Arsip Tag: krystal

[Oneshoot] 2013

 
Author : choi hee young
 
Cast :
park jiyeon T-ARA – kim myung soo INFINITE
bae suzy MISS A – hoya INFINITE
lee ji eun (IU) – yoo seung ho
jung krystal F(X) – lee taemin SHINEE
 
genre : romance
 
length : oneshoot
 
backsound : snsd – all my love is for you
 
note : annyeong, aku dateng lagi setelah sekian lama ga nongol.  aku bawa ff oneshoot special menyambut tahun 2013. Dan buat ff yang belom sempet aku lanjutin, aku minta maaf ya, semoga kalian masih menunggu ff ku. Gomawo. Happy reading~ and  HAPPU NEW YEAR EVERYONE~^^

Lanjutkan membaca [Oneshoot] 2013

Iklan

The Return of EXO planet part 6

Author : choi hee young

Length : chaptered

Rating : PG

Genre : fantasy, romance (maybe)

Cast :

EXO members (especially sehun, kai, baekhyun, tao dan luhan, soalnya mereka bias aku, :3 hehe :D)

Park ji yeon T-ARA

Support cast :

Krystal f(x)

Backsound :

EXO – MAMA

EXO – into your world (Angel)

EXO – History

T-ARA – Day by Day

T-ARA – Don’t Leave

Di setiap chapter Author bakalan tetep ingetin kalo disini ceritanya jiyeon, tao dan D.O seumuran sama krystal, kai dan sehun, biar para reader ga pada bingung.

Lanjutkan membaca The Return of EXO planet part 6

Ugly or Pretty part 12 (END)

Ugly or Pretty part 12 (END)

Author : choi hee young
Length : chaptered
Genre : romance
Cast : Park ji yeon T-ARA
            Jung jinyoung B1A4
             Lee ji eun / IU
             Key shinee
             Suzy Miss A
             L.joe Teen Top
              Gongchan B1A4
              Baro B1A4
Support cast : Chunji Teen Top
                            Sulli f(x)
                            Krystal f(x)
Lanjutkan membaca Ugly or Pretty part 12 (END)

The Return of EXO planet part 5

The Return of EXO planet part 5

 

 

Author : choi hee young

 

Length : chaptered

 

Rating : PG

 

Genre : fantasy, romance (maybe)

 

Cast :

EXO members (especially sehun, kai, baekhyun, tao dan luhan, soalnya mereka bias aku, :3 hehe :D)

Park ji yeon T-ARA

 

Support cast :

Krystal f(x)

 

Backsound :

EXO – MAMA

EXO – into your world (Angel)

EXO – History

T-ARA – Day by Day

T-ARA – Don’t Leave

 

Di setiap chapter Author bakalan tetep ingetin kalo disini ceritanya jiyeon, tao dan D.O seumuran sama krystal, kai dan sehun, biar para reader ga pada bingung.

 

~Author POV~

“eu, sepertinya aku harus pergi, sehun sudah menungguku. Annyeong.” jiyeon berlalu dari hadapan mereka. “sedekat itukah dia dan sehun?” gumam baekhyun. Sesampai di parkiran, di sana sehun bersama lay dan suho. “jiyeon~aa.” Panggil sehun melihat jiyeon datang, yeoja itu mendekat dengan ragu, pasalnya baru beberapa saat lalu dia bertemu d.o, cheonyeol, dan chen yang juga adalah salah satu dari 12 namja di mimpinya, sekarang dia melihat dua orang lagi, sekarang lengkaplah 12 namja itu di pikiran jiyeon. “k, kau sudah lama menunggu?” Tanya jiyeon ragu. “ani, baru 15 menit.” Sahut sehun enteng. “oh, kenalkan chinguku, suho hyung dan lay hyung.” Kata sehun, lay dan suho memperkenalkan diri masing-masing. “jiyeon imnida.” Kata jiyeon.  “banggapta jiyeon.” Kata suho ramah. “ne, nado banggapta.” Sahut jiyeon. “sehun~aa, kita harus pergi.” Kata suho. “ne, kami masih punya satu mata kuliah lagi.” Lanjut lay. Dan mereka berdua pun pergi meninggalkan jiyeon dan sehun.

 

—————-

 

~jiyeon POV~

Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, aku selalu sendiri di apartemenku, tanpa teman dan keluarga, yahh inilah hidupku, penuh dengan kesendirian tanpa kasih sayang, miris, hidupku benar-benar miris, kedua orang tuaku bercerai di saat aku berumur 14 tahun, sejak saat itu aku hidup sendiri di korea tanpa sanak saudara di apartemen ini. kedua orang tuaku tinggal di luar negri bersama keluarga baru mereka dan hidup bahagia, melupakanku di sini, tidak peduli aku bahagia atau tidak, mereka hanya mengirimku uang, tanpa mengunjungiku. 6 tahun aku lalui hidupku seperti ini, datar dan sepi. Aishh! Aku benci harus mengingat semua itu!!

 

~Author POV~

TING, TONG… bunyi bell apartemennya menyadarkan jiyeon dari lamuanannya. “siapa yang datang malam-malam begini?” gumamnya beranjak dari sofa menuju pintu. Kleekk.. begitu pintu terbuka, silau.. itulah yang jiyeon rasakan, reflex yeoja itu segera menutup kedua matanya. “e, eoh.” Suara seseorang yang ia kenal membuatnya membuka kembali matanya. “b, baekhyun oppa..” pekik jiyeon. “annyeong jiyeon~aa..” sapa baekhyun tersenyum lebar.

 

~baekhyun POV~

TING, TONG… aku memencet bell apartemen jiyeon, sambil menunggu jiyeon membuka pintu, aku iseng memainkan kekuatanku, yang biasa di sebut lunarkinesis atau pengendali cahaya. “e, eoh.” Pekikku saat melihat jiyeon sudah berdiri di depan pintu sambil menutup kedua matanya. Kiyowo.. aku segera menghentikan aksiku bermain dengan cahaya, bisa-bisa jiyeon takut. “b, baekhyun oppa..” seru jiyeon. “annyeong jiyeon~aa..” aku tersenyum lebar padanya. “I, itu tadi apa??” Tanya jiyeon bingung. “mwoga?” tanyaku bodoh. “tadi.. sesuatu yang membuat mataku silau itu apa?” tanyanya lagi. Ah, matta! Aigoo~ kalau jiyeon tahu dia pasti akan takut. “eoh.. itu… itu senter, aku hanya memainkannya tadi. Hehehe..” kugaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali. “oh..” jiyeon ber-oh ria.

 

~Author POV~

“oppa, kau tahu dari mana alamatku?” Tanya jiyeon. “dari sehun.” Sahut baekhyun enteng. “sehun..?” jiyeon mencerna jawaban baekhyun. “jiyeon~aa.” Panggil seseorang yang tak lain adalah sehun, di belakangnya sudah ada 10 namja tampan yang ikut melambai pada jiyeon memamerkan senyum manis mereka, sungguh pemandangan yang dapat menyehatkan mata. “jiyeon~aa, annyeong.” mereka mendekat. “a, annyeong.” sapa jiyeon masih tak percaya 12 namja yang dulu hanya ada dalam mimpinya kini berdiri dihadapannya sambil tersenyum. “kau tidak mempersilahkan kami untuk masuk?” Tanya cheonyeol membuyarkan lamunan jiyeon. “ne? e, kajja, masuklah.” Jiyeon mempersilahkan, dan kini apartemen jiyeon yang mewah telah di penuhi oleh namja-namja tampan nan rupawan. “jiyeon~aa, kau bisa memasak? Kami membawakan banyak bahan makanan.” Xiumin memperlihatkan 2 tas besar berisi bahan makanan. “ne? bisa. Sedikit.. hehehe.” Kata jiyeon malu, dia hanya bisa memasak ramen dan nasi, daebak bukan? Seorang yeoja hanya bisa memasak ramen dan nasi? “wuahh.. jinjja? Aku tidak sabar merasakan kimchi buatanmu..” celetuk chen. “ne? kimchi?” jiyeon terbelalak. ‘ottokhae? Aku tidak tahu cara membuat kimchi.’ Pikir jiyeon. “eoh, kimchi. Wae?” Tanya kai. “e, e, aku.. aku hanya bisa masak ramen dan… nasi.” Jiyeon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “mwo? aigoo~ ckckck, seorang yeoja hanya bisa memasak itu?” cibir Tao berhasil membuat jiyeon melemparkan death glare nya pada namja tampan itu. “ramen? Gurae, masak itu saja, aku sangat suka ramen. Hehe.” Kata suho berbinar-binar. “ck. Dasar maniak ramen.” Cibir kris. “aniya. Bisa-bisa kembung kalau makan ramen. Jiyeon~aa, biar aku saja yang memasak.” Kata D.O beranjak dari duduknya menuju dapur. “biar kubantu.” Seru jiyeon hendak menghampiri D.O di dapur tapi tangan lay menahan bahunya. “biar aku saja yang membantunya.” Ujar lay tersenyum kalem nan menawan, lay akhirnya kedapur dan membantu D.O memasak. Jiyeon mengambil posisi duduk di samping sehun. “ikut aku.” Bisik jiyeon pada sehun. “emm. Anggap saja rumah sendiri, lakukan yang membuat kalian nyaman.” Ujar jiyeon tersenyum tulus, entahlah dia merasa bahagia malam ini apartemennya menjadi ramai seketika. “andwae!” pekik suho. “jangan berkata begitu pada anak-anak tidak tahu diri ini, mereka akan berbuat seenak jidat dan me-“ ucapan suho terhenti karena sumpalan roti yang di suapkan xiumin ke mulutnya. “YA!” sentak suho saat melepaskan roti itu dari mulutnya. “hehehe.” Xiumin hanya nyengir dan brukk!! Bantal sofa jiyeon mendarat tepat di wajahnya akibat di lempar suho. Jiyeon terkikik geli melihat tingkah suho dan xiumin. “gurae, aku tinggal dulu ya..” ujar jiyeon berlalu meninggalkan mereka. Sehun dan jiyeon sekarang sedang berdiri di beranda aprtemen jiyeon. “kau yang mengajak mereka kemari?” Tanya jiyeon. “uhm.” Sehun membenarkan. “wae?” Tanya jiyeon lagi. “sudahlah jiyeon, aku tahu kau kesepian, sendiri di apartemen, kau butuh teman, dan krystal tidak mungkin menemanimu setiap waktu. Dan kami datang untuk menemanimu.” Ujar sehun sukses membuat jiyeon terdiam. “gomawo.” Kata jiyeon pelan. Sehun tersenyum simpul lalu mengusap puncak kepala jiyeon. “kajja.” Sehun menarik lembut lengan jiyeon kembali ke ruang tempat chingu-chingu nya berkumpul. Entah angin apa yang membuat jiyeon, si yeoja pendiam dan dingin menjadi friendly dan hangat, dia mengobrol banyak hal dengan para Exoris (kris dkk). Mereka juga merasa nyaman dengan jiyeon, cara yeoja itu bicara, tersenyum, tertawa dan cemberut membuat mereka terksima, semua ekspresi jiyeon tersimpan dan mendapat tempat sendiri di memori mereka. Saat cheonyeol dan baekhyun melakukan hal-hal konyol, jiyeon tertawa lepas tanpa beban, mata indahnya sekan ikut tersenyum,  saat jiyeon bicara semua diam mendengarkan seakan tak ingin melewatkan satu katapun yang keluar dari bibir mungilnya, dan saat jiyeon cemberut ketika Tao meledeknya, membuat mereka gemas dengan tingkah yeoja cantik itu. Tak butuh waktu lama yeoja itu berhasil masuk ke memori dan hati mereka mengisi tempat special yang kosong tapi mereka belum menyadarinya. Sehun tersenyum menatap jiyeon.

 

~cheonyeol POV~

Kurasa aku menyukainya..

 

~kris POV~

Senyum nya terlalu manis untuk di lewatkan..

 

~suho POV~

Sadarkan aku kalau ini hanya mimpi, dia sungguh indah untuk kehidupan nyata.

 

~Xiumin POV~

Kiyowo…^^

 

~D.O POV~

Satu kata untuk menggambarkan jiyeon.. sempurna..

 

~Chen POV~

Dia benar-benar malaikat…

 

~Lay POV~

Tuhan begitu teliti menciptakan yeoja ini…

 

~Kai POV~

Bagaimana bisa aku senyaman ini bersama seorang yeoja selain soojung..?

 

~Tao POV~

Sial.. kenapa dia terus tersenyum seperti itu.. benar-benar err.. yeoppo..

 

~Baekhyun POV~

Perasaan ku sejak awal memang tak pernah salah..

 

~Luhan POV~

Park jiyeon, kau membuat pikiranku kacau..

 

~Sehun POV~

Oh tuhan, tolong aku, kurasa darahku mengalir deras, otakku seakan berhenti berkerja, tubuhku melemas saat melihat jiyeon tersenyum.

 

—————-

 

~Jiyeon POV~

Dua namja itu berjalan santai, di belakang mereka ada 4 buah mobil berwarna hitam mengikuti mereka, perlahan kecepatan mobil-mobil itu bertambah. “andwae! Mereka mau menabrak kalian, kai~aa, xiumin oppa, palli lari!!” aku berusaha berteriak tapi kurasa mereka tak mendengar. Mereka berlari terus berlari, tiba-tiba kai berhenti dan menatap xiumin oppa. Mereka menghadap mobil-mobil itu lalu mengalihkan pandangan ke langit, gerhana, gerhana matahari. Perlahan semua menjadi gelap dan… “aish.. mimpi lagi.” Gerutuku. Apa sebenarnya maksud dari mimpi-mimpi ku?? Kenapa mereka yang selalu hadir di mimpiku sekarang ada di kehidupan nyata ku??

 

TBC

huaaahhh demi apa ini part pendek banget. -_- mianhe readers,, part ini emang parah banget. -,- author lagi buntu banget otak nya.. hehe RCL yaaaaaaaaa 😀

The Return of EXO planet part 4

The Return of EXO planet part 4

 

Author : choi hee young

 

Length : chaptered

 

Rating : PG

 

Genre : fantasy, romance (maybe)

 

Cast :

EXO members (especially sehun, kai, baekhyun, tao dan luhan, soalnya mereka bias aku, :3 hehe :D)

Park ji yeon T-ARA

 

Support cast :

Krystal f(x)

 

Backsound :

EXO – MAMA

EXO – into your world (Angel)

EXO – History

EXO – Machine

 

Di setiap chapter Author bakalan tetep ingetin kalo disini ceritanya jiyeon, tao dan D.O seumuran sama krystal, kai dan sehun, biar para reader ga pada bingung. Dan di ff ini Author masukin tentang kekuatan-kekuatannya para member EXO sesuai yang di MV mama.

 

~suho POV~

Dari jarak yang tidak terlalu jauh,aku memperhatikan sehun yang sedang memeluk seorang yeoja. ‘siapa yeoja itu?’ aura disini juga rasanya aneh, kekuatan itu, aku seperti merasakannya di sekitar sini.

 

~sehun POV~

Jiyeon sudah tenang sekarang, wajah cantiknya sudah tidak pucat lagi, aku senang melihatnya. “aku mau pulang.” Ujarnya. “gurae, berikan kunci mobilmu, biar ku antar kau pulang.” Kataku. “tidak usah.” Tolaknya. “gwenchana.” Sahutku dan dia pun memberikan kunci mobilnya padaku. Dia sekarang bersikap lebih lunak padaku dan itu membuatku eerr, senang..

 

~Author POV~

Menjelaskan alamat apartemennya pada sehun. Dalam perjalan jiyeon tertidur, yeoja cantik itu terlalu lelah dengan yang terjadi padanya 2 hari ini, pikirannya begitu lelah membuatnya tertidur lelap. “jiyeon~aa, sudah sampai. Ini apartemenmu kan?” kata sehun saat mereka sudah berada di depan gedung apartemen jiyeon, tapi yeoja itu masih tertidur lelap di jok mobil tepat di samping sehun. Sehun menatap jiyeon yang sedang tertidur, di perhatikannya wajah polos yeoja ini saat tertidur, benar-benar seperti malaikat. ‘kau membuatku ragu untuk membawamu ke planet EXO, jiyeon~aa’ batin sehun masih menatap jiyeon. Cukup lama sehun memperhatikan jiyeon yang tertidur dengan wajah tenang, namun perlahan wajah tenang itu berubah menjadi gelisah peluh membasahi keningnya, sehun mengerutkan keningnya melihat jiyeon yang sepertinya bermimpi buruk.

 

~jiyeon POV~

Aku berjalan di sebuah gang kecil yang gelap, tiba-tiba seseorang berjubah hitam muncul dihadapanku. “s, siapa kau?” tanyaku takut.

aku menjemputmu untuk ikut denganku.”

m, mwo?!? Ya! nugusaeyo?!” sentakku.

kau akan ku bawa ke planetku sebagai persembahan.”

tapi kenapa?? Kenapa harus aku??”

wae? Bukankah kau tidak pernah menghargai hidupmu?”

ani, kehidupanku terlalu berharga untuk kuberikan padamu.” Ucapku berlari menjauhi orang berjubah hitam itu. Tolong aku.. siapa saja, kumohon tolong aku.. “jiyeon~aa, ireona..” suara yang lembut dan menenangkan di ikuti sentuhan lembut di wajahku membawaku kembali. Perlahan kubuka kedua mataku, dan melihat wajah sehun tepat di depanku, sungguh aku sangat tenang saat tau hal mengerikan itu hanya mimpi. “sehun~aa.” Ujarku dan spontan memeluknya, aku benar-benar takut sekarang ini dan berharap seseorang bisa melindungiku. “kau kenapa jiyeon~aa?” Tanya sehun mengusap punggung dan rambutku. “aku takut sehun~aa.” Saat ini aku begitu takut, aku takut mimpiku menjadi nyata. “kau bermimpi buruk?” tanyanya dan aku hanya mengangguk sambil melepas pelukanku. “tenanglah, itu hanya mimpi, eoh?” ujarnya menenangkanku sambil mengelus puncak kepalaku, membuat jantungku berdegup kencang. “kajja, ku antar kau sampai ke apartemenmu.” Ajak sehun. “apartemenmu di lantai berapa?” tanyanya. “lantai tiga.” Sahutku.

 

~sehun POV~

Aku mengantarkan jiyeon sampai didepan aprtemennya. “gomawo.” Ujarnya. “gwenchana, istirahatlah, kau terlihat sangat lelah.” Sahutku tersenyum dan dia membalasnya dengan senyuman yang sangat manis, aku baru sadar, ini pertama kalinya dia tersenyum padaku, membuatku terpaku, aliran darahku seakan berhenti jantungku seras ingin meloncat keluar. Jiyeon sudah masuk kedalam partemennya namun aku masih terdiam di tempat. ‘aku bisa gila kalau seperti ini terus.’

 

—————

 

~Author POV~

Setelah mengantar jiyeon, sehun kembali ke kampus karena suho meminta sehun untuk menemuinya di atap gedung kampus. “hyung, ada apa?” Tanya sehun saat sudah berada di atap kampus dan melihat suho yang sudah berdiri di sana. “sehun~aa, tadi kulihat kau memeluk seorang yeoja, siapa dia?” Tanya suho, sehun terdiam. “siapa yeoja itu sehun~aa? Setahuku selama kita di bumi, tak ada satu pun manusia bumi yang dekat dengan kita.” Kata suho, namun sehun masih diam. “malhaebwa sehun~aa.” Kata suho lagi dengan nada tenang. “apa dia sumber energi bagi pohon kehidupan?” pertanyaan suho tepat sasaran. “hyung.. jangan langsung membawanya ke planet EXO, ne?” mohon sehun. “tapi bagaiman dengan pohon kehidupan?” pertanyaan suho berhasil membuat sehun terdiam. “apa maksudnya ini?” Tanya kris yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu, kris tidak sendiri, dia bersama chen dan lay. Suho dan sehun terdiam melihat kris. “kalian sudah menemukan sumber energi pohon kehidupan?” Tanya chen memperjelas. Tiba-tiba xiumin, cheonyeol dan D.O datang ke atap kampus sambil bercanda. “eoh, rupanya kalian juga ada di sini?” Tanya xiumin, tak lama Tao datang bersama luhan dan baekhyun, lalu tiba-tiba Kai muncul di hadapan mereka. “apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya suho. “kris meminnta kami untuk berkumpul.” Sahut Tao, dia memang tidak pernah memanggil hyung-hyung nya dengan sebutan ‘Hyung’ “tadinya kami ingin membicarakan soal sumber energi bagi pohon kehidupan, tapi ternyata kalian sudah membicarakannya lebih dulu.” Jelas lay. “jadi, apa sumber enrgi itu sebenarnya?” Tanya kris pada suho dan sehun. Baekhyun, luhan, Tao dan kai kaget mendengar pertanyaan kris, karena mereka juga sudah tahu apa sumber energi itu, situasi mulai menegang saat suho maupun sehun tak ada yang membuka suara. “malhaebwa!” sentak kris membuat 11 chingunya kaget terutama sehun dan suho. “hyung..” sehun mulai bersuara. “kumohon, jika ku beritahu, kau jangan langsung membawanya ke planet EXO.” Lanjut sehun. “mwo?! Apa maksudmu? Kita harus menyelamatkan pohon kehidupan, pohon kehidupan semakin melemah dan itu mengancam kelangsungan planet EXO.” Jelas kris. “kau tahu kan, bukan Cuma kita yang membutuhkan energi itu, ada planet lain yang tidak di kenal yang juga membutuhkan energi itu.” Chen mengingatkan, semua terdiam. “hyung…” sehun mencoba untuk memohon. “kita pasti akan mendapatkannya hyung, tapi mungkin belum sekarang.” Baekhyun menenangkan suasana. “kita harus bergerak pelan, agar dia tidak terkejut dan malah pergi.” Kai ikut menenangkan kris. “tapi bagaimana kalau utusan planet lain mendapatkannya?” Tanya kris tajam. “aku akan melindunginya.” Sahut luhan dan mendapat tatapan dari 11 chingunya. “uhm. Aku akan melindunginya.” Kata sehun mantap. “nado.” Kini baekhyun yang angkat bicara. “ya. apa yang kalian bicarakan? Kalian akan melindungi yeoja itu?” Tanya Tao tak percaya. “wae? Apa karena dia telah menamparmu, jadi kau tidak menyukainya?” Tanya kai enteng. “YA!” Tao menatap kai tajam dan hanya di sambut senyuman santai oleh kai. “ya. huang zi tao, jangan pernah mencoba untuk menyakitinya, dia adalah penyelamat planet EXO. Ara?!” kata kris tegas dan Tao mendengus. “ara..” sahut Tao. “itu berarti kau juga akan melindunginya?” Tanya cheonyeol. “mwo?” Tanya Tao. “kita semua disini sepakat untuk melindunginya, bagaimana denganmu?” Tanya xiumin. “aish.. araseo, araseo, aku juga akan melindunginya.” Sehut Tao kesal. “tapi kalian kau harus ingat, jika sudah tiba saatnya gerhana matahari, kita harus membawanya ke planet EXO. Ara?” kris mengingatkan sehun.

 

————–

 

~Jiyeon POV~

Di sini, di dalam kamarku, aku menghabiskan waktuku berjam-jam hingga malam tiba, pikiranku tak tenang, aku,, aku takut kalau mimpiku menjadi kenyataan. Apa maksudnya akan membawaku ke planetnya sebagai persembahan?? Appa, eomma, apa kalian masih mengingatku? Atau kalian sudah bahagi bersama keluarga baru kalian masing-masing? Bogoshiposeo, appa, eomma. Mataku terasa berat, perlahan aku terbawa kealam mimpiku. Kulihat seorang namja dengan pakaian serba hitam, sedang bertarung dengan beberapa orang yang juga berpakaian serba hitam yang menutupi wajah mereka dengan masker hitam. Namja itu sangat lihai menghindari serangan mereka. Dia.. namja itu… TAO?! “YA!” aku mencoba memanggilnya namun sepertinya dia tak mendengarkanku. “YA!” aku tersadar dari mimpiku dan segera bangkit dari tidurku. “T,tao.. diaa… kenapa dia muncul di mimpiku? Ada apa ini sebenarnya?” gumamku. Ku lihat waktu menunjukan pukul 03.00 am. Aku kembali melanjutkan tidurku. Kini aku melihat seorang namja tinggi berpakaian serba putih berjalan menaiki tangga dan sampai di puncak sebuah gedung yang sangat tinggi. Namja itu berdiri di pinggir atap gedung sambil merentangkan tangannya dan menutup kedua matanya seperti merasakan hembusan angin menerpa wajahnya lalu namja itu tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya dari gedung yang sangat tinggi itu “ya! andwae!” namun tubuh namja itu bukannya jatuh malah mengambang di udara.KRINGG!! KRINGG!! Alarmku.. perlahan kubuka kedua mataku yang langsung disambut dengan cahaya yang masuk kedalam kamarku. Sudah pagi rupanya. Tadi itu,, kenapa aku terus bermimpi hal-hal aneh?!!

 

—————-

 

~Author POV~

Jiyeon berjalan menyusuri koridor kampus dengan santai, karena hari ini dia tidak kesiangan seperti kemarin, langkahnya terhenti saat melihat tiga orang namja sedang berjalan berlawanan arah dengannya, ketiga namja yang tak lain adalah luhan, xiumin dan kris yang sepertinya juga punya kuliah pagi hari ini. seketika jiyeon merasa kakinya lemas dan tak dapat bergerak, matanya kini menatap kris dengan tidak percaya, pasalnya namja tinggi ini baru saja dimimpikan oleh jiyeon, luhan, kris dan xiumin semakin dekat dengan jiyeon. “annyeong.” sapa luhan pada jiyeon yang masih diam terpaku. “a, annyeong.” sapa jiyeon. “kau hari ini ada kuliah pagi?” Tanya luhan. “eoh.” Jiyeon memaksakan senyumya. “kenalkan ini, Kris, dan xiumin.” Luhan menunjuk kris dan xiumin bergantian. “kris imnida.” “xiumin imnida.” Kata kris dan xiumin. “annyeong jiyeon imnida.” Jiyeon memperkenalkan diri. ‘namja ini, kris, jelas-jelas dia adalah namja yang muncul di mimpiku tadi.’ Batin jiyeon. “jiyeon~aa.” Panggil seseorang yang sudah jiyeon kenali pemilik suara itu, krystal sahabatnya. Krystal menghampiri jiyeon yang sedang berdiri bersama luhan, kris dan xiumin. “krsytal~aa, annyeong.” sapa jiyeon. ‘eh? Soojung? Dia benar-benar mirip dengan soojung, yeojachingu kai yang dikenalkannya padaku seminggu sebelum kai mengatakan soojung hilang.’ batin xiumin. “oh, kenalkan ini krystal.” Jiyeon memperkenalkan krystal. “annyeong, luhan imnida.” “kris imnida.” “e, xiumin imnida.” Luhan, kris dan xiumin memperkenalkan diri. “ne, annyeong, krystal imnida. Banggapseumnida.” Sapa krystal. “gureom, kita harus pergi, kuliah kami sebentar lagi akan dimulai. Annyeong.” pamit jiyeon dan krystal. “jiyeon~aa, mereka itu siapa?” Tanya krystal saat mereka sudah berada di dalam ruang kuliah. “nugu?” Tanya jiyeon bingung. “3 namja yang kau kenalkan padaku tadi.” Jelas krsytal, jiyeon mengangkat bahunya “molla.” Sahut jiyeon. “mwo? Mana mungkin kau tidak tahu siapa mereka.” Kata krystal tak percaya. “nan molla. Mereka tiba-tiba saja muncul begitu saja.” Kata jiyeon santai dan krystal hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah chingunya yang aneh. tak lama sehun datang bersama kai. “annyeong.” sapa krystal. “eoh, annyeong.” sehun balik menyapa namun tatapannya terarah pada jiyeon yang asik mmendengarkan music lewat headset yang di pasangkan ke telinganya. “krystal~ssi, bisa kita tukar tempat?” Tanya sehun. “ne?” kystal balik bertanya. “ahh,, gurae.” Krystal pun pindah di tempat sehun yang ada di samping kai dan sehun duduk di tempat krystal tepatnya di samping jiyeon. “berhentilah menjadi autis.” Ujar sehun melepas headset jiyeon membuat yeoja itu menoleh dan mendapati namja tampan itu tengah tersenyum padanya, DEG! “wae?” Tanya jiyeon berusaha mengontrol detak jantungnya. Sehun hanya tersenyum. “bagaimana keadaanmu?” Tanya sehun masih menatap jiyeon membuat jiyeon seperti tersihir dengan tatapan sehun. “nan gwenchana.” Sahut jiyeon mengalihkan pandangannya, menatap lurus kedepan. “selamat pagi.” Ujar dosen yang sudah berdiri di depan. “pagi, saem.” Sahut para mahasiswa. Tok Tok. “annyeonghasaeyo.” Ujar seorang namja bersama chingunya mengetuk pintu ruang kuliah. “eoh, kyungsoo, huang zi tao. Masuklah.” Dosen mempersilahkan. “perkenalkan diri kalian.” Suruhnya. “ne, annyeonghasaeyo, kyungsoo imnida, kalian bisa memanggilku D.O.” D.O memperkenalkan diri. “annyeonghasaeyo, huang zi tao imnida.” Kini Tao yang memperkenalkan diri, “eo, namja itu?! TAO!! Mau apa dia disini?!!” jiyeon membelalakkan matanya, sehun menoleh pada jiyeon yang terlihat kaget. “wae?” Tanya sehun. “dia.. mau apa dia disini?!” jiyeon menunjuk kearah Tao. “dia chinguku, dan juga sekelas dengan kita.” Jelas sehun. “Mwo? Aish.. menyebalkan.” Gerutu jiyeon. “dia bukan napeun namja, percayalah.” Kata sehun dan jiyeon pun mengangguk seakan tersihir dengan setiap kata yang dikeluarkan oleh sehun. “silahkan duduk.” Kata dosen itu kembali melanjutkan penjelasannya, Tao dan D.O duduk di samping kanan tempat duduk kai dan krystal.

 

————–

 

~Author POV~

jadi yeoja itu sumber kekuatannya?”Tanya xiumin saat mereka sudah berada di ruang kuliah. “eoh.” Luhan mengangguk. “tadi aku merasakan auranya benar-benar kuat.” Kata kris.

 

—————

 

~kai POV~

Waktu yang kutunggu-tunggu akhirnya datang, akhirnya kuliah pagi ini selesai. Huufftt.. lega? Ne, tentu saja, bagaimana tidak selama dua jam aku duduk di samping yeoja yang benar-benar mirip dengan soojung. “jiyeon~aa, kajja kita ke kafetaria, aku sudah lapar.” Ajak krystal pada jiyeon. “eoh, kajja.” Jiyeon bangkit dari tempat duduknya. “kai~ssi, sehun~ssi, mau ikut makan bersama?” tawar krystal. “uhm. Kajja.” Sehun mengangguk dan aku? Aku dengan bodohnya hanya melongo menatap krystal. “kai~ssi, kau mau ikut?” Tanya jiyeon menyadarkanku. “ne? e, eoh, kajja.” Sahutku. Memalukan. “ya! kai, sehun. Kalian melupakan kami heoh?” terdengar suara D.O yang duduk disamping Tao yang menatap keluar jendela. Aku sampai lupa dengan mereka. “eh, mian.” Kataku. D.O~aa, Tao~aa, kajja.” Ajak sehun.

 

~Author POV~

aish.. kenapa harus mengajak namja menyebalkan itu!’ batin jiyeon. “kajja.” D.O mengangguk dan menarik Tao untuk ikut bersama. Sekarang mereka sedang makan bersama di kafetaria kampus, yang terdengar hanya suara krystal yang mengobrol dengan D.O dan sehun, sementara jiyeon, kai dan Tao lebih memilih diam. “krystal~ssi, ternyata kau orangnya cepat akrab yah..kkk” ujar D.O dan krystal tersenyum lebar. “jiyeon~ssi, tao~ssi, kalian di panggil song seonsaeng.” Tiba-tiba seorang mahasiswa menghampiri meja mereka. “ne?” Tanya jiyeon. “song saeonsaeng menunggu kalian sekarang diruangannya.” Ujar mahasiswa itu berlalu pergi. “gurae, aku pergi dulua ya.” ujar Jiyeon bangkit dari duduknya hendak menemui song seonsaeng, begitu pun dengan Tao. Jiyeon berjalan sepanjang koridor dan Tao mengikutinya dari belakang. “mau apa kau?!” sentak jiyeon membalikkan badannya menatap tao yang sedari tadi mengikutinya. “kau lupa? Aku juga di panggil song seonsaeng.” Sahut Tao datar. ‘ck! Sial! Aahhh memalukan!’ gerutu jiyeon dalam hati. Jiyeon kembali berjalan begitu pun dengan Tao namun kali ini Tao mensejajarkan posisinya dengan jiyeon. “mianhe.” Ujar Tao. “mwo?” jiyeon menoleh tak percaya dengan apa yang dia dengar. “soal kemarin, mianhe. Aku sudah salah sangka padamu.” Kata Tao namun jiyeon tak menyahut dan malah meninggalkannya. “ya.! bukankah aku sudah minta maaf..” tao menarik lengan jiyeon. “gureom wae?” Tanya jiyeon santai. “aish! Jinjja! Dasar yeoja aneh.” umpat Tao meninggalkan jieon. “MWO?! YA! mworago?!” teriak jiyeon kesal. “ani. Aku tidak bilang apa-apa.” Sangkal Tao. “cih, tadi jelas sekali aku mendengar kau me-“ omelan jiyeon berhenti saat tao menarik tangannya. “sudah ku bilang aku tidak mengatakan apapun. Kajja, song seonsaeng sudah menunggu.” Kata Tao dan anehnya jiyeon juga diam dan mengikuti Tao.

 

————–

 

~Author POV~

Setelah selesai bertemu dengan song seonsaeng, jiyeon buru-buru pergi. “eodigayo?”Tanya Tao. “menemui sehun, dia sudah menungguku di parkiran. Annyeong.” jiyeon pergi meninggalkan tao. Jiyeon berjalan ditengah halaman kampus, angin meniupkan rambut coklat ikalnya sehingga menyapu wajahnya yang cantik, 4 orang namja tampan kini tengah memperhatikannya. “xiumin hyung, phwa. Yeoja itu, dia yeoja cantik yang ku bilang kemarin.” Ujar namja jakung sambil menunjuk jiyeon. “mwo? Dia?” Tanya seorang namja imut nan tampan. “eoh. Wae? Baekhyun~aa, kau mengenalnya?” tanyanya. “eoh. Nam-“ ujar baekhyun. “cheonyeol~aa, kau matamu memang sangat jeli soal yeoja, dia memang neomu yeoppo.” Celetuk chen. “eoh, namanya jiyeon.” Ujar xiumin. “jiyeon? Kau tahu dari mana hyung?” Tanya cheonyeol. “dialah sumber energi itu.” Jelas baekhyun. “MWO?” pekik cheonyeol tak percaya. “kenapa harus dia..” lirih cheonyeol tak rela. “yeoja secantik dia…” desah chen. “eoh aku juga heran, kenapa harus jiyeon.” Ujar baekhyun dengan lemas. “cheonyeol~aa, chen~aa, kalian ingin ku kenalkan dengannya?” tawar xiumin. “memangnya kau sudah berkenalan dengannya? Setahuku yang sudah berkenalan dengannya baru aku, sehun, kai, tao dan luhan hyung.” Tanya baekhyun. “sudah, tadi pagi luhan hyung mengenalkannya denganku dan kris.” Jelas xiumin. “jadi kris hyung juga sudah mengenalnya?” kata baekhyun memastikan. “eoh, kajja, kita hampiri jiyeon.” Ajak xiumin di sambut anggukan semangat cheonyeol dan chen. “jiyeon~aa.” Panggil baekhyun melambai pada jiyeon. “eoh. Baekhyun oppa.” Jiyeon balik menyapa sambil tersenyum namun senyumnya memudar saat melihat xiumin, cheonyeol dan chen yang berjalan di belakang baekhyun. ‘mereka… bagaimana bisa ini terjadi?! Jadi dua orang itu.. mereka juga ada dalam mimpiku. Jadi yang di katakan sehun itu benar?’ batin jiyeon. “jiyeon~aa, kau mau kemana?” Tanya baekhyun saat sudah berada tepat di depan jiyeon. “ne? eu, aku.. aku mau menemui sehun.” Sahut jiyeon tersadar dari lamunannya. “sehun??” celetuk xiumin. “n, ne.” sahut jiyeon ragu. “kau masih ingat denganku kan?” Tanya xiumin sambil memamerkan senyum manisnya. “Eoh.” Lagi-lagi jiyeon menyahut dengan sedikit ragu. “oh ya, kenalkan ini chinguku. Ini cheonyeol dan ini chen.” Kata baekhyun menunjuk cheonyeol dan chen. “annyeong, cheonyeol imnida.” Kata cheonyeol tersenyum. “chen imnida.” Cheon memperkenalkan diri. “annyeong, jiyeon imnida.” Kata jiyeon. “jiyeon~aa, kau sudah selesai kuliah?” Tanya baekhyun. “ne oppa.” Sahut jiyeon. “mwo? Oppa, kau memanggilnya oppa? Kalau begitu bisa kau panggil kami dengan sebutan oppa juga?” Tanya xiumin manis. “ne? e, eoh, gurae.” Ujar jiyeon dan xiumin tersenyum begitu pun dengan cheonyeol & chen. “eu, sepertinya aku harus pergi, sehun sudah menungguku. Annyeong.” jiyeon berlalu dari hadapan mereka. “sedekat itukah dia dan sehun?” gumam baekhyun.

 

TBC

  ott