Arsip Tag: luna

MIRROR : The EvilTwin Part 2 [END]

mirror my evil twin

Author : choi hee young

Main Cast : Park jiyeon T-ara, kim myungsoo Infinite

Support cast : lee jieun (IU), bae suzy Miss A, luna f(x), byun baekhyun EXO, oh sehun EXO, kai EXO, park chanyeol EXO, hoya Infinite.

Cameo : hyunah 4Minute, dasom Sistar

Length : Twoshoot

Genre : romance

Rating : PG-17

Summary : “who are you? just look at the mirror”
Lanjutkan membaca MIRROR : The EvilTwin Part 2 [END]

MIRROR : The EvilTwin Part 1

mirror my evil twin

Author : choi hee young
Main Cast : Park jiyeon T-ara, kim myungsoo Infinite
Support cast : lee jieun (IU), bae suzy Miss A, luna f(x), byun baekhyun EXO, oh sehun EXO, kai EXO, park chanyeol EXO, hoya Infinite.
Cameo : hyunah 4Minute, dasom Sistar
Length : Twoshoot
Genre : romance
Rating : PG-17
Summary : “who are you? just look at the mirror”
Lanjutkan membaca MIRROR : The EvilTwin Part 1

Ugly or Pretty part 12 (END)

Ugly or Pretty part 12 (END)

Author : choi hee young
Length : chaptered
Genre : romance
Cast : Park ji yeon T-ARA
            Jung jinyoung B1A4
             Lee ji eun / IU
             Key shinee
             Suzy Miss A
             L.joe Teen Top
              Gongchan B1A4
              Baro B1A4
Support cast : Chunji Teen Top
                            Sulli f(x)
                            Krystal f(x)
Lanjutkan membaca Ugly or Pretty part 12 (END)

Ugly or Pretty part 11

Ugly or Pretty part 11

Author      : choi hee young

Length      : chaptered

Genre       : romance

Cast          : Park ji yeon T-ARA

Jung jinyoung B1A4

Lee ji eun / IU

Key shinee

Suzy Miss A

L.joe Teen Top

Gongchan B1A4

Baro B1A4

Support cast : luna f(x)

~Author POV~

Hari ini seperti biasanya jiyeon jalan kaki menuju halte bis, tapi saat dalam perjalanan tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkannya. “jiyeon~aa, kajja, naiklah.” Ajak si pengemudi mobil. “ne?”

————–

~Author POV~

“OMO..!!” pekik seorang siswa melihat seorang namja dan yeoja yang sedang berjalan di koridor sambil bergandengan tangan, pasalnya si namja adalah namja popular di sekolah itu sedangkan si yeoja hanya yeoja biasa yang bahkan jarang terekspos. “key~aa.” Panggil seorang namja tampan bername tag jung jinyoung berjalan menghampiri key bersama baro. “eoh? Kaliaaann…?” ujar baro saat melihat key menggenggam tangan jieun, key mengangkat tangannya yang menggenggam tangan jieun. “mulai sekarang jieun adalah yeojachinguku.” Ujar key tersenyum sedangkan jieun hanya menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah sedari tadi. “eoh, annyeong.” sapa sebuah suara yang sudah sangat mereka kenal, gongchan, ne, itu suara gongchan, dia menghampiri mereka sambil menggenggam tangan jiyeon yang ada di sampingnya. “kalian sedang apa berdiri di sini?” Tanya gongchan saat sudah berdiri tepat di depan mereka. “ooh.. ini.. key sedang memamerkan yeojachingu barunya pada kami.” Sahut baro. “yeojachingu?” Tanya gongchan. “eoh, mulai sekarang jieun adalah yeojachinguku.” Kata key. “jieun?” Tanya jiyeon menatap jieun dengan tatapan menyelidik. “n, ne..” sahut jieun dengan wajah memerah. “wuuaah, chukkae.” Seru jiyeon, disaat mereka sibuk mengobrol, jinyoung terus diam dan malah menatap tangan gongchan yang masih menggenggam tangan jiyeon, ‘mwoya?! Mereka berpegangan tangan?! Ish!’ batin jinyoung sedangkan gongchan hanya tersenyum simpul. “eum~, kami duluan ke kelas ya, annyeong.” jiyeon dan jieun berlari meninggalkan mereka. “eoh, annyeong.” balas key dan gongchan lembut. “gongchan~aa, kau… pacaran dengan jiyeon?” Tanya jinyoung ragu. “wae?”  gongchan balik bertanya. “a, aniya, hanya bertanya.” Sahut jinyoung gugup. “kenapa kau ingin tahu? Kau cemburu ya?” goda baro. “m,mwo? a, aniya.” Jinyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “gotjimal..” goda key. “kau menyukainya kan?” tebak gongchan. “a, aniya.” Jinyoung semakin gugup. “sudah mengaku saja jung jinyoung, dari pada dia di ambil orang.” Kata baro melirik gongchan. “m, mwo? me-mengaku apa?  Lagi pula siapa juga yang mau dengan yeoja jelek itu.” Ejek jinyoung menutupi perasaannya. “jinjja? Kalau begitu… aku bisa menembak jiyeon.” Seru gongchan. “g, gurae, lakukanlah sesukamu.” Ujar jinyoung meninggalkan sahabat-sahabatnya. “ck. Dasar~” cibir key.

—————

~jinyoung POV~

Ddrtt.. 1 message

 

From: gongchan

 

Chingudeul, saat jam istirahat nanti, aku akan menembak jiyeon. Doakan aku~

 

MWO??! ANDWAE!! AISH! Ottokhae. “lakukan sesuai kata hatimu jinyoung~aa.” Bisik key. “mwo?” Tanya tak mengerti saat key tiba-tiba berbisik seperti itu. “kemarin juga aku sempat ragu, otakku mengatakan untuk tidak menembak jieun tapi hatiku berkata sebaliknya, aku merasa nyaman setiap kali bersama jieun, setiap kali aku berusaha membantah rasa itu dadaku semakin sesak, dan akhirnya kuputuskan untuk bersama jieun dan aku tidak menyesal sama sekali malah sekarang merasa lega. Cinta itu buta jinyoung~aa.” Jelas key. “j, jinjjayo?” tanyaku ragu dan key mengangguk mantap. Kata hatiku? A, aku.. aish. Aku.. aku, haahhh molla. Park jiyeon, kenapa kau harus hadir di hidupku?!

~jiyeon POV~

“jieun~aa, bagaimana kau bisa jadian dengan key?” tanyaku pada jieun. “molla~ itu terjadi sangat cepat dan ajaib, hehe.” Mata jieun berbinar-binar sat menceritaknnya. “kau tahu? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani membayangkan menjadi yeojachingu seorang key. Hehe, aku berharap kau juga bisa bersama jinyoung. Hihi.” Ujar jieun cekikikan. “mwo? j, jinyoung?” tanyaku ragu. Jantungku.. omo.. wae gurae? Apa… aku benar-benar menyukai jinyoung? “hahaha, kau ada-ada saja jieun~aa, mana mungkin jinyoung mau denganku. Haha” ujarku. “wae? Nothing impossible jiyeon~aa. Cinta itu ajaib, kau tidak bisa mengatur kapan datangnya cinta dan pada siapa kau harus jatuh cinta, karena key membuatku sadar akan hal itu.” Jelas jieun. Ajaib..? benar juga.. ottokhae? Jinyoung. Satu nama yang terus berputar di kepalaku saat ini.  aku menyukainya? Tapi apa dia menyukaiku? Aku kan jelek.

~Author POV~

Krriing, kriiinngg..! bel istirahat berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas kecuali jinyoung, key, jieun dan jiyeon, tak lama gongchan dan baro datang. ‘omo.! apa gongchan benar-benar akan menembak jiyeon?!’ batin jinyoung. “jiyeon~aa.” Panggil gongchan. “ne?” sahut jiyeon. “ada yang ingin ku tanyakan.” Kata gongchan. ‘ANDWAE..!’ batin jinyoung lagi. “maukah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya gongchan membuat semua tercengang terutama jiyeon. “n, ne?” Tanya jiyeon kaget. “ottae? Kau mau?” Tanya gongchan lagi. ‘ottokhae?? Gongchan memintaku menjadi yeojachingunya?! Aih, jinyoung~aaaaaaaaa kenapa kau diam saja T_T. pabbo, aku terlalu berharap pada jinyoung.’ Batin jiyeon. ‘jeball,, jangan katakan iya, park jiyeon.’ Jinyoung harap-harap cemas. “eu, a, aku…”, “eum?” gongchan menggenggam tangan jiyeon. “ikut aku.” Dengan cepat jinyoung menarik tangan jiyeon dari genggaman gongchan dan membawanya pergi. Semuanya terdiam melihat jinyoung yang membawa jiyeon pergi, sedangkan gongchan tersenyum penuh arti. “hhuuuh, sulit juga membuat bocah itu sadar. Kkkk~” ujar gongchan cekikikan. “kau.. melakukannya untuk membuat jinyoung cemburu?” tebak baro. “menurutmu? Aku tidak akan semudah itu melupakan sohyun, walaupun dia sudah berselingkuh, tapi aku belum bisa melupakannya dan menggantikan posisinya dengan yeoja lain secepat itu.” Jelas gongchan. “hahaha, aktingmu benar-benar hebat.” Puji key.

Sementara itu…

“Waeyo jinyoung~aa?” Tanya jiyeon sesampainya mereka di taman sekolah yang cukup sunyi. “e, eu..” seketika jinyoung menjadi gugup. “w, waeyo?” jiyeon yang sedari tadi sudah gugup sekarang semakin gugup karena kedua tangannya di genggam erat oleh jinyoung. “dengarkan aku baik-baik karena aku hanya akan mengatakannya satu kali.” Ujar jinyoung lalu menarik nafas dalam-dalam. “saranghae, nae yeojachinguga dwaeyojullae? (would you be my girlfriend?)” ucap jinyoung membuat jiyeon menganga kaget karenanya. ‘apa aku sedang bermimpi? Tuhan, sadarkan aku kalau ini hanyalah mimpi.’ Batin jiyeon tak percaya. “jiyeon~aa.” Panggil jinyoung. “ya. park jiyeon.” Panggilnya lagi. “n, ne?” Tanya jiyeon dengan bodohnya. “kau tidak mendengarkanku?” Tanya jinyoung kesal. “a, aniyo, aku mendengarkanmu.” Sahut jiyeon gugup. “lalu?” Tanya jinyoung harap-harap cemas. Jiyeon menarik nafas dalam-dalam “nado saranghae.” Sahut jiyeon dengan suara amat pelan. “mwo? aku tidak mendengarnya.” Ujar jinyoung. “ya!” sentak jiyeon dengan pipi memerah. “ulangi sekali lagi, eum?” pinta jinyoung. “n, nado saranghae.” Ucap jiyeon malu, jinyoung tersenyum senang dan memeluk jiyeon. “omo! itu dia jiyeon. JIYEON~AA.” Panggil seorang yeoja pirang, di belakangnnya suzy dan L.joe berusaha mengatur nafas dan terus mengejarnya. “jiyeon~aa, annyeong.” sapa yeoja pirang itu saat sudah tepat berada di hadapan jiyeon dan jinyoung. “l, lu, luna?” mata jiyeon membulat sempurna melihat sepupunya dari amerika berdiri di hadapannya terlebih di belakangnya ada suzy dan L.joe. key, jieun, gongchan dan baro yang sedari tadi  memperhatikan mereka dari jauh akhirnya mendekat. “jiyeon~aa, kenapa kau pindah sekolah? Lalu kenapa kau berdandan aneh begini? Jelek sekali.” Komen luna, jiyeon terdiam seribu bahasa dan menatap suzy dan L.joe sedangkan yang di tatap hanya melemparkan tatapan meminta maaf. “lihatlah, untuk apa kau memakai kaca mata jelek ini, matamu kan masih baik-baik saja.” Luna melepas kaca mata besar jiyeon. “itu juga, pipimu kenapa merah-merah begitu? Aku tahu jelas pipimu mulus dan tak ada noda merah seperti itu. Changkaman.” Ujar luna mengambil sesuatu dari tas sekolahnya. “biar ku bersihkan.” Luna mulai membersihkan wajah jiyeon. “a, aniya.” Jiyeon berusaha menahan tangan luna namun  gagal, luna terlalu gesit hingga, noda merah yang sengaja jiyeon buat di wajahnya berhasil di bersihkan luna, sekarang jelas sudah wajah cantik jiyeon tanpa halangan apapun. “naaahhh,, ini baru sepupuku.” Seru luna tanpa dosa. “j, jiyeon~aa.” Lirih jinyoung tak percaya. “omo!” jieun menutup mulutnya tak percaya, gongchan, key dan baro tercengang melihat jiyeon yang tadinya jelek menjadi cantik. “tunggu, rambutmu juga aneh.” luna mulai melepas kepangan rambut jiyeon sehingga rambut ikal kecoklatan milik jiyeon tergerai indah. “jiyeon~aa, mian.” Suzy menunduk begitu pun dengan L.joe, mereka merasa bersalah karena tak berhasil menghalangi luna yang tidak tahu apa-apa soal penyamaran jiyeon dan memang luna tak akan mendengarkan perkataan siapapun kecuali jiyeon, sepupu kesayangannya. “park jiyeon, bisa kau jelaskan semua ini?” Tanya jinyoung dingin. “mianhe.” Ujar jiyeon menunduk. “luna~aa, kajja.” L.joe berusaha membujuk luna untuk ikut dengannya dan suzy. “shireo. Aku mau dengan jiyeonnie.” Ujar luna manja. “luna~aa, nanti kita bicara, kau pergi dengan mereka dulu ya?” bujuk jiyeon. “ gurae. Annyeong~” luna akhirnya pergi bersama suzy dan L.joe. ‘lagi-lagi suzy bersama namja itu.’ Batin baro kecewa. “bisa kau jelaskan sekarang?” Tanya jinyoung lagi.

TBC

The Dreamers part 6

The Dreamers part 6

 

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : mix

Main Cast:

Ji yeon T-ara

Krystal f(x)

IU / lee ji eun

Jinyoung B1A4

Minho shinee

Wooyoung 2PM

Support cast:

Kim soo ro (actor)

Leeteuk SUJU

Eunjung T-ara

Luna f(x)

Gongchan B1A4

 

~author POV~

Jieun turun dari panggung dengan menunduk, terang saja nilai 82 membuatnya drop seketika. ‘ada apa dengan jieun? Kenapa bisa menyanyi seburuk itu? Padahal saat latihan semalam, dia menyanyi dengan sangat baik..’ pikir wooyoung. ‘bagus, jinyoung dan jieun menyanyi dengan buruk, sekarang tinggal jiyeon satu-satunya harapan dri kelas khusus, tapi aku tidak akan membuarkannya menyanyi dengan baik.’ Batin krystal. “peserta terakhir, park jiyeon.” Panggil kahi. ‘ini dia waktunya, membuat jiyeon bernasib sama seperti teman2 nya di kelas khusus.’ Batin krystal, dia segera duduk di samping minho saat jiyeon mulai naik ke atas panggung.

 

~jiyeon POV~
“peserta terakhir, park jiyeon.” Namaku di panggil kahi seonsaeng. Glek! Aku menelan ludahku, aku harapan terakhir kelas khusus, jika aku gagal maka kelas khusus akan semakin di pandang rendah. Aku melangkah naik ke atas panggung, intro dari langunya mulai di mainkan, aku mengangkat wajahku menatap seluruh siswa di aula ini dan great! Sebuah pemandangan yang berhasil membuat moodku tambah down, krystal dan minho, mereka terlihat sangat dekat bahkan krystal berbisik di telinga minho, oh god, kenapa aku harus melihat pemandangan ini di saat yang tidak tepat?! Lupakan hal itu park jiyeon. Aku mulai menyanyi dan mengalihkan pandanganku dari minho dan krystal namun aku kembali menatap mereka, hatiku benar2 sakit melihat mereka, rasanya ingin sekali aku menangis tapi aku harus menanhannya, aku tidak mungkin menangis sekarang, aku berusaha sekeras mungkin menahan air mataku dan hal itu membuat suaraku bergetar dan tidak dapat di pungkiri lagi nyanyianku menjadi kacau balau sekacau hatiku. Setelah selesai menyanyi aku segera turun dari panggung dan berlari keluar aula, aku tidak dapat menahan air mataku, rasanya hatiku sangat sakit dan dadaku terasa sesak.

 

~jinyoung POV~

Setelah selesai menyanyi jiyeon segera berlari keluar aula, sekilas aku melihatnya mengusap pipinya, dia menangis, aku segera mengejarnya ke atap sekolah, dia berhenti, bahunya bergetar, aku mendekatinya, memegang bahunya dan membalikkan badannya menghadap ke arahku, sebelum mendekapnya. “menangislah jika itu membuatmu tenang.” Ujarku mengusap rambutnya, aku tahu dia menangis karena minho, aku tahu rasa sakit yang dia rasakan sekarang.

 

~minho POV~

Setelah selesai menyanyi jiyeon segera turun dari pangggung dan berlalri ke luar aula, ada apa dengannya. Aku melihat jinyoung mengejar jiyeon, sebenarnya ada apa? Tak lama setelah jiyeon dan jinyoung keluar aula aku putuskan untuk mengikuti mereka dan ternyat mereka keatap sekolah, aku cukup tertinggal jauh saat mengejar mereka dengan nafas ngosngosan aku berhenti di balik pintu atap sekolah dan mataku membelalak nafasku terasa semakin sesak melihat pemandangan di hadapanku sekarang, jinyoung dan jiyeon berpelukan?! Sakit, sangat sakit melihatnya, cukup, aku tidak tahan melihat ini, aku segera berbalik untuk kembali ke aula namun “krystal?!” seruku pelan saat mendapati krystal yang sekarang tengah berdiri di hadapanku. “pengumuman hasil pre test dan pengumuman kelas persiapan debut kita akan segera diumumkan.” Ujar krystal pelan sebelum dia berjalan mendahuluiku. Aku pun segera kembali ke aula.

 

~krystal POV~

Aku tahu kalau kau cemburu minho~aa, asal kau tahu hatiku sangat sakit melihat kau cemburu seperti itu.

 

~author POV~

Jiyeon masih menangis di pelukan jinyoung, tak lama tangisnnya mulai reda dan berhenti. “gomawo jinyoung~aa” ujar jiyeon melepas pelukannya. “gwenchana, asal kau bisa keringkan kemejaku yang basah karena air matamu saja.” Sahut jinyoung tersenyum evil. “ne? omo! mian.” Seru jiyeon. “sudahlah, kajja, hasil pre test akan segera di umumkan.” Jinyoung tersenyum tulus dan menggenggam tangan jiyeon menuju aula, mereka pun masuk ke dalam aula dengan jinyoung yang masih menggenggam tangan jiyeon, minho melihat hal itu ‘mereka sebenarnya ada hubungan apa?’ minho bertanya-tanya dalam hati sambil terus memperhatikan jiyeon dan jinyoung, tanpa minho sadari, krystal juga memperhatikannya dengan sedih ‘terlihat jelas minho cemburu, dia menyukai jiyeon. Apa aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi?’ batin krystal. “baiklah anak-anak, setelah tadi kalian melakukan pretest, sekarang kalian bisa melihat hasilnya.” Ujar kahi seonsaeng dari atas panggung sambil menampilkan nilai pre test para siswa di layar besar di atas panggung agar semua bisa melihat hasilnya. Jieun menutup matanya dengan kedua tangannya. “aa.. aku tidak sanggup melihat nilaiku.” Serunya. “tenanglah, inikan baru pre test.” Ujar wooyoung yang tiba-tiba sudah duduk di samping jieun. “ne? tapi sepertinya ini akan sangat berdampak bagiku, jiyeon dan jinyoung.” Jieun membuang nafas berat dan berusaha menatap kea rah layar besar di atas panggung untuk melihat nilainya, matanya membelalak melihat 3 nama yang berada di 3 posisi akhir, ne, itu namanya, jinyoung dan jiyeon. “seperti dugaanku.” Ujar jinyoung setelah melihat nilainya. “eoh, dan seperti dugaanku juga, krystal berada di posisi pertama.” Timpal jiyeon. “dan itu berarti kita akan lebih lama lagi di kelas khusus.” Lanjut jieun, mereka bertiga menghembuskan nafas berat.

 

—————

 

~jiyeon POV~

Aku melangkah gontai menuju kamarku, kepalaku masih di penuhi kejadian tadi siang, aish, menyebalkan, gara2 krystal dan minho aku tidak dapat menyanyi dengan baik tadi, dan gara2 itu waktuku berada di kelas khusus di perpanjang dan tentu saja hal itu berpengaruh pada ji eun dan jinyoung. Aisshhh, kenapa mereka harus ada saat aku menyanyi dan kenapa mereka harus sedekat itu, aaaaaaaaaaahhhhh, benar2 menyebalkan. Changkaman, apa jangan2 ini memang rencana krystal? Ani, aku tidak boleh berprasangka buruk. Minho benar2 membuatku kesal. Andwae! Aku tidak boleh begini, aku harus tunjukan kalau aku bisa, tapi bagaimana?! Aku benar2 menyuk-, omo, apa yang ku pikirkan?! Lupakan, lupakan minho, kau harus bisa park jiyeon. Aish! Dasar namja menyebalkan. Sudahlah, lebih baik aku tidur. -___-

 

Keesokan harinya……

 

~author POV~

Seperti biasanya, jiyeon sedang bersiap-siap pergi ke sekolah. “jiyeon~aa, temanmu menunggu di luar.” Teriak eunjung dari luar kamar. “chingu? Nugu?” gumam jiyeon. “YA! park jiyeon!” tertiak eunjung lagi karena kesal jiyeon tidak menyahut. “ne, ne, aku akan kesana.” Sahut jiyeon. Tak lama jiyeon keluar dari kamarnya dengan pakain yang sudah rapih. “eonni, memangnya siapa yang menungguku?” Tanya jiyeon penasaran. “molla, katanya dia chingumu.” Eunjung mengakat bahunya. “gurae, aku pergi kesekolah dulu.” Pamit jiyeon. “kau tidak sarapan dulu?” Tanya eunjung. “aniyo, nanti aku sarapan di sekolah saja. Annyeong.” jiyeon melambai pada eunjung dan keluar rumah menemui chingunya yang ternyata adalah…… “lee jieun?!” jiyeon kaget melihat jieun yang sedang berdiri di depan rumahnya sementara orang yang di panggil hanya nyengir kuda (?) “kau tahu dari mana rumahku?” Tanya jiyeon heran. “dari minho, hehehe, kajja.” Sahut jieun menarik jiyeon masuk ke mobilnya. “minho? Dia yang memberitahukan rumahku padamu?” jiyeon memastikan. “eoh.” Jieun mengangguk mantap. “kupikir dia sudah lupa denganku.” Gumam jiyeon dengan tampang tak percaya. “kau siap?” Tanya jieun. “meo? Siap? Siap apa?” jiyeon balik bertanya. “siap kesekolah, pabbo.” Kesal jieun. “kajja.” Seru jieun menancap gas menuju seoul art school dengan kecapatan di atas rata2. “ya! pelankan sedikit, kau bisa membuat jantungku copot.” Pekik jiyeon. “hahahaha.” Jieun hanya tertawa puas.

 

15 menit kemudian…

 

@seoul art school

 

~author POV~

Ckiiitttt. Sebuah mobil berhenti tepat di halaman parkir, mobil yang tak lain adalah milik jieun. “ya! lee jieun! Kau mau membuatku jantungan heoh?” omel jiyeon. “hahahahaha, aku hanya ingin main2 kok.” Sahut jieun denan tampang polos. “mwo?! Main2?!” jiyeon membulatkan matanya. “hehe, mian.” Jieun munjukan aegyo nya. “ish, jinjja.” Gerutu jiyeon. Mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk kedalam gedung seoul art school yang megah. “jieun~aa, jiyeon~aa.” Panggil seseorang dai belakang. “annyeong jinyoung~aa, wooyoung~aa.” Sapa jieun dan jiyeon saat melihat orang yang memanggil mereka. Dari kejauhan mereka berempat melihat segerombolan siswa berkumpul di depan monitor. “ada pengumuman apa?” gumam jiyeon. “kajja, kita lihat.” Ajak jieun. Mereka berempat pun menghampiri monitor pengumuman tsb, dilayar tersebut tertulis –Siswa yang akan mengikuti training sebelum debut- “aih, itu namamu wooyoung.” Pekik jiyeon. “jeongmalyo?” Tanya wooyoung melihat kearah layar. “benar itu namaku.” Ujar wooyoung. “krystal dan minho juga masuk daftar ya.” kata jieun, jiyeon pun melihat kearah nama krystal dan minho. “perhatian-perhatian, kepada siswa-siswa yang namanya termasuk dalam daftar yang akan mengikuti training di harap segera menuju keruangan kepala sekolah. Terima kasih.” Terdengar suara dari speaker. “aku pergi dulu ya.” ujar wooyoung. “eoh.” Sahut jiyeon, jieun dan jinyoung.

 

@ruang kepala sekolah

 

~author POV~

Semua siswa yang akan mengikuti training telah berkumpul. “baiklah, langsung saja. Kalian berlima telah terpilih untuk mengikuti training dijepang selama 1 tahun sebelum debut, jadi berhasil tidaknya kalian debut tergantung pda diri kalian sendiri, jika kalian bisa menjalani training dengan baik dan sesuai keinginan agensi maka kalian akan debut tapi jika tidak, maka kalian harus merelakan impian debut, araseo?” jelas kahi seonsaeng. “ne.” sahut wooyoung, krystal, minho, gongchan dan luna. “kalian akan berangkat kejepang besok, pulanglah dan persiapkan diri kalian.” Ujar kahi seonsaeng. “ne.” mereka berlima pun bubar.

 

~minho POV~

Besok aku akan berangkat ke jepang, rasanya ingin sekali aku menghabiskan waktuku dengan jiyeon hari ini. I, itu bukankah itu jiyeon? Aku melihat kearah yeoja yang sedang berjalan kearahku, apa dia mau menemuiku? Jiyeon semakin dekat, saat aku hendak tersenyum padanya “wooyoung~aa.” Panggilnya sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Aish, kupikir dia ingin menemuiku, jiyeon berjalan melewatiku begitu saja tanpa tersenyum, ku lihat dia menghampiri wooyoung dan mengobrol akrab. Dia benar2 sudah membenciku.

 

~jiyeon POV~

Saat aku melewati ruang kepala sekolah ku lihat siswa2 yang berkumpul tadi sudah bubar, kulihat minho sedang berdiri di depan wooyoung. Aku berjalan mendekat. “wooyoung~aa.” Aku memanggil wooyoung, aku berjalan kearah minho, saat berada tepat di depannya aku bahkan tidak tersenyum padanya dan melewatinya begitu saja, lalu menghampiri wooyoung. “waeyo?” Tanya wooyoung. Aih, aku harus jawab apa? Aku kan memang tidak ada niat bertemu wooyoung, aku hanya ingin membuktikan pada minho kalau aku benar2 tidak membutuhkannya lagi dan sangat membencinya. “aniyo, tadi jieun mencarimu, katanya ada yang ingin dia katakan padamu, kebetulan aku lewat sini jadi sekalian saja ku beritahu kau. Hehehe.” Ujarku tertawa. Mian jieun~aa kujadikan kau korban hahaha. “jinjjayo?” Tanya wooyoung. “eoh.” Aku mengangguk mantap. “wooyoung~aa.” Panggil seseorang dan kurasa itu adalah “jinyoung~aa, wae?” sahut wooyoung. Benarkan itu jinyoung.

 

~author POV~

jinyoung~aa, wae?” sahut wooyoung. “aku lapar, kajja kita kekantin.” Ajak jinyoung. “eh, jiyeon~aa, kau di sini juga?” Tanya jinyoung heran. “wae? Memangnya tidak boleh kalau aku kemari?” sahut jiyeon. “ish, aku kan hanya bertanya.” Ujar jinyoung. “sudahlah tidak usah bertengkar. Jiyeon~aa, kau sudah sarapan?” Tanya wooyoung dan dibalas gelengan oleh jiyeon. “kajja, kita sarapan bertiga saja.” Ajak wooyoung. Setelah sampai di kantin mereka pun memesan makanan. “aih! Jiyeon~aa, tadi kau bilang jieun mencariku kan?” Tanya wooyoung saat mereka sedang menyantap makanan. “uhu, uhuk.” Jiyeon tersedak mendengarnya, karena waktu itu jiyeon hanya berbohong. “gwenchanayo?” Tanya jinyoung dan wooyoung. “uhuk, uhuk.” Jiyeon masih terbatuk. “igeo, minumlah.” Jinyoung menyodorkan minuman pada jiyeon yang dengan cepat diminum oleh jiyeon. “gwencana.” Sahut jiyeon. “jadi, sekarang jieun dimana?” Tanya wooyoung. “ne?” jiyeon kebingungan. “dia, dia mungkin ada di kelas.” Sahut jiyeon. “gurae, aku kesana dulu. Kalian makan berdua saja ya.” wooyoung pun meninggalkan jiyeon dan jinyoung berdua. Tak lama setelah wooyoung keluar dari kantin minho dan krystal masuk ke kantin, mata bulat minho tertuju pada satu arah yang tak lain adalah jiyeon dan jinyoung yang sedang makan berdua. ‘bahkan sekarang dia sudah sangat dekat dengan jinyoung.’ Batin minho, krystal yang menyadari kalau minho sedang cemburu dengan jiyeon segera mengalihkan pandangan minho. “minho~aa, sebaiknya kita pulang sekarang saja, kita harus menyiapkan segala sesuatu untuk kejepang.” Ajak krystal dan menggandeng minho keluar kantin. Sementara itu, wooyoung menghampiri jieun di kelas. “jieun~aa.” Panggil wooyoung, jieun yang tengah bermain gitar segera menghentikannya. “ne.” sahutnya. “tadi kau mencariku ya?” Tanya wooyoung. “ne?” jieun memastikan pertanyaan wooyoung. “eoh, tadi jiyeon bilang kalau kau mencariku dan ingin mengatakan sesuatu padaku, apa yang ingin kau katakan?” Tanya wooyoung. “n, naega?” jieun kebingungan. “eoh, kau, jiyeon yang mengatakannya.” Sahut wooyoung. ‘aish, jiyeon!!! Dia membuatku malu saja, dia pasti mau mengerjaiku, ani, aku tidak boleh masuk jebakannya dan maulu di depan wooyoung.’ Batin jieun. “eum, aku, aku hanya ingin bilang selamat karena kau terpilih untuk mengikuti training sebelum debut.” Ucap jieun. “ne, gomawo..” sahut wooyoung tidak bersemangat. “wae? Kenapa kau lesu begitu?” Tanya jieun. “kau tahu, training nya itu di jepang selama 1 tahun.”

mwo? Jepang? 1 tahun?” pekik jieun. ‘itu berarti aku tidak akan bisa melihat wooyoung selama setahun?!’ jieun berusaha meyakinkan dirinya.

eoh, aku akan training di jepang selama setahun.”

TBC

annyeong, annyeonggggggggg, author balik lagi nih, readers pada kangen ngakkk?? (readers : kagaaaakkkkk) hehehe 😀 nih author udah usahain buat posting the dreamers di tengah kesibukan persiapam ujiammya author #plakk *sok sibuk lo thor*
ok, silahkan di komen yah, mau like juga ga papa.. 😀