Arsip Tag: 5Dolls

SEOUL in love part 6 (end)

SEOUL in love part 6 (end)

 

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

hwa young T-ara

 

 

~author POV~

 

mwo? Tunangan?” mereka kaget dengan jawaban dari hwa young kecuali ji yeon yang masih diam.

 

Backsound : 4minute – heart to heart

 

~ji yeon POV~

Tunangan?! Apa aku tidak salah dengar? Hhhh.. jin young punya tunangan? Lalu apa arti ciuman yang waktu itu?! Aish! ‘tenang ji yeon, tenang..’ batinku teng.. teng.. bel masuk berbunyi, baguslah aku tidak perlu lama2 melihat mereka bermesraan seperti itu. Aku segera masuk ke kelas tanpa memperdulikan jin young dan hwa young. Saat istirahat hal yang tidak menyenangkan kembali terjadi, ne, aku dan yang lain bertemu dengan jin young dan hwa young di kantin. “annyeong, apa kami boleh gabung.” Ujar hwa young menggandeng tangan jin young membuat hatiku sakit. Aish! Aku tidak tahan. “aku duluan ya, aku harus mengerjakan tugas.” Ujar ku dengan tampang datar dan berdiri meniggalkan mereka. Aku terus berusaha tenang walaupun hatiku benar sakit.

 

~jin young POV~

aku duluan ya, aku harus mengerjakan tugas.” Ujar ji yeon dengan tampang datar dan berdiri meniggalkan kami. “ji yeon~aa.. changkaman..” aku memanggilnya dan mengejarnya tapi ia tak menoleh sedikit pun. “ji yeon~aa” aku berhasil menahannya dengan menarik tangannya. “waeyo?” sahutnya masih dengan tampanng datarnya. “ada apa denganmu?”

naega? Tak ada apa2.” Sahutnya.

gwenchana? Pertunanganku..”

ne, nan gwenchana.” Sahutnya tersenyum dan meniggalkanku.

 

~ji yeon POV~

ne, nan gwenchana.” Sahutku tersenyum kecut dan meniggalkan jin young. Sakit, rasanya dadaku sakit sekali. Akhirnya waktu yang ku tunggu2 seharian ini datang juga, ne, hari inii rasanya aku ingin cepat pulang ke rumah, ingin menenangkan diri. “aku pulang duluan ya.. annyeong..” aku pamit pada yang lain.

 

~author POV~

apa ji yeon baik2 saja?” ji eun terlihat khawatir. “ne, dia terlihat lesu.” Hye won juga ikut khawatir. “aku tidak habis pikir dengan jin young, bagaimana bisa dia bertunangan dengan yeoja yang bernama hwa young itu.” Baro ikut angkat bicara. “ne, ku pikir dia menyukai ji yeon” ujar gongchan. “na do.” CNU angkat bicara. “semua orang juga pasti berpikir seperti itu, karena mereka terlihat sangat dekat.” Kata sandeul. Tanpa mereka sadari ternyata hwa young mendengarkan pembicaraan mereka.

 

~hwa young POV~

Jadi ji yeon itu yeoja yang di cintai oleh jin young oppa?! Huh! Andwe! Aku tidak akan membiarkan jin young oppa bersama yeoja itu. Lihat saja nanti!

 

~ji yeon POV~

Huftt… sekarang sudah menunjukan pukul 3.00 pagi dan aku masih belum bisa tidur. Aku berjalan ke tempat piano, karena hatiku selalu bisa tenang setelah bermain piano.

Backsound : U-Kiss – 0330

Aku mulai memainkan lagu dan dapat kurasakan lantunan indah piano membuat hatiku sedkit tenang. Saat ini ingin sekali aku berteriak ‘saranghe jin young~aa’ aku benar2 merasakan kalau aku mencintaimu saat kau bersama dengan yeoja lain. Bulir2 hangat mulai mengalir di wajahku. Semakin lama aku semakin terisak, dadaku terasa sesak dan sakit.

 

~author POV~

Saat istirahat ji yeon makan di kantin bersama ji eun, gongchan dan baro. “ji yeon~aa kau mau makan apa?” Tanya baro. “ne?” aku mengadahkan kepalaku yang sedari tadi ku rebahkan di meja. “terserah kau saja” sahutku. Hwa young berjalan kea rah ji yeon dengan membawa juice dan.. “eh, mian..” hwa young sengaja menumpahkan juice itu ke baju ji yeon. “ne,” sahut ji yeon sambil membersihkan bajunya dengan tissue. “eh, aku ke kamar mandi dulu ya, mau membersihkan bajuku.” Ujar ji yeon sambil berjalan ke kamar mandi. Hwa young mengikuti ji yeon ke kamar mandi. “kau ada hubungan apa dengan jin young oppa?” Tanya hwa young berdiri di belakang ji yeon tapi ji yeon hanya membalas dengan senyuman. “ya! Aku bertanya padamu.” Bentak hwa young. “kalau aku tidak mau jawab memangnya kenapa?” sahut ji yeon berbalik ke arah hwa young. “ya!” hwa young terlihat kesal dengan ji yeon. Baro yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka ingin sekali membela ji eon tapi sekarang ji yeon dan hwa young sedang ada di kamar mandi wanita. Klekk salah satu pintu di kamar mandi wanita terbuka dan hye won yang sedari tedi mendengar pembicaraan itu segera menghampiri ji yeon dan hwa young. “YA! Berhenti bicara kasar pada ji yeon” bentak hye won pada hwa young, dan hwa young hanya memandang sinis pada hwa young dan ji yeon lalu segera pergi meningglakan mereka. “aish! Yeoja itu.” Gerutu hye won.

 

~ji yeon POV~

Hari ini aku pulang sendirian karena masih ingin menenangkan diri, aku pergi ke mall untuk mebuang stress ku dengan bermain di game zone. Huft.. tdk terasa hari sudah mulai gelap aku melangkah keluar mall untuk pulang, tapi tiba2 seseorang membekapku dari belakang aku berusaha memberontak tapi, gelap..

 

~CNU POV~

Aku baru saja ingin masuk ke dalam mall untuk membeli buku tapi saat aku baru mau masuk aku melihat ji yeon sedang di bekap oleh seorang pria berjas hitam dan di samping pria itu ada satu orang lagi pria berbadan kekar dan hwa young?! Ne, itu hwa young, tunangan jin young, apa yang akan dia lakukan pada ji yeon?! Mereka memasukan ji yeon ke dalam mobil berwarna hitam. Aku harus mengikuti mereka. Akutelah sampai di sebuah gedung tua, sepertinya hwa young ingin menyekap ji yeon di sini, igin sekali aku menyelamatkan ji yeon tapi aku tdk mungkin menang melawan para body guard itu, sebaiknya aku telepon yang lain saja, agar kami dapt menyelamatkan ji yeon sama2.

 

~author POV~

Ji yon mulai tersadar dari pingsannya. “kau sudah bangun?” ujar hwa young menatap sinis pada ji yeon yang sudah terikat dengan tali. “hhh” ji yeon hanya membuang muka. “dengar ya, aku tidak akan membiarkanmu merebut tunanganku.” Kata hwa young yang dengan kasar menarik dagu ji yeon. “hhhh. Kau menginginkan seorang namja seperti menginginkan sebuah permainan.” Sahut ji yeon sinis. “YA!” plak hwa young menampar ji yeon sampai sudut bibir ji yeon berdarah. “apa kau yakin dia mencintaimu?” Tanya ji yeon sinis. “NOE!” plak lagi2 hwa young menampar ji yeon. Sementara itu baro, ji eun, gongchan, hye won, sandeul sudah sampai di depan gedung tua dan sudah berhasil melumpuhkan para body guard itu, baro segera menelpon jin young untuk member tahu hal itu.

yoboseo”

jin young~aa, ji yeon di culik oleh hwa young sekarang cepat datang ke XXXXXX”

mana mungkin, hwa young bukan yeoja seperti itu.”

terserah kau saja, ku harap kau tidak akan menyesal.” Tuttt

Baro dan yang lainnya segera berlari ke dalam gedung. “YA! Singkirkan tangan kotormu dari wajah ji yeon!” bentak ji eun yang mendapati hwa young tengah menampar ji yeon. Mereka segera menghampiri ji yeon dan hwa young. Plakk, plakk dua temparan mendarat di pipi hwa young yang tentu saja berasal dari ji eun dan hye won. “sakit? Heoh?” bentak hye won dan hwa young hanya memegangngi pipinya yang kena tampar. “napeun yeoja.” Ujar gongchan. Baro melepaskan ikatan di tangan dan kaki ji yeon. “gwenchana?” Tanya baro khawatir. “ne..” sahut ji yeon yang masih merasa kesakitan karena ikatan yang kencang di tangan dan kakinya. “kajja.” Ajak baro.

ne, kajja jika lama2 di sini aku bisa muntah melihat wajah yeoja ini.” Ujar CNU.

ji eun~aa kajja tak ada gunanya kau mengotori tanganmu dengan menampar yeoja ini.” Ajak gongchan merangkul ji eun.

neo! Kau akan mendapatkan balasannya.” Geram hye won.

sudahlah hye won tak ada gunanya kau berurusan dengan yeoja sehina dia. Kajja.” Ujar sandeul. Saat mereka baru akan pergi jin young datang dan melihat semuanya. Jin young berjalan mendekati mereka dan hwa young, jin young menatap ji yeon namun ji yeon mengalihkan pandangannya kea rah lain. Jin young segera menghampiri hwa young. “inikah hwa young yang sebenarnya? Ternyata aku salah menilaimu” ujar jin young sinis dan meninggalkan hwa young. “oppa,,,” hwa young mencoba mencegah jn young. “jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!!” bentak jin young.

 

~jin young POV~

Aku melihat yeoja yang kucintai di lukai oleh sahabt kecilku, dan sekarang eku harus melihatnya di selamatkan oleh namja lain yang jelas2 mencintainya. Aku menatap pilu kearah baro yang memapah ji yeon.

 

Keesokan harinya…

 

~jin young POV~
setelah kejadian semalam, aku segera menceritakan semuanya pada appa dan meminta perjodohan ku di batalkan. Hari ini aku bermaksud meminta maaf pada ji yeon atas kejadian kemarin, kulihat dia sedang makan di kantin bersama ji eun, gongchan dan baro, kuputuskan untuk menghampirinya, tapi saat aku berjalan menghampirinya dia sudah berdiri dan meninggalkan meja kantin tanpa menoleh sedikitpun kea rah ku. Ne ara, dia pasti marah padaku.

 

~ji yeon POV~

Seperti biasa saat istirahat aku makan di kantin bersama ji eun, gongchan, dan baro. Saat aku tengah makan ku lihat jin young sedang berjalan menghampiri kami aku segera berdiri meninggalkan meja kantin. “mian, aku duluan ya.. aku ada tugas.” Ujarku pada ji eun, gongchan dan baro. Bukannya aku tak ingin bertemu jin young, tapi aku terlalu takut jika aku melihatnya mungkin aku akan semakin mencintainya dan itu sangat menyakitkan karena dia sudah jelas2 punya tunangan.

 

~jin young POV~

Hari ini, seharian penuh ji yeon menghindariku dan itu benar2 menyakitkan, dia pasti sangat marah padaku. Setiap kali berpapasan dengannya dia tidak pernah menatapku dan sesegera mungkin berlalu dari hadapanku. Ji yeon~aa kau bisa membuatku gila.

 

Backsound : song ji eun – going crazy

 

~ji yeon POV~

Seharian ini aku berusaha menghindari jin young tetapi selalu saja berpapasan dengannya, dan aku selalu berusaha untuk tidak menatapnya. Sungguh aku bisa gila karenanya.

 

~jin young POV~

Malam ini terasa begitu gelap bagiku, aku benar2 hampir gila, aku pergi ke club malam untuk menghilangkan stressku dengan meminum sedikit alcohol, sambil mengenang saat2 indah ku bersama ji yeon, saat dia mengobati luka di sikut ku, saat bermain petasan dengannya di samping sungai han, saat menggenggam erat tangannya di tengah hutan, dan saat kami berciuman di ruang latihan.

 

~author POV~

Malam ini jin young pergi ke club malam dan meminum alcohol yang membuatnya kehilangan akal sehat, jin young berteriak-teriak di club itu. “JI YEON~AA” teriaknya. “YA!” rupanya teriakan jinyoung membuat pelanggan lain tergganggu dan rupanya pelanggan itu pun sudah mabuk, dia segera memukul wajah jin young yang berhasil membuat jin young tersungkur, jin young berdiri dan membalas pukulan orang itu dan akhirnya mereka terlibat perkelahian, jin young jatuh pingsan dengan wajah babak belur pelayan di club itu segera membawa jin young ke rumah sakit. Sementara itu ji yeon sedang mengendarai mobil sedan hitamnya tanpa arah yang jelas dengan pikiran galau yang ada dipikirannya hanyalah jin young.

 

~ji yeon POV~

Drrtt HP ku bergetar di layar mucul nomor yang tak ku kenal, jadi aku tidak mengangkat, drrtt sekali lagi nomor itu memanggil aku putuskan untuk mengangkatnya.

yoboseo”
“apa ini dengan ji yeon?” terdengar suara seorang namja di seberang sana.

ne, nugusaeyo?”

saya adalah pelayan club cass, begini saya sekarang ada di rumah sakit gumyoun sedang membawa seorang namja yang bernama jin young, dia sedang terluka dan sekarang sedang di periksa dokter, bisakah anda datang kemari?” deg, jin young? Ada apa? Kenapa dia bisa terluka?

ne, aku segera kesana.” Tuuutt.. aku segera melaju ke rumah sakit gumyoun. Tuhan, kenapa bisa seperti ini? Ku mohon, lindungi jin young, aku tidak sanggup jika harus kehilangan dia.

Backsound : Ernest – because I’m weary (ost. God of study)

Tanpa terasa air mata mengalir deras di wajahku. Sesampai di rumah sakit aku segera berlari ke ruangan yang di beri tahukan oleh pelayan club tadi. “mana jin young? Ada apa dengan nya?” aku bertanya pada pelayan club yang sedang menunggui jin young di luar ruangan. “dia ada di dalam, dia tadi terlibat perkelahian di club, sebelum itu dia meneriakan nama ji yeon sangat kencang, makanya aku menelponmu.” Jelas pelayan itu. Air mataku mengalir lagi. “namaku?” Tanyaku dengan suara bergetar. “ne, dan dari matanya, jin young seperti sedang merasakan kesedihan makanya dia meminum banyak alcohol yang membuatnya jatuh pingsan saat berkelahi.” Sahut pelayan itu. Ya tuhan,,,, kenapa aku sejahat ini?! Ini semua salahku, jin young terluka karenaku. Aku membuka pintu ruangan tempat jin young di rawat, ku lihat tubuhnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit, perlahan aku melangkah mendekatinya. “mianhe, jeongmal mianhe.” Bisikku. Air mataku mengalir deras tak tertahankan melihat kondisi jin young, wajahnya babak belur. Aku memgang tangan jin young dan membelai kepalanya, berharap dia akan baik2 saja. Aku segera memberitahu hal ini pada teman2 yang lain. Aku masih terus menangis memegang erat tangan jin young dan perlahan meletakan kepalaku di pinggir ranjang, mataku terasa berat karena terus menangis.

 

~jin young POV~

ugh..” aku menggeliat membuka mataku. ‘di mana ini’ batinku. ‘rumah sakit?! Kenapa bisa ada di sini?’ aku melihat kesamping ranjangku dan seorang yeoja yang sangat kukenal sedang tertidur di samping ranjangku dengan memegang tanganku, ji yeon? Benarkah ini ji yeon. Dia menjagaku? Walaupun sekarang badan ku terasa sakit semua tapi melihat ji yeon berada di sampingku rasanya aku ingin melompat kegirangan. Perlahan ku belai rambut halus ji yeon dengan lembut, ku perhatikan wajahnya saat tertidur sungguh polos, tapi ada bekas air mata di wajahnya, aku menghapusnya dengan ibu jariku, apa dia menangis karena aku?

 

~baro POV~

Setelah menerima SMS dari ji yeon aku segera bergegas ke rumah sakit saat di pintu masuk aku bertemu dengan ji eun, sandeul, gongchan, CNU, dan hye won sepertinya mereka juga menerima SMS dari ji yeon, kami berjalan bersama menuju ruangan tempat jin young di rawat saat kami baru mau memasuki ruangan itu, langkah kami terhenti melihat jin young dan ji yeon. Ji yeon sedang tertidur di samping ranjang jin young sambil memegang tangan jin young dan jin young sedang membelai rambut ji yeon, walau sakit rasanya, tapi aku berusaha untuk rela karena jin young adalah sahabatku dan jika ji yeon bahagia bersama jin young maka aku tidak bisa berbuat apa2, cinta tidak harus memiliki. “sebaiknya kita jangan masuk dulu, biarkan mereka seperti itu, menyadari perasaan masing2.” Ujar CNU. “ne, kajja, kita duduk di sini saja” lanjut sandeul. Kami duduk di kursi koridor rumah sakit menunggui jin young.

 

~author POV~

CNU, gongchan, ji eun, hye won, sandeul, dan baro tertidur di kursi koridor itu semlaman karena menunggui jin young. Ji eun tertidur manis di bahu gongchan namjachingunya lalu gongchan menyandarkan kepalanya di kepala ji eun. CNU menyandarkan kepalanya di dinding sama halnya dengan baro, sandeul dan hye won, tapi sesekali kepala hye won oleng dan terjatuh di bahu sandeul namun di angkat lagi tapi terjatuh lagi dan sekali lagi hye won mengangkatnya lagi sandeul yang terbangun melihat hal itu perlahan menyandarkan kepala hye won di bahunya, dan kembali tidur.

Backsound : f(x) – spread it wings (ost. God of study)

Pagi pun tiba dan mereka terbangun dari tidurnya masing2, begitu pun dengan ji yeon dan jin young, Mereka terbangun dan saling menatap “gwenchana?” Tanya ji yeon.

 

~ji yeon POV~

Aku terbagun dari tidurku dan melihat jin young yang sudah sadar kini menatapku “gwenchana?” tanyaku khawatir. “uhm. Ne, nan gwenchana.” Angguknya. Hatiku benar2 lega dan bahagia aku segera memeluknya “gomawo.” Ujarnya mengelus pundakku. “untuk apa?” sahutku. “karena kau menjagaku semalaman, karena.. semuanya,,,” ujarnya. “na do. Gomawo, karena kau tetap baik2 saja.” Kataku melepaskan pelukan. “ji yeon~aa, mianhe.” Ujarnya. “karena aku, hwa young menyakitimu.” Lanjutnya. “seharusnya aku yang meminta maaf padamu, karena aku kau seperti ini, tidak seharusnya aku menghindarimu. Mianhe. Jeongmal mian…” chu~ sebelum aku melanjutkan kata2ku jin young sudah membukam mulutku dengan kecupan lembut dari bibirnya, aku hanya bisa terdiam dan menutup mataku. “jangan katakana maaf lagi, ne? dan jadilah yeojachinguku. saranghe” ujarnya melepas ciumannya dengan wajah yang hanya berjarak beberapa centi dariku, aku mengangguk “na do” dan chu~ jin young kembali mengecup lembut bibirku, dan kali ini cukup lama. *mau dong, di encun sama jin young oppa #plakk di gampar ji yeon./abaikan*

 

~baro POV~

Kami sudah terbangun dari tidur saat matahri mulai terbit, aku putuskan untuk melihat jin young ke dalam ruangan tapi lagi2 langkahku terhenti karena saat ini jin young dan ji yeon tengah berciuman. Sakit, sangat sakit, tapi aku tidak boleh egois. “kajja, kita ma..” kata2 CNU terhenti saat melihat hal itu, membuat yang lain melihat ke dalam ruangan dan mereka tersenyum, aku pun tersenyum walau sakit rasanya. “changkaman. Kita kerjai mereka saja. Aku akan telpon ji yeon.” Ujar ji eun mulai menekan nomor ji yeon di layar HPnya. Tiittt

 

~jin young POV~

Drrttt, HP ji yeon bergetar menandakan ada panggilan masuk yang berhasil menghentikan ciuman kami.

yoboseo”

ji yeon~aa, aku sekarang di depan kamar jin young, apa kau di dalam?”

ne, masuklah.”

ok. Kami masuk.” Tuutt

annyeong………..” seruan ji eun terdengar seiring masuknya ji eun dan yang lain. “kalian?” tanyaku heran. “ne, kami menungguimu semalaman di luar, karena takut menggangumu dan ji yeon.” Ujar sandeul dan tuk *bunyinya aneh ya? Hehehe* hye won menginjak kaki sandeul yang berhasil membuat sandeul mengerang kesakitan. “jadi, kalian..” ujar ji yeon. “ne, kami melihat…” kali ini gongchan yang keceplosan dan ji eun kini menatap gongchan tajam. Ku lihat wajah ji yeon memerah karena kata2 gongchan, dan aku sekarang juga sama malunya. “hahahahahaha” sandeul tertawa terbahak-bahak melihat wajahku dan ji yeon yang sudah seperti udang goreng. “YA!” bentakku. Namun “wuahahahahaha” kini yang tertawa bukan hanya sandeul tapi juga gongchan, baro, CNU, ji eun, dan hye won. Aish jjinjja!

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Aku berangkat ke sekolah dengan semangat, ku tatap langit biru yang cerah, secerah hatiku. Jin young sudah keluar dari rumah sakit dan masuk sekolah hari ini. Aku melaju dengan mobil sedan hitamku menembus keramaian kota seoul di pagi hari, Dengan iringan lagu dari tape mobilku.

Backsound : SNSD & SUJU – seoul song

 

Pip, pip.. aku sengaja mengklakson dua orang yeoja yang sedang berjalan di dekat mobilku, ne, itu ji eun dan hye won. “ya! Kalau jalan liat donk.” Aku pura2 membentak mereka sambil membuka kaca mobil. “ya!” mereka terlihat kesal. “kekekeke” aku menancap gas menuju tempat parkir.

 

~ji eun POV~

Pip, pip.. suara klakson dari mobil ji yeon membuat telingaku sakit, “ya! Kalau jalan liat donk.” Kata ji yeon. “ya!” aku dan hye won kesal dengan tingkah usil ji yeon. “kekekekeke” ji yeon cekikikan dan menancap gas menuju tempat parkir. Ji yeon, ji yeon, dia kembali seperti biasa, dan aku senang melihatnya. “chagiya..” terdengar suara yang sangat ku kenal dari belakang. Ne, itu gongchan, namjachinguku. “ne, chagi..” sahutku. “kita jalan ke kelas sama2.” Gongchan merangkul bahuku. “ne, kajja.” Sahutku. “huuhh.. aku di kacangin.” Ujar hye won kesal. “hahahaha” aku dan gongchan hanya tertawa melihat hye won yang memanyunkan bibirnya. “annyeong..” ujarku dan gongchan sembari meninggalkan hye won yang masih manyun. Hye won~aa, kau juga sahabat terbaikku setelah ji yeon, ku harap kau akan mendapatkan kebahagiaanmu sepertiku dan ji yeon.

 

~sandeul POV~

Aku melangkah masuk sekolah dengan semangat, ku lihat ji eun sedang berjalan ke dalam sekolah bersama gongchan yang sedang merangkulnya. Sudahlah… aku dan ji eun hanyalah masa lalu, sekarang dia telah behagia bersama namja yang dia cintai. Eh, itu hye won, hahahah lucu sekali tampang manyunnya. “hye won~aa” aku berlari ke arahnya. “sandeull annyeong..” sapanya. “kau kenapa? Manyun seperti itu?”

aniya..” dia menggelengkan kepala sambil tersenyum.

tapi kok manyun?”

lagi pengen manyun..”

hahahahahaha kau ini lucu sekali.” Aku mengacak rambut lurus hye won, membuatnya ikut tertawa.

kajja, kita jalan ke kelas sama-sama.” Ajakku

uhm” hye won mengangguk. Gurae, sandeul~aa, cobalah buka hatimu untuk yeoja lain.

 

~baro POV~

Aku ke sekolah dengan hati yang bahagia, walaupun harus kehilangan ji yeon sebagai seseorang yang kucintai, tapi jika melihat dia dan jin young behagia, aku ikut bahagi, lagi pula, aku masih bisa menjadi teman baik dengan ji yeon dan senantiasa melindunginya.

 

~CNU POV~

Aku berangkat ke sekolah dengan semangat, ne, asalkan ji yeon bahagia aku juga bahagia, walaupun tidak memilikinya, karena cinta tidak harus memiliki.

 

~jin young POV~

Saat aku turun dari mobil sport hitam yang kukendarai, aku melihat seorang yeoja yang sangat kukenal turun dari mobilnya, senyumku mengembang melihatnya. “chagiya…” ujarku berlari ke arah ji yeon, sementara ji yeon juga tersenyum. “kau tadi panggil aku apa?” tanyanya meledek. “chagiya, aku panggil kau chagi. Waeyo?”

ani.. hanya saja..”

sudahlah, kajja..” aku merangkul bahu ji yeon menuju ke kelas. Aku senang bisa seperti ini, saranghe ji yeon~aa.

 

~author POV~

Begitulah akhir kisah mereka. Di kota seoul mereka memulai dan mengakhiri kisahnya masing-masing. Seoul mengandung banyak cinta dan kisah cinta manis. Seoul kota yang indah dan penuh cinta mengantarkan ji yeon mendapatkan cintanya. Setelah ini mungkin akan ada banyak lagi yang akan mendapatkan cinta atau memulai kisahnya atau mungkin mendapatkan sahabat sejati di seoul seperti, ji yeon, ji eun, jin young, gongchan, baro, sandeul, CNU dan hye won. Mulailah kisahmu, kota ini menantikan kisah darimu.

 

The End

akhirnya… selesai juga ni ff. giman? jangan lupa comment yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa CHU~

 

SEOUL in love part 4

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~ji eun POV~

sandeul~aa” seorang yeoja memanggil sandeul.

ne” sahut sandeul.

HYE WON.” Seru ji yeon. Ji yeon mengenalnya??

neo?! JI YEON.” Yeoja itu langsung berpelukan dengan ji yeon.

hye won~aa bogoshipo..” ujar ji yeon sembari melepaskan pelukannya.

na do ji yeon~aa.” Sahut yeoja yang di panggil hyewon itu.

kalian saling kenal?” Tanya sandeul.

ne, hye won ini sahabatku di smp dulu.” Jelas ji yeon. “kalian sendiri ada hubungan apa?” Tanya ji yeon.

uri? Uhm, aku calon pacarnya sandeul..” sahut hye won sambil menggandeng lengan sandeul. Aish! Kenapa rsanya sakit sekali hati ini. “mwo?” Tanya sandeul yang masih membiarkan hye won menggandeng lenganya. Rasanya seperti di sambar petir melihat hal itu. Tapi, wajar saja hal itu di lakukan sandeul, dia kan memang sudah tidak pacaran denganku lagi pula yeoja itu cantik dan,,, seksi ne, dengan gayanya yang memakai celana super pendek yang memperlihatkan betuk kaki yang indah dan kulit putih mulus juga rambut panjang nan lurus yang di biarkan tergerai membuatnya terlihat seksi. Beda sekali dengan ku. Setelah melihat hal itu ku putuskan untuk tidak menghampiri ji yeon dan jalan2 sendirian mencari tempat untuk menangkan diri. Secepat itukah sandeul melupakanku?

~hyewon POV~

sandeul~aa” panggilku.

ne” sahut sandeul.

HYE WON.” Seru yeoja yang sepertinya ku kenal.

neo?! JI YEON.” Aku langsung berpelukan dengan ji yeon, sahabatku di smp dulu.

hye won~aa bogoshipo..” ujar ji yeon sembari melepaskan pelukannya.

na do ji yeon~aa.” Sahutku

kalian saling kenal?” Tanya sandeul.

ne, hye won ini sahabatku di smp dulu.” Jelas ji yeon. “kalian sendiri ada hubungan apa?” Tanya ji yeon.

Backsound : 5Dolls – like this or that

uri? Uhm, aku calon pacarnya sandeul..” sahutku sambil menggandeng lengan sandeul. “mwo?” Tanya sandeul.

bercanda,, hahahhaha tampangmu lucu sekali.” Ujarku pada sandeul. Gurae, sekarang kau boleh anggap ini semua candaan tapi aku akan berusaha mendapatkanmu. “hahahahaha” ji yeon, baro dan jin young ikut menertawakan sandeul. “eh, oh ya hye won, aku tidak melihatmu kemarin2?” Tanya ji yeon. “kemarin2 aku sedang ke Canada. Kau kapan pindah ke seoul?”

5 hari yang lalu.”

pantas saja kita tidak bertemu.”

~author POV~

Malam harinya acara pembukaan observasi di mulai dari pukul 7. Seperti biasa band JSB tampil dengan karismanya. “kalau sedang tampil mereka cukup keren loh, iya kan?” ujar ji yeon pada ji eun. “ne?” ji eun baru tersadar dari lamunannya. “itu, JSB kalau lagi tampil mereka keren, apa kau tidak menyesal memutuskan sandeul?”

~ji eun POV~
“itu, JSB kalau lagi tampil mereka keren, apa kau tidak menyesal memutuskan sandeul?” aih, ji yeon tahu dari mana? “e,,,e,, ani,,” jawabku. “kau tahu dari mana?” tanyaku. “dari baro..” sahut ji yeon. Selesai tampil baro, jin young dan sandeul menghampiriku dan ji yeon. “kalian tadi keren loh..” puji ji yeon. “jeongmal?” Tanya baro. “uhm.” Ji yeon mengangguk. “gomawo.” Ujar jin young. “ne..” sahut ji yeon. “na do gomawo ji yeon~aa.” Ujar sandeul. Sekarang, aku tidak tahu harus berlaku bagaimana dengan sandeul. Huuuhh benar2 canggung. “annyeong.” sapa hye won sambil berjalan menghampiri kami. Dia cantik malam ini, begitu pun dengan ji yeon aku merasa menjadi yang paling jelek di sini. Kalau di lihat2 hyewon mirip dengan go hara personel kara, huahhhhh menyebalkan.

~hye won POV~

annyeong.” aku menyapa ji yeon dan yang lainnya. Siapa yeoja yang ada di samping ji yeon ini?” ji yeon~aa nugu?” aku melirik kea rah yeoja yang di samping ji yeon. “kenalkan ini ji eun sahabat ku, ji eun kenalkan ini hye won sahabat ku di SMP.” Ujar ji yeon. “annyeong haseyo, hye won imnida.” Aku mengulurkan tangan pada nya. “ji eun imnida.” Ji eun menjabat tangan ku. Ji eun? Mantan yeojachingu sandeul?. Ohh.. jadi dia ya.. untuk apa dia di sini? Apa mau mendekati sandeul lagi. Tak akan ku biar kan. “ini.. kau pasti haus. Minumlah.” aku menyodorkan sebotol air mineral pada sandeul. “ne, gomawo”

~ji eun POV~

Aish! Apa2an ini? Aku harus melihat hal ini. Hye won dan sandeul saling melempar senyuman. Aku segera pergi dan sedikit menyambar hye won, supaya dia tahu kalau aku tidak suka dengan perlakuannya terhadap sandeul.

~hye won POV~

Hhhh, yeoja itu menyambarku? Tidak suka? Hhhh dasar kekanak-kanakan. Aku hanya melempar senyuman kemenangan padanya. Lihat saja aku akan mendapat kan sandeul.

~ji yeon POV~

ji eun~aa kau mau kemana?” aku khawatir melihat ji eun yang pergi meninggalkan kami dengan wajah yang menurut ku kesal melihat sandeul dan hye won. Aku mengejar ji eun. “ji eun~aa, gwenchana?” aku mensejajarkan langkah ku dengan nya. Hmmpph, ne nan gwenchana.” Sahutnya dengan nada berat. “jeongmal?”

ne ji yeon~aa lagi pula aku kan sduah tidak ada hubungan apa2 dengan sandeul.” Sahutnya tersenyum membuat hati ku lega.

Keesokan harinya…

~author POV~

Keesokan harinya, para siswa mulai melakukan observasi dengan kelompok yang dipilih sendiri oleh siswa. Jin young, baro, ji yeon, sandeul dan hye won memilih untuk satu kelompok jadi mau tidak mau ji eun juga harus satu kelompok dengan mereka karena ji yeon dan dia terpaksa harus melihat kedekatan hye won dan sandeul. “annyeong, apa aku boleh gabung di kelompok kalian?” Tanya gongchan menghampiri kelompok jin young dkk. “ne, tentu saja boleh iya kan?” jawab ji yeon dan meminta persetujuan yang lain. “gongchan~aa.” CNU berlari menghampiri gongchan. “eh, hyung, kita gabung di kelompok ini saja.” Ujar gongchan. “boleh ya?” Tanya gongchan pada kelompok jin young. “ne.” ujar mereka. CNU kemudian mentap ji yeon. “waeyo?” Tanya ji yeon datar. “ani..” sahut CNU. Semua menatap ji yeon yang bersikap seperti itu pada CNU ketua osis seoul high school. Seluruh siswa pun memulai observasi dengan kelompok masing2.

Backsound : hyomin ft brave brother’s – beautiful girl

Selama melakukan observasi hye won terus berada di dekat sandeul yang tentu saja membuat ji eun kesal, tidak mau kalah ji eun pun terus berada di samping gongchan, sementara itu ji yeon terus bercanda dengan baro dan mengobrol akrab dengan jin young dan sesekali bertengkar dengan CNU. “auh..” hye won tiba2 terjatuh. “hye won~aa gwenchana?” sandeul membantu hye won berdiri. “ne, aku hanya tersandung kok.” Sahut hye won. “sebaiknya kita kembali ke vila saj, hari sudah mulai gelap.” Ujar CNU. “ne.” mereka serempak pergi kembali ke vila. Saat di vila sandeul mengobati kaki hye won yang terkilir. “a, auh..” hye won menjerit. “tahan sedikit, ne?”

uhm..” hye won mengangguk, ji eun yang sedari tadi memperhatikan hal itu terlihat sangat kesal. “nah sudah selesai.” Ujar sandeul. “gomawo.”

ne, aku tinggal dulu, istirahatlah.”

hu’um.”

gwenchana?” ji eun menghampiri hye won.

Backsound : 5Dolls – like this or that

naega? Seharusnya aku yang bertanya padamu ‘gwenchana?’ heoh?”

mwo?”

sandeul, aku akan mendapatkannya. Ku harap kau akan baik2 saja.” Kata2 hye won membuat ji eun terdiam tapi bebrapa saat kemudian tersenyum, hye won meninggalkan ji eun dengan senyum kemenangan.

~hye won POV~

Aku meninggalkan ji eun, ‘mian, aku tidak bermaksud menyakitimu ji eun~aa hanya saja aku tidak ingin kehilangan sandeul untuk kedua kalinya.’ Batinku.

~ji eun POV~

Tenang ji eun~aa.. kau harus tetap tenang, biarkan saja sandeul bersama hye won, lagi pula yang harus kau pikirkan sekarang adalah gongchan. Setelah hye won pergi aku juga langsung pergi dari tempat itu, aku berjaln tak tentu arah berharap mendapatkan ketenangan tak terasa aku berjalan semakin jauh. OMONA! Di mana aku? Sepertinya aku tersesat, huah eomma ottokhe? Mana tempatnya gelap, mengerikann… aku mencari jalan untuk kembali ke vila tapi hasilnya nihil aku tidak menemukan jalannya di tengah kegelapan seperti ini. HP ku juga ketinggalan di kamar. Huaahhhhhhhhhhhh ottokhe?

~ji yeon POV~

eh, jin young apa kau melihat ji eun?” aku keasyikan mengobrol dengan teman2 yang lain sehingga tidak menyadari kalau ji eun tidak bersamaku. “ji eu? Ani.. aku juga tidak melihatnya dari tadi.” Sahut jin young.

aih, dia ke mana?”

mungkin di kamarnya.”

kalau begitu aku ke kamar dulu.” Aku berlari kekamar ji eun tapi setelah ku buka pintu kamarku dan ji eun ternyata dia tak ada di sana.

jin young~aa” aku berlari sekencang mungkin kea rah jin young.

waeyo?”

ji eun tak ada di kamar, dia keman ya? Aku khawatir dengannya.”

ya sudah kalau begitu kita cari sama2 ya..” jin young menenangkanku.

uhm” aku mengangguk.

kajja.”

kalian mau kemana?” suara gongchan menghentikan langkah ku dan jin young.

kami mau mencari ji eun.” Sahut jin young.

memangnya ada apa dengan ji eun?” Tanya gongchan sedikit panik.

dari tadi aku tidak melihatnya dan saat ku cek di kamar dia juga tidak ada, jadi aku mau mencari ji eun, aku khawatir padanya.”

kalau begitu aku ikut.” Gongchan terlihat panik. Kami bertiga akhirnya mencari ji eun.

~gongchan POV~

Ya tuhan tolong lindungi ji eun. Entah kenapa aku benar2 tidak ingin dia terluka. Aku mencari ji eun bersama jin young dan ji yeon tak ji eun tidak ketemu2 juga. Saat di dalam hutan aku terpisah dengan ji yeon dan jin young. Aish! Ya sudahlah lebih baik aku cari ji eun. Aku mengirim pesan pada CNU untuk meminta bantuan teman2 yang lain mencari ji eun. “ji eun~aa” aku terus memanggil nama ji eun berharap dia mendengar nya.

~sandeul POV~

pak, ji eun hilang.” kata CNU pada pak lee teuk. “mwo?” aku benar2 kaget mendengar nya. Ya tuhan kumohon lindungilah ji eun. “aku akan mencarinya.” Kata ku berlari mengambil senter dan berlari mencari ji eun. “kajja kita cari ji eun bersama-sama.” Perintah pak lee teuk. Berjalan menyusuri hutan mencari ji eun.

~hye won POV~

Melihat sandeul yang begitu khawatir saat ji eun hilang, hati ku sakit rasanya.

~ji yeon POV~

Saat di dalam hutan aku dan jin young terpisah dengan gongchan, sepertinya gongchan benar2 panik, ku harap dia dan ji eun akan baik2 saja. Akhirnya aku mencari ji eun berdua dengan jin young. Deg, jantungku rasanya berdetak kencang saat jin young menggenggam tangan ku.

Back sound : T-ara – falling U

kau jangan jauh2.” Ujarnya. “waeyo?”

karena aku tidak ingin kau kenapa2.” Sahutnya membuat jantungku semakin tidak karuan. Rasanya sangat nyaman berada di dekatnya, apa mungkin aku…. Jatuh cinta padanya..? aih, apa yang ku pikirkan, ‘ji yeon~aa sekarang ini sahabatmu sedang hilang, kau malah berpikir yang seperti ini.’ kami berjalan di dalam kegelapan hutan untuk mencari ji eun dengan tetap bepegangan tangan, aku benar merasa aman walau pun berada di tengah hutan.

~ji eun POV~

Aku terus mencari jalan keluar tapi tetap tidak ketemu, tiba-tiba.. “srek, srek..” siapa itu? Tuhan, lindungilah aku. Aku terus melangkah mundur lalu dari semak2 itu keluar sosok namja yang ku kenal.. “ji eun~aa apa itu kau?” Tanya gongchan, ne namja itu gongchan, betapa legany hatiku. “gongchan..” aku berlari kearah gongchan dan langsung memeluknya, tak terasa air mataku mengalir.

Back sound : Kevin ft. Alexander U-Kiss – finally

~gongchan POV~

ji eun~aa apa itu kau?” Tanyaku, “gongchan..” teryata benar itu ji eun, syukurlah aku benar2 lega, ia berlari kearahku dan,, aih, dia memelukku. deg, jantungku berdetak cepat. Dapatku rasakan bahunya bergetar, ne, dia menangis. Tanpa di perintahkan tanganku mengusap pundaknya. “uljima… heoh..” aku menenangkannya.

~sandeul POV~

Aku terus mencari ji eun dan pendangan ku terara pada yeoja dan namja yang ku kenal sedang berpelukan, ne, itu ji eun dan gongchan, dadaku terasa sakit melihatnya. Tapi syukurlah ji eun tak apa2, lebih baik aku kembali ke vila lagi pula dia lebih merasa nyaman berada bersama gongchan. Aku melangkah gontai ke vila.

~ji eun POV~

gwenchana?” tany gongchan. “uhm,,” aku mengangguk. “kajja, kita kembali ke vila.” Ujar gongchan merangkul bahuku. “gomawo..” ujarku.

waeyo?”

karena telah menemukanku.” Gongchan menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhku padanya. “dengar ya,, aku tidak akan membiarkanmu sendirian di hutan seperti ini, jadi kau tidak perlu mengucapkan ‘gomawo’.” Katanya memegang bahuku dengan kedua tangannya.

uhm..” aku mengangguk.

kajja.” Gongchan merangkul bahuku dan kembali berjalan ke vila.

~jin young POV~

Aku masih di tengah hutan bersama ji yeon mencari ji eun dan tentu saja masih memegang tangan ji yeon. Drrtt.. HP ku bergetar tanda telp masuk, di layar tertulis nama baro.

yoboseo”

jin young~aa, kalian dimana? Gongchan sudah menemukan ji eun dan mereka sekarang sudah di vila.”

jeongmal? Gurae, kami akan kembali ke vila.” Tutt.

nugu?” Tanya ji yeon

baro, katanya gongchan sudah menemukan ji eun dan mereka sekarang sudah di vila.”

jeongmal?”

uhm.” Aku mengangguk.

syukurlah..” ji yeon mengelus dadanya.

kajja, kita kembali ke vila.”

hu’um.” Ji yeon mengangguk.

~ji yeon POV~

Stelah sampai di vila mataku segera tertuju pada ji eun yang sedang berdiri di samping gongchan. “ji eun~aa” aku berlari kea rah ji eun dan memeluknya. “ji eun~aa gwenchana?” tanyaku memastikan. “uhm, nan gwenchana.” Ji eun mengangguk membuatku lega. “aku benar2 khawatir terjadi sesuatu padamu. Kajja kau harus istirahat.” Aku merangkul bahu ji eun masuk ke vila. “gongchan~aa gomawo.” Ujarku membalikkan tubuhku sejenak dan kembali berjlan ke dalam vila.

Keesokan harinya…

~author POV~

Seluruh siswa melanjutkan observasi pada hari kedua di puncak. Observasi berjalan lancar dan selesai hari itu juga. “baiklah anak2 karena hari ini observasinya telah selesai jadi hari ketiganya bisa kalian gunakan untuk bersantai dan jalan2, terima kasih telah meperlancar jalannya observasi sekarang kalian boleh istirahat.”ujar ibu narsha selaku guru pengawas observasi. “ne..” sahut seluruh siswa. “huft..aku benar2 capek ji eun~aa, kajja kita istirahat.” Ujar ji yon sambil merangkul ji eun. “ne.. na do, kajja.” Ji eun ikut merangkul ji yeon. “ji yeon~aa, ji eun~aa chankaman..” panggilan hye won berhasil menghentikan langkah gontai ji eun dan ji yeon. “wae?” Tanya ji yeon. “malam ini aku tidur di kamar kalian ya,, soalnya teman sekamarku sudah pulang tadi karena sakit jadi aku sendirian aku takut tidur sendirian.” ujar hye won. “ne, kajja.” Sahut ji yeon di ikuti senyuman tulus dari ji eun, ne itulah ji eun selalu penuh ketulusan. Mereka bertiga pun tidur bersma-sama di kamar ji yeon dan ji eun. “aku ambil minum dulu ya..” ujar ji yeon meninggalkan kamar. “ne..” sahut ji eun. “hye won~aa apa kakimu sudah baikan?” Tanya ji eun. “ne, auh..”

waeyo?”

anii namanya saja terkilir jadi tetap saja masih ada rasa sakit walau hanya sedikit.”

sini ku pijat, agar rasa sakitnya sedikit berkurang.” uJar ji eun meletakan kaki hye won di atas pahanya. Hye won memandang ji eun sejenak dan berkata “apa kau tidak membenciku?”

Backsound : f(x) – friends (ost. God of study)

kenapa aku harus membencimu?”

kau tahu kan aku menyukai sandeul.”

ne, lalu? Lagi pula aku sduah tidak ada hubungan apapun dengan sandeul, kalau kau mencintainya, perjuangkanlah cintamu itu.”

~ji eun POV~

ne, lalu? Lagi pula aku sduah tidak ada hubungan apapun dengan sandeul, kalau kau mencintainya, perjuangkanlah cintamu itu.” Ne, aku sudah memantapkan hatiku untuk gongchan.

mwo?” hye won menatapku heran.

kau berhak bahagia hye won~aa.. kau adalah sahabat ji yeon dan ji yeon adalah sahabatku jadi kau juga adalah sahabatku, aku ingin sahabatku bahagia.” Jelasku tersenyum padanya.

gomawo ji eun~aa” ujar hye won memelukku. “kkeugae, mianhe,” lanjutnya.

ne.. na do.” Sahutku mengusap punggung hye won.

~ji yeon POV~

Setelah mengambil minuman di dapur aku segera kembali kekamar, tapi langkahku terhenti saat mendengar percakapan dari dalam kamar aku mengintip kedua sahabatku dari celah pintu kamar yang tidak tertutup rapat, sejenak lalu menyuggingkan senyuman melihat kedua sahabatku seperti itu. Saranghaeyo chingu~aa. Klek.. aku membuka pintu kamar, dan tersenyum ke arah mereka aku berlari memeluk keduanya. “gomawo chingu~aa, kkugae saranghae.. hahahaha.” Ujarku di ikuti tawa ji eun dan hye won.

~author POV~

Karena observasi telah di selesaikan kemarin jadi hari ini seluruh siswa bebas bersantai dan jalan2, ji eun, ji yeon dan hye won jalan2 bersama, mereka bercanda dan mengobrol akrab selayaknya sahabat. “hey changkaman” panggil para anggota JSB dan gongchan pada ji yeon, ji eun dan hye won, sontak membuat ketiga yeoja itu menoleh. Para namja itu berjalan mendekati ji yeon, ji eun dan hye won. “kalian mau keman? Kami ikut ya?” kata baro. “ne, kajja.” sahut ji eun halus. “ya! gongchan~aa, kau mau kemana? Heoh?” suara CNU menghentikan langkah mereka. “eh, hyung.”

kita harus mempersiapkan penutupan observasi sebentar malam.”

hung.. ku mohon,,, kali ini,, saja, aku jalan2 sebentar setelah itu baru bekerja lagi, ne?” Gongchan memandang CNU dengan tatapan memohon.

hey, galak, bisakah kau biarkan gongchan jalan2 dengan kami sebentar, lagi pula kita jalan2nya cuman sebentar kok.” Ujar ji yeon.

ne, kali ini saja, kau ikut saja jaln2 dengan kami, setelah itu kami akan membantumu mempersiapkan acara penutupan observasi, ne?” sambung ji eun.

hu’um, ayolah, kali ini saja..” lanjut hye won, yang di ikuti anggukan dari baro, jin young, sandeul dan gongchan, membuat CNU mengangguk pasrah. “yeayyy..” mereka bersorak. “noe, jangan memanggilku galak, araseo.” Kata CNU menatap ji yeon kesal. “ne CNU galak.” Sahut ji yeon tersenyum meledek. “YA!”

aku kan tidak memanggilmu galak, tapi CNU galak. Hahahahahaha.”

Setelah selesai jalan2 mereka berdelapan mempersiapkan acara penutupan observasi nanti malam.

Malam harinya…

~sandeul POV~

ini,,,” aku menyodorkan minuman pada ji eun dan duduk di sampingnya. “gomawo,” sahutnya. “ji eun~aa”

ne..”

kuharap Susana kita tidak canggung seperti ini.”

ne?”

walaupun kita sudah tidak pacaran lagi, ku harap kita tetap akrab sebagai sahabat, bisakah?”

uhm. Bagaimana pun dulu kita pernah sangat dekat. Hmmpphh gurae, mulai sekarang kita adalah sahabat.” Ujarku mengacungkan jari kelingkingku. “ne, sahabat.” Sahut sandeul sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jariku.

~author POV~

Keesokan harinya seluruh siswa berangkat menuju seoul high school. Kali ini jin young dan baro sama2 tidak memiliki kesempatan untuk duduk di samping ji yeon karena di sana sudah ada CNU yang duduk di samping ji yeon, ne walaupun mereka sering bertengkar tapi pertengkaran mereka yang membuat mereka semakin akrab. Di tengah perjalanan seperti biasanya ji yeon tertidur dan kali ini, pluk,, kepala ji yeon jatuh di bahu CNU.

~CNU POV~

Pluk,, kepala ji yeon jatuh di bahuku yang berhasil membuat jantungku berdetak 100 kali lebih cepat. Ottokhe? Dasar yeoja ini. Aish, jjinjja. walau dalam keadaan tidur yeoja ini juga tetap terlihat cantik.

Seminggu kemudian…

~author POV~

gongchan~aa, bagaimana? Apa siswa2 yang akan tampil di acara pembukaan kelas seni sudah mulai latihan?” Tanya CNU. “ne, hyung aku mereka ada di ruang latihan sekarang.” Sahut gongchan.

@ruang latihan

~ji yeon POV~

Setelah latihan untuk acara pembukaan kelas seni, siswa2 yang akan tampil di acara itu segera pulang, yang tersisa hanyalah aku dan jin young. “jin young~aa, ayolah ku mohon tunjukan dancemu, ne?” aku menarik lengan baju jin young. “shireo..”

ayolah… ne? ne?” aku terus membujuk jin young.

baiklah, tapi kau juga harus ikut menari bersamaku.”

Backsound : MBLAQ – if love goes (version A)

baik, kajja.” Aku dan jin young menari bersama dengan lagu co-ed – too late, menurutku lagu itu sangat pas. “huft..” aku duduk dan meneguk minuman setelah lelah menari. “tarianmu bagus juga,” lanjutku. “tentu saja? Hahaha” jin young mengambil posisi duduk di sampingku. “huh, tingkat PD mu tinggi sekali.”

tapi benar kan..”

ne… puas??”

hhhh..” jin young menyunggingkan senyuman di wajah tampannya, pantas saja dia punya banyak fans. Kami terdiam sejenak dan saling pandang perlahan jin young mendekatkan wajahnya ke wajahku…

TBC

SEOUL in love part1

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast :

ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~author POV~

Back sound: seoul song –SNSD & SUJU

Di ruang latihan suatu SMA ternama di jepang, seorang yeoja berparas cantik nan imut sedang menari dengan lihainya di iringi lagu hip hop, gerakan yang selaras dengan music menyunggingkan senyuman di bibir mungilnya. Di tempat lain, tepatnya di SMA ternama korea, tiga orang namja yang tergabung dalam satu band sedang berlatih dengan alat musiknya masing2. Masih di Negara dan SMA yang sama di ruang latihan seorang yeoja manis sedang berlatih menari balet, setiap gerakan tubuhnya menandakan ia sudah sangat lancar dengan tarian tsb. Sementara itu di ruangan OSIS dua orang namja sedang berkutat dengan tugas nya masing2, dan di sekolah inilah mereka semua memulai kisahnya.

=Introducing scene=

~park ji yeon POV~

Annyeong hasaeyo ji yeon imnida, aku adalah yeoja korea yang bersekolah di sebuah SMA ternama jepang di sini aku tinggal sendirian karena keluargaku tinggal di korea, orang tuaku adalah pengusaha salah satu perusahaan besar di korea, aku sangat gemar menari terutama hip hop tapi dasarnya aku suka segala macam tarian, hip hop, break dance, bahkan balet.

~jin young POV~

Annyeong, jin young imnida aku adalah siswa di salah satu SMA ternama di korea namanya seoul high school. aku tergabung dalam satu band, namanya JSB hehehe aneh ya namanya? Ne, itu singkatan namaku dan teman2 satu band ku, bukannya mau pamer tapi, band kami cukup terkenal di kalangan anak sekolah, kami bertiga juga berasal dari keluarga berkecukupan bahkan bisa di bilang sangat berkecukupan. Selain menyanyi aku juga suka menari, sebelum membentuk band bersama baro dan sandeul aku sering mengikuti beberapa lomba dance, tapi setelah bergabung dalam band aku putuskan untuk focus menyanyi.

~Baro POV~

Annyeong hasaeyo baro imnida aku bersekolah di salah satu SMA ternama di korea, namanya seoul high school. Aku bergabung dalam satu band yang cukup terkenal di kalangan anak sekolah, hehehe maaf pamer.. hihihi aku juga suka menari sama seperti jin young, tapi kegemaran kami menyanyi lebih besar sehingga kami memilih untuk mengasah kemampuan menyanyi dengan membentuk band.

~lee ji eun POV~

Annyeong hasaeyo lee ji eun imnida tapi ada juga yang sering memanggilku IU, aku bersekolah di seoul high school, SMA yang cukup terkenal di korea. Aku sangat senang menari balet, tak ada hari tanpa latihan menari balet. Oh ya, aku punya namjachingu yang juga bersekolah di tempat yang sama denganku namanya sandeul, dia tergabung dalam band yang namanya JSB dan aku tidak suka hal itu, dia jadi lebih banyak waktu untuk band nya di banding belajar yang membuat prestasi nya turun, teman2 nya pun tidak begitu berprestasi dalam bidang akademik, dan satu lagi aku tidak suka dia punya banyak fans wanita.

~gong chan POV~

Annyeong hasaeyo, gongchan imnida aku seorang siswa di seoul high school. Aku bergabung dalam organisasi yang di sebut OSIS di sekolahku. Aku suka belajar bagiku mempelajari sesuatu seperti memecahkan misteri karena dengan mempelajari sesuatu, rasa ingin tahu ku dapat teratasi, hal itu membuatku mendapatkan banyak prestasi di bidang akademik.

~sandeul POV~

Annyeong, sandeul imnida aku bersekolah di seoul high school. Aku bergabung dalam band yang di beri nama JSB *author ngarang abis*, apa namanya aneh? Hehehehe aku sangat senang menyanyi, dan kurasa itu lah kelebihanku, mengingat kalau aku tidak berprestasi di bidang akademik, band ku cukup terkenal di kalangan anak sekolah. Aku punya seorang yeojachingu namanya lee ji eun, gadis yang manis tapi sering ngomel dan aku sangat menyayanginya. Ji eun sangat gemar menari balet, saat dia sedang menari balet jangan harap dia akan mempedulikan orang yang ada di sekitarnya.

~shin dong woo POV~

Annyeong hasaeyo shin dong woo imnida tapi orang2 sering memanggil ku CNU, aku terdaftar sebagai seorang siswa di seoul high school. Aku menjabat sebagai ketua osis di sekolah ku, mungkin karena aku banyak berprestasi di bidang akademik jadi banyak yang memilihku sebagai ketua osis, tapi sungguh posisi itu benar2 menguras tenaga ku.

=Introducing scene end=

~ji eun POV~

ji eun~aa, changkaman,,” aku terus mengacuhkan panggilan sandeul dari belakang. “ji eun~aa.” Langkahku terhenti saat sandeul menahan tanganku. “wae?” tanyaku ketus. “ji eun~aa jebal dengarkan aku dulu, aku tidak bermaksud membatalkan kencan kita tapi malam ini aku harus tampil dengan band ku.” Jelas sandeul. “ne, ne.. araseo. Kau uruslah BAND MU itu, dan lupkanlah kalau kita pernah membuat janji malam ini.” Aku pergi meniggalkan sandeul, aku sangat kesal padanya sekarang bagaimana tidak, selalu saja begitu membatalkan janji hanya untuk band kesayanganya itu. Huh!

~sandeul POV~

aish! Ji eun~aa” aku terus memanggil ji eun yang sudah berjalan jauh meninggalkanku, aish! Lagi2 1marah, ku tending kaleng minuman yang ada di lantai. “augh!” aih, apa kaleng yang ku tendang tadi mengenai orang. Seorang namja berjalan ke arahku sambil mengelus-ngelus kepalanya dengan tangan kiri yang memegang kaleng minuman yang ku tendang tadi. “mianhe.. apa kalengnya mengenai mu?” kataku sedikit memastikan walaupun memang sudah jelas2 iya. “uhm ne..” jawabnya. “jeongmal mianhe. Gwenchana?” tanyaku. “ne, nan gwenchana. Kau sandeul kan?” tanyanya memastikan, woah.,, aku terkenal juga.. hihihi. “ne..”

annyeong, gongchan imnida. Aku wakil ketua osis, kebetulan bertemu denganmu, apa bisa kau ikut denganku keruang osis?”

mwo? Untuk apa?”

osis akan menyelenggarakan acara dan kami ingin band JSB tampil di acara itu, oh ya, kau apa kau bisa meminta teman2mu untuk ke ruang osis juga?”

oh, ne.” aku pun pergi bersama gongchan ke ruang osis. Stelah menunggu beberapa menit akhirnya baro dan jin young datang dan di ikuti ketua osis. “annyeong, shin dong woo imnida, sebagai ketua isis aku ingin meminta langsung pada kalian untuk tampil di acara yang akan di selenggarakan oleh osis.” Kata shin dong woo to the point.

~jin young POV~

annyeong, shin dong woo imnida, sebagai ketua isis aku ingin meminta langsung pada kalian untuk tampil di acara yang akan di selenggarakan oleh osis.” Kata shin dong woo to the point. Wuahhh rejeki emang gak kemana, hihihihi. “uhm, kapan acaranya akan di selenggarakan?” tanyaku. “uhm, acaranya di selenggarakan pada saat pembukaan kelas seni di sekolah ini, tepatnya tanggal 23 mei.” Jawab namja yang sering di panggil CNU ini. “bagaimana? Apa kalian bisa?” kini wakil ketua osis, gongchan angkat bicara. “kami rundingkan dulu nanti setelah kami sepakat baru kami hubungi kalian.” Sahut baro. “gurae, setelah kalian putuskan hubungi aku.” Kata gongchan ramah, maklum saja dia kan lebih muda dariku, hanya saja dia melompat kelas karena kemampuan otaknya. Aku, sandeul dan baro keluar dari ruang osis.

~Baro POV~

ya, baro~aa tumben kau bisa mengambil keputusan yang bijaksana seperti tadi.” Ujar jin young tersenyum geli padaku. “YA! Maksudmu apa? Heoh?” sahutku kesal dan menjitak kepala jin young. “ya!” ringgisnya kesal. “wae?” kataku tersenyum meledek dan berlari meninggalkannya dan sandeul. “YA! Awas kau!” kata jin young kesal dan mengejarku. “HAHAHAHAHA, ya! Jin young~aa tamapangmu lucu sekali. Wuahahaha” tawaku membahana di koridor sekolah. “dasar kekanak2kan.” Sandeul angkat bicara dan ikut mengejar jin young yang juga sedang mengejarku.

Back sound: B1A4 –Bling girl

~ji yeon POV~

Hhmmmmmphhh… rasanya sudah lama aku tidak menghirup udara segar korea, ne mulai hari ini aku akan menetap di seoul dan tentu saja aku juga akan bersekolah di sini. Aku melangkah di lantai bandara

Incheon sambil mengunyah permen karetku. “nona, ji yeon kan?” Tanya seorang pria yang kira2 seumuran dengan appaku. “ne, nugusaeyo?”

saya supir yang di suruh ayah anda untuk menjemput anda ke seoul.”

uhm, gurae, di mana mobilnya?”

di sana, nona” katanya sambil menunjuk mobil sedan berwarna hitam.

bisa berikan padaku kunci mobilnya.”

ye?”

kuncinya, aku minta kuncinya.”

tapi,”

tenanglah aku hanya ingin menyetir mobil saja.”

baiklah, ini.” Katanya sambil menyerahkan kunci mobil padaku. Setelah mendapat kunci mobilnya aku segera berlari ke mobil dan memasukan koperku ke dalam bagasi dan menancap gas menuju seoul tentu saja tanpa supit itu, ne, aku meninggalkannya di bandara. “annyeong.” kataku melambaikan tangan dari dalam mobil pada supir itu. Sungguh menyenangkan, aku mengeluarkan flashku yang brisi lagu favoritku dan kuputar musiknya kencang2 di dalam mobil, aku meninggalkan korea hanya 2 tahun so, aku masih sangat hafal jalan2 di sini. Yeah, aku sudah sampai di seoul, aku terus mengendarai mobil sambil menggoyagkan kepalaku mengikuti alunan lagu. Cckiitt… omona! Apa aku menabrak seseorang, aku segera turun dari mobil.

~Baro POV~

Aku sedang berjalan dan saat aku menyebrang jalan yang sunyi tiba2.. cckkiitt…. Auh! Aku hamper tertabrak Sebuah mobil sedan berwarna hitam, huft untung saja aku cepat tanggas, tapi tetap saja aku terjatuh, seorang yeoja turun dari mobil itu dengan wajah panik, “mianhe, gwenchana?” Tanya yeoja cantik itu. “ne,, auh..” tangan ku sedikit memar, tapi tidak parah. “aih, jeongmal mianhe..” yeoja itu membungkuk 90 derajat dan segera masuk ke dalam mobil dan melaju dengan mobil sedan itu, chankkaman, dia menjatuhkan gantungan HPnya. “chankkanmanyo..” aku berusaha memanggilnya, tapi sudah sangat jauh. Ku harap aku bisa bertemu dengannya lagi. Yeoja yang lucu, hihihi

~ji yeon POV~

Huft.. untung aku bisa lari, semoga dia tidak menghafal plat nomor mobilku dan wajahku. Aish! Pabboya! Kenapa tadi aku malah turun dari mobil, ku harap aku tidak bertemu dengannya lagi. Sudahlah. Lebih baik aku segera ke rumah dan istirahat karena besok aku harus mulai masuk sekolah baruku.

Keesokan harinya…

~author POV~

Seperti biasa semua orang melakukan kegiatan sehari2 mereka, begitu pun dengan siswa siswi seoul high school. Dan hari ini adalah hari pertama ji yeon masuk sekolah barunya yaitu seoul high school.

~ji yeon POV~

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah, dengan santai aku masuk ke ruangan yang akan menjadi kelas ku di seoul high school. “annyeong hasaeyo ji yeon imnida, aku pundahan dari Tokyo high school. Banggapsumnida.” Aku memperkenalkan diri di depan kelas sambil membungkukkan badan. “kau pindahan dari Tokyo tapi bisa bahasa korea dengan lancar.” Seru seorang siswa. “aku asal korea dan bersekolah di jepang, jadi aku lancar bahasa korea.” Jelasku tersenyum. “neomu yeopo.” Seru seorang siswa dan di ikuti seruan siswa2 lainnya. Woahh, kepalaku bisa pecah kalau begini. Aku hanya membalas dengan senyuman, dan segera duduk di tempat yang kosong. Waktu istirahat ku gunakan untuk berlatih dance di ruangan latihan di sekolah yang tergolong mewah ini. Seperti biasa aku melakukan beberapa gerakan breakdance dan hip hop. “chogiyeo..” suara lembut seorang yeoja, membuyarkan konsentrasiku saat menari.

~lee ji eun POV~

Hari ini aku masih marahan dengan sandeul, dari pada bosan lebih baik aku latihan balet saja, aku segera berjalan menuju ke ruang latihan, aku melirik ke dalam ruangan, di sana ada seorang yeoja yang baru kuluhat sedang melakukan beberapa gerakan tarian break dance dan hip hop, gerakannya selaras dengan alunan musik. Dia sepertinya sangat mahir menari wajahnya juga cantik, ku putuskan untuk masuk ke dalam ruangan latihan. “chogiyeo..” kataku pelan. Yeoja itu berbalik dan menatapku “ne…” sahutnya. “apa kau mau menggunakan ruangan ini?” tanyanya. “uhm, ne,”

uhm, baiklah aku pergi dulu.” Katanya.

ani,, kau latihan saj dulu, aku mau ganti baju dan pemanasan dulu.”

gurae.” Sahutnya sambil melanjutkan dance nya.

Beberapa menit kemudian…

~author POV~

Setelah ji eun selesai ganti baju dan pemanasan ji yeon menghentikan dance nya. “kau sudah selesai?” Tanya ji eun. “ne.. dilihat dari pakaianmu, kau mau menari balet ya..” tebak ji yeon. “uhm,” ji eun mengangguk. “woah… bisa kau ajari aku menari balet? Aku suka sekali menari, apapun tariannya, tapi aku tidak terlalu mahir kalau tarian balet.” Ujar ji yeon. “dengan senang hati,” sahut ji eun sambil tersenyum.

oh ya, park ji yeon imnida, kau bisa panggil aku ji yeon. Neo?”

lee ji eun imnida, aku biasa di panggil ji eun tapi ada juga yang memanggilku IU. Banggapseumnida.” Ji eun setengah membungkuk.

na do, banggapseumnida.”

kajja, kita mulai.”

uhm” ji yeon mengangguk semangat. Ji yeon dan ji eun berlatih menari balet bersama, sambil sedikit bercanda. Mereka terlihat sangat akrab walaupun baru bertemu. Ji yeon senang ada yang mengajarinya tentang balet, ji eun juga senang ada yang menemaninya latihan balet.

~ji yeon POV~

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah, tapi aku sudah bertemu dengan seorang yeoja yang menurutku sangat baik untuk menjadi teman. Ji eun nama yang indah kan? Ne, seperti orangnya, manis dan lucu. “ji eun~aa gomawo.” Ujarku sambil duduk karena kecapek’an latihan.

~ji eun POV~

Hari ini aku bertemu dengan seorang yeoja yang berbeda dan sangat baik walaupun saat pertama aku melihatnya, dia terkesan cuek tapi dia sungguh menyenangkan. Ji yeon, namanya cantik bukan? Seperti orangnya yang cantik dan menyenangkan. “ji eun~aa gomawo.” Ujarnya sambil duduk. “ne, na do, gomawo ji yeon~aa”

waeyo?”

karena telah menemani ku latihan balet.” Sahutku tersenyum padanya.

oh, yak au hebat sekali menari balet, aku salut..”

jeongmal? Gomawo.. kau juga, saat kau menari break dance dan hip hop aku sampai terkagum-kagum.”

jjinjja? woah.. kepalaku bisa pecah kalau begini. Hahahahaha” serunya sambil tertawa lepas.

hahahahahaha..” aku ikut tertawa mendengar gurauan nya. “oh ya, bagaimana kalau kita lanjutkan latihannya setelah pulang sekolah.” Lanjutku.

uhm ne. aku tunggu kau di tempat ini ya.” Ji yeon mengangguk.

uhm, sampai ketemu ya, annyeong.” aku berlari ke kelas sambil melambaikan tangan padanya.

~ji yeon POV~

Sesuai janji aku menunggu ji eun di ruang latihan sepulang sekolah, tapi dia belum datang juga, ku putuskan untuk mencarinya di sekeliling sekolah. “cheogiyeo, apa kau tau ji eun atau IU?” tanyaku pada seorang siswi. “oh ji eun, ne aku mengenalnya. Wae?”

uhm, biasanya jam segini dia ada di mana ya?”

mungkin ada di ruang music.”

oh, ne. gamsahamnida.”

Aku segera menuju ruang music, ‘apa ji eun juga suka menyanyi?’ batinku sambil terus berjlan, setelah sampai di muka pintu ruang music aku segera membuka pintu nya dan… OMONA! Itukan namja yang ku tabrak kemarin.

TBC

mian, author kaga ada gambarnya si sanduelsama CNU heheheehe .. gimana? gaje? or? kependekan ya? *si author banyak nanya deh.* jangan lupa ninggali jejak ya…