Arsip Tag: haewon

May I love you part 4

May I love you part 4

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

Dongho U-kiss

Doo joon BEAST

IU (singer)

other cast : Haewon X-5

Mir MBLAQ

Krystal f(x)

Jun hyung BEAST

 

~author POV~

ne, kajja kita mulai permainannya.” Seru G.O bersemangat. Mereka mulai memutar botol dan botol itu berhenti pada…ji yeon. “ah, ji yeon~ssi sepertinya ini hari baikmu hahaha.” Gurau seungho. “gurae, pertanyaannya… berapa kali kau ciuman?” Tanya manager kim yang sudah sedikit mabuk. “ne?” Tanya ji yeon heran. “palli, pilih jujur atau meminum arak ini. Hihihi” ujar manager kim. “hhuuhh..” ji yeon mengembungkan pipinya dan kemudian dengan terpaksa meminum 2 gelas arak. “ishh” gerutu ji yeon. “hahahaha, lihatlah wajahnya memerah.. hahaha” mereka semua menertawakan wajah ji yeon yang memerah karena sudah mulai mabuk. “ayo putar lagi..” seru seung ho. Botol di putar dan berhenti pada.. lee joon “ya, lee joon, pertanyaannya… uhmm,, apa kau masih menyukai hyosung?” Tanya direktur cheoi antusias. “…..” lee joon diam dan mengambil arak dan meminumnya. “wahhhh… gurae, mulai lagi.” Ujar G.O botol kembali di putar dan akhirnya berhenti pada cheondung. “wahhh, hyung, uhmm, siapa yeoja yang sukai sekarang?” Tanya mir penasaran. “YA!” seru cheondung. “wae? Palli jawab. hihihihi” Ujar mir. “berikan aku araknya.” Ujar cheondung terpaksa meminum 2 gelas arak. Permainan terus berlanjut sampai mereka semua akhirnya mabuk. Manager kim segera menelpon supir kang untuk menjemput mereka dan mengantarkan ke rumah masing2 karena mereka tidak mungkin mengemudi dalam keadaan mabuk, supir kang segera datang dan membawa cheondung dan ji yeon ke apartemen cheondung.

 

@apartemen cheondung

 

~author POV~

Cheondung berjalan sempoyongan memapah ji yeon keduanya sama2 sudah mabuk karena lebih banyak memilih meminum arak dari pada menjawab pertanyaan “aish, kepalaku,, ughhh..” ujar ji yeon. “wae? Heoh?” Tanya cheondung. “ani.. hehehehe” sahut ji yeon terkekeh, ne, mereka sudah sangat mabuk. Cheondung memapah ji yeon sampai kekamarnya, dan merebahkan ji yeon ke tempat tidur tapi saat dia merebahkan ji yeon dia malah ikut jatuh alhasil tubuhnya menimpa tubuh ji yeon dan……

Backsound : T-ara (hyomin-ji yeon) & seeya boram – coffe over milk (ost. Coffe house)

chu~ bibir cheondung jatuh tepat di bibir ji yeon, spontan ji yeon dan cheondung membelalakan matanya tapi, bukannya berdiri cheondung yang sudah mabuk malah menutup matanya dan menikmati ciuman itu dan parahnya ji yeon yang juga sudah mabuk ikut memejamkan matanya.

 

Keesokan harinya..

 

~ji yeon POV~

ugh,, kepalaku..” aku bangun dengan kepala yang sedikit pusing, ini pasti efek dari semalam, aish! Kenapa mereka membuat game seperti itu sih jadinya kan aku tidak bisa menjawab. Huh! Eh, tapi semalam…

Flashback

Aku di papah cheondung menuju kamar lalu di baringkan lalu chu~ bibir cheondung jatuh tepat di bibir ku, spontan aku membelalakan mata tapi, cheondung belum bangkit juga parahnya aku malah memejamkan mataku menikmati ciuman itu.

Flashback END

OMONA! AISH! PABBOYA! Kenapa? Kenapa semalam aku malah menutup mataku?! Aish! Ji yeon kau sungguh pabbo! Ottokhe?! Huahhhh memalukan. Eomma…… ottokhe?!?! Heoh?!? Apa aku menyukai ciuman itu?! Ah, ani, ani. Mabuk?! Tapi, jelas2 semalam aku,,, Aihhhhhhhhhhhh.. aku memukul kepalaku sendiri dan mengacak-ngacak rambutku frustasi.

 

~cheondung POV~

hoammm” rasanya mengantuk sekali.. semalam mereka benar2 menyebalkan, untuk apa membuat game seperti it. Huh. Semalam..

Flashback

Aku memapah ji yeon menuju kamarnya lalu ku baringkan tapi aku malah jatuh dan.. chu~ bibirku jatuh tepat di ji yeon, spontan aku membelalakan mata tapi, aku yang sudah mabuk bukannya berdiri, malah menutup mataku menikmati ciuman itu.

Flashback END

AIGOO! WAE?! AISH! Kenapa aku.. kenapa aku menutup mataku malam itu?! Dan malah menikmati ciuman itu! ISH! Pabbo! AHH! Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. AISH! JJINJJA! apa yang harus kulakukan kalau bertemu ji yeon?! Uhmm.. naluri? Ani, ani, tak sadarkan diri? AHH! MOLLA! Alasan apa yang harus ku berikan?! Jelas2 semalam aku tahu tapi… AISH! Aku malah… AISH! Ini semua gara2 mereka membuatku mabuk. AAAISH!

 

~ji yeon POV~

Aku segera keluar kamar untuk membuat sarapan agar bisa menghindari cheondung. Saat membuka pintu aku melongo keluar dan tak menemukan cheondung, baguslah, tapi saat aku berjalan hendak ke kamar mandi… OMO! Cheondung baru saja keluar dari kamar mandi. Ottokhe?! Aih, memalukan sekali, semoga dia tidak mengingat kejadian semalam. Tapi, pandanganku segera beralih ke.. aih, kenapa aku jadi menatap bibir cheondung?! Ani, ani ji yeon~aa..

 

~cheondung POV~

Saat aku keluar kamar mandi aku berpapasan dengan ji yeon, aih, kenapa jadi seperti ini?! Ahh! Aku malu sekali, semoga saja dia tidak mengingat kejadian semalam. Tapi mataku beralih pada, aih, bibir ji yeon? Kenapa aku.. bibirnya, pink, mungil dan,, ani, ani, cheondung~aa, kejadian semalam itu semata—mata karena kau mabuk araseo?! Ne, mabuk.

 

~author POV~

Ji yeon dan cheondung sama2 menjadi salah tingkah. Dengan cepat ji yeon berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi ji yeon kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, ne, melihat ji yeon yang hampir terjatuh spontan cheondung menopang tubuh ji yeon dan alhasil ji yeon jatuh ke pelukan cheondung.

 

~ji yeon POV~

Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi aku kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, hampir? Ne, cheondung menopang tubuh ku dan alhasil aku jatuh ke pelukan cheondung. Mata kami bertemu, deg, jantungku, aih, jangan lagi, kalau seperti ini terus bisa2 jantungku copot. Kenapa, kenapa saat menatapnya jantungku jadi begini? Aih, mau menghindar malah jatuh ke pelukannya.

 

~cheondung POV~

Ji yeon berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi dia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, spontan aku segera menopang tubuh nya dan alhasil ji yeon jatuh ke pelukanku. Mata kami bertemu, deg, menatapnya kenapa jantung ku jadi seperti ini? Aigoo.

 

~author POV~

Ji yeon segera berdiri dari pelukan cheondung. “ehm, a, aku m,, mandi dulu..” ujar ji yeon canggung dan segera masuk ke kamar mandi. Selesai mandi ji yeon segera menyiapkan sarapan dan mereka pun sarapan bersama-sama. “uhmm.. soal, yang semalam itu..” ujar cheondung di tengah sarapan “uhuk..” ji yeon yang sedang menelan makanannya tersedak karena kaget, seketika semburat merah muncul di pipinya. “euhmm itu.. kau,,, kau tahu kan semalam itu..” ujar cheondung berusaha menjelaskan. “ah, ne, araseo.. semalam kita,, kita kan mabuk jadi..” ucapan ji yeon terhenti. “jadi lebih baik kita lupakan saja kejadian semalam, ne?” lanjut cheondung. “eoh, ne.. hehehe” ji yeon berusaha mencairkan suasana dengan tawa garingnya. “benar. Hehehehe” sahut cheondung, tapi suasana masih terasa sedikit canggung.

 

———————–

~author POV~

Keesokan harinya ji yeon dan cheondung pergi ke kantor J.Tune Ent. “wahh, cheondung~ssi, kebetulan kau datang, aku ada kabar bagus untukmu.” Seru direktur choi. “mwoga?” Tanya cheondung penasaran. “kau tahu, penjualan mini album solo mu mencapai angka yang fantastis.” Jelas direktur choi. “jeongmal?” Tanya cheondung memastikan. “wahhhh chukkae cheondung~aa“ seru ji yeon. “tentu saja, dan perusahaan memberimu bonus, yaitu liburan selama 4 hari, dan tempatnya kau yang tentukan.” Ujar direktur choi. “wah, kemana ya..?” gumam cheondung. “oh ya, manager park, kau juga mendapat bonus, karena kau dapat me manage jadwal cheondung dengan baik sehingga promosinya berjalan lancar, jadi kau akan pegi liburan bersama cheondung.” Jelas direktur choi. “liburan? Wahh.. gamsahamnida.” seru ji yeon berbinar-binar. “uhm, aku mau ke pulau jeju saja.” Ujar cheondung. “mwo? Kenapa kau memilih jeju?” Tanya direktur choi heran. “soalnya kalau ke luar negri aku rasa sudah biasa, lagi pula aku ke pulau jeju baru sekali dan itu pun hanya sehari.” Sahut cheondung sambil menyeruput ice capucino nya. “ya sudah kalau itu mau mu. Kau bisa berangkat besok bersama manager park.” Ujar direktur choi. “ne.” sahut cheondung.

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Wahhh hari ini menyenangkan sekali, mendapat liburan ke pulau jeju selama 4 hari, hihihi senangnya bisa santai juga. Aku merapikan pakaian ku di dalam koper setelah itu ku tatap diriku dari bawah sampai atas di depan kaca, rapih. Aku bergegas keluar kamar dan mendapati cheondung yang sudah duduk di ruang tengah dengan rapih. “sudah siap?” tanyanya. “hu’um” aku mengangguk manta dengan senyum merekah. “kajja.” Cheondung berjalan mendahuluiku.

 

~cheondung POV~

Aku dan ji yeon sudah berada di dalam pesawat menuju pulau jeju. Kami berangkat tepat pukul 05.30 pagi, ji yeon yang duduk di samping ku terlihat begitu mengantuk, tak lama kulihat dia sudah terlelap dengan menyandarkan kepalanya di kursi pesawat, ku perhatikan setiap lekuk wajahnya, matanya indah, hidung nya mancung, kulitnya putih bersih, bibirnya pink mungil, yeoppo. Aih, apa yang kau pikirkan cheondung?! Tapi kalau di lihat wajahnya begitu manis apalagi jika sedang tertidur seperti ini benar-benar seperti bidadari. Perlahan ku letakan kepalanya di bahuku agar tidurnya lebih nyaman. “eghh..” ji yeon mulai menggeliat, sepertinya dia sudah bangun, dia menoleh ke arahku. “eh, kenapa aku bisa..”

ya! Kalau mau tidur jangan di bahuku dong.” Ujarku berbohong, mana mungkin aku mengatakan kalau aku yang menaruh kepalanya di bahuku. *cie, cie, si cheondung gengsi#abaikan* “hehehe, mian, soalnya tadi aku menyandarkan kepalaku di kursi ehh, malah jatuh di bahumu. Hehehe” ujar ji yeon cengengesan. Hahaha lucu sekali dia, padahal aku yang meletakan kepalanya di bahuku, ckckckck. Yeoja ini benar2 lucu.

 

~author POV~

Tak terasa ji yeon dan cheondung sudah sampai di pulau jeju. “wuahhh, yeoppo..” seru ji yeon melihat alam pulau jeju yang begitu indah, ji yeon segera berlari kea rah taman bunga yang beragam warna Dan cheondung hanya tersenyum melihat tingkah ji yeon. Setelah puas melihat-lihat ji yeon kembali ke hotel bersama cheondung untuk istirahat. “istirahatlah, besok kita akan jalan-jalan lagi.” Ujar cheondung pada ji yeon sesampai di depan kamar ji yeon yang berhadapan dengan kamr cheondung. “ne, annyeong jumuseyo.” Sahut ji yeon dengan eye smile nya. “ne..” keduanya pun masuk kamar masing-masing.

 

~ji yeon POV~

Hufftt… aku menghempaskan tubuhku di atas kasur empuk hotel mewah ini. sungguh menyenangkan. Deg, aih, kenapa tiba-tiba aku jadi berpikir tentang cheondung, wae? Kenapa aku sering sekali memikirkannya, saat di dekatnya rasanya nyaman dan tenang. Ji yeon~aa, ada apa sebenarnya dengan mu ini heoh? Cheondung, nama itu, nama itu selalu menghiasi pikiran ku, sungguh ini perasaan yang sulit di jelaskan. Saat bersamanya, nyaman tapi jantungku juga berdegup kencang apalagi saat dia menggenggam tangan ku, yahh walaupun ku rasa baginya itu biasa saja, tapi bagiku itu sungguh mendebarkan. Pipiku memanas, tiba-tiba saja aku teringat kejadian malam itu, saat aku mabuk, aihhhh memalukan sekali.

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Hari itu adalah hari kedua kami di pulau jeju, di kamar aku sudah bersiap-siap dengan celana jeans pendek dan t-shirt lengan panjang berwarna kuning. Selesai merapikan dandanan ku di depan cermin, aku segera memakai sepatu kets ku. “ok! Selesai” gumamku. Tok, tok, tok. “ji yeon~aa, kau sudah selesai?” terdengar suara cheondung dari luar kamar. “ne.” aku membuka pintu. “kajja.” Cheondung menggenggam tanganku, deg, aih, perasaan ini lagi, semoga wajahku tidak memerah. “changkaman, aku kunci pintu dulu.” Ujarku. “ne.” sahut cheondung. Aku dan cheondung pergi ke pantai, benar-benar indah, pulau jeju memang cantik. Aku melepas sepatu ku dan berlari ke pantai aku memain-mainkan air laut yang terasa hangat. “cheondung~aa, kemarilah.” Ajaku. “ne, aku titip HP ku di tasmu ya.” Sahutnya yang ku balas dengan anggukan. Cheondung berjalan ke arahku dan menyipratkan air ke arahku. “ya!” ujarku kesal karena di ciprat air. Tanpa pikir panjang, aku juga menyiprat kan air padanya. “ya!” ujarnya kesal. “hahahahahha” aku hanya tertawa melihat tampang kesalnya dan kembali menyipratkan air padanya. “ya! Park ji yeon!” ujarnya kesal dan aku hanya menjulurkan lidah yang berhasil membuatnya mengejarku, aku terus berlari menghindarinya terang saja kalau tertangkap olehnya pasti aku akan basah kuyup. “hahahahaha” aku terus tertawa menghindarinya, tapi ternyata dia berhasil menangkapku, deg, dia memelukku dari belakang, omo! Dia memelukku? Ani, ani ji yeon~aa cheondung hanya berusaha menahanmu agar dia bisa menyipratkan air padamu.”kau tidak bisa lari lagi. Hahahaha” ujarnya, Tapi kami malah kehilangan keseimbangan karena ombak laut dan terjatuh, alhasil kemi berdua menjadi basah kuyup, kami saling pandang dan tertawa melihat keadaan masing-masing yang telah basah kuyup. Setelah makan malam aku dan cheondung kembali ke kamar masing2.

 

~cheondung POV~

Huftt.. ku rebahkan tubuhku di atas kasur, hari ini cukup melelahkan tapi juga menyenangkan. Ji yeon, yeoja itu benar2 lucu, dia bisa membuatku tertawa sepanjang hari dengan segala tingkah lakunya. Aih, kenapa aku malah memikirkannya? Ani cheondung~aa, dia itu hanya managermu, tak lebih lagi pula mana mungkin aku menyukainya. Sudahlah, sebaiknya aku tidur saja.

 

Keesokan harinya…

 

~cheondung POV~

Hari ini hari ketiga aku dan ji yeon di pulau jeju. Di kamar aku sedang bersiap-siap untuk hari ini. HP ku kemana? Aku terus mencari-cari HP ku yang entah ada di mana, aish! Kemana sih? Oh iya! Aku baru ingat, HP ku kemarin kutitipkan di tas ji yeon. Aku segera ke luar kamar. Tok, tok, tok. Ku ketuk pintu kamar ji yeon namun tak di buk juga. Ke mana sih dia?

 

~author POV~

Cheondung terus mengetuk pintu kamar ji yeon namun tidak di buka juga karena ji yeon sedang berada di kamar mandi, klek, cheondung membuka pintu kamar ji yeon yang lupa di kunci oleh ji yeon setelah dia selesai jogging tadi pagi. Di saat cheondung baru mau masuk ke kamarnya ji yeon juga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, kedua spontan kaget.

 

~ji yeon POV~

Di saat aku keluar kamar mandi menggunakan handuk. OMO! Cheondung sedang berdiri di depan pintu kamar ku. Aigoo! Aku malu sekali. Ottokhe?! Aku yakin pasti wajahku sudah memerah.

 

~author POV~

Cheondung dan ji yeon sama2 kaget dan terdiam sejenak. “eh, mian” cheondung berbalik dan keluar kamar ji yeon. Sementara itu ji yeon masih bengong saking malunya. “sadar jiyeon” ji yeon menepuk-nepuk pipipnya dan menggelengkan keplanya. “OMONA!” jerit ji yeon frustasi. “aigoo! Kenpa selalu terjadi kejadian memalukan seperti ini? huahhh” umpat ji yeon mondar mandir tidak jelas. Setelah selesai berpakaian ji yeon perlahan membuka pintu kamarnya. “mian soal yang tadi, aku, aku hanya ingin mengambil HP ku yang ku titipkan padamu kemarin.” Ujar cheondung sedikit malu. “ah, ne, sebentar, ku ambilkan.” Sahut ji yeon ke kamarnya dan segera kembali membawa HP cheondung. “ini” ji yeon memberikan HP cheondung. “ne, gomawo.” Sahut cheondung. Hari itu mereka gunakan untuk melihat-lihat barang2 yang dapat di beli. Setelah selesai membeli souvenir, mereka kembali ke hotel. “ji yeon~aa, 1 jam lagi aku tunggu kau di lobi hotel. Berpakaian lah yang rapih.” Ujar cheondung. “ne, hajiman, kita mau kemana?” Tanya ji yeon. “sudah sana siap2 saja.” Sahut cheondung masuk ke kamarnya. Ji yeon hanya menurut, dia segera mandi dan bersiap-siap dengan pakaian yang rapih, dia memakai dress berwarna blu shapire selutut, sangat cantik. Ji yeon segera ke lobi sesuai permintaan cheondung. Cheondung yang sudah menunggu ji yeon segera bangkit dari duduknya setelah melihat ji yeon berjalan ke arahnya. “kajja” ujar cheondung. “odiga?” Tanya ji yeon. “makan malam. Kajja.” Sahut cheondung. Ji yeon dan cheondung sudah sampai di sebuah restoran mewah. Mereka segera memesan makanan dan tak berapa lama pesanan mereka datang, mereka pun melahap makanannya. Seusai mereka menyantap maka malam, “Wah, pengunjung sekalian, sepertinya kita kedatangan tamu special. Kalian tentunya tahu cheondung kan? Salah satu personel MBLAQ.” Ujar mc di restoran yang setiap malamnya menyajikan hiburan. Terdengar bisik-bisik para pengunjung yang telah menyadari kehadiran cheondung. “cheondung~ssi, bagaimana kalau kau menyumbangkan satu lagu malam ini.” ujar mc itu lagi, cheondung akhirnya naik ke atas panggung untuk menyumbangkan lagu dengan memainkan piano, dia menyanyikan lagu dari MBLAQ – my dream dengan lantunan indah dari piano berhasil memukau para pengunjung.

 

~ji yeon POV~

Sempurna. Aku kini tidak dapat mengalihkan pandanganku dari cheondung yang tengah menyanyi dengan memainkan piano, dia benar-benar sudah menghipnotisku. Merdu, sangat merdu, suaranya dapat kurasakan, hati ku bergetar saat mendengarnya, dia benar-benar memukau, ku rasa,,, aku memang benar-benar sudah jatuh cinta pada cheondung…. Semakin lama, semakin terasa dan tidak dapat di pungkiri lagi. Selama cheondung menyanyi pandanganku tertuju padanya dan rasanya tak ingin kualihkan sedetikpun. Aku benar-benar tidak menyangka bisa menyukainya seperti ini. saranghe cheondung~aa

 

~author POV~

Hari ini adalah hari terakhir ji yeon dan cheondung berada di pulau jeju, karena jadwal keberangkatan pesawat yang mereka tumpangi nanti pukul 05.00 sore jadi mereka mengisi waktu sambil menunggu sore dengan pergi ke padang rumput, di sana cheondung menyewa seekor kuda, cheondung berkuda di padang rumput hijau yang sangat luas.

 

~ji yeon POV~

Keran sekali. Ku perhatikan cheondung yang sedang berkuda di tengah padang rumput, dengan kuda putih yang di sewanya, sungguh keren, membuatku semakin terpesona dengan celana dan kemeja putih menunggang kuda putih. ‘pangeran berkuda putih’ hihihi hal itu tiba2 terlintas di pikiranku. Cheondung, pangeran berkuda kuda putih yang datang menjemputku. Hihihihi.

ya!”

ji yeon~aa”

YA! PARK JI YEON!” teriakan cheondung berhasil membuyarkan lamunanku. “ah, ne? w, wae?” sahutku gelagapan. “kau ini kenapa sih? Dari tadi senyum2 sendiri, saat ku panggil malah tidak menjawab.” Ujar cheondung. “e, e..”

aneh!” lanjutnya sembari meninggalkanku. “YA! Mworagoyo?!” ujarku kesal. “aneh! Ku bilang kau aneh. Wae?” tanyanya santai. “ISH!” aku hanya dapat menggerutu. Tak terasa sudah jam 4 kami pun bergegas ke bandara. Tepat pukul 5 kami lepas landas dari pulau jeju menuju seoul.

 

~author POV~

Saat ji yeon masuk ke pesawat dan hendak duduk di tempat duduknya yang berada di samping cheondung tiba-tiba sorang ahjuma hamil datang dan langsung duduk di tempat duduk ji yeon. “ehm, permisi ahjuma, sepertinya anda salah tempat soalnya itu tempat duduk ku.” Ujar ji yeon sopan. “ne, araseo, hajiman, bisakah kita bertukar tempat duduk, aku duduk di kursimu dank au duduk di kursiku, ne? soalnya anak di perut ku pengennya duduk di dekat cheondung, personel termanis di MBLAQ, huahh kyeopta.” Jelas ahjuma itu sambil mencubit-cubit pipi cheondung. Cheondung terlihat sangat kesal. “tapi ahjuma, itu kan kur-“ sebelum cheondung menyelesaikan perkataannya ji yeon sudah memotong. “ah, ne, boleh kok, hajiman, kalau boleh tahu di mana kursi ahjuma yang harus ku duduki.” Sahut ji yeon lembut. “ya!” bisik cheondung dan menatap ji yeon tajam. “ah, di depan sana, 3 kursi sebelum kursi ini.” jelas ahjuma hamil itu sambil menunjuk kursi kosong di samping seorang namja tampan. “oh, ne. aku permisi ya.” Sahut ji yeon berjalan kea rah kursi yang di tunjuk ahjuma itu. Ji yeon segera duduk di kursi itu. Sepanjang perjalanan ke seoul ahjuma itu terus saja menganggu ketenangan cheondung, dengan senyum yang sangat di paksakan cheondung meladeni setiap ocehan ahjuma itu.

 

~cheondung POV~

Aish! Awas kau park ji yeon. Omo! Apa-apaan itu?! Ji yeon tertidur di bahu namja itu, aigoo, awas saja kau. Huh!

 

~haewon POV~

Pluk… tiba-tiba kepala yeoja yang duduk di sampingku jatuh ke bahuku, sepertinya dia ketiduran, biarkan sajalah, sepertinya dia kelelahan. Ku biarkan kepala yeoja itu berada di bahuku. Aneh, rasanya aneh, kenapa aku bisa membiarkan seseorang yang bahkan aku tak tahu siapa namanya bersandar dan tidur di bahuku. Ku lirik wajah yeoja yang sedang tidur di bahuku, yeoppo, saat tidur dia seperti bidadari, semuanya terlihat sempurna.

 

~ji yeon POV~

nona, nona” terdengar sayup-sayup suara seorang namja, perlahan kubuka kelopak mataku yang terasa berat. “uhmm, ne..” ujarku masih malas. “pesawatnya sudah mendarat, kita sudah sampai di seoul nona.” Ujar namja itu. Dan sekarang aku benar2 tersadar sedari tadi aku tertidur di bahu namja itu, aih, ji yeon pabbo, bisa-bisanya aku tertidur di bahu seorang namja yang tak ku kenal. “eh, chosonghamnida, aku tertidur di bahumu.” Ujarku tak enak. “ne, gwenchana.” Sahut namja itu mengembangkan senyumnya yang manis kemudian berlalu dari hadapanku. Aku pun segera menghampiri cheondung dan ahjuma hamil itu dan turun dari pesawat. “Cheondung~aa, ahjuma pergi dulu ya, annyeong..” ujar ahjuma itu sambil mencubit pipi cheondung dengan gemas. “wuahh, sepertinya ahjuma itu sangat menyukaimu. Hahahaha” ujarku setelah ahjuma itu pergi. “YA! Kau sengaja kan? Supaya aku bisa di ganggu ahjuma itu?! Huh!” gerutu cheondung. “aniya. Aku hanya kasihan saja, ahjuma itu kan sedang hamil, jadi kuturuti saja keinginannya.” Sahut ji yeon mengembungkan pipinya menahan tawa. “bilang saja kalau kau mau duduk di samping namja tadi, dan tidur di bahunya.” Tuduh cheondung. “mwo? Apa masudmu? Tadi itu aku ketiduran dan tidak sengaja kepalaku jatuh di bahu namja itu. Ka jangan sembarangan menuduh.” Aku berusaha menjelaskannya pada cheondung. “sudahlah, lagi pula apa peduliku” sahut cheondung berjalan mendahuluiku. “huuuhh! Aneh!” ujarku setengah berteriak.

TBC

otthe? kalau mau FF nya lanjut, di komen ya….. ^_~

Iklan

SEOUL in love part 4

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~ji eun POV~

sandeul~aa” seorang yeoja memanggil sandeul.

ne” sahut sandeul.

HYE WON.” Seru ji yeon. Ji yeon mengenalnya??

neo?! JI YEON.” Yeoja itu langsung berpelukan dengan ji yeon.

hye won~aa bogoshipo..” ujar ji yeon sembari melepaskan pelukannya.

na do ji yeon~aa.” Sahut yeoja yang di panggil hyewon itu.

kalian saling kenal?” Tanya sandeul.

ne, hye won ini sahabatku di smp dulu.” Jelas ji yeon. “kalian sendiri ada hubungan apa?” Tanya ji yeon.

uri? Uhm, aku calon pacarnya sandeul..” sahut hye won sambil menggandeng lengan sandeul. Aish! Kenapa rsanya sakit sekali hati ini. “mwo?” Tanya sandeul yang masih membiarkan hye won menggandeng lenganya. Rasanya seperti di sambar petir melihat hal itu. Tapi, wajar saja hal itu di lakukan sandeul, dia kan memang sudah tidak pacaran denganku lagi pula yeoja itu cantik dan,,, seksi ne, dengan gayanya yang memakai celana super pendek yang memperlihatkan betuk kaki yang indah dan kulit putih mulus juga rambut panjang nan lurus yang di biarkan tergerai membuatnya terlihat seksi. Beda sekali dengan ku. Setelah melihat hal itu ku putuskan untuk tidak menghampiri ji yeon dan jalan2 sendirian mencari tempat untuk menangkan diri. Secepat itukah sandeul melupakanku?

~hyewon POV~

sandeul~aa” panggilku.

ne” sahut sandeul.

HYE WON.” Seru yeoja yang sepertinya ku kenal.

neo?! JI YEON.” Aku langsung berpelukan dengan ji yeon, sahabatku di smp dulu.

hye won~aa bogoshipo..” ujar ji yeon sembari melepaskan pelukannya.

na do ji yeon~aa.” Sahutku

kalian saling kenal?” Tanya sandeul.

ne, hye won ini sahabatku di smp dulu.” Jelas ji yeon. “kalian sendiri ada hubungan apa?” Tanya ji yeon.

Backsound : 5Dolls – like this or that

uri? Uhm, aku calon pacarnya sandeul..” sahutku sambil menggandeng lengan sandeul. “mwo?” Tanya sandeul.

bercanda,, hahahhaha tampangmu lucu sekali.” Ujarku pada sandeul. Gurae, sekarang kau boleh anggap ini semua candaan tapi aku akan berusaha mendapatkanmu. “hahahahaha” ji yeon, baro dan jin young ikut menertawakan sandeul. “eh, oh ya hye won, aku tidak melihatmu kemarin2?” Tanya ji yeon. “kemarin2 aku sedang ke Canada. Kau kapan pindah ke seoul?”

5 hari yang lalu.”

pantas saja kita tidak bertemu.”

~author POV~

Malam harinya acara pembukaan observasi di mulai dari pukul 7. Seperti biasa band JSB tampil dengan karismanya. “kalau sedang tampil mereka cukup keren loh, iya kan?” ujar ji yeon pada ji eun. “ne?” ji eun baru tersadar dari lamunannya. “itu, JSB kalau lagi tampil mereka keren, apa kau tidak menyesal memutuskan sandeul?”

~ji eun POV~
“itu, JSB kalau lagi tampil mereka keren, apa kau tidak menyesal memutuskan sandeul?” aih, ji yeon tahu dari mana? “e,,,e,, ani,,” jawabku. “kau tahu dari mana?” tanyaku. “dari baro..” sahut ji yeon. Selesai tampil baro, jin young dan sandeul menghampiriku dan ji yeon. “kalian tadi keren loh..” puji ji yeon. “jeongmal?” Tanya baro. “uhm.” Ji yeon mengangguk. “gomawo.” Ujar jin young. “ne..” sahut ji yeon. “na do gomawo ji yeon~aa.” Ujar sandeul. Sekarang, aku tidak tahu harus berlaku bagaimana dengan sandeul. Huuuhh benar2 canggung. “annyeong.” sapa hye won sambil berjalan menghampiri kami. Dia cantik malam ini, begitu pun dengan ji yeon aku merasa menjadi yang paling jelek di sini. Kalau di lihat2 hyewon mirip dengan go hara personel kara, huahhhhh menyebalkan.

~hye won POV~

annyeong.” aku menyapa ji yeon dan yang lainnya. Siapa yeoja yang ada di samping ji yeon ini?” ji yeon~aa nugu?” aku melirik kea rah yeoja yang di samping ji yeon. “kenalkan ini ji eun sahabat ku, ji eun kenalkan ini hye won sahabat ku di SMP.” Ujar ji yeon. “annyeong haseyo, hye won imnida.” Aku mengulurkan tangan pada nya. “ji eun imnida.” Ji eun menjabat tangan ku. Ji eun? Mantan yeojachingu sandeul?. Ohh.. jadi dia ya.. untuk apa dia di sini? Apa mau mendekati sandeul lagi. Tak akan ku biar kan. “ini.. kau pasti haus. Minumlah.” aku menyodorkan sebotol air mineral pada sandeul. “ne, gomawo”

~ji eun POV~

Aish! Apa2an ini? Aku harus melihat hal ini. Hye won dan sandeul saling melempar senyuman. Aku segera pergi dan sedikit menyambar hye won, supaya dia tahu kalau aku tidak suka dengan perlakuannya terhadap sandeul.

~hye won POV~

Hhhh, yeoja itu menyambarku? Tidak suka? Hhhh dasar kekanak-kanakan. Aku hanya melempar senyuman kemenangan padanya. Lihat saja aku akan mendapat kan sandeul.

~ji yeon POV~

ji eun~aa kau mau kemana?” aku khawatir melihat ji eun yang pergi meninggalkan kami dengan wajah yang menurut ku kesal melihat sandeul dan hye won. Aku mengejar ji eun. “ji eun~aa, gwenchana?” aku mensejajarkan langkah ku dengan nya. Hmmpph, ne nan gwenchana.” Sahutnya dengan nada berat. “jeongmal?”

ne ji yeon~aa lagi pula aku kan sduah tidak ada hubungan apa2 dengan sandeul.” Sahutnya tersenyum membuat hati ku lega.

Keesokan harinya…

~author POV~

Keesokan harinya, para siswa mulai melakukan observasi dengan kelompok yang dipilih sendiri oleh siswa. Jin young, baro, ji yeon, sandeul dan hye won memilih untuk satu kelompok jadi mau tidak mau ji eun juga harus satu kelompok dengan mereka karena ji yeon dan dia terpaksa harus melihat kedekatan hye won dan sandeul. “annyeong, apa aku boleh gabung di kelompok kalian?” Tanya gongchan menghampiri kelompok jin young dkk. “ne, tentu saja boleh iya kan?” jawab ji yeon dan meminta persetujuan yang lain. “gongchan~aa.” CNU berlari menghampiri gongchan. “eh, hyung, kita gabung di kelompok ini saja.” Ujar gongchan. “boleh ya?” Tanya gongchan pada kelompok jin young. “ne.” ujar mereka. CNU kemudian mentap ji yeon. “waeyo?” Tanya ji yeon datar. “ani..” sahut CNU. Semua menatap ji yeon yang bersikap seperti itu pada CNU ketua osis seoul high school. Seluruh siswa pun memulai observasi dengan kelompok masing2.

Backsound : hyomin ft brave brother’s – beautiful girl

Selama melakukan observasi hye won terus berada di dekat sandeul yang tentu saja membuat ji eun kesal, tidak mau kalah ji eun pun terus berada di samping gongchan, sementara itu ji yeon terus bercanda dengan baro dan mengobrol akrab dengan jin young dan sesekali bertengkar dengan CNU. “auh..” hye won tiba2 terjatuh. “hye won~aa gwenchana?” sandeul membantu hye won berdiri. “ne, aku hanya tersandung kok.” Sahut hye won. “sebaiknya kita kembali ke vila saj, hari sudah mulai gelap.” Ujar CNU. “ne.” mereka serempak pergi kembali ke vila. Saat di vila sandeul mengobati kaki hye won yang terkilir. “a, auh..” hye won menjerit. “tahan sedikit, ne?”

uhm..” hye won mengangguk, ji eun yang sedari tadi memperhatikan hal itu terlihat sangat kesal. “nah sudah selesai.” Ujar sandeul. “gomawo.”

ne, aku tinggal dulu, istirahatlah.”

hu’um.”

gwenchana?” ji eun menghampiri hye won.

Backsound : 5Dolls – like this or that

naega? Seharusnya aku yang bertanya padamu ‘gwenchana?’ heoh?”

mwo?”

sandeul, aku akan mendapatkannya. Ku harap kau akan baik2 saja.” Kata2 hye won membuat ji eun terdiam tapi bebrapa saat kemudian tersenyum, hye won meninggalkan ji eun dengan senyum kemenangan.

~hye won POV~

Aku meninggalkan ji eun, ‘mian, aku tidak bermaksud menyakitimu ji eun~aa hanya saja aku tidak ingin kehilangan sandeul untuk kedua kalinya.’ Batinku.

~ji eun POV~

Tenang ji eun~aa.. kau harus tetap tenang, biarkan saja sandeul bersama hye won, lagi pula yang harus kau pikirkan sekarang adalah gongchan. Setelah hye won pergi aku juga langsung pergi dari tempat itu, aku berjaln tak tentu arah berharap mendapatkan ketenangan tak terasa aku berjalan semakin jauh. OMONA! Di mana aku? Sepertinya aku tersesat, huah eomma ottokhe? Mana tempatnya gelap, mengerikann… aku mencari jalan untuk kembali ke vila tapi hasilnya nihil aku tidak menemukan jalannya di tengah kegelapan seperti ini. HP ku juga ketinggalan di kamar. Huaahhhhhhhhhhhh ottokhe?

~ji yeon POV~

eh, jin young apa kau melihat ji eun?” aku keasyikan mengobrol dengan teman2 yang lain sehingga tidak menyadari kalau ji eun tidak bersamaku. “ji eu? Ani.. aku juga tidak melihatnya dari tadi.” Sahut jin young.

aih, dia ke mana?”

mungkin di kamarnya.”

kalau begitu aku ke kamar dulu.” Aku berlari kekamar ji eun tapi setelah ku buka pintu kamarku dan ji eun ternyata dia tak ada di sana.

jin young~aa” aku berlari sekencang mungkin kea rah jin young.

waeyo?”

ji eun tak ada di kamar, dia keman ya? Aku khawatir dengannya.”

ya sudah kalau begitu kita cari sama2 ya..” jin young menenangkanku.

uhm” aku mengangguk.

kajja.”

kalian mau kemana?” suara gongchan menghentikan langkah ku dan jin young.

kami mau mencari ji eun.” Sahut jin young.

memangnya ada apa dengan ji eun?” Tanya gongchan sedikit panik.

dari tadi aku tidak melihatnya dan saat ku cek di kamar dia juga tidak ada, jadi aku mau mencari ji eun, aku khawatir padanya.”

kalau begitu aku ikut.” Gongchan terlihat panik. Kami bertiga akhirnya mencari ji eun.

~gongchan POV~

Ya tuhan tolong lindungi ji eun. Entah kenapa aku benar2 tidak ingin dia terluka. Aku mencari ji eun bersama jin young dan ji yeon tak ji eun tidak ketemu2 juga. Saat di dalam hutan aku terpisah dengan ji yeon dan jin young. Aish! Ya sudahlah lebih baik aku cari ji eun. Aku mengirim pesan pada CNU untuk meminta bantuan teman2 yang lain mencari ji eun. “ji eun~aa” aku terus memanggil nama ji eun berharap dia mendengar nya.

~sandeul POV~

pak, ji eun hilang.” kata CNU pada pak lee teuk. “mwo?” aku benar2 kaget mendengar nya. Ya tuhan kumohon lindungilah ji eun. “aku akan mencarinya.” Kata ku berlari mengambil senter dan berlari mencari ji eun. “kajja kita cari ji eun bersama-sama.” Perintah pak lee teuk. Berjalan menyusuri hutan mencari ji eun.

~hye won POV~

Melihat sandeul yang begitu khawatir saat ji eun hilang, hati ku sakit rasanya.

~ji yeon POV~

Saat di dalam hutan aku dan jin young terpisah dengan gongchan, sepertinya gongchan benar2 panik, ku harap dia dan ji eun akan baik2 saja. Akhirnya aku mencari ji eun berdua dengan jin young. Deg, jantungku rasanya berdetak kencang saat jin young menggenggam tangan ku.

Back sound : T-ara – falling U

kau jangan jauh2.” Ujarnya. “waeyo?”

karena aku tidak ingin kau kenapa2.” Sahutnya membuat jantungku semakin tidak karuan. Rasanya sangat nyaman berada di dekatnya, apa mungkin aku…. Jatuh cinta padanya..? aih, apa yang ku pikirkan, ‘ji yeon~aa sekarang ini sahabatmu sedang hilang, kau malah berpikir yang seperti ini.’ kami berjalan di dalam kegelapan hutan untuk mencari ji eun dengan tetap bepegangan tangan, aku benar merasa aman walau pun berada di tengah hutan.

~ji eun POV~

Aku terus mencari jalan keluar tapi tetap tidak ketemu, tiba-tiba.. “srek, srek..” siapa itu? Tuhan, lindungilah aku. Aku terus melangkah mundur lalu dari semak2 itu keluar sosok namja yang ku kenal.. “ji eun~aa apa itu kau?” Tanya gongchan, ne namja itu gongchan, betapa legany hatiku. “gongchan..” aku berlari kearah gongchan dan langsung memeluknya, tak terasa air mataku mengalir.

Back sound : Kevin ft. Alexander U-Kiss – finally

~gongchan POV~

ji eun~aa apa itu kau?” Tanyaku, “gongchan..” teryata benar itu ji eun, syukurlah aku benar2 lega, ia berlari kearahku dan,, aih, dia memelukku. deg, jantungku berdetak cepat. Dapatku rasakan bahunya bergetar, ne, dia menangis. Tanpa di perintahkan tanganku mengusap pundaknya. “uljima… heoh..” aku menenangkannya.

~sandeul POV~

Aku terus mencari ji eun dan pendangan ku terara pada yeoja dan namja yang ku kenal sedang berpelukan, ne, itu ji eun dan gongchan, dadaku terasa sakit melihatnya. Tapi syukurlah ji eun tak apa2, lebih baik aku kembali ke vila lagi pula dia lebih merasa nyaman berada bersama gongchan. Aku melangkah gontai ke vila.

~ji eun POV~

gwenchana?” tany gongchan. “uhm,,” aku mengangguk. “kajja, kita kembali ke vila.” Ujar gongchan merangkul bahuku. “gomawo..” ujarku.

waeyo?”

karena telah menemukanku.” Gongchan menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhku padanya. “dengar ya,, aku tidak akan membiarkanmu sendirian di hutan seperti ini, jadi kau tidak perlu mengucapkan ‘gomawo’.” Katanya memegang bahuku dengan kedua tangannya.

uhm..” aku mengangguk.

kajja.” Gongchan merangkul bahuku dan kembali berjalan ke vila.

~jin young POV~

Aku masih di tengah hutan bersama ji yeon mencari ji eun dan tentu saja masih memegang tangan ji yeon. Drrtt.. HP ku bergetar tanda telp masuk, di layar tertulis nama baro.

yoboseo”

jin young~aa, kalian dimana? Gongchan sudah menemukan ji eun dan mereka sekarang sudah di vila.”

jeongmal? Gurae, kami akan kembali ke vila.” Tutt.

nugu?” Tanya ji yeon

baro, katanya gongchan sudah menemukan ji eun dan mereka sekarang sudah di vila.”

jeongmal?”

uhm.” Aku mengangguk.

syukurlah..” ji yeon mengelus dadanya.

kajja, kita kembali ke vila.”

hu’um.” Ji yeon mengangguk.

~ji yeon POV~

Stelah sampai di vila mataku segera tertuju pada ji eun yang sedang berdiri di samping gongchan. “ji eun~aa” aku berlari kea rah ji eun dan memeluknya. “ji eun~aa gwenchana?” tanyaku memastikan. “uhm, nan gwenchana.” Ji eun mengangguk membuatku lega. “aku benar2 khawatir terjadi sesuatu padamu. Kajja kau harus istirahat.” Aku merangkul bahu ji eun masuk ke vila. “gongchan~aa gomawo.” Ujarku membalikkan tubuhku sejenak dan kembali berjlan ke dalam vila.

Keesokan harinya…

~author POV~

Seluruh siswa melanjutkan observasi pada hari kedua di puncak. Observasi berjalan lancar dan selesai hari itu juga. “baiklah anak2 karena hari ini observasinya telah selesai jadi hari ketiganya bisa kalian gunakan untuk bersantai dan jalan2, terima kasih telah meperlancar jalannya observasi sekarang kalian boleh istirahat.”ujar ibu narsha selaku guru pengawas observasi. “ne..” sahut seluruh siswa. “huft..aku benar2 capek ji eun~aa, kajja kita istirahat.” Ujar ji yon sambil merangkul ji eun. “ne.. na do, kajja.” Ji eun ikut merangkul ji yeon. “ji yeon~aa, ji eun~aa chankaman..” panggilan hye won berhasil menghentikan langkah gontai ji eun dan ji yeon. “wae?” Tanya ji yeon. “malam ini aku tidur di kamar kalian ya,, soalnya teman sekamarku sudah pulang tadi karena sakit jadi aku sendirian aku takut tidur sendirian.” ujar hye won. “ne, kajja.” Sahut ji yeon di ikuti senyuman tulus dari ji eun, ne itulah ji eun selalu penuh ketulusan. Mereka bertiga pun tidur bersma-sama di kamar ji yeon dan ji eun. “aku ambil minum dulu ya..” ujar ji yeon meninggalkan kamar. “ne..” sahut ji eun. “hye won~aa apa kakimu sudah baikan?” Tanya ji eun. “ne, auh..”

waeyo?”

anii namanya saja terkilir jadi tetap saja masih ada rasa sakit walau hanya sedikit.”

sini ku pijat, agar rasa sakitnya sedikit berkurang.” uJar ji eun meletakan kaki hye won di atas pahanya. Hye won memandang ji eun sejenak dan berkata “apa kau tidak membenciku?”

Backsound : f(x) – friends (ost. God of study)

kenapa aku harus membencimu?”

kau tahu kan aku menyukai sandeul.”

ne, lalu? Lagi pula aku sduah tidak ada hubungan apapun dengan sandeul, kalau kau mencintainya, perjuangkanlah cintamu itu.”

~ji eun POV~

ne, lalu? Lagi pula aku sduah tidak ada hubungan apapun dengan sandeul, kalau kau mencintainya, perjuangkanlah cintamu itu.” Ne, aku sudah memantapkan hatiku untuk gongchan.

mwo?” hye won menatapku heran.

kau berhak bahagia hye won~aa.. kau adalah sahabat ji yeon dan ji yeon adalah sahabatku jadi kau juga adalah sahabatku, aku ingin sahabatku bahagia.” Jelasku tersenyum padanya.

gomawo ji eun~aa” ujar hye won memelukku. “kkeugae, mianhe,” lanjutnya.

ne.. na do.” Sahutku mengusap punggung hye won.

~ji yeon POV~

Setelah mengambil minuman di dapur aku segera kembali kekamar, tapi langkahku terhenti saat mendengar percakapan dari dalam kamar aku mengintip kedua sahabatku dari celah pintu kamar yang tidak tertutup rapat, sejenak lalu menyuggingkan senyuman melihat kedua sahabatku seperti itu. Saranghaeyo chingu~aa. Klek.. aku membuka pintu kamar, dan tersenyum ke arah mereka aku berlari memeluk keduanya. “gomawo chingu~aa, kkugae saranghae.. hahahaha.” Ujarku di ikuti tawa ji eun dan hye won.

~author POV~

Karena observasi telah di selesaikan kemarin jadi hari ini seluruh siswa bebas bersantai dan jalan2, ji eun, ji yeon dan hye won jalan2 bersama, mereka bercanda dan mengobrol akrab selayaknya sahabat. “hey changkaman” panggil para anggota JSB dan gongchan pada ji yeon, ji eun dan hye won, sontak membuat ketiga yeoja itu menoleh. Para namja itu berjalan mendekati ji yeon, ji eun dan hye won. “kalian mau keman? Kami ikut ya?” kata baro. “ne, kajja.” sahut ji eun halus. “ya! gongchan~aa, kau mau kemana? Heoh?” suara CNU menghentikan langkah mereka. “eh, hyung.”

kita harus mempersiapkan penutupan observasi sebentar malam.”

hung.. ku mohon,,, kali ini,, saja, aku jalan2 sebentar setelah itu baru bekerja lagi, ne?” Gongchan memandang CNU dengan tatapan memohon.

hey, galak, bisakah kau biarkan gongchan jalan2 dengan kami sebentar, lagi pula kita jalan2nya cuman sebentar kok.” Ujar ji yeon.

ne, kali ini saja, kau ikut saja jaln2 dengan kami, setelah itu kami akan membantumu mempersiapkan acara penutupan observasi, ne?” sambung ji eun.

hu’um, ayolah, kali ini saja..” lanjut hye won, yang di ikuti anggukan dari baro, jin young, sandeul dan gongchan, membuat CNU mengangguk pasrah. “yeayyy..” mereka bersorak. “noe, jangan memanggilku galak, araseo.” Kata CNU menatap ji yeon kesal. “ne CNU galak.” Sahut ji yeon tersenyum meledek. “YA!”

aku kan tidak memanggilmu galak, tapi CNU galak. Hahahahahaha.”

Setelah selesai jalan2 mereka berdelapan mempersiapkan acara penutupan observasi nanti malam.

Malam harinya…

~sandeul POV~

ini,,,” aku menyodorkan minuman pada ji eun dan duduk di sampingnya. “gomawo,” sahutnya. “ji eun~aa”

ne..”

kuharap Susana kita tidak canggung seperti ini.”

ne?”

walaupun kita sudah tidak pacaran lagi, ku harap kita tetap akrab sebagai sahabat, bisakah?”

uhm. Bagaimana pun dulu kita pernah sangat dekat. Hmmpphh gurae, mulai sekarang kita adalah sahabat.” Ujarku mengacungkan jari kelingkingku. “ne, sahabat.” Sahut sandeul sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jariku.

~author POV~

Keesokan harinya seluruh siswa berangkat menuju seoul high school. Kali ini jin young dan baro sama2 tidak memiliki kesempatan untuk duduk di samping ji yeon karena di sana sudah ada CNU yang duduk di samping ji yeon, ne walaupun mereka sering bertengkar tapi pertengkaran mereka yang membuat mereka semakin akrab. Di tengah perjalanan seperti biasanya ji yeon tertidur dan kali ini, pluk,, kepala ji yeon jatuh di bahu CNU.

~CNU POV~

Pluk,, kepala ji yeon jatuh di bahuku yang berhasil membuat jantungku berdetak 100 kali lebih cepat. Ottokhe? Dasar yeoja ini. Aish, jjinjja. walau dalam keadaan tidur yeoja ini juga tetap terlihat cantik.

Seminggu kemudian…

~author POV~

gongchan~aa, bagaimana? Apa siswa2 yang akan tampil di acara pembukaan kelas seni sudah mulai latihan?” Tanya CNU. “ne, hyung aku mereka ada di ruang latihan sekarang.” Sahut gongchan.

@ruang latihan

~ji yeon POV~

Setelah latihan untuk acara pembukaan kelas seni, siswa2 yang akan tampil di acara itu segera pulang, yang tersisa hanyalah aku dan jin young. “jin young~aa, ayolah ku mohon tunjukan dancemu, ne?” aku menarik lengan baju jin young. “shireo..”

ayolah… ne? ne?” aku terus membujuk jin young.

baiklah, tapi kau juga harus ikut menari bersamaku.”

Backsound : MBLAQ – if love goes (version A)

baik, kajja.” Aku dan jin young menari bersama dengan lagu co-ed – too late, menurutku lagu itu sangat pas. “huft..” aku duduk dan meneguk minuman setelah lelah menari. “tarianmu bagus juga,” lanjutku. “tentu saja? Hahaha” jin young mengambil posisi duduk di sampingku. “huh, tingkat PD mu tinggi sekali.”

tapi benar kan..”

ne… puas??”

hhhh..” jin young menyunggingkan senyuman di wajah tampannya, pantas saja dia punya banyak fans. Kami terdiam sejenak dan saling pandang perlahan jin young mendekatkan wajahnya ke wajahku…

TBC