Arsip Tag: chunji

Ugly or Pretty part 12 (END)

Ugly or Pretty part 12 (END)

Author : choi hee young
Length : chaptered
Genre : romance
Cast : Park ji yeon T-ARA
            Jung jinyoung B1A4
             Lee ji eun / IU
             Key shinee
             Suzy Miss A
             L.joe Teen Top
              Gongchan B1A4
              Baro B1A4
Support cast : Chunji Teen Top
                            Sulli f(x)
                            Krystal f(x)
Lanjutkan membaca Ugly or Pretty part 12 (END)
Iklan

Ugly or Pretty part 10

Ugly or Pretty part 10

 

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

            Jung jinyoung B1A4

             Chunji Teentop

             Lee ji eun / IU 

             Key shinee

              Suzy Miss A

               L.joe Teen Top

               Gongchan B1A4

                Baro B1A4

Support cast : krystal f(x)

 

note : annyeong~ author balik lagi, mianhe baru ngepost, author lagi sibuk ikut testes buat masuk univ, dan hasilnya….. author LULUS psikolog di universitas brawijaya, yeay~ (reader : gaada yang nanya thor -_-) hehehehe.. gurae, selamat membaca, happy reading… chu~

 

        ~jiyeon POV~

“eu.. eu.. jiyeon~aa..” L.joe menggaruk tengkuknya yang kurasa tidak gatal. “wae?” tanyaku semakin bingung. “sebenarnya…” ucapan L.joe terputus, dia menunduk. “biar aku saja.” Kata suzy pada L.joe “jiyeon~aa, sebenarnya… sebenarnya tadi chunji baru saja membertitahu kami kalau besok… dia akan bertunangan dengan sulli.” Ujar suzy. Rasanya sekarang aku terjatuh di dalam lubang yang sangat besar, sakit? Eeumm molla~ “m, mwo?” Tanya ku tak percaya. “katanya, dia ingin membahagiakan sulli.” Jelas suzy. “g, gurae.” Hanya itu jawaban yang dapat ku berikan. Kulangkahkan kakiku ke kamarku. Entahlah, perasaanku tak menentu sekarang, tapi aneh, rasa ini bukan rasa sakit tapi lebih ke rasa kecewa,, aku kecewa karena chunji tidak mengatakannya langsung padaku dan malah menghindariku. Aku menyentuh dada sebelah kiriku, memejamkan mataku. ‘aneh.. kenapa aku tidak merasa sakit hati, dan sesak seperti dulu saat chunji melakukan hal yang sama..? ahhhh.. entahlah.’

 

        ~Author POV~

“aku ke kamar dulu.” Jiyeon beranjak meninggalkan ruang tengah. Suzy hendak mengikuti jiyeon namun di tahan L.joe. “biarkan dia sendiri dulu.” Ujar L.joe dan suzy menurut. “eoh, sebaiknya kita biarkan dia menenangkan diri dulu.” Kata bom. “miris..” dara menatap nanar pintu kamar jiyeon.

 

        ~jiyeon POV~

Kini aku berdiri di beranda kamarku. Ku pejamkan kedua mata menikmati hembusan angin yang menyapu lembut wajahku. Ini sudah yang kedua kalinya chunji elakukan hal ini padaku, tapi rasanya sekarang tidak begitu sakit, aku lebih merasa kecewa padanya. Chunji~aa, wae?? Kenapa kau tidak mengatakannya langsung padaku?? Aku kecewa padamu chunji~aa. Kosong. Itulah yang kurasakan sekarang, hatiku terasa kosong.

 

————-

 

        ~Author POV~

Sudah seminggu sejak pertunangan chunji dan sulli, tak ada kesedihan di wajah jiyeon, yeoja cantik itu menikmati hari liburnya dengan ceria, hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur 2 minggu. Jiyeon kembali merubah penampilannya menjadi jelek. “wuaahh rasanya sudah lama aku tidak ke sekolah.” Seru jiyeon saat menapakan kakinya di halaman changnam high school. “eh, itu jieun.” Jiyeon memperjelas penglihatannya, segera dia menghampiri jieun. “YA!!” teriak jiyeon tepat di samping jieun membuat yeoja manis itu terkaget kaget. “YA! kau bisa membuat ku jantungan.” Omel jieun. “hehehehe..” jiyeon hanya cengengesan. “kajja..” jiyeon menarik tangan jieun ke kelas, saat di koridor mereka berpapasan dengan jinyoung dkk. “eoh. Annyeong.” sapa jiyeon dan jieun. “eum annyeong.” gongchan balik menyapa dan jiyeon tersenyum pada gongchan. ‘apa yang dia lakukan?! Tersenyum?! Pada gongchan?! Ish.’ Kesal jinyoung dalam hati. “sok manis.” Ejek jinyoung menatap kesal jiyeon. “mwo?” Tanya jiyeon bukannya menjawab jinyoung malah meninggalkan mereka. “dasar aneh.” umpat jiyeon juga ikut pergi. Gongchan, key, baro dan jieun terkekeh melihat tingkah jinyoung dan jiyeon. “yasudah kami ke kelas dulu. Bye~.”baro dan gongchan melambai pergi ke kelas mereka, tinggalah jieun dan key. “eu, aku duluan.” Jieun baru saja akan pergi. “jieun~aa.” Panggil key. “ne?” jieun menoleh. “jam 5 sore ku tunggu kau di namsan tower.” Ucap key meninggalkan jieun yang masih melongo. ‘mwoya? Tadi key bilang apa?? Dia… jam 5?? Namsan tower?? Menungguku?? Apa dia…… dia mengajakku KENCAN?!?!? KYAA!!’ batin jieun tak percaya.

 

Sementara itu…

 

Jiyeon dan jinyoung hanya berdua di dalam kelas. ‘apa aku datang kepagian ya??’ jiyeon bertanya dalam hati. ‘kemana siswa-siswa yang lain?? Kenapa hanya ada aku dan jiyeon?? Aish~’ batin jinyoung melirik kearah jiyeon di saat jiyeon juga sedang menatap ke arahnya, pandangan mereka bertubrukan (?) membuat gemuruh tak jelas di hati masing-masing, jiyeon berusaha santai dan melemparkan senyum lebarnya. ‘eh? Kenapa dia tersenyum seperti itu?’ batin jinyoung mengalihkan pandangannya dari jiyeon. “e, eu, kapan kau pulang dari jeju?” jinyoung beratanya se-cool mungkin *ealaahh gaya lu bang* “e, eu-“ baru saja jiyeon ingin menjawab. “JIYEON~AA..!!” teriakan super cempreng milik jieun membahana. “waeyo jieun~aa?” Tanya jiyeon, jieun berlari mendekati jiyeon. “kau tahu jiyeon~aa…” ucap jieun tak sabar, namun ketika dia melirik kea rah jinyoung, jieun membatalkan niatnya untuk bercerita pada jiyeon. “e, aniyo. Hehehe.”

 

Jam istirahat…

 

        ~Author POV~

Gongchan dan baro datang ke kelas jinyoung dan key –jieun dan jiyeon juga-  “jinyoung~aa, key~aa kajja.” Ajak baro. “eoh, kajja.” Jinyoung dan key bangkit dan segera mengikuti baro, sedangkan gongchan malah menghampiri jiyeon dan jieun. “jiyeon~aa, ingin ke kantin bersama?” Tanya gongchan memamerkan senyum mautnya. “ne?” jiyeon bertanya dengan bodohnya. “kajja.” Gongchan menarik tangan jiyeon dan menggenggamnya hal itu berhasil membuat jinyoung melotot dan menatap gongchan dan jiyeon dengan kesal, key, jieun dan baro juga terlihat kaget. “e, jieun~aa, kajja, ke kantin.” Ajak jiyeon kaku karena tangannya masih di genggam gongchan.

 

@ kantin

 

        ~Aurhor POV~

Sekarang jinyoung dkk makan satu meja bersama jiyeon dan jieun, terang saja hal itu mengundang perhatian para murid. Gongchan yang duduk di samping jiyeon terlihat sesekali bercanda dengan jiyeon, jinyoung yang duduk di hadapan jiyeon meneguk jus nya sampai habis, hawa di kantin tiba-tiba terasa sangat panas, sementara jieun yang duduk di samping jiyeon hanya diam sambil menunduk, berpura-pura fokus pada makanannya padahal sebenarnya jieun takut salah tingkah saat menatap key yang duduk di depannya, sedangkan baro, dia hanya terkikik geli melihat tingkah sahabat-sahabatnya, dari hasil pengamatannya dengan enteng baro menyimpulkan kalau ‘jinyoung cemburu melihat gongchan begitu akrab dengan jiyeon, jieun jelas sekali salah tingkah di hadapan key. dan key, baru kali ini aku melihatnya begini, dia seperti.. gugup?? Ahahaha’ batin baro. Meras bosan, akhirnya baro memutuskan untuk pergi. “aku duluan ya..” ujarnya berlalu meninggalkan sahabat-sahabatnya.

 

        ~Baro POV~

Aku berjalan meninggalkan sahabat-sahabatku di kantin. Cinta memang aneh. lihat saja, seorang JUNG JINYOUNG di buat cemburu mati matian oleh park jiyeon, yeoja biasa bertampang err, mian jiyeon~aa, jelek, yah begitulah kenyataannya, jinyoung dibuat gila oleh jiyeon dan bodohnya mereka tak menyadari persaan masing-masing ckckck. Satu lagi keajaiban cinta, yaitu seorang cassanova yang terkenal sebagai penakluk yeoja bernama KIM KI BUM di buat gugup oleh yeoja biasa nan polos bernama lee jieun. Aigoo~ keadaan ini membuat perut ku geli. Hihihi. Aku terkekeh geli membayangkan tingkah sahabat-sahabatku. Tanpa sadar aku terus berjalan sampai kea tap sekolah. “eoh, itu..” mataku tertuju pada seorang yeoja berambut hitam panjang yang sedang duduk di bangku sambil menunduk. “krystal..” ujarku membuatnya menoleh. “baro oppa..” dia menoleh dengan wajah di banjiri air mata, ne dia menangis. “krys~aa, wae gurae? Kenapa kau menangis?” aku mendekatinya dan duduk disampingnya. “hiks… oppaaaaa..” tangisnya semakin menjadi. “uljima..” ucapku.  aku tidak suka melihatnya menangis, entahlah, kurasa itu menyakitkan. “wae gurae krys? Kenapa kau menangis?” tanyaku lembut. “oppa,, hatiku sakitt… hikss..” tangisnya. “wae?” tanyaku. “namja yang kusukai.. hiks.. dia ternyata menyukai sahabatku… hikss.. dan mereka… mereka sudah jadian.. huaaaa..” krystal kembali menangis, kali ini tangisnya semakin menjadi-jadi. “uljima..” aku mengusap lembut rambutnya namun dia belum juga berhenti menangis, ku dekap krystal untuk menenangkannya, tangisnya perlahan mulai tak terdengar. “krys.” Panggilku, dia tak menyahut. “krystal~aa.” Panggilku lagi, namun dia tak menyahut juga. Aku melonggarkan dekapanku untuk melihat wajahnya, dan ternyata dia tertidur (-_-). Wajahnya begitu polos saat tertidur, hembusan nafasnya beraturan dan lembut. Ku biarkan krystal tidur di bahuku. Sepertinya dia lelah karena terus menangis.

 

—————-

 

        ~Jieun POV~

Sepulang sekolah aku buru-buru pulang. Sesampai di rumah aku segera melesat ke kamarku, membuka lemari pakaianku. Mataku menelusuri tiap pakaianku. Aku menarik satu persatu pakaian terbaikku dari lemari dan mencobanya. “yang ini… ah.. terlalu kekanak-kanakan.” Ku lempar bajuku. “yang ini…” “atau yang ini..” “ahhhh yang ini terlalu biasa.” Habis sudah semua pakaianku, tak ada satu pun yang cocok. “HIYAAAA… aku harus pakai apa???” ku hempaskan tubuhku di ranjangku yang di penuhi oleh pakaian-pakaian yang ku lempar tadi. Ku lirik semua pakaianku. Mataku tertuju pada dress selutut berwarna putih. ‘apa aku pakai itu saja?’ pikirku. ‘gurae, pakai itu saja.’ Ku tetapkan pilihanku pada dress itu.

 

—————

 

        ~Author POV~

15 menit sebelum jam 5 jieun sudah sampai di namsan tower, yeoja manis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan namja yang menyuruhnya datang sore itu namun dia tak menemukannya. “mungkin aku terlalu cepat.” Ujarnya pada dirinya sendiri. Jieun memilih duduk di sebuah bangku untuk menunggu key. 15 menit kemudian, jieun melirik jam yang melingkar di tangannya. “sudah jam 5 tepat.” Ujarnya. 30 menit kemudian. Jieun kembali melirik jam di tangannya namun key tak kunjung datang. 30 menit kemudian. Sekarang sudah jam 6 tepat, key belum datang juga, sudah sejam lebih jieun menunggu, matanya berkaca. “apa dia hanya ingin mempermainkanku?” lirihnya. “lee jieun pabbo.. bisa-bisanya kau percaya padanya, mana mungkin seorang kim ki bum mau mengajakmu kencan. Pabbo.” katanya merutuki dirinya sendiri. Jieun menengadahkan wajahnya untuk mencegah air matanya agar tidak jatuh. Sementara itu dari kejauhan di belakang jieun, key sedang berlari ke arahnya, lebih tepatnya ke namsan tower, seulas senyum terukir di wajah tampannya saat melihat yeoja itu duduk di bangku dekat namsan tower, nafasnya masih tersengal-sengal namun dia kembali berlari kearah yeoja itu yang tiba-tiba berdiri dan hendak pergi, dengan cepat key berlari kearahnya “lee jieun.” Panggil key dengan nafas yang tersengal-sengal. Yeoja manis itu menoleh. “k, key..” lirihnya. “mian.” Ujar key mengatur nafasnya. Tes~ air mata jieun jatuh begitu saja. Key mendekat dan menghapus air mata jieun. “mianhe.” Ujar key lagi namun air mata jieun kembali jatuh, key manarik jieun ke pelukannya. “mianhe, membuatmu menunggu.” Kata key. “hiks.. kupikir kau mempermainkanku.” Ujar jieun. Key tertegun mendengarnya ‘jadi itu yang membuatnya menangis..’ batin key. “aniya. Kajja.” Key menggenggam tangan jieun. Key mengajak jieun menaiki kereta gantung. “key~aa..” panggil jieun hendak menanyakan sesuatu. “eum?” sahut key. “e, eu, ani.” Jieun membatalkan niatnya bertanya. “wae? Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya key menatap jieun. “e, aniyo. Obbseo.” Sangkal jieun. “gurae, kalau tidak ada yang ingin kau tanyakan. Sekarang bisakah aku bertanya?” Tanya key. “mwoga?” jieun balik bertanya. “nae yeojachinguga dwaeyojulae? (would you be my girlfriend?)” ucap key, membuat jieun terbelalak kaget. “n, ne?” Tanya jieun tak percaya dan key menatapnya penuh arti, tatapan hangat dan menenangkan membuat jieun dengan reflex menganggukan kepalanya, key tersenyum manis dan menarik jieun kepelukannya.

 

TBC

ottae? kependekan ya?? mian~ 😦 tapi tetep RCL yaa 😀

Ugly or Pretty part 9

Ugly or Pretty part 9

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Chunji Teentop

Gongchan sik B1A4

Lee ji eun / IU

Key Shinee

Suzy Miss A

Baro B1A4

L.joe Teentop

Support cast : kwon sohyun 4minute

 

~Author POV~

jieun~aa.” Panggil seseorang membuat si pemilik nama menoleh dengan cepat. “key..” ujar jieun. Key mendekat kearah jieun dan jiyeon, jieun tak dapat melepaskan pandangannya dari key. “jiyeon~aa, aku pinjam jieun sebentar ya.” ujar key pada jiyeon. “ne?” Tanya jiyeon menajamkan pendengarannya. “jieun~aa, kajja.” Key menarik tangan jieun lembut. “y, ya..” jiyeon terus memanggil jieun dan key namun mereka malah semakin jauh sampai hilang dari pandangan mata jiyeon. “ige mwoya?! Aku di tinggal sendri. Ish.. >_<” gerutu jiyeon. Sementara itu, key mengajak jieun ke tempat yang paling tinggi di bukit itu, dari tempat itu pemandangannya jauh lebih indah. “neomu yeoppo.” Gumam jieun tersenyum melihat pemandangan itu. Key mengambil HP nya dan mengirimkan sebuah pesan singkat dan tersenyum penuh arti. Key berjalan mendekati jieun “kau suka?” Tanya key. “eum.” Jieun mengangguk. “pemandangannya sangat indah.” Lanjut jieun. “guraeyo?” Tanya key lagi. “gureom.” Sahut jieun mantap. “Kau ingin mengambil gambar?” tawar key mengeluarkan HP nya. “ne?” Tanya jieun. “cha…” key sudah siap dengan HP nya untuk memotret jieun, dan jieun tersenyum manis kearah kamera. Jepret.. *anggep aja itu bunyi kamera HP nya key, haha*

 

~Jinyoung POV~

Drrtt, aku mengambill HP ku.

 

From : key

 

Kemarilah, aku sedang di bukit.

 

Dari pada aku bosan, aku pun pergi ke bukit untuk menemui key, dan aku melihat jiyeon sedang berdiri sendiri di sana. Dimana key? Kenapa ada jiyeon di sini? “ya. jiyeon~aa.” Panggilku dan dia pun menoleh.

 

~jiyeon POV~

Setelah jieun pergi bersama key, aku masih diam di sini menikmati pemandangan disini sendirian. Ahhh membosankan. “ya. jiyeon~aa.” Panggil seseorang, aku menoleh dan, matta, orang itu adalah jinyoung, dia mendekatiku. “kau sedang apa di sini?” tanyanya. “tentu saja jalan-jalan, kau sendiri sedang apa disini?” tanyaku.

 

~Auhtor POV~

kau melihat key?” jinyoung malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan jiyeon. “eoh, tadi dia membawa jieun pergi.” Jiyeon mengerucutkan bibirnya membuatnya terlihat lucu. ‘sekarang aku tau maksudnya key. Ck, anak itu.’ Batin jinyoung menoleh kearah jiyeon yang sedang mengrucutkan bibirnya, ‘eh? K, kenapa..’ jinyoung menggeleng mengembalikan kesadarannya. “kalau sudah begitu mau apa lagi..” ujar jinyoung berdiri di samping jiyeon. “apa maksdumu?” Tanya jiyeon tak mengerti. “seharian ini kau tidak akan bisa jalan-jalan dengan jieun, karena key pasti tidak akan membiarkanmu membawa jieun.” Jelas jinyoung. “mwo? Memangnya apa yang akan di lakukan dengan jieun?” Tanya jiyeon yang mulai berpikir yang tidak-tidak. “molla.” Sahut jinyoung santai. “ya!” pekik jiyeon kesal dan malah membuat jinyoung tertawa. “wae? Kenapa kau malah tertawa?” Tanya jiyeon kesal. “ekspresimu aneh, dan sangat lucu, hahaha.” Tawa jinyoung. “ish..!!” gerutu jiyeon dan jinyoung kembali tertawa melihat wajah jiyeon yang di tekuk. “aish~ disini panas sekali.” Gerutu jinyoung sambil mengibaskan tangannya. “ya, kajja.” Ajak jinyoung. “eodiga?” Tanya jiyeon bingung tapi jinyoung malah menarik tangan jiyeon. Ternyata jinyoung mengajak jiyeon ke kedai ice cream, mereka memesan ice cream sesuai rasa kesukaan masing-masing, jiyeon yang begitu suka dengan ice cream, memakan ice creamnya dengan lahap, meliat itu tanpa disadari terikur senyum diwajah tampan jinyoung. Setelah selesai minum ice cream, jinyoung dan jiyeon kembali jalan-jalan dan menemukan tempat yang sungguh indah, tempat itu di penuhi dengan bunga-bunga yang berwana cantik dan sekarang jiyeon dan jinyoung tengah berdiri di antara hamparan bunga-bunga yang indah itu “yeoppo..” gumam jiyeon. “aku baru tahu ada tempat seindah ini di pulau jeju.” Ujar jinyoung. “mungkin karena kau belum pernah mengelilingi pulau ini secara keseluruhan, aku tahu pasti setiap liburan, kau hanya pergi keluar negri dan baru kali ini kau liburan ke sini, iyakan?” tebak jiyeon dan jinyoung tersenyum lembut membuat jiyeon terpaku menatapnya ‘t, tampan.’ Batin jiyeon masih menatap jinyoung. ‘aniya, aniya.. ya park jiyeon, SADAR.’ Dengan cepat jiyeon mengalihkan pandangannya. “kau benar, baru kali ini aku liburan kesini.” Ujar jinyoung. Hening. Tak seorangpun membuka suara, mereka terlaluu asik dengan pikiran masing-masing. Sementara itu, jieun dan key tengah berjalan di tepi pantai, “eoh.” Seru jieun menghentikan langkahnya sambil menatap sebuah sepeda air. Key mengikuti pandangan jieun. “kau ingin naik?” Tanya key. “hu’um” jieun mengagguk mantap. “kajja.” Key dan jieun pun naik sepeda air bersama. Sesekali jieun memainkan air sambil mengayuh sepeda air. “airnya dingin.” Ujar jieun memecah keheningan. “jeongmalyo?” Tanya key dan jieun mengagguk. Key dengan iseng memercikkan air pada jieun. “ya.” seru jieun dan key hanya tertawa membuat jieun mengerucutkan bibirnya, tak mau kalah jieun pun memercikan air pada key, “ya.” kini giliran jieun yang tertawa, dan key malah tersenyum membuat jieun seketika menghentikan tawanya, jieun dibuat terpesona oleh senyuman key, ‘aih, wajahku pasti sudah memerah.’ Batin jieun dan langsung mengalihkan pandangannya dari key. Tak terasa hari sudah sore, jinyoung dan jiyeon menghabiskan waktu bersama begitu pun dengan key dan jieun. Saat jiyeon dan jinyoung dalam perjalanan kembali ke hotel, mereka bertemu dengan jieun dan key yang juga hendak kembali kehotel. “jieun~aa.” Panggil jiyeon dan berlari kearah jieun, sedangkan key tersenyum pada jinyoung seakan berkata ‘lihat, aku membantumu hari ini’ dan jinyoung juga tersenyum pada key. “ya. kau tidak melakukan apa-apa pada jieun kan?” Tanya jiyeon pada key. “ne?” Tanya key. “ya, jung jinyoung, apa yang sudah kau katakan tentang aku?” key menatap jinyoung. “obbseo.” Jinyoung tersenyum menyebalkan sambil berlalu meninggalkan mereka. “jiyeon~aa, kajja.” Ajak jieun.

 

~gongchan POV~

Seharian ini aku menghabiskan waktu mencari alamat rumah baru sohyun karena tadi siang aku kerumahnya dan tetangganya bilang kalau dia sudah pindah rumah. Kenapa dia tidak memberitahuku? Sudahlah, sebaiknya aku cari lagi. Langkahku tiba-tiba terhenti saat aku menangkap sosok yang sangat ku kenal, ne, itu sohyun, yeojachinguku, tapi sedang apa dia berdiri di sana? Saat aku baru saja mau menghampirinya tiba-tiba seorang namja menghampiri sohyun dan ‘MWO? D, dia mencium pipi sohyun?’ tak lama setelah mencium pipi sohyun kini namja itu mendekatkan wajahnya pada sohyun dan great!! Mereka berciuman tepat dihadapanku. Sungguh, saat ini darahku sudah naik ke puncak kepalaku, segera aku menghampiri mereka yang masih asik dengan ‘kegiatan’ mereka. “kwon sohyun.” Panggilku, membuat mereka berhenti dan menatapku. “o, oppa..” ujar sohyun terbata. “seperti inikah dirimu?ck.” ujarku sebelum pergi meninggalkan mereka. Aish!!

 

Malam hari..

 

~Author POV~

Sohyun menelpon baro dan bertanya tempat mereka menginap dan baro yang tidak tahu apa-apa pun memberikan alamat hotel tempat mereka menginap, dengan cepat sohyun bergegas pergi ke hotel itu untuk bertemu dengan gongchan. Sohyun melihat gongchan sedang duduk di sebuah kursi taman dekat hotel, sohyun pun segera menghampiri gongchan. “oppa..” panggil sohyun dan spontan membuat gongchan menoleh. “mau apa kau kemari?” Tanya gongchan sinis. “oppa, mianhae.” Ujar sohyun. “mian? Aniya, seharusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa menemuimu setiap hari sehingga kau mencari penggantiku.” Sahut gongchan masih dengan nada sinis. “oppa.” Panggil sohyun dengan nada memelas. “jangan panggil aku seperti itu lagi, kwon sohyun.” Kata gongchan hendak pergi meninggalkan sohyun tapi sohyun berhasil menahan tangan gongchan membuat gongchan menghentikan langkahnya “kita sudah berakhir kwon sohyun.” Ujarnya menghempaskan tangan sohyun dan pergi tapi langkahnya sempat terhenti saat melihat jiyeon yang entah sejak kapan melihatnya dengan sohyun, gongchan memandang jiyeon sekilas dan pergi dari tempat itu, jiyeon memandang gongchan yang sudah berlalu.

 

~jiyeon POV~

Aku terdiam melihatnya, gongchan bertengkar, ani lebih tepatnya memutuskan yeojachingunya. Aku kaget saat gongchan berbalik dan menatapku sekilas lalu pergi meninggalkanku dan yeoja itu. Yeoja itu tersenyum kecut “seharusnya memang begini dari awal.” Lirihnya pergi. Aku hanya menganga melihatnya. Baru kali ini aku melihat wajah dingin gongchan yang biasanya tersenyum ramah. Akhirnya aku jalan-jalan sekitar hotel, saat aku kembali kulihat gongchan tengah duduk di kursi taman tempat dia memutuskan yeojachingunya tadi. “gongchan~aa.” Panggilku hati-hati, dia tak menyahut, aku duduk disampingnya. “eum.. soal tadi. Mianhe, aku.. aku tidak bermaksud untuk menguping pembicaraanmu dengan yeojachingumu.” Jelasku. “dia sudah bukan yeojachinguku lagi.” Sahutnya menunduk. Aku tahu rasanya pasti sangat sakit. “appeo?” tanyaku.

 

~gongchan POV~

appo?” Tanya jiyeon. “eum?” aku menatapnya bingung dan dia tersenyum. “hatimu.. apayo?” tanyanya lagi, sekarang aku mengerti pertanyaannya. Aku tersenyum. “kau tahu bagaimana rasanya?” tanyaku, dia mengangguk. “eoh, araseoyo. Rasanya menyakitkan, seperti pisau tajam yang mengiris.” Ujarnya menyentuh dada kirinya, matanya berkaca, namun sedetik kemudian dia kembali tersenyum. “hajiman, kalau terus berlama-lama seperti itu, hatimu nanti tidak akan berbentuk lagi, karena sudah sangat hancur, jadi, tersenyumlah untuk membuat hatimu jauh lebih baik.” Katanya menepuk pundakku dan tersenyum tulus, aku pun tersenyum mendengarnya lalu memeluknya. “gomawoyo.” Kataku.

 

~jinyoung POV~

Sial! Ini sudah kedua kalinya aku melihat mereka berpelukan! Aku mendekati jiyeon dan gongchan yang masih asik berpelukan. “ehem. Gongchan, sedang apa kau disini? Seharusnya sekarang kau packing pakaianmu.” Ujarku membuat mereka berhenti berpelukan dan menatapku. “mwo? Packing?” Tanya gongchan besok. “eoh, packing. Besok kita pulang ke seoul.” Sahutku meniggalkan mereka dengan kesal, ne, lebih baik besok pulang saja ke seoul dari pada lama-lama disini membuatku gerah.

 

~Author POV~

Jiyeon dan gongchan menatap punggung jinyoung yang lama kelamaan menghilang dengan tatapan bingung. “jadi kalian pulang besok?” Tanya jiyeon. “molla~” sahut gongchan mengangkat kedua bahunya. “kau kembalilah ke kamarmu, ini sudah larut malam.” Ujar gongchan dan jiyeon mengangguk. “eoh, na khalkae.” Jiyeon pergi meninggalkan gongchan.

 

—————

 

~Author POV~

mwo? Pulang besok?” pekik key dan baro saat jinyoung memberitahu mereka untuk segera packing. “hajiman, wae?” Tanya baro. “karena memang sudah saatnya kita kembali ke seoul, lagi pula apa bagusnya pulau kecil ini..” ujar jinyoung meninggalkan kamar baro, key mengejarnya. “apa sesuatu terjadi?” Tanya key menghentikan langkah jinyoung. “ani. Eobbso.” Sahut jinyoung singkat dan masuk ke kamarnya. “ya! jung jinyoung! Ish!” gerutu key kesal. ‘padahal aku baru saja mulai…’ batin key masuk ke kamarnya.

 

—————

 

~jieun POV~
“jadi mereka pulang besok?” tanyaku sekali lagi pada jiyeon dan lagi-lagi mendapat anggukan pasti darinya. “hhuufftt..” aku membuang nafas berat. ‘baru saja aku…’ batinku lemas, jiyeon juga sepertinya tidak bersemangat. “lalu?” tanyanya berbaring di ranjangku. “molla~” aku ikut membaringkan tubuhku.

 

~jiyeon POV~

Kenapa sangat tiba-tiba? Apa ada sesuatu? Tadi siang sepertinya jinyoung baik-baik saja.

 

Keesokan harinya…

 

~Author POV~

Jinyoung dkk sudah siap-siap untuk berangkat, saat mereka hendak ke bandara, jiyeon dan jieun menghampiri mereka. “kalian sudah mau pergi ya?” Tanya jieun. “eoh.” Sahut baro. “gurae, have a safe flight. Annyeong.” jiyeon melambai dan mereka pun pergi. ‘mereka sudah pergi…’ batin jiyeon membuang nafas berat. “jieun~aa.” Panggilnya. “eum.” Sahut jieun. “kurasa sebaiknya kita juga pulang ke seoul saja besok.” Ujar jiyeon. “wae?” Tanya jieun bingung. “kurasa liburan ini sudah tidak mengasikan lagi.” Sahut jiyeon lemas. “wae? Apa karena jinyoung sudah pergi?” goda jieun padahal jelas-jelas kalau dia juga sudah tidak semangat dan juga ingin pulang ke seoul. “mwo? Aniyo.” Sangkal jiyeon. “aih, mengaku saja park jiyeon.” Goda jieun. “aniyo!” sangkal jiyeon mati-matian. “hahaha. Gurae, kita pulang besok saja.” Kata jieun pada akhirnya.

 

Keesokan harinya…

 

~jiyeon POV~

Disini aku sekarang, di rumahku tercinta, duduk di ruang tengah bersama bom eonni, dara eonni, taeyang oppa, seunghyun oppa, suzy dan L.joe, aku baru saja sampai dari jeju. “jadi selama ini, begini penampilanmu dihadapan teman-teman barumu?” Tanya seunghyun oppa tak percaya. Aku mengangguk mantap “eum. Wae?” tanyaku polos. “ckckck. Aku prihatin padamu.” Seunghyun oppa menggelengkan kepalanya dan memasang wajah prihatin. “ya, oppa! Wae?” aku memanyunkan bibirku. “apa perlu ku ambilkan cermin yang berukuran sangat besar untukmu?” Tanyanya dengan wajah yang menyebalkan. “ya! oppa!” gerutuku kesal. “ya, berhentilah menggodanya.” Kata dara eonni pada namjachingunya yang menyebalkan ini dan seunghyun oppa malah tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesalku. “eh, kemana chunji? Kenapa dia tidak datang? Padahalkan kau baru saja pulang.” Tanya dara eonni. “molla~ tadi aku sudah menelponnya berulang kali tapi tidak diangkat.” Sahutku menganggkat kedua bahuku. “suzy~aa, L.joe~aa, kalian tahu dimana chunji?” tanyaku pada kedua sahabatku tapi mereka hanya diam dan saling memandang membuatku bingung. “ya, kalian tau tidak?” tanyaku gemas. “eu.. eu.. jiyeon~aa..” L.joe menggaruk tengkuknya yang kurasa tidak gatal.

TBC

 

Ugly or Pretty part 7

Ugly or Pretty part 7

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : find by your self. Hahaha *evil laugh*

Cast :

Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Chunji Teentop

Gongchan sik B1A4

Lee ji eun / IU

Key Shinee

Suzy Miss A

Baro B1A4

L.joe Teentop

Disclaimer : cerita ini milik author sekalian sama jinyoung nya, cast lainnya milik menejemen masing2.

A.N : I just need one. Your comment, please give your comment, that’s very important for me. Happy reading~^^

~author POV~

l.joe berjalan kearah suzy sambil membawa boneka beruang itu. “igeo.” Ujarnya memberikan boneka beruang itu pada suzy. “untukku?” Tanya suzy ragu. “bukan, ini bukan untuk mu.” jawaban l.joe membuat suzy kecewa. “lalu, kenapa,,, kenapa kau memberikan ini p, padaku?” Tanya suzy. “pabbo.” Ucap L.joe “mwo?”

pabbo. Tentu saja ini untukmu.” Kata l.joe tersenyum dan mengacak rambut suzy. Blush~~ wajah suzy langsung memerah seperti tomat.

=jiyeon-chunji’s scene

~author POV~

Chunji mengajak jiyeon ke namsan tower, mereka naik kereta gantung berdua sambil melihat pemandangan malam itu. “yeoppoda.” Ujar jiyeon. “eoh, like you.” Sahut chunji. “ish, gombalanmu tidak mempan lagi.” Jiyeon mencubit perut chunji. “aw, apayo..” rengek chunji. “omo. kau manja sekali.” Jiyeon mengerucutkan bibirnya. “biar saja, aku kan manja pada yeojachinguku sendiri..” chunji merangkul bahu jiyeon. “ish..” jiyeon tersenyum dan bersandar dibahu chunji. Setelah jalan2 chunji dan jiyeon makan malam di sebuah café. “jiyeonnie, kau mau pesan apa?” Tanya chunji sambil melihat2 menu. “terserah kau saja.” Sahut jiyeon. “gurae.” Chunji pun memesan makanan, tak lama makanan yang mereka pesan datang. “huuuummm, aku sudah sangat lapar.” Ujar jiyeon sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya, chunji hanya tersenyum melihat tingkah jiyeon. Awalnya jiyeon makan dengan damai sebelum kedua mata indahnya menangkap sosok namja tampan yang baru masuk ke café bersama 3 orang namja lainnya. “uhuk, uhuk.” Jiyeon tersedak ketika namja itu duduk tak jauh dari tempat duduknya dan chunji. “chagiya, wae gurae? Igeo, minumlah.” Chunji memberikan segelas air putih pada jiyeon, ke empat namja yang baru masuk ke café tadi yang tak lain adalah jinyoung, gongchan, key dan baro pun menoleh kearah jiyeon, dengan cepat jiyeon menunduk sehingga wajahnya tertutup oleh rambutnya. “chagiya, gwenchana?” Tanya chunji. “eoh.” Jiyeon mengangguk, tak lama pintu café kembali terbuka lagi, masuk sepasang namja dan yeoja yaitu L.joe dan suzy, baro yang sedari tadi sibuk dengan psp nya menoleh dan melihat suzy masuk bersama l.joe ‘itukan suzy, dan namja itu,,, itukan namja yang datang kesekolah menemui jieun dan jiyeon, kenapa mereka bisa bersama? Apa dia pacar suzy? Berarti aku sudah tidak punya kesempatan?!’ batin baro. Jinyoung menoleh kearah jiyeon yang menunduk lalu menoleh kea rah l.joe yang baru masuk bersama suzy, ‘bukankah itu namja yang berpelukan dengan yeoja cantik yang ada di sky club? Kenapa dia ada di sini? Dia juga pernah datang kesekolah.. dan yeoja itu..’ batin jinyoung kembali menatap jiyeon yang masuh menunduk ‘sepertinya dia…… ah! Matta, dia yeoja cantik yang kulihat di sky club dan yang memarahi ku waktu aku mengrem mendadak, changkaman, yeoja yang bersama namja ini, bukankah ini suzy, teman dari yeoja cantik itu, kenapa, apa hubungan mereka? Dan namja yang duduk di depan yeoja cantik itu, dia tadi memanggil yeoja itu dengan sebutan chagiya, apa dia namjachingu nya?’ jinyoung memperhatikan l.joe, jiyeon, chunji dan suzy. Chunji menoleh dan melihat L.joe dan suzy, “suzy~aa, L.joe~aa.” Panggil chunji, suzy dan L.joe menoleh. “eoh, chunji~aa.” Sapa keduanya dan berjalan ke meja jiyeon dan chunji, L.joe duduk disamping chunji dan suzy duduk di samping jiyeon, sehingga jinyoung dkk tidak dapat melihat jiyeon dengan jelas membuat jiyeon sedikit lega. “kalian sedang kencan ya.” goda chunji. “ne?” wajah suzy sudah seperti kepiting rebus. “ya!” seru suzy sementara L.joe hanya diam dan tersenyum. ‘ottokhe? Kalau aku lebih lama di café ini bisa2 jinyoung dkk mengenaliku. “e, chunji~aa, kepalaku sakit, aku pulang duluan ya.” jiyeon mencari alasan untuk pulang. “chagiya, kau sakit? Gurae,kuantar kau pulang kajja.” Ajak chunji merangkul bahu jiyeon, jiyeon pura2 sakit dan memegangi kepalanya dan chunji memapah jiyeon keluar café, jinyoung memperhatikan jiyeon tapi gagal melihat dengan jelas wajah jiyeon yang tertutup oleh rambut dan tangannya. Baro yang merasa risih melihat kedekatan suzy dan L.joe pun memutuskan untuk pergi dari café itu. “aku sudah tidak nafsu makan, ku tunggu kalian di club dekat café ini saja.” Ujar Baro keluar dari café. Saat baro berada di luar café baro melihat jiyeon dan chunji di dekat mobil chunji, saat itu baro dapat melihat wajah jiyeon, baro memperjelas penglihatannya. “yeoja itu, wajahnya sepertinya sangat familiar padahal baru dua kali aku melihat nya.” Gumam baro terus memperhatikan jiyeon sampai jiyeon masuk ke dalam mobil chunji.

——————-

~Author POV~

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. “aigoo~ rasanya baru kemarin aku naik ke kelas tiga, sekarang sudah ujian semester, huffftt..” ujar jiyeon. “eoh, rasanya aku belum siap untuk ujian semester.” Timpal L.joe menyeruput orange juice nya. “na do..” jiyeon membenarkan. “kita lihat sisi positifnya saja, habis ujian semester kita akan mendapat libur di musim panas ini, yeay!” pekik suzy sembari membayangkan liburan musim panas. “eum, benar, hihihi.” Kata jiyeon. “kalian berencana liburan di mana?” Tanya L.joe. “molla.” Sahut suzy. “na do molla.” Sambung jiyeon.

—————–

~jiyeon POV~

Hari ini adalah hari pertama ujian semester, aku bangun lebih awal karena ingin menyempatkan diri untuk belajar sebentar setelah itu bersiap-siap berangkat ke sekolah.

~Author POV~

Jiyeon melangkahkan kakinya dengan mantap masuk kedalam kelas, dia sudah siap mengikuti ujian semester pertama hari ini. bel masuk berbunyi dan itu tandanya ujian segera di mulai, jiyeon, jieun dan jinyoung terlihat enteng mengerjakan soal2 di lembar test itu, key dan gongchan juga terlihat biasa saja saat mengerjakan soal2 tsb, baru pun terlihat cukup lancar mengerjakan soal2 itu. Sementara sekolah lain, suzy, chunji dan L.joe berada dalam satu ruangan bersama beberapa siswa lainnya yang juga sedang mengerjakan soal ujian semester, suzy terlihat santai mengisi lembar jawabannya begitu pun dengan chunji dan L.joe, walaupun mereka remaja metropolitan yang terkesan tidak peduli dengan urusan sekolah tapi jika sudah mengenai ujian semester seperti ini mereka akan berubah seketika menjadi kutu buku.

—————

~author POV~

Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan ujian semester, “wuahh, rasanya aku tidak sabar untuk mengerjakan soal mata pelajaran terakhir hari ini lalu mendapat libur.” Seru jiyeon. “na do. Rasanya aku ingin cepat2 menyelesaikan hari ini.” jieun membenarkan. Bel masuk berbunyi seluruh siswa masuk bilik ujian mereka, jiyeon begitu bersemangat mengisi jawabannya. 2 jam pun berlalu, waktu ujian selesai, seluruh siswa berhamburan keluar kelas dan bersorak menyambut hari libur mereka sama seperti yang dilakukan oleh jiyeon dan jieun. “jieun~aa, apa kau tidak berencana untuk ikut liburan yang di adakan oleh sekolah?” Tanya jiyeon. “ani, biayanya sangat mahal, orang tuaku mana mampu membayarnya, aku sekolah di sini pun hanya karena beasiswa.” Sahut jieun. “lalu, kau rencananya mau liburan ke mana?” Tanya jiyeon lagi. “sepertinya aku hanya akan dirumah seperti liburan2 sebelumnya, orang tuaku tidak punya banyak uang untuk berlibur keluar kota.” jawab jieun, hati jiyeon seketika terketuk saat mendengar jawaban dari sahabatnya itu, jawaban jieun barusan membuat jiyeon sadar kalau selama ini banyak orang yang tidak dapat merasakan apa yang dia rasakan,berlibur keluar negri bagi jiyeon sudah biasa tapi untuk jieun bahkan berlibur ke luar kota pun sangat sulit. “kau sendiri, kau mau liburan kemana?” jieun balik bertanya. “ne? na do molla, hehehe, eh, jieun~aa, hari ini kita jalan2 ke mall saja dulu. Kajja.” Ajak jiyeon, mereka pun pergi bersama ke mall.

Sementara itu……

jinyoung~aa, tahun ini kau mau ikut liburan yang di adakan sekolah tidak?” Tanya gongchan. Jinyoung diam sebentar seperti memikirkan sesuatu dan sedetik kemudian senyuman terukir di bibirnya. “ne, aku ikut.” Sahut jinyoung. “tumben, selama ini kan kau tidak pernah ikut.” Celetuk baro.

Kembali lagi ke jiyeon dan jieun……

Jiyeon dan jieun jalan2 di mall, mereka melihat-lihat aksesoris pakaian2 musim panas tapi tak ada satu pun yang mereka beli, mereka terus berkeliling mall sampai suatu konten menarik perhatian mereka. “jiyeon~aa, sepertinya di sana ada sebuah games berhadiah.” Seru jieun. “eoh, kajja, kita lihat.” Mereka pun mendekat dan melihat games itu baru saja mau di mulai. “ayo masih perlu satu pasang lagi.” Ujar MC nya. “jieun~aa, kajja kita ikut kalo menang kita bisa dapat tiket liburan ke pulau jeju.” Ajak jiyeon. “ah, jeongmalyo?” Tanya jieun tertarik. “eoh, lihatlah hadiahnya.” Jiyeon menunjuk kea rah hadiah dari games itu. “di sini, kami ikut.” Jieun mengangkat tangannya dan berteriak pada MC. “baiklah, kita sudah dapat peserta terakhit kita. Ayo silahkan maju game nya akan segera di mulai.” Kata MC itu, jiyeon dan jieun pun maju dan mengikuti game itu. “baik waktunya habis.” Ujar mc itu menandakan selesainya game itu. “jieun~aa, aku ke toilet sebentar ya.” jiyeon buru2 pergi dari hadapan jieun dan memberi kode pada MC game itu untuk menemuinya di belakang konten itu. “Ada apa?” Tanya MC itu saat berada di belakang konten. “aku ingin kau menjadikanku dan temanku sebagai pemenang dan mendapatkan tiket liburan ke jeju dan sebagai imbalannya aku akan memberikanmu sejumlah uang, otthe?” tawar jiyeon. “memangnya berapa yg bisa kau berikan?” Tanya MC itu. “2 kali lipat dari harga tiket liburan itu, otthe?” jiyeon memberikan penawaran yang sangat menarik. “gurae.” MC itu setuju. “igeo.” Jiyeon memberikan cek pada MC tsb dan kembali ke konten games begitu pun dengan MC nya. “baiklah sekarang aku akan mengumumkan pemenang game ini.” ujar MC nya. “dan pemenangnya adalah, park jiyeon dan lee jieun.” Seru MC itu. “wuahhh, kita menang jiyeon~aa.” Seru jieun kegirangan. “ne, kita menang, yeay.” Jiyeon juga pura2 terkejut dan berpelukan dengan jieun. “nah, sekarang ayo maju dan ambil hadiah tiket liburan ke jeju milik kalian.” Kata MC itu menyerahkan 2 tiket liburan ke pulau jeju selama 5 hari. “waaahhh, aku tidak menyangka kita bisa menang dan mendapat tiket liburan ke jeju.” Ujar jieun pada jiyeon saat perjalanan pulang. “na do. Besok kita akan berangkat ke jeju.” Kata jiyeon. “aku sudah tidak sabar.” Ujar jieun lagi. “eoh, kalau begitu besok aku akan mmenjemputmu.” Tawar jiyeon. “uhm, aku akan menunggumu jam 7, ne?”

ne.”

Malam harinya……

~author POV~

Jiyeon sedang mengemasi pakaian2 nya yang akan dia bawa untuk liburan ke jeju besok, tiba2 pelayannya mengetuk pintu kamarnya memberitahu kalau suzy dan L.joe datang. “suruh mereka kemari saja.” Sahut jiyeon, pelayan itu pun turun keruang tamu dan memberitahu L.joe dan suzy kalau jiyeon menyuruh mereka untuk langsung ke kamar saja, suzy dan L.joe pun naik ke kamar jiyeon dan melihat jiyeon sedang mengemas pakaiannya.

kau mau kemana?” –L.joe

besok aku akan ke jeju.” – jiyeon

jeju? Dengan siapa? Padahal aku dan L.joe baru saja mau mengajakmu liburan bersama.” – Suzy

mianhe, aku sudah janjian dengan jieun.” – jiyeon.

tidak bisakah kami ikut liburan bersama kalian?” – L.joe

andwaeyo, jieun akan curiga jika kalian ikut liburan bersamaku.” –jiyeon.

huffttt.. kau sudah melupakanku ya.” suzy mengerucutkan bibirnya.

aniya suzy~aa. Kalian liburan berdua saja, ne?” bujuk jiyeon. ‘benar juga, aku bisa punya kesempatan berdekatan dengan L.joe, tapi apa L.joe mau??’ batin suzy.

gurae, suzy~aa, kita liburan berdua saja.” Ajak L.joe

ne?” Tanya suzy tak percaya.

habiiss, sahabat kita sudah punya janji dengan sahabat barunya.” Kata L.joe merajuk sambil menggandeng suzy, hal itu membuat wajah suzy memerah.

ya, bukan begitu maksudku L.joe~aa.” Jiyeon berusaha menjelaskan akan ke jeju.” Gumam jiyeon mengatur posisi tidurnya. Drrrtt.. HP jiyeon bergetar menandakan telp masuk, Chunji calling. Jiyeon segera mengangkat telp dari namja chingu nya itu.

yobbosaeyo.”

yobosaeyo, chagiya.”

waeyo?”

ani, aku hanya ingin mendengar suaramu saja.”

Aish, oh ya, besok aku akan ke jeju selama 5 hari dengan chinguku.”

nugu? Suzy dan L.joe?”

ani, chingu ku di sekolah baruku.”

namja?”

aniyo, yeoja.”

huff, syukurlah.”

ish, kau ini.”

hehehe, gurae, tidurlah.”

ne, annyeonghi jumusaeyo.”

uhm.” Tuutt. Jiyeon memutuskan sambungan telp dan tidur.

~chunji POV~

Setelah mengobrol dengan jiyeon di telp, aku merasa sedikit tenang karena besok jiyeon akan ke jeju selama 3 hari jadi aku tidak perlu memberitahunya kalau selama liburan ini aku akan bersama suli, saat membicarakan tentang suli pada jiyeon aku benar2 merasa bersalah, aku sebagai namjachingu nya bukannya memperhatikannya malah menjaga yeoja lain, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan suli, dia adalah sahabatku sejak kecil dan sekarang hidupnya tidak lama lagi, aku ingin membahagiakannya apalagi saat aku tahu kalau suli menyukaiku.

Keesokan harinya…

~Author POV~

Di changnam high school sudah berkumpul siswa2 yang akan mengikuti liburan bersama, jinyoung dkk juga sudah datang, namun sejak tadi jinoungg terlihat tidak tenang, dia melihat kesana kemari seperti sedang mencari sesuatu. “ya. jinyoung~aa, kau kenapa?” Tanya baro. “aniyo.” Sahut jinyoung singkat ‘apa dia tidak ikut?’ batin jinyoung. 15 menit berlalu, jinyoung semakin tidak tenang. “key~aa, kajja, ikut aku sebentar.” Ajak jinyoung. “eodiga?” Tanya key. Jinyoung tidak menjawab dan malah berjalan terus dan key pun mengikutinya. Setelah merasa cukup sunyi, “telponlah lee jieun.” Ujar jinyoung. “mwo?” Tanya key tak mengerti. “aish, palliwa, tanyakan padanya apa,,,, apa, apa dia bersama jiyeon.” Kata jinyoung sangat pelan. “mwo? Jadi, kau menyuruhku..”

ya. paliwa.” Ujar jinyoung kesal.

eoh, araseo.” Key pun menelpon jieun. “katakan pada jieun agar tidak memberitahu jiyeon kalau kau menelpon dan jangan pernah menyebut namaku. Araseo?” jinyoung mengingatkan key. “uhm.” Sahut key. Tak lama jieun mengangkat telpnya.

yobosaeyo.”

yobosaeyo, jieun~ssi, na ya, key.”

n, ne?”

apa au sekarang sedang bersama jiyeon?”

ne, waeyo?” Tanya jieun, key menoleh kearah jinyoung. “tanyakan padanya apa dia dan jiyeon tidak akan ikut liburan bersama, jika tidak, tanyakan mereka akan liburan kemana?” ujar jinyoung, dan key manggut2.

apa kalian tidak ingin ikut liburan yang diadakan oleh sekolah?”

aniyo. W, wae?”

lalu kalian mau liburan kemana?”

jeju.”

kapan kalian berangkat?” key jadi ingin tahu.

sekarang.

gurae. Oh ya, jangan beritahu jiyeon kalau aku menelponmu, ne?”

ne.”

annyeong.”

ne, annyeong.” tuuuttt. “otthe? Mereka mau ikut?” tany jinyoung. “ani.”-key

lalu, mereka mau kemana?” –jinyoung

ke pulau jeju dan akan berangkat sekarang.” –key

gurae. Telpon baro dan gongchan, beri tahu mereka kalau kita tidak jadi ikut liburan bersama sekolah.” – jinyoung

uhm.” Key segera menelpon baro dan gongchan, entah kenapa key pun tiba2 merasakan apa yang jinyoung rasakan sekarang. Setelah menerima telp. Dari key gongchan dan baro segera menemui jinyoung dan key.

kenapa kita tidak jadi liburan bersama sekolah?” T- Baro

eoh, memangnya kita mau kemana?” – Gongchan

pulau jeju.” – jinyoung

mwo? Kenapa tiba2?”- gongchan.

ini bukan tiba2 kok, aku memang sudah memikirkan ini sebelumnya, hanya saja aku masih bingung tapi sekarang sudah kuputuskan untuk ke pulau jeju.” –jinyoung

kajja.” Ajak key dan mereka berempat pun terbang ke pulau jeju dengan pesawat pribadi milik keluarga jinyoung. Sementara itu, jiyeon dan jieun sudah berada di pulau jeju. “wuaahhhh, udaranya segar dan hangat.” Seru jieun. “uhm.” Jiyeon mengangguk. “jieun~aa kajja.” Jiyeon dan jieun segera menuju hotel yang telah di siapkan panitia game yang mereka menangkan. Jieun dan jiyeon meletakan barang mereka di kamar hotel dan keluar lagi untuk jalan2.

TBC

anyeong readersku tercintaaaaaaaa, gimana part yang ini? masih kurang srek kah? silahkan di komen 😀

Ugly or Pretty part 6

Ugly or Pretty part 6

 

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : find by your self. Hahaha *evil laugh*

Cast : Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Chunji Teentop

Gongchan sik B1A4

Lee ji eun / IU

Key Shinee

Suzy Miss A

Baro B1A4

L.joe Teentop

Support cast : Jung Krystal f(x)

Park bom 2NE1

Disclaimer : cerita ini milik author sekalian sama jinyoung nya, cast lainnya milik menejemen masing2.

A.N : I just need one. Your comment, please give your comment, that’s very important for me. Happy reading~^^

 

~author POV~

Teng, teng, teng~ bel masuk berbunyi, seluruh siswa masuk ke kelas masing-masing karena jam pertama akan segera di mulai dan hari itu jam pertama di kelas jiyeon adalah lim seonsaeng. “selamat pagi anak-anak.” Sapa lim seonsaeng. “pagi seonsaengnim.” Sahut semua siswa di kelas. “sesuai yang saya katakan kemarin, hari ini saya akan memeriksa laporan hasil penelitian kalian tentang organ tubuh katak yang saya tugas secara berkelompok, bagaimana? Apa sudah selesai?” Tanya lim seonsaeng. “ne…” sahut semua siswa kecuali jiyeon dan jinyoung karena mereka tidak mengerjakan tgas tsb. “habislah aku.” Desah jiyeon. “baiklah, antarkan laporan kalian.” Perintah lim seonsaeng. Semua siswa mengantarkan lapora penelitian mereka ke meja guru kecuali jiyeon dan jinyoung yang mulai resah karena tidak mengerjakan laporan tsb, lim seonsaeng mulai memeriksa laporan tsb. “park jiyeon, jung jinyoung, mana laporan kelompok kalian?” Tanya lim seonsaeng. “e, e,..” jiyeon berusaha mencari alasan. “kami belum mengerjakannya.” Sahut jinyoung pelan tapi dapat terdengar karena kelas dalam keadaan hening. “kenapa kalian belum mengerjakannya?” Tanya lim seonsaeng lagi. Kali ini jinyoung kesulitan menjawab. “haitsiuu..” suara bersin jiyeon memecahkan keheningan kelas, mimic wajah jinyoung berubah ketika mendengar suara bersin jiyeon. “karena jiyeon kemarin sakit, bahkan sampai hari ini dia masih sedikit tidak enak badan, iyakan jiyeon?” jinyoung melirik kearah jiyeon sambil memberi kode agar tetap diam dan menurut, dan jiyeon pun hanya mengangguk. “jadi karena itu kalian belum mengerjakan tugasnya?” Tanya lim seonsaeng lagi. “n, ne.” sahut jiyeon. “baiklah, saya beri kalian kesempatan untuk mengerjakan tugas itu, laporannya di serahkan besok.” Ujar lim seonsaenng, yah, karena jinyoung anak dari pemilik changnam high school, jadi tak heran kalau dia selalu mendapat keringanan dan berbagai keistimewaan lainnya. “ne.” sahut jiyeon lagi. ‘aih, namja itu, ckckckck.’ Batin jiyeon sembari menggelengkan kepalanya. “haitsiuu!” suara bersin jiyeon memecahkan keheningan kelas. “jiyeon~aa, gwenchanayo?” Tanya jieun khawatir. “eoh, gwenchana.”

 

————–

 

~author POV~

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam pulang sekolah, teng~ teng~ teng~, bel pulang pun berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar kelas. “aahhh, akhirnya pulang juga.” Pekik jieun merentangkan kedua tangannya. “eoh, aku ingin segera tidur, hihihi.” Jiyeon membenarkan. “ya! park jiyeon.” Panggil jinyoung, seketika membuat jiyeon menoleh. “wae?” tanyanya. “ya! kau lupa hari ini kita harus mengerjakan tugas heoh?” ujar jinyoung. “tugas?…….. omo! tugas dari lim seonsaeng!” jiyeon menepuk jidatnya. “dan aku tidak akan mungkin menangkap katak, jadi kita akan mengerjakannya dirumahku. Araseo?!” lanjut jinyoung. “aish! Menyebalkan.” Desis jiyeon. “mworago?!” Tanya jinyoung dengan tampang siap menerkam. “aniyo. Kajja. hehehe” Sahut jiyeon menghindar. “aneh.” Jinyoung berjalan mendahului jiyeon. “ya!” teriak jiyeon hendak mengejar jinyoung namun langkahnya terhenti karena gongchan kini berdiri di depannya, keduanya sempat bertatapan, jiyeon tersenyum sementara gongchan hanya diam entah apa yang dia pikirkan. “jieun~aa, aku pergi dulu annyeong.” jiyeon melambai pada jieun dan segera mengejar jinyoung, “ne, annyeong.” jieun membalas lambaian jiyeon sambil tersenyum. “ki bum~aa, kajja, baro sudah menunggu, hari ini kita berpesta di rumah baro.” Ajak gongchan, key menarik nafas. “aku sedang malas.” Sahutnya. “key oppa.” Panggil tiga orang yeoja yang baru datang. “oppa, ayolah, ikut berpesta dengan kita.” Rangek seorang diantara merek sambil mengamit lengan key. “eoh, kajja oppa.” Rengek seorang lagi dengan manja. Jieun terdiam melihat hal itu ‘menyebalkan’ batinnya sembari memasukan buku-bukunya ke dalam tas. Key menoleh sejenak ke arah jieun. “gurae, aku ikut.” Sahutnya. “kajja.” Ajak yeoja2 itu, gongchan hanya menggeleng melihat hal itu, karena hal seperti itu sering terjadi dihadapannya. Kini tinggal jieun sendiri di dalam kelas “tadi itu apa? Aish, kenapa yeoja2 itu begitu centil, omo! apa yang kau pikirkan jieun~aa?! Ahhh, ada apa denganku?! Bukankah hal itu sudah biasa?! Aish, jinjja.” Jieun merutuki dirinya sendiri. Disaat jieun baru saja mau keluar kelas langkahnya tiba2 terhenti karena key tengah berdiri di hadapannya. “k,kau.” Ujar jieun kaget. ‘aih, apa dia mendengar yang kukatan tadi? Ahhhh, ottokhe?!’ batin jieun. “k,kau sedang apa di sini?” jieun berusaha tenang. “neo.” Key membuka suara sambil melangkah maju membuat jieun melangkah mundur. “w,wae, waeyo?” jieun tiba2 menjadi sangat gugup. Bukannya menjawab pertanyaan jieun, key malah maju dua langkah, jieun mundur dua langkah, key menatap mata jieun intens membuat jieun menelan ludah. “kau, kau menyukaiku?” ujar key melangkah maju lagi. “NE? a, apa yang kau bicarakan?” jieun sangat kaget dengan pertanyaan key. “gwenchana, kau hanya perlu mengakuinya, lagi pula banyak yeoja yang menyukaiku, cukup mengaku saja lee jieun.” Ujar key sambil terus melangkah kedepan membuat jieun juga semakin melangkah mundur. “a, aniyo, kenapa kau bisa bicara begitu, a, aku, aku tidak menyukaimu.” Jieun menyangkal. “jeongmalyo?” key maju satu langkah dan jieun pun mundur satu langkah dan GREAT, sekarang badan jieun terbentur dinding dan tak dapat mundur lagi, jieun berusaha menghindari tatapan key namun gagal karena kini key sudah mengunci tubuhnya dengan kedua tangan key yang di letakan di samping jieun, jieun tak dapat bergerak lagi. “k,kau, mau apa?” Tanya jieun yang sudah sangat gugup. “membuktikan kalau kau benar2 tidak menyukaiku.” Sahut key mendekatkan wajahnya pada jieun. Jieun berusaha menjauhkan wajahnya, tapi key semakin mendekat membuat jieun menahan nafasnya, jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat, kini wajah mereka tinggal berjarak beberapa centi, key masih terus mendekat sampai hidungnya bertemu dengan hidung jieun, jieun memejamkan matanya, tidak ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Di saat jarak mereka tinggal satu senti, “key oppa kemana ya?” terdengar suara yeoja2 tadi dari koridor. Key membuang nafas kesal dan menjauhkan wajahnya dari jieun. “bukalah matamu.” Ujar key, jieun membuka satu matanya dan membuka matanya yang satu lagi secara perlahan, menyadari tidak terjadi apapun jieun membuang nafas lega, dilihatnya key sudah berjalan keluar kelas. “omo! jantungku rasanya mau lepas.” Jieun mengelus dadanya.

 

Sementara itu……

 

~author POV~

Jiyeon dan jinyoung sudah sampai di rumah jinyoung yang megah, seperti key, jinyoung juga di sambut oleh para pelayan.jinyoung dan jiyeon segera masuk lab yang ada di rumah jinyoung, tidak seperti jieun, jiyeon terlihat biasa dengan semua kemegahan di rumah jinyoung. Di dalam lab sudah disediakan dua ekor katak yang siap di bedah, “ya! kau saja yang membedah kataknya.” Suruh jinyoung. “Shireo.” Sahut jiyeon. “ya!” jinyoung menaikan suaranya. “SHIREO. Nan shireo” jiyeon mempertegas. “yi yeoja jeongmal.!” Rutuk jinyoung. “apa susahnya membedah? Heoh? Sekarang kataknya ada dua ekor, kita masing2 membedah satu katak, ok.” Jiyeon menawarkan. “shireo.” Sahut jinyoung melipat kedua tangannya didada. “ya!” jiyeon tak bisa sabar lagi. “gurae, aku juga tidak akan mau membedah. Aku pulang sekarang. Annyeong.” jiyeon mengambil tasnya dan hendak keluar. “g, gurae. Aku akan membedah katak yang satunya.” Jinyoung pun mengalah. ‘ige mwoya? Kenapa aku…aaaaaa’ batin jinyong. 2 jam berlalu, jiyeon dan jinyoung selesai membedah dan meneliti katak tersebut. “selesai, sekarang kita tinggal membuat laporannya.” Seru jiyeon, mereka pun segera membuat laporan hasil penelitian, mereka mengerjakan laporan itu sambil bercanda, ani, lebih tepatnya jinyoung yang menjahili jiyeon dan jiyeon hanya bisa mengomelinya dengan gaya lucunya sehingga membuat jinyoung malah semakin ingin menjahilinya tapi berhubung keduanya memiliki otak yang encer jadi tugas laporan itu selesai dengan baik bahkan bisa dikatakan sempurna. “huaaa.. selesai juga, aigoo~ capek juga.” Seru jiyeon sambil merenggangkan otot ototnya. Kruyyuuukk, cacing2 di perut jiyeon sudah meminta jatahnya (?), jinyoung yang mendengar suara perut jiyeon tersenyum geli. “kaj-“ baru saja jinyoung ingin mengajak jiyeon makan jiyeon sudah memotong ucapannya “gurae, karena semuanya sudah selesai, aku mau pulang, annyeong..” jiyeon pamit. “a, eoh.” Sahut jinyoung, dalam hatinya dia sedang menimbang-nimbang untuk mengantar jiyeon pulang atau tidak. “ya. park jiyeon.” Panggil jinyoung. “ne?” jiyeon menoleh. “kajja, kuantar kau pulang.” Ucap jinyoung ‘aaiisshh… ini benar bukan aku >,<’ batin jinyoung. ‘omo! ottokhe?! Kalau jinyoung mengantarku pulang, identitasku yang sebenarnya akan ketahuan.’ Batin jiyeon. “a, aniyo, gwenchana, aku bisa pulang naik bis.” Tolak jiyeon. ‘dia menolak tawaranku?!’ batin jinyoung tak percaya. “aih, sebentar lagi bis malam akan berangkat, aku pergi, annyeong…” jiyeon berlari menghindari pertanyaan2 yang mungkin akan di tanyakan jinyoung, setelah cukup jauh dari rumah jinyoung, jiyeon memanggil taksi dan pulang kerumahnya.

 

—————

 

~author POV~

eugghh..” jiyeon merentangkan tangannya sambil menghirup udara segar pagi ini, drrrtt, i-phone nya bergetar menandakan panggilan masuk, jiyeon menoleh dan tersenyum melihat nama si pemanggil ‘nae chunji’.

yobosaeyo.” Jiyeon mengangkat telp dengan lembut.

good morning chagi.”

eoh, morning.”

pagi ini ku jemput kau ya.”

ne? kau tidak usah, nanti malah merepotkan.”

wae? aku tidak merasa repot.”

aku akan di jemput teman sekolahku, lagi pula sekolahmu juga berlawanan arah dengan sekolahku.”

aigoo~ mentang2 sudah punya chingu baru, kau melupakan namjachingu mu..” rengek chunji.

aku tidak bermaksud begitu kok.” Bujuk jiyeon.

kalau kau tidak mau di jemput, sebentar sore kau harus mau jalan2 bersamaku. Ne?”

siap boss.”

gurae, cepatlah mandi dan kesekolah, jangan lupa sarapan, annyeong.”

ne, annyeong.” tuuutt.. sambungan telp pagi itu pun selesai. Jiyeon segera mandi, sarapan dan pergi ke sekolah dengan bis seperti biasanya, yah, yang dia katakan pada chunji kalau dia akan di jemput oleh chingu nya itu adalah bohong, dia hanya tidak ingin chunji tahu soal penyamarannya.

 

—————-

 

~author POV~
hari ini semua berjalan seperti biasanya, jieun yang diam-diam memperhatikan key yang selalu di kerumuni yeoja2 centil, jiyeon yang selalu berkelahi dengan jinyoung karena selalu di jahili jinyoung, baro yang sibuk dengan beatbox nya dan gongchan yang selalu tenang di tengah berbagai keributan di sekelilingnya, semua berjalan seakan sudah terkonsep. Bel pulang berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas. “lee jieun, tunggu aku.” Panggil jiyeon berlari kearah jieun dan merangkul jieun. “kau kenapa? Kulihat dari tadi sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu.” Tanya jiyeon. ‘apa aku cerita saja pada jiyeon tentang apa yang terjadi padaku dan key kemarin ya? ani, pasti key hanya main2 dan kalau aku cerita pada jiyeon pasti jiyeon akan marah2 pada key.’ Jieun berkutat dengan pikirannya senidiri. “ya! jieun~aa.” Jiyeon mengibas-ngibaskan tangannya di depan jieun. “ne? a, aniyo, nan gwenchana.” Sahut jieun. “eoh.” Jiyeon hanya manggut2. “gurae, aku duluan ya, annyeong.” jieun berlari meninggalkan jiyeon sambil melambai. Setelah jieun pergi, jiyeon juga bergegas pulang kerumahnya, sesampai di rumahnya, jieon segera bersiap-siap karena sore ini akan keluar bersama namjachingu nya, lee chunji.

 

————–

 

~chunji POV~

Ting, tong~ aku memencet bel rumah jiyeon, yeoja yang berhasil membuatku selalu merindukannya, tak lama seorang pelayan membukakan pintu untukku. “annyeonghasaeyo, jiyeon ada?” tanyaku to the point. “ye, biar saya panggilkan, tuan muda silahkan duduk dulu.” Pelayan itu mempersilahkan. Tak lama seorang yeoja yang tengah mengisi hatiku sekarang ini turun dari tangga, aku terpana melihatnya, bagaimana tidak, jiyeon menggunakan dress selutut berwarna pink, dengan rambut pangjangnya yang di biarkan tergerai dan dihiasi pita berwarna senada, neomu yeoppoda. “kajja.” Aku menggenggam tangannya. “uhm, kajja.” Jiyeon mengangguk.

 

Sementara itu…

 

~suzy POV~

Aku bernyanyi kecil sambil menyetir mobilku menuju rumah L.joe, aku sudah janjian dengannya untuk jalan2 sore ini, aigoo~ senangnya, hihihi. Tak lama aku sampai di rumah L.joe, aku segera memencet bel, eomma l.joe membukakan pintu untukku. “annyeonghasaeyo.” Aku menyapa eomma L.joe. “ne, annyeong, kau mencari byung hun? Masuk saja, Dia ada di kamarnya.” Eomma l.joe mempersilahkanku. “ne, ahjuma.” Sahutku masuk dan langsung naik ke lantai atas, kamar l.joe. tok, tok, tok. “l.joe~aa.” Panggilku. “changkaman, aku sedang ganti baju.” Sahutnya dari dalam kamar. “eoh, palliwa, aku akan menunggu di ruang tamu.” Kataku pergi dari depan kamar l.joe “eoh.” Sahutnya. Tak lama l.joe turun dari kamarnya dengan gaya khasnya, aku terdiam beberapa detik, oh god, kenapa selalu begini? Kenapa jantungku selalu berdetak begitu cepat saat melihatnya? “kajja.” Ajaknya membuyarkan lamunanku. “ne? eoh, kajja.” Aku segera berdiri. “eh, changkaman, aku telpon jiyeon dulu, siapa tahu dia mau ikut.” Ujarnya sembari mengambil ponsel. Huuufftt, hal ini selalu terjadi, tidak bisakah aku berduaan dengannya? Ah, aku baru ingat. “percuma kau menelponnya.” Ujarku. “wae?” tanyanya. “tadi jiyeon menelponku, katanya sore ini dia mau jalan2 dengan chunji.” Jelasku. “begitu ya..” l.joe sepertinya kecewa. “gurae, kita jalan2 berdua saja. Kajja.” L.joe menarik tanganku, sungguh saat ini aku sangat senang.

 

~author POV~

suzy dan l.joe pergi ke sebuah pasar malam. “ternyata bagus juga ya di sini.” Suzy melihat2 sekeliling sambil berjalan. “eoh, selama ini kita hanya tahu club, café.. padahal ada juga tempat seperti ini.” sambung l.joe. “kajja, kita lihat2.” Suzy menarik tangan l.joe, mereka berkeliling pasar malam sambil memakan jajanan yang di jajahkan di pasar malam itu, suzy terlihat sangat bahagia dan menikmati saat2 sekarang. ‘ini seperti kencan, hihihi’ batin suzy senyum2 sendiri. Tiba2 suzy berhenti berjalan, matanya tertuju pada sekumpulan orang yang mengerumuni sesuatu, seperti sebuah permainan “l.joe~aa, kau lihat itu, kajja.” Suzy menarik l.joe mngikuti langkahnya, ternyata orang2 itu mengerumuni sebuah permainan menembak. “woaw, keren.” Seru suzy dan menoleh kearah l.joe. “l.joe~aa.” Rengek suzy sambil memamerkan puppy eyes nya, ne, dia meminta l.joe untuk ikut permainan itu. “shireo.” Sahut l.jeo. “l.joe~aa, jebal, ne?” bujuk suzy. “gurae.” L.joe tersenyum dan ikut permainan itu, dan sesuai perkiraan suzy, l.joe menang dan pemilik stan permainan itu memberikan sebuah boneka beruang yang besar “berikanlah ini untuk yeojachingu mu.” Katanya pada l.joe sambil menatap kea rah suzy. “ne?” Tanya l.joe bingung. “itu, berikan boneka ini pada yeojachingumu, gadis cantik itu yeojachingu mu kan.” Kata ahjuma itu tersenyum dan berlalu dari hadapan l.joe. “yeojachingu?” gumam l.joe dan sedetik kemudian tersenyum lalu berjalan ke arah suzy sambil membawa boneka beruang itu.

TBC

annyeong readersssssss tercinta,,,  author balik lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

udah baca ff nya kan, nah silahkan di komen, kasih komentar itu hukumnya wajib loh, hehehe 😀