun kembali jatuh, key manarik jieun ke pelukannya. “mianhe, membuatmu menunggu.” Kata key. “hiks.. kupikir kau mempermainkanku.” Ujar jieun. Key tertegun mendengarnya ‘jadi itu yang membuatnya menangis..’ batin key. “aniya. Kajja.” Key menggenggam tangan jieun. Key mengajak jieun menaiki kereta gantung. “key~aa..” panggil jieun hendak menanyakan sesuatu. “eum?” sahut key. “e, eu, ani.” Jieun membatalkan niatnya bertanya. “wae? Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya key menatap jieun. “e, aniyo. Obbseo.” Sangkal jieun. “gurae, kalau tidak ada yang ingin kau tanyakan. Sekarang bisakah aku bertanya?” Tanya key. “mwoga?” jieun balik bertanya. “nae yeojachinguga dwaeyojulae? (would you be my girlfriend?)” ucap key, membuat jieun terbelalak kaget. “n, ne?” Tanya jieun tak percaya dan key menatapnya penuh arti, tatapan hangat dan menenangkan membuat jieun dengan reflex menganggukan kepalanya, key tersenyum manis dan menarik jieun kepelukannya.

 

TBC

ottae? kependekan ya?? mian~ 😦 tapi tetep RCL yaa 😀

Ugly or Pretty part 9

Ugly or Pretty part 9

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Chunji Teentop

Gongchan sik B1A4

Lee ji eun / IU

Key Shinee

Suzy Miss A

Baro B1A4

L.joe Teentop

Support cast : kwon sohyun 4minute

 

~Author POV~

jieun~aa.” Panggil seseorang membuat si pemilik nama menoleh dengan cepat. “key..” ujar jieun. Key mendekat kearah jieun dan jiyeon, jieun tak dapat melepaskan pandangannya dari key. “jiyeon~aa, aku pinjam jieun sebentar ya.” ujar key pada jiyeon. “ne?” Tanya jiyeon menajamkan pendengarannya. “jieun~aa, kajja.” Key menarik tangan jieun lembut. “y, ya..” jiyeon terus memanggil jieun dan key namun mereka malah semakin jauh sampai hilang dari pandangan mata jiyeon. “ige mwoya?! Aku di tinggal sendri. Ish.. >_<” gerutu jiyeon. Sementara itu, key mengajak jieun ke tempat yang paling tinggi di bukit itu, dari tempat itu pemandangannya jauh lebih indah. “neomu yeoppo.” Gumam jieun tersenyum melihat pemandangan itu. Key mengambil HP nya dan mengirimkan sebuah pesan singkat dan tersenyum penuh arti. Key berjalan mendekati jieun “kau suka?” Tanya key. “eum.” Jieun mengangguk. “pemandangannya sangat indah.” Lanjut jieun. “guraeyo?” Tanya key lagi. “gureom.” Sahut jieun mantap. “Kau ingin mengambil gambar?” tawar key mengeluarkan HP nya. “ne?” Tanya jieun. “cha…” key sudah siap dengan HP nya untuk memotret jieun, dan jieun tersenyum manis kearah kamera. Jepret.. *anggep aja itu bunyi kamera HP nya key, haha*

 

~Jinyoung POV~

Drrtt, aku mengambill HP ku.

 

From : key

 

Kemarilah, aku sedang di bukit.

 

Dari pada aku bosan, aku pun pergi ke bukit untuk menemui key, dan aku melihat jiyeon sedang berdiri sendiri di sana. Dimana key? Kenapa ada jiyeon di sini? “ya. jiyeon~aa.” Panggilku dan dia pun menoleh.

 

~jiyeon POV~

Setelah jieun pergi bersama key, aku masih diam di sini menikmati pemandangan disini sendirian. Ahhh membosankan. “ya. jiyeon~aa.” Panggil seseorang, aku menoleh dan, matta, orang itu adalah jinyoung, dia mendekatiku. “kau sedang apa di sini?” tanyanya. “tentu saja jalan-jalan, kau sendiri sedang apa disini?” tanyaku.

 

~Auhtor POV~

kau melihat key?” jinyoung malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan jiyeon. “eoh, tadi dia membawa jieun pergi.” Jiyeon mengerucutkan bibirnya membuatnya terlihat lucu. ‘sekarang aku tau maksudnya key. Ck, anak itu.’ Batin jinyoung menoleh kearah jiyeon yang sedang mengrucutkan bibirnya, ‘eh? K, kenapa..’ jinyoung menggeleng mengembalikan kesadarannya. “kalau sudah begitu mau apa lagi..” ujar jinyoung berdiri di samping jiyeon. “apa maksdumu?” Tanya jiyeon tak mengerti. “seharian ini kau tidak akan bisa jalan-jalan dengan jieun, karena key pasti tidak akan membiarkanmu membawa jieun.” Jelas jinyoung. “mwo? Memangnya apa yang akan di lakukan dengan jieun?” Tanya jiyeon yang mulai berpikir yang tidak-tidak. “molla.” Sahut jinyoung santai. “ya!” pekik jiyeon kesal dan malah membuat jinyoung tertawa. “wae? Kenapa kau malah tertawa?” Tanya jiyeon kesal. “ekspresimu aneh, dan sangat lucu, hahaha.” Tawa jinyoung. “ish..!!” gerutu jiyeon dan jinyoung kembali tertawa melihat wajah jiyeon yang di tekuk. “aish~ disini panas sekali.” Gerutu jinyoung sambil mengibaskan tangannya. “ya, kajja.” Ajak jinyoung. “eodiga?” Tanya jiyeon bingung tapi jinyoung malah menarik tangan jiyeon. Ternyata jinyoung mengajak jiyeon ke kedai ice cream, mereka memesan ice cream sesuai rasa kesukaan masing-masing, jiyeon yang begitu suka dengan ice cream, memakan ice creamnya dengan lahap, meliat itu tanpa disadari terikur senyum diwajah tampan jinyoung. Setelah selesai minum ice cream, jinyoung dan jiyeon kembali jalan-jalan dan menemukan tempat yang sungguh indah, tempat itu di penuhi dengan bunga-bunga yang berwana cantik dan sekarang jiyeon dan jinyoung tengah berdiri di antara hamparan bunga-bunga yang indah itu “yeoppo..” gumam jiyeon. “aku baru tahu ada tempat seindah ini di pulau jeju.” Ujar jinyoung. “mungkin karena kau belum pernah mengelilingi pulau ini secara keseluruhan, aku tahu pasti setiap liburan, kau hanya pergi keluar negri dan baru kali ini kau liburan ke sini, iyakan?” tebak jiyeon dan jinyoung tersenyum lembut membuat jiyeon terpaku menatapnya ‘t, tampan.’ Batin jiyeon masih menatap jinyoung. ‘aniya, aniya.. ya park jiyeon, SADAR.’ Dengan cepat jiyeon mengalihkan pandangannya. “kau benar, baru kali ini aku liburan kesini.” Ujar jinyoung. Hening. Tak seorangpun membuka suara, mereka terlaluu asik dengan pikiran masing-masing. Sementara itu, jieun dan key tengah berjalan di tepi pantai, “eoh.” Seru jieun menghentikan langkahnya sambil menatap sebuah sepeda air. Key mengikuti pandangan jieun. “kau ingin naik?” Tanya key. “hu’um” jieun mengagguk mantap. “kajja.” Key dan jieun pun naik sepeda air bersama. Sesekali jieun memainkan air sambil mengayuh sepeda air. “airnya dingin.” Ujar jieun memecah keheningan. “jeongmalyo?” Tanya key dan jieun mengagguk. Key dengan iseng memercikkan air pada jieun. “ya.” seru jieun dan key hanya tertawa membuat jieun mengerucutkan bibirnya, tak mau kalah jieun pun memercikan air pada key, “ya.” kini giliran jieun yang tertawa, dan key malah tersenyum membuat jieun seketika menghentikan tawanya, jieun dibuat terpesona oleh senyuman key, ‘aih, wajahku pasti sudah memerah.’ Batin jieun dan langsung mengalihkan pandangannya dari key. Tak terasa hari sudah sore, jinyoung dan jiyeon menghabiskan waktu bersama begitu pun dengan key dan jieun. Saat jiyeon dan jinyoung dalam perjalanan kembali ke hotel, mereka bertemu dengan jieun dan key yang juga hendak kembali kehotel. “jieun~aa.” Panggil jiyeon dan berlari kearah jieun, sedangkan key tersenyum pada jinyoung seakan berkata ‘lihat, aku membantumu hari ini’ dan jinyoung juga tersenyum pada key. “ya. kau tidak melakukan apa-apa pada jieun kan?” Tanya jiyeon pada key. “ne?” Tanya key. “ya, jung jinyoung, apa yang sudah kau katakan tentang aku?” key menatap jinyoung. “obbseo.” Jinyoung tersenyum menyebalkan sambil berlalu meninggalkan mereka. “jiyeon~aa, kajja.” Ajak jieun.

 

~gongchan POV~

Seharian ini aku menghabiskan waktu mencari alamat rumah baru sohyun karena tadi siang aku kerumahnya dan tetangganya bilang kalau dia sudah pindah rumah. Kenapa dia tidak memberitahuku? Sudahlah, sebaiknya aku cari lagi. Langkahku tiba-tiba terhenti saat aku menangkap sosok yang sangat ku kenal, ne, itu sohyun, yeojachinguku, tapi sedang apa dia berdiri di sana? Saat aku baru saja mau menghampirinya tiba-tiba seorang namja menghampiri sohyun dan ‘MWO? D, dia mencium pipi sohyun?’ tak lama setelah mencium pipi sohyun kini namja itu mendekatkan wajahnya pada sohyun dan great!! Mereka berciuman tepat dihadapanku. Sungguh, saat ini darahku sudah naik ke puncak kepalaku, segera aku menghampiri mereka yang masih asik dengan ‘kegiatan’ mereka. “kwon sohyun.” Panggilku, membuat mereka berhenti dan menatapku. “o, oppa..” ujar sohyun terbata. “seperti inikah dirimu?ck.” ujarku sebelum pergi meninggalkan mereka. Aish!!

 

Malam hari..

 

~Author POV~

Sohyun menelpon baro dan bertanya tempat mereka menginap dan baro yang tidak tahu apa-apa pun memberikan alamat hotel tempat mereka menginap, dengan cepat sohyun bergegas pergi ke hotel itu untuk bertemu dengan gongchan. Sohyun melihat gongchan sedang duduk di sebuah kursi taman dekat hotel, sohyun pun segera menghampiri gongchan. “oppa..” panggil sohyun dan spontan membuat gongchan menoleh. “mau apa kau kemari?” Tanya gongchan sinis. “oppa, mianhae.” Ujar sohyun. “mian? Aniya, seharusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa menemuimu setiap hari sehingga kau mencari penggantiku.” Sahut gongchan masih dengan nada sinis. “oppa.” Panggil sohyun dengan nada memelas. “jangan panggil aku seperti itu lagi, kwon sohyun.” Kata gongchan hendak pergi meninggalkan sohyun tapi sohyun berhasil menahan tangan gongchan membuat gongchan menghentikan langkahnya “kita sudah berakhir kwon sohyun.” Ujarnya menghempaskan tangan sohyun dan pergi tapi langkahnya sempat terhenti saat melihat jiyeon yang entah sejak kapan melihatnya dengan sohyun, gongchan memandang jiyeon sekilas dan pergi dari tempat itu, jiyeon memandang gongchan yang sudah berlalu.

 

~jiyeon POV~

Aku terdiam melihatnya, gongchan bertengkar, ani lebih tepatnya memutuskan yeojachingunya. Aku kaget saat gongchan berbalik dan menatapku sekilas lalu pergi meninggalkanku dan yeoja itu. Yeoja itu tersenyum kecut “seharusnya memang begini dari awal.” Lirihnya pergi. Aku hanya menganga melihatnya. Baru kali ini aku melihat wajah dingin gongchan yang biasanya tersenyum ramah. Akhirnya aku jalan-jalan sekitar hotel, saat aku kembali kulihat gongchan tengah duduk di kursi taman tempat dia memutuskan yeojachingunya tadi. “gongchan~aa.” Panggilku hati-hati, dia tak menyahut, aku duduk disampingnya. “eum.. soal tadi. Mianhe, aku.. aku tidak bermaksud untuk menguping pembicaraanmu dengan yeojachingumu.” Jelasku. “dia sudah bukan yeojachinguku lagi.” Sahutnya menunduk. Aku tahu rasanya pasti sangat sakit. “appeo?” tanyaku.

 

~gongchan POV~

appo?” Tanya jiyeon. “eum?” aku menatapnya bingung dan dia tersenyum. “hatimu.. apayo?” tanyanya lagi, sekarang aku mengerti pertanyaannya. Aku tersenyum. “kau tahu bagaimana rasanya?” tanyaku, dia mengangguk. “eoh, araseoyo. Rasanya menyakitkan, seperti pisau tajam yang mengiris.” Ujarnya menyentuh dada kirinya, matanya berkaca, namun sedetik kemudian dia kembali tersenyum. “hajiman, kalau terus berlama-lama seperti itu, hatimu nanti tidak akan berbentuk lagi, karena sudah sangat hancur, jadi, tersenyumlah untuk membuat hatimu jauh lebih baik.” Katanya menepuk pundakku dan tersenyum tulus, aku pun tersenyum mendengarnya lalu memeluknya. “gomawoyo.” Kataku.

 

~jinyoung POV~

Sial! Ini sudah kedua kalinya aku melihat mereka berpelukan! Aku mendekati jiyeon dan gongchan yang masih asik berpelukan. “ehem. Gongchan, sedang apa kau disini? Seharusnya sekarang kau packing pakaianmu.” Ujarku membuat mereka berhenti berpelukan dan menatapku. “mwo? Packing?” Tanya gongchan besok. “eoh, packing. Besok kita pulang ke seoul.” Sahutku meniggalkan mereka dengan kesal, ne, lebih baik besok pulang saja ke seoul dari pada lama-lama disini membuatku gerah.

 

~Author POV~

Jiyeon dan gongchan menatap punggung jinyoung yang lama kelamaan menghilang dengan tatapan bingung. “jadi kalian pulang besok?” Tanya jiyeon. “molla~” sahut gongchan mengangkat kedua bahunya. “kau kembalilah ke kamarmu, ini sudah larut malam.” Ujar gongchan dan jiyeon mengangguk. “eoh, na khalkae.” Jiyeon pergi meninggalkan gongchan.

 

—————

 

~Author POV~

mwo? Pulang besok?” pekik key dan baro saat jinyoung memberitahu mereka untuk segera packing. “hajiman, wae?” Tanya baro. “karena memang sudah saatnya kita kembali ke seoul, lagi pula apa bagusnya pulau kecil ini..” ujar jinyoung meninggalkan kamar baro, key mengejarnya. “apa sesuatu terjadi?” Tanya key menghentikan langkah jinyoung. “ani. Eobbso.” Sahut jinyoung singkat dan masuk ke kamarnya. “ya! jung jinyoung! Ish!” gerutu key kesal. ‘padahal aku baru saja mulai…’ batin key masuk ke kamarnya.

 

—————

 

~jieun POV~
“jadi mereka pulang besok?” tanyaku sekali lagi pada jiyeon dan lagi-lagi mendapat anggukan pasti darinya. “hhuufftt..” aku membuang nafas berat. ‘baru saja aku…’ batinku lemas, jiyeon juga sepertinya tidak bersemangat. “lalu?” tanyanya berbaring di ranjangku. “molla~” aku ikut membaringkan tubuhku.

 

~jiyeon POV~

Kenapa sangat tiba-tiba? Apa ada sesuatu? Tadi siang sepertinya jinyoung baik-baik saja.

 

Keesokan harinya…

 

~Author POV~

Jinyoung dkk sudah siap-siap untuk berangkat, saat mereka hendak ke bandara, jiyeon dan jieun menghampiri mereka. “kalian sudah mau pergi ya?” Tanya jieun. “eoh.” Sahut baro. “gurae, have a safe flight. Annyeong.” jiyeon melambai dan mereka pun pergi. ‘mereka sudah pergi…’ batin jiyeon membuang nafas berat. “jieun~aa.” Panggilnya. “eum.” Sahut jieun. “kurasa sebaiknya kita juga pulang ke seoul saja besok.” Ujar jiyeon. “wae?” Tanya jieun bingung. “kurasa liburan ini sudah tidak mengasikan lagi.” Sahut jiyeon lemas. “wae? Apa karena jinyoung sudah pergi?” goda jieun padahal jelas-jelas kalau dia juga sudah tidak semangat dan juga ingin pulang ke seoul. “mwo? Aniyo.” Sangkal jiyeon. “aih, mengaku saja park jiyeon.” Goda jieun. “aniyo!” sangkal jiyeon mati-matian. “hahaha. Gurae, kita pulang besok saja.” Kata jieun pada akhirnya.

 

Keesokan harinya…

 

~jiyeon POV~

Disini aku sekarang, di rumahku tercinta, duduk di ruang tengah bersama bom eonni, dara eonni, taeyang oppa, seunghyun oppa, suzy dan L.joe, aku baru saja sampai dari jeju. “jadi selama ini, begini penampilanmu dihadapan teman-teman barumu?” Tanya seunghyun oppa tak percaya. Aku mengangguk mantap “eum. Wae?” tanyaku polos. “ckckck. Aku prihatin padamu.” Seunghyun oppa menggelengkan kepalanya dan memasang wajah prihatin. “ya, oppa! Wae?” aku memanyunkan bibirku. “apa perlu ku ambilkan cermin yang berukuran sangat besar untukmu?” Tanyanya dengan wajah yang menyebalkan. “ya! oppa!” gerutuku kesal. “ya, berhentilah menggodanya.” Kata dara eonni pada namjachingunya yang menyebalkan ini dan seunghyun oppa malah tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesalku. “eh, kemana chunji? Kenapa dia tidak datang? Padahalkan kau baru saja pulang.” Tanya dara eonni. “molla~ tadi aku sudah menelponnya berulang kali tapi tidak diangkat.” Sahutku menganggkat kedua bahuku. “suzy~aa, L.joe~aa, kalian tahu dimana chunji?” tanyaku pada kedua sahabatku tapi mereka hanya diam dan saling memandang membuatku bingung. “ya, kalian tau tidak?” tanyaku gemas. “eu.. eu.. jiyeon~aa..” L.joe menggaruk tengkuknya yang kurasa tidak gatal.

TBC

 

Ugly or Pretty part 8

Ugly or Pretty part 8

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : friendship, romance (maybe)

Cast : Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Gongchan sik B1A4

Lee ji eun / IU

Key Shinee

Baro B1A4

 

annyeonggg.. Author balik lagi setelah sekian lama ngak ngepost. mian, author baru ngepost sekarang. nih Author bawain lanjjutan ugly or pretty. happy reading  😀

 

  ~Author POV~

Jiyeon dan jieun menikmati keindahan pulau jeju, mereka berkeliling di sekitar hotel sementara jiyeon dan jieun asik jalan2, jinyoung, key, baro dan gongchan baru saja sampai di jeju. “lumayan lama tidak kemari.” Ujar key. “eoh, gongchan~aa, apa kau tidak memberitahu yeojachingu mu kalau kau kemari?” Tanya baro. “aku ingin memberi kejutan.” Sahut gongchan memandang lurus kedepan. “gurae, kajja, kita jalan2, yaluuuu..” seru baro berlari di ikuti gongchan , key dan jinyoung yang berjalan santai di belakangnya. “key~aa, apa kau tahu di mana jiyeon dan jieun menginap?” Tanya jinyoung berjalan di samping key. “molla, mau kutanyakan?” tawar key yang juga ingin tahu. “a, andwae, aku ingin ini hanya seperti kebetulan.” Larang jinyoung. “ya sudah. Hajiman, kurasa untuk ukuran mereka, sepertinya mereka hanya akan menginap di hotel biasa.” Ujar key. “kajja. Ikut aku.” Ujar key seketika membuat jinyoung menghentikan langkahnya. “eodiga?” Tanya jinyoung. “ketempat yang bisa membuat kita bertemu dengan jiyeon dan jieun.” Sahut key berjalan mendahului jinyoung yang kemudian juga berjalan mengikutinya. Baro yang melihat key dan jinyoung berjalan kearah lain segera berteriak memanggil mereka “jinyoung~aa, kibum~aa, kalian mau kemana?” Tanya Baro. “jalan2.” Sahut jinyoung singkat. “kami ikut.” Gongchan dan Baro mengikuti jinyoung dan key, mereka berempat pun berjalan bersama, sementara itu jiyeon dan jieun pun sedang jalan2 bersama, sebuah toko aksesoris di pinggiran jalan menarik perhatian kedua yeoja itu, mereka masuk ke toko itu dan melihat2, sesuai perkiraan key, kedua yeoja itu masuk ketoko yang tepat, toko yang menjual aksesoris dengan harga murah, tak lama key, jinyoung, gongchan dan baro datang ke toko itu, tepat saat jiyeon dan jieun sedang asik melihat2 aksesoris di toko itu, jinyoung kaget melihat jiyeon dan jieun ada di toko itu ‘dari mana key bisa tahu?’ batin jinyoung. Jieun menoleh sepintas dan melihat jinyoung dkk. “omo. jinyoung~ssi.” Pekik jieun, jiyeon yang mendengarnya pun menoleh dan mendapati jinyoung dkk sedang berada di toko itu. “eoh, jieun~ssi, kalian di sini juga?” Tanya jinyoung pura2 tidak tahu. “ne, kami sedang liburan disini.” Sahut jieun. “kalian kenapa bisa di sini?” Tanya jiyeon. “tentu saja sedang liburan.” Sahut jinyoung ketus. “ish, aku kan hanya bertanya.” Gerutu jiyeon, sementara jiyeon dan jinyoung bertengkar, jieun diam terus dan tidak berani menatap key, dia masih teringat kejadian saat key bertanya apa dia menyukai key. “sudahlah, tidak usah bertengkar. Oh ya jiyeon~aa, kalian tinggal di mana?” Tanya gongchan. “kami tinggal di hotel paradise.” Sahut jiyeon. “kebetulan, kami tinggal di hotel di sebelahnya.” Seru Baro. “jeongmalyo? Hotel mewah itu?” Tanya jieun. “eoh.” Sahut Baro. “gurae, kalau begitu kami duluan, annyeong.” pamit jiyeon dan jieun hendak pergi. “changkaman, bagaimana kalau kita pergi bersama saja, lagi pula, kita menginap di hotel yang berseblahan.” Tawar Baro. “ne?” Tanya jieun tak yakin. “kajja.” Ajak gongchan. Mereka berenam pun pergi bersama, mereka berjalan2 sembail mengobrol dan sesekali diringi perkelahian jiyeon dan jinyoung yang sudah biasa bagi mereka, hari sudah mulai gelap mereka berenam juga sudah merasa lelah dan memutuskan untuk kembali ke hotel, jiyeon dan jieun kembali ke paradise hotel, jinyoung dkk kembali ke hotel megah yang ada disamping hotel paradise.

 

Keesokan harinya……

 

   ~Jiyeon POV~

jiyeon~aa, palliwa.” Teriak jieun dari luar kamar ku. “ne.” sahutku sembari merapikan letak kaca mataku. Kutatap diriku di cermin. “jiyeon jelek.” Ejekku pada diriku sendiri kemudian tersenyum membuka pintu kamar. “ya. kau lama sekali..” ujar jieun pura2 cemberut. “hehe, mian kajja.” Ajakku.

 

   ~author POV~

Saat jiyeon dan jieun keluar hotel, mereka berpapasan dengan jinyoung dkk yg juga baru keluar dari hotel tempat mereka menginap. “eh, jieun~ssi, jiyeon~ssi..” panggil baro. “eh, baro~ssi.” Jiyeon dan jieun balas menyapa. “kalian mau kemana?” tanya gongchan. “jalan-jalan.” Sahut jiyeon. “kalau begitu kita jalan2 bersama saja, kami juga mau jalan2. Kajja.” Ajak key sambil berjalan. “ne? eh…” jiyeon msih bingung namun baro segera menariknya dan jieun untuk ikut bersama. Mereka berenam jalan2 bersama ke toko souvenir lalu mengitari sekeliling pulau jeju, setelah puas jalan2, mereka kepantai dan bermain voli pantai, jiyeon memilih untuk tidak satu tim dengan jinyoung karena bukannya kerja sama mereka malah hanya akan bertengkar, akhirnya jieun yg menjadi satu tim dengan jinyoung dan baro, sedangkan jiyeon satu tim dengan key dan gongchan, di tengah permainan tim jinyoung masih unggul sampai gongchan berhasil mencetak skor dan menjadi seri, “yeay!! Kita seri…” tanpa sadar jiyeon loncat kegirangan dan berpelukan dengan gongchan, walau hanya sesaat ternyata hal itu berhasil membuat raut wajah jinyoung berubah, mereka kembali bemain namun pikiran jinyoung melayang, baro berhasil menambah skor untuk timnya membuat jiyeon kesal dan memukul bola dengan sangat keras, jinyoung yang tidak konsen akhirnya tidak sempat menghindari bola dan bola tsb mengenai wajahnya membuat hidungnya mengeluarkan darah. “omo! jinyoung~aa.” Pekik jiyeon berlari menghampiri jinyoung bersama key dan gongchan. “ya. gwenchana?” Tanya jiyeon melihat hidung jinyoung yang masih berdarah. “kajja, ku obati.” Jiyeon mengajak jinyoung ke tempat penjaga pantai dan mengobati jinyoung di sana. Jiyeon mengobati hidung jinyoung sehingga wajah mereka menjadi dekat, dengan jarak sedekat itu jinyoung dapat melihat setiap lekuk wajah jiyeon. “aaa.. apayo.” Ringgis jinyoung tiba2. “mian, karena aku kau jadi begini.” Ujar jiyeon menunduk. “eoh, ini gara2 kau.” Kata jinyoung. “ya. tapi kau juga salah, kenapa kau tidak menghindar.” Jiyeon berusaha membela diri. “mwo? Salahku? Ani, ini sepenuhnya salahmu.” Jinyoung tidak mau mengalah. “tapi..”

mwo? Lihat, aku berdarah karenamu.” Ujar jinyoung sembari menunjuk hidungnya.

arraseo. Huuuh.” Sungut jiyeon kembali mengobati jinyoung namun tiba2 jinyoung menahan tangan jiyeon membuat jiyeon menoleh pada jinyoung yang sedang menatapnya. “w,wae?” Tanya jiyeon gugup karena jinyoung masih menatapnya. “biar aku saja.” Ujar jinyoung mengambil kapas yang ada ditangan jiyeon dan pergi. Sementara itu, sambil menunggu jiyeon mengobati jinyoung, key, gongchan, baro dan jieun istirahat, tiba2 jieun beranjak mengninggalkan mereka membuat key menoleh dan akhirnya mengikuti jieun yang berjalan santai ke pesisir pantai dan duduk sambil memainkan air, “sepertinya tadi kau sangat bersemangat bermain melawan tim ku.” Ujar key berjalan santai menghampiri jieun.

eh, k, kau..”

kenapa jadi salah tingkah begitu?”

n,ne?”

kau masih mengingat kejadian kemarin?”

e, a, apa yang kau bicarakan? Kejadian a, apa?”

kau sungguh tidak ingat? Gurae, biar kuingatkan kembali.” Ujar key tiba2 mendekatkan wajahnya pada jieun.

m,mwo?” jieun membelalak saat wajah key sudah sangat dekat dengan wajahnya. Key menatap mata jieun membuat jieun samakin gugup. Drrrtt, tiba2 HP key bergetar, key menoleh dan ternyata itu telp dari jinyoung, key segera menjauhkan wajahnya dari jieun dan mengangkat telp dari jinyoung.

wae?” sahut key.

eodiga?”

di pesisir pantai, wae?”

kajja, aku mau kembali ke hotel.”

kenapa harus aku?”

aish, palli kajja.”

eoh, arraseo.” Tuutt.. key segera pergi meninggalkan jieun, sebelum itu dia sempat menoleh kearah jieun dan tersenyum, senyum yang sulit diartikan.

Malam harinya…

~Author POV~

ya, jinyoung~aa, tadi kenapa kau tiba-tiba mengajak kembali ke hotel?” Tanya key pada jinyoung saat mereka berdua duduk di beranda kamar hotel key. Jinyoung hanya diam dan menatap lurus kedepan tanpa mempedulikan pertanyaan key. “gurae, biar ku tebak, kalian pasti bertengkar lagi kan?” tebak key. “molla..” ujar jinyoung. “ckck.” Key hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah chingunya ini. “jinyoung~aa.” Panggil key. “wae?” sahut jinyoung. “bagaimana kalau besok kau ajak jiyeon jalan-jalan, hanya berdua. Otte?” saran key. “MWO? Neo micheosso?? Mana mungkin aku hanya jalan-jalan berdua dengannya, ish..” jinyoung tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau dia jalan berdua dengan jiyeon yang err, jelek. “ish.. ya! aku kan hanya menyarankan kalau tidak mau ya sudah, tapi besok jangan mengganggu ku dengan hal-hal tidak penting lagi, seperti tadi, kau mengganggu.” Ujar key. “aigoo, apa susahnya membantu teman.” Keluh jinyoung. “mwo? Ya! aku sudah membantumu, salahmu sendiri tidak mendengarkan saranku.” Kata key dan jinyoung hanya mendengus. “jinyoung~aa, apa kau benar-benar menyukai jiyeon?” Tanya key penuh selidik, jinyoung hanya diam dan melemparkan death glare nya sebelum pergi meninggalkan kamar key sedangkan key, hanya tersenyum melihatnya. “semoga besok menyenangkan.” Gumamnya tersenyum penuh arti. Sementara itu, “tok, tok tok.” Jiyeon mengetuk pintu kamar hotel jieun yang kesekian kalinya, namun tak ada jawab sama sekali. “aish.. pasti sudah tidur..” gerutu jiyeon.

 

  ~jiyeon POV~

Huuu, jieun sudah tidur. Aigoo, kenapa aku tidak bisa tidur begini??’ aku pun jalan-jalan keluar hotel, pemandangannya bagus, udaranya segar.

 

  ~Author POV~

Perlahan senyum manis terukir di wajah ‘jelek’ jiyeon, tanpa ia sadari, kakinya terus membawanya berjalan menikmati keindahan pulau jeju pada malam hari, langkahnya terhenti ketika seseorang memanggil namanya. “jiyeon~aa.” Panggil orang itu membuat jiyeon menoleh. “oh, gongchan.” Sapa jiyeon. “kau sedang apa?” Tanya gongchan.

hanya jalan-jalan. Kau sendiri sedang apa?”

na do. Hajiman ini kan sudah malam, kenapa kau jalan-jalan sendiri?”

aku tidak bisa tidur, tadinya aku mau mengajak jieun, tapi dia sudah tidur.” Sahut jiyeon tersenyum, senyum yang mampu membuat gongchan terdiam sejenak ‘senyumanya.. omo! ige mwoya?’ batin gongchan sembari mengerjap-ngerjapkan matanya.

o, oh, begitu.. oh ya, kau dan jieun kenapa tidak ikut liburan sekolah?”

uri? Kau tau sendiri kan, kami tidak punya uang lebih untuk ikut liburan mewah sepeti itu.” Ujar jiyeon. ‘mian gongchan~aa, aku berbohong lagi -_-‘

ooh, lalu liburan ke jeju ini bagaimana?”

kalau liburan ini kami dapat dari sebuah game, kami memenangkannya dan mendapat tiket liburan selama 5 hari di pulau jeju. Hehe” jelas jiyeon sambil cengengesan dan gongchan hanya manggut-manggut. “eh, kalian juga kenapa tidak ikut liburan sekolah?” Tanya jiyeon.

kami memang sering tidak ikut liburan sekolah.” Sahut gongchan. Malam semakin larut tapi jiyeon dan gongchan masih saja asik mengobrol dan tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah memperhatikan mereka dengan ekspresi yang sulit dimengerti.

Keesokan harinya…

 

  ~Author POV~

Semua orang sudah siap untuk kegiatan mereka hari ini. jieun sudah siap dan merapihkan poninya di depan cermin sambil tersenyum riang. Di dalam kamarnya Key sudah rapih seperti gayanya yang selalu dapat memikat setiap yeoja. Jiyeon sedang sibuk menjelekkan wajahnya. Sedangkan jinyoung dia masih diam menatap pantulan dirinya yang tampan di cermin, setelah cukup lama dia pun bergumam “ya, jung jinyoung, kau benar-benar sudah gila.”. sementara itu, gongchan dan baro sudah berada di lobi hotel.

 

  ~jiyeon POV~

Tok, tok, tok. “ya, jieun~aa, kau sudah selesai, palliwa.” Teriakku dari luar kamar jieun sambil mengetuk pintunya berulang kali. Tumben jieun lama begini, biasanya dia yang menggedor-gedor pintuku. ‘aish~ lama sekali.’ Aku pun mencoba membuka pintu kamarnya, aih, tidak dikunci rupanya, kalau tau begitu dari tadi saja alu masuk -,-. Aku melangkah masuk dan mendapati jieun tengah senyum-senyum di depan kaca sambil memperhatikan dandanannya. “omo.. ige mwoya?” seruku membuat jieun menoleh kaget. “aigoo, jiyeon~aa, kau mengaggetkanku.” Ujarnya. “ya, kau kenapa senyum-senyum di depan cermin begitu?” tanyaku menahan tawa melihat tingkah chinguku yang satu ini. “a, aniya. Hehe” sahutnya cengengesan. “gotjimal.” Godaku. “sudahlah, kajja.” Jieun menarik tanganku keluar kamar. “jieun~aa, hari ini kita mau kemana?” tanyaku saat kami keluar hotel. “eumm, bagaimana kalau kita ke..” jieun mengetuk-ngetuk dagunya dengan ibu jarinya sambil memikirkan tempat yang akan kita datangi hari ini. “jieun~aa, jiyeon~aa.” Panggil seseorang yang tak lain adalah gongchan, di belakangnya yah, sudah bisa di tebak, ada baro, key dan jinyoung, mereka berjalan mendekati kami. “kalian mau jalan-jalan ya?” Tanya baro. “eum..” jieun mengangguk. “kalau begitu, kita jalan-jalan bersama saja.” Ajak baro. “ani. Kami sudah ada rencana.. ee.. ke tempat yang patut di datangi oleh yeoja.” Aku mencari-cari alasan agar tidak bersama jinyoung. “Annyeong.” aku segera menarik tangan jieun untuk menjauh.

 

  ~Author POV~

Key, jinyoung, gongchan dan baro menatap kepergian jieun dan jiyeon. “aku duluan ya.” pamit gongchan. “kau mau kemana?” Tanya key tapi gongchan tak menjawab dan malah melambaikan tangannya. “kurasa dia akan pergi menemui sohyun.” Ujar baro. “gurae, kalau begitu aku juga duluan, bye.” Lanjut baru lalu pergi meninggalkan jinyoung dan key, key hanya tersenyum lalu berjalan meninggalkan jinyoung. “ya. eodiga?” Tanya jinyoung. “sudah kubilangkan, jangan menggangguku hari ini.” sahut key dengan senyum mengejek. “YA!” jinyoung kesal. “annyeong.” ujar key dan pergi, tinggalah jinyoung sendiri dengan kekesalannya. Sementara itu jiyeon dan jieun sedang asik menikmati pemandangan di atas bukit. “woah.. yeoppoda..” seru jieun. “eoh, neomu yeoppo.” Jiyeon membenarkan.

 

  ~jieun POV~

Disaat aku tengah menikmati pemandangan di atas bukit, tiba-tiba HP dergetar menandakan sebuah sms masuk.

From : key

Jieun~aa, eodiga?

Eoh?! Key mengirim pesan padaku? Kyaa… Dengan cepat aku membalas.

To : key

Aku sedang di atas bukit. Wae?

Sudah 15 menit namun key belum juga membalas sms ku, hufftt.. ‘kau terlalu berharap banyak jieun~aa.’ Batinku. “jieun~aa” panggil seseorang, dan aku tah jelas suara siapa itu.

TBC

tbc… hehehe.. otte? di komen ya… 😀