Arsip Tag: minho

Running Up part 13 (END)

Running Up part 13 (END)

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Choi minho Shinee

Sandara park 2NE1

Choi siwon Super Junior

TOP BigBang

 

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

Rainbow – you and I

Kim bo kyung – suddenly

 

 

~Author POV~

Matahari memaksa masuk melalui celah-celah jendela apartemen mewah itu, seorang yeoja berambut coklat dengan setelan jeans dan jaket kulit duduk di ranjang besarnya dengan tatapan kosong, jiyeon, yeoja cantik itu sejak semalam tidak tidur, dia hanya duduk diam sambil memeluk kedua lututnya, entah apa yang ada dipikirannya saat ini, pandangannya kosong, sampai suara handphone nya menyadarkannya, jiyeon menatap nomor yang menelponnya, itu nomor kantor GoR. “yobsaeyo~”

yeobbosaeyo. Apa ini dengan jiyeon agasshi?”

ne. waeyo?”

 

————–

 

~Author POV~

Suara handphone siwon yang bordering sedari tadi membangunkan kedua orang yang sedang tertidur, yeoja yang tertidur di ranjang mulai menggeliat begitu pun dengan namja sang pemilik HP yang sedang tidur di sofa mulai terbangun, tangannya berusaha menggapai HPnya yg masih terus berdering. “yeobbosaeyo”

tuan muda, anda dimana sekarang?”

ne? aku.. eum. Wae?”

barusan tim G.O menemukan …… jasad tuan besar di sebuah gudang tua.”

MWO?!” seketika siwon bangkit dan membulatkan matanya membuat dara terbangun dan menatap siwon kaget.

n, ne. cepatlah kemari tuan.” Tutt, siwon mematikan sambungan dan segera menyambar jaketnya bergegas pergi saat dara menahannya. “tunggu. Bagaimana bisa ka-“

nanti ku jelaskan, sekarang aku harus ke kantor, jasad appa di temukan tak bernyawa.” Ujar siwon dengan suara bergetar dan langsung pergi meninggalkan dara yang masih kaget dengan jawaban siwon. “tuan choi..” lirihnya.

 

————

 

~minho POV~

Aku terduduk lemas disamping jasad appa yang sudah tak bernyawa. Tubuhnya yang berlumuran darah terasa dingin dan kaku. Appa… kuharap semua ini hanya mimpi. “appa..” lirih siwon hyung yang baru datang. Kutatap lagi wajah appa, wajah yang selalu tenang dan tegas. Tes~ air mataku jatuh begitu saja.

 

 

~jiyeon POV~

Pagi ini setelah mendengar kabar bahwa tuan choi meninggal, aku segera pergi ke kediaman keluarga choi. Kulihat minho dan siwon oppa duduk disamping jasad tuan choi yang terbujur kaku dan masih berlumuran darah. Apa ini perbuatan Athena lagi? Tapi kenapa? Kenapa mereka harus membunuh tuan choi? Minho dan siwon oppa pasti sangat terpukul. Dara eonni datang dan langsung menenangkan siwon oppa. Kulihat minho meremas jas hitamnya menahan rasa sakit dan pedih dihatinya, aku tahu jelas bagamana rasa itu, rasanya sangat sakit ditinggalkan oleh orang yang sangat berarti, seperti saat aku dulu ditinggalkan oleh appa dan eomma, ingin rasanya aku memeluk minho dan menenangkannya sekarang, tapi itu tidak mungkin. Minho~aa, kau harus kuat. Aku beranjak pergi sebelum memberikan penghormatan terakhirku untuk tuan choi.

 

————–

 

~jiyeon POV~

Sudah seminggu sejak kematian tuan choi, minho terlihat masih murung, ingin sekali aku berbicara padanya, menyemangatinya tapi jika aku lakukan itu, Athena pasti akan membunuh minho. Minho~aa, kau harus bangkit.

 

—————-

 

~TOP / seunghyun POV~

Hari ini tepat seminggu setelah kematian tuan choi, kakak dari eommaku choi sooyoung, eommaku? Ah, eomma angkatku. Eommaku yang sebenarnya adalah kim tae hee, dan appaku, entahlah, bahkan kim tae hee pun tidak tahu siapa appaku sebenarnya. Argh!! Ingin rasanya aku lari dari kenyataan ini. “seunghyun~aa.” Panggil abeoji. “ne.” sahutku singkat.

kau ingat tugas utamamu kan?”

ne?”

sekarang waktunya. Bunuh park jiyeon.”

ne?”

Setelah kau membunuhnya, kau akan hidup tenang, kita akan pergi meninggakan semua ini dan memulai hidup baru yang tenang.”

haruskah?” tanyaku ragu.

gureom. Wae? Kau tidak bisa? Hanya membunuh gadis seperti itu tidak bisa? Heoh?!” suara abeoji meninggi.

“……”

baiklah jika kau tidak bisa, aku yang akan melakukannya.”

gurae, aku akan melakukannya.”

bagus.” Abeoji tersenyum licik. Haruskah aku melakukannya? membunuh jiyeon? Anak dari kim tae hee? Eommaku? Biar bagaimana pun jiyeon adalah dongsaengku. Haruskah aku membunuh dongsaengku?

 

————-

 

~minho POV~

Hari ini siwon hyung menyuruhku datang ke kantor GoR dan memberitahukanku siapa yang membunuh appa. Park gi tae, ne, dialah pelakunya, katanya hari itu appa bertemu dengan pria sialan itu. Park gi tae! Kau akan mendapatkan akibat dari perbuatanmu! SHIT! Aku tidak akan melepaskanmu!

 

————–

 

~jiyeon POV~

Dara eonni memintaku untuk bertemu, dia membertahuku tentang siapa pembunuh tuan choi dan ternyata dugaanku benar, yang membunuh tuan choi adalah park gi tae. Yang ku khawatirkan sekarang adalah minho, aku takut kalau dia berpikiran pendek, jadi sekarang kuputuskan untuk mengikutinya, mobil minho berhenti di sebuah gudang, dan itu adalah markas besar Athena. Apa yang akan dia lakukan?! Aku segera turun dari mobilku. “YA! choi minho! Mowaningoya?!” teriakku padanya. “jiyeon..” ujarnya. “jangan bodoh kau tidak mungkin bisa melawan mereka sendirian.” Kataku, dia terlihat kaget dengan perkataanku. “kau…” lirihnya. “aku tahu apa yang kau pikirkan, berhentilah, kau tidak akan bisa mela-“ ucapanku terpotong saat beberapa anak buah Athena datang. Sial! “wahh.. sepertinya kalian datang mengantar nyawa ya..” ujar salah satu dari mereka dan langsung menyerbuku dan minho.

 

~Author POV~

Jiyeon dan minho melawan para anak buah Athena yang bberjumlah sekitar 8 orang itu. Keduanya pemegang sabuk hitam taekwondo itu dengan beberapa serangan mampu menjatuhkan pengawal-pengawal itu namun semakin lama semakin banyak anak buah athena yang datang menyerbu membuat minho dan jiyeon kelelahan sehingga kerap kali mereka terkena pukulan diwajah dan perut mereka, pengawal-pengawal itu membawa jiyeon dan minho yang sudah lemah keruang tempat TOP dan park gi tae berada. “cih. Anak ingusan.” Park gi tae menyeringai melihat jiyeon dan minho. “lanjutkan.” Ujarnya dan para anak buah itu kembali memukuli jiyeon dan minho, hingga berdarah di beberapa bagian wajah mereka, jiyeon dan minho semakin tidak berdaya karena begitu banyak anak buah Athena yang mengeroyok mereka.

 

~TOP / seunghyun POV~

Aku melihat jiyeon yang kini di pukuli, wajahnya lebam, sudut bibir dan hidungnya berdarah. Dongsaeng. Kata itu yang kini terlintas di pikiranku. Jiyeon, nae yeodongsaeng kini tengah di pukuli. Hatiku menyuruhku untuk menolongnya, tapi otakku mengatakan tidak.

 

~minho POV~

Mereka terus memukuliku dan jiyeon, sakit? Tentu saja, kulihat jiyeon kini tersungkur lemah, wajahnya lebam, bibir dan hidungnya berdarah. “jangan sakiti jiyeon.” Ujarku. ANDWAE! Jangan pukuli jiyeon lagi. Arrgh! Mereka memukuliku dan jiyeon tanpa ampun.

 

————-

 

~siwon POV~

Setelah mengetahui park gi tae lah yang membunuh appa, aku segera memerintah semua anak buah GoR untuk menyerbu Athena, sebelum itu aku dan dara sudah menyiapkan strategi untuk menyerang mereka. Lihat saja park gi tae, TOP, kalian akan berakhir hari ini, aku berjanji setelah ini, tak aka nada lagi Athena.

 

—————

 

~Author POV~

Bukk, bukk. Pengawal-pengawal GoR memukuli anak buah Athena. Setelah berhasil melumpuhkan anak buah Athena, pengawal-pengawal GoR yang di pimpin oleh siwon menerobos masuk kedalam ruangan tempat park gi tae, TOP, minho dan jiyeon berada, siwon memerintahkan pengawal-pengawal GoR untuk menyerang anak buah Athena yang sudah cukup kelelahan karena berkelahi dengan minho dan jiyeon. BUKK, BUKK, BUKK, para anak buah Athena terjatuh satu persatu. “hyung..” ujar minho menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Kini siwon tengah menodongkan pistol ke arah TOP sedangkan dara tiba-tiba muncul di belakang park gi tae dan menodongkan pistol tepat di kepala par gi tae. “ANDWAE..!!” teriak jiyeon DORR.. seketika sebuah timah panas dari pistol siwon mengenai bahu belakang bagian kanan jiyeon yang melindungi TOP. Jiyeon menatap TOP yang terdiam menahan tubuh jiyeon yang ambruk setelah menerima timah panas itu, “kenapa kau lakukan ini?” TOP memapah tubuh jiyeon yang melemas. “karena kau satu-satunya keluargaku, o, oppa.” Sahut jiyeon dengan nafas tersengal, tes~ air mata jiyeon jatuh di tangan TOP. “tetaplah hidup untukku oppa.” Ujarnya terbata. “JIYEON~AA, andwae.” Teriak minho mencoba bangun dan mendekati jiyeon, tapi nihil, tubuhnya terlalu lemas untuk bangkit, minho hanya tersungkur dan meneriakkan nama jiyeon. “jiyeon~aa.” Panggil TOP saat jiyeon perlahan menutup matanya. Park gi tae baru saja ingin kabur namun dengan cepat dara menarik pelatuk pistolnya dan DORR!! Timah panas mnembus kepala park gi tae yang seketika jatuh bersimbah darah.

 

~dara POV~

Aku… aku melakukannya.. aku membunuh orang yang telah membunuh appa… aku membunuhnya dengan tangan kananku sendiri.. kini mataku tertuju pada seunghyun yang masih diam sambil memapah jiyeon. “nae dongsaeng..” lirihnya. Dongsaeng? “palli bawa jiyeon kerumah sakit, hyung!!” teriak minho pada siwon yang masih terdiam. “e, eoh.” Siwon segera menyuruh anak buahnya membawa jiyeon ke rumah sakit, dan yang lainnya mengamankan seunghyun. Aku dan siwon memapah minho.

 

3 hari kemudian…

 

~Author POV~

Mata cantik itu mulai bergerak dan perlahan terbuka, sedikit menyipit untuk menyesuaikan cahaya yang menelusuo masuk ke matanya. “eugh…” erangnya. “jiyeon~aa. Kau sudah sadar.” Pekik minho yang duduk di samping ranjangnya. “eum. Ini..” jiyeon memandang sekeliling. “aku selamat?” tanyanya polos. “uhm.” Minho mengagguk dan tersenyum. “seunghyun oppa, dimana dia?” Tanya jiyeon. “seunghyun? Dia.. eum..” minho menggaruk tengkuknya. “dimana seunghyun oppa, minho~aa.?” Tanya jiyeon lagi. “eu, 3 hari lalu saat tim GoR membawanya ke kantor polisi,, terjadi kecelakaan dan.. seunghyun hyung… meninggal.” Jelas minho. “m, mwo?!” mata indah itu berkaca. “andwae… andwae!!!” tangisnya pun pecah. “seunghyun oppa.” Lirihnya. Dara dan siwon yang baru saja masuk, kaget melihat jiyeon yang sudah sadar dan sekarang menangis. “sepertinya dia sudah tahu.” Ujar siwon.” Eoh.” Kata dara pelan.

 

————-

 

~jiyeon POV~

Hari ini aku sudah bisa keluar dari rumah sakit, aku meminta mereka untuk mengantarku ke makam seunghyun oppa. Kuletakkan bunga di atas makam seunghyun oppa. ‘oppa, apa kau sudah tenang disana? Apakah kau merasa lebih baik disana? Wae? Kenapa kau meninggalkanku? Kau satu-satunya keluargaku disini oppa tapi kau malah meninggalkanku seperti eomma dan appa yang meninggalkanku dulu. Tapi jika kau sudah tenang di alam sana, baiklah, aku akan merelakanmu. Saranghae, oppa.’ Batinku.

 

~dara POV~

Aku meletakan bunga diatas makam seunghyun, namja yang pertama kali membuatku jatuh cinta. ‘seunghyun~aa, aku datang, aku menjengukmu, kau senang? Kuharap begitu. Aku tidak menyangka kau bisa secepat ini pergi meninggalkanku, kau tidak ingat janjimu heoh? Kau akan melindungiku, itu janjimu. Hajiman, gwenchana, aku baik-baik saja di sini. Tenanglah dialam sana, cinta pertamaku.’

 

————–

 

~jiyeon POV~

arrghh.” Erangku saat membersihkan luka di punggunku, luka tembakku belum pulih betul jadi aku masih harus membersihkannya setiap waktu. “kalau begitu caranya mana bisa bersih.” Ujar minho yang tiba-tiba sudah berdiri diambang pintu kamarku, dia berjalan mendekatiku dan menarik kemejaku sehingga sekarang tank top yang ku pakai terlihat jelas. “y, ya! apa yang kau lakukan?!” kataku. “tentu saja membersihkan lukamu.” Sahutnya fokus membersihkan lukaku. “dwaeso. Aku bisa sendiri.” Ujarku. Bukannya aku tidak mau di bantu tapi aku… aku malu kalau begini.. kemejaku di tarik oleh seorang namja yang kini mengobati luka di pundakku, oh no! ku rasa wajahku sudah memerah. “selesai.” Ujarnya. Benar, lukaku sekarang sudah bersih dan sudah di perban rapih. “g, gomawo.” Ujarku menunduk, aish sejak kapan aku jadi malu di depannya begini. “hanya ucapan terima kasih?” tanyanya. “lalu apa lagi?” tanyaku tak mengerti, minho tersenyum evil. Ahh. Aku sudah tahu apa maksudnya ini. “araseo.” Kataku dengan cepat kukecup bibirnya. Minho tersenyum puas namun sedetik kemudian dia meraih daguku dan mencium bibirku, menggulumnya pelan, kubalas ciumannya dengan lembut.

 

2 tahun kemudian…

 

~jiyeon POV~

Sekarang aku berada di sebuah kapal pesiar tempat siwon oppa dan dara eonni melangsungkan pernikahan mereka. Dara eonni terlihat cantik dengan gaun putih nya bagitu pun dengan siwon oppa yang terlihat sangat tampan dengan jasnya, pasangan yang sempurna. “haahh,, akhirnya mereka bersama juga.” Ujarku. “eoh, dan kita juga harus menyusul.” Ujar minho menggenggam tanganku. “mwoya? Kita bahkan baru 2 tahun lulus dari SMA.” Sahutku. “wae? Tak ada larangannya kan kalau seorang mahasiswa menikah.” Katanya santai, oh my! Perkataannya berhasil membuat jantungku berdetak cepat. “jiyeon~aa.” Panggilnya. “eum?” aku menoleh dan cup~ kecupan kilat dari minho berhasil membuat pipiku memanas. aku masih terdiam dan minho kembali mencium bibirku, menahan tengkukku, menelusupkan tangan kanannya di sela-sela rambutku, dan melumat bibirku semakin dalam.

 

The END

 

Ottae? Gimana endingnya?? Mian kalo kurang memuaskan.. please give your comment, don’t be silent readers ne?

 

 

Running Up part 12

Running Up part 12

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Choi minho Shinee

Sandara park 2NE1

Choi siwon Super Junior

TOP BigBang

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

Rainbow – you and I

Kim bo kyung – suddenly

 

~Author POV~

Jiyeon kembali ke apartemennya dengan pikiran yang kacau, dia sama sekali tidak menyangka kalau orang yang mengurus oppanya adalah park gi tae, pemimpin organisasi Athena. Sementara itu seunghyun pergi menemui park gi tae yang di panggilnya dengan sebutan abeoji selama puluhan tahun.

 

~TOP / seunghyun POV~

Sesampainya di rumah markas besar Athena, aku segera mencari abeoji karena tadi abeoji memanggilku kemari, tapi saat aku keruangannya, aku tak meihat abeoji. “abeoji dimana?” tanyaku pada seorang anak buah abeoji. “tadi tuan besar pergi.” Sahutnya. “kemana?” tanyaku. “katanya ingin bertemu dengan tuan choi.” Jelasnya. ‘mwo? Tuan choi? Tuan choi pemimpin GoR?’ batinku. “kau tahu dimana tempat mereka bertemu?” entah kenapa aku merasa penasaran dengan pertemuan abeoji dan tuan choi. “kudengar tadi tuan besar menyebutkan jalan xxx” katanya. Aku segera melesat ke tempat yang di katakan oleh anak buah abeoji tadi. Kurasa aboeji tidak akan memilih tempat ramai untuk bertemu. Aku menyusuri jalan xxx itu, mataku tertuju pada sebuah gudang tua di sudut jalan dan tak jauh dari gedung itu kulihat terparkir sebuah mobil yang tidak asing lagi, ne, itu adalah mobil abeoji. Tanpa ragu aku segera mendekati gudang tua itu. Aku mengintip kedalam gudang, ternyata abeoji dan tuan choi berbicara tak jauh dari pintu gudang yang sedikit terbuka sehingga memungkinkanku untuk dapat melihat apa yang mereka lakukan dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Ku lihat abeoji tersenyum licik lalu berkata. “rupanya kau sudah tahu semuanya..?? haha.”

eoh. Dan aku juga sudah tahu apa yang akan kau lakukan.” Sahut tuan choi.

makanya kau memintaku bertemu…??” lagi-lagi abeoji tersenyum licik.

jangan sakiti gadis itu.”

waaahh,, sayang sekali aku tidak bisa mengabulkan permitaanmu tuan choi..”

gadis itu tidak ada hubungannya dengan semua ini!!”

cih..!! gurae, jika kau tidak ingin aku menyakiti pacar anakmu itu, berikan chip itu padaku sekarang!!” ujar abeoji. ‘pacar anak tuan choi?? Apa gadis yang mereka maksud adalah… jiyeon?!? Lalu chip, apa isi chip itu sebenarnya..?’

ani. Aku tidak akan memberikan chip itu padamu.”

BERIKAN CHIP ITU!!” bentak abeoji.

tak akan!!”

gurae, jika itu maumu.” Ku lihat abeoji mulai mengambil sesuatu dari dalam jasnya, dan sesuai dugaanku, benda yang diambil abeoji adalah pistol.

ku pikir jika aku memusnahkan chip itu dan menyembunyikan semua kejahatanmu yang tersimpan dalam chip itu, kau akan berubah terhadap adiku, choi sooyoung, tapi nyatanya kau masih mengabaikannya dan malah sibuk mengurusi anak dari kim tae hee, wanita pujaanmu itu.” Ujar tuan choi. ‘MWO?!? Apa maksudnya semua ini?! J, jadi, eomma adalah adik dari tuan choi?! L,lalu apa maksudnya anak dari kim tae hee, w, wanita pujaan abeoji?! Siapa yang dimaksud oleh tuan choi?! Lalu, chip itu.. berarti chip yang berisi kejahatan abeoji sudah dimusnahkan?!’

jangan pernah mencampuri urusan pribadiku. Kau tidak tau apa-apa!!”

ani. Aku tahu banyak tentangmu. Kau, kau adalah sahabat tae hee yang membesarkan anak tae hee yang dilahirkan tanpa ayah. Dengan bodohnya kau merawat anak itu selama 23 tahun.” Jelas tuan choi. ‘m, membesarkan anak yang dilahirkan kim tae hee tanpa ayah?! Apa anak itu adalah A, AKU?!?! ANIYA!! Maldeo andwae (tidak mungkin)!!’

tapi kau jauh lebih bodoh, karena kau, nyawa adikmu melayang, KAU, kau yang membunuh adikmu!!”

tapi kaulah penyebabnya! Karena melindungimu, adikku meninggal!! Padahal kau bahkan sama sekali tidak mencintainya, kau mencintai kim tae hee, pelacur itu!!”

SHIT!! DIAM KAU!!” tanpa ragu abeoji mengarahkan pistol kearah tuan choi dan menembak tuan choi tepat didada kirinya. ‘APA INI?!?!’ aku berlari masuk kemobilku dan pergi dari tempat itu. ‘Ada apa dengan semua ini?!?! k, kenapa bisa seperti ini?! aku, aku anak kim tae hee?! ANI!! ANIYA!! D*MN!!’

 

Sementara itu…

 

~Author POV~

Jiyeon mengurung diri di apartemennya, gadis cantik itu kini duduk sambil memeluk kedua lututnya , pikirannya melayang kemana mana. ‘apa anak park gi tae itu adalah oppaku? Siapa dia? Dimana dia sekarang?’ setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya, jiyeon memutuskan untuk ke kantor GoR untuk mencari informasi mengenai anak satu satunya park gi tae.

 

@ kantor GoR

 

~Author POV~

Jiyeon dengan mudah dapat masuk kedalam kantor GoR karena semua karyawan di situ sudah mengenal jiyeon. Minho yang kebetulan baru saja keluar dari ruangan siwon melihat jiyeon berjalan di koridor GoR, ‘ada apa jiyeon kemari?’ batin minho dan ia pun mengikuti jiyeon, ternyata jiyeon masuk keruang informasi yang saat itu sedang kosong ‘untuk apa jiyeon ke ruang informasi?’ batin minho kembali bertanya-tanya. Jiyeon segera mencari informasi mengenai park gi tae dan anaknya dan akhirnya menemukan sebuah data tentang anak dari park gi tae, tanpa jiyeon sadari ternyata minho diam-diam juga masuk ke ruangan informasi dan duduk di salah satu computer yang cukup jauh dari jiyeon, minho mengakses data yang sedang jiyeon buka lewat computer yang ada dihadapannya sekarang, minho melebarkan matanya saat melihat data apa yang jiyeon buka, data yang tak lain adalah data tentang TOP atau seunghyun beserta fotonya. ‘sepertinya aku pernah melihat namja ini……ah! Matta, namja ini, aku pernah melihatnya bersama jiyeon, tapi bagaimana bisa jiyeon berhubungan dengan anak pemimpin Athena, musuh besar jiyeon? Apa jangan-jangan jiyeon juga baru tahu kalau dia adalah anak dari pemimpin Athena?’ minho terus bertanya-tanya dalam hati. “j,jadi…… dia adalah oppaku??” lirih jiyeon. ‘MWO?’ minho kaget bukan main. ‘apa maksud jiyeon?’ minho semakin bingung. “seunghyun oppa, apa kau benar-benar adalah oppaku?” suara jiyeon bergetar. Tak lama jiyeon pergi meninggalkan ruangan itu dan minho hanya terdiam.

 

~Minho POV~

Jadi, TOP adalah kakak jiyeon? ANIYA!! Bagaimana bisa?!! ANI!! Pasti jiyeon salah. Aku segera menemui dara noona dan siwon hyung untuk menanyakan tentang TOP. “noona, hyung, apa yang kalian ketahui tentang TOP?” tanyaku. “aku hanya tahu kalau dia adalah anak dari pemimpin Athena, selebihnya aku tidak tahu, bahkan aku belum pernah melihatnya.” Sahut dara noona. “setahuku TOP adalah anak satu-satunya park gi tae,dia baru datang dari jepang. Ah! Dan satu lagi, nama salinya adalah seunghyun.” Kata minho. “m, mwo?!” Tanya dara memastikan. “wae?” Tanya minho bingung dengan ekspresi dara. “s, seunghyun?” Tanya dara lagi. “eoh, seunghyun. Wae? Kau tahu sesuatu?” minho manatap dara.

 

~dara POV~

s,seunghyun?” lidahku kelu mengucapkan nama itu. “eoh, seunghyun. Wae? Kau tahu sesuatu?” minho manatapku. “a, aniya.” Sahutku.aku harus pastikan dulu,, tapi bagaimana mungkin seunghyun adalah anak dari park gi tae, tapi.. memang sejak dulu aku tidak pernah melihat wajah ayahnya.. “bisa aku lihat fotonya?” tanyaku pada minho dan siwon. “eoh, igeo.” Minho menyerahkan selembar foto. Tanganku bergetar memegang foto itu, mataku memanas melihat wajah yang sangat ku rindukan di foto itu.. seunghyun, jadi kau memanglah anak tunggal park gi tae?! Wae?! Kenapa harus seunghyun?! Kenapa harus namja yang kucintai?! “noona, ottae? kau mengenalnya?” Tanya minho. “a, eu, aku.. aku pergi dulu.” Aku segera meninggalkan kantor. Ottokhe? Pikiranku saat ini sangat kacau. Ku putuskan untuk mengurung diri di apartemen, aku berharap sekarang ini ada jiyeon yang bisa menjadi sandaranku dan tempatku menceritakan semua masalahku ini tapi kemana dia?? Kenapa seakan semua pergi meninggalkanku?! Aish!! Aku mengacak rambutku frustasi. Aku jadi terpikir untuk ke tempat itu,, tempat dimana semua orang bebas, tempat dimana aku bisa melampiaskan beban dipikiranku. Aku segera bergegas pergi ke pub, ku harap aku bisa melupakan semua ini untuk sejenak.

 

————-

 

~TOP/ seunghyun POV~

Aku sekarang tengah berada di sebuah pub, disinilah aku bisa melupakan semua masalahku sejenak sebelum kembali keduniaku yang di penuhi masalah. Mataku menangkap sosok seorang yeoja yang sangat kurindukan. “dara.” Lirihku terpaku menatapnya tengah meneguk minuman tanpa kusadari, dara sudah menatapku dan berjalan terhuyung-huyung ke arahku, sepertinya dia sudah mabuk berat, aku belum pernah melihatnya seperti ini. “neo.” Tunjuknya padaku saat dia sudah berdiri tepat di hadapanku. “neo wae gurae heuh?!” ujarnya memmukul dadaku sambil terisak, ada apa dengannya. “seunghyun~aa, ah, apa aku harus memanggilmu TOP? kenapa kau membohongiku heuh?!” sentaknya. M,MWO?! Dara sudah tahu siapa aku? “jawab aku!!” bentaknya masih terisak, aku masih terdiam dan tak mampu menatapnya. “sudahlah, lupakan. Kau tidak perlu menjelaskan apapun.” Lanjutnya dan pergi meninggalkanku.

 

~jiyeon POV~

Aku sedang berdansa di tengah lantai pub sampai mataku menangkap dua orang yang sangat ku kenal tengah berbicara, ani lebih tepatnya, dara eonni tengah berbicara pada seunghyun oppa, sedangkan seunghyun oppa hanya diam. Aku mendekat mencoba mendengar pembicaraan mereka. “neo wae gurae heuh?!” ujar dara eonni memmukul dada seunghyun oppa sambil terisak, ada apa dengannya? “seunghyun~aa, ah, apa aku harus memanggilmu TOP? kenapa kau membohongiku heuh?!” sentaknya. Mwo? Dara eonni punya hubungan dengan seunghyun oppa? Tapi kenapa aku tidak tahu? “jawab aku!!” bentaknya masih terisak, seunghyun oppa masih terdiam dan menatapnya. “sudahlah, lupakan. Kau tidak perlu menjelaskan apapun.” Lanjutnya dan pergi meninggalkan seunghyun oppa. Aku mendekati seunghyun oppa yang masih diam. “seunghyun oppa.” Panggilku, dia menoleh dan terlihat kaget. “j, jiyeon~aa, sejak kapan kau di sini?” tanyanya. “baru saja. Oppa sedang apa di sini?” tanyaku berbohong. “eu, ani.. aku pergi dulu.” Sahutnya pergi meninggalkanku. Oppa… apa kau tahu kalau aku ini dongsaengmu? Aku menatap kepergian seunghyun oppa dengan tatapan nanar.

 

~minho POV~

Aku baru saja memasuki sebuah pub, mataku hampir keluar saat melihat yeoja yang kurindukan beberapa hari ini sedang bicara dengan seorang namja yang kutahu bernama seunghyun, anak dari park gi tae, atau oppa dari jiyeon. Namja itu pergi meninggalkan jiyeon yang menatap kepergiannya dengan tatapan nanar. “jiyeon~aa.” Aku menepuk pundaknya, dia berbalik dan menatapku kaget. “kau…” lirihnya. Saat ini aku benar-benar ingin memeluknya, aku merindukannya, segera kutarik dia kedalam pelukanku, aku tidak peduli dengannya yang sedang memberontak melepas pelukanku, aku terus memeluknya erat. “bogoshipeo.” Bisikku di telingnya dan masih memeluknya, dia menghentikan aksi berontaknya dan terdiam dalam pelukanku. “keumanhae.” Ujarnya mendorong tubuhku menjauh. “berhenti mendekatiku.” Lanjutnya. “shireo.” Sahutku. “aku tidak membutuhkanmu lagi, jadi berhentilah mengangguku.” Katanya. , Kutatap matanya, disana aku dapat melihat kebohongan saat jiyeon mengatakannya. “gotjimal.” Ujarku.

 

————–

 

~siwon POV~

Sejak tadi siang, dara tidak bisa di hubungi, kemana dia?? Aku takut terjadi sesuatu padanya. Apa yang sedang dia lakukan setelah tahu siapa seunghyun sebenarnya..? seharusnya aku memberitahunya sejak awal. Kulirik jam sekarang menunjukan pukul 12.00 sudah tengah malam dan belum ada kabar dari dara sama sekali, sebaiknya kutemui dia di apartemen, semoga dia ada disana. Kuraih kunci mobil dan melaju ke apartemen dara, di tengah perjalan kulihat seorang yeoja yang kuyakini adalah dara sedang berjalan sempoyongan di trotoar, kutepikan mobilku dan menghampirinya. “dara~aa.” Panggilku, dia menoleh. “eoh.” Serunya sat melihatku, sepertinya dia mabuk. “kau mabuk, kajja, kuantar kau pulang.” Aku menariknya lembut. “shireo.” Sahutnya dan malah menangis. “wae?! Kenapa harus aku heoh?! Wae?! Aku benci semua ini! aku benci!! Hiks..” racaunya. Dia benar-benar menderita. Jebal jangan menangis seperti ini dara~aa. “uljima.” Ujarku, tangisnya perlahan berhenti dan tubuhnya ambruk, dengan sigap aku menahan. “dara~aa…” panggilku. Kugendong dara ke mobil dan membawanya ke apartemennya. “dara~aa, berapa kodenya?” tanyaku sambil membopong dara. “eum..21..6..5..01” sahutnya terbata. Setelah masuk ke apartemennya ku baringkan tubuh dara di ranjang dan menyelimutinya. “kajima.” Tangan dara menahanku saat aku hendak meninggalkannya. Glek.. kenapa aku jadi begini? Jantungku berdetak sangat cepat. “jebal~ kajimara~” ujarnya lagi masih menahan tanganku.

 

TBC

  Komeennnnnnnn nyaaaaaaaaa….. ne??? 😀  kalo udah baca, HARUS, WAJIB, KUDU’ KOMEN..!! *maksa 😀

The Dreamers part 7

The Dreamers part 7

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : mix

Main Cast :

Ji yeon T-ara

Krystal f(x)

IU / lee ji eun

Jinyoung B1A4

Minho shinee

Wooyoung 2PM

Support cast :

Kim soo ro (actor)

Leeteuk SUJU

Taeyeon SNSD

Eunhyuk SUJU

G.dragon BigBang

Eunjung T-ara

Luna f(x)

Gongchan B1A4

 

   ~author POV~

Hari ini adalah hari keberangkatan minho, krystal dan wooyoung kejepang, sekitar jam 6 pagi mereka sudah berangkat dengan pesawat ke jepang.

 

   ~jiyeon POV~

Hari ini minho kejepan bersama krystal, aahhh, sudahlah, aku harus melupakan mereka dan fokus pada tujuanku, fokus jiyeon~aa, fokus. “PARK JIYEOONNNN!” teriak seseorang dengan suara melengking membuatku tersadar dari lamunanku. Omo! itu jieun, dia pasti ingin memarahiku karena kemarin aku mengatakan pada wooyoung kalau dia ingin bertemu, habislah aku. “hehehe.” Aku tertawa garing dan segera berlari menjauhi terkaman jieun. “YA! PARK JIYEON, JANGAN LARI KAU.” Teriaknya dan segera mengejarku. “mianhe jieun~aa.” Ujarku sambil terus berlari. “berhenti kau.” Ujarnya. “mian.” Aku terus berlari sampai BRUKK.

 

   ~author POV~

BRUUKK jiyeon terjatuh saat di kejar jieun namun beruntungnya jiyeon karena dia tidak langsung jatih ke lantai, ne, jiyeon jatuh menimpa seseorang yang tak lain adalah jinyoung. Jiyeon mengangkat kepalanya dan melihat orang yang di timpa olehnya. “omo!” pekik jieun melihat hal itu. Wajah jiyeon seketika berubah menjadi merah. “m,mian.” Ujar jiyeon sambil berdiri. “e, e, y, ya! makanya kalau jalan lihat2.” Jinyoung berusaha menutupi kegugupannya. “eoh, m, mian.” Sahut jiyeon. Teng~ teng~teng~ bel masuk berbunyi menandakan kalau seluruh siswa harus masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran. Jiyeon, jinyoung dan jieun pun masuk kedalam kelas, leeteuk seonsaeng, taeyeon seonsaeng, eunhyuk seonsaeng dan G.Dragon seonsaeng masuk ke kelas khusus menemui ketiga anak didik mereka. “selamat pagi anak2” leeteuk mulai berbicara. “pagi seongsaengnim.” Sahut jiyeon, jieun dan jinyoung. “kemarin kalian sudah mengikuti pretest dan kalian juga sudah tahu hasilnya, jujur hasilnya benar2 mengecewakan.” Ujar leeteuk seonsaeng berhasil membuat jieun jiyeon dan jinyoung terdiam. “hajiman, kalian pasti sudah berusaha saat itu hanya kurang optimal saja, kalian sudah lihatkan kelima teman kalian yang berangkat kejepang hari ini, mereka adalah orang2 yang terpilih untuk mengikuti training di jepang sebelum akhirnya di putuskan debut atau tidak, apa kalian ingin seperti mereka? Jika kalian ingin, bangunlah mimpi itu dan berusahalah meraih mimpi kalian, kata2 ini mungkin membosankan, tapi cobalah untuk memahaminya, kejar mimpi kalian, kalian pasti bisa asalkan berusaha, kalian sudah tahukan maksudnya? Kami berempat sebagai duru kalian akan membimbing kalian menggapai mimpi itu, mulai hari ini lakukan semuanya dengan sungguh2, hari ini kita akan memulai langkah untuk menggapai mimpi itu, araseo?!” tegas leeteuk seongsaeng. “ne.” sahut jiyeon, jieun dan jinyoung semangat. Leeteuk seonsaeng dkk tersenyum melihat semangat anak2 didik mereka. “gurae, hari ini kita akan mulai dengan latihan vocal. Ok?” ujar taeyeon seonsaeng semangat. “ok.” Sahut jiyeon, jieun dan jinyoung penuh semangat. Hari hari terus berlalu, jieun, jiyeon dan jinyoung berlatih setiap harinya, mulai dari latihan vocal, menari, hingga memainkan alat music, kang soo ro senang melihat hal itu. Sementara jiyeon, jieun dan jinyoung berlatih keras di korea, di jepang wooyoung, krystal, minho, gongchan dan luna juga di latih. Krystal berusaha sebisa mungkin menjadi yang terbaik, dia benar2 ingin mewujudkan cita2 debutnya, selain krystal, wooyoung juga melakukan hal yang sama sedangkan minho, dia latihan dengan setengah hati, pikiriannya melayang entah kemana, dia sama skali tidak fokus terhadap latihan merekas, luna yang merasa suaranya sudah bagus menjadi angkuh dan jarang mengikuti latihan sedangkan gongchan, dia terlihat biasa saja. Hari terus berlanjut, kemampuan menari dan menyanyi jiyeon, jieun dan jinyoung meningkat drastis, mereka juga semakin dekat dan jarang bertengkar.

 

1 tahun pun berlalu……

 

Hari ini akan di di beritahukan apakah group dari seoul art school bisa di jepang atau tidak. Kahi seonsaeng membuka amplop berisi pemberitahuan tsb, dengan hati2 dia membacanya dan ternyata hasilnya. “kalian tidak akan debut di sini.” Ujar kahi. “mwo?! Jadi kami gagal?!” Tanya krystal tidak percaya. “ne.” sahut kahi. “mana mungkin, aku sudah berusaha sebisaku.” Krystal tidak bisa menerima keputusan itu. “kalian di nilai bukan per individu tapi perkelompok, kalian tidak kompak, itu yang membuat kalian gagal.” Tegas kahi seonsaeng. “lalu? Usaha kami setahun ini gagal?” Tanya wooyoung tak percaya. “ani.” Sahut kahi seonsaeng. “lalu?” Tanya minho bingung. “kalian mungkin bisa mencoba untuk debut di korea, ada sebuah agensi yang baru dibuka, kalian bisa debut di bawah agensi itu, besok kita akan pulang ke korea, kalian tentukan pilihannya, ingin kembali ke korea dan debut di bawah agensi itu atau kembali ke seoul art school tanpa membawa hasil apapun.” Ujar kahi seonsaeng.

 

Keesokan harinya……

 

   ~author POV~

Wooyoung, minho, krystal, gongchan dan luna menginjakan kaki mereka di korea, sebelum mereka ke seoul art school, kahi seonsaeng mengajak mereka pergi menemui kepala agensi, dan merundingkan tentang debut mereka, setelah beberapa lama berunding akhirnya agensi itu mau mengorbitkan mereka sebagai grup. setelah menandatangani kontrak, mereka pun pergi ke seoul art school, di sana mereka sudah di tunggu oleh kepala sekolah yang ingin mengetahui hasil dari usaha mereka selama 1 tahun.

 

@seoul art school

 

   ~krystal POV~

Aku melangkahkan kaki di sekolah yang sudah setahun tidak ku datangi dan mulai hari ini aku akan mulai belajar kembali di sekolah ini, saat aku melewati ruangan kelas khusus aku tidak melihat jiyeon, jieun dan jinyoung, apa mereka sudah belajar di kelas biasa? “jiyeon~aa.” Aku mendengar seseorang memanggil jiyeon dan ternyata itu leeteuk seonsaeng. “apa kau sudah siap untuk besok?” Tanya leeteuk seonsaeng. Besok? Memangnya ada apa? Aku semakin penasaran, akhirnya aku sembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka. “aku akan berusaha seonsaeng.” Sahut jiyeon. “kau pasti bisa. Kau harus bisa menjadikan showcase tahun ini meriah, sesuai rencana, kau dan jinyoung akan duet menyanyikan 2 lagu dan jieun akan solo, kalian di percayakan sebagai penampil utama.” Ujar leeteuk seonsaeng. “ne, seonsaengnim.” Sahut jiyeon. Mwo? Penampil utama di showcase?! Setelah leeteuk seonsaeng pergi, aku mengikuti jiyeon, kulihat dia pergi ke atas panggung, sepertinya mereka sedang gladi, di sana juga ada jinyoung, jieun dan siswa2 lainnya. siswa lainnya berdiri di bawah panggung, jiyeon dan jinyoung berdiri di atas panggung, music mulai di putar, kulihat jiyeon mulai menari bersama, saat intro selesai jiyeon mulai menyanyi begitu pun dengan jinyoung, mereka menari sambil menyanyi, mereka sangat lihai menggerakan tubuh, suaranya, suaranya juga b,b-bagus. Kuakui mereka berubah drastis.

 

   ~minho POV~

Aku sedang berjalan-jalan mengelilingi seoul art school, kulihat krystal sedang berdiri sambil memperhatikan sesuatu, aku menghampirinya dan ternyata dia sedang melihat orang yang sed- “I, itu, jiyeon dan jinyoung?!” ujarku kaget. “minho~aa. Kau di sini? Eoh, itu jiyeon dan jinyoung.” Sahut krystal. Aku melihat jiyeon dan jinyoung begitu lihai menari sambil menyanyi, mereka benar2 berubah. “mereka sedang apa? Mereka seperti sedang gladi.” Ujarku. “eoh, mereka memang sedang gladi untuk showcase besok, karena mereka penampil utama.” Jelas krystal. “penampil utama?” tanyaku lagi. “eoh.” Jiyeon berhasil, ingin sekali aku ucapkan selamat padanya tapi itu tidak mungkin, dia sudah membenciku.

 

   ~wooyoung POV~

Saat aku sedang mencari jinyoung, jieun dan jiyeon aku melewati panggung, mataku langsung tertuju pada dua orang yang sedang menari dan menyanyi di atas panggung, itu jiyeon dan jinyoung. Wahh, mereka keren, tarian mereka bagus suaranya juga, mereka sudah meningkat, setelah mereka selesai aku segera menghampiri mereka. “jinyoung~aa, jiyeon~aa.” Panggilku, mereka menoleh dan terlihat kaget. “omo~ wooyoung~aa.” Pekik jiyeon. “ya! wooyoung~aa.”

 

   ~jieun POV~

Aku sedang gladi bersama jiyeon, jinyoung dan siswa2 lainnya, jiyeon dan jinyoung naik keatas panggung dan mulai bernyanyi dan menari, saat mereka selesai, “jinyoung~aa, jiyeon~aa.” Panggil seseorang, suara itu, itu, itu suara, aku segera menoleh dan BENAR! Itu “omo~ wooyoung~aa.” Pekik jiyeon. “ya! wooyoung~aa.” Panggil jinyoung. Omo! wooyoung telah pulang?! Aih, kenapa dia harus datang di saat seperti ini? di saat aku berkeringat setelah latihan begini, -__- “wahh, lama tidak bertemu.” Ujar jiyeon. “eh, jieun, jieun~aa.” Panggil wooyoung. “e, annyeong.” aku tersenyum, aaahh malu sekali bertemu saat begini. “jieun~aa, kemarilah.” Panggil jiyeon.

 

   ~author POV~

aigoo, kalian keren sekali.” Puji wooyoung pada jiyeon dan jinyoung. “kalian tampil untuk acara apa?” menghampiri mereka bersama minho. “benarkan? Kalian akan menjadi penampil utama di showcase besok.” Kata krystal lagi. Jiyeon hanya diam melihat krystal datang bersama minho. ‘tidak terasa sudah setahun’ batin jiyeon. “jinjjayo? Woah, chukkae.” Seru wooyoung. “gomawo, jieun juga nanti akan tampil, tapi dia solo.” Sahut jiyeon tersenyum menggoda jieun. “chukka jieun~aa.” Kata wooyoung membuat pipi jieun memerah. “jiyeon~aa, aku lapar, kajja, kita ke kantin.” Ajak jinyoung. “nado pegeoppa.” Sahut jiyeon memegang perutnya pertanda bahwa ia juga lapar. “gurae, kajja.” Jinyoung menarik lembut lengan jiyeon, seketika raut wajah minho berubah ‘sedekat itukah mereka sekarang?’ batin minho. “jieun~aa, kau mau ikut?” Tanya jiyeon. “eum, ani, aku belum lapar, kalian duluan saja.” Sahut jieun.

 

Malam harinya @ seoul art school

 

   ~Author POV~

Malam ini suasana di seoul art school tidak sesunyi biasanya karena mulai mala mini sampai showcase selesai para siswa menginap di sekolah, lebih tepatnya siswa yang seangkatan dengan jiyeon dll. Minho sedang berjalan di koridor sekolah yang sepi, para siswa yang menginap sudah berada di dalam kelas yang mereka ubah menjadi ruang tidur.

 

   ~Minho POV~

Aku berjalan di koridor sekolah yang cukup sepi, samar-samar aku mendengar dentuman suara music, kakiku membawaku menuju ruang latihan, disana aku melihat seseorang sdang menari dengan lincah, sepertinya… eoh, itu jiyeon?

 

   ~Jiyeon POV~

ehm.” Saat aku sedang berlatih aku mendengar seseorang berdeham. “minho..” lirihku saat melihat minho berdiri diambang pintu, aku segera mematikan music dan menghampirinya. “sudah malam begini tapi kau masih saja berlatih..” ujarnya saat kami sudah duduk di bangku taman sekolah. “eoh, aku ingin menampilkan yang terbaik di showcase nanti.” Sahutku, aku berusaha untuk bersikap biasa padanya.

 

   ~Author POV~

kau berhasil jiyeon~aa.” Ujar minho. “ne?” Tanya jiyeon tak mengerti, minho tersenyum. “saat aku kejepang aku sangat takut kalau kau tidak akan bisa bertahan disini, tapi ternyata aku salah, kau mampu bertahan dan berhasil menunjukan pada orang-orang yang mencibirmu, kalau kau bisa.” Kata minho menatap lurus kedepan. “awalnya aku juga berpikir seperti itu, tapi saat aku mengingatmu yang telah berada beberapa tingkat diatasku, aku tersadar kalau aku juga tidak boleh diam di tempat, gomawoyo.” Terang jiyeon. “mwo?” minho tak mengerti kenapa jiyeon berterima kasih padanya. “lupakan, hehe.” Kata jiyeon tertawa renyah dan kembali menatap lurus kedepan. “jiyeon~aa.” Panggil minho. “uhm.” Sahut jiyeon tanpa menoleh. “saranghae~” ujar minho menatap jiyeon yang masih menatap lurus kedepan. “ne?” jiyeon menoleh dan cup~ minho mengecup bibir mungil jiyeon membuat yeoja itu membulatkan matanya. ‘aku… kenapa?? Kenapa aku tidak merasakan getaran apapun?’ batin jiyeon saat minho telah melepaskan ciuman singkatnya. Jiyeon menunduk, dia tak merasakan apapun saat minho menciumnya tadi. Minho menatap jiyeon yang masih menunduk dan tersenyum. “sekarang aku sudah tahu.” Ujar minho. “aku sudah tahu isi hatimu yang sebenarnya, gwenchana~ aku tidak akan memaksamu.” Lanjutnya, jiyeon menoleh. “mianhe.” Lirih jiyeon sangat pelan, minho tersenyum tenang “gwenchana~ masuklah, udara malam tidak baik.” Ujarnya menepuk pundak jiyeon dan pergi meninggalkan jiyeon yang masih terdiam. “tak ada getaran apapun..” gumam jiyeon memegang dada sebelah kirinya. ‘apa aku sudah tidak menyukainya lagi?’ batin jiyeon kembali bertanya-tanya. Ternyata sedari tadi jinyoung dan krystal melihat kejadian itu dari dua tempat yang berbeda, jinyoung melihatnya dari jarak yang cukup jauh sedangkan krystal melihatnya dari tempat yang terbilang dekat karena dia dapat mendengarkan pembicaraan jiyeon dan minho.

 

   ~Jinyoung POV~

Minho mencium jiyeon?! Sakit, kesal dan tidak terima, tanganku mengepal melihat hal itu, hatiku serasa dicabik-cabik, ku akui aku mulai menyukai jiyeon, ani aku sudah menyukainya, satu tahun bersamanya, berjuang bersama, menghabiskan waktu bersama, melihatnya berkeringat saat latihan bersamaku, melihatnya tertawa lepas membuatku jatuh cinta padanya, tapi sekarang, dia malah berciuman dengan minho dan aku tahu pasti kalau jiyeon menyukai minho. Betapa bodohnya aku berharap dia bisa mencintaiku seperti dia mencintai minho yang sekarang telah kembali dan membawa jiyeon pergi dariku.

 

   ~Krystal POV~

saranghae~” ujar minho pada jiyeon. Sakit, sangat sakit rasanya mendengar minho mengatakan itu pada jiyeon, tes~ aku tak dapat membendung air mataku. “ne?” Tanya jiyeon dan… minho mencium jiyeon singkat, air mataku semakin deras membasahi wajahku, aku menutup mulutku dengan kedua tanganku agar suara tangisanku tidak terdengar. Jiyeon menunduk. “sekarang aku sudah tahu.” Ujar minho. “aku sudah tahu isi hatimu yang sebenarnya, gwenchana~ aku tidak akan memaksamu.” Lanjutnya, jiyeon menoleh. “mianhe.” Lirih jiyeon sangat pelan, minho tersenyum tenang “gwenchana~ masuklah, udara malam tidak baik.” Ujarnya menepuk pundak jiyeon dan pergi meninggalkan jiyeon. ‘apa jiyeon sudah tidak menyukai minho? Bukankah dulu dia…’ aku tak habis pikir dengan jiyeon, benarkah dia sudah tidak menyukai minho? Minho~aa, tidak bisakah kau melihatku yang mencintaimu dari dulu dan sampai sekarang perasaanku padamu itu tak berkurang sedikitpun.

 

TBC

The Dreamers part 6

The Dreamers part 6

 

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : mix

Main Cast:

Ji yeon T-ara

Krystal f(x)

IU / lee ji eun

Jinyoung B1A4

Minho shinee

Wooyoung 2PM

Support cast:

Kim soo ro (actor)

Leeteuk SUJU

Eunjung T-ara

Luna f(x)

Gongchan B1A4

 

~author POV~

Jieun turun dari panggung dengan menunduk, terang saja nilai 82 membuatnya drop seketika. ‘ada apa dengan jieun? Kenapa bisa menyanyi seburuk itu? Padahal saat latihan semalam, dia menyanyi dengan sangat baik..’ pikir wooyoung. ‘bagus, jinyoung dan jieun menyanyi dengan buruk, sekarang tinggal jiyeon satu-satunya harapan dri kelas khusus, tapi aku tidak akan membuarkannya menyanyi dengan baik.’ Batin krystal. “peserta terakhir, park jiyeon.” Panggil kahi. ‘ini dia waktunya, membuat jiyeon bernasib sama seperti teman2 nya di kelas khusus.’ Batin krystal, dia segera duduk di samping minho saat jiyeon mulai naik ke atas panggung.

 

~jiyeon POV~
“peserta terakhir, park jiyeon.” Namaku di panggil kahi seonsaeng. Glek! Aku menelan ludahku, aku harapan terakhir kelas khusus, jika aku gagal maka kelas khusus akan semakin di pandang rendah. Aku melangkah naik ke atas panggung, intro dari langunya mulai di mainkan, aku mengangkat wajahku menatap seluruh siswa di aula ini dan great! Sebuah pemandangan yang berhasil membuat moodku tambah down, krystal dan minho, mereka terlihat sangat dekat bahkan krystal berbisik di telinga minho, oh god, kenapa aku harus melihat pemandangan ini di saat yang tidak tepat?! Lupakan hal itu park jiyeon. Aku mulai menyanyi dan mengalihkan pandanganku dari minho dan krystal namun aku kembali menatap mereka, hatiku benar2 sakit melihat mereka, rasanya ingin sekali aku menangis tapi aku harus menanhannya, aku tidak mungkin menangis sekarang, aku berusaha sekeras mungkin menahan air mataku dan hal itu membuat suaraku bergetar dan tidak dapat di pungkiri lagi nyanyianku menjadi kacau balau sekacau hatiku. Setelah selesai menyanyi aku segera turun dari panggung dan berlari keluar aula, aku tidak dapat menahan air mataku, rasanya hatiku sangat sakit dan dadaku terasa sesak.

 

~jinyoung POV~

Setelah selesai menyanyi jiyeon segera berlari keluar aula, sekilas aku melihatnya mengusap pipinya, dia menangis, aku segera mengejarnya ke atap sekolah, dia berhenti, bahunya bergetar, aku mendekatinya, memegang bahunya dan membalikkan badannya menghadap ke arahku, sebelum mendekapnya. “menangislah jika itu membuatmu tenang.” Ujarku mengusap rambutnya, aku tahu dia menangis karena minho, aku tahu rasa sakit yang dia rasakan sekarang.

 

~minho POV~

Setelah selesai menyanyi jiyeon segera turun dari pangggung dan berlalri ke luar aula, ada apa dengannya. Aku melihat jinyoung mengejar jiyeon, sebenarnya ada apa? Tak lama setelah jiyeon dan jinyoung keluar aula aku putuskan untuk mengikuti mereka dan ternyat mereka keatap sekolah, aku cukup tertinggal jauh saat mengejar mereka dengan nafas ngosngosan aku berhenti di balik pintu atap sekolah dan mataku membelalak nafasku terasa semakin sesak melihat pemandangan di hadapanku sekarang, jinyoung dan jiyeon berpelukan?! Sakit, sangat sakit melihatnya, cukup, aku tidak tahan melihat ini, aku segera berbalik untuk kembali ke aula namun “krystal?!” seruku pelan saat mendapati krystal yang sekarang tengah berdiri di hadapanku. “pengumuman hasil pre test dan pengumuman kelas persiapan debut kita akan segera diumumkan.” Ujar krystal pelan sebelum dia berjalan mendahuluiku. Aku pun segera kembali ke aula.

 

~krystal POV~

Aku tahu kalau kau cemburu minho~aa, asal kau tahu hatiku sangat sakit melihat kau cemburu seperti itu.

 

~author POV~

Jiyeon masih menangis di pelukan jinyoung, tak lama tangisnnya mulai reda dan berhenti. “gomawo jinyoung~aa” ujar jiyeon melepas pelukannya. “gwenchana, asal kau bisa keringkan kemejaku yang basah karena air matamu saja.” Sahut jinyoung tersenyum evil. “ne? omo! mian.” Seru jiyeon. “sudahlah, kajja, hasil pre test akan segera di umumkan.” Jinyoung tersenyum tulus dan menggenggam tangan jiyeon menuju aula, mereka pun masuk ke dalam aula dengan jinyoung yang masih menggenggam tangan jiyeon, minho melihat hal itu ‘mereka sebenarnya ada hubungan apa?’ minho bertanya-tanya dalam hati sambil terus memperhatikan jiyeon dan jinyoung, tanpa minho sadari, krystal juga memperhatikannya dengan sedih ‘terlihat jelas minho cemburu, dia menyukai jiyeon. Apa aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi?’ batin krystal. “baiklah anak-anak, setelah tadi kalian melakukan pretest, sekarang kalian bisa melihat hasilnya.” Ujar kahi seonsaeng dari atas panggung sambil menampilkan nilai pre test para siswa di layar besar di atas panggung agar semua bisa melihat hasilnya. Jieun menutup matanya dengan kedua tangannya. “aa.. aku tidak sanggup melihat nilaiku.” Serunya. “tenanglah, inikan baru pre test.” Ujar wooyoung yang tiba-tiba sudah duduk di samping jieun. “ne? tapi sepertinya ini akan sangat berdampak bagiku, jiyeon dan jinyoung.” Jieun membuang nafas berat dan berusaha menatap kea rah layar besar di atas panggung untuk melihat nilainya, matanya membelalak melihat 3 nama yang berada di 3 posisi akhir, ne, itu namanya, jinyoung dan jiyeon. “seperti dugaanku.” Ujar jinyoung setelah melihat nilainya. “eoh, dan seperti dugaanku juga, krystal berada di posisi pertama.” Timpal jiyeon. “dan itu berarti kita akan lebih lama lagi di kelas khusus.” Lanjut jieun, mereka bertiga menghembuskan nafas berat.

 

—————

 

~jiyeon POV~

Aku melangkah gontai menuju kamarku, kepalaku masih di penuhi kejadian tadi siang, aish, menyebalkan, gara2 krystal dan minho aku tidak dapat menyanyi dengan baik tadi, dan gara2 itu waktuku berada di kelas khusus di perpanjang dan tentu saja hal itu berpengaruh pada ji eun dan jinyoung. Aisshhh, kenapa mereka harus ada saat aku menyanyi dan kenapa mereka harus sedekat itu, aaaaaaaaaaahhhhh, benar2 menyebalkan. Changkaman, apa jangan2 ini memang rencana krystal? Ani, aku tidak boleh berprasangka buruk. Minho benar2 membuatku kesal. Andwae! Aku tidak boleh begini, aku harus tunjukan kalau aku bisa, tapi bagaimana?! Aku benar2 menyuk-, omo, apa yang ku pikirkan?! Lupakan, lupakan minho, kau harus bisa park jiyeon. Aish! Dasar namja menyebalkan. Sudahlah, lebih baik aku tidur. -___-

 

Keesokan harinya……

 

~author POV~

Seperti biasanya, jiyeon sedang bersiap-siap pergi ke sekolah. “jiyeon~aa, temanmu menunggu di luar.” Teriak eunjung dari luar kamar. “chingu? Nugu?” gumam jiyeon. “YA! park jiyeon!” tertiak eunjung lagi karena kesal jiyeon tidak menyahut. “ne, ne, aku akan kesana.” Sahut jiyeon. Tak lama jiyeon keluar dari kamarnya dengan pakain yang sudah rapih. “eonni, memangnya siapa yang menungguku?” Tanya jiyeon penasaran. “molla, katanya dia chingumu.” Eunjung mengakat bahunya. “gurae, aku pergi kesekolah dulu.” Pamit jiyeon. “kau tidak sarapan dulu?” Tanya eunjung. “aniyo, nanti aku sarapan di sekolah saja. Annyeong.” jiyeon melambai pada eunjung dan keluar rumah menemui chingunya yang ternyata adalah…… “lee jieun?!” jiyeon kaget melihat jieun yang sedang berdiri di depan rumahnya sementara orang yang di panggil hanya nyengir kuda (?) “kau tahu dari mana rumahku?” Tanya jiyeon heran. “dari minho, hehehe, kajja.” Sahut jieun menarik jiyeon masuk ke mobilnya. “minho? Dia yang memberitahukan rumahku padamu?” jiyeon memastikan. “eoh.” Jieun mengangguk mantap. “kupikir dia sudah lupa denganku.” Gumam jiyeon dengan tampang tak percaya. “kau siap?” Tanya jieun. “meo? Siap? Siap apa?” jiyeon balik bertanya. “siap kesekolah, pabbo.” Kesal jieun. “kajja.” Seru jieun menancap gas menuju seoul art school dengan kecapatan di atas rata2. “ya! pelankan sedikit, kau bisa membuat jantungku copot.” Pekik jiyeon. “hahahaha.” Jieun hanya tertawa puas.

 

15 menit kemudian…

 

@seoul art school

 

~author POV~

Ckiiitttt. Sebuah mobil berhenti tepat di halaman parkir, mobil yang tak lain adalah milik jieun. “ya! lee jieun! Kau mau membuatku jantungan heoh?” omel jiyeon. “hahahahaha, aku hanya ingin main2 kok.” Sahut jieun denan tampang polos. “mwo?! Main2?!” jiyeon membulatkan matanya. “hehe, mian.” Jieun munjukan aegyo nya. “ish, jinjja.” Gerutu jiyeon. Mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk kedalam gedung seoul art school yang megah. “jieun~aa, jiyeon~aa.” Panggil seseorang dai belakang. “annyeong jinyoung~aa, wooyoung~aa.” Sapa jieun dan jiyeon saat melihat orang yang memanggil mereka. Dari kejauhan mereka berempat melihat segerombolan siswa berkumpul di depan monitor. “ada pengumuman apa?” gumam jiyeon. “kajja, kita lihat.” Ajak jieun. Mereka berempat pun menghampiri monitor pengumuman tsb, dilayar tersebut tertulis –Siswa yang akan mengikuti training sebelum debut- “aih, itu namamu wooyoung.” Pekik jiyeon. “jeongmalyo?” Tanya wooyoung melihat kearah layar. “benar itu namaku.” Ujar wooyoung. “krystal dan minho juga masuk daftar ya.” kata jieun, jiyeon pun melihat kearah nama krystal dan minho. “perhatian-perhatian, kepada siswa-siswa yang namanya termasuk dalam daftar yang akan mengikuti training di harap segera menuju keruangan kepala sekolah. Terima kasih.” Terdengar suara dari speaker. “aku pergi dulu ya.” ujar wooyoung. “eoh.” Sahut jiyeon, jieun dan jinyoung.

 

@ruang kepala sekolah

 

~author POV~

Semua siswa yang akan mengikuti training telah berkumpul. “baiklah, langsung saja. Kalian berlima telah terpilih untuk mengikuti training dijepang selama 1 tahun sebelum debut, jadi berhasil tidaknya kalian debut tergantung pda diri kalian sendiri, jika kalian bisa menjalani training dengan baik dan sesuai keinginan agensi maka kalian akan debut tapi jika tidak, maka kalian harus merelakan impian debut, araseo?” jelas kahi seonsaeng. “ne.” sahut wooyoung, krystal, minho, gongchan dan luna. “kalian akan berangkat kejepang besok, pulanglah dan persiapkan diri kalian.” Ujar kahi seonsaeng. “ne.” mereka berlima pun bubar.

 

~minho POV~

Besok aku akan berangkat ke jepang, rasanya ingin sekali aku menghabiskan waktuku dengan jiyeon hari ini. I, itu bukankah itu jiyeon? Aku melihat kearah yeoja yang sedang berjalan kearahku, apa dia mau menemuiku? Jiyeon semakin dekat, saat aku hendak tersenyum padanya “wooyoung~aa.” Panggilnya sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Aish, kupikir dia ingin menemuiku, jiyeon berjalan melewatiku begitu saja tanpa tersenyum, ku lihat dia menghampiri wooyoung dan mengobrol akrab. Dia benar2 sudah membenciku.

 

~jiyeon POV~

Saat aku melewati ruang kepala sekolah ku lihat siswa2 yang berkumpul tadi sudah bubar, kulihat minho sedang berdiri di depan wooyoung. Aku berjalan mendekat. “wooyoung~aa.” Aku memanggil wooyoung, aku berjalan kearah minho, saat berada tepat di depannya aku bahkan tidak tersenyum padanya dan melewatinya begitu saja, lalu menghampiri wooyoung. “waeyo?” Tanya wooyoung. Aih, aku harus jawab apa? Aku kan memang tidak ada niat bertemu wooyoung, aku hanya ingin membuktikan pada minho kalau aku benar2 tidak membutuhkannya lagi dan sangat membencinya. “aniyo, tadi jieun mencarimu, katanya ada yang ingin dia katakan padamu, kebetulan aku lewat sini jadi sekalian saja ku beritahu kau. Hehehe.” Ujarku tertawa. Mian jieun~aa kujadikan kau korban hahaha. “jinjjayo?” Tanya wooyoung. “eoh.” Aku mengangguk mantap. “wooyoung~aa.” Panggil seseorang dan kurasa itu adalah “jinyoung~aa, wae?” sahut wooyoung. Benarkan itu jinyoung.

 

~author POV~

jinyoung~aa, wae?” sahut wooyoung. “aku lapar, kajja kita kekantin.” Ajak jinyoung. “eh, jiyeon~aa, kau di sini juga?” Tanya jinyoung heran. “wae? Memangnya tidak boleh kalau aku kemari?” sahut jiyeon. “ish, aku kan hanya bertanya.” Ujar jinyoung. “sudahlah tidak usah bertengkar. Jiyeon~aa, kau sudah sarapan?” Tanya wooyoung dan dibalas gelengan oleh jiyeon. “kajja, kita sarapan bertiga saja.” Ajak wooyoung. Setelah sampai di kantin mereka pun memesan makanan. “aih! Jiyeon~aa, tadi kau bilang jieun mencariku kan?” Tanya wooyoung saat mereka sedang menyantap makanan. “uhu, uhuk.” Jiyeon tersedak mendengarnya, karena waktu itu jiyeon hanya berbohong. “gwenchanayo?” Tanya jinyoung dan wooyoung. “uhuk, uhuk.” Jiyeon masih terbatuk. “igeo, minumlah.” Jinyoung menyodorkan minuman pada jiyeon yang dengan cepat diminum oleh jiyeon. “gwencana.” Sahut jiyeon. “jadi, sekarang jieun dimana?” Tanya wooyoung. “ne?” jiyeon kebingungan. “dia, dia mungkin ada di kelas.” Sahut jiyeon. “gurae, aku kesana dulu. Kalian makan berdua saja ya.” wooyoung pun meninggalkan jiyeon dan jinyoung berdua. Tak lama setelah wooyoung keluar dari kantin minho dan krystal masuk ke kantin, mata bulat minho tertuju pada satu arah yang tak lain adalah jiyeon dan jinyoung yang sedang makan berdua. ‘bahkan sekarang dia sudah sangat dekat dengan jinyoung.’ Batin minho, krystal yang menyadari kalau minho sedang cemburu dengan jiyeon segera mengalihkan pandangan minho. “minho~aa, sebaiknya kita pulang sekarang saja, kita harus menyiapkan segala sesuatu untuk kejepang.” Ajak krystal dan menggandeng minho keluar kantin. Sementara itu, wooyoung menghampiri jieun di kelas. “jieun~aa.” Panggil wooyoung, jieun yang tengah bermain gitar segera menghentikannya. “ne.” sahutnya. “tadi kau mencariku ya?” Tanya wooyoung. “ne?” jieun memastikan pertanyaan wooyoung. “eoh, tadi jiyeon bilang kalau kau mencariku dan ingin mengatakan sesuatu padaku, apa yang ingin kau katakan?” Tanya wooyoung. “n, naega?” jieun kebingungan. “eoh, kau, jiyeon yang mengatakannya.” Sahut wooyoung. ‘aish, jiyeon!!! Dia membuatku malu saja, dia pasti mau mengerjaiku, ani, aku tidak boleh masuk jebakannya dan maulu di depan wooyoung.’ Batin jieun. “eum, aku, aku hanya ingin bilang selamat karena kau terpilih untuk mengikuti training sebelum debut.” Ucap jieun. “ne, gomawo..” sahut wooyoung tidak bersemangat. “wae? Kenapa kau lesu begitu?” Tanya jieun. “kau tahu, training nya itu di jepang selama 1 tahun.”

mwo? Jepang? 1 tahun?” pekik jieun. ‘itu berarti aku tidak akan bisa melihat wooyoung selama setahun?!’ jieun berusaha meyakinkan dirinya.

eoh, aku akan training di jepang selama setahun.”

TBC

annyeong, annyeonggggggggg, author balik lagi nih, readers pada kangen ngakkk?? (readers : kagaaaakkkkk) hehehe 😀 nih author udah usahain buat posting the dreamers di tengah kesibukan persiapam ujiammya author #plakk *sok sibuk lo thor*
ok, silahkan di komen yah, mau like juga ga papa.. 😀

 

Running Up part 11

Running Up part 11

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Choi minho Shinee

Sandara park 2NE1

Choi siwon Super Junior

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

Rainbow – you and I

Kim bo kyung – suddenly

 

~author POV~

Jiyeon langsung menghubungi dara dan siwon. Tak lama mereka tiba di rumah sakit, “jiyeon~aa.” Panggil dara berlari menghampiri jiyeon di ikuti oleh siwon. “jiyeon~aa, apa yang terjadi dengan minho. “mollayo, tadi aku sedang di jalan lalu krystal menelponku, katanya minho pingsan di tepi jalan jadi aku segera kemari.” Jelas jiyeon. “ne, tadi aku menemukan minho tergelatak di pinggir jalan dan sudah babak belur.” Timpal krystal. Beberapa menit kemudian dokter yang memeriksa minho keluar dari ruangan pemeriksaan. “dokter, bagaimana keadaan adik saya?” Tanya siwon. “adik anda hanya menderita luka ringan, besok sudah boleh pulang.” Sahut dokter tsb. “syukurlah.” Jiyeon mengelus dadanya. “apa kami boleh menemuinya?” Tanya dara. “ne, silahkan.” Dokter itu mempersilahkan. Jiyeon, dara, siwon dan krystal pun masuk ke ruangan tempat minho di rawat. “minho~aa.” Panggil siwon. “gwenchanayo?” Tanya jiyeon. “eoh.” Sahut minho. “kenapa kau bisa begini heoh?”Tanya dara. “molla, tadi tiba2 ada beberapa orang datang dan memukulku.” Sahut minho seadanya. “untung ada krystal yang melihatmu tergeletak dan membawamu ke rumah sakit.” Ujar jiyeon. “ne, gomawo krystal~ssi. Ku doakan semoga hubunganmu dengan kyuhyun akan bertambah baik.” Minho meledek krystal. “ya! doakan yang baik, kenapa kau malah mendoakanku dengan kyuhyun.. huh.” Ujar krystal. “eh, aku pulang dulu ya, masih ada urusan annyeong.” pamit krystal. “ne.” sahut jiyeon dan minho. “minho~aa, apa kau tahu siapa yang memukulimu?” Tanya jiyeon. “entahlah, kalau tidak salah sewaktu mereka mau pergi mereka mengatakan athena.” Sahut minho mencoba mengingat. “athena?” dara memastikan. “kenapa mereka memukul minho?” kini siwon pun ikut bertanya. “tapi untunglah lukamu tidak parah.” Ujar jiyeon. “eoh, itu melegakan.” Lanjut dara. “kala begitu kalian pulanglah dan istirahat biar aku yang jaga minho.” Kata siwon. “aniyo, aku di sini saja malam ini.” sahut dara. “tapi jiyeon sendirian.” Ujar siwon. “gwenchana, aku suadah biasa sendiri kok.” Kata jiyen. “jeongmalyo?” siwon memastikan. “eoh.” Jiyeon mengangguk mantap. “ gurae, pulanglah dan istirahat, besok kau harus sekolah.” Kata dara. “ne. annyeong.” jiyeon pamit dan keluar ruangan. ‘omo! aku lupa. Aku datang kemari bersama seunghyun oppa, kemana dia?’ pikir jiyeon. Jiyeon segera menghubungi seunghyun.. “yobosaeyo, oppa, odiga?…. “eoh, gurae, aku kesana.” Jiyeon memeasukan HP nya kedalam saku celana dan melangkah meninggalkan rumah sakit, di luar rumah sakit seunghyun sedang berdiri di samping mobil mewahnya dan melambai pada jiyeon, jiyeon pun segera menghampirinya. “oppa, kau dari tadi kau menunggu di sini?” Tanya jiyeon. “eoh.”

aigoo, mianhe, aku membuatmu menunggu.”

gwenchana, ku lihat tadi kau sangat panik jadi ku pikir lebih baik aku menunggumu di sini saja, minho itu sangat penting bagimu ya?”

ne? e, kanapa oppa bertanya begitu?” wajah jiyeon memerah.

aniyo, tadi kau begitu panik saat tahu minho di pukuli dan kau terlihat sangat khawatir jadi ku pikir dia sangat penting bagimu.”

sepertinya begitu.” Jiyeon mencoba jujur. “gurae, kajja, naiklah, ku antar kau pulang.” Suruh seunghyun. “eoh.” Jiyeon menurut dan masuk ke dalam mobil seunghyun. “kalau boleh aku tahu, kenapa minho di pukuli? Dan siapa yang memukulinya?” Tanya seunghyun di tengah perjalanan ke apartemen jiyeon dan dara. “molla, minho hanya bilang kalau orang2 itu menyebut Athena. Ku rasa athena yang membuat minho seperti itu.” Sahut jiyeon. “Athena? Bukankah itu organisasi yang katamu telah membunuh kedua orang tuamu?”

eoh, mereka yang membunuh kedua orang tuaku.”

tidakkah kau berpikir bahwa mereka mengincarmu?”

ne?” jiyeon diam sejenak. “kurasa begitu.” Lanjutnya.

dan minho adalah salah satu orang yang melindungimu, mungkinkah mereka berusaha menyingkirkan orang yang melindungimu?”

menyingkirkan orang yang melindungiku?” jiyeon terlihat bingung, ia berpikir sejenak. “jadi maksudmu, Athena berusaha menyakiti orang2 di sekitarku?”

menurutku begitu, dan mereka memulainya dari minho, kurasa sebentar lagi mereka akan menyakiti yeoja yang tinggal bersamamu.” Seunghyun mulai mempengaruhi jiyeon.

maksudmu dara eonni?” jiyeon memastikan. Deg! Mendengar nama itu, jantung seunghyun menjadi berdetak lebih cepat, ada perasaan yang sangat bergejolak dalam hatinya namun semua itu tidak dapat di ungkapkan, bahkan dia harus pura2 tidak kenal dengan yeoja yang ia sadari sangat ia cintai. “euhm, yeoja itu, kurasa jika kau hanya diam terus, Athena akan semakin menyakiti orang2 yang kau sayangi seperti yang mereka lakukan pada minho.” Lanjut seunghyun. “andwae, aku tidak akan biarkan Athena menyakiti mereka.” Jiyeon begitu takut membayangkan dara dan minho akan di sakiti oleh Athena. “lalu apa yang akan kau lakukan?” Tanya seunghyun “aku, aku tidak tahu harus bagaimana.” Sahut jiyeon frustasi. “kusarankan, sebaiknya kau menjauhi mereka, Athena berusaha membuatmu menderita dengan menyakiti orang2 yang kau sayangi, jadi kalau kau menjauhi mereka, Athena tidak akan menyakiti mereka.” Seunghyun semakin mempengaruhi jiyeon. “menjauhi mereka..?” jiyeon terlihat sedih. “aku hanya menyarankan, tidak usah terlalu dipikir-“

aniyo, kau benar oppa, lebih baik aku menjauhi mereka jika tidak ingin mereka terluka.” Jiyeon memotong perkataan seunghyun, jiyeon kemudian menunduk, rambut panjangnya menutupi sebagian wajahnya, bahunya bergetar. ‘sepertinya dia menangis’ batin seunghyun, ada setitik rasa di lubuk hatinya yang menggangu pikirannya saat ini. “jiyeon~aa, gwencahanyo?” seunghyun menghentikan mobilnya di tepi jalan. Jiyeon masih diam, sedetik kemdian dia mengangkat wajahnya, terlihat air mata di pipinya yang dengan cepat dihapusnya dengan kasar. “nan gwenchana.” Sahut jiyeon berusaha tersenyum. ‘kau harus kuat jiyeon~aa, kau harus bisa menjauhi minho, ini demi kebaikan orang2 yang kau sayangi’ batin jiyeon menguatkan dirinya sendiri. Sementara seunghyun hanya diam, ssesuatu yang dirasakannya di dalam lubuk hatinya semakin mengganggu pikirannya saat ini.

 

————-

 

~jiyeon POV~

Malam ini aku sendirian di apartemen dara eonni, karena dara eonni menginap di rumah sakit menemani siwon oppa menjaga minho. Aku terus memikirkan kata2 seunghyun oppa. “seunghyun oppa benar, aku harus menjauhi mereka kalau tidak ingin orang2 yang ku sayangi tersakiti.” Lirihku dalam kesunyian. ‘aku harus pergi, ini demi kebaikan orang2 yang kusayangi, aku harus kuat.’ Tekadku dalam hati. Aku beranjak dari tempat tidur menuju lemari dan mulai mengisi pakaianku ke dalam koper, setelah selesai mengisi pakaianku di dalam koper aku segera pergi dari apartemen dara eonni. Aku akan kembali ke apartemenku. Mianhe eonni, minho.. aku haru menjauhi kalian.

 

————-

 

~author POV~

Hari ini minho keluar dari rumah sakit. “minho~aa, bagaimana? Apa kau sudah merasa lebih baik?” Tanya siwon. “eoh.” Sahut minho. “jeongmalyo? bagaimana dengan punggungmu?” Tanya dara. “gwenchana.” Minho meyakinkan siwon dan dara. “hyung, besok aku mau ke sekolah.” Ujar minho. “wae? Kau kan perlu istirahat.” Sahut siwon. “aku bosan dirumah, sudahlah, aku mau istirahat, supaya besok kondisiku fit.” Minho masuk ke kamarnya. Di dalam kamar minho membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. ‘hari ini dia bahkan tidak menghubungiku, ada apa dengan jiyeon? Apa dia baik2 saja?’ batin minho.

 

————-

 

~jiyeon POV~

Aku menatap bangku minho yang kosong. ‘hari ini minho keluar dari rumah sakit, bagaimana keadaannya sekarang?’ ya tuhannn, aku benar2 ingin bertemu dengannya, mengetahui keadaannya. Aku memejamkan mataku menahan sakit dihatiku. ‘minho~aa, bogoshipeo.’ Jeritku dalam hati. Hanya ini yang bisa kulakukan, menjerit dalam hati memanggil nama minho. ‘kalau saja sekarang ada dara eonni, mungkin aku akan merasa lebih baik.’ Sungguh aku butuh dara eonni sekarang. Kenapa ini begitu berat?

 

————-

 

~dara POV~

Aku kembali ke apartemenku, pasti jiyeon sudah kesekolah. Aku membuka pintu apartemen dan segera menuju dapur untuk membersihkan sisa sarapan jiyeon pagi tadi tapi ternyata di dapur tak ada sisa makanan apapun bahkan gelas bekas minum pun tak ada. ‘apa jiyeon tidak sarapan? Bukankah dia selalu sarapan?’ aku pun segera menghubungi jiyeon. Cukup lama aku menunggu jiyeon menjawab telponku namun, tuttt, tak ada jawaban. ‘sebenarnya jiyeon kenapa?’

 

————

 

~jiyeon POV~

Di tengah jam pelajaran tiba-tiba HP ku bergetar, ku lihat di layar tertera : Dara eonni calling ingin rasanya aku mengangkat telpon dari dara eonni, tapi aku tidak bisa, aku harus menjauhinya jika ingin dia selamat, harus.

 

Keesokan harinya…

 

~minho POV~

Hari ini aku mulai masuk sekolah kembali, aku sangat bersemangat berangkat ke sekolah karena di sekolah nanti aku akan bertemu dengan jiyeon, yeoja yang errr.. ku… rindukan beberapa hari ini, ne, ku akui sekarang aku merindukannya, apa mungkin aku menyukainya? mencintainya? Haahhh, molla, aku pun bingung dengan apa yang kurasakan sekarang. Sudahlah lebih baik aku segera ke sekolah, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan jiyeon.

 

~author POV~

Hanya butuh 20 menit minho sampai di sekolah, dia segera menuju kelasnya, namja tampan ini benar2 merindukan yeoja yang bernama park jiyeon, satu satunya yeoja yang menampar minho karena minho menciumnya. Minho pun sampai di kelas, dilihatnya yeoja cantik sedang mendengarkan lagu sambil menutup kedua matanya, tanpa ia sadari bibirnya tersenyum melihat yeoja itu, minho hendak menghampiri jiyeon namun tiba2 jiyeon membuka matanya dan akhirnya tatapan mereka bertemu, saat minho baru saja ingin tersenyum pada jiyeon, yeoja itu malah mengalihkan pandangannya ke arah lain, minho kaget melihat ekspresi jiyeon ‘tidak biasanya dia seperti itu, ada apa dengannya?’ minho baru saja mau menghampiri jiyeon tapi guru pengajar mereka sudah datang sehingga minho mengurungkan niatnya. Selama 3 jam mata pelajaran minho tidak konsen, dia memikirkan jiyeon, sikap jiyeon pagi tadi benar2 membuat minho bingung, teng, teng, teng~ bel istirahat akhirnya berbunyi, saat yang minho tunggu sejak tadi, ia buru2 menghampiri jiyeon yang hendak keluar kelas. “jiyeon~aa, changkamanyo.” Dengan cepat minho menarik tangan jiyeon membuat jiyeon mau tak mau harus berhadapan dengan minho. “wae?” Tanya jiyeon dingin. Minho kaget melihat prilaku jiyeon. “kau kenapa jiyeon~aa?” Tanya minho heran. “naega? Nan gwenchana. Wae?”

wae?! Kau masih bertanya kenapa?! Lihatlah sikapmu, kau aneh sekali, sikapmu sangat dingin padaku. Ada apa denganmu? heoh?”

kau yang aneh. Kau tiba2 datang dan marah2 padaku. Sudahlah jangan dekati aku lagi.” Jiyeon melepaskan genggaman tangan minho dan pergi meninggalkan minho yang bingung, kaget dan kecewa melihat sikap jiyeon padanya. Sementera di luar kelas jiyeon berusaha menahan air matanya agar tidak keluar. “mianhe minho~aa.” Lirihnya. ‘aku lakukan ini agar kau selamat.’ Batinnya.

 

~minho POV~

Ada apa dengan jiyeon? Sikapnya sangat aneh, dia begitu dingin padaku sedangkan pada orang lain dia sangat ramah, kenapa dia sedingin itu padaku? Apa aku melakukan kesalahan? ‘sudahlah jangan dekati aku lagi’ kata2 jiyeon tadi masih terus terngiang di telingaku, dia memintaku untuk tidak mendekatinya lagi? Tapi kenapa? Kenapa dia seperti itu padaku? Aisshh. Aku harus bicara lagi dengannya.

 

———–

 

~author POV~

Tak terasa bel pulang berbunyi, jiyeon buru2 membereskan buku2nya dan pergi meninggalkan kelas agar minho tidak mengajaknya bicara namun ternyata dugaan jiyeon salah, minho dengan cepat mencegatnya di ambang pintu. “kita harus bicara.” Ujar minho. “shireo.” Sahut jiyeon dingin. “terserah kau mau atau tidak tapi kita harus bicara. Kajja.” Minho menarik tangan jiyeon, jiyeon berusaha melepaskannya tapi kekuatannya tidak bisa melawan kekuatan minho. Minho membawa jiyeon ke atap sekolah, tempat yang paling sunyi untuk bicara. “sekarang jawab aku, apa aku punya salah padamu? sampai kau bersikap dingin begini padaku.” Tanya minho membuat jiyeon tercegat, minho sama sekali tak punya salah padanya. “jawab aku. Kenapa kau begini heoh?” suara minho naik satu oktaf, jiyeon berusaha mencari jawaban. “jawab jiyeon~aa.” Ucap minho memegang kedua bahu jiyeon. “aniyo, kau tidak salah.” Jiyeon akhirnya berbicara. “lalu kenapa kau begini padaku?” minho semakin tidak tenang. “aku yang salah.” Ujar jiyeon melepaskan pegangan minho di bahunya. Minho mengerutkan kening mendengar jawaban jiyeon. “aku yang salah karena aku, aku tidak menyukai segala sesuatu yang kau lakukan, aku tidak suka berada di dekatmu, di dekat seorang choi minho yang selalu di kerumuni wanita, aku tidak suka sikapmu yang semena-mena terhadap setiap yeoja, kau tersenyum pada mereka, menerima semua hadiah mereka tapi setelah itu kau membuangnya. Aku benci semua itu, aku benci kau choi minho.” Semua kata2 itu keluar begitu saja dari mulut jiyeon. ‘mianhe minho~aa, aku tidak bermaksud menyakitimu, sungguh semua itu tidak benar.’ Teriak jiyeon dalam hati. Minho terdiam mendengarkan semua kalimat yang keluar dari mulut jiyeon. ‘seburuk itukah aku di matanya?’ batin minho. “jiyeon~aa.” Panggil minho. “mulai sekarang jangan pernah berada di dekatku lagi, aku sudah penat dengan semua hal yang kau lakukan.” Ucap jiyeon dengan dinginnya dan pergi meninggalkan minho yang masih terdiam. ‘mianhe minho~aa, jeongmal mianhe.’ Batin jiyeon berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.

 

————–

 

~author POV~

Hari itu seperti biasa, jiyeon menjalani hari sebagai seorang pelajar, pagi itu saat jiyeon hendak berangkat kesekolah, HP nya berdering, dilihatnya dilayar tertera nama dara. “eonni, mianhe.” Lirihnya sebelum mematikan HPnya.

 

~dara POV~

Pagi ini aku menelpon jiyeon, aku ingin menanyakan kabarnya karena sejak kemarin dia tidak pulang, aku takut terjadi sesuatu padanya. Cukup lama aku menunggu jiyeon mengangkat telponku tapi tuutt, dia mematikan telponnya, ada apa dengannya, aku mencoba menelponnya sekali lagi tapi nomornya sudah tidak aktif. Kenapa dengan jiyeon?

 

————–

 

~jiyeon POV~

Sesampai di sekolah aku segera menuju kelas, tapi sesampainya di kelas sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan menghampiri kedua mataku, minho sedang berpelukan dengan seorang yeoja, aku tidak tahu siapa yeoja itu. “gomawo oppa, sudah mau menerimaku sebagai yeojachingumu.” Ujar yeoja itu. ‘mwo? Y, yeojachingu?’ apa pendengaranku sudah tidak normal? Yeojachingu katanya? Kulihat minho tersenyum padanyas dan menoleh kearahku, dengan cepat aku membuang pandanganku dan berjalan menuju kursiku. “oppa, kau tahu, sejak dulu aku sangat ingin jadi yeojachingumu, saranghae oppa.” Ujar yeoja itu manja, ne, dari tempat dudukku aku masih bisa mendengar percakapan mereka. “omo! yeoja itu centil sekali.” Pekik krystal yang duduk di sampingku. “jiyeon~aa, gwenchanayo?” Tanya krystal. Aku menoleh ke arah krystal. “wae?” tanyaku seakan tak peduli. “I, itu, minho, minho..” krystal tak melanjutkan perkataannya dan menatapku. “krystal~aa, kau sudah berapa lama kau mengenalku? Kau seperti tidak tau diriku saja.” Ujarku setenang mungkin, walau dalam hati terasa sangat sakit. Aku mengambil headset dan ipad ku ku pasang headset di telingaku dan memutar music sekencang2 nya agar tak mendengar pembicaraan minho dengan yeoja itu lagi.

 

~minho POV~

Saat aku bersama di kelas bersama yeoja yang sekarang ini ada yeojachinguku, jiyeon masuk ke kelas, aku menoleh kearahnya dan dia segera membuang muka dan duduk di bangkunya bersma krystal. “jiyeon~aa, gwenchanayo?” Tanya krystal, dari bangku ku aku dapat mendengar pebicaraan jiyeon dan krystal. Ku lihat jiyeon menoleh ke arah krystal. “wae?” tanyanya tak peduli. “I, itu, minho, minho..” krystal tak melanjutkan perkataannya dan menatap jiyeon. “krystal~aa, kau sudah berapa lama kau mengenalku? Kau seperti tidak tau diriku saja.” Ujar jiyeon terlihat tenang. Aish, kenapa jawabannya begitu? Jujur aku kecewa dengan jawabannya yang seakan tak peduli. Kulihat jiyeon mengambil headset dan ipad lalu memasangnya di telinga, dan itu berarti dia tidak akan mendengar pembicaraanku dengan yeoja ini, haah, sudahlah, lebih baik ku suruh pergi saja yeoja ini. “pergilah.” Ujarku. “hah? Waeyo?” tanyanya. Aish dasar pabbo. “kita putus.” Ujarku malas. “mwo?!” w, waeyo? Bukankah kita baru jadian? Kenapa kau berkata seperti itu?” ujarnya. “sudahlah pergilah. Aku sedang tidak ingin diganggu.” Aku mengalihkan pandanganku ke luar jendela. *ihh,minho oppa tega. Hihi* akhirnya yeoja menyebalkan itupun pergi. Haahh, baguslah. Aku menoleh kearah jiyeon, ‘dia benar2 tidak peduli.’ Batinku.

 

————-

 

~author POV~

Sepulang sekolah jiyeon berniat mencari tahu soal kedua orang tuanya, ya, dia mulai mencari tahu keberadaan teman2 orang tuanya, dimana jedua orang tuanya tinggal dulu, semua itu dia lakukan untuk mendapatkan bukti yang konkret untuk menuduh athena sebagai pembunuh kedua orang tuanya. Hari ini jiyeon berencanna untuk menemui salah satu teman ibunya (kim tae hee) yaitu im yoona *Cuma minjem nama*, sahabat kim tae hee. “aku harus menemuinya, mungkin saja dia tahu hubungan eomma dan appa dengan Athena.” Ujar jiyeon memasuki mobilnya dan melaju ke rumah im yoona yang alamatnya sangat susah ia dapatkan. Tanpa jiyeon sadari ternyata TOP mengintainya sejak tadi dan mengikutinya sampai di rumah nyonya im. Sesampainya di rumah im yoona, jiyeon segera mengetuk pintu rumah dan memencet bel beberapa kali sampai seorang wanita yang kira-kira berumur 40 tahunan. “annyeonghasaeyo ahjuma.” Sapa jiyeon. Dari kejauhan seunghyun memperhatikan jiyeon dan nyonya im.

maaf, apa anda yang bernama im yoona?”

ne, aku im yoona, ada apa ya?”

perkenalakan aku park jiyeon, anak dari park jungsu dan kim tae hee.” Jiyeon mengulurkan tangannya. Nyonya yoona terlihat sedikit kaget dan kemudian dengan sedikit ragu menjabat tangan jiyeon. “Kau adalah sahabat dekat eommaku kan?”

n, ne. waeyo?”

Jiyeon tersenyum, “aku ingin bicara denganmu dan bertanya beberapa hal, boleh?”

boleh, ayo masuk dulu.” Nyonya yoona mempersilahkan jiyeon untuk masuk ke dalam rumahnya yang tidak terlalu mewah. Saat jiyeon dan nyonya im masuk, seunghyun mendekat kerumah nyonya im dan mengintip ke dalam rumah berusaha mendengar pembicaraan jiyeon dan nyonya im. “duduklah.” Ujar nyonya im. “kau ingin minum apa?” lanjutnya.

aniyo, tidak usah.”

gurae, kau ingin bertanya apa?”

emm, begini, kau kan adalah sahabat dekat eommaku, jadi kau pasti tahu tentang eommaku, kau tahukan 10 tahun yang lalu, saat aku berumur 7 tahun, kedua orang tuaku meninggal terbunuh, dan di duga pembunuh kedua orang tuaku adalah organisasi Athena, apa kau tahu hubungan kedua orang tuaku dengan Athena?”

A, Athena?” Tanya nyonya im. ‘bukankah itu organisasi yang di pimpin oleh park gi tae.’ Batinnya.

ne, Athena, apa kau tahu?”

aku tidak begitu yakin, tapi kalau tidak salah itu adalah organisasi yang di pimpin oleh park gi tae.”

benar, organisasi itu di pimpin oleh park gi tae, apa kau tahu apa hubungannya dengan kedua orang tuaku?”

park gi tae adalah temanku dan tae hee, kami berteman sangat dekat karena kami tinggal di panti asuhan yang sama, setelah kami cukup dewasa, kami memutusakan untuk meninggalkan panti asuhan itu dan mencoba mengadu nasib di seoul, tapi ternyata mencari pekerjaan tak semudah yang kami bayangkan, dan,,, akhirnya,,,,” nyonya im dia sejenak, mimic wajahnya berubah menjadi sedih. “aku dan tae hee mengambil jalan pintas..” yonna menarik nafas dalam2 sebelum melanjutkan ceritanya. “kami, kami memutuskan untuk menjadi,,, p, pelacur.” Lidah yoona terasa kelu mengatakan hal itu. “m, mwo?!” mata jiyeon membelalak mendengar hal itu. “keputusan itu adalah keputusan terbodoh dalam hidupku, tapi kami benar2 kehilangan jalan keluar, kami sudah tidak punya uang sama sekali bahkan hanya untuk membeli air minum pun kami tak punya. Saat aku dan tae hee melakukan pekerjaan hina itu, park gi tae juga berusaha mati matian mencari uang, mulai dari kerja serabutan, namun hal itu masih juga tidak cukup, sampai akhirnya gi tae mulai membangun organisasi Athena bersama teman2 premannya, sedangkan aku dan tae hee masih melakukan pekerjaan hina itu, namun hal yang tidak kami sangka terjadi, tae hee hamil, tae hee tidak ingin menggugurkan janinnya dia terus menjaganya sampai bayi laki2 itu lahir ke bumi ini.” nyonya im berhenti sejenak. Sedangkan di luar rumah, seunghyun sangat terkejut mendengar cerita nyonya im, tiba2 HP nya bergetar, ternyata park gi tae menelponnya dan menyuruhnya kembali, maka TOP pun menurutinya. “karena pekerjaannya, jadi tak seorangpun yang tahu siapa ayah dari anak itu.” lanjut nyonya im. ”gi tae yang sudah lama menyukai tae hee, akhirnya bersedia merawat anak itu dan tae hee bisa kembali bekerja mencari uang tanpa harus terbebani dengan statusnya yang sudah memiliki anak, tak lama seorang pria bernama lee tae sung mulai dekat dengan tae hee dan akhirnya mereka berpacaran, hal itu cukup membuat gi tae terguncang karena tae sung adalah temannya, karena tae sung, tae hee berhenti menjadi pel*cur dan mencari pekerjaan yang lain, tiba2 seorang pria dari keluarga kaya raya jatuh cinta pada tae hee yang kebetulan bekerja di perusahaan keluarganya dan pria itu adalah park jungsu, ayahmu. Jungsu mendekati tae hee sampai akhirnya dia meminta tae hee untuk menikah dengannya, tae hee yang masih berstatus sebagai pacar tae sung, awalnya tidak ingin menerima lamaran junsu namun entah kenapa tae hee menerima lamaran jungsu dan menikah dengannya. Aku, gi tae dan tae sung sangat terkejut mendengar hal, tae sung sangat sedih, begitu pun gi tae. Setelah itu aku jarang berkomunikasi dengan tae hee, gi tae, atau pun tae sung, sampai sepuluh tahun yang lalu aku mendengar kematian tae hee dan jungsu.” Jelas nyonya im panjang lebar. Jiyeon tak dapat menahan air matanya, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, mencoba mencerna setiap kata yang di ucapkan nyonya im. “l, lalu di mana anak laki2 yang dilahirkan oleh eomma? Apa dia masih hidup? Setidaknya aku masih mempunyai kakak, walaupun tidak se ayah denganku.” Ujar jiyeon. “ne, dia masih hidup dan orang yang merawatnya dari dulu sampai sekarang yang menjaganya adalah park gi tae.” Jawab nyonya im. “m, mwo?! Park gi tae?!” pekik jiyeon. “kau tahu siapa namanya?” Tanya jiyeon lagi. “mollayo, aku hanya tahu gi tae yang menjaganya, sebelum aku berhenti menjalin kontak dengan mereka.” Kata nyonya im. “guraeyo, gomawo sudah menceritakan semuanya. Aku permisi dulu.” Jiyeon pun pamit. “ne.” sahut nyonya im. Jiyeon pun pergi meninggalkan ruamah nyonya im.

 

~jiyeon POV~

Aku melajukan mobilkuku menuju apartemenku. ‘aku harus mencari tahu siapa oppaku, kudengar, park gi tae hanya mempunyai satu putra, mungkinkah itu adalah kakak ku? Tapi siapa dia?’

TBC

jebal di komeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnn yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh, yang udah baca ni FF trus ga kasih komentar, aku sumpahin biasnya ilang (?) 😀