Arsip Tag: kyuhyun

Running Up part 11

Running Up part 11

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Choi minho Shinee

Sandara park 2NE1

Choi siwon Super Junior

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

Rainbow – you and I

Kim bo kyung – suddenly

 

~author POV~

Jiyeon langsung menghubungi dara dan siwon. Tak lama mereka tiba di rumah sakit, “jiyeon~aa.” Panggil dara berlari menghampiri jiyeon di ikuti oleh siwon. “jiyeon~aa, apa yang terjadi dengan minho. “mollayo, tadi aku sedang di jalan lalu krystal menelponku, katanya minho pingsan di tepi jalan jadi aku segera kemari.” Jelas jiyeon. “ne, tadi aku menemukan minho tergelatak di pinggir jalan dan sudah babak belur.” Timpal krystal. Beberapa menit kemudian dokter yang memeriksa minho keluar dari ruangan pemeriksaan. “dokter, bagaimana keadaan adik saya?” Tanya siwon. “adik anda hanya menderita luka ringan, besok sudah boleh pulang.” Sahut dokter tsb. “syukurlah.” Jiyeon mengelus dadanya. “apa kami boleh menemuinya?” Tanya dara. “ne, silahkan.” Dokter itu mempersilahkan. Jiyeon, dara, siwon dan krystal pun masuk ke ruangan tempat minho di rawat. “minho~aa.” Panggil siwon. “gwenchanayo?” Tanya jiyeon. “eoh.” Sahut minho. “kenapa kau bisa begini heoh?”Tanya dara. “molla, tadi tiba2 ada beberapa orang datang dan memukulku.” Sahut minho seadanya. “untung ada krystal yang melihatmu tergeletak dan membawamu ke rumah sakit.” Ujar jiyeon. “ne, gomawo krystal~ssi. Ku doakan semoga hubunganmu dengan kyuhyun akan bertambah baik.” Minho meledek krystal. “ya! doakan yang baik, kenapa kau malah mendoakanku dengan kyuhyun.. huh.” Ujar krystal. “eh, aku pulang dulu ya, masih ada urusan annyeong.” pamit krystal. “ne.” sahut jiyeon dan minho. “minho~aa, apa kau tahu siapa yang memukulimu?” Tanya jiyeon. “entahlah, kalau tidak salah sewaktu mereka mau pergi mereka mengatakan athena.” Sahut minho mencoba mengingat. “athena?” dara memastikan. “kenapa mereka memukul minho?” kini siwon pun ikut bertanya. “tapi untunglah lukamu tidak parah.” Ujar jiyeon. “eoh, itu melegakan.” Lanjut dara. “kala begitu kalian pulanglah dan istirahat biar aku yang jaga minho.” Kata siwon. “aniyo, aku di sini saja malam ini.” sahut dara. “tapi jiyeon sendirian.” Ujar siwon. “gwenchana, aku suadah biasa sendiri kok.” Kata jiyen. “jeongmalyo?” siwon memastikan. “eoh.” Jiyeon mengangguk mantap. “ gurae, pulanglah dan istirahat, besok kau harus sekolah.” Kata dara. “ne. annyeong.” jiyeon pamit dan keluar ruangan. ‘omo! aku lupa. Aku datang kemari bersama seunghyun oppa, kemana dia?’ pikir jiyeon. Jiyeon segera menghubungi seunghyun.. “yobosaeyo, oppa, odiga?…. “eoh, gurae, aku kesana.” Jiyeon memeasukan HP nya kedalam saku celana dan melangkah meninggalkan rumah sakit, di luar rumah sakit seunghyun sedang berdiri di samping mobil mewahnya dan melambai pada jiyeon, jiyeon pun segera menghampirinya. “oppa, kau dari tadi kau menunggu di sini?” Tanya jiyeon. “eoh.”

aigoo, mianhe, aku membuatmu menunggu.”

gwenchana, ku lihat tadi kau sangat panik jadi ku pikir lebih baik aku menunggumu di sini saja, minho itu sangat penting bagimu ya?”

ne? e, kanapa oppa bertanya begitu?” wajah jiyeon memerah.

aniyo, tadi kau begitu panik saat tahu minho di pukuli dan kau terlihat sangat khawatir jadi ku pikir dia sangat penting bagimu.”

sepertinya begitu.” Jiyeon mencoba jujur. “gurae, kajja, naiklah, ku antar kau pulang.” Suruh seunghyun. “eoh.” Jiyeon menurut dan masuk ke dalam mobil seunghyun. “kalau boleh aku tahu, kenapa minho di pukuli? Dan siapa yang memukulinya?” Tanya seunghyun di tengah perjalanan ke apartemen jiyeon dan dara. “molla, minho hanya bilang kalau orang2 itu menyebut Athena. Ku rasa athena yang membuat minho seperti itu.” Sahut jiyeon. “Athena? Bukankah itu organisasi yang katamu telah membunuh kedua orang tuamu?”

eoh, mereka yang membunuh kedua orang tuaku.”

tidakkah kau berpikir bahwa mereka mengincarmu?”

ne?” jiyeon diam sejenak. “kurasa begitu.” Lanjutnya.

dan minho adalah salah satu orang yang melindungimu, mungkinkah mereka berusaha menyingkirkan orang yang melindungimu?”

menyingkirkan orang yang melindungiku?” jiyeon terlihat bingung, ia berpikir sejenak. “jadi maksudmu, Athena berusaha menyakiti orang2 di sekitarku?”

menurutku begitu, dan mereka memulainya dari minho, kurasa sebentar lagi mereka akan menyakiti yeoja yang tinggal bersamamu.” Seunghyun mulai mempengaruhi jiyeon.

maksudmu dara eonni?” jiyeon memastikan. Deg! Mendengar nama itu, jantung seunghyun menjadi berdetak lebih cepat, ada perasaan yang sangat bergejolak dalam hatinya namun semua itu tidak dapat di ungkapkan, bahkan dia harus pura2 tidak kenal dengan yeoja yang ia sadari sangat ia cintai. “euhm, yeoja itu, kurasa jika kau hanya diam terus, Athena akan semakin menyakiti orang2 yang kau sayangi seperti yang mereka lakukan pada minho.” Lanjut seunghyun. “andwae, aku tidak akan biarkan Athena menyakiti mereka.” Jiyeon begitu takut membayangkan dara dan minho akan di sakiti oleh Athena. “lalu apa yang akan kau lakukan?” Tanya seunghyun “aku, aku tidak tahu harus bagaimana.” Sahut jiyeon frustasi. “kusarankan, sebaiknya kau menjauhi mereka, Athena berusaha membuatmu menderita dengan menyakiti orang2 yang kau sayangi, jadi kalau kau menjauhi mereka, Athena tidak akan menyakiti mereka.” Seunghyun semakin mempengaruhi jiyeon. “menjauhi mereka..?” jiyeon terlihat sedih. “aku hanya menyarankan, tidak usah terlalu dipikir-“

aniyo, kau benar oppa, lebih baik aku menjauhi mereka jika tidak ingin mereka terluka.” Jiyeon memotong perkataan seunghyun, jiyeon kemudian menunduk, rambut panjangnya menutupi sebagian wajahnya, bahunya bergetar. ‘sepertinya dia menangis’ batin seunghyun, ada setitik rasa di lubuk hatinya yang menggangu pikirannya saat ini. “jiyeon~aa, gwencahanyo?” seunghyun menghentikan mobilnya di tepi jalan. Jiyeon masih diam, sedetik kemdian dia mengangkat wajahnya, terlihat air mata di pipinya yang dengan cepat dihapusnya dengan kasar. “nan gwenchana.” Sahut jiyeon berusaha tersenyum. ‘kau harus kuat jiyeon~aa, kau harus bisa menjauhi minho, ini demi kebaikan orang2 yang kau sayangi’ batin jiyeon menguatkan dirinya sendiri. Sementara seunghyun hanya diam, ssesuatu yang dirasakannya di dalam lubuk hatinya semakin mengganggu pikirannya saat ini.

 

————-

 

~jiyeon POV~

Malam ini aku sendirian di apartemen dara eonni, karena dara eonni menginap di rumah sakit menemani siwon oppa menjaga minho. Aku terus memikirkan kata2 seunghyun oppa. “seunghyun oppa benar, aku harus menjauhi mereka kalau tidak ingin orang2 yang ku sayangi tersakiti.” Lirihku dalam kesunyian. ‘aku harus pergi, ini demi kebaikan orang2 yang kusayangi, aku harus kuat.’ Tekadku dalam hati. Aku beranjak dari tempat tidur menuju lemari dan mulai mengisi pakaianku ke dalam koper, setelah selesai mengisi pakaianku di dalam koper aku segera pergi dari apartemen dara eonni. Aku akan kembali ke apartemenku. Mianhe eonni, minho.. aku haru menjauhi kalian.

 

————-

 

~author POV~

Hari ini minho keluar dari rumah sakit. “minho~aa, bagaimana? Apa kau sudah merasa lebih baik?” Tanya siwon. “eoh.” Sahut minho. “jeongmalyo? bagaimana dengan punggungmu?” Tanya dara. “gwenchana.” Minho meyakinkan siwon dan dara. “hyung, besok aku mau ke sekolah.” Ujar minho. “wae? Kau kan perlu istirahat.” Sahut siwon. “aku bosan dirumah, sudahlah, aku mau istirahat, supaya besok kondisiku fit.” Minho masuk ke kamarnya. Di dalam kamar minho membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. ‘hari ini dia bahkan tidak menghubungiku, ada apa dengan jiyeon? Apa dia baik2 saja?’ batin minho.

 

————-

 

~jiyeon POV~

Aku menatap bangku minho yang kosong. ‘hari ini minho keluar dari rumah sakit, bagaimana keadaannya sekarang?’ ya tuhannn, aku benar2 ingin bertemu dengannya, mengetahui keadaannya. Aku memejamkan mataku menahan sakit dihatiku. ‘minho~aa, bogoshipeo.’ Jeritku dalam hati. Hanya ini yang bisa kulakukan, menjerit dalam hati memanggil nama minho. ‘kalau saja sekarang ada dara eonni, mungkin aku akan merasa lebih baik.’ Sungguh aku butuh dara eonni sekarang. Kenapa ini begitu berat?

 

————-

 

~dara POV~

Aku kembali ke apartemenku, pasti jiyeon sudah kesekolah. Aku membuka pintu apartemen dan segera menuju dapur untuk membersihkan sisa sarapan jiyeon pagi tadi tapi ternyata di dapur tak ada sisa makanan apapun bahkan gelas bekas minum pun tak ada. ‘apa jiyeon tidak sarapan? Bukankah dia selalu sarapan?’ aku pun segera menghubungi jiyeon. Cukup lama aku menunggu jiyeon menjawab telponku namun, tuttt, tak ada jawaban. ‘sebenarnya jiyeon kenapa?’

 

————

 

~jiyeon POV~

Di tengah jam pelajaran tiba-tiba HP ku bergetar, ku lihat di layar tertera : Dara eonni calling ingin rasanya aku mengangkat telpon dari dara eonni, tapi aku tidak bisa, aku harus menjauhinya jika ingin dia selamat, harus.

 

Keesokan harinya…

 

~minho POV~

Hari ini aku mulai masuk sekolah kembali, aku sangat bersemangat berangkat ke sekolah karena di sekolah nanti aku akan bertemu dengan jiyeon, yeoja yang errr.. ku… rindukan beberapa hari ini, ne, ku akui sekarang aku merindukannya, apa mungkin aku menyukainya? mencintainya? Haahhh, molla, aku pun bingung dengan apa yang kurasakan sekarang. Sudahlah lebih baik aku segera ke sekolah, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan jiyeon.

 

~author POV~

Hanya butuh 20 menit minho sampai di sekolah, dia segera menuju kelasnya, namja tampan ini benar2 merindukan yeoja yang bernama park jiyeon, satu satunya yeoja yang menampar minho karena minho menciumnya. Minho pun sampai di kelas, dilihatnya yeoja cantik sedang mendengarkan lagu sambil menutup kedua matanya, tanpa ia sadari bibirnya tersenyum melihat yeoja itu, minho hendak menghampiri jiyeon namun tiba2 jiyeon membuka matanya dan akhirnya tatapan mereka bertemu, saat minho baru saja ingin tersenyum pada jiyeon, yeoja itu malah mengalihkan pandangannya ke arah lain, minho kaget melihat ekspresi jiyeon ‘tidak biasanya dia seperti itu, ada apa dengannya?’ minho baru saja mau menghampiri jiyeon tapi guru pengajar mereka sudah datang sehingga minho mengurungkan niatnya. Selama 3 jam mata pelajaran minho tidak konsen, dia memikirkan jiyeon, sikap jiyeon pagi tadi benar2 membuat minho bingung, teng, teng, teng~ bel istirahat akhirnya berbunyi, saat yang minho tunggu sejak tadi, ia buru2 menghampiri jiyeon yang hendak keluar kelas. “jiyeon~aa, changkamanyo.” Dengan cepat minho menarik tangan jiyeon membuat jiyeon mau tak mau harus berhadapan dengan minho. “wae?” Tanya jiyeon dingin. Minho kaget melihat prilaku jiyeon. “kau kenapa jiyeon~aa?” Tanya minho heran. “naega? Nan gwenchana. Wae?”

wae?! Kau masih bertanya kenapa?! Lihatlah sikapmu, kau aneh sekali, sikapmu sangat dingin padaku. Ada apa denganmu? heoh?”

kau yang aneh. Kau tiba2 datang dan marah2 padaku. Sudahlah jangan dekati aku lagi.” Jiyeon melepaskan genggaman tangan minho dan pergi meninggalkan minho yang bingung, kaget dan kecewa melihat sikap jiyeon padanya. Sementera di luar kelas jiyeon berusaha menahan air matanya agar tidak keluar. “mianhe minho~aa.” Lirihnya. ‘aku lakukan ini agar kau selamat.’ Batinnya.

 

~minho POV~

Ada apa dengan jiyeon? Sikapnya sangat aneh, dia begitu dingin padaku sedangkan pada orang lain dia sangat ramah, kenapa dia sedingin itu padaku? Apa aku melakukan kesalahan? ‘sudahlah jangan dekati aku lagi’ kata2 jiyeon tadi masih terus terngiang di telingaku, dia memintaku untuk tidak mendekatinya lagi? Tapi kenapa? Kenapa dia seperti itu padaku? Aisshh. Aku harus bicara lagi dengannya.

 

———–

 

~author POV~

Tak terasa bel pulang berbunyi, jiyeon buru2 membereskan buku2nya dan pergi meninggalkan kelas agar minho tidak mengajaknya bicara namun ternyata dugaan jiyeon salah, minho dengan cepat mencegatnya di ambang pintu. “kita harus bicara.” Ujar minho. “shireo.” Sahut jiyeon dingin. “terserah kau mau atau tidak tapi kita harus bicara. Kajja.” Minho menarik tangan jiyeon, jiyeon berusaha melepaskannya tapi kekuatannya tidak bisa melawan kekuatan minho. Minho membawa jiyeon ke atap sekolah, tempat yang paling sunyi untuk bicara. “sekarang jawab aku, apa aku punya salah padamu? sampai kau bersikap dingin begini padaku.” Tanya minho membuat jiyeon tercegat, minho sama sekali tak punya salah padanya. “jawab aku. Kenapa kau begini heoh?” suara minho naik satu oktaf, jiyeon berusaha mencari jawaban. “jawab jiyeon~aa.” Ucap minho memegang kedua bahu jiyeon. “aniyo, kau tidak salah.” Jiyeon akhirnya berbicara. “lalu kenapa kau begini padaku?” minho semakin tidak tenang. “aku yang salah.” Ujar jiyeon melepaskan pegangan minho di bahunya. Minho mengerutkan kening mendengar jawaban jiyeon. “aku yang salah karena aku, aku tidak menyukai segala sesuatu yang kau lakukan, aku tidak suka berada di dekatmu, di dekat seorang choi minho yang selalu di kerumuni wanita, aku tidak suka sikapmu yang semena-mena terhadap setiap yeoja, kau tersenyum pada mereka, menerima semua hadiah mereka tapi setelah itu kau membuangnya. Aku benci semua itu, aku benci kau choi minho.” Semua kata2 itu keluar begitu saja dari mulut jiyeon. ‘mianhe minho~aa, aku tidak bermaksud menyakitimu, sungguh semua itu tidak benar.’ Teriak jiyeon dalam hati. Minho terdiam mendengarkan semua kalimat yang keluar dari mulut jiyeon. ‘seburuk itukah aku di matanya?’ batin minho. “jiyeon~aa.” Panggil minho. “mulai sekarang jangan pernah berada di dekatku lagi, aku sudah penat dengan semua hal yang kau lakukan.” Ucap jiyeon dengan dinginnya dan pergi meninggalkan minho yang masih terdiam. ‘mianhe minho~aa, jeongmal mianhe.’ Batin jiyeon berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.

 

————–

 

~author POV~

Hari itu seperti biasa, jiyeon menjalani hari sebagai seorang pelajar, pagi itu saat jiyeon hendak berangkat kesekolah, HP nya berdering, dilihatnya dilayar tertera nama dara. “eonni, mianhe.” Lirihnya sebelum mematikan HPnya.

 

~dara POV~

Pagi ini aku menelpon jiyeon, aku ingin menanyakan kabarnya karena sejak kemarin dia tidak pulang, aku takut terjadi sesuatu padanya. Cukup lama aku menunggu jiyeon mengangkat telponku tapi tuutt, dia mematikan telponnya, ada apa dengannya, aku mencoba menelponnya sekali lagi tapi nomornya sudah tidak aktif. Kenapa dengan jiyeon?

 

————–

 

~jiyeon POV~

Sesampai di sekolah aku segera menuju kelas, tapi sesampainya di kelas sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan menghampiri kedua mataku, minho sedang berpelukan dengan seorang yeoja, aku tidak tahu siapa yeoja itu. “gomawo oppa, sudah mau menerimaku sebagai yeojachingumu.” Ujar yeoja itu. ‘mwo? Y, yeojachingu?’ apa pendengaranku sudah tidak normal? Yeojachingu katanya? Kulihat minho tersenyum padanyas dan menoleh kearahku, dengan cepat aku membuang pandanganku dan berjalan menuju kursiku. “oppa, kau tahu, sejak dulu aku sangat ingin jadi yeojachingumu, saranghae oppa.” Ujar yeoja itu manja, ne, dari tempat dudukku aku masih bisa mendengar percakapan mereka. “omo! yeoja itu centil sekali.” Pekik krystal yang duduk di sampingku. “jiyeon~aa, gwenchanayo?” Tanya krystal. Aku menoleh ke arah krystal. “wae?” tanyaku seakan tak peduli. “I, itu, minho, minho..” krystal tak melanjutkan perkataannya dan menatapku. “krystal~aa, kau sudah berapa lama kau mengenalku? Kau seperti tidak tau diriku saja.” Ujarku setenang mungkin, walau dalam hati terasa sangat sakit. Aku mengambil headset dan ipad ku ku pasang headset di telingaku dan memutar music sekencang2 nya agar tak mendengar pembicaraan minho dengan yeoja itu lagi.

 

~minho POV~

Saat aku bersama di kelas bersama yeoja yang sekarang ini ada yeojachinguku, jiyeon masuk ke kelas, aku menoleh kearahnya dan dia segera membuang muka dan duduk di bangkunya bersma krystal. “jiyeon~aa, gwenchanayo?” Tanya krystal, dari bangku ku aku dapat mendengar pebicaraan jiyeon dan krystal. Ku lihat jiyeon menoleh ke arah krystal. “wae?” tanyanya tak peduli. “I, itu, minho, minho..” krystal tak melanjutkan perkataannya dan menatap jiyeon. “krystal~aa, kau sudah berapa lama kau mengenalku? Kau seperti tidak tau diriku saja.” Ujar jiyeon terlihat tenang. Aish, kenapa jawabannya begitu? Jujur aku kecewa dengan jawabannya yang seakan tak peduli. Kulihat jiyeon mengambil headset dan ipad lalu memasangnya di telinga, dan itu berarti dia tidak akan mendengar pembicaraanku dengan yeoja ini, haah, sudahlah, lebih baik ku suruh pergi saja yeoja ini. “pergilah.” Ujarku. “hah? Waeyo?” tanyanya. Aish dasar pabbo. “kita putus.” Ujarku malas. “mwo?!” w, waeyo? Bukankah kita baru jadian? Kenapa kau berkata seperti itu?” ujarnya. “sudahlah pergilah. Aku sedang tidak ingin diganggu.” Aku mengalihkan pandanganku ke luar jendela. *ihh,minho oppa tega. Hihi* akhirnya yeoja menyebalkan itupun pergi. Haahh, baguslah. Aku menoleh kearah jiyeon, ‘dia benar2 tidak peduli.’ Batinku.

 

————-

 

~author POV~

Sepulang sekolah jiyeon berniat mencari tahu soal kedua orang tuanya, ya, dia mulai mencari tahu keberadaan teman2 orang tuanya, dimana jedua orang tuanya tinggal dulu, semua itu dia lakukan untuk mendapatkan bukti yang konkret untuk menuduh athena sebagai pembunuh kedua orang tuanya. Hari ini jiyeon berencanna untuk menemui salah satu teman ibunya (kim tae hee) yaitu im yoona *Cuma minjem nama*, sahabat kim tae hee. “aku harus menemuinya, mungkin saja dia tahu hubungan eomma dan appa dengan Athena.” Ujar jiyeon memasuki mobilnya dan melaju ke rumah im yoona yang alamatnya sangat susah ia dapatkan. Tanpa jiyeon sadari ternyata TOP mengintainya sejak tadi dan mengikutinya sampai di rumah nyonya im. Sesampainya di rumah im yoona, jiyeon segera mengetuk pintu rumah dan memencet bel beberapa kali sampai seorang wanita yang kira-kira berumur 40 tahunan. “annyeonghasaeyo ahjuma.” Sapa jiyeon. Dari kejauhan seunghyun memperhatikan jiyeon dan nyonya im.

maaf, apa anda yang bernama im yoona?”

ne, aku im yoona, ada apa ya?”

perkenalakan aku park jiyeon, anak dari park jungsu dan kim tae hee.” Jiyeon mengulurkan tangannya. Nyonya yoona terlihat sedikit kaget dan kemudian dengan sedikit ragu menjabat tangan jiyeon. “Kau adalah sahabat dekat eommaku kan?”

n, ne. waeyo?”

Jiyeon tersenyum, “aku ingin bicara denganmu dan bertanya beberapa hal, boleh?”

boleh, ayo masuk dulu.” Nyonya yoona mempersilahkan jiyeon untuk masuk ke dalam rumahnya yang tidak terlalu mewah. Saat jiyeon dan nyonya im masuk, seunghyun mendekat kerumah nyonya im dan mengintip ke dalam rumah berusaha mendengar pembicaraan jiyeon dan nyonya im. “duduklah.” Ujar nyonya im. “kau ingin minum apa?” lanjutnya.

aniyo, tidak usah.”

gurae, kau ingin bertanya apa?”

emm, begini, kau kan adalah sahabat dekat eommaku, jadi kau pasti tahu tentang eommaku, kau tahukan 10 tahun yang lalu, saat aku berumur 7 tahun, kedua orang tuaku meninggal terbunuh, dan di duga pembunuh kedua orang tuaku adalah organisasi Athena, apa kau tahu hubungan kedua orang tuaku dengan Athena?”

A, Athena?” Tanya nyonya im. ‘bukankah itu organisasi yang di pimpin oleh park gi tae.’ Batinnya.

ne, Athena, apa kau tahu?”

aku tidak begitu yakin, tapi kalau tidak salah itu adalah organisasi yang di pimpin oleh park gi tae.”

benar, organisasi itu di pimpin oleh park gi tae, apa kau tahu apa hubungannya dengan kedua orang tuaku?”

park gi tae adalah temanku dan tae hee, kami berteman sangat dekat karena kami tinggal di panti asuhan yang sama, setelah kami cukup dewasa, kami memutusakan untuk meninggalkan panti asuhan itu dan mencoba mengadu nasib di seoul, tapi ternyata mencari pekerjaan tak semudah yang kami bayangkan, dan,,, akhirnya,,,,” nyonya im dia sejenak, mimic wajahnya berubah menjadi sedih. “aku dan tae hee mengambil jalan pintas..” yonna menarik nafas dalam2 sebelum melanjutkan ceritanya. “kami, kami memutuskan untuk menjadi,,, p, pelacur.” Lidah yoona terasa kelu mengatakan hal itu. “m, mwo?!” mata jiyeon membelalak mendengar hal itu. “keputusan itu adalah keputusan terbodoh dalam hidupku, tapi kami benar2 kehilangan jalan keluar, kami sudah tidak punya uang sama sekali bahkan hanya untuk membeli air minum pun kami tak punya. Saat aku dan tae hee melakukan pekerjaan hina itu, park gi tae juga berusaha mati matian mencari uang, mulai dari kerja serabutan, namun hal itu masih juga tidak cukup, sampai akhirnya gi tae mulai membangun organisasi Athena bersama teman2 premannya, sedangkan aku dan tae hee masih melakukan pekerjaan hina itu, namun hal yang tidak kami sangka terjadi, tae hee hamil, tae hee tidak ingin menggugurkan janinnya dia terus menjaganya sampai bayi laki2 itu lahir ke bumi ini.” nyonya im berhenti sejenak. Sedangkan di luar rumah, seunghyun sangat terkejut mendengar cerita nyonya im, tiba2 HP nya bergetar, ternyata park gi tae menelponnya dan menyuruhnya kembali, maka TOP pun menurutinya. “karena pekerjaannya, jadi tak seorangpun yang tahu siapa ayah dari anak itu.” lanjut nyonya im. ”gi tae yang sudah lama menyukai tae hee, akhirnya bersedia merawat anak itu dan tae hee bisa kembali bekerja mencari uang tanpa harus terbebani dengan statusnya yang sudah memiliki anak, tak lama seorang pria bernama lee tae sung mulai dekat dengan tae hee dan akhirnya mereka berpacaran, hal itu cukup membuat gi tae terguncang karena tae sung adalah temannya, karena tae sung, tae hee berhenti menjadi pel*cur dan mencari pekerjaan yang lain, tiba2 seorang pria dari keluarga kaya raya jatuh cinta pada tae hee yang kebetulan bekerja di perusahaan keluarganya dan pria itu adalah park jungsu, ayahmu. Jungsu mendekati tae hee sampai akhirnya dia meminta tae hee untuk menikah dengannya, tae hee yang masih berstatus sebagai pacar tae sung, awalnya tidak ingin menerima lamaran junsu namun entah kenapa tae hee menerima lamaran jungsu dan menikah dengannya. Aku, gi tae dan tae sung sangat terkejut mendengar hal, tae sung sangat sedih, begitu pun gi tae. Setelah itu aku jarang berkomunikasi dengan tae hee, gi tae, atau pun tae sung, sampai sepuluh tahun yang lalu aku mendengar kematian tae hee dan jungsu.” Jelas nyonya im panjang lebar. Jiyeon tak dapat menahan air matanya, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, mencoba mencerna setiap kata yang di ucapkan nyonya im. “l, lalu di mana anak laki2 yang dilahirkan oleh eomma? Apa dia masih hidup? Setidaknya aku masih mempunyai kakak, walaupun tidak se ayah denganku.” Ujar jiyeon. “ne, dia masih hidup dan orang yang merawatnya dari dulu sampai sekarang yang menjaganya adalah park gi tae.” Jawab nyonya im. “m, mwo?! Park gi tae?!” pekik jiyeon. “kau tahu siapa namanya?” Tanya jiyeon lagi. “mollayo, aku hanya tahu gi tae yang menjaganya, sebelum aku berhenti menjalin kontak dengan mereka.” Kata nyonya im. “guraeyo, gomawo sudah menceritakan semuanya. Aku permisi dulu.” Jiyeon pun pamit. “ne.” sahut nyonya im. Jiyeon pun pergi meninggalkan ruamah nyonya im.

 

~jiyeon POV~

Aku melajukan mobilkuku menuju apartemenku. ‘aku harus mencari tahu siapa oppaku, kudengar, park gi tae hanya mempunyai satu putra, mungkinkah itu adalah kakak ku? Tapi siapa dia?’

TBC

jebal di komeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnn yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh, yang udah baca ni FF trus ga kasih komentar, aku sumpahin biasnya ilang (?) 😀

Iklan

Running Up part 10

Running Up part 10

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Choi minho Shinee

Sandara park 2NE1

Choi siwon Super Junior

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

Rainbow – you and I

 

~author POV~

Akhirnya seung hyun keluar dari kamar abeojinya secara diam-diam agar tidak ketahuan tapi hatinya masih sangat penasaran tentang foto-foto itu, kenapa park gi tae menyimpan begitu banyak foto kim tae hee. Seunghyun memutuskan untuk mencari tahunya nanti. ‘pasti ada sesuatu dibalik semua ini’ batin seunghyun.

 

————

 

~author POV~

ughh..” perlahan seunghyun membuka kedua matanya, terbangun dari tidurnya yang tidak begitu nyenyak, hari ini dia berencana untuk mulai menjalankan perintah abeojinya agar mendekati ji yeon dan membuat yeoja itu menderita namun mimpi buruk yang membuat tidurnya tidak nyenyak semalaman masih bergelut di kepalanya. Seunghyun berencana untuk mengikuti perintah abeojinya sambil mencari tahu sesuatu hal yang di sembunyikan abeojinya yang perlahan tapi pasti akan membawanya kepada kenyataan.

 

————–

 

~author POV~

Hari itu ji yeon dan minho mulai masuk sekolah kembali, menjalani kegiatan seperti siswa lainnya, bercanda dengan krystal dan kyuhyun sepanjang hari. “apa hari ini kau merasa lebih baik?” Tanya minho pada ji yeon saat bel pulang berdentang. “uhm. Aku merasa jauh lebih baik setelah bertemu krystal dan mengobrol dengannya.” Sahut jiyeon diiringi senyum manisnya. “baguslah.. oh, ya, aku duluan ya, tadi siwon hyun menelponku katanya abeoji sudah sadar jadi aku harus cepat-cepat ke rumah sakit.” ujar minho. “ne, nanti aku akan ke rumah sakit menjenguk abeojimu hajiman sekarang aku masih harus ke supermarket untuk membeli perlengkapan dan bahan makanan.” Kata jiyeon. “ne.. annyeong.” minho berlalu dari hadapan jiyeon.

 

————

 

~author POV~

Sebuah mobil sedan hitam berhenti tak jauh dari yeonhwa high school. “jadi di sini..” gumam namja yang mengemudikan mobil tersebut yang tak lain adalah seunghyun lalu dia turun dari mobil sedan mewahnya. Namja berperawakan tinggi itu mencoba melihat gerbang yeonhwa high school dari kejauhan, mata tajamnya mencari-cari sesuatu yang tak kunjung ia temukan perlahan dia melangkah dengan pandangannya yang tak pernah lepas dari gerbang tersebut, seunghyun terus melangkah tanpa mengalihkan pandangannya dari arah gerbang yeonhwa high school, tiba-tiba seorang ahjuma berteriak kepadanya “AWAS.” Seunghyun menoleh dan mendapati sebuah truk sedang melaju dengan kecepatan tinggi kearahnya seketika tubuhnya terasa kaku sampai seseorang mendorong tubuhnya, tubuh keduanya terhempas ke tepi jalan. “auhh.” Ringgis yeoja yang baru saja menyelamatkan seunghyun yang tak lain adalah ji yeon. “gwenchanayo?” Tanya seunghyun yang masih terduduk membelakangi jiyeon dan hendak menoleh ke arah jiyeon. “eoh, gwenchana. Kau sendiri? Gwenchanayo? Kau tadi hampir tertabrak truk.” Ujar jiyeon saat seunghyun sudah menatap kearahnya, mata seunghyun tak berkedip menatap orang yang baru saja menolongnya, sesuatu yang tak ingin dia percaya, seseorang yang akan di bunuh olehnya baru saja menyelamatkan nyawannya. “e, e, ne, nan gwenchana.” Sahut seunghyun, “g, gomawo.” Lidahnya menolak mengatakan hal itu tapi hati kecilnya mendorongnya untuk berkata seperti itu kepada orang yang harus di bunuh olehnya. “gwenchana, tidak perlu berterima kasih, aku hanya kebetulan lewat kok. Gurae, kkalkaeyo.” Ujar ji yeon hendak pergi. “changkamannyo.” Tahan seunghyun. “ne? waeyo?” Tanya ji yeon. “sepertinya lututmu terluka saat menolongku tadi, kajja ku obati.” Kata seunghyun. “ah, gwenchana.”

sudahlah, kau terluka karena menolongku, kajja biar ku obati.” Akhirnya seunghyun dan jiyeon pergi ke apotik, membeli obat merah plester untuk luka jiyeon. “duduklah, ku obati lukamu.” Suruh seunghyun. “eoh.” Jiyeon duduk di kursi taman dekat apotik, seunghyun jongkok di depan jiyeon dan mulai mengobati luka jiyeon. “selesai..” ucap seunghyun setelah selesai mengobati luka jiyeon. “gomawo.”

gwenchana, kau luka juga karena aku, tapi, untuk ukuran yeoja kau kuat juga ya, luka mu lumayan besar tapi kau tak meringgis sedikit pun.” Ujar seunghyun.

rasa sakit dan perih itu tak sebanding dengan yang kurasakan selama ini.” ucap jiyeon begitu saja dengan pandangan mata dan raut wajah yang berubah menjadi sedih. ‘ada apa dengannya?’ batin seunghyun saat melihat wajah jiyeon berubah menjadi sedih. “eh, mian. Aku jadi bicara yang tidak-tidak.” Ujar jiyeon dan dibalas senyuman yang tak dapat di tangkap artinya. “oh, iya, cheoneun jiyeon imnida.” Jiyeon mengulurkan tangannya pada seunghyun. “seunghyun imnida.” Seunghyun menjabat tangan jiyeon, keduanya saling tersenyum seakan hari esok akan baik-baik saja, tapi itulah kehidupan tak ada yang menggetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. “omo! aku lupa aku harus pergi. Annyeong.” pamit jiyeon dan segera berlari menghilang dari pandangan seunghyun yang menatap kepergiannya dengan tatapan mata tajam. Sementara itu jiyeon segera menuju ke rumah sakit karena dia sudah janji pada minho untuk menjenguk abeoji minho yang telah sadar dari koma. 20 menit kemudian jiyeon pun sampai di rumah sakit ternama di korea, ia segera menuju kamar inap abeoji minho dan siwon, di sana telah ada dara, siwon dan minho. Tok tok tok, jiyeon mengetuk pelan pintu kamar rawat tsb, lal membuka perlahan pintunya. “annyeonghasaeyo.” Jiyeon member salam dengan sopan lalu mendekat kea rah minho, siwon dan dara berdiri yaitu di dekat ranjang tuan choi. “annyeong jiyeon~aa.” Sahut dara dan siwon. “abeoji, kenalkan ini jiyeon.” Minho memperkenalkan. “annyeonghasaeyo, park jiyeon imnida.” Jiyeon memperkenalkan diri dan tersenyum manis. “dia adalah anak dari park jungsu dan kim tae hee, pasangan suami istri yang di duga di bunuh oleh athena.” Jelas siwon, tuan choi membulatkan matanya, memperjelas pendengarannya, memastikan kalau dia tidak salah dengar. “jadi… Kau,, adalah anak dari park jungsu dan kim tae hee?” Tanya tuan choi memastikan. “ne.” sahut jiyeon sopan. “jadi, kau sudah tahu kalau orang tuamu di bunuh oleh Athena?” Tanya tuan choi. “ne.”

lalu, apa yang akan kau lakukan?”

apapun, aku akan melakukan apapun agar mereka menderita, akan ku buat mereka menyesal karena telah membunuh kedua orang tuaku.”

bagaimana bisa kau melawan organisasi Athena?” Tanya tuan choi tak percaya.

aku akan mencari bukti atas apa yang mereka lakukan terhadap kedua orang tuaku.”

bukti?”

ne, bukti.”

dan satu-satunya bukti adalah chip itu, chip yang di sembunyikan abeoji dara di pulau yang kami datangi beberapa waktu lalu.” Lanjut siwon. “mwo?! K, kalian pergi ke pulau itu? Lalu? Apa kalian mendapatkan chip itu?” Tanya tuan choi. “kami hampir saja mendapatkannya tapi ternyata Athena mengetahui rencana kami jadi mereka berhasil mendapatkan chip itu.” Sahut minho. “tapi, bagaimana kalian bisa tahu tempat chip itu? Setahuku hanya ada satu orang yang mengetahui tempat chip itu.” Ujar tuan choi. “ne, dan orang itu adalah appaku yang telah di bunuh oleh Athena di pulau itu, mereka membunuh appa di depan mataku.” Sahut dara. “j-jadi, p, park taewoo adalah ayahmu?” pikiran tuan choi semakin kacau, terlalu banya kenyataan yang tiba-tiba menyeruak. “ne, ayahku adalah park taewoo, karyawan dari GoR yang di bunuh oleh Athena.” Sahut dara lagi. Kini semua terasa jelas di mata tuan choi. “jadi, kau juga ingin membalas dendam pada Athena atas kematian ayahmu?” Tanya tuan choi dan dara mengiyakan. ‘jelas, semua sudah jelas, tapi kenapa sekacau ini?!’ batin tuan choi.

 

—————

 

~author POV~

Malam itu jiyeon pergi ke club yang biasa dia datangi, dengan dandanan gelap jiyeon memasuki club itu, di dalam sudah ada krystal dan kyuhyun. “jiyeon~aa” teriak krystal, jiyeon menoleh kea rah yeoja cantik nan seksi itu, yah, dandanan krystal memang sangat seksi, malam itu krystal memakai mini dress berwarna silver yang ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang memang tanpa cacat, jiyeon menghampiri nya dan kyuhyun. “kalian berkencan ya?” Tanya jiyeon. “mwo?! Berkencan?! Dengannya?!” krystal membulatkan matanya sambil menunjuk kyuhyun. “shireo! Mana mau aku berkencan dengan namja yadong seperti dia.” Lanjut krystal. “hahaha, kasihan kau kyuhyun~aa.” Jiyeon tertawa sambil memasang tampang kasihan. “ya! walaupun yadong tapi banyak yang mengantri untuk jadi yeojachinguku.” Elak khyuhyun. “yah, yah, terserah kau saja lah.” Krystal menyahut malas.

 

~TOP / seunghyun POV~

Malam ini aku pergi ke club yang biasa didatangi oleh jiyeon, mulai sekarang aku akan mengawasi setiap gerak geriknya, agar lebih mudah untuk menghancurkannya. Aku memasuki club dan mulai mencari sosok jiyeon, dari kejauhan aku dapat melihat seorang yeoja memakai celana jeans dengan jaket kulit berwarna hitam dgn dandanan gelap, sepertinya itu jiyeon, matta itu jiyeon, aku segera mencari tempat yang tepat untuk mengawasinya, terlihat dia tengah berbicara dengan cingunya, sepertinya mereka adalah sahabat dekatnya, tiba2 seorang namja yang sepertinya sudah mabuk mendekatinya dan menggandengnnya dan dengan cepat dia membanting namja mabuk itu, membuat semua orang memperhatikannya. “kau mau mati ya!” bentaknya. Namja mabuk itu bangun dan hendak memukulnya namun dengan gerakan cepat dia menahan tangan namja itu dan sekali lagi namja itu dibanting dengan sekali gerak olehnya. Woah, sepertinya dasar bela dirinya kuat. “aish! Yeoja kurang ajar!” teriak namja mabuk itu dan hendak memukul kepala jiyeon dengan botol, tapi lagi-lagi jiyeon bergerak cepat, dia menahan tangan namja yang memegang botol kaca itu dan menendang perut namja itu hingga namja mabuk itu tersungkur. “masih mau main-main denganku? Heoh?!” Tanya jiyeon dengan suara keras. “ayo sekali lagi, ku pastikan botol ini mendarat tepat di kepala kotormu!” ujar jiyeon. Namja itu sudah tak berdaya dan meminta maaf pada jiyeon. Menarik juga, ternyata dia tidak selemah yang ku kira, club yang menjadi sunyi karena pertengkaran jiyeon dengan namja mabuk itu kembali ramai dengan suara music dan orang2 di club kembali melanjutkan kegiatan mereka dan aku kembali memperhatikan jiyeon, dia duduk bersama kedua chingunya, mereka terlihat hanya mengobrol sambil bercanda tak lama seorang namja tinggi menghampiri merek, changkaman, itukan minho, adik siwon anak dari pemimpin GoR, minho duduk di samping jiyeon, mereka terlihat sangat dekat, minho terlihat sesekali berbisik pada jiyeon dan mereka tertawa bersama. Apa mereka pacaran? Sepertinya iya, kalaupun tidak pasti mereka saling menyukai, bagus, aku akan menghancurkan jiyeon lewat minho.

 

—————

 

~author POV~

Hari demi hari terus berjalan, seunghyun semakin dekat dengan jiyeon, dia perlahan-lahan membuat jiyeon mempercayainya, mengingat jiyeon adalah tipikal orang yang tidak mudah percaya pada orang lain, seunghyun terhitung hebat bisa membuat jiyeon percaya padanya hanya dalam seminggu, jiyeon sendiri bingung, kenapa dia bisa sedekat itu denga seunghyun yang baru dia kenal. ‘entah kenapa aku merasa aman saat berada di dekat seunghyun oppa.’ Batin jiyeon. “igeo.” Sunghyun menyodorkan sebotol air mineral pada jiyeon, hari itu mereka latihan taekwondo bersama. “gomawo.” Jiyeon mangambil air mineral tsb dan segera meminumnya. “aku tidak menyangka kemampuan bela dirimu sangat bagus.” Puji seunghyun. “aish, oppa, kau menghinaku ya..” jiyeon mengerucutkan bibirnya. “aniyo, kau sungguh2 kok, kau hebat.” Seunghyun mengacungkan kedua jempolnya, jiyeon tersenyum lebar memamerkan sederet gigi putihnya, seunghyun mengacak rambut jiyeon. “cepat ganti bajumu.” Suruh seunghyun. “wae?” Tanya jiyeon bingung. “kita jalan2 hari ini. palli.”

eoh, gurae.” Jiyeon bangkit dari duduknya dan segera mengganti pakaiannya, tak lama jiyeon kembali dengan pakaian santai nya, celan jeans pendek dengan t-shirt berlengan panjang yang sedikit kebesaran menutupi celana pendeknya. “kajja.” Ajak seunghyun. Mereka pun melaju dengan mobil mewah milik seunghyun. “oppa, kita mau kemana?” Tanya jiyeon. “kemana saja, hari ini kita jalan2 sepuasnya.” Ujar seunghyun tersenyum.

 

~TOP/seunghyun POV~

Hari ini aku mengutus anak buah Athena untuk mendatangi minho dan memberinya pelajaran, makanya aku sengaja membawa jiyeon jalan2 agar dia tidak menghalangi anak buahku saat memukul minho, setelah itu akan ku buat jiyeon merasa bersalah karena dirinya membuat minho di pukuli oleh orang2 Athena, ini langkah pertama ku membuat jiyeon menderita sebelum……… membunuhnya.

 

—————

 

~minho POV~

ya! cho kyuhyun!” teriakku di telpon pada kyuhyun.

wae?!” sahutnya ikut berteriak.
ya! kau di mana?! Dari tadi ku telpon baru di angkat sekarang.” Omel ku. “oppa, nuguya?” terdengar suara seorang yeoja yang sepertinya berada di samping kyuhyun. “ooo, jadi kau asik pacaran dan melupakanku yang menunggumu di sini sudah sejam?! Kalau mobilku tidak rusak, aku juga tidak akan meminta bantuanmu!” omelku lagi. “mianhe minho~aa, sepertinya aku tidak bisa menjemputmu.” Sahut kyuhyun. “aish. Jinjja.” Tuutt. Aku mematikan sambungan telpon. Ah! Tidak bilang dari tadi, kalau tidak bisa! Baru saja aku mau mencari taksi tiba2 punggungku di pukul oleh seseorang. “ahk! Ya!” aku berbalik dan membentak orang yang baru saja memukulku namun. BUK! Orang itu memukul wajaku. BUKK! Datang beberapa orang yang berpenampilan sama seperti orang tadi dan langsung memukulku. “AHK!” kini dapat kurasakan sakit menjalar di daerah punggungku karena orang2 itu memukulku dengan balok. Pandanganku semakin mengabur, mereka terlalu banyak untuk ku lawan sendiri. Akhirnya aku jatuh tersungkur lemah. “ingat! Jangan macam2 dengan Athena.” Ucap seorang di antara mereka.

 

————–

 

~jiyeon POV~

wuah, gomawo oppa, sudah mengajakku jalan2, aku sangat senang.” Ujarku pada seunghyun oppa. “eoh.” Sahutnya. Drrttt.. tiba2 HP ku bergetar, kulihat di layar tertera : krystal calling

yobosaeyo..”

jiyeon~aa.. minho, minho di pukuli.”

MWO?!”

ne, aku menemukannya tergeletak di pinggir jalan dan sudah babak belur.”

sekarang minho di mana?”

aku sudah membawanya ke seoul hospital.”

gurae, aku kesana sekarang.” Tuuttt, kumatikan tlpon dari krystal. “oppa aku harus pergi, minho di pukuli.” Pamitku pada seunghyun oppa. “biar ku antar.” Ujar seunghyun oppa. Aku pun pergi ke seoul hospital bersama seunghyun oppa. Tak lama kami sampai di seoul hospital, aku segera berlari masuk ke dalam rumah sakit. Aih, minho di periksa di ruangan mana? Aku segera menelpon krystal. “krystal~aa, kau di ruangan mana.”

eoh, araseo. Aku kesana.” Aku segera berlari menuju tempat minho di periksa di luar ruangan ku lihat krystal duduk di kursi sendirian. “krystal~aa.” Panggilku menghampirinya. “jiyeon~aa.”

bagaimana keadaan minho? Kenapa dia bisa di pukuli? Siapa yang memukulnya?” aku sangat khawatir dengan minho. “minho masih di periksa dan luka2nya sedang di obati. Aku juga tidak tahu kenapa minho di pukuli dan siapa yang memukulinya. Aku hanya menemukannya tergeletak di tepi jalan.” Jelas krystal.

aish. Semoga minho akan baik2 saja.” Desahku.

TBC

otthe? jangan lupa comment yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :*

Running Up part 6

Running Up part 6

 

Author     : choi hee young

Length     : chaptered

Genre      : Thriller, action, romance

Cast         : Choi minho Shinee

                      Park ji yeon T-ARA

                      Choi siwon Super Sunior

                      Sandara park 2NE1

                        TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

                                  Krystal f(x)

Track       : MBLAQ – running & running

                        Shinee – Lucifer

                        SNSD & 2PM – cabi song

                       MBLAQ – bang bang bang

                        Taeyeon – I love you

          ~dara POV~

Aku pulang dengan langkah gontai, ada apa dengan seung hyun? Kenapa dia berkata seperti itu? Kenapa dia meninggalkanku? Apa maksudnya semua ini? Sesampai di apartemen kuhempaskan tubuhku di sofa, aku merasa sangat lemas, ‘mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.’ Kata-kata seung hyun terus terngiang di telingaku. Kenapa dia selalu meninggalkanku di saat aku membutuhkannya, dan kenapa kali ini dia seperti akan meninggalkanku untuk selamanya? Apa aku berbuat salah padanya? Seung hyun~aa, kenapa kau pergi tanpa menjelaskan semua ini padaku?? Ingin sekali aku meneriakan kalimat itu, tapi saat ini aku hanya dapat menangis.

          ~ji yeon POV~

“eh, aku pulang dulu ya.” Ujarku setelah cukup lama bersenang-senang di club bersama minho, krystal dan kyuhyun. “aku juga mau pulang. Kajja ku antar.” Ujar minho. “ne, kajja, krystal, kyuhyun, aku pulang ya, annyeong.” pamitku. “ne, annyeong.” sahut krstal dan kyuhyun. “gomawo.” Ujarku saat sampai di depan apartemen dara eonni dan turun dari mobil. “ne.” sahut minho dan melaju dengan mobilnya. Aku masuk ke apartemen, “aku pul-“ langkahku terhenti melihat dara eonni duduk sambil memeluk lututnya dan bahunya bergetar, sepertinya dia menangis, aku melangkah mendekatinya. “eonni,, gwenchana?” tanyaku ragu, dara eonni menoleh dengan wajah yang bi banjiri air mata. “eonni, kau kenapa?” aku duduk di sampingnya. “gwenchana, nan gwenchana.” Ujarnya. “gotjimal, kau bilang aku adalah dongsaengmu kan, tapi kenapa kau masih berbohong padaku?” ujarku. “nan gwenchana ji yeon~aa.” Sahutnya namun masih terisak. “eonni, ceritakanlah jika kau masih menganggapku dongsaengmu.” Kataku. “kau tahu, selama 10 tahun ini aku menunggu seseorang untuk pulang dan menepati janjinya padaku, lalu beberapa hari lalu dia kembali, katanya dia akan menjagaku dan melindungiku aku sangat senang saat dia mengajakku makan malam hajiman, malam ini dia malah mengatakan hal yang tak ingin ku dengar, dia pergi meninggalkanku, aku tidak  mengerti, apa dia membenciku? Aku sungguh tidak mengerti.” Dara eonni mengeluarkan semua isi hatinya dan kembali terisak. “uljima. Dia itu hanya orang bodoh yang tak punya perasaan, lupakan saja dia, ne?” aku mendekap dara eonni dan mengusap punggungnya. “tapi..”

“eonni, kau ingatkan kita harus membalas dendam pada Athena, dan hal itu membutuhkan tenaga yang kuat, kau harus kuat, lupakan saja orang yang membuatmu lemah seperti ini, ne?”

          ~dara POV~

“eonni, kau ingatkan kita harus membalas dendam pada Athena, dan hal itu membutuhkan tenaga yang kuat, kau harus kuat, lupakan saja orang yang membuatmu lemah seperti ini, ne?” ujar ji yeon. “aku tidak yakin aku bisa melupakannya.” Ujarku. “kau Cuma perlu ingat dendammu pada Athena, kuatkan hatimu eonni.” Benar, aku masih harus membalaskan dendam appa pada Athena, aku harus kuat. “kau benar, gomawo ji yeon~aa.” Aku menghapus air mataku.

          ~ji yeon POV~

“kau Cuma perlu ingat dendammu pada Athena, kuatkan hatimu eonni.” Apa yang kukatakan? Aku menyuruh dara eonni untuk kuat tapi aku sendiri masih sering menangis. “kau benar, gomawo ji yeon~aa.” Dara eonni menghapus air matanya, sorot matanya kini penuh tekad, eonni, aku berjanji aku akan menjadi lebih kuat.

Keesokan harinya…

          ~author POV~

“eonni, aku ke sekolah dulu ya, annyeong.” ji yeon berlari keluar apartemen dan buru-buru menancap gas menuju yeonhwa high school. “aigoo, semoga tidak terlambat.” Gumam ji yeon semakin melajukan mobilnya. Ckiitt. Mobil ji yeon berhenti tepat saat pagar akan di tutup. “changkaman.” Seru ji yeon berlari menuju gerbang sekolah. “kau beruntung agashi, jika terlambat 1 detik lagi kau terkunci di luar.” Ujar satpam. “ne.” ji yeon berjalan masuk ke dalam kelasnya yang tak ada guru. “huh! Kalo tahu begini, untuk apa repot2 berlari, toh juga gurunya tidak masuk.” Gerutu ji yeon. “sesekali berlari pagi kan tak apa.” Celetuk krystal. “ish. Temani aku beli minum, kajja.” Ajak ji yeon. “shireo, nanti kalau ketahuan guru piket bagaimana? Aku tak mau di hukum karena berada di luar kelas saat jam pelajaran.” sahut krystal. “ish! Katanya sahabat, huuuh.”

“tapi ini lain, park ji yeon.” ji yeon mendecak kesal. Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikirannya. “minho~aa.” Panggil ji yeon pada minho yang sedang asik mengobrol dengan teman2nya dan para gadis yang tak lain adalah penggemar minho. “ne.” sahut minho. “temani aku sebentar, ne?” ujar ji yeon tapi sebelum minho menjawab “kajja.” Ji yeon menarik tangan minho membuat gadis2 yang sedang mengobrol dengan minho menggerutu. “odiga?” Tanya minho. “aku haus, temani aku ke kantin.” Minho hanya menurut dan mengikuti langkah ji yeon menuju kantin. “haahh, segar.” Seru ji yeon setelah meneguk habis minumannya. “kajja, kita kembali ke kelas.” Ajak minho. “uhm.” Ji yeon mengangguk. Namun ji yeon menghentikan langkahnya saat melihat seseorang. “kau kenapa? Seperti melihat hantu saja.” Minho heran melihat ji yeon. “hantu? Ne, kurasa benar.” Sahut ji yeon tak mengalihkan pandangannya dari mahluk yang dikatakan hantu itu. “mwo? Jjinja?!” pekik minho, ji yeon memegang kedua pipi minho dan membalikan kepala minho ke arah mahluk yang di tatap ji yeon. “omo!” pekik minho melihat mahluk yang tak lain adalah kim seonsaeng yang sedang berjalan kea rah kantin sambil membawa tongkat sakti, eh, tongkat kayu. “habislah kita.” Ji yeon pasrah. “andwae, kita kabur saja.” Minho menarik tangan ji yeon berlari menjauhi kantin, mereka terus berlari dengan tangan minho yang masih mengganggam tangan ji yeon. “changkaman, hosh, hosh, hosh.” Ji yeon berusaha mengatur nafasnya. “kenapa hantu itu bisa ada di dekat kantin?! Huh!” gerutu ji yeon. tuk! “ya! Pabbo, dia kan bertugas piket hari ini.” minho mengetuk kepala ji yeon. tuk! “ya! Jangan mengetuk kepalaku.” Ji yeon balas mengetuk kepala minho. Tuk!, tuk! “ya!” ji yeon dan minho saling membentak. “berani sekali kalian membentakku!” geram kim seonsaeng yang baru saja mengetuk kepala ji yeon dan minho. “seonsaeng?!” ji yeon dan minho sama-sama kaget. “sekarang itu jam pelajaran, kalian malah asik pacaran di sini! Ikut aku ke ruang guru.” Kim seonsaeng menjewer telinga minho dan ji yeon dan menarik mereka ke ruang guru. “aww. Appeo.” Ringgis ji yeon memegangi telinganya. “kalian telah melanggar peraturan, berada di luar kelas saat jam pelajaran dan malah pacaran.” Kata kim seonsaeng saat berada di ruang guru. “kami tid-“

“diam.” Kim seonsaeng segera menyela kata-kata ji yeon. “sebagai hukumannya kalian harus membersihkan kamar mandi sepulang sekolah.” Lanjutnya.

“tapi seonsaeng.” Minho tidak terima.

“jika memprotes aku akan menambah hukuman kalian.” Ujar kim seonsaeng, minho dan ji yeon mendengus kesal.

——

          ~ji yeon POV~

Teng, teng, teng, bel pulang berbunyi tapi aku masih harus membersihkan kamar mandi setelah ini, ish! “ji yeon~aa, kajja, kita pulang.” Ajak krystal merapikan bukunya. “kau duluan saja. Aku masih ada uru-“

“ji yeon~aa, kajja.” Minho menarik tanganku keluar kelas.

“kalian mau kemana?” Tanya kyuhyun.

“ke kamar mandi.” Minho kembali menarik tanganku.

“mwo?” pekik krystal.

“ke kamar mandi?” kyuhyun membulatkan matanya. Aigoo~, mereka pasti berpikir yang tidak-tidak.

“ya! jangan memasang ekspresi bodoh seperti itu.” Ujarku, namun kyuhyun dan krystal malah menatapku dan minho dengan curiga. “ish! Kami mau membersihkan kamar mandi.” Jelas minho. “kalian mau ikut?” lanjutku kesal. “a, ani. Hehehehe.” Krystal dan kyuhyun tertawa garing. “sudahlah, kalian membuat waktuku terbuang.” Gerutuku pergi ke kamar mandi yang harus ku bersihkan bersama minho.

          ~author POV~

“aigoo, kotor sekali.” Minho mendengus kesal memandang setiap bagian dari kamar mandi yang harus di bersihkannya dan ji yeon. “ini, kita harus cepat.” Ji yeon memberikan kaus tangan dan alat pel pada minho. Saat ji yeon dan minho tengah mengepel lantai kamar mandi tiba-tiba seekor kecoa merayap di samping alat pel ji yeon “kyaaaa! Kecoa.” Teriak ji yeon melempar alat pel lalu berlari ke arah minho dan spontan memeluk minho, deg! Jantung minho kembali berdetak secara tidak normal, sedangkan ji yeon masih ketakutan dengan kecoa itu, setelah kecoa itu sudah tak ada ji yeon baru tersadar kalau dia masih memeluk minho, dengan kikuk ji yeon melepas pelukkannya. “aku tidak menyangka, yeoja yang jago taekwondo sepertimu takut dengan kecoa. Hahahahahahaha.” Ledek minho. “YA! hewan itu benar-benar menjijikkan, lebih baik aku melawan 3 orang preman dari pada satu kecoa.”

“ne, ne, ara, hahahahaha.”

Pletakkk “YA! berhenti menertawakankku, ish” omel ji yeon.

“auh, appeo.”

“huuuuh, baru segitu saja sudah meringgis.” Ledek ji yeon.

Pukul 05.00 sore, ji yeon dan minho selesai membersihkan kamar mandi. Drrttt.. “yobosaeyo.”

“ji yeon~aa, kau dimana? Apa kau bersama minho? Kalian tidak di serang oleh athena lagi kan?” omel dara.

“aku di sekolah bersama minho, wae?”

“hufftt, ku pikir kalian di serang lagi.”

“tenang saja, mereka tidak menyerang lagi kok.”

“lalu jam berapa kalian pulang?”

“ini kami baru mau pulang, wae?”

“ooo, minho di tunggu siwon di kantor, katakan padanya siwon menunggunya untuk latihan menembak.”

“gurae, nanti ku beri tahu.”

“oh, iya, kau juga ikut dengan minho ke kantor ya, sepulang dari kantor aku ingin mengajakmu makan di restoran jepang, ne?”

“ne. annyeong.” tuutt. “minho~aa, kau di tunggu siwon oppa di kantor katanya dia menunggumu untuk latihan menembak.” Kata ji yeon berjalan ke mobilnya. “omo! Aku lupa” pekik minho menepuk keningnya. “masih muda sudah pikun.” Sindir ji yeon masuk kedalam mobilnya, membuat minho hanya mendengus, mereka pun pergi ke kantor GoR bersama. “aih, kemana dara eonni dan siwon oppa?” pekik ji yeon setelah sampai di kantor Gor dan tidak mendapati dara dan siwon di ruangan mereka. Minho mencoba untuk menelpon siwon. “hyung, kau di mana? Katanya aku di suruh ke kantor? Tapi kau malah tak ada.” Omel minho saat telponnya di angkat.

“siwon sedang latihan.” Terdengar suara dara.

“eh, noona, jadi kalian sudah di tempat latihan?”

“ne.” sahut dara. “yang angkat dara eonni ya? sini, aku mau bicara.” Ji yeon merebut HP minho. “eonni, kau bagaimana sih? Aku di suruh kemari tapi kau malah pergi bersama siwon oppa.” Omel ji yeon.

“hehehe mian, kau kemari saja, ne?”

“kemana? Aku tidak tahu di mana tempat latihan itu.”

“kau pergi bersama minho saja. Ne? aku tunggu. Annyeong.” tuutt. “ish!”

“wae?”

“eonni menyuruhku pergi ke tempat latihan, kau tahu tempatnya kan?”

“ne.”

“kajja. Pakai mobilku saja. Ini” ji yeon melemparkan kunci mobilnya pada minho. Sementara itu di tempat latihan, “aigoo, ternyata siwon sangat keren saat menembak dengan senjata itu, terlihat……” dara memandangi siwon yang tengah latihan menembak, lebih tepatnya memperhebat teknik menembaknya. “eonni.” Ji yeon yang sudah sampai di tempat latihan itu bersama minho menghampiri dara. “hyung.” Minho melambaikan tangannya pada siwon, tak lama siwon meletakkan senjatanya dan melepas tutup telinganya lalu menghampiri minho yang sedang berdiri bersama ji yeon dan dara. “kau lama sekali.” Ujar siwon. “mian, tadi sepulang sekolah aku harus membersihkan kamar mandi dulu.”

“mwo? Membersihkan kamar mandi?”

“ne, aku dihukum.”

“jadi kalian terlambat karena di hukum?” Tanya dara.

“ne.”

“ya sudah, kajja, kita latihan.” Ajak siwon.

“ne, aku ambil perlengkapan dulu.” Minho bergegas mengambil penutup telinga dan kaca mata transparan dan mulai latihan menembak. “aih, dia mahir juga memegang senjata.” Ji yeon memperhatikan minho yang sedang menembakkan peluru, ji yeon mendekati minho dan siwon yang sedang latihan, minho yang menyadari ji yeon yang sedang memperhatikkannya, meletakkan senjatanya dan menoleh ke arah ji yeon. “mau coba?” tawar minho. “ne?”

“kalau mau, aku ajarkan.” Ji yeon berpikir sejenak dan mengangguk. “gurae, pakai ini.” minho menyerahkan penutup telinga dan kaca mata transparan pada ji yeon. “ayo mulai.” Ujar minho setelah ji yeon selesai memakai penutup telinga dan kaca mata transaparan itu. Minho berdiri di belakang ji yeon dan mengarahkan tangan ji yeon dari belakang agar memegang senjata dengan benar. “ya. tangannya jangan terlalu kaku.”

“ne, ne.” minho kembali mengatur tangan ji yeon.

          ~ji yeon POV~

Minho berdiri di belakangku dan mengarahkan tanganku dari belakang agar memegang senjata dengan benar. “ya. tangannya jangan terlalu kaku.”

“ne, ne.” minho kembali mengatur tanganku dari belakang sehingga bisa di katakan sekarang minho memelukku dari belakang, deg, ige mwoya? Glek, aku menelan ludahku merasakan dada bidang minho menyentuh punggungku, omona! Kenapa ini? wajahku memanas. omo! Kuharap wajahku tak akan memerah.

          ~minho POV~

Aku mengajarkan ji yeon menembak, “ya. tangannya jangan terlalu kaku.”

“ne, ne.” aku kembali mengatur tangan ji yeon dari belakang membuat posisinya seperti sedang memeluk ji yeon dari belakang dan entah kenapa rasanya nyaman.

          ~author POV~

Dara yang bosan menunggu minho dan ji yeon yang sedang latihan menembak bersama siwon, akhirnya menghampiri mereka. “omo! Kau hebat ji yeon~aa, baru belajar sudah bisa beberapa teknik.” Puji dara.

“gomawo, eonni, tunjukan teknik menembakmu, ne?” bujuk ji yeon.

“shireo, aku tidak terlalu mahir, aku hanya bisa melakukan teknik-teknik dasar saja.” Tolak dara.

“mau ku ajarkan?” tawar siwon.

“ne?”

“sebagai anggota GoR, setidaknya kau tahu beberapa teknik lanjutan menembak.”

“gurae.” Siwon mulai mengajarkan dara beberapa teknik lanjutan menembak begitu pun dengan minho dan ji yeon, mereka asik berlatih sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 08.00 malam. “aigoo, ternyata sudah malam.” Ujar dara saat mereka keluar dari tempat latihan. “ne, ternyata ini sudah pukul 08.00.” ji yeon melihat jam tangannya.

“pantas saja perutku sudah lapar.” Minho memegang perutnya.

“kalau begitu kita makan malam saja dulu.” Ajak siwon.

“ne, tadi juga aku sudah janji pada ji yeon untuk makan di restorant jepang, jadi bagaimana kalau kita makan di restorant jepang saja.” Usul dara.

“gurae, kajja, aku sudah lapar.” Kata minho semangat.

“ne, na do.” Timpal ji yeon. seusai makan malam mereka pulang, minho pulang bersama siwon sedangkan  ji yeon pulang bersama dara. “hufttt… lelah juga ya..” ji yeon merebahkan tubuhnya di kasur. “uhm.” Dara membuka bajunya lalu memakai baju mandi. “aku mandi duluan ya.”

“ne.”

          ~dara POV~

Rasanya ingin cepat-cepat mandi setelah seharian penuh bekerja dan latihan, ku tuangkan shampoo di telapak tanganku dan mengusapkannya ke rambutku lalu membasuhnya dengan air dari shower sambil memejamkan mataku merasakan dinginnya air yang membasuh wajahku, tiba-tiba wajah siwon terlintas di pikiranku, wajahnya saat tersenyum, marah dan saat serius, membuatku menyunggingkan senyum di wajahku namun aku kembali teringat seung hyun, wae? Kenapa aku harus kembali mengingat seung hyun?! Aish! Sudahlah. “ji yeon~aa, mandilah, setelah itu istirahat.” Suruh ku saat keluar kamar mandi. “ne.” ji yeon menurut dan masuk ke kamar mandi. Seusai ji yeon mandi, kami berbaring santai di tempat tidur. “eonni, kau masih memikirkan namja yang bernama seung hyun itu?” ji yeon tiba2 bertanya. Deg, “wae?”

“aniya, hanya saja, kurasa untuk sekarang ini lebih baik kau jangan terlalu memikirkan namja itu, karena sekarang ini kita harus focus pada athena. Ne?”

“ne, araseo. Lagi pula, dendamku selama 10 tahun harus terbayar dan tak seorangpun bisa menghalanginya, termasuk seung hyun.”

“benar, eonni, hwaiting!” ji yeon mengepalkan kedua tangannya.

“ne, hwaiting.” Aku ikut mengepalkan kedua tanganku, ji yeon terkekeh.

          ~siwon POV~

Aku pulang ke rumah bersama minho. Segera ku bersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhku di atas kasur empukku. Kalau di pikir-pikir hari ini sangat melelahkan tapi,,,, entahlah,,, hatiku merasa senang hari ini. ‘dara’ mungkinkah dia alasannya? Apa dia yang sudah membuatku merasa senang hari ini? kembali terlintas dalam pikiranku seorang dara yang tengah tersenyum, sangat manis. Saat dia memanggil namaku, rasanya,,, mollla, tak dapat di jelaskan. Aneh. Ne, rasa ini sangat aneh. Dara~aa, kau tahu, kau sudah mebuatku hampir gila..

          ~dara POV~

Malam ini aku merasa lebih baik setelah ji yeon menghiburku, aku sudah bertekad untuk membalaskan dendam pada Athena dan sementara waktu melupakan seung hyun, aku akan lebih memikirkan cara yang tepat untuk membalaskan dendamku pada Athena. Sudah pukul 01.00 aku belum juga tertidur, aku memikirkan chip yang di incar oleh athena, jika benar chip itu ada hubungannya dengan appaku setidak nya aku bisa sedikit mengingat apakah appa pernah berbicara sesuatu tentang chip atau barang berharga yang serupa, di mana chip itu? Perlahan aku mulai terlelap. (yang di cetak miring itu mimpinya dara)

“appa, kenapa kita tidak ke pulau jeju saja? Untuk apa ke pulau terpencil ini? lebih bagus pulau jeju appa..” rengekku

“dara~aa, walaupun ini terpencil, pulau ini akan sangat berharga.” Ujar appa.

“berharga?”

“ne, kajja.” Aku dan appa masuk ke dalam sebuah tempat yang sedang di bangun sebuah gedung.

“untuk apa kesini appa?”

“menyimpan sesuatu, kau jangan beri tahu siapa2 ya.”

“ne.” appa mengubur sesuatu di bagian belakang tempat itu. “kajja.” Aku dan appa pergi dari tempat itu namun saat kita hendak kembali ke hotel beberapa ahjusshi datang menghadang. “appa.”

“dara~aa, pergi dan sembunyi jangan keluar sebelum orang2 itu pergi ne?” bisik appa.

“ne.” aku segera bersembunyi dan orang2 itu mulai memukuli appa.

“di mana chip itu?” seorang ahjushi berpenampilan rapih datang. “aku tidak tahu.” Sahut appa.

“bunuh dia.” Perintah ahjushi itu. Tak perlu beberapa lama aku melihat appaku sudah tergeletak berlumuran darah dan sudah tak bernyawa, orang2 itu pergi meninggalkan appa. “appa, andwae!” aku berlari menghampiri appa.

 

“appa! Andwae!” jeritku, aku terbangun, peluh membasahi dahiku, mimpi buruk itu. Lagi-lagi aku menangis teringat kematian appa yang mengenaskan. “eonni, wae gurae?” Tanya ji yeon yang sepertinya terbangun karena jeritanku. “mimpi itu.” Ujarku terisak. “kau mimpi buruk?”

“bayangan saat appaku di bunuh kembali terlintas.”

Tapi mimpi tadi,,, pulau? Berharga? Dan yang dikatakan pria berjas itu,,,, chip? Mungkinkah yang di kubur appa itu adalah chip yang mereka cari? “ji yeon~aa,”

“ne.”

“mimpi tadi,, saat appa dibunuh kami sedang berada di sebuah pulau terpencil, lalu appaku berkata tentang sesuatu yang berharga, dan,, sebelum appa di bunuh seorang pria yang sepertinya adalah ketua dari Athena menanyakan,,,, chip.”

“mwo? Jadi apa chip itu..”

“ku rasa appa menyembunyikan chip yang mereka cari di pulau itu.”

“kita harus mendapatkannya eonni.”

“ne, kurasa juga begitu.”

“gurae, nanti kita bicarakan dengan siwon oppa.”

“ne, sekarang kau tidur lagi.”

“ne” ji yeon menutupi tuubuhnya dengan selimut dan kembali tidur.

          ~ji yeon POV~

Aku kembali berbaring dan menutupi tubuhku dengan selimut tapi aku tidak dapat memejamkan mataku, chip itu, aku harus mendapatkannya sebelum orang2 dari Athena mendapatkannya, harus!

Keesokan harinya…

          ~author POV~

“eugghh…” ji yeon bangun dari tidurnya dan merenggangkan otot-otot nya. “kau sudah bangun,, kajja kita sarapan.” Ajak dara. “ne.” mereka sarapan bersama di ruang makan. “eonni.” Ujar ji yeon dengan makanan dalam mulutnya. “ne.”

“sebaiknya kita temui siwon oppa hari ini.”

“hari ini kan libur, dia pasti tak ada di kantor.”

“tapi aku khawatir kalau orang2 dari Athena mendapatkan chip itu lebih dulu.”

“gurae, kita ke rumahnya saja. kau mandi duluan, aku akan membereskan ini dulu.”

“ne.” setelah menghabiskan sarapannya, ji yeon masuk ke kamar mandi sementara dara membersihkan meja makan. Setelah bersiap-siap dara dan ji yeon pergi ke rumah siwon dengan mengendarai mobil ji yeon. ting, tong, dara memencet bel rumah siwon, kleek, tak lama minho membukakan pintu. “annyeong.” sapa dara. “ne, annyeong. dara noona, ji yeon, ada apa?” Tanya minho. “kami ingin bertemu dengan siwon oppa.” Sahut ji yeon. “ne, siwon ada?” Tanya dara. “ne, ada, masuklah, ku panggilkan hyung dulu.” Minho mempersilahkan. “ada apa?” saat minho hendak memanggil siwon, siwon sudah berjalan kea rah ruang tamu. “ini hyung, ji yeon dan dara noona ingin bertemu.” Sahut minho. “dara, ji yeon, waeyo?” Tanya siwon. “dara eonni punya informasi tentang chip yang di incar Athena.”

“jeongmal?” seru siwon.

“ne, appaku di bunuh di sebuah pulau terpencil dan sesaat sebelumnya, appa mengubur sesuatu di pulau itu lali dia berkata tentang sesuatu yang berharga.” Jelas dara.

“bagaimana kau bisa yakin kalau itu chip?” Tanya minho.

“soalnya sebelum appa di bunuh seorang pria yang sepertinya adalah ketua dari Athena membicarakan soal chip.”

“dan kurasa kita harus cepat mendapatkan chip itu sebelum mereka mendapatkannya.”

“uhm. Aku setuju.” Ujar minho.

“gurae, kita harus ke pulau itu besok. Dara~aa, kau masih ingat pulau itukan?” Ujar siwon. “uhmm, sepertinya,,,, aku ingat.” Dara mencoba mengingat. “bagus! Jadi kita bisa ke pulau itu besok dan mendapatkan chipnya.” Seru ji yeon. “tapi kan, besok kau harus sekolah.” Ujar dara. “aku bisa minta ijin kok.” Sahut ji yeon. “na do.” Ujar minho. “gurae, besok kita berangkat ke pulau itu.” Tegas siwon.

TBC

mongo di kommen, kalo mau like lebih baik lagi…… ^^

Running Up part 5

Running Up part 5

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

Park ji yeon T-ARA

Choi siwon Super Sunior

Sandara park 2NE1

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Leejoon MBLAQ

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

 

~author POV~

tapi tadi untung saja onew bisa menahan diri, kau tahu penampilanmu tadi sangat menggoda.” Ujar minho. “jeongmal?” ji yeon mendekatkan wajahnya pada minho. “hey, kau pikir kau bisa mengerjaiku?” minho menatap wajah ji yeon yang sudah sangat dekat dengan wajahnya. “siapa yang mau mengerjaimu?” ji yeon menatap minho dengan tatapan evilnya. “jadi kau mau main-main denganku?” minho ikut mendekat pada ji yeon sehingga membuat ji yeon tersandar di mobilnya. “main-main?” ji yeon menarik kerah baju minho sehingga jarak mereka tinggal beberapa centi.

 

~minho POV~

main-main?” ji yeon menarik kerah bajuku sehingga jarak kami tinggal beberapa centi. Deg, kenapa jadi seperti ini?!. JPRET, suara kamera dan blitznya membuatku dan ji yeon sontak menoleh ke asal bunyi dan cahaya blitz itu. “siapa itu?” ji yeon hendak mengejar orang yang memotret tadi, tapi segera ku cegah. “sudahlah mungkin hanya orang iseng, sebaiknya kita pulang saja.” Ajakku. “ne, kajja.” Ji yeon masuk kedalam mobil.

 

~author POV~

aku pulang.” Ji yeon masuk ke apartemen dara yang masih gelap, “eonni,” panggil ji yeon. “eonni..” ji yeon menyalakan semua lampu dan tak mendapati dara. “dara eonni kemana?” gumamnya. Tiiitt.. “yobosaeyo.” Sahut dara dari seberang.

eonni, kau di mana?”

aku sedang lembur di kantor. Kau sudah di apartemen ya?”

ne, ya sudah, selamat bekerja.” Tuutt.

 

~ji yeon POV~

huufftt.” Aku menghempaskan tubuhku di kasur. Membosankan, ah! Aku ke club saja. Tiittt. “yobosaeyo” sahut minho. “minho~aa, kau di mana?”

di rumah, wae?”

kau tidak ke club?”

Mobilku masih di pakai kyuhyun jadi aku tidak bisa ke club, waeyo?”

kalau begitu ku jemput kau, kita ke club, otthe?”

gurae, aku tunggu.”

ok, annyeong.” tuutt.. aku segera mandi dan mengganti pakaian yang seperti biasanya lalu pergi menjemput minho di rumahnya.

 

~minho POV~

Ddrrtt. “yobosayo.” Sahutku. “aku sudah di depan rumahmu.” Ujar ji yeon. “ne, aku turun sekarang.” Tuuutt. Dengan cepat aku keluar rumah dan masuk ke dalam mobil ji yeon. dia terlihat cantik malam ini, tak lama kami pun sampai di club langgananku dan masuk ke dalam club. “ji yeon~aa.” Panggil krystal sambil berjalan ke arahku dan ji yeon bersama seorang namja. “leejoon.” Gumam ji yeon melihat namja itu. “ji yeon~aa, lama tidak bertemu.” Ujar namja yang bernama leejoon itu. “mau apa kau?” Tanya ji yeon dingin. “tentu saja menemuimu. Aku menyesal dengan perbuatanku yang kemarin-kemarin, aku ingin minta maaf dan ingin memintamu kembali menjadi yeojachinguku.” Ujar namja itu, mwo? Kembali menjadi yeojachingu? Jadi namja ini mantan namjachingu nya ji yeon..? “menjadi yeojachingumu?” Tanya ji yeon. “ne, kau maukan?” Tanya namja itu. “mian leejoo~ssi hajiman sekarang ini aku sudah punya namjachingu.” Ujar ji yeon, mwo?! Jadi ji yeon sudah punya namjachingu?! Kenapa aku jadi sakit hati seperti ini? “mwo?! Tapi kata krystal kau..” ujar namja itu tak percaya. “kenalkan ini minho, namjachinguku, kami baru saja jadian.” Ujar ji yeon menggandeng tanganku, deg, aigoo, kenapa rasanya seperti ini?.

 

~ji yeon POV~

kenalkan ini minho, namjachinguku, kami baru saja jadian.” Ujarku menggandeng tangan minho yang berdiri di sampingku. “iyakan chagi.” Lanjutku menatap minho sambil memberi isyarat. “ne, mulai sekarang ji yeon adalah yeojachinguku.” Sahut minho, kulihat wajah leejoon sudah sangat kesal. “chagi, aku haus kita kesana saja ya.” Ajakku pada minho untuk menjauhi leejoon. “ne, kajja.” Sahut minho. “leejoon, krystal, aku duluan ya.” Ujarku pada leejoon yang berdiri bersama krystal. Setelah cukup jauh dari leejoon aku segera melepas gandenganku pada minho. “lihatlah, wajah mantan pacarmu, sudah seperti udang. Hahahaha.” Ujar minho. “hahahahahaha” aku ikut menertawakan leejoon. Tiba-tiba leejoon datang. “aku tidak terima, kau, harus mengalahkanku dulu baru aku biarkan kau bersama ji yeon.” ujar leejoon penuh amarah, ish! Apa-apaan dia?! “mengalahkanmu?” minho bangkit dari tepat duduknya, “ne.” sahut leejoon bersiap-siap memukul minho namun minho dengan cepat menahan pukulan itu dan BUKK, BRRUUKK, BRAKK, dengan beberapa pukulan dan tendangan minho mampu membuat leejoon tersungkur tak berdaya. Wahh, hebat juga dia.. “dengar ya, jangan pernah mengganggu ji yeon lagi karena dia adalah yeojachinguku.” Tegas minho dan menarikku pergi dari club itu.

 

~author POV~

Pertengkaran minho dan leejoon menarik perhatian orang-orang di club itu. “dengar ya, jangan pernah mengganggu ji yeon lagi karena dia adalah yeojachinguku.” Tegas minho dan menarik ji yeon pergi dari club itu. “omo! Jadi mereka benar-benar pacaran?!” pekik krystal. “kapan mereka jadian? Kenapa minho tidak memberitahukannya padaku?” ujar kyuhyun yang baru sampai di club dan melihat kejadian itu. “wahh, tadi itu kau hebat sekali.” Seru ji yeon saat berada di luar club. “aku dan hyung ku sudah di ajarkan bela diri sejak kecil, menjatuhkan orang seperti leejoon bukan apa-apanya bagiku, hahahaha.” Ujar minho PD. “huuh, PD sekali kau.” Ujar ji yeon. “lalu sekarang mau kemana? Baru jam segini dara eonni pasti belum pulang.” Lanjut ji yeon. “kita jalan-jalan dulu, kajja.” Minho membuka pintu mobil, ji yeon pun ikut masuk. “jalan-jalan kemana?” Tanya ji yeon. “beach, jam segini bulan pasti sangat indah kalau di lihat dari pantai.” Ujar minho mulai menyalakan mobil. Brrmmmm, mereka melaju ke pantai. Di tengah perjalanan ji yeon membuka cup mobilnya. “wahh, segar.” Seru ji yeon berdiri dan merentangkan tangannya menikmati angin malam, minho tersenyum melihat hal itu. Akhirnya mereka sampai di pantai. “otthe? Indahkan bulannya kalau di lihat dari sini?” Tanya minho turun dari mobil. “ne, indah, sangat indah.” Ji yeon menatap lurus ke arah bulan dengan senyum yang mengembang di wajahnya. “gomawo.” Lanjutnya menatap minho. “ne.” sahut minho. “akhir-akhir ini hidupku menjadi lebih baik, aku jadi lebih sering tertawa dan merasakan kebahagiaan walaupun aku di kejar-kejar oleh athena dan harus berlari dari maut yang setiap saat mengintaiku tapi aku merasa jauh lebih baik.” Ujar ji yeon menatap ombak. “eh, kita pulang pagi saja ya, aku ingin lihat sunrise dari sini.” Lanjutnya. “baiklah, terserah kau saja.” Sahut minho. Mereka pun memutuskan untuk tidur di mobil sambil menunggu pagi untuk melihat sunrise.

 

~minho POV~

Kulihat ji yeon sudah tertidur, wajahnya sangat tenang, aku tersenyum melihatnya seperti ini membuatku ikut menjadi tenang, ku selimuti dia dengan jaketku dan mulai memejamkan mata mencoba untuk tidur.

 

Sementara itu..

 

~siwon POV~

Sampai tengah malam aku dan dara masih berkutat dengan pekerjaan kami, kulihat dara sudah tertidur di meja kerjanya. “andwae!, appa, jangan sakiti appa, andwae!” sepertinya dia mengigau, “appa, appa..” kulihat wajah dara yang menggambarkan kesedihan, kasihan sekali dia. “dara~aa,” aku mencoba membangunkannya dari mimpi buruknya. “dara~aa” perlahan dia membuka matanya. “gwencahana? Tanyaku namun dia hanya menangis. “uljima..” aku menenangkannya, tangisnya semakin menjadi, ku dekap tubuhnya dan terus menangkannya.

 

~dara POV~

Aku terus menangis, siwon mendekapku dan menenangkanku. Tenang, rasanya sangat tenang saat berada dalam dekapan siwon, perlahan tangisku berhenti.

 

~ji yeon POV~

Aku terbangun, ku lihat jam menunjukan pukul 05.00, minho masih tertidur, gomawo minho~aa, jeongmal gomawo, kau sudah membuatku bahagia dan tertawa setiap berada di sampingmu, senyum mengembang di wajahku melihat minho, aku selalu merasa tenang saat berada di sampingnya. Waktu sudah menunjukan pukul 05.25. “sebentar lagi sunrise, sebaiknya ku bangunkan minho.” Gumam ku. “minho~aa.” Aku mencoba membangunkan minho. “ughh.” Perlahan dia membuka matanya. “sudah mau sunrise, kajja kita keluar.” Ajakku. Angin bertiup sangat dingin menembus pori-poriku, aku mengusap permukaan kulitku untuk menghangatkan diri. “ini pakailah.” Ujar minho memberikan jaketnya padaku. “tak usah, nanti kau kedinginan.” Sahutku. “aku bisa tahan dingin kok.” Ujarnya. “gurae, kita pakai berdua saja.” Ujarku. Tak lama matahari pun menampakkan dirinya, indah, sangat indah. “indah.” Ujarku melihat sunrise. “ne, sangat indah.” Sahut minho, kami terdiam sejenak dan menikmati keindahan sunrise. udara mulai menjadi hangat karena matahari sudah terbit.

 

~author POV~

Setelah mengantar minho ke rumahnya, ji yeon pun pulang ke apartemen dara dan segera bersiap-siap untuk ke sekolah. “minho~aa.” Panggil ji yeon saat sampai di sekolah dan melihat minho sedang berjalan menuju kelas dan mereka pun berjalan menuju kelas bersama-sama, sepanjang jalan menuju kelas mereka di perhatikan oleh siswa-siswa. “ada apa? Kenapa memperhatikan kita?” bisik ji yeon yang merasa risih dengan pandangan2 sinis yeoja2 di sekolah itu. “molla~.” Sahut minho santai. “ji yeon~aa.”, “minho~aa.” Seru krystal dan kyuhyun bersamaan saat melihat ji yeon dan minho masuk ke dalam kelas. “wae?” Tanya ji yeon. krystal buru2 menghampiri ji yeon sementara kyuhyun menarik minho. “waeyo?” Tanya miho. “kau masih menganggapku sahabat atau tidak heoh?” omel kyuhyun.

 

~minho POV~

kau masih menganggapku sahabat atau tidak heoh?” ujar kyuhyun. “apa maksudmu?”

kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah jadian dengan ji yeon? kenapa aku harus tahu hal itu dari foto ini heoh?” omel kyuhyun tak jelas.

apa maksud mu aku tid-“ kata-kataku terhenti saat melihat foto yang di tunjukan kyuhyun padaku, fotoku dan ji yeon saat kemarin berada di toko buku. “lihat, di sini terlihat jelas kalian mau ciuman.” Jelas kyuhyun. Aigoo, itu kan hanya main2, kenapa bisa jadi seperti ini?! siapa yang menyebarkan ini?!

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, jadi yang kudengar di club semalam itu benar? Kau jadian dengan minho?” Tanya krystal. “jadian?!”

lihat ini.” krystal menyodorkan ponselnya yang berisi sebuah foto, ini?! ini fotoku dan minho kemarin saat di toko buku, tapi itu kan hanya main2, kenapa mereka jadi salah paham begini?! ISH! Siapa yang mengambil foto ini?!

 

~author POV~

ini semua tidak benar!” pekik ji yeon dan minho bersamaan. “sudahlah, kalian tidak usah menyangkal.” Ujar krystal. “jelas2 sudah ada bukti.” Sambung kyuhyun. “aish! Terserah kalianlah.” Ujar ji yeon dengan kesal duduk di bangkunya.

 

Siang harinya…

 

~dara POV~

Aku melangkah dengan semangat ke café di dekat kantor GoR, siang ini aku janjian dengan seung hyun untuk makan siang bersama, rasanya senang sekali. “seung hyun~aa, sudah menunggu lama?” tanyaku. “ani, aku baru datang kok, ayo duduk.” Ujarnya. “ne.” sahutku duduk di kursi di depan seung hyun.

 

~TOP/seung hyun POV~

kenapa kau memilih café ini untuk bertemu?” tanyaku penasaran karena sudah kedua kalinya aku melihat dara di café ini tepatnya café di dekat kantor GoR. “soalnya kantorku dekat sini.” Sahutnya. “dekat sini? Di mana?” tanyaku makin penasaran. “di sana.” Dara menunjuk kantor GoR. “k, kau kerja di GoR?” tanyaku tak percaya, bagaimana bisa? Organisasi itu adalah musuh besarku, mana mungkin yeojayang ku cintai bekerja di organisasi yang ingin sekali ku hancurkan?! “ne.” sahutnya. “k, kenapa kau bekerja di organisasi itu?”

kau tahukan, appaku di bunuh saat umurku 12 tahun.”

ne.”

appaku di bunuh oleh organisasi gelap yang bernama Athena dan aku, aku akan membalaskan dendam appa untuk menghancurkan organisasi itu dengan bekerja di GoR karena Athena adalah musuh besar GoR.” Ujarnya dengan mata berkaca. MWO?! Jadi, appa dara di bunuh oleh organisasi yang di pimpin appaku?! Dara, yeoja yang ku cintai harus kehilangan appanya karena Athena, tapi kenapa?! Kenapa harus seperti ini?! aku harus bagaimana?! “seung hyun~aa” panggilan dara berhasil membuatku tersadar dari lamunanku. “n, ne.” sahutku. “gwenchana?” tanyanya khawatir. “n, ne.”

 

~ji yeon POV~

hmmmph.” Aku menghempaskan tubuhku dengan malas di ranjang. Bagaimana bisa mereka berpikir seperti itu?! ISH! Aku dan minho pacaran?! Hahahaha, mereka benar-benar gila. “kau kenapa senyum2 sendiri seperti itu?” Tanya dara eonni duduk di sampingku sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. “aniya, hihihihi” sahutku. “karena minho ya?” tebak dara eonni yang tiba2 membuat hatiku berdesir, ada apa ini? “ish, eonni, kau bicara apa sih, sudah ah, aku mau mandi.” Aku segera masuk ke kamar mandi. “minho..” gumamku membenamkan diri dalam bath up. Kenapa aku jadi memikirkannya? Tapi…… kalau di lihat-lihat senyumnya manis juga, hihihihi. “minho~aa.” Lagi-lagi aku menyebutkan nama itu dan lagi-lagi jantungku berdetak lebih cepat, kenapa akhir-akhir ini jadi seperti ini? hhhhhh,, molla~, aku semakin membenamkan diri dalam bath up.

 

~TOP/seung hyun POV~

Malam ini aku terus berpikir tentang dara, aku tak habis pikir ternyata dendam yang di pendam dara selama 10 tahun ini adalah dendam pada appaku sendiri dan yang lebih parah lagi, aku juga menyimpan dendam pada organisasi tempat dara bekerja, tapi bagaimana bisa aku menghancurkan dara? Argghh!s kenapa begitu rumit?! Tapi…… eommaku, wanita yang paling penting dalam hidupku, terbunuh karena organisasi itu. Sebaiknya ku ajak dara bertemu malam ini.

 

~dara POV~

Ddrtt. “yobosaeyo.” Sahutku. “dara~aa, bisa kita bertemu? Ak ingin mengajakmu makan malam.” Terdengar suara seung hyun. Makan malam? Deg, jantungku berdebar kencang. “ne, dimana?”

nanti ku jemput kau 15 menit lagi, otthe?”

ne, aku tunggu.” Tuutt, aku segera mengganti pakaianku dengan dress dan meriasi wajahku, aigoo, kenapa se gugup ini?

 

~minho POV~

Ji yeon, dia benar-benar yeoja yang istimewa, hhhhh, aku jadi teringat awal pertemuanku dengannya, aku menciumnya karena taruhan dan dia menamparku namun beberapa hari kemudian dia datang dan membalas apa yang sudah kulakukan dengan cara mempermalukanku, saat itu aku benar2 marah padanya dan berharap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi tapi ternyata takdir berkata lain, dia pindah ke sekolahku dan sekelas denganku, tak sampai di situ, takdir kembali berkata lain, saat aku di culik ternyata dia juga sedang mati-matian melawan orang-orang dari athena yang telah menculikku karena orang2 itu telah membunuh kedua orang tuanya, dia tertusuk dan di bawa ke rumah sakit bersamaku oleh dara noona dan siwon hyung, saat luka di perutnya sakit dia menggenggam erat tanganku sejak saat itu aku sering melalui hari-hari bersamanya, berlari menghindari maut bersamanya, saat dia tersenyum benar-benar membuatku tenang, deg, jantungku berdetak tak karuan saat membayangkan senyumannya, aku jadi ingin melihatnya, ku putuskan untuk ke apartemen dara noona tempat ji yeon tinggal sekarang.

 

~author POV~

Tingg tong, minho memencet bel apartemen dara, kleekk, pintunya terbuka dan muncul seorang yeoja dengan memakai dress berwarna dark blue yeoja itu tak lain adalah dara. “minho, ayo masuk.” Ajak dara. “ne, wahh, noona, kau cantik sekali malam ini.” puji minho. “gomawo, kau ada apa kemari?”

aku ingin menemui ji yeon.”

oohh.” Drrtt, HP dara bergetar. “changkaman,” ujar dara pada minho dan mengankat telepon dari TOP. “yobosaeyo.”

dara~aa, aku sudah di depan apartemenmu.”

gurae, aku turun sekarang.” Tuuutt. “minho~aa, kau tunggu saja sebentar, ji yeon sedang mandi. aku pergi dulu ya.” Pamit dara. “ne.” sahut minho.

 

~TOP/seung hyun POV~

Tak lama setelah aku menelpon dara, seorang yeoja keluar dari apartemen dara, ne, yeoja itu adalah dara, dia sangat cantik malam ini , dara berjalan kea rah mobilku dan tersenyum manis sekali membuatku semakin enggan untuk melepasnya. “kajja.” Aku membukakan pintu mobil untuknya. “kita mau kemana?” tanyanya. “nanti kau juga tahu.” Sahutku.

 

~minho POV~

Aigoo, ji yeon mandinya lama sekali. *ketiduran kali, hahaha* kleekk, pintu kamar mandi terbuka dan ji yeon keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk, spontan aku kaget “kyaaa!” teriak ji yeon melihatku. “kau mau apa di sini?” tanyanya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, aku segera membalikkan badanku. “k, kau jangan berpikir macam2, aku datang kemari hanya ingin mengajakmu ke club.” Ujarku, aigoo, kenapa seperti ini?! “g, gurae, aku ganti baju dulu.” Ujar ji yeon masuk ke kamarnya. “hufftt.” Aku mengelus dadaku, rasanya tadi jantungku berhenti berdetak.

 

~ji yeon POV~

Kleekk, aku membuka pintu kamar mandi dan betapa kagetnya aku saat melihat minho. “kyaaa!” teriakku kaget. “kau mau apa di sini?” tanyaku menyilangkan tangan di depan dadaku, minho membalikkan badannya. “k, kau jangan berpikir macam2, aku datang kemari hanya ingin mengajakmu ke club.” Ujar minho. “g, gurae, aku ganti baju dulu.” Ujarku masuk ke kamar, aku bersandar di pintu kamar, omo! Kenapa ini?! aku memegang dadaku, rasanya jantungku mau pecah. “huft,huft.” Aku berusaha mengatur nafasku. Aigoo, benar-benar memalukan, kenapa dara eonni tak bilang kalau ada minho. Ish. Aku segera mengganti baju kemudian keluar kamar. “kajja, aku sudah siap.” Ujarku. “kajja.” Minho berdiri dari sofa. “oh, ya, dara eonni mana?” tanyaku mencari-cari dara eonni. “dia tadi keluar, sepertinya ada janji dengan seseorang yang special.” Sahut minho. “seseorang yang special?” tanyaku. “uhm. Soalnya dia berdandan sangat cantik tadi, mungkin dia pergi dengan namjachingunya.” Jelas minho. “namjachingu? Ku pikir dia menyukai siwon oppa.” Ujarku. “mwo? Hyungku?”

ne, kupikir dara eonni dan siwon oppa saling menyukai, soalnya mereka selalu bersama, mereka juga terlihat serasi.”

dia kan sekertaris siwon hyung, tentu saja harus bersama, dasar pabbo.” Ujar minho mengetuk kepalaku. “ya!” bentakku tapi minho hanya memeletkan lidahnya. “ish!” gerutuku.

 

~dara POV~

Ternyata seung huyun mengajakku ke tempat yang sangat indah, dia mengajakku candilight dinner di restoran dekat sungai han, sehingga saat makan dapat melihat keindahan sungai han beserta lampu2 yang menghiasinya. “gomawo seung hyun~aa.” Ujarku setelah makan. “cheonma~” sahutnya tersenyum padaku. “dara~aa.” Ujarnya. “ne.” sahutku, perlahan seung hyun mendekatkan wajahnya padaku, aku memejamkan mataku dan dapat kurasakan seung hyun mengecup lembut bibirku, aku sangat bahagia, apa dia juga menyukaiku? “mianhe dara~aa.” Ujar seung hyun melepas ciumannya. “untuk apa?” Tanya ku heran. “mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.” Ujarnya. Mwo? Apa maksud dari semua perkataannya ini? sungguh aku tidak mengerti. “minahe, jeongmal mianhe.” Ujarnya meninggalkanku yang masih terdiam, tes~, seung hyun~aa, ada apa denganmu? kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu? Aku hanya dapat menangis menatap punggung seung hyun yang lama kelamaan tak kelihatan.

 

~TOP/seung hyun POV~

gomawo seung hyun~aa.” Ujar dara setelah makan. “cheonma~” sahut ku tersenyum padanya. “dara~aa.” Ujarku. “ne.” sahutnya, perlahan aku mendekatkan wajahku padanya dan aku mengecup lembut bibirnya, ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku mencium dara, karena setelah ini, mungkin aku tidak akan bisa lagi melakukannya, aku sudah memutuskan untuk menghancurkan GoR dan itu berarti aku juga harus menghancurkan dara dan kurasa cepat atau lambat dara juga akan membenciku dan menghancurkanku karena dia pasti akan tahu kalau yang membunuh appanya adalah appaku. “mianhe dara~aa.” Ujarku melepas ciumanku. “untuk apa?” Tanyanya heran. “mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.” Kataku. “minahe, jeongmal mianhe.” Ujarku meninggalkan dara yang masih terdiam. Mianhe~, dendam pada GoR yang menguasai hatiku membuatku harus melakukan hal ini, dara~aa, silahkan kau membenciku karena jika kau membenciku akan lebih mudah bagiku untuk menghadapi semua ini. mulai sekarang aku akan menjadi musuhmu dan kita akan saling menghancurkan.

TBC

sejelek apapun ni FF wajib komennnnnnnnnnnnnnnnnnnn *maksa*

Running Up part 4

Running Up part 4

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

Park ji yeon T-ARA

Choi siwon Super Sunior

Sandara park 2NE1

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Seohyun SNSD

Doojoon BEAST

Onew shinee

Track : MBLAQ – running & running

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

 

~author POV~

Pagi itu ji yeon berangkat bersama dara untuk mengambil seragam dan pakaian ji yeon yang lain lalu pergi ke apartemen dara dan akan tinggal di sana bersama dara untuk beberapa waktu. “eonni, aku kesekolah dulu.” Pamit ji yeon hendak keluar dari apartemen. “changkaman, ku antar, sekalian aku ke kantor.” Ujar dara. “ne, kajja.” Sahut ji yeon. “ji yeon~aa” panggil krystal saat ji yeon memasuki kelas. “wahh, ku sudah sembuh ya..” lanjut krystal. “ne.” sahut ji yeon. “ji yeon~aa, hyung memintaku mengajakmu ke kantor, katanya ada hal yang ingin di bicarakan.” Minho menghampiri ji yeon saat bel pulang berbunyi. “ne. kajja.” Ajak ji yeon, mereka pun pergi ke kantor GoR (guardian of republic) bersama dan tentu saja hal itu mengundang perhatian teman sekelasnya terutama para gadis. “mereka ada hubungan apa?” Tanya seorang yeoja. “huaahh minho kuuuu,,, kenapa dia pulang bersama ji yeon…” rengek seorang lagi. “terserah minho mau pulang dengan siapa, kenapa kalian yang sewot.” Ujar krystal pada gadis-gadis itu. “benar, kenapa kalian yang sewot, iya kan chagi?” kyuhyun menggandeng krystal. “chagi?” Tanya krystal heran. “tak akan.” Krystal menghempaskan tangan kyuhyun. “krystal..” panggil kyuhyun saat krystal pergi meninggalkannya. “sama aku saja oppa.” Tiba-tiba seohyun datang dan menggandeng tangan kyuhyun. “ya sudah, kajja.” Ujar kyuhyun menggandeng seohyun.

 

@ kantor GoR

 

~author POV~

setelah kami mencari tahu tentang organisasi athena dan kegiatan mereka setahun terakhir ini, di dapatkan informasi kalau pemimpin athena memiliki seorang anak laki-laki yang tinggal di jepang sedangkan istrinya telah meninggal, Athena tidak melakukan kegiatan apapun setahun terakhir ini.” jelas siwon. “mungkin setahun terakhir ini mereka menghabiskan waktu untuk mencari chip yang di tanyakan padaku waktu itu.” Tebak minho. “mungkin saja, tapi apa isi chip itu? Kenapa mereka begitu menginginkannya sampai-sampai harus menculikmu?” dara terlihat berpikir. “mungkinkah itu bukti kematian orang tuaku?” ji yeon angkat bicara. “mungkin, tapi ku rasa bukan hanya bukti kematian kedua orang tuamu tapi mungkin ada sesuatu yang berharga lainnya.” Ujar siwon. “berharga?” dara menyipitkan matanya. “apa mungkin harta?” tebak minho. “ku rasa lebih tepatnya sesuatu yang bisa membuat mereka mendapatkan harta.” Lanjut ji yeon. “dan hal itu mungkin mengancam ketahanan Negara makanya abeoji menyimpannya agar Negara tetap aman.” Ujar siwon. “tapi di mana chip itu sekarang?” Tanya dara. “abeoji tidak pernah memberitahukan sesuatu tentang chip itu padaku.” Sahut siwon. “changkaman.” Pekik ji yeon. “wae?” Tanya minho. “mungkinkah tuan choi meminta abeoji dara eonni untuk menyimpannya? Sehingga dia di bunuh?” tebak ji yeon. “benar juga.” Ujar minho. “dara~aa, apa appamu pernah membicarakan tentang chip atau sebagainya padamu?”Tanya siwon. “chip? Ku rasa tak pernah.” Sahut dara berusaha mengingat. Tak terasa hari sudah mulai malam, mereka semua memutuskan untuk kembali dulu kerumah. “eonni, coba kau ingat-ingat, apa appa mu pernah memberitahukan tentang sesuatu yang berharga padamu?” Tanya ji yeon sesampai di apartemen dara. “ku rasa tak pernah.” Dara mengerutkan keningnya dan berusaha mengingat. “ingat perlahan, siapa tahu ada sesuatu yang pernah appa mu katakan yang bisa menjadi petunjuk.” Ujar ji yeon membuka seragamnya dan masuk ke kamar mandi. “berharga? Aigoo, kenapa aku tidak bisa mengingat apapun tentang hal itu?!” gerutu dara. “eonni, aku keluar dulu ya.” Ujar ji yeon yang sudah memakai jeans hitam dan blous modis berwarna merah maron lengkap dengan high hells nya. “kau mau ke mana?” Tanya dara melihat penampilan ji yeon. “otakku mampet aku mau menyegarkannya dulu. Annyeong.” ujar ji yeon meraih kunci mobilnya dan keluar dari apartemen dara menuju club malam tempat dia pertama kali bertemu dengan minho. “krystal~aa.” Panggil ji yeon saat sampai di club itu. “wahh, ku pikir kau tidak akan datang malam ini.” ujar krystal. “kajja, kita masuk.” Ajak ji yeon, mereka pun masuk ke dalam club.

 

~minho POV~

Malam ini seperti biasanya aku pergi ke club langgananku. “minho~aa, itu ji yeon.” seru kyuhyun menunjuk 2 orang yeoja yang baru masuk ke club dan memang benar itu ji yeon yang datang bersama krystal. “wahh, ada krystal juga. Yeay!” lanjut kyuhyun berjalan kea rah ji yeon dan krystal. “minho~aa, kajja.” Kyuhyun menarik tanganku. “hai.” Sapa kyuhyun pada mereka aku hanya tersenyum. “hai..” ji yeon dan krystal balik menyapa. “ji yeon~aa, itu doojoon oppa yang jadi DJ nya.” Pekik krystal menunjuk kea rah DJ. “benar” sahut ji yeon. “oppa.” Ji yeon melambaikan tangan pada namja itu, namja yang di panggil doojoon itu turun dari tempat DJ dan menghampiri kami lalu berpelukan dengan ji yeon, siapa namja ini? dia terlihat begitu dekat dengan ji yeon. “oppa, kau kemana saja heoh?” Tanya ji yeon. “ada urusan sedikit.” Namja itu menggandeng ji yeon dan ji yeon hanya tersenyum, ish! Siapa sih namja itu? Sudah lah, untuk apa memikirkan mereka. “kyuhyun~aa, kajj-“ aku hendak mengajak kyuhyun kembali ke tempat yuri dan nickhun duduk tapi dia sudah tak ada di sampingku dan malah menari bersama krystal. “ish!” gerutuku kembali ke tempat duduk bersama yuri dan nickhun.

 

~author POV~

Waktu sudah menunjukan pukul 02.00. “krystal~aa, aku pulang dulu ya.” Ujar ji yeon pada krystal. “ne.” sahut krystal. “oppa, aku pulang ya, annyeong.” ji yeon pamit pada doojoon. “ne, hati-hati.” Sahut doojoon. “ji yeon~aa.” Panggil minho saat ji yeon keluar dari club. “ne,” sahut ji yeon. “kau mau pul-“ DORR kata-kata minho terpotong dengan suara tembakan yang hampir mengenai ji yeon. “itu pasti orang-orang dari athena.” Ujar ji yeon. “sebaiknya kita kabur saja.” Ajak ji yeon. “ne, kita kacaukan mereka, kau bawa mobilmu kea rah sana dan aku bawa mobilku kea rah lain setelah itu kita kembali bertemu di tempat ini. araseo?” ujar minho. “ne, hana, dul set.” Bisik ji yeon lalu mereka berdua dengan cepat lari ke mobil masing-masing dan melaju dengan kecepatan tinggi, orang-orang dari athena pun berpencar untuk mengejar mereka.

 

~ji yeon POV~

Brrmmmm, aku melajukan mobilku, ku lihat di kaca spion mobil mereka mengejarku. “gurae, ayo kita mulai balapannya, hahhahaha.” Ujarku semakin menginjak gas, sesekali aku membanting stir saat di tikungan membuat orang-arang dari athena itu mengerem mobilnya tiba-tiba. “hahahaha, rasakan itu.” Ujarku

 

Sementara itu…

 

~minho POV~

Sial! Mereka masih mengejar. “gurae, kita lihat sampai mana kalian bisa mengejarku.” Aku semakin melajukan mobilku dan menyalip kendaraan-kendaraan yang ada di depanku membuat mereka kesusahan mengejarku dan tertinggal jauh, bagus ini kesempatan untuk melarikan diri, aku membanting stir saat di tikungan dan berhasil lolos dari mereka dan kembali ke club sesuai rencana. Bagaimana dengan ji yeon?

 

~ji yeon POV~

Yeay! Aku berhasil lolos, aku segera kembali ke club sesuai rencanaku dan minho. Apa minho juga berhasil lolos?

 

~author POV~

Minho dan ji yeon kembali ke club dan sampai dengan waktu yang sama. “yeay!” seru ji yeon turun dari mobil dan spontan memeluk minho.

 

~minho POV~

yeay!” seru ji yeon turun dari mobilnya dan memelukku, deg, omo! Kenapa seperti ini rasanya? Padahal aku sudah sering sekali di peluk yeoja-yeoja tapi kenapa kali ini beda. “wahh, senangnya bisa lolos dari orang-orang itu hahaha.” Ujarnya melepas pelukannya. “kejar-kejaran tengah malam rasanya asik juga.” Sambungku. “ugh..” ji yeon merenggangkan otot-ototnya, “aku pulang dulu ya. Annyeong.” lanjutnya masuk kedalam mobil dan melaju dengan mobil hitamnya. Sebaiknya aku juga pulang.

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, ayo bangun.” Terdengar sayup-sayup suara dara eonni, perlahan kubuka mataku yang terasa sangat berat. “kau pulang jam berapa semalam?” Tanya dara eonni membuka jendela kamar. “uhmmmm” aku merentangkan kedua tanganku. “sekitar jam stengah empat.” Sahutku. “mwo? Kenapa sepagi itu?” Tanya dara eonni kaget. “sebenarnya aku sudah mau pulang jam 2 tapi waktu aku mau pulang tiba-tiba orang-orang dari Athena datang jadi terpaksa aku dan minho harus kejar-kejaran dengan mereka.” Jelasku. “minho? Kau pergi dengan minho semalam? Kencan ya?” goda dara eonni, aigoo kenapa dia selalu menggodaku seperti ini. “semalam aku ke club dan di sana juga ada minho, sepertinya itu tempat langganannya.” Ujarku. “apa setiap malam kau ke club?” Tanya dara eonni. “ne, aku merasa kesepian di apartemen sendirian jadi aku menghibur diri dengan ke club malam.” Jelasku. “kurangilah kebiasaanmu itu, kau ini masih sekolah hal itu akan mempengaruhi sekolahmu, sekarang kan kau tinggal bersamaku jadi kau tidak perlu merasa kesepian lagi. Ne?” dara eonni mengusap lebut rambutku dan tersenyum manis, aku merasa beruntung mengenal orang seperti dara eonni dia orang yang penuh dengan kasih sayang walaupun memiliki masa lalu yang buruk sepertiku, seandainya aku punya saudara seperti dia mungkin hidupku tak akan sehancur sekarang. “eonni.” Panggilku. “ne.” sahutnya. “bisakah aku menganggapmu sebagai eonni kandungku?” tanyaku, dara eonni berbalik dan tersenyum padaku. “tentu saja boleh, aku senang bisa punya dongsaeng sepertimu” sahutnya. “gomawo.” Ujarku. “ne, sana mandi dan ke sekolah.” Ujarnya. “ne.” sahutku bangun dan mandi lalu mengganti pakaian dengan seragam sekolah. “eonni, aku kesekolah dulu, annyeong.” pamitku. “ne. hati-hati.” Sahut dara eonni.

 

~dara POV~

Aku senang, sekarang aku punya dongsaeng yang akan menemaniku. Gomawo ji yeon~aa, kau sudah datang ke kehidupanku dan menemaniku. Setelah ji yeon pergi ke sekolah aku bersiap-siap untuk ke kantor.

 

~TOP / seung hyun POV~

hmmpphh” aku menghirup udara korea saat sampai di bandara incheon, rasanya sudah lama sekali tidak menghirup udara di Negara ini, benar-benar membuat rindu sama seperti dara, dia membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya selama di jepang. Drrtt. “yobosaeyo”

kau sudah sampai di korea?” Tanya appa dari sebrang.

ne.”

orang suruhan appa sudah pergi ke incheon untuk menjemputmu, tunggulah mereka membawa mobil hitam bercap ATH.” Jelas appa. “ne.” sahutku. Tuuutt. ATH, appa masih saja mengurus organisasi itu, organisasi yang menyebabkan kematian omma. Tak lama orang suruhan appa datang dan membawaku ke kantor pusat Athena. “appa, kenapa tiba-tiba appa memintaku kembali ke korea?” tanyaku duduk di kursi di depan meja kerja appa. “kurasa tubuhku mulai melemah, aku ingin kau meneruskan organisasi ini.” ujar appa. “ne? untuk apa? Organisasi ini sudah menyebabkan kematian eomma, lalu appa ingin aku meneruskan organisasi ini? shireo.” Tegasku. “dengar! Yang membuat eomma mu meninggal bukan organisasi ini tapi GoR (guardian of repuplic) dan kau harus membalas dendam pada mereka dengan cara meneruskan kepemimpinan appa jika suatu saat appa meninggal. Araseo?” jelas appa, GoR? Mereka membuat eomma meninggal? “seung hyun~aa, ini satu-satunya cara untuk membalas dendam.” Ujar appa. “gurae, aku mau.” Sahutku. “bagus, ingat mereka adalah musuh terbesarmu hancurkan mereka dan mulai sekarang namamu adalah TOP.” Ujar appa. “kenapa harus ganti nama?”

agar mereka sulit mencari datamu. Araseo?”

ne.” sahutku. Gurae, mulai sekarang aku akan membalaskan dendam eomma. Dara.. aku jadi teringat padanya, ingin sekali aku bertemu dengannya.

 

~dara POV~

ughh..” aku merenggangkan otot-otot ku, “capek juga duduk di depan computer dari pagi sampai siang.” Gumamku, kryuukk, perutku sudah minta di isi, gurae, makan dulu baru lanjut kerja. Aku pergi ke café dekat kantor untuk makan siang. Saat aku sedang melahap makananku pandanganku tertuju pada seorang namja yang sepertinya.. “seung hyun.” Gumamku, apa mungkin itu seung hyun, namja itu mulai berjalan menjauh, harus ku pastikan kalau itu seung hyun atau tidak, mataku memanas mengingatnya, rasa rindu yang meluap-luap di hatiku menuntunku berlari mendekati namja itu, aku sangat berharap namja itu adalah seung hyun. “seung hyun.” Panggilku saat berada di belakang namja itu. Dia berbalik dan ternyata benar, dia seung hyun, tes~ air mataku keluar begitu saja. “dara.” Ujarnya. Aku segera memeluk namja yang sangat ku rindukan selama bertahun-tahun ini. “kau kembali..?” ujarku terisak dalam pelukannya.

 

~TOP/seung hyun POV~

Saat aku sedang mengintai kantor GoR seseorang memanggilku. “seung hyun.” Panggilnya spontan aku berbalik dan ternyata yeoja yang memanggilku adalah dara, yeoja yang ku cintai sejak kecil. “dara.” Ujarku. Ku lihat air mata membasahi pipinya, dia memelukku. “kau kembali..?” ujarnya terisak dalam pelukanku, aku mendekapnya. “ne, aku kembali sesuai janjiku padamu 10 tahun lalu.” Sahutku. “bogoshipo jeongmal bogoshipo.” Ujarnya masih terisak. “na do. Sekarang aku sudah di sini, kau jangan menangis lagi. Ne?” aku mengusap punggungnya lembut. “uhm.” Sahutnya.

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, kajja ke kantin.” Ajak krystal. “aku sedang tidak nafsu makan.” Sahutku. “ya sudah, aku ke kantin dulu ya.” Ujar krystal “ne.” Entah kenapa perasaanku tak enak hari ini, aku pergi ke atap sekolah, mungkin aku bisa menenangkan diri di sana, aku tiba-tiba merindukan appa dan eomma, rasa sakit yang dalam menusuk hatiku bercampur dengan rasa dendam yang sangat besar pada orang-orang yang membuatku harus kehilangan orang tuaku, tes~ air mataku mengalir mulus di wajahku, rasa sakit hatiku selama bertahun-tahun kembali terasa dan semakin bertambah.

 

~minho POV~

Ji yeon kemana? Tadi di krystal ke kantin sendiri tapi ji yeon juga tak ada di kelas, kemana dia? Aku mencari ji yeon sekeliling sekolah tapi tak menemukannya juga, apa dia di culik orang-orang dari athena? Tidak mungkin, ini kan di sekolah, mana mungkin orang-orang itu bisa masuk. Atap, benar satu-satunya tempat yang tidak ku datangi untuk mencari ji yeon hanyalah atap, aku berlari ke atap sekolah. Ku lihat ji yeon sedang berdiri di tepi atap, bahunya bergetar. “hiks..” dia menangis? Ada apa dengannya? Aku mencoba mendekatinya, kupegang bahunya. “ji yeon~aa” panggilku. Dia menoleh dengan wajah yang di penuhi air mata. “k, kau kenapa? Tanyaku ragu. “rasa itu, rasa itu datang lagi, rasa sakit yang sangat dalam di hatiku kembali dan semakin bertambah, hiks, dan dendam itu semakin menguasai hatiku.” Ujarnya dengan suara bergetar, sorot matanya benar-benar dalam, mengambarkan luka di hatinya, ku dekap tubuhnya. “uljima.” Ujarku mengusap punggungnya. “aku harus bagaimana menghadapi semua ini? dendam itu semakin bertambah..” ujarnya masih terisak. “lakukan apa yang bisa membuatmu tenang.” Sahutku. “kau tahu apa yang bisa membuatku tenang?” ujarnya melepas pelukanku. “membalaskan dendam kedua orang tuaku, membunuh pembunuh kedua orang tuaku adalah hal yang bisa membuatku tenang.” Lanjutnya, aku hanya terdiam, melihatnya seperti ini benar-benar membuatku sakit, melihatnya menangis karena rasa sakit di hatinya membuat hatiku juga terasa sakit. “kau tahukan hal itu bisa mengancam nyawamu?” Ujarku. “ne, ara, hajiman, mereka juga harus merasakan sakit yang kurasakan selam 10 tahun.” Ujarnya. “gomawo.” Lanjutnya tersenyum, manis, sangat manis. “kau tahu, kau jauh lebih cantik kalau tersenyum, jadi jangan menangis lagi, araseo?” ujarku. “kau baru sadar kalau cantik? Hahaha” sahutnya, aku senang kau tertawa ji yeon~aa.

 

~author POV~

ji yeon~aa.” Panggil minho saat bel pulang berbunyi. “ne.” sahut ji yeon. “aku pulang denganmu ya.”

kau tidak bawa mobil?”

bawa, tapi sepulang sekolah ini kyuhyun meminjamnya, katanya dia mau mengajak yeojachingunya jalan-jalan tapi mobilnya sedang rusak.”

ooo,, kajja.” Ji yeon berjalan mendahului minho, lagi-lagi mereka berdua menarik perhatian siswa di sekolah itu terutama para yeoja. “huahhh, minho ku..” rengek beberapa yeoja. “minho~aa, kau dengar itu, fans mu merengek seperti bayi, kau ini tega sekali, hahaha.” Bisik ji yeon pada minho saat mereka melewati koridor. “biarkan saja, kau mau dengar mereka menjerit?” Tanya minho. “mwo? Menjerit?” ji yeon balik bertanya dengan cepat minho merangkul bahu ji yeon dan “kyaa..” jerit salah seorang yeoja. “andwae!” yang lainnya ikut menjerit. “benarkan?” bisik minho dan ji yeon hanya menahan tawanya. “mau lihat mereka menangis?” Tanya minho lagi. “apa lagi yang akan kau lakukan?” Tanya ji yeon heran, minho menarik ji yeon dan mendekatkan wajahnya pada ji yeon lalu berbisik “hana dul set” tepat pada hitungan ketiga “kyaaaa, minho kuuuuuu hiks.” Jerit seorang yeoja. “napeun namja. Kajja, dari pada mereka semakin menjadi-jadi.” Ji yeon menarik tangan minho ke tempat parkir sambil menahan tawa. “bbmhahahahahahahahahaha.” Tawa ji yeon lepas seketika sesampai di tempat parkir, minho ikut tertawa. “kau keterlaluan, hahahahahaha.” Ujar ji yeon. “aku kan tidak meminta semua ini, tuhan memang berkehendak menjadikanku sebagai namja tampan, hahahaha.’ Ujar minho dengan PD. “omo! Kau terlalu percaya diri.”

memang benarkan, hahahaha”

ish, kajja, kau yang menyetir ya..” Ji yeon melemper kunci mobil pada minho. “aku lapar, kita makan dulu ya.” Ujar minho di tengah perjalanan. “ne, aku juga lapar.” Sahut ji yeon. mereka pun pergi ke sebuah café dan segera memesan makanan. “omo! Aku lupa!” seru ji yeon seusai mereka makan. “mwoga?” Tanya minho. “kita kan punya tugas dari lee seonsaeng.”

benar, kita harus membuat karya ilmiah dengan referensi beberapa buku.”

dan itu akan di kumpul besok, aigoo.” Ji yeon dan minho mengacak rambut frustasi. “gurae, kita ke toko buku sekarang saja.” Ajak ji yeon. “ne, kajja.” Sahut minho, setelah makan mereka pergi ke toko buku. “bukunya yang mana ya..” gumam ji yeon melihat-lihat buku yang tersusun rapih di raknya. “eh, itu kan onew, si culun yang selalu mendapat peringkat pertama di sekolah.” Pekik minho melihat onew yang sedang memmilih-milih buku. “jeongmal? Bagaimana kalau dia saja yang mengerjakan tugas kita.” Ujar ji yeon melihat ke arah onew yang berpenampilan culun dengan tatapan evilnya. “maksudmu?” Tanya minho bingung. “changkaman.” Ujar jiyeon, ji yeon berjalan ke arah onew sambil membuka kancing bagian atas kemeja sekolahnya dan menarik sedikit rok sekolahnya yang pendek, minho yang mengerti maksud ji yeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menahan tawanya. “onew~ssi.” Panggil ji yeon. “ne.” onew tersentak melihat ji yeon yang sudah bersandar di rak buku menghadapnya. “huuftt, panas ya..” ji yeon mengangkat kerah kemeja sekolahnya sambil mengipas dengan tangannya. Glekk, onew hanya dapat menelan ludah melihatnya. “eumm..” ji yeon menggigit bibir bagian bawahnya, “boleh minta bantuan tidak..?” lanjut ji yeon dengan nada manja. “b, bo, boleh, apa yang b, bisa a, aku b, bantu?” Tanya onew gugup. “kau tahukan lee seonsaeng memberikan tugas membuat karya ilmiah dan akan di kumpul besok?” Tanya ji yeon semakin mendekat pada onew membuat onew mengeluarkan keringat dingin sedangkan dari kejauhan minho terlihat sedang menahan tawanya. “n, ne, waeyo?” Tanya onew mengelap keringatnya. “bisa bantu aku mengerjakannya?” Tanya ji yeon dengan manja. “n, ne b, bisa.” Sahut onew terus mengeluarkan keringat dingin. “jeongmal?” Tanya ji yeon. “ne.” sahut onew. “wuahhh, gomawo.” Seru ji yeon. “ne.” sahut onew. “oh, iya, buatkan 2 ya,,, kau tahukan, krystal itu adalah sahabatku, ya? Ya?” ujar ji yeon. “n, ne, nanti ku berikan padamu sebelum jam pelajaran lee seonsaeng di mulai.” sahut onew. “gomawo, kau memang baik, annyeong.” ji yeon pergi sambil melambaikan tangan pada onew dan berbalik sambil tersenyum puas. “hahahahahahahahaha.” Minho melepas tawanya sesampai di luar toko buku. “kau tahu, wajah onew tadi sangat lucu. Hahahahaha” minho tak henti-hentinya tertawa. “orang seperti itu sayang kalau tidak di manfaatkan, hahahaha.” Ujar ji yeon sambil mengunci kancing bagian atas kemejanya. “tapi tadi untung saja onew bisa menahan diri, kau tahu penampilanmu tadi sangat menggoda.” Ujar minho. “jeongmal?” ji yeon mendekatkan wajahnya pada minho.

 

TBC

oke, author nognol lagi, mian ya lama postnya, soalnya author lagi sibuk akhir2 ini #PLAKK*sok sibuk* trus buat para readers jangan lupa RCL yaaaaaaa… buat para siders cpet2 tobat ya.. ^_~