Arsip Tag: jin young

SEOUL in love part 5

SEOUL in love part 5

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~ji yeon POV~

Kami terdiam sejenak dan saling pandang perlahan jin young mendekatkan wajahnya ke wajahku… dan Chu~ dapat ku rasakan bibir lembutnya menyentuh permukaan bibirku. *huahh author mau donkk#ngarep*

Backsound : MBLAQ – if love goes (version B)

Aku pun membalas ciumannya, entahlah, apa yang ada di pikiranku sekarang ini sehingga aku tidak dapat melawan. Mungkinkah aku juga menginginkannya? “bo peep bo peep bo peep ah~” suara HP ku berhasil menghentikan ciuman kami.

yoboseo”

ji yeon~aa kau di mana?”

naega? Uhm,,”

aku ada di depan gerbang sekolah cpatlah kemari, kalau kau tidak mau ku tinggal.” Ujar ji eun di seberang sana.

ah, ne.. aku segera kesana.” Tuutt

aku pergi dulu ya…” aku pamit pada jin young.

~jin young POV~

AISH! Apa yang kulakukan? Kenapa aku mencium ji yeon, sementara kami tidak ada hubungan apapun. Bagaimana kalau dia marah padaku. AISH!! Aku mengacak2 rambutku.

~CNU POV~

Aku putuskan untuk melihat siswa2 yang akan tampil di acara pembukaan kelas seni latihan. Tapi saat aku melihat ke dalam ruang latihan aku malah melihat pemandangan yang benar2 menyakitkan.

Aku melihat ji yeon berciuman dengan jin young, dadaku rasanya sakit, sangat sakit. *duhh kasian banget dah si CNU#abaikan*

Keesokan harinya….

~ji yeon POV~

Back sound : 5Dolls – lip stain (kiss mark)

*pas banget lagunya, kiss mark hihihihi*

Aku berangkat ke sekolah dengan hati yang sangat senang, mungkin karena kejadian kemarin, ne jin young menciumku dan aku menyukainya, sekarang ku rasa aku memang benar2 sudah jatuh cinta padanya. Aku melangkahkan kaki di halaman sekolah seoul high school dengan santai, dan kau tahu sekarang jantungku sedang berdetak kencang karena melihat sosok yang ada di depan ku, ne aku berpapasan dengan jinyoung dan kawan2. Ottokhe? Tenang ji yeon, tenang. Aku berusaha mengatur nafasku sebelum benar dekat dengan jin young. “annyeong…” aku menyapa mereka dan tersenyum seperti biasanya Walaupun ku rasa wajahku akan memerah sebentar lagi, sebelum jin young menyadari hal itu aku bergegas pergi dari hadapan mereka. *si ji yeon lucu, hahahaha#abaikan*

~jin young POV~

Saat di halaman sekolah aku berpapasan dengan ji yeon, sungguh jantungku rasanya mau copot, ne, aku masih teringat kejadian kiss kemarin. Aku berusaha setenang mungkin sebelum lebih dekat lagi dengan ji yeon. “annyeong…” ji yeon menyapaku dan teman2 dan tersenyum seperti biasa. Apa dia sudah melupakan kejadian kemarin. Sebelum aku membalas sapaannya dia sudah pergi dari hadapanku, tapi baguslah jadi aku tidak perlu merasa canggung. Hufttt.. yeoja ini benar2 bisa membuatku gila. Aku senyum2 sendiri membayangkan ji yeon. “ya! Jin young~aa, kenapa kau senyum2 seperti itu? Heoh?” Tanya sandeul. “ani.. memangnya kenapa? Aku tidak boleh senyum? Heoh?”

ani.. tersenyumlah SEPUAS hatimu..” sahut sandeul.

~author POV~

Seperti biasa Sepulang sekolah Para siswa yang akan tampil di acara pembukaan kelas seni, latihan di ruang yang telah di sediakan, karena acara pembukaan kelas seni sangat penting bagi skoleh seoul high school maka para pengisi acaranya juga harus berlatih keras untuk menampilkan yang terbaik. “permisi.. aku minta perhatian kalian sebentar.” Kata CNU selaku ketua osis pada siswa2 yang sedang belatih. Seluruh siswa menghentikan aktivitas mereka dan mengarahkan pandangan pada CNU dan gongchan yang berdiri bersama hye won. “seperti yang kita ketahui kalau dalam acara pembukaan kelas seni akan di tampilkan dance kelompok dan solo, dan ji yeonlah yang akan tampil sebagai solo dance, lalu dance groupnya yang akan tampil adalah chanmi, soomi, hyo young dan eunkyo, aku kemari membawa hyewon untuk bergabung dalam dance group the dolls.” Jelas CNU. “ne, semuanya, kenalkan ini hye won. Kami memilih hye won karena hye won juga mahir menari dan sering mengikuti lomba dance. Ku harap kalian bisa bekerja sama.” Sambung gongchan. “ne…” sahut para siswa. “gurae, kajja hye won~aa kita mulai latihannya.” Ajak hyo young. “uhm” hye won mengangguk.

~ji yeon POV~

Huh, gara2 ji eun dan hye won tidak bisa pulang bersama ku akhirnya aku harus pulang sendirian, mana hari sudah gelap. Huh! aku berjalan keluar gerbang dengan langkah gontai. “kajja” baro menghentikan motor sportnya di hadapanku. “ne?”

kajja, ku antarkan kau pulang.”

eh, tidak usah,”

sudahlah, kajja” baro melemparkan helm padaku, aku menangkapnya dengan sigap. Yah,, dari pada pulang sendirian, aku naik ke motor sport baro. “pegangan.” Ujarnya sesaat menancap gas dengan kecepatan tinggi. “ya! Pelan2 dong.” Ujarku setengah berteriak karena suara angin mengalahkan suaraku. “waeyo? Apa kau masih mau berlama-lama denganku? Heoh? Kekekeke” sahut baro. “aish. GR sekali kau.” Aku memukul pelan pundak baro, dan dia hanya terkekeh. Aku sudah sampai di rumah ddalam waktu 15 menit. “gomawo.” Aku turun dari motor baro dan memberikan helmnya. “ne, masuklah.”

uhm. Annyeong.” aku melambaikan tangan padanya sembari berlari ke dalam rumah.

annyeong.” dia membalas lambaian tangan ku dan segera melaju dangan motor sportnya.

Keesokan harinya…

~ji eun POV~

Ji yeon dan hye won kemana sih? Sudahlah, lebih baik aku atap sekolah saja, di sana udaranya sangat segar. Aku berjalan kea tap sekolah, sesampai di atap sekolah aku mengambil i-pod berwarna pinkku. Mendengarkan lagu di atap sekolah memanglah kebiasaanku dari dulu.

Backsound : IU – someday (ost. Dream high)

Aku ikut menyanyikan lagu yang keluar dari i-pod ku sambil menutup mata dan menghirup udara segar. “suaramu bagus..” suara gongchan terdengar di sela2 lagu. Aku membuka mataku dan melepaskan headset dari telingaku. “eh, noe? Sejak kapan kau ada di sini?” tanyaku kaget.

sejak kau mulai menyanyi.”

mwo? Jadi dari tadi kau…”

ne, aku dari tadi mendengarkan nyanyianmu. Suaramu sangat merdu,,”

eh?” perkataan gongchan berhasil membuat wajahku memerah.

bisakah kau nyanyikan lagu satu lagu untuku?”

ne? shireo..”

waeyo? Suaramu bagus kok..”

berhentilah memujiku, kau bisa membuat kepalaku pecah.”

hahaha” gongchan mengacak-ngacak rambutku dan tertawa, membuatnya telihat sangat mempesona.

~gongchan POV~

karena merasa bosan di ruang osis, aku jalan2 ke atap sekolah, di sana aku melihat ji eun saat aku baru mau menyapa dia tiba2 menyanyikan lagu yang sepertinya sedang ia dengarkan dari i-podnya. Omona,,, suaranya merdu sekali.. kenapa dia tidak pernah tampil dengan suaranya ini? Suaranya mebuat hati ku tenang, sangat indah.. “suaramu bagus..” ujaranku berhasil membuatnya membuka matanya dan melepaskan headset dari telinganya. “eh, noe? Sejak kapan kau ada di sini?” tanyanya kaget.

sejak kau mulai menyanyi.”

mwo? Jadi dari tadi kau…”

ne, aku dari tadi mendengarkan nyanyianmu. Suaramu sangat merdu,,” sahutku.

eh?” aih, ada apa dengan yeoja ini, wajahnya memerah, neomu kyeopta. hihihi

bisakah kau nyanyikan lagu satu lagu untuku?”

ne? shireo..”

waeyo? Suaramu bagus kok..”

berhentilah memujiku, kau bisa membuat kepalaku pecah.”

hahaha” yeoja ini benar2 lucu. aku mengacak-ngacak rambutnya.

gongchan~aa..” ujarnya dengan nada serius.

ne..” sahutku ikut serius.

uhm,, apa aku ini pabbo” tanyanya masih dengan nada serius. Membuatku tidak dapat menahan tawaku. “ne? hahahahahaha..”

YA! Aku serius gongchan~aa..” dia sepertinya marah.

ji eun~aa kenapa kau bertanya seperti itu? Heoh?” tanyaku.

gongchan~aa jika seseorang selalu mengharapkan yang belum tentu ia dapatkan, apa menurutmu dia pabbo?” tanyanya lagi.

ani,, jika sudah mengharapkan sesuatu maka usaha adalah langkah kedua, jadi dia tidak pabbo asalkan terus berusaha. Wae? Apa orang yang kau maksud itu adalah kau?”

ne? jadi usaha keras ya?”

ne.” jawabku mantap.

gurae gomawo gongchan~aa.” Ujarnya berlalu meninggalkanku.

~ji eun POV~

Usaha ya? Gurae, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras untuk mendapatkan mu gongchan~aa. Hwaiting ji eun. Hwaiting.

~author POV~

Setelah beberapa minggu latihan akhirnya sehari sebelum acara pembukaan kelas seni, dimana para siswa yang akan tampil di acara itu berlatih dengan keras begitupun dengan ji yeon dan ji eun. Ji yeon berlatih untuk solo dancenya, dan ji eun berlatih untuk tari baletnya. “auh..” di tengah latihan ji eun terhatuh. “ji eun~aa, gwenchana?” seru ji yeon membuat para siswa yang sedang latihan menoleh kearah ji eun dan ji yeon. “auhh.,, kakiku ji yeon~aa.” Ringgis ji eun.

waeyo? Kenapa kakimu? Heoh?”

kakiku sepertinya terkilir.”

mwo? Kajja kita ke UKS.” Ji yeon memapah ji eun.

uhmm..” ji eun dan ji yeon pun ke UKS.

ji eun~aa aku latihan dulu ya.. tak apa kan kalau kutinggal sendiri.” Ujar ji yeon setelah mengobati kaki ji eun.

ne.” ji eun mengangguk.

Setelah selesai latihan ji yeon, hye won, gongchan, CNU dan band JSB menghampiri ji eun di UKS. “ji eun~aa, gwenchana?” Tanya hye won khawatir. “ne, hanya saja..”

waeyo?”

kakiku masih terkilir dan itu artinya aku tidak bisa tampil di acara pembukaan kelas seni. Yang masalahnya sekarang itu siapa yang akan tampil menggantikanku di acara itu? osis sudah terlanjur mengumumkan kalau di acara itu akan ada penampilan tarian balet.” Ji eun terlihat murung.

gwenchana ji eun~aa” sahut gongchan mendekati ji eun.

aniya, aku pasti akan membuat para siswa kecewa.”

biar aku saja yang menggantikan ji eun.” Ujar hye won.

mwo?” seru mereka kecuali ji yeon, ne, ji yeon memang tahu kalau

hye won bisa menari balet walaupun tak sehebat ji eun tentunya.

waeyo? Aku bisa menari balet walaupun tak sehebat ji eun.” Sahut hye won.

tapi, acarannya sudah besok.”

masih ada waktu beberapa jam untuk latihankan? Aku akan ber usaha. Dan kau ji eun, ku harap kau juga akan tampil.”

mwo? Aku tidak mungkin tampil dengan keadaan seperti ini hye won~aa”

siapa bilang? Bisa kok.” Sambung ji yeon. Ji yeon dan hye won sejenak saling pandang. “kau bisa menyanyi.” Seru ji yeon dan hye won bersamaan.

MWO?” mata ji eun membelalak. “shireo..” lanjutnya.

waeyo?” sahut ji yeon.

suaramu bagus kok.” Sambung gongchan, yang di ikuti anggukan dari yang lain. Ji eun terdiam sejenak dan..

gurae, aku akan berusaha.” Sahut ji eun, membuat ji yeon dan lainnya mengembangkan senyuman di bibir mereka.

HWAITING.” Seru mereka bersamaan.

Backsound : suzy, taecyeon, joo – dream high

Mereka akhirnya melanjutkan latihan, ji yeon berlatih untuk solo dancenya, JSB band berlatih dengan suara dan alat music mereka, hye won berlatih untuk tarian balet nya, dan ji eun berlatih dengan suara dan gitarnya sementara itu gongchan dan CNU mengamati latihan seolah menjadi penonton untuk memperbaiki kesalahan.

Keesokan harinya…

Acara pembukaan kelas seni akan segera di mulai, JSB band bersiap2 lah karena kalian yang akan tampil pertama.” ujar gongchan. “ne” sahut jin young, baro dan sandeul kompak. JSB band tampil tanpa Kendala. “ji yeon~aa setelah ini kau, bersiap2 lah.”

ne.” sahut ji yeon sambil memperpaiki dandanannya. Ji yeon tampil memukau dengan iringan lagu 4Minute – superstar dan dengan balutan baju serba hitamnya, semua mata seakan tak ingin beralih darinya. “setelah ini yang akan tampil, the dolls, lalu setelah the dolls, hye won, dan terakhir ji eun.” Jelas gongchan. Sesuai urutan setelah the dolls tampil hye won tampil dengan tarian baletnya yang anggun walau tak sebagus ji eun tapi tetap saja memukau. “ji eun~aa sekarang gilirangmu.”

~ji eun POV~
“ji eun~aa sekarang gilirangmu.” Aih, ottokhe?? Aku gugup sekali, jangan tampil membawakan lagu tampil dengan tarian balet saja aku belum pernah, aku benar2 gugup. “n,, ne..” aku melangkah ke atas penggung dengan gugup. Aku mengambil gitar dan duduk di kursi yang telah di sediakan, dan mulai memainkan gitar, aku menyanyikan lagu someday yang ku ubah ke versi akustik.

~author POV~

Ji eun tampil dengan lagu someday versi akustik, membuat semua orang terdiam dan menatap kagum padanya karena keindahan suaranya, tapi di tengah lagu ji eun sedikit menglami kesulitan, entah dia lupa liriknya atau apa, tapi ji yeon datang dan menyanyikan bagian itu dengan baik, suara ji yeon juga bagus dan cukup membuat semua orang kagum, acara pun selesai para siswa yang menonton pertunjukan itu benar2 kagum dengan penampilan JSB, hye won, the dolls, ji eun dan ji yeon terutama penampilan terakhir ji yeon dan ji eun. “yeay..” JSB, ji yeon, hye won, ji eun, gongchan dan CNU bersorak atas keberhasilan mereka. “ji yeon~aa gomawo, kalau tak ada kau, pasti tadi aku akan sangat malu.” Ujar ji eun.

ne..” sahut ji yeon tersenyum manis.

ji yeon~aa suara mu tadi bagus..” seru sandeul.

ne, aku sampai tidak dapat mengalihkan pandanganku saat kau menyanyi tadi.” Sambung baro.

hu’um suaramu bagus.” Jin young angkat bicara.

gomawo..” sahut ji yeon tersenyum.

uhm, aku plg dulu ya chingudeul..” hye won pamit.

ne, gurae aku juga pulang ya.. annyeong.” sahut ji eun.

ji eun~aa changkaman, aku antar kau pulang.” Seru gongcchan sembari berlari ke arah ji eun.

aku juga pulang ya.. annyeong.” ji yeon juga pamit.

changkaman, biarku antar.” Ujar jin young.

ne?”

kajja..” jin young menarik tangan ji yeon ke mobilnya. “masuklah, ku antar kau pulang.” Lanjut jinyoung membukakan pintu mobil. “uhm.” Ji yeon menurut dan masuk kedalam mobil.

Backsound : sunye wonder girls – maybe (ost. Dream high)

tadi penampilanmu bagus” ujar jin young di tengah perjalanan.

jeongmal? Kau juga, tapi memang sih tidak dapat di pungkiri kalau penampilanku memukau bahkan menandingi JSB band. Hihihi.” Canda ji yeon.

hahahaha..” jin young mengacak rambut ji yeon.

~jin young POV~

tadi penampilanmu bagus” ujarku di tengah perjalanan.

jeongmal? Kau juga, tapi memang sih tidak dapat di pungkiri kalau penampilanku memukau bahkan menandingi JSB band. Hihihi.” Canda ji yeon. Omona, neomu kyeopta..

hahahaha..” aku mengacak rambut ji yeon. Tak terasa kami sudah sampai di depan rumah ji yeon. “gomawo. Annyeong.” ujar ji yeon sambil membuka pintu mobil. “chankaman..” tanpa di perintahkan tanganku menahan tangan ji yeon. “ne?” sahutnya membalikkan tubuhnya ke arahku. Entah kenapa aku hanya ingin melihatnya lebih lama. “uhm.. selamat malam..” ujarku. “ne.. annyeong..” sahutnya keluar dari mobilku dan melambaikan tangannya.

~ji yeon POV~

Tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku. “gomawo. Annyeong.” ujarku sambil membuka pintu mobil. “chankaman..” jin young menahan tanganku. “ne?” sahutku membalikkan tubuhke ke arahnya agar bisa melihat wajahnya lebih lama. “uhm.. selamat malam..” ujarnya. “ne.. annyeong..” sahutku keluar dari mobilnya dan melambaikan tanganku padanya. ‘selamat malam juga jin young dan semoga kau memimpikanku malam ini hihihihi’ batinku melihat jin young berlalu dengan mobilnya.

~gongchan POV~

Aku mengantarkan ji eun pulang dengan mobilku, aku senang bisa sedekat ini dengannya, ne, sejak kejadian ji eun hilang di hutan beberapa minggu lalu aku sadar kalau aku mencintainya, kami telah sampai di depan rumah ji eun. “gomawo gongchan~aa. Annyeong.” ujarnya. “uhm. ji eun~aa” ujarku, aku berniat mengtakan perasaanku sekarang. “ne?” sahutnya lembut. “e,, e,, “ aku sedikit terbata. “waeyo?”

uhmm saranghe ji eun~aa.”

ne?” dia terlihat kaget.

saranghe, jeongmal saranghaeyo ji eun~aa. Jadilah yeojachinguku, ne?” Aku meyakinkannya tentang perasaanku. Ji eun terdiam sejenak dan kembali tersenyum manis padaku. “na do..” sahutnya. Sungguh sekarang ini aku benar2 bahagia, aku segera memeluk yeoja yang ku cintai ini. “gomawo ji eun~aa” ujarku melepaskan pelukanku. “ne..” aku mendekatkan wajahku padanya dan chu~ aku mengecup lembut bibirnya, lembut, bibirnya lembut.

~ji eun POV~

uhmm saranghe ji eun~aa.” Deg, apa aku tidak salah dengar? Namja yang aku sukai selama ini juga mencintaiku?

ne?” tanyaku kaget.

saranghe, jeongmal saranghaeyo ji eun~aa. Jadilah yeojachinguku, ne?” omona! Apa aku tidak mimpi? Aigooo.. menjadi yeojachingu gongchan? Tentu saja aku mau. Aku terdiam sejenak dan kembali tersenyum ke arahnya. “na do…” sahutku sedikt malu, aih, gongchan memelukku. Huahh rasanya sekarang ini aku. sedang terbang ke langit ke tujuh. “gomawo ji eun~aa” ujarnya melepaskan pelukan. “ne..” perlahan gongchan mendekatkan wajahnya padaku dan.. chu~ dapat kurasakan permukaan lembut bibir gongchan menyentuh bibirku. Lembut…

~jin young POV~

jin young kau sudah pulang kemarilah.” Kata appa saat aku masuk ke dalam rumah. Aku menurut dan menghampiri appa yang sepertinya ada tamu di ruang tamu,

“hwa young..” seruku saat melihat tamu appa yang tak lain adalah hwa young, sahabat kecilku dan orang tuangya. “jin young oppa..” seru hwayoung segera memelukku. “bogoshipo..” ujarnya. “ne, na do.”

appa senang melihat kalian sangat akrab. Jadi tidak akan sulit untuk melangsungkan pertunangan kalian.” Ujar ayah yang membuatku kaget setengah mati. “MWO?” ujarku kaget.

ne, kami sudah merencanakan pertunangan kalian.” Sahut appa hwa young. Aku sungguh tidak dapat menolak permintaan appa, karena setelah eomma koma selama 2 tahun ini karena kecelakaan aku berusaha membuat appa tetap kuat. Ottokhe? “oppa, besok aku akan pindah ke sekolah mu.” Ujar hwa young ceria, aku hanya membalas dengan senyuman palsu, karena sekarang ini aku benar2 kesal namun tidak dapat mngatakannya.

Keesokan harinya…

~author POV~

oppa, changkaman” ujar hwayoung berlari kea rah jin young dan bergelayutan di tangan jin young. Hari ini hwa young mulai bersekolah di seoul high school. Saat hwa young bergelayutan di tangan jin young mereka berpapasan dengan sandeul, baro, ji yeon, hye won, gongchan, ji eun dan CNU. “jin yeoung, siapa yeoja ini?” Tanya sandeul kaget. “ini..” jin young sedikit kebingungan menjawab pertanyaan sandeul. “hwa young imnida. aku tunangannya jin young oppa.” Sahut hwa young. “mwo? Tunangan?”

TBC

gimana? jelek kah? baguskah? *PD amat hhihih* atau ga jelas?? jangan jadi silent reader yahhhhhhh

Iklan

SEOUL in love Part 3

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~gongchan POV~

Drrtt.. HP ku bergetar. Ku lihat nama ji yeon di pesan itu.

To: pabo gongchan

From: ji yeon

Ingat ya, aku tidak mau tampil kalau ji eun tidak tampil. Araseo?

noona…”

ne?” dia terlihat kaget. “mian, aku hanya merasa janggal saja kau memanggilku noona. Kita kan seangkatan.” Lanjutnya.

tapi aku kan lebih muda 1 tahun dari mu.” Ujarku “tapi, kalau kau tidak suka aku tidak akan memanggilmu noona lagi.” Lanjutku dia hanya tersenyum, senyum yang manis. “uhm, bagaimana? Apa kau sudah tidak kesulitan lagi mengerjakan tugas matematika?”

ne? ah, masih sedikit sulit. Oh ya gomawo.”

untuk apa?”

karena kau membantuku mengerjakan tugas matematikaku waktu itu. Hehehe”

ne… lalu apa kau mau tampil di acara pembukaan kelas seni?”

uhm ne, aku mau.” Katanya mengangguk.

~jin young POV~

Aku berjalan tanpa arah, ne malam ini aku merasa sangat bosan jadi aku keluar sebentar untuk cari udara segar. Eh, itu.. “ji yeon~aa” aku segera mengenali yeoja yang sedang berjalan di hadapnku. “jin young..” dia membalikan tubuhnya dan tersenyum. Aku segera berlari menghampirinya. “kau sedang apa di sini?” tanyanya.

ani.. Cuma jalan2 saja. Aku bosan makanya jalan2. Kau sendiri?”

na do,” katanya sambil tersenyum lagi, yeopo.. “oh ya, bagaiman dengan luka di sikutmu?” lanjutnya.

sudah sembuh kok, lagian hanya luka kecil.”

bagus lah.”

bagaimana kalau kita jalan2 bersama ke suatu tempat.”

ke mana?”

uhmm molla, sekarang ini aku benar2 tidak ada tujuan hehehe” ujar ku emnggaruk kepalaku yang tidak gatal.

uhmm..” jari telunjuk ji yeon di ketuk2kan di dagunya. “kajja.” Dia langsung menrik tanganku.

ke mana?”

bersenang-senang.” Sahut nya sambbil terus berlari menggengggam tanganku dan tersenyum

~ji eun POV~

Setelah makan malam gongchan mengantarkanku pulang. Wuahh senangnya…. Hihihihi mianhe sandeul~aa. Habis kau sendiri tidak mau berubah. “sudah sampai” ujar gongchan. “oh ne. aku masuk dulu. Annyeong.” kataku sambil membuka pintu mobil. “ne, sampai ketemu besok. Annyeong.” sahutnya. Aku melangkah masuk kerumah, sesampai di karma aku segera merebahkan tubuhku di kasur. Hari ini benar2 menyenangkan. Gomawo ji yeon~aa.

~ji yeon POV~

Aku dan jin young telah sampai di tampat yang dituju, di sebuah taman dekat sungai han, taman yang luas untuk bermain petasan dan kembang api. Sebelum ke sini kami singgah di sebuah took untuk membeli petasan dan kembang api. “sini biar kunyalakan petasan nya.” Tawar jin young. “ne, ini.”

~jin young POV~

Ji yeon, yeoja ini memang istimewa. Tidak seperti yeoja2 lain yang maunya hanya ke mol dan shooping dia malah mengajakku ke tempat seperti ini dan bermain petasan dengan riangnya. Warna-warni kembang api dan petasan berhamburan di langit sangatttt indah seindah yeoja ini. Aku benar2 menikmati waktu ini.

~ji yeon POV~

Warna-warni kembang api dan petasan berhamburan di langit sangatttt indah. Aku sudah lama tidak sebahagia ini. “kau terlihat sangat senang.” Ujar jin young. “tentu sja, siapa yang tidak akan senang melihat warna-warni kembang api dan petasn di langit.” Sahutku sambil kembali memandangi langit yang masih pnuh warna.

~jin young POV~

Aku masih terus memandangi wajah ji yeon yang penuh kebahagiaan. Hatiku tenang melihatnya begini, tapi kalau dia tersenyum dan bicara padaku, rasanya jantung mau lompat keluar. Ji yeon, kau satu2nya yeoja yang membuatku begini. Neaga, seorang jin young bisa di buat begini oleh yeoja yang baru ku kenal 2 hari.

Keesokan harinya….

Back sound : 5Dolls – lip stain remix ver.

~author POV~

Ji yeon melangkahkan kakinya di halaman depan seoul high school dengan semangat pagi ini. “ji yeon~aa” ji eun memanggil ji yeon dari belakang sambil berlari kearah ji yeon. “pagi chingu…” ji eun menggangdeng lengan ji yeon. “pagi juga ‘noona’ nya gongchan hahahahaha..” sahut ji yeon sambil berlari menghindari amukan ji eun. “YA! Awas kau.” Ji eun berlari mengejar ji yeon, setelah kejar2an mereka tertawa bersama.

ji eun~aa kau semangat sekali hari ini.” Ujar ji yeon.

tentu saja, hihihihi. Kau sendiri? Kau juga terlihat sangat bersemangat hari ini.”

naega? Aku kan memang selalu semangat. Hahahaha.”

Saat istirahat..

~ji eun POV~

Aku berjalan ke kantin bersama ji yeon, aku semakin karab dengannya, dia benar2 membuatku nyaman, “o iya, aku baru ingat ji eun, beberapa hari lalu waktu kita janjian untuk latihan menari bersama, aku menunggumu di ruang latihan tapi kau tidak ada jadi aku mencarimu dan aku bertanya pada seorang siswa kalau biasanya jam segitu kau ad d mana, lalu katanya mungkin kau di ruang musik, apa kau juga suka menyanyi?” pertanyaan ji yeon membuatku ku kaget, aih, jangan sampai dia tahu kalau aku sering ke ruang music karena pacaran dengan sandeul, bisa2 dia marah karena dia pasti berpikir kalau aku hanya ingin mempermainkan gongchan, ani! Aku harus segera memutuskan sandeul demi persahabtanku dengan ji yeon dan demi gongchan. “ji eun~aa” tangan ji yeon mondar mandir di depanku. “eh, ne?”

dari tadi kau tidak mendengarkan ku ya.? Huhhhh. Jawab aku donk, kau suka menyanyi ya?”

ne, tapi aku lebih suka menari. Kalau kau?” aku mengalihkan pembicaraan.

uhmm, na do.”

wuah, sepertinya kita banyak kesamaan ya.. hahaha.”

Ne, hahaha. Eh, kau tahu tidak saat aku mencarimu di ruang music aku bertemu 3 orang namja, namanya jin young, baro, dan sandeul. Mereka satu band. Mereka juga ramah.”

jadi hari itu kau kenalan dengan mereka?” wuaduh, tambah gawat..

uhm, dan kau tahu awal pertemuanku dengan mereka sangat memalukan.”

memalukan? Waeyo?”

saat hari pertama aku tiba di seoul, aku mengendarai mobil sendiri lalu aku tidak sengaja menabrak baro dan aku langsung kabur,,”

lalu?” aku jadi penasaran.

lalu, keesokan harinya saat aku mencari mu di ruang music tapi sewaktu ku buka pintunya aku malah bertemu sandeul dan baro terang saja saat melihat baro aku langsung kabur, karena aku menabraknya dan melah meninggalkannya, tapi saat aku lari aku menabrak jin young dan aku terjatuh menimpa jin young, dan tentu saja hal itu di lihat oleh baro dan sandeul, lalu baro menghampiriku, ku pikir dia akan menghajarku, ternyata dia hanya ingin mengembalikan gantungan HP ku yang jatuh. Tindakan ku benar2 konyol kan?”

hahahahahahahahahahahaha.” Tawaku pecah seketika.

ne, ne. tertawa lah sepuas hatimu. Huhh.” Ji yeon mengerucutkan bibirnya.

mian, mian. Habis kau lucu sih, baaiman bisa kau lari menghindari orang yang hanya ingin mengembalikan gantungan HP mu yang jatuh, habis itu malah jatuh menimpa jin young lagii.. wuahahahahaha” aku terus tertawa sampai mataku berair. Di saat aku lagi tertawa selepas-lepasnya gongchan datang membuat tawaku berhenti seketika. Aigoo.. dia benar2 bisa membuatku gila..

cheogiyeo…”

waeyo?” Tanya ji yeon.

aku hanya ingin meberitahu pada kalian kalau kalian akan latihan dengan siswa2 yang akan tampil di acara pembukaan kelas seni mulai minggu depan. Bisakan?”

ne” jawab ji yeon, sementara aku hanya terdiam.

ji eun~aa apa kau bisa?” Tanya gongchan. Aih, dia tidak memanggilku noona? Wuah…

ne.” aku mengangguk.

ji eun? Mana embel2 nya? Heoh?” Tanya ji yeon.

embel2?” Tanya gongchan bingung.

semalam kau memanggilnya noona. Kenapa sekarang…” ji yeon tersenyum jahil padaku.

ji eun tidak nyaman jadi aku tidak memanggilnya noona, aku tidak ingin membuatnya tidak nyaman.” Sahut gongchan, dan ku rasa sekarang wajahku suda memerah.

~ji yeon POV~

gongchan. Kau sedang apa di sana? Di ruang osis banyak pekerjaan menunggumu. Kajja” seorang namja berjlan kea rah mejaku dan ji eun tempat gongchan berdiri dan menarik gongchan. “ne hyung araseo, aku hanya ngobrol sebentar kok.” Sahut gongchan. “aku pergi dulu ya.. annyeong.” kata gongchan. “palli” kata namja itu. “huh! Dasar galak” gerutuku, dan ternyata namja galak itu mendengarnya. “MWORAGOYO?” namja galak itu berbalik mentapku tajam. “G-A-L-A-K waeyo?” jawabku lantang. “ji yeon~aa dia itu ketua osis.” bisik Ji eun sambil menyikut ku. “lalu kenapa? Mau ketos atau apa. Yang ku katakan tadi mmg benar, galak!” sahutku dengan suara keras agar namja itu mendengarnya.

~gongchan POV~

huh! Dasar galak” gerutu ji yeon, “MWORAGOYO?” CNU hyung berbalik mentap ji yeon tajam. “G-A-L-A-K waeyo?” jawab ji yeon lantang. “lalu kenapa? Mau ketos atau apa. Yang ku katakan tadi mmg benar, galak!” lanjut ji yeon. Hahahaha dari dulu memang tidak pernah berubah. Ji yeon, ji yeon. Tampang CNU hyung benar2 lucu, terang saja baru kali ini seseorang berkata seperti itu padanya.

~CNU POV~

Huh! Apa2 an yeoja ini, berani sekali dia. “dasar yeoja aneh! kajja.” Aku mengajak gongchan pergi meninggalkan kantin.

~author POV~

Setelah pertengkaran kecil ji yeon dan CNU ketua osis di seoul high school, banyak siswa yang terlihat sedang membicarakannya, beberpa komentar seperti, ‘wuah, berani sekali dia’ dll. Ji yeon kembali ke kelasnya begitu pun dengan ji eun. Di kelasnya masing2 mereka mendapatkan pengumuman dari wali kelasnya masing2, bahwa angkatan mereka akan pergi ke puncak untuk melakukan observasi selama 3 hari mulai dari besok. Tentu saj ji yeon dan ji eun sangat senang karena selama 3 hari mereka akan terbebas dari hal2 yang memusingkan seperti matematika, fisika dan kimia, begitu pun dengan jin young, baro dan sandeul.

~ji eun POV~

Sepulang sekolah aku pergi menumui sandeul, sudah ku putuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya walau pun berat tapi ya sudahlah. “apa kau sudah lama menungguku?” aku menghampiri sandeul yag sedang bersandar di tembok. “ani.. waeyo? Tiba2 ingin bertemu?”

uhm, sandeul~aa. Mianhe, sepertinya hubungan kita sampai di sini saja.”

Backsound : B1A4 – only one

mwo? Waeyo?”

mian, aku..” sebelum aku selesai menyelesaikan perkataan ku dia sudah memotongnya dengan ciuman yang mendarat di bibirku, aku tidak dapat melawan karena aku juga sangat merindukan saat2 seperti ini. “jika itu bisa membuatmu lebih bahagia, aku terima.” Ujarnya melepaskan ciumannya. “mian.” Aku segera berlari meninggalkannya, tak terasa buliran2 air mata mengalir deras di wajahku. Dilema, beginikah rasanya? Di sisi lain aku menyukai gongchan tapi di sisi lain aku juga tidak bisa melepaskan sandeul.

~sandeul POV~

Ji eun~aa saranghe.. cinta tak harus memiliki, jika berpisah denganku bisa membuatmu bahagia aku tidak dapat berbuat apa2. Tapi, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu.

Keesokan harinya…

Backsound : B1A4 – bling girl

~ji yeon POV~

Tiiit..tiitt..

yoboseo?”

ji eun~aa kau bisa menjemputku? Kita ke sekolah bersama ya.”

ne, kau sudah siapkan semuanya? Kita akan berangkat ke puncak, jadi jangan lupa bawa semua kebutuhanmu.”

ne…. kau sendiri?”

aku sudah siapkan dari malam malah…”

gurae, jemput sekarang ya.”

ne.. aku segera ke sana. Annyeong”

annyeong.”

Aku dan ji eun berangkat ke sekolah untuk berkumpul dan berangkat ke puncak. Wow.. daebak. “anak2 ayo berbaris sesuai kelas” kata ibu taeyeon, wali kelasku yang cantik nan mungil. “ji eun, kemari, bapak mau mengambil absen.” Kata pak leeteuk wali kelasnya ji eun, guru yang tampan, hahaha. “ne..” ji eun segera berlari ke barisan kelasnya. “ji eun~aa cepat kembali ya.. kita duduk bareng.” Kataku. “ne..”

ayo masuk ke bis anak2.” Perintah ibu taeyeon, mau tidak mau aku masuk ke bis tanpa ji eun. Huh, lalu aku duduk dengan siapa? Ji eun lama sekali sih.. “cheogiyeo, apa aku boleh duduk di sini?” Tanya seorang namja dan itu adalah…

~baro POV~

Aku mencari-cari tempat duduk dalam bis dan pandangan ku langsung tertuju pda seorang yeoja yang sedang duduk sendirian, ne itu ji yeon. “cheogiyeo, apa aku boleh duduk di sini?” Tanyaku. “eh, baro? Ne, duduk saja.” Sahut ji yeon sambil tersenyum membuat jantungku berdegup kencang. “tumben kau sendirian, biasanya kau selalu bersama ji eun.” Ujarku memulai pembicaraan. “kau kenal ji eun?” tanyanya. “ne, dia mantan pacar sandeul. Saat mereka masih pacaran ji eun selalu ke ruang music menemani sandeul latihan bersama kami.” Jelasku. “mantan?”

ne. waeyo?”

aniyo.” Sahutnya dan tersenyum.

Neomu yeopo… aku benar2 sudah jatuh cinta pada ji yeon sejak awal bertemu.

~ji yeon POV~

Mantan pacar? Ji eun tidak pernah bilang padaku, sewaktu aku cerita soal baro, jin young dan sandeul dia juga tidak bilang apapun, ahhh sudahlah, mungkin dia lupa.

~jin young POV~

Aih, itu ji yeon dan baro? Kenapa mereka duduk bersama? Huh, dasar, gurae, kali ini kau boleh duduk dengan ji yeon tapi selanjutnya tidak akan, hahahaha.

~ji eun POV~

Aduh kelasnya ji yeon suda masuk duluan ke bis, aku segera berlari masuk kedalm bis mencari sosok chinguku. Ah, itu dia tapi siapa yang duduk di sampingnya? Baro? Ne itu baro. Aih, dasar si baro, pasti mau menggoda ji yeon. Kalau ji yeon duduk dengan baro, aku duduk dengan siapa dong? “ji eun~aa, duduk di sini saja.” Ajak gongchan sambil menunjuk kursi kosong di sampingnya. Wuah, kesempatan. “ne..” aku duduk berseblahan dengan gongchan sepanjang perjalanan ke puncak.

~baro POV~

Di tengah perjalanan menuju puncak ji yeon tertidur, wajahnya sangat polos saat tidur, yeopo. Pluk. Kepalanya jatuh di bahuku, aigoo ottokhe? Jantung berdetak semakin cepat.

~author POV~

Rombongan seoul high school telah sampai di tempat tujuan, seluruh siswa turun dari bis.

Backsound : Taru – kasio (OST. my princess)

~ji yeon POV~

Aku terbangun dari tidurku saat baro mengtakan kalau kita telah sampai di puncak, aku segera turun dari bis dan menghirup udara puncak yang segar. “Humphhhhhhhhhhh segarrr” gumamku. “uhm, sangat segar.” Ji eun sudah berdiri di sampingku bersama gongchan. Ah, sekarang waktunya menjalankan rencanaku, mendekatkan ji eun dan gongchan. “jin young, baro. Chankaman.” Aku berlari kearah jin young dan baro dan meninggalkan ji eun dan gongchan berdua. “kalian jalan2 berdua saja ya, aku mau jalan2 dengan mereka. Annyeong..” lanjutku.

~ji eun POV~

Ji yeon benar2 chingu yang pengertian. “ya sudahlah, kajja. Kita harus nikmati waktu santai yang di berikan guru.” Gongchan menarik tanganku mengikuti langkahnya. Wuah….. “ne, kajja.” Sahut ku.

~author POV~

Sementara ji eun jalan2 berdua bersama gongchan, ji yeon, jin young dan baro pun jalan2 bersama. “huah segarnya udara di sini.” Ji yeon berlari di pinggir bunga2 yang bermacam2 warna. “ya! Kau menyukainya ya?” jin young langsung to the point pada baro selagi ji yeon sedang tidak mendengarkannya. “ne, waeyo? Kau juga menyukainya kan?” baro balas bertanya. “ne, dan aku mau kita bersaing secara sehat untuk mendapatkannya. Araseo?” ujar jin young. “gurae, kita lihat siapa yang akan di pilih ji yeon.” Kata baro. “jin young, baro.. kemarilah dari sini pemandangannya terlihat sangat indah.” Seru ji yeon dari kejauhan. “ne” sahut jin young dan baro serempak, dan mereka berlari menghampiri ji yeon.

~sandeul POV~

Jinyoung dan baro k mn sih? Ah, itu mereka huh pantas saja aku di tinggalkan, mereka jalan sama ji yeon. Lebih baik ku ganggu saja hahahaha. “baro, jinyoung, ji yeon.” Aku berlari kea rah mereka bertiga.

~baro and jin young POV~

HUH! Ngapain sih si sandeul jepit, gangu aja!

~author POV~

Akhirnya ji yeon jalan2 bersama semua anggota band JSB. Mereka benar2 menikmati pemandangan dan udara di puncak, begitu pun dengan ji eun dan gongchan. “hey gongchan kau sedang apa heoh? Kita harus menyiapkan susunan acara untuk pembukaan observasi sebentar malam.” Tiba2 saja CNU datang menggangu kebersamaan ji eun dan gongchan. “ne hyung” sahut gongchan. “ji eun~aa aku tinggal dulu ya, nanti dia bisa ngamuk kalau tidak ku turuti.” Bisik gongchan pada ji eun. “ne.” ji eun mengangguk.

~ji eun POV~

Huh! Dasar ketos galak! Aku berjalan sendirian mencari ji yeon. Ah, itu dia. Chankaman, dia jalan bersama jin young, baro dan sandeul. “sandeul~aa” seorang yeoja memanggil sandeul.

TBC

jangan lupa ninggalin jejak ya..  hhihihihi