Arsip Tag: leejoon

Running Up part 5

Running Up part 5

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

Park ji yeon T-ARA

Choi siwon Super Sunior

Sandara park 2NE1

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Leejoon MBLAQ

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

 

~author POV~

tapi tadi untung saja onew bisa menahan diri, kau tahu penampilanmu tadi sangat menggoda.” Ujar minho. “jeongmal?” ji yeon mendekatkan wajahnya pada minho. “hey, kau pikir kau bisa mengerjaiku?” minho menatap wajah ji yeon yang sudah sangat dekat dengan wajahnya. “siapa yang mau mengerjaimu?” ji yeon menatap minho dengan tatapan evilnya. “jadi kau mau main-main denganku?” minho ikut mendekat pada ji yeon sehingga membuat ji yeon tersandar di mobilnya. “main-main?” ji yeon menarik kerah baju minho sehingga jarak mereka tinggal beberapa centi.

 

~minho POV~

main-main?” ji yeon menarik kerah bajuku sehingga jarak kami tinggal beberapa centi. Deg, kenapa jadi seperti ini?!. JPRET, suara kamera dan blitznya membuatku dan ji yeon sontak menoleh ke asal bunyi dan cahaya blitz itu. “siapa itu?” ji yeon hendak mengejar orang yang memotret tadi, tapi segera ku cegah. “sudahlah mungkin hanya orang iseng, sebaiknya kita pulang saja.” Ajakku. “ne, kajja.” Ji yeon masuk kedalam mobil.

 

~author POV~

aku pulang.” Ji yeon masuk ke apartemen dara yang masih gelap, “eonni,” panggil ji yeon. “eonni..” ji yeon menyalakan semua lampu dan tak mendapati dara. “dara eonni kemana?” gumamnya. Tiiitt.. “yobosaeyo.” Sahut dara dari seberang.

eonni, kau di mana?”

aku sedang lembur di kantor. Kau sudah di apartemen ya?”

ne, ya sudah, selamat bekerja.” Tuutt.

 

~ji yeon POV~

huufftt.” Aku menghempaskan tubuhku di kasur. Membosankan, ah! Aku ke club saja. Tiittt. “yobosaeyo” sahut minho. “minho~aa, kau di mana?”

di rumah, wae?”

kau tidak ke club?”

Mobilku masih di pakai kyuhyun jadi aku tidak bisa ke club, waeyo?”

kalau begitu ku jemput kau, kita ke club, otthe?”

gurae, aku tunggu.”

ok, annyeong.” tuutt.. aku segera mandi dan mengganti pakaian yang seperti biasanya lalu pergi menjemput minho di rumahnya.

 

~minho POV~

Ddrrtt. “yobosayo.” Sahutku. “aku sudah di depan rumahmu.” Ujar ji yeon. “ne, aku turun sekarang.” Tuuutt. Dengan cepat aku keluar rumah dan masuk ke dalam mobil ji yeon. dia terlihat cantik malam ini, tak lama kami pun sampai di club langgananku dan masuk ke dalam club. “ji yeon~aa.” Panggil krystal sambil berjalan ke arahku dan ji yeon bersama seorang namja. “leejoon.” Gumam ji yeon melihat namja itu. “ji yeon~aa, lama tidak bertemu.” Ujar namja yang bernama leejoon itu. “mau apa kau?” Tanya ji yeon dingin. “tentu saja menemuimu. Aku menyesal dengan perbuatanku yang kemarin-kemarin, aku ingin minta maaf dan ingin memintamu kembali menjadi yeojachinguku.” Ujar namja itu, mwo? Kembali menjadi yeojachingu? Jadi namja ini mantan namjachingu nya ji yeon..? “menjadi yeojachingumu?” Tanya ji yeon. “ne, kau maukan?” Tanya namja itu. “mian leejoo~ssi hajiman sekarang ini aku sudah punya namjachingu.” Ujar ji yeon, mwo?! Jadi ji yeon sudah punya namjachingu?! Kenapa aku jadi sakit hati seperti ini? “mwo?! Tapi kata krystal kau..” ujar namja itu tak percaya. “kenalkan ini minho, namjachinguku, kami baru saja jadian.” Ujar ji yeon menggandeng tanganku, deg, aigoo, kenapa rasanya seperti ini?.

 

~ji yeon POV~

kenalkan ini minho, namjachinguku, kami baru saja jadian.” Ujarku menggandeng tangan minho yang berdiri di sampingku. “iyakan chagi.” Lanjutku menatap minho sambil memberi isyarat. “ne, mulai sekarang ji yeon adalah yeojachinguku.” Sahut minho, kulihat wajah leejoon sudah sangat kesal. “chagi, aku haus kita kesana saja ya.” Ajakku pada minho untuk menjauhi leejoon. “ne, kajja.” Sahut minho. “leejoon, krystal, aku duluan ya.” Ujarku pada leejoon yang berdiri bersama krystal. Setelah cukup jauh dari leejoon aku segera melepas gandenganku pada minho. “lihatlah, wajah mantan pacarmu, sudah seperti udang. Hahahaha.” Ujar minho. “hahahahahaha” aku ikut menertawakan leejoon. Tiba-tiba leejoon datang. “aku tidak terima, kau, harus mengalahkanku dulu baru aku biarkan kau bersama ji yeon.” ujar leejoon penuh amarah, ish! Apa-apaan dia?! “mengalahkanmu?” minho bangkit dari tepat duduknya, “ne.” sahut leejoon bersiap-siap memukul minho namun minho dengan cepat menahan pukulan itu dan BUKK, BRRUUKK, BRAKK, dengan beberapa pukulan dan tendangan minho mampu membuat leejoon tersungkur tak berdaya. Wahh, hebat juga dia.. “dengar ya, jangan pernah mengganggu ji yeon lagi karena dia adalah yeojachinguku.” Tegas minho dan menarikku pergi dari club itu.

 

~author POV~

Pertengkaran minho dan leejoon menarik perhatian orang-orang di club itu. “dengar ya, jangan pernah mengganggu ji yeon lagi karena dia adalah yeojachinguku.” Tegas minho dan menarik ji yeon pergi dari club itu. “omo! Jadi mereka benar-benar pacaran?!” pekik krystal. “kapan mereka jadian? Kenapa minho tidak memberitahukannya padaku?” ujar kyuhyun yang baru sampai di club dan melihat kejadian itu. “wahh, tadi itu kau hebat sekali.” Seru ji yeon saat berada di luar club. “aku dan hyung ku sudah di ajarkan bela diri sejak kecil, menjatuhkan orang seperti leejoon bukan apa-apanya bagiku, hahahaha.” Ujar minho PD. “huuh, PD sekali kau.” Ujar ji yeon. “lalu sekarang mau kemana? Baru jam segini dara eonni pasti belum pulang.” Lanjut ji yeon. “kita jalan-jalan dulu, kajja.” Minho membuka pintu mobil, ji yeon pun ikut masuk. “jalan-jalan kemana?” Tanya ji yeon. “beach, jam segini bulan pasti sangat indah kalau di lihat dari pantai.” Ujar minho mulai menyalakan mobil. Brrmmmm, mereka melaju ke pantai. Di tengah perjalanan ji yeon membuka cup mobilnya. “wahh, segar.” Seru ji yeon berdiri dan merentangkan tangannya menikmati angin malam, minho tersenyum melihat hal itu. Akhirnya mereka sampai di pantai. “otthe? Indahkan bulannya kalau di lihat dari sini?” Tanya minho turun dari mobil. “ne, indah, sangat indah.” Ji yeon menatap lurus ke arah bulan dengan senyum yang mengembang di wajahnya. “gomawo.” Lanjutnya menatap minho. “ne.” sahut minho. “akhir-akhir ini hidupku menjadi lebih baik, aku jadi lebih sering tertawa dan merasakan kebahagiaan walaupun aku di kejar-kejar oleh athena dan harus berlari dari maut yang setiap saat mengintaiku tapi aku merasa jauh lebih baik.” Ujar ji yeon menatap ombak. “eh, kita pulang pagi saja ya, aku ingin lihat sunrise dari sini.” Lanjutnya. “baiklah, terserah kau saja.” Sahut minho. Mereka pun memutuskan untuk tidur di mobil sambil menunggu pagi untuk melihat sunrise.

 

~minho POV~

Kulihat ji yeon sudah tertidur, wajahnya sangat tenang, aku tersenyum melihatnya seperti ini membuatku ikut menjadi tenang, ku selimuti dia dengan jaketku dan mulai memejamkan mata mencoba untuk tidur.

 

Sementara itu..

 

~siwon POV~

Sampai tengah malam aku dan dara masih berkutat dengan pekerjaan kami, kulihat dara sudah tertidur di meja kerjanya. “andwae!, appa, jangan sakiti appa, andwae!” sepertinya dia mengigau, “appa, appa..” kulihat wajah dara yang menggambarkan kesedihan, kasihan sekali dia. “dara~aa,” aku mencoba membangunkannya dari mimpi buruknya. “dara~aa” perlahan dia membuka matanya. “gwencahana? Tanyaku namun dia hanya menangis. “uljima..” aku menenangkannya, tangisnya semakin menjadi, ku dekap tubuhnya dan terus menangkannya.

 

~dara POV~

Aku terus menangis, siwon mendekapku dan menenangkanku. Tenang, rasanya sangat tenang saat berada dalam dekapan siwon, perlahan tangisku berhenti.

 

~ji yeon POV~

Aku terbangun, ku lihat jam menunjukan pukul 05.00, minho masih tertidur, gomawo minho~aa, jeongmal gomawo, kau sudah membuatku bahagia dan tertawa setiap berada di sampingmu, senyum mengembang di wajahku melihat minho, aku selalu merasa tenang saat berada di sampingnya. Waktu sudah menunjukan pukul 05.25. “sebentar lagi sunrise, sebaiknya ku bangunkan minho.” Gumam ku. “minho~aa.” Aku mencoba membangunkan minho. “ughh.” Perlahan dia membuka matanya. “sudah mau sunrise, kajja kita keluar.” Ajakku. Angin bertiup sangat dingin menembus pori-poriku, aku mengusap permukaan kulitku untuk menghangatkan diri. “ini pakailah.” Ujar minho memberikan jaketnya padaku. “tak usah, nanti kau kedinginan.” Sahutku. “aku bisa tahan dingin kok.” Ujarnya. “gurae, kita pakai berdua saja.” Ujarku. Tak lama matahari pun menampakkan dirinya, indah, sangat indah. “indah.” Ujarku melihat sunrise. “ne, sangat indah.” Sahut minho, kami terdiam sejenak dan menikmati keindahan sunrise. udara mulai menjadi hangat karena matahari sudah terbit.

 

~author POV~

Setelah mengantar minho ke rumahnya, ji yeon pun pulang ke apartemen dara dan segera bersiap-siap untuk ke sekolah. “minho~aa.” Panggil ji yeon saat sampai di sekolah dan melihat minho sedang berjalan menuju kelas dan mereka pun berjalan menuju kelas bersama-sama, sepanjang jalan menuju kelas mereka di perhatikan oleh siswa-siswa. “ada apa? Kenapa memperhatikan kita?” bisik ji yeon yang merasa risih dengan pandangan2 sinis yeoja2 di sekolah itu. “molla~.” Sahut minho santai. “ji yeon~aa.”, “minho~aa.” Seru krystal dan kyuhyun bersamaan saat melihat ji yeon dan minho masuk ke dalam kelas. “wae?” Tanya ji yeon. krystal buru2 menghampiri ji yeon sementara kyuhyun menarik minho. “waeyo?” Tanya miho. “kau masih menganggapku sahabat atau tidak heoh?” omel kyuhyun.

 

~minho POV~

kau masih menganggapku sahabat atau tidak heoh?” ujar kyuhyun. “apa maksudmu?”

kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah jadian dengan ji yeon? kenapa aku harus tahu hal itu dari foto ini heoh?” omel kyuhyun tak jelas.

apa maksud mu aku tid-“ kata-kataku terhenti saat melihat foto yang di tunjukan kyuhyun padaku, fotoku dan ji yeon saat kemarin berada di toko buku. “lihat, di sini terlihat jelas kalian mau ciuman.” Jelas kyuhyun. Aigoo, itu kan hanya main2, kenapa bisa jadi seperti ini?! siapa yang menyebarkan ini?!

 

~ji yeon POV~

ji yeon~aa, jadi yang kudengar di club semalam itu benar? Kau jadian dengan minho?” Tanya krystal. “jadian?!”

lihat ini.” krystal menyodorkan ponselnya yang berisi sebuah foto, ini?! ini fotoku dan minho kemarin saat di toko buku, tapi itu kan hanya main2, kenapa mereka jadi salah paham begini?! ISH! Siapa yang mengambil foto ini?!

 

~author POV~

ini semua tidak benar!” pekik ji yeon dan minho bersamaan. “sudahlah, kalian tidak usah menyangkal.” Ujar krystal. “jelas2 sudah ada bukti.” Sambung kyuhyun. “aish! Terserah kalianlah.” Ujar ji yeon dengan kesal duduk di bangkunya.

 

Siang harinya…

 

~dara POV~

Aku melangkah dengan semangat ke café di dekat kantor GoR, siang ini aku janjian dengan seung hyun untuk makan siang bersama, rasanya senang sekali. “seung hyun~aa, sudah menunggu lama?” tanyaku. “ani, aku baru datang kok, ayo duduk.” Ujarnya. “ne.” sahutku duduk di kursi di depan seung hyun.

 

~TOP/seung hyun POV~

kenapa kau memilih café ini untuk bertemu?” tanyaku penasaran karena sudah kedua kalinya aku melihat dara di café ini tepatnya café di dekat kantor GoR. “soalnya kantorku dekat sini.” Sahutnya. “dekat sini? Di mana?” tanyaku makin penasaran. “di sana.” Dara menunjuk kantor GoR. “k, kau kerja di GoR?” tanyaku tak percaya, bagaimana bisa? Organisasi itu adalah musuh besarku, mana mungkin yeojayang ku cintai bekerja di organisasi yang ingin sekali ku hancurkan?! “ne.” sahutnya. “k, kenapa kau bekerja di organisasi itu?”

kau tahukan, appaku di bunuh saat umurku 12 tahun.”

ne.”

appaku di bunuh oleh organisasi gelap yang bernama Athena dan aku, aku akan membalaskan dendam appa untuk menghancurkan organisasi itu dengan bekerja di GoR karena Athena adalah musuh besar GoR.” Ujarnya dengan mata berkaca. MWO?! Jadi, appa dara di bunuh oleh organisasi yang di pimpin appaku?! Dara, yeoja yang ku cintai harus kehilangan appanya karena Athena, tapi kenapa?! Kenapa harus seperti ini?! aku harus bagaimana?! “seung hyun~aa” panggilan dara berhasil membuatku tersadar dari lamunanku. “n, ne.” sahutku. “gwenchana?” tanyanya khawatir. “n, ne.”

 

~ji yeon POV~

hmmmph.” Aku menghempaskan tubuhku dengan malas di ranjang. Bagaimana bisa mereka berpikir seperti itu?! ISH! Aku dan minho pacaran?! Hahahaha, mereka benar-benar gila. “kau kenapa senyum2 sendiri seperti itu?” Tanya dara eonni duduk di sampingku sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. “aniya, hihihihi” sahutku. “karena minho ya?” tebak dara eonni yang tiba2 membuat hatiku berdesir, ada apa ini? “ish, eonni, kau bicara apa sih, sudah ah, aku mau mandi.” Aku segera masuk ke kamar mandi. “minho..” gumamku membenamkan diri dalam bath up. Kenapa aku jadi memikirkannya? Tapi…… kalau di lihat-lihat senyumnya manis juga, hihihihi. “minho~aa.” Lagi-lagi aku menyebutkan nama itu dan lagi-lagi jantungku berdetak lebih cepat, kenapa akhir-akhir ini jadi seperti ini? hhhhhh,, molla~, aku semakin membenamkan diri dalam bath up.

 

~TOP/seung hyun POV~

Malam ini aku terus berpikir tentang dara, aku tak habis pikir ternyata dendam yang di pendam dara selama 10 tahun ini adalah dendam pada appaku sendiri dan yang lebih parah lagi, aku juga menyimpan dendam pada organisasi tempat dara bekerja, tapi bagaimana bisa aku menghancurkan dara? Argghh!s kenapa begitu rumit?! Tapi…… eommaku, wanita yang paling penting dalam hidupku, terbunuh karena organisasi itu. Sebaiknya ku ajak dara bertemu malam ini.

 

~dara POV~

Ddrtt. “yobosaeyo.” Sahutku. “dara~aa, bisa kita bertemu? Ak ingin mengajakmu makan malam.” Terdengar suara seung hyun. Makan malam? Deg, jantungku berdebar kencang. “ne, dimana?”

nanti ku jemput kau 15 menit lagi, otthe?”

ne, aku tunggu.” Tuutt, aku segera mengganti pakaianku dengan dress dan meriasi wajahku, aigoo, kenapa se gugup ini?

 

~minho POV~

Ji yeon, dia benar-benar yeoja yang istimewa, hhhhh, aku jadi teringat awal pertemuanku dengannya, aku menciumnya karena taruhan dan dia menamparku namun beberapa hari kemudian dia datang dan membalas apa yang sudah kulakukan dengan cara mempermalukanku, saat itu aku benar2 marah padanya dan berharap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi tapi ternyata takdir berkata lain, dia pindah ke sekolahku dan sekelas denganku, tak sampai di situ, takdir kembali berkata lain, saat aku di culik ternyata dia juga sedang mati-matian melawan orang-orang dari athena yang telah menculikku karena orang2 itu telah membunuh kedua orang tuanya, dia tertusuk dan di bawa ke rumah sakit bersamaku oleh dara noona dan siwon hyung, saat luka di perutnya sakit dia menggenggam erat tanganku sejak saat itu aku sering melalui hari-hari bersamanya, berlari menghindari maut bersamanya, saat dia tersenyum benar-benar membuatku tenang, deg, jantungku berdetak tak karuan saat membayangkan senyumannya, aku jadi ingin melihatnya, ku putuskan untuk ke apartemen dara noona tempat ji yeon tinggal sekarang.

 

~author POV~

Tingg tong, minho memencet bel apartemen dara, kleekk, pintunya terbuka dan muncul seorang yeoja dengan memakai dress berwarna dark blue yeoja itu tak lain adalah dara. “minho, ayo masuk.” Ajak dara. “ne, wahh, noona, kau cantik sekali malam ini.” puji minho. “gomawo, kau ada apa kemari?”

aku ingin menemui ji yeon.”

oohh.” Drrtt, HP dara bergetar. “changkaman,” ujar dara pada minho dan mengankat telepon dari TOP. “yobosaeyo.”

dara~aa, aku sudah di depan apartemenmu.”

gurae, aku turun sekarang.” Tuuutt. “minho~aa, kau tunggu saja sebentar, ji yeon sedang mandi. aku pergi dulu ya.” Pamit dara. “ne.” sahut minho.

 

~TOP/seung hyun POV~

Tak lama setelah aku menelpon dara, seorang yeoja keluar dari apartemen dara, ne, yeoja itu adalah dara, dia sangat cantik malam ini , dara berjalan kea rah mobilku dan tersenyum manis sekali membuatku semakin enggan untuk melepasnya. “kajja.” Aku membukakan pintu mobil untuknya. “kita mau kemana?” tanyanya. “nanti kau juga tahu.” Sahutku.

 

~minho POV~

Aigoo, ji yeon mandinya lama sekali. *ketiduran kali, hahaha* kleekk, pintu kamar mandi terbuka dan ji yeon keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk, spontan aku kaget “kyaaa!” teriak ji yeon melihatku. “kau mau apa di sini?” tanyanya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, aku segera membalikkan badanku. “k, kau jangan berpikir macam2, aku datang kemari hanya ingin mengajakmu ke club.” Ujarku, aigoo, kenapa seperti ini?! “g, gurae, aku ganti baju dulu.” Ujar ji yeon masuk ke kamarnya. “hufftt.” Aku mengelus dadaku, rasanya tadi jantungku berhenti berdetak.

 

~ji yeon POV~

Kleekk, aku membuka pintu kamar mandi dan betapa kagetnya aku saat melihat minho. “kyaaa!” teriakku kaget. “kau mau apa di sini?” tanyaku menyilangkan tangan di depan dadaku, minho membalikkan badannya. “k, kau jangan berpikir macam2, aku datang kemari hanya ingin mengajakmu ke club.” Ujar minho. “g, gurae, aku ganti baju dulu.” Ujarku masuk ke kamar, aku bersandar di pintu kamar, omo! Kenapa ini?! aku memegang dadaku, rasanya jantungku mau pecah. “huft,huft.” Aku berusaha mengatur nafasku. Aigoo, benar-benar memalukan, kenapa dara eonni tak bilang kalau ada minho. Ish. Aku segera mengganti baju kemudian keluar kamar. “kajja, aku sudah siap.” Ujarku. “kajja.” Minho berdiri dari sofa. “oh, ya, dara eonni mana?” tanyaku mencari-cari dara eonni. “dia tadi keluar, sepertinya ada janji dengan seseorang yang special.” Sahut minho. “seseorang yang special?” tanyaku. “uhm. Soalnya dia berdandan sangat cantik tadi, mungkin dia pergi dengan namjachingunya.” Jelas minho. “namjachingu? Ku pikir dia menyukai siwon oppa.” Ujarku. “mwo? Hyungku?”

ne, kupikir dara eonni dan siwon oppa saling menyukai, soalnya mereka selalu bersama, mereka juga terlihat serasi.”

dia kan sekertaris siwon hyung, tentu saja harus bersama, dasar pabbo.” Ujar minho mengetuk kepalaku. “ya!” bentakku tapi minho hanya memeletkan lidahnya. “ish!” gerutuku.

 

~dara POV~

Ternyata seung huyun mengajakku ke tempat yang sangat indah, dia mengajakku candilight dinner di restoran dekat sungai han, sehingga saat makan dapat melihat keindahan sungai han beserta lampu2 yang menghiasinya. “gomawo seung hyun~aa.” Ujarku setelah makan. “cheonma~” sahutnya tersenyum padaku. “dara~aa.” Ujarnya. “ne.” sahutku, perlahan seung hyun mendekatkan wajahnya padaku, aku memejamkan mataku dan dapat kurasakan seung hyun mengecup lembut bibirku, aku sangat bahagia, apa dia juga menyukaiku? “mianhe dara~aa.” Ujar seung hyun melepas ciumannya. “untuk apa?” Tanya ku heran. “mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.” Ujarnya. Mwo? Apa maksud dari semua perkataannya ini? sungguh aku tidak mengerti. “minahe, jeongmal mianhe.” Ujarnya meninggalkanku yang masih terdiam, tes~, seung hyun~aa, ada apa denganmu? kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu? Aku hanya dapat menangis menatap punggung seung hyun yang lama kelamaan tak kelihatan.

 

~TOP/seung hyun POV~

gomawo seung hyun~aa.” Ujar dara setelah makan. “cheonma~” sahut ku tersenyum padanya. “dara~aa.” Ujarku. “ne.” sahutnya, perlahan aku mendekatkan wajahku padanya dan aku mengecup lembut bibirnya, ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku mencium dara, karena setelah ini, mungkin aku tidak akan bisa lagi melakukannya, aku sudah memutuskan untuk menghancurkan GoR dan itu berarti aku juga harus menghancurkan dara dan kurasa cepat atau lambat dara juga akan membenciku dan menghancurkanku karena dia pasti akan tahu kalau yang membunuh appanya adalah appaku. “mianhe dara~aa.” Ujarku melepas ciumanku. “untuk apa?” Tanyanya heran. “mulai saat ini, aku tidak akan bisa menjaga dan melindungimu lagi.” Kataku. “minahe, jeongmal mianhe.” Ujarku meninggalkan dara yang masih terdiam. Mianhe~, dendam pada GoR yang menguasai hatiku membuatku harus melakukan hal ini, dara~aa, silahkan kau membenciku karena jika kau membenciku akan lebih mudah bagiku untuk menghadapi semua ini. mulai sekarang aku akan menjadi musuhmu dan kita akan saling menghancurkan.

TBC

sejelek apapun ni FF wajib komennnnnnnnnnnnnnnnnnnn *maksa*

May I love you part 6 (end)

May I love you part 6 (end)

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

other cast : MBLAQ member

 

 

~ji yeon POV~

Malam ini aku sendirian menatap seisi rumah yang seakan sedang bercerita padaku tentang kenangan-kenanganku bersama keluarga kecilku yang kini telah tiada meninggalkanku sendiri. Air mataku mengalir begitu saja menatap foto keluarga kecilku, sungguh aku tidak kuat emnanggung cobaan ini. tok, tok, tok. Seseorang mengetuk pintu rumahku perlahan ku buka daun pintunya dan ternyata orang itu adalah cheondung. “bisa aku masuk?” tanyanya yang hanya ku balas dengan anggukan. “ji yeon~aa, gwenchana?” tanyanya ragu. “ne, nan gwenchana.” Sahutku dengan suara bergetar. “gotjimal.” Ujarnya. “kau mau minum apa?” sahutku bangkit dari tempat duduk dan berjalan membelakangi cheondung menuju dapur karena sungguh aku tidak dapat menahan tangisku, saat ini, saat ini aku tidak baik-baik saja cheondung~aa, aku sakit sangat sakit. Aku berusaha menahan tangis namun tak bisa, air mataku keluar dengan derasnya saat aku sedang membuatkan minuman untuk cheondung. “ji yeon~aa” ujar cheondung yang sudah berdiri di belakangku. “kau tahu, saat ini aku benar-benar merasa tidak baik, aku sakit sangat sakit, aku sendirian, tak ada lagi orang yang membuatku semangat menjalani hidup ini, benar-benar menyakitkan cheondung~aa” ujarku menumpahkan semua unek-unek yang mengganjal di hatiku dengan air mata yang masih mengalir di wajahku. “arayo, uljima, eum.” Kini cheondung membalikan tubuhku menghadapnya dan membawaku ke pelukannya yang terasa hangat, tenang, sedikit tenang berada di pelukan cheondung, tapi kini semua terasa gelap…

 

~cheondung POV~

kau tahu, saat ini aku benar-benar merasa tidak baik, aku sakit sangat sakit, aku sendirian, tak ada lagi orang yang membuatku semangat menjalani hidup ini, benar-benar menyakitkan cheondung~aa” ujar ji yeon, ku lihat bahunya bergetar, “arayo, uljima, eum.” Aku membalikan tubuh mungil ji yeon dan merengkuhnya berusaha menenangkannya, tubuhnya bergetar tangisnya semakin menjadi, membuatkuikut merasakan sakit yang dia rasakan, sungguh aku tidak bisa melihat ji yeon seperti ini, tiba-tiba tubuh yang ku rangkuh seperti kehilangan kekuatan untuk berdiri. “ji yeon~aa” ujarku sedikit menggoncang tubuh ji yeon. “ji yeon, ji yeon.” Ku lihat wajahnya pucat, dia pingsan. Segera ku bawa ji yeon ke rumah sakit. “bagaiman dok? Ji yeon kenapa?” tanyaku pada sokter yang baru saja memeriksa keadaan ji yeon. “dia hanya kelelahan dan dehidrasi, hanya perlu istirahat beberapa hari, kondisinya akan memulih.” Jelas dokter itu. Ku dekati ji yeon yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. “ji yeon~aa, kenapa kau seperti ini heoh? Kau menyakiti dirimu sendiri.” Ujarku menggenggam erat tangannya. Saat ini aku benar-benar khawatir dengan keadaan ji yeon, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya. Semalaman aku terus menjaga ji yeon tak ingin mengalihkan pandanganku darinya karena kau begitu takut kalau samapi terjadi hal buruk padanya, dia terlihat begitu rapuh sekarang, aku tidak menyangka di balik senyum cerianya yang setiap hari ku lihat ternyata tersembunyi dirinya yang rapuh dan menahan luka yang teramat dalam, aku selalu merasa setelah kehillangan kedua orang tuaku hidupku akan benar-benar kacau tapi nyatanya tidak dan ternyata masih ada orang yang lebih terluka dari pada aku, ji yeon adalah yeoja yang kuat. Matahari mulai menampakkan diri, aku merasa tubuhku mulai lelah, drrtt.

yobosaeyo”

cheondung~aa, kau di mana?” Tanya direktur choi di seberang sana.

naega? Waeyo?”

cepatlah datang ke kantor, presdir ingin membicarakan sesuat denganmu dan member-member MBLAQ lain.”

hajiman..”

waeyo? Ini perintah presdir.”

ne, aku segera kesana.” Tuuutt.

Dengan berat aku harus meninggalkan ji yeon yang belum sadarkan diri.

 

~ji yeon POV~

ugh..” ku buka perlahan mataku yang terasa berat, aku merasa benar2 lemas, tapi kenapa aku bisa ada di sini? Ku pandangi sekeliling ruangan, ne, ini di rumah sakit. Tok, tok, tok. “masuk…”

permisi agashi.” Seorang suster masuk ke ruangan.

ne, suster, siapa yang membawaku kemari?”

tuan cheondung yang membawa anda kemari sewaktu anda pingsan.”

lalu, kemana dia sekarang?”

katanya dia sedang ada sedikit urusan.”

suster, aku mau keluar sekarang, aku merasa sudah lebih baik.”

tapikan..”

kumohon suster, kau bisa periksa keadaanku, aku sudah baikan.”

baiklah.” Suster itu pun memeriksa keadaanku dan akhirnya aku di ijinkan pulang. “agashi, kau harus banyak istirahat.” Ujar dokter. “na. gamsahamnida” sahutku. Aku segera kembali kerumah tapi sebelum itu aku pergi ke toko handphone untuk menjual HP ku, karena aku butuh uang untuk pergi ke busan, setelah selesai menjual HP ku aku pulang ke rumah dan mengemasi barang2ku dan berangkat ke busan, walau berat meninggalkan kota seoul tapi aku harus bisa, di busan aku akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Ku harap aku bisa bertemu lagi dengan cheondung.

 

~cheondung POV~

Tok, tok, tok. “permisi presdir, apa kau memanggilku?” ujarku masuk keruangan presdir. “ne, duduklah. Begini, promosi album solomu kan sudah berakhir, jadi pihak j.tune merencanakan debut jepang MBLAQ di laksanakan secepat mungkin, lagi pula kalian sudah rekaman lagunyakan, jadi 2 minggu lagi kalian akan berangkat ke jepang.” Jelas presdir. “ne? berangkat?” tanyaku kaget, kalau aku ke jepang, itu berarti aku tidak akan bertemu ji yeon. “ne. siapkan dirimu dan teman2mu untuk debut jepang kalian.” Tegas presdir. “ne.” aku pun keluar ruangan presdir dengan tidak semangat. “cheondung~aa” suara leejoon hyung terdengar dari belakang. “wae hyung?”

kau sudah di beritahu?”

ne.”

jadi kau sudah tahu, kita akan debut di jepang?”

ne.”

lalu?”

lalu apa hyung?”

lalu kenapa kau masih di sini?”

memangnya kenapa?”

pergi dan temui ji yeon.”

ne?”

sudahlah, aku tahu kau mencintai ji yeon, kau tidak bisa terus-terusan membohongi perasaanmu seperti ini.” ujar leejoon hyung. Cinta? Apakah rasa yang selama ini kurasakan adalah cinta?

ya! Apa yang ka pikirkan? Palli temui ji yeon.”

ne. gomawo hyung.” Aku segera berlari menuju mobilku dan melaju ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit aku segera menuju kamar ji yeon di rawat tapi, kosong? Kemana ji yeon? “suster, pasien di kamar ini kemana?”

oo.. agashi itu tadi meminta untuk di pulangkan, katanya kondisinya sudah membaik, kami juga telah memeriksanya.”

p, pulang?”

ne.” tanpa pikir panjang aku bergegas pergi ke rumah ji yeon. Tok, tok, tok. “ji yeon~aa”, “ji yeon~aa” panggilku namun tak ada sahutan dari ji yeon. “permisi, kau mencari ji yeon ya..” ujar seorang ahjuma yang tinggal di samping rumah ji yeon. “ne.” sahutku. “wah, kau terlambat, ji yeon sudah pergi 30 menit yang lalu.”

kemana?”

entahlah, tapi sepertinya akan pergi untuk beberapa lama.”

beberapa lama?”

ne, dia membawa koper yang besar.” Ji yeon~aa, kenapa kau pergi tanpa memberitahukanku?

baiklah, gamsahamnida ahjuma.” Ujarku pergi dari rumah ji yeon. Ku raih ponselku untuk menelpon ji yeon. “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangka-“ tuut. Aish! Kau kemana ji yeon~aa, kenapa tidak memberitahuku? Kau tahu ji yeon~aa, saat ini aku benar-benar sadar kalau aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu. Berkali-kali kucoba menelpon ji eon tapi sama saja, HP nya tdk aktif.

 

~ji yeon POV~

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam aku pun sampai di busan, “hmmmphh.. gurae ji yeon~aa, kau harus bisa membuat hidupmu jauh kebih baik di sini. Hwaiting.” Gumamku. Segera ku cari tempat tinggal. Keesokan harinya aku mencari pekerjaan dan hasilnya, aku dapat pekerjaan yang lumayan besar gajinya. Yeay! Pokoknya aku harus bekerja keras, setelah mendapat uang yang cukup banyak, aku akan kembali ke seoul.

 

2 minggu kemudian…

 

~cheondung POV~

hyung, palliyo nanti kita ketinggalan pesawat.” Teriak mir. “ne, ne. kajja.” Aku dan mir segera melaju ke bandara. Tepat pukul 03.00 aku dan member MBLAQ yang lainnya lepas landas menuju Tokyo, jepangs. Ji yeon~aa, semoga kita bisa bertemu lagi.

 

—————-

 

~author POV~
MBLAQ memulai promosi mereka di jepang dan hasilnya album mereka terjual laris, debut jepang mereka sukses besar sehingga perusahaan mereka memutuskan untuk mengeluarkan album selanjutnya dan mengundur jadwal kepulangan MBLAQ. Sementara itu, ji yeon terus bekerja keras di busan.

 

~ji yeon POV~

Tak terasa sudah 6 bulan aku bekerja di toko pakaian yang terkenal di busan. “ ji yeon~ssi.” Panggil atasanku. “ye.” Sahutku sopan. “minggu depan kau akan di pindah kan ke kantor pusat di seoul, karena atasan di seoul terkesan dengan pekerjaanmu sewaktu dia berkunjung kesini sebulan lalu.” Ujar atasanku. “jeongmal?” Tanya ku girang dan mendapat anggukan mantap dari atasanku. “wuahh.. gaamsahamnida.” Aku membungkuk-bungkuk kan badanku. Aku benar-benar senang, berarti pekerjaan yang kulakukan tidak sia-sia, atasanku terkesan dan memintaku bekerja di kantor pusat, wuahh untuk masuk di kantor pusat kan sangat sulit. Minggu depan aku akan ke seoul, tapi aku tidak bisa bertemu cheondung, huftt, kenap MBLAQ harus debut di jepang? Mau berapa lama lagi mereka di jepang? Cheondung~aa bigoshipeo. Seminggu pun berlalu, hari ini aku harus berangkat ke seoul. “hmmphhhhhh” aku mengirup dalam-dalam udara kota seoul yang sudah lama tak ku hirip, segarrrr. Aku kembali tinggal di rumah yang penuh kenangan indah ini, ‘appa, eomma, yeon mi aku kembali’ aku tersenyum memandang foto keluarga kecilku. Keesokan harinya aku mulai bekerja di butik terkenal seoul, ne, butik ini adalah kantor pusat tempat ku bekerja di busan. Mewah, sangat mewah pantas saja terkenal dan banyak di gemari. Aku terus bekerja keras.

 

2 tahun kemudian……

 

~author POV~
5 orang namja yang di kerumuni oleh banyak gadis itu berjalan dengan tenang. “cheondung oppa” “leejoon oppa” “kya… itu mir..” suara teriakan fans-fans mereka tak membuat mereka terganggu sedikitpun. “hyung, akhirnya kita bisa kembali lagi ke Negara ini.” ujar mir. “ne, aku benar-benar merindukan tempat ini.” sahut cheondung membuka kacamata hitamnya yang berhasil membuat fans-fans nya menjerit histeris.

 

Sementara itu…

 

~ji yeon POV~

OMO! Aku bisa terlambat kalau begini. Segera ku percepat laju mobil ku, aigoo habislah aku!

 

~author POV~

Seorang yeoja cantik dengan dandanan yang elegan turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa. “ji yeon sunbae,” panggil seorang yeoja padanya. “ne. waeyo sully~aa” sahut ji yeon. “aku ingin bertanya soal pakaian yang di pesan lee hyori seminggu lalu.” Ujar yeoja yang di panggil sully itu. “oh, yang itu sudah selesai kok, aku masuk dulu ya, aku sudah terlambat.” Ujar ji yeon berlari mesuk ke gedung mewah itu. “kau terlambta ya.” Tanya yoona, manager keuangan yang juga adalah teman baik ji yeon. Ji yeon hanya cengengesan tanpa menjawab pertanyaan teman baiknya itu. “untung saja presdir belum datang, kalau tidak kau bisa di marahi.” Ujar direktur yoona. “jeongmal? Hufttt hari ini dewi fortuna masih berpihak padaku.” Ujar ji yeon mengusap dadanya. “gurae, aku ke ruangan ku dulu ya..” ji yeon masuk ke ruangannya dan duduk di balik meja yang bertuliskan ‘manager marketing’.

 

~cheondung POV~

ini pakaian yang akan kalian gunakan di SBS besok.” Ujar manager kim mebagikan pakaian padaku dan anggota MBLAQ lainnya. “apa ini? punyaku sobek.” Ujarku kaget melihat pakaianku sobek yang sepertinya tersangkut barang tajam seperti paku. “jeongmal?” Tanya manager kim heran. “ne, lihat saja ini, memangnya ini pakaian dari butik mana?”

ini dari gangsta collection’s boutique.”

wah, butik terkenal itu? Bagaiman bisa mereka membuat kesalahan sebesar ini?” seru mir tak percaya. “ya sudah aku akan kesana.” Aku segera bergegas ke kantor butik itu.

 

@ kantor gangsta collection’s boutique

 

~cheondung POV~

permisi, aku ingin complain tentang pakaianku yang ku pesan di butik ini.” ujarku pada seorang resepsionis. “memangnya ada apa dengan pakaian anda?” Tanya resepsionist itu. “pakaian ini sobek sebelum ku pakai, jadi ku harap butik ini mau bertanggung jawab.”

tapi, itu..”

ini sudah jelas-jelas kesalahan dari butik, pakaian ini sampai ketanganku sudah sobek seperti ini.” ujarku sengan suara yang mulai mengeras.

 

~ji yeon POV~

ini sudah jelas-jelas kesalahan dari butik, pakaian ini sampai ketanganku sudah sobek seperti ini.” ku lihat seorang namja berteriak-teriak di resepisionist. Apa-apaan namja itu? Membuat keributan saja. Huh. Lagi pula siapa tahu saja itu sobek saat di bawa padanya. “permisi tuan, tapi kurasa itu bukan seutuhnya kesalahan dari butik, mungkin saja pakaian itu sobek saat di berikan pada anda.” Jelasku sopan. “memangnya siapa kau?” ujarnya membelakangiku. “aku manager marketing di si-“ kata-kataku terhenti saat melihat namja itu berbalik, “kau…” aku benar-benar tak percaya bisa bertemu cheondung di sini.

 

~cheondung POV~

permisi tuan, tapi kurasa itu bukan seutuhnya kesalahan dari butik, mungkin saja pakaian itu sobek saat di berikan pada anda.” Terdengar suara seorang yeoja dari belakangku, suara itu,, aniya, mungkin hanya mirip. “memangnya siapa kau?” tanyaku membelakanginya. “aku manager marketing di si-“aku membalikan tubuhku dan menatapnya, kata-katanya terhenti. “kau…” ji yeon?! Benarkah ini ji yeon? Aku masih tidak bisa percaya. “kau, ji yeon, kenapa kau bisa..”aku masih heran melihat ji yeon. “pakaianmu kenapa?” Tanya ji yeon. “a, a,, aniya. Hanya sobek, aku bisa pakai pakaian yang lain kok.” Ujarku sedikit gugup, entah kenapa aku malah jadi gugup seperti ini.

 

Malam harinya……

 

~ji yeon POV~

Malam ini cheondung mengajakku bertemu, pokoknya aku harus tampil sebaik mungkin. Ku pakai high hells ku yang berwarna senada dengan dress yang kukenakan. Drrtt..

 

From : cheondung

 

Aku sudah di depan rumahmu.

 

Ok! Hwaiting ji yeon~aa. Aku melangkah dengan mantap ke mobil cheondung. Kami pun segera menuju restaurant untuk makan malam.

 

~cheondung POV~

Ku perhatikan ji yeon, yeoppo, dandanan nya berbeda dengan 2 tahun lalu. “a, ada apa?” tanyaji yeon yang mulai menyadari kalau aku sedang meperhatikannya. “a, aniya, aku hanya heran saja, kaau sudah bisa pakai high hells dengan benar.” Ujarku berbohong. “huh, kau ku pikir setelah 2 tahun kau akan berubah ternyata, tetap sama.” Sahut ji yeon mengembungkan pipinya. “ternyata kau masih sama, walau penampilan luarmu berubah tapi kau tetap ji yeon yang ku kenal 2 tahun lalu.” Ujarku. Selesai makan malam aku mengantar ji yeon pulag. “wah, indahnya tempat itu, cheondung~aa, bisa berhenti sebentar.” Ujar ji yeon di tengah perjalanan. Kami pun turun di tempat di mana bisa melihat sungai han yang indah dengan jelas. “wahh ternyata kalau malam di sini benar-benar indah.” Seru ji yeon dengan senyuman menghiasi wajahnya. “ne, yeoppo.” Sahutku memandang lurus ke sungai han. Kami terdiam sejenak, terlintas di pikiran ku untuk mengatakan perasaanku padanya yang selama dua tahun ini ku simpan di hatiku. “cheondung~aa” panggil ji yeon lembut. “ne.” sahutku. Ji yeon membalikan tubuhnya menghadapku. “tatap aku.” Ujarnya. “wae..” tanyaku lembut berbalik untuk menatapnya, dia tersenyum amat manis membuat jantung ku bedetak sangat cepat. Deg, dia memelukku? “bogoshipo.” Ujarnya masih memelukku.

 

~ji yeon POV~

cheondung~aa” panggilku. “ne.” sahut cheondung lembut. Aku membalikan tubuhku menghadapnya. “tatap aku.” Ujarku. “wae..” Tanya cheondung membalikan tubuhnya dan menatapku, aku tersenyum dan memelukkunya, ne, rasanya aku begitu merindukannya sampai tak ingin melepas pelukanku. “bogoshipo.” Ujarku. “na, do. Kugae..” ujarnya melepas pelukanku. “sranghe ji yeon~aa” ujarnya lembut menatap mataku dalam, deg, apa aku tidak salah dengar? Cheondung, dia mencintaiku? “na do.” Sahutku. Cheondung mengangkat daguku lembut dan…. Chu~ kurasakan bibir lembut cheondung mengecup bibirku, manis, sangat manis, ku pejamkan mataku dan melingkarkan tanganku di leher cheondung.

 

~author POV~

Tangan cheondung melingkar di pinggang ramping ji yeon dan mendekapnya erat seakan tak ingin kehilangan ji yeon. Mereka berciuman di bawah sinar bulan yang cantik, malam itu menjadi malam yang paling indah bagi mereka.

The End

May I love you part 5

May I love you part 5

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

Dongho U-kiss

Doo joon BEAST

IU (singer)

other cast : Mir MBLAQ

Krystal f(x)

Jun hyung BEAST

So yeon T-ara

G.O MBLAQ

 

~author POV~

Hari demi hari ji yeon lalui bersama cheondung, IU, lee joon, doo joon dll. Ji yeon semakin akrab dengan cheondung mereka sering bercanda dan jarang bertengkar dan tentu saja hal itu membuat krystal geram, setiap kali bertemu ji yeon selalu saja ada hal yang dia perbuat untuk menyakiti ji yeon. Tak terasa sudah 6 bulan ji yeon menjadi manager cheondung dan dia melaluinya dengan senang, pengobatan dongsaengnya pun berjalan lancar karena ji yeon mempunyai uang yang cukup untuk membiayai pengobatan adiknya karena gajinya sebagai manager lumayan besar. “ji yeon~aa” panggil IU pada ji yeon yang sedang menunggui cheondung pemotretan. IU menghampiri ji yeon dengan di ikuti lee joon, dongho, mir, junhyung dan doo joon, mereka memang sangat akrab sehingga kerap kali terlihat bersama. “ini,” lee joon menyodorkan sebuah undangan pernikahan. “undangan siapa ini?” Tanya ji yeon mengambil undangan itu. “itu undangan pernikahan G.O hyung dengan so yeon noona, kau datang ya..” ujar mir. “ooo.. so yeon eonni yang di t-ara itu ya?” tebak ji yeon. “tepat sekali.” Seru dongho. “kau akan datang kan?” Tanya doo joon. “tentu saja aku akan datang.” Sahut ji yeon. “kalau begitu kau ku jemput ya.” Tawar jun hyung. “andwae! Ji yeon akan pergi bersama cheondung oppa.” Tegas IU. “iyakan ji yeon?” lanjutnya. “eh,,, ne… “ sahut ji yeon, IU puas dengan jawaban ji yeon dan menjulurkan lidah pada junhyung yang berhasil membuat junhyung kesal. Malam pun tiba, cheondung yang merupakan anggota MBLAQ datang ke gedung tempat acara pernikahan akan di langsungkan lebih awal untuk membantu persiapan, dan ji yeon juga ikut. 30 menit sebelum acara di mulai, cheondung dan anggota MBLAQ lainnya siap2 di ruang ganti pria, sedangkan ji yeon sedang di dandani di ruang ganti wanita bersama so yeon. “yeoppo. Pantas saja cheondung memilihmu sebagai yeojachingunya.” Ujar so yeon.

 

~ji yeon POV~

yeoppo. Pantas saja cheondung memilihmu sebagai yeojachingu nya.” Ujar so yeon eonni saat kami sedang di dandani. Aku cukup kaget mendengarnya, yeojachingu? Hihihi, perutku geli mendengarnya, tapi jantungku juga berdebar saat mendengarnya, apa aku berharap seperti itu? Dan sepertinya aku memang berharap seperti itu, aih, ji yeon~aa hayalanmu itu tinggi sekali.. “hhhh.. aku bukan yeojachingunya, aku Cuma managernya kok.” Sahutku. “jeongmal? Padahal kalian sangat serasi loh.” Celetuk so yeon eonni yang berhasil membuat pipiku memerah. “hehehe, eonni bisa saja.” Sahutku. Akhirnya aku dan so yeon eonni selesai di dandani, so yeon eonni mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin terlihat sangat anggun. “neomu yeoppo eonni.” Pujiku. “gomawoyo.” Sahutnya, aku pun mengganti pakaianku dengan gaun di atas lutut berwarana peach, gaun yang benar-benar indah. “neomu yeoppo ji yeon~aa.” Puji so yeon eonni. “gomawo eonni.” Ujarku. “tak salah namamu ji yeon, kau memang cantik, secantik ji yeon dongsaengku di T-ara.” Ujar so yeon eonni. “mana mungkin, ji yeon yang di T-ara kan sangat cantik. Eonni bisa saja.” Ujarku sedikit malu. “tapi benar kok. Aku yakin cheondung akan terpesona olehmu.” Sahut so yeon eonni dan lagi2 membuatku malu dan menggoreskan rona merah di pipiku. Aku keluar ruang ganti duluan dari so yeon eonni.

 

~cheondung POV~

Aku sudah berada di tengah gedung bersama IU, member MBLAQ, BEAST dan U-Kiss menunggu acara di mulai, kulihat ji yeon keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun di atas lutut berwarna peach sungguh cantik. Aku benar2 terpesona meihatnya, dan sepertinya para member MBLAQ, BEAST dan U-Kiss juga terpesona melihat ji yeon.

 

~author POV~

Cheondung dan yang lainnya terus memperhatikan ji yeon. Ji yeon berjalan menghampiri mereka, “neomu yeoppo.” Seru dongho dan mir bersamaan yang mewakili pemikiran semua orang yang sedang melihat ji yeon. Ji yeon tersenyum membuatnya terlihat sangat cantik. “aigoo.. ji yeon~aa, neomu yeoppo. Benarkan oppa?” ujar IU sambil memandang cheondung. “e.. ne?” Tanya cheondung gelagapan. “aihh,, pikiranmu lagi melayang kemana sih oppa, tadi itu aku Tanya kal-“

kau juga cantik kok noona.” Ujar dongho memotong. “ne?” Tanya IU kaget. “aku bilang kau cantik noona. Neomu yeoppo.” Ujar dongho memamerkan senyum manisnya, IU hanya terdiam dan menunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya *suit,suit, si IU malu-malu euyyy hihihi#plakk/di gampar IU* “wuahh, dongho~aa lihatlah IU tersipu malu karena perkataanmu barusan.” Celetuk mir. PLETAKK “YA!” jitakan IU mendarat tepat di kepala mir. “auh, appo IU~aa” ringgis mir mengusap kepalanya yang baru kena jitak. “siapa suruh kau meledekku. ISHH” omel IU. Acara pernikahan so yeon dan G.O pun di mulai dan berlangsung dengan baik. “wah, ji yeon~aa, kau tahu, hari ini kau sungguh cantik, neomu yeoppo.” Puji junhyung di penghujung acara. “huh! Kalian itu terlalu berlebihan memperlakukan ji yeon, dia kan Cuma manager.” Ujar krystal sinis sambil menghampiri ji yeon dan yang lain. “apa yang kau bicarakan heoh?” sahut doojoon tak kalah sinis pada krystal. “apalagi kalau bukan tentang manager ini, hhh, dia ini kan hanya manager tapi kalian terlalu berlebihan memperlakukannya. Ish” krystal memandang ji yeon dari ujung kaki sampai kepala. “ya! Jaga mulut mu itu.” Ujar cheondung dingin dan berjalan mendekati ji yeon dan krystal. “cheondung, kau membela manager ini?” Tanya krystal tak percaya. “wae?” cheondung balik bertanya. “dia kan hanya manager bodoh yang tak tahu diri.” Ujar krystal. “jangan pernah kau menghina ji yeon lagi, karena dia bukan hanya managerku, tapi dia juga adalah yeojachinguku. Araseo?” ujar cheondung berbohong sontak membuat mereka semua kaget. “hhh. Aku tidak percaya! Mana mungkin kau menyukai yeoja seperti dia! Lagi pula apa buktinya? Heoh?!” ujar krystal yang sudah terlihat kesal. “gurae, ku beri kau bukti.” Cheondung menarik ji yeon ke pelukannya dan mendekatkan wajahnya pada ji yeon. “anggap saja saat ini kita sedang mabuk. Dan tutup matamu.” Bisik cheondung pada ji yeon. “ne?” CHU~ cheondung mengecup lembut bibir mungil ji yeon, spontan membuat ji yeon dan semua orang kaget, namun ji yeon segera teringat perkataan cheondung dan segera menutup matanya, tangan cheondung melingkar di pinggang ramping ji yeon dan yang satunya lagi memegang wajah ji yeon. Semua wartawan yang meliput acara pernikahan so yeon dan G.O segera mengabadikan kejadian itu dan dengan cepat memotretnya dari tiap sudut. Krystal tak dapat berkata apapun, bibirnya seakan membeku melihat cheondung berciuman dengan ji yeon hatinya memanas. leejoon dan yang lain juga terlihat kaget, sementara IU bersorak sorai sendirian melihat hal itu, tentu saja, karena dia memang menginginkan cheondung bersama ji yeon. “benarkan kataku.” Gumam so yeon. “mwoga?” Tanya G.O yang sudah resmi menjadi suaminya. “cheondung pasti menyukai ji yeon. Hihihi” sahut so yeon. “di sini kan kita pengantin nya tapi malah mereka yang berciuman.” Runggut G.O dan so yeon hanya tersenyum. “kajja.” Ujar cheondung melepas ciumannya. “odiga?” Tanya ji yeon membuka matanya, namun cheondung segera menarik tangan nya dan berlari ke tempat parkir menghindari para waratawan yang sebentar lagi pasti akan mewawancarai mereka, ji yeon terus berlari mengikuti cheondung yang masih terus menggenggam tangannya. “changkaman” ujar ji yeon, cheondung menghentikan langkahnya dan berbalik lalu melemparkan senyuman manis nya pada ji yeon. “ kalau tidak cepat2 wartawan akan segera mengerumuni kita. Kajja.” Ujar cheondung kembali menarik tangan ji yeon, mereka masuk ke dalam mobil dan segera melaju meninggalkan tempat acara pernikahan so yeon dan G.O di langsungkan, dari belakang terdengar para wartawan memanggil-manggil cheondung. “hufft.. hampir saja.” Ujar cheondung menyandarkan kepalanya di jok mobil, ji yeon masih terus diam.

 

~ji yeon POV~

Aigoo, apa yang barusan ku lakukan? Aku, aku berciuman dengan cheondung? Ne, walau pun ini sudah kedua kalinya kami berciuman, waktu itu kami mabuk hajiman kali ini,, kali ini jelas-jelas kami sadar. Omo! Sadar ji yeon, ayo kembalikan kesadaranmu. Tapi jujur saja aku menyukai hal itu. “kau pasti masih bingung ya?” Tanya cheondung. “ne..” sahutku menunduk karena aku yakin pasti wajahku sudah memerah. “aku benar2 sudah tidak tahan dengan perlakuan krystal yang seperti itu, makanya aku sengaja membuatnya kesal.” Jelas cheondung tersenyum manis ke arahku membuat jantungku rasanya berhenti berdetak. Omo! Cheondung benar2 sudah membuatku jatuh cinta. Walau pun dia menciumku hanya untuk membuat krystal kesal, tapi aku benar2 senang. hihihi

 

~author POV~

Keesokan harinya berita tentang cheondung dan ji yeon ditayang kan dan dimuat di berbagai media masa. Ji yeon yang semalam pulang ke rumahnya dengan malasnya bangkit dari tempat tidur menuju dapur untuk mengambil air minum dan berjalan kea rah TV, dengan mata yang masih setengah tertutup ji yeon menyalakan TV “uhuk, uhuk.” Ji yeon tersedak ketika sedang meneguk air minum karena melihat berita di acara gossip. “OMONA! Ottokhe?!” terang saja ji yeon kaget karena berita yang di acara gossip itu adalah berita tentang dirinya dan cheondung. Bo peep, bo peep, bo peep~aa. HP ji yeon berbunyi menandakan panggilan masuk, di layar tertera nama direktur choi.

yobosaeyo”

ji yeon~ssi, kau di mana?”

naega? Aku di rumah ku. Ada apa?”

sebaiknya kau jangan keluar hari ini, karena para wartawan sedang mencarimu untuk di wawancarai.”

oh, ye.” Tuuut.

 

~ji yeon POV~

Hufftt, kalau tidak keluar, jadi tidak bisa bertemu cheondung. Ku rebahkan tubuhku di atas kasur.

 

~cheondung POV~

Drrrttt. Ku lihat di layar HP ku, panggilan dari direktur choi.

yobosaeyo”

ya. Cheondung, sebaiknya kau jangan keluar rumah, karena pasti para wartawan akan mengejarmu, dan jangan bicara apapun tentang kejadian semalam. Araseo?”

ne, ne, araseo.” Tuuutt. Hufftt, ini semua gara2 krystal. Tapi, itu berarati hari ini ji yeon tak akan datang.

 

~author POV~

Sudah 3 hari direktur choi meminta ji yeon untuk tidak keluar rumah dan tidak bekerja.

 

~krystal POV~

Huh! Yeoja tidak tahu diri itu belum buka suara. ‘Gurae, kita lihat apa kau bisa selamanya aman seperti ini, PARK JI YEON’.

 

~author POV~

Krystal mencari informasi tentang ji yeon dan keluarganya. “bagus! Lihat sja park ji yeon aku akan membalas semua penghinaan yang ku terima.” Batin krystal. Krystal menyebarkan informasi yang tidak benar tentang asal usul ji yeon, krystal menyebarkan informasi bahawa ji yeon tidak mempunyai asal usul yang jelas, karena dia hanya tinggal sendirian tanpa sanak saudara. berita buruk tentang ji yeon pun beredar karena ji yeon adalah yeojachingu (palsu) dari cheondung seorang penyanyi yang sedang naik daun jadi berita itu cepat beredar dan hal itu tentu saja mempengaruhi reputasi cheondung. Presdir j.tune ent. Sangat kesal mendengar berita itu dia segera meminta direktur chooi untuk memanggil ji yeon dan menghadap padanya.

 

~ji yeon POV~

OMONA! Apa2an berita ini!?! drrtt.

ye direktur choi.”

ji yeon~ssi, sekarang juga kau ke kantor j.tune, presdir ingin kau menghadap.”

ye.” Tuutt. Aih, ottokhe?! Pasti presdir akan marah padaku. Siapa yang menyebarkan berita bodoh ini?! aish! Aku bergegas ke kantor J.tune untuk menghadap presdir. Tok, tok, tok. “masuk” terdengar suara presdir dari dalam ruangan, aku pun segera masuk. “annyeonghasaeyo presdir.” Ujarku membungkuk. “ji yeon~ssi, kau tahu kan kalau cheondung itu sedang berada di puncak ketenarannya.” Ujar presdir. “ye.”

media tahu kalau kau itu yeojachingunya dan berita buruk tentang kau pasti akan mempengaruhi karirnya.”

baik, nanti saya akan meluruskan berita jelek itu, karena berita itu memang tidak benar.”

tidak perlu.”

ye?”

kau tidak perlu bicara pada media, biarkan berita ini berlalu begitu saja dan kau juga tidak perlu bekerja sebagai manager cheondung karena hal itu akan sangat menarik perhatian media. Araseo?”

tapi presdir, saya-“

sudahlah. Apa kau ingin karir cheondung hancur berantakan?”

aku hanya menunduk menahan air mataku.

pergilah dan menjauhlah dari cheondung.”

ye.” aku keluar dari ruangan presdir dengan langkah gontai. Kenapa jadi seperti ini? aku tidak akn bisa bertemu cheondung lagi. Air mataku terus mengalir. Bagaiman dengan pengobatan yeon mi? kalau aku di pecat, bagaimana aku bisa membiayai pengobatan yeon mi? ya tuhan, kenapa bisa seperti ini. aku pergi ke rumah sakit untuk melihat dongsaengku yang masih terbaring lemah di tempat tidur. “yeon mi~aa, bagaimana kabarmu? Eum?” ujarku mengelus lembut rambut yeon mi, dongsaengku yang sangat kucintai.

 

~cheondung POV~

cheondung~aa.” Panggil direktur choi. “ne” sahutku. “kau di panggil presdir.” Ujarnya. “ne.” aku segera menemui presdir di ruangannya. “permisi, apa anda memanggilku?”

ne, duduklah.”

ada apa?”

aku sudah memecat ji yeon sebagai managermu.”

ye??” Tanya ku kaget.

ku rasa lebih baik dia tidak berada di sekitarmu karena itu akan mempengaruhi karirmu. Lagi pula jika dia tidak berada di dekatmu berita buruk yang menyangkut dirimu perlahan-lahan akan menghilang dengan sendirinya.”

tapikan..”

sudahlah. Ku lakukan ini demi kau, demi karirmu yang sekarang ini sedang berada di puncak. Araseo?”

ye.” Aku keluar ruangan presdir dengan kesal. Ada apa dengannya?! Bisa-bisanya dia mengatur hidupku seperti ini! AISH! ji yeon. Nama itu terlintas di pikiranku, kalau dia tidak menjadi managerku, berarti aku tidak bisa bertemu dengannya, ISH! Kenapa rasanya sesedih ini?

 

~author POV~

MWO?!” seru IU, dongho, mir, dan junhyung serempak. “ne, ji yeon di pecat jadi manager cheondung.” Jelas manager kim. “bagaimana bisa?” Tanya doojoon. “aku sudah menduga, hal ini pasti terjadi.” Ujar lee joon. “kasihan ji yeon noona.” Ujar dongho. “dia pasti sedih.” Tambah mir. “ingin sekali saat ini aku menghiburnya.” Timpal junhyung. “iya, aku ingin sekali bertemu ji yeon saat ini.” IU angkat bicara. “tapi kalau begini, bisa2 rencanaku gagal, huuuh” gumam IU. “rencana apa?” Tanya dongho yang mendengar gumaman IU. “a,, ne? a,, a,, aniyo.” Sahut IU gelagapan.

 

Backsound : SM the ballad – miss you

~ji yeon POV~

Hari demi hari ku lalui tanpa cheondung. “bogoshipeo..” gumam ku memandang layar HP ku, lebih tepatnya memandang fotoku dan cheondung sewaktu di pulau jeju. Tes~ air mata ku keluar begitu saja dari pelupuk mataku. Kenapa harus seperti ini? kenapa aku harus berpisah dengan cheondung di saat aku sudah sangat mencintainya, rasanya benar-benar menyakitkan, ingin rasanya kuteriakan nama mu sekencang mungkin cheondung~aa ‘saranghe kkugae bogoshipo jeongmal bogoshipo cheondung~aa’ tak bisakah aku bertemu cheondung walau hanya dalam mimpi karena sungguh saat ini aku benar-benar merindukannya, tawanya, kejailannya, senyum manisnya, dan tatapan matanya yang mampu membuat jantungku tak karuan tapi juga bisa membuatku tenang.

 

Sementara itu…

 

~cheondung POV~

Kenapa rasanya sesunyi ini? apa karena tak ada ji yeon? Tapi kenapa? Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkannya? Apa aku…? Aniya, tak mungkin. ku pandangi wajah ji yeon yang sedang tertawa di layar HP ku, lucu, sangat lucu, dia bisa membuatku tertawa setiap hari, tiba-tiba semua kejadian-kejadian yang telah ku lalui bersama ji yeon, mulai dari kejadian memalukan, lucu sampai….. aish! Rasanya benar2 hampa. tapi sebenarnya apa yang sedang kurasakan sekarang ini? apakah cinta? Ani, mungkin aku hanya kasihan karena ji yeon di pecat, tapi… kenapa rasa ini begitu mengusikku? Aish!

 

~author POV~

Tak terasa sudah 1 bulan ji yeon tidak menjadi manager cheondung lagi, uangnya pun semakin menipis sementara pengobatan dongsaengnya memerlukan biaya yang banyak. Tok, tok, tok “masuk” ujar ji yeon dari dalam kamar rawat dongsaengnya, seorang suster pun masuk. “permisi agashi, saya hanya ingin mengingatkan kalau anda harus segera membayar administrasi agar pengobatan dongsaengmu bisa segera di lanjutkan karena sejujurnya kondisi dongsaeng mu semakin memburuk.” Jelas suster itu. “ne, arayo.” Sahut ji yeon lemas. “gurae, saya keluar dulu.” Ujar suster itu.

 

~ji yeon POV~

gurae, saya keluar dulu.” Ujar suster itu. “ne.” sahutku tersenyum kecut. “yeon mi~aa, mianhe, aku bukan eonni yang baik, aku tak dapat melaksanakan tugasku dengan baik,, mianhe, jeongmal mianhe.” Ujarku pada yeon mi yang masih koma, ku genggam erat tangannya, sungguh aku tak ingin kehilangan yeon mi, ‘sejujurnya kondisi dongsaeng mu semakin memburuk’ perkataan suster tadi terus terngiang di telingaku. Segera ku hapus air mataku dan bergegas keluar kamar. ‘pokoknya aku harus dapat kerja dan membayar pengobatan yeon mi’ tekad ku. Aku terus berkeliling mencari pekerjaan. Drrttt

yobosaeyo”

apakah ini dengan ji yeon agashi?”

ne, nugusaeyo?”

ini dari rumah sakit tempat dongsaeng anda di rawat.”

ada apa? Apa yang terjadi?”

yeon mi dalam keadaan kritis.”

mwo?!” air mataku mengalir deras di pipi ku. Ya tuhan, kumohon lindungilah yeon mi. aku berlari sekencang mungkin ke rumah sakit dengan air mata yang masih terus mengalir deras di wajahku.

 

~doo joon POV~

Aku sedang dalam perjalan pulang ke apartemen, namun mataku segera tertuju pada seorang yeoja yang sedang berlari dan,, menangis? Kenapa ji yeon menangis. Ku hampiri ji yeon yang sedang berlari. “ji yeon~aa, kau mau kemana? Ayo ku antar.” Ujarku dari dalam mobil. “a,, aku mau ke rumah sakit.”

naikalah.”

ne”

Aku dan ji yeon pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. “siapa yang sakit? Dan… kenapa,, kenapa kau menangis?” tanyaku. “dongsaengku, dia sekarang sedang kritis di rumah sakit.”

dongsaeng? Kau punya dongsaeng?” tanyaku heran karena selama ini dia tak pernah cerita kalau dia punya seorang dongsaeng. “ne.” kami pun sampai di rumah sakit yang di tuju ji yeon, dengan cepat ji yeon berlari menyusuri koridor rumah sakit dia terlihat begitu panik. “dokter, bagaimana keadaan yeon mi? Ku mohon selamatkan dia.” Ujar ji yeon pada dokter yang baru saja keluar dari UGD. “maaf agashi, dongsaengmu, tidak dapat tertolong karena kondisinya sudah sangat parah.” Ujar dokter itu. “mwo? Mworagayo?” ku lihat air mata mengalir dari pelupuk mata ji yeon.

 

~ji yeon POV~

maaf agashi, dongsaengmu, tidak dapat tertolong karena kondisinya sudah sangat parah.” Ujar dokter itu. “mwo? Mworagayo?” air mataku tak dapat kutahan lagi. Yeon mi……. kenapa kau tinggalkan aku heoh? “andwae, andwae…” tangisku semakin menjadi. Tuhan,, kenapa kau berikan cobaan sebesar ini, aku tidak kuat menanggungnya. Perlahan ku buka kain putih yang menutupi wajah yeon mi, pucat wajahnya sangat pucat namun terlihat tenang. “yeon mi~aa saranghe.” Ujarku menatap tubuh yeon mi yang terbujur kaku, tangisku semakin menjadi.

 

~doojoon POV~

ji yeon~aa, uljima, eum” ujarku merengkuh ji yeon berusaha menenangkan nya, rasanya benar2 sakit saat melihatnya menangis dan terluka, aku sudah terlanjur menyayanginya sehingga aku benar2 tak bisa melihatnya seperti ini.

 

~leejoon POV~

Saat aku berjalan di koridor ruah sakit setelah menjenguk temanku ku lihat seorang yang sangat ku kenal sedang berlari menuju UGD di belakangnya ku lihat doojoon juga berlari mengikutinya. Ada apa dengan ji yeon? Kenapa dia terlihat begitu panik? Siapa yang sakit? Kenapa dia bersama doojoon? Karena penasaran, ku ikuti mereka sampai saat ku dengar percakapan ji yeon dengan seorang dokter. “maaf agashi, dongsaengmu, tidak dapat tertolong karena kondisinya sudah sangat parah.” Ujar dokter itu. “mwo? Mworagayo?” air mata ji yeon mengalir di wjahnya. ‘dongsaeng? Kenapa selama ini dia tidak pernah cerita kalau dia punya dongsaeng?’ batinku. “andwae, andwae…” tangisnya semakin menjadi, aku tak tahan melihat ji yeon seperti itu, rasanya benar-benar perih. Ji yeon dan doojoon masuk ke dalam UGD, ku ikuti mereka ku lihat ji yeon berdiri di samping tubuh seorang yeoja yang terbujur kaku, ku rasa itu dongsaeng nya yang di maksud tadi. Ji yeon menangis di samping dongsaengnya itu, doojoon merengkuhnya dan menenangkanya, sakit seklai melihat ji yeon bersama doojoon. Drrttt

 

From: doojoon

 

Sekarang aku bersama ji yeon di rumah sakit seoul center, dongsaengnya baru saja meninggal.

 

Sepertinya di send all oleh doojoon.

 

—————

~ji yeon POV~

Hari ini yeon mi di kremasi, berat rasanya melepaskan yeon mi satu-satunya keluarga yang ku miliki. Sekarang aku sendiri, benar-benar sendiri. “ji yeon~aa, kajja ku antar pulang.” Ujar leejoon oppa merengkuh bahu ku, aku hanya menurut dan masuk ke dalam mobil leejoon oppa. “ji yeon~aa,,,” ujar leejoon oppa sesampai di depan rumahku. “nan gwenchana oppa..” sahutku. “istirahatlah.”, “ne.” aku pun masuk kedalam rumah yang penuh kenangan ku bersama kedua orang tua ku juga dongsaengku.

 

~cheondung POV~

Kulihat ji yeon di rengkuh leejoon dan mengantarnya pulang, ji yeon~aa ingin sekali saat ini aku menghiburmu dan meminta maaf karena karena aku kau di pecat sehingga kau tidak dapat membiayai pengobatan dongsaengmu. Mianhe ji yeon~aa. Ku putuskan malam ini untuk menemui ji yeon di rumahnya.

 

TBC

May I love you part 4

May I love you part 4

 

Author : choi hee young

Genre : mix

Length : chaptered

Main Cast : Ji yeon T-ara

Cheondung MBLAQ

Lee joon MBLAQ

Dongho U-kiss

Doo joon BEAST

IU (singer)

other cast : Haewon X-5

Mir MBLAQ

Krystal f(x)

Jun hyung BEAST

 

~author POV~

ne, kajja kita mulai permainannya.” Seru G.O bersemangat. Mereka mulai memutar botol dan botol itu berhenti pada…ji yeon. “ah, ji yeon~ssi sepertinya ini hari baikmu hahaha.” Gurau seungho. “gurae, pertanyaannya… berapa kali kau ciuman?” Tanya manager kim yang sudah sedikit mabuk. “ne?” Tanya ji yeon heran. “palli, pilih jujur atau meminum arak ini. Hihihi” ujar manager kim. “hhuuhh..” ji yeon mengembungkan pipinya dan kemudian dengan terpaksa meminum 2 gelas arak. “ishh” gerutu ji yeon. “hahahaha, lihatlah wajahnya memerah.. hahaha” mereka semua menertawakan wajah ji yeon yang memerah karena sudah mulai mabuk. “ayo putar lagi..” seru seung ho. Botol di putar dan berhenti pada.. lee joon “ya, lee joon, pertanyaannya… uhmm,, apa kau masih menyukai hyosung?” Tanya direktur cheoi antusias. “…..” lee joon diam dan mengambil arak dan meminumnya. “wahhhh… gurae, mulai lagi.” Ujar G.O botol kembali di putar dan akhirnya berhenti pada cheondung. “wahhh, hyung, uhmm, siapa yeoja yang sukai sekarang?” Tanya mir penasaran. “YA!” seru cheondung. “wae? Palli jawab. hihihihi” Ujar mir. “berikan aku araknya.” Ujar cheondung terpaksa meminum 2 gelas arak. Permainan terus berlanjut sampai mereka semua akhirnya mabuk. Manager kim segera menelpon supir kang untuk menjemput mereka dan mengantarkan ke rumah masing2 karena mereka tidak mungkin mengemudi dalam keadaan mabuk, supir kang segera datang dan membawa cheondung dan ji yeon ke apartemen cheondung.

 

@apartemen cheondung

 

~author POV~

Cheondung berjalan sempoyongan memapah ji yeon keduanya sama2 sudah mabuk karena lebih banyak memilih meminum arak dari pada menjawab pertanyaan “aish, kepalaku,, ughhh..” ujar ji yeon. “wae? Heoh?” Tanya cheondung. “ani.. hehehehe” sahut ji yeon terkekeh, ne, mereka sudah sangat mabuk. Cheondung memapah ji yeon sampai kekamarnya, dan merebahkan ji yeon ke tempat tidur tapi saat dia merebahkan ji yeon dia malah ikut jatuh alhasil tubuhnya menimpa tubuh ji yeon dan……

Backsound : T-ara (hyomin-ji yeon) & seeya boram – coffe over milk (ost. Coffe house)

chu~ bibir cheondung jatuh tepat di bibir ji yeon, spontan ji yeon dan cheondung membelalakan matanya tapi, bukannya berdiri cheondung yang sudah mabuk malah menutup matanya dan menikmati ciuman itu dan parahnya ji yeon yang juga sudah mabuk ikut memejamkan matanya.

 

Keesokan harinya..

 

~ji yeon POV~

ugh,, kepalaku..” aku bangun dengan kepala yang sedikit pusing, ini pasti efek dari semalam, aish! Kenapa mereka membuat game seperti itu sih jadinya kan aku tidak bisa menjawab. Huh! Eh, tapi semalam…

Flashback

Aku di papah cheondung menuju kamar lalu di baringkan lalu chu~ bibir cheondung jatuh tepat di bibir ku, spontan aku membelalakan mata tapi, cheondung belum bangkit juga parahnya aku malah memejamkan mataku menikmati ciuman itu.

Flashback END

OMONA! AISH! PABBOYA! Kenapa? Kenapa semalam aku malah menutup mataku?! Aish! Ji yeon kau sungguh pabbo! Ottokhe?! Huahhhh memalukan. Eomma…… ottokhe?!?! Heoh?!? Apa aku menyukai ciuman itu?! Ah, ani, ani. Mabuk?! Tapi, jelas2 semalam aku,,, Aihhhhhhhhhhhh.. aku memukul kepalaku sendiri dan mengacak-ngacak rambutku frustasi.

 

~cheondung POV~

hoammm” rasanya mengantuk sekali.. semalam mereka benar2 menyebalkan, untuk apa membuat game seperti it. Huh. Semalam..

Flashback

Aku memapah ji yeon menuju kamarnya lalu ku baringkan tapi aku malah jatuh dan.. chu~ bibirku jatuh tepat di ji yeon, spontan aku membelalakan mata tapi, aku yang sudah mabuk bukannya berdiri, malah menutup mataku menikmati ciuman itu.

Flashback END

AIGOO! WAE?! AISH! Kenapa aku.. kenapa aku menutup mataku malam itu?! Dan malah menikmati ciuman itu! ISH! Pabbo! AHH! Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. AISH! JJINJJA! apa yang harus kulakukan kalau bertemu ji yeon?! Uhmm.. naluri? Ani, ani, tak sadarkan diri? AHH! MOLLA! Alasan apa yang harus ku berikan?! Jelas2 semalam aku tahu tapi… AISH! Aku malah… AISH! Ini semua gara2 mereka membuatku mabuk. AAAISH!

 

~ji yeon POV~

Aku segera keluar kamar untuk membuat sarapan agar bisa menghindari cheondung. Saat membuka pintu aku melongo keluar dan tak menemukan cheondung, baguslah, tapi saat aku berjalan hendak ke kamar mandi… OMO! Cheondung baru saja keluar dari kamar mandi. Ottokhe?! Aih, memalukan sekali, semoga dia tidak mengingat kejadian semalam. Tapi, pandanganku segera beralih ke.. aih, kenapa aku jadi menatap bibir cheondung?! Ani, ani ji yeon~aa..

 

~cheondung POV~

Saat aku keluar kamar mandi aku berpapasan dengan ji yeon, aih, kenapa jadi seperti ini?! Ahh! Aku malu sekali, semoga saja dia tidak mengingat kejadian semalam. Tapi mataku beralih pada, aih, bibir ji yeon? Kenapa aku.. bibirnya, pink, mungil dan,, ani, ani, cheondung~aa, kejadian semalam itu semata—mata karena kau mabuk araseo?! Ne, mabuk.

 

~author POV~

Ji yeon dan cheondung sama2 menjadi salah tingkah. Dengan cepat ji yeon berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi ji yeon kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, ne, melihat ji yeon yang hampir terjatuh spontan cheondung menopang tubuh ji yeon dan alhasil ji yeon jatuh ke pelukan cheondung.

 

~ji yeon POV~

Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi aku kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, hampir? Ne, cheondung menopang tubuh ku dan alhasil aku jatuh ke pelukan cheondung. Mata kami bertemu, deg, jantungku, aih, jangan lagi, kalau seperti ini terus bisa2 jantungku copot. Kenapa, kenapa saat menatapnya jantungku jadi begini? Aih, mau menghindar malah jatuh ke pelukannya.

 

~cheondung POV~

Ji yeon berlari ke kamar mandi tapi karena lantai di depan kamar mandi licin jadi dia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, spontan aku segera menopang tubuh nya dan alhasil ji yeon jatuh ke pelukanku. Mata kami bertemu, deg, menatapnya kenapa jantung ku jadi seperti ini? Aigoo.

 

~author POV~

Ji yeon segera berdiri dari pelukan cheondung. “ehm, a, aku m,, mandi dulu..” ujar ji yeon canggung dan segera masuk ke kamar mandi. Selesai mandi ji yeon segera menyiapkan sarapan dan mereka pun sarapan bersama-sama. “uhmm.. soal, yang semalam itu..” ujar cheondung di tengah sarapan “uhuk..” ji yeon yang sedang menelan makanannya tersedak karena kaget, seketika semburat merah muncul di pipinya. “euhmm itu.. kau,,, kau tahu kan semalam itu..” ujar cheondung berusaha menjelaskan. “ah, ne, araseo.. semalam kita,, kita kan mabuk jadi..” ucapan ji yeon terhenti. “jadi lebih baik kita lupakan saja kejadian semalam, ne?” lanjut cheondung. “eoh, ne.. hehehe” ji yeon berusaha mencairkan suasana dengan tawa garingnya. “benar. Hehehehe” sahut cheondung, tapi suasana masih terasa sedikit canggung.

 

———————–

~author POV~

Keesokan harinya ji yeon dan cheondung pergi ke kantor J.Tune Ent. “wahh, cheondung~ssi, kebetulan kau datang, aku ada kabar bagus untukmu.” Seru direktur choi. “mwoga?” Tanya cheondung penasaran. “kau tahu, penjualan mini album solo mu mencapai angka yang fantastis.” Jelas direktur choi. “jeongmal?” Tanya cheondung memastikan. “wahhhh chukkae cheondung~aa“ seru ji yeon. “tentu saja, dan perusahaan memberimu bonus, yaitu liburan selama 4 hari, dan tempatnya kau yang tentukan.” Ujar direktur choi. “wah, kemana ya..?” gumam cheondung. “oh ya, manager park, kau juga mendapat bonus, karena kau dapat me manage jadwal cheondung dengan baik sehingga promosinya berjalan lancar, jadi kau akan pegi liburan bersama cheondung.” Jelas direktur choi. “liburan? Wahh.. gamsahamnida.” seru ji yeon berbinar-binar. “uhm, aku mau ke pulau jeju saja.” Ujar cheondung. “mwo? Kenapa kau memilih jeju?” Tanya direktur choi heran. “soalnya kalau ke luar negri aku rasa sudah biasa, lagi pula aku ke pulau jeju baru sekali dan itu pun hanya sehari.” Sahut cheondung sambil menyeruput ice capucino nya. “ya sudah kalau itu mau mu. Kau bisa berangkat besok bersama manager park.” Ujar direktur choi. “ne.” sahut cheondung.

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Wahhh hari ini menyenangkan sekali, mendapat liburan ke pulau jeju selama 4 hari, hihihi senangnya bisa santai juga. Aku merapikan pakaian ku di dalam koper setelah itu ku tatap diriku dari bawah sampai atas di depan kaca, rapih. Aku bergegas keluar kamar dan mendapati cheondung yang sudah duduk di ruang tengah dengan rapih. “sudah siap?” tanyanya. “hu’um” aku mengangguk manta dengan senyum merekah. “kajja.” Cheondung berjalan mendahuluiku.

 

~cheondung POV~

Aku dan ji yeon sudah berada di dalam pesawat menuju pulau jeju. Kami berangkat tepat pukul 05.30 pagi, ji yeon yang duduk di samping ku terlihat begitu mengantuk, tak lama kulihat dia sudah terlelap dengan menyandarkan kepalanya di kursi pesawat, ku perhatikan setiap lekuk wajahnya, matanya indah, hidung nya mancung, kulitnya putih bersih, bibirnya pink mungil, yeoppo. Aih, apa yang kau pikirkan cheondung?! Tapi kalau di lihat wajahnya begitu manis apalagi jika sedang tertidur seperti ini benar-benar seperti bidadari. Perlahan ku letakan kepalanya di bahuku agar tidurnya lebih nyaman. “eghh..” ji yeon mulai menggeliat, sepertinya dia sudah bangun, dia menoleh ke arahku. “eh, kenapa aku bisa..”

ya! Kalau mau tidur jangan di bahuku dong.” Ujarku berbohong, mana mungkin aku mengatakan kalau aku yang menaruh kepalanya di bahuku. *cie, cie, si cheondung gengsi#abaikan* “hehehe, mian, soalnya tadi aku menyandarkan kepalaku di kursi ehh, malah jatuh di bahumu. Hehehe” ujar ji yeon cengengesan. Hahaha lucu sekali dia, padahal aku yang meletakan kepalanya di bahuku, ckckckck. Yeoja ini benar2 lucu.

 

~author POV~

Tak terasa ji yeon dan cheondung sudah sampai di pulau jeju. “wuahhh, yeoppo..” seru ji yeon melihat alam pulau jeju yang begitu indah, ji yeon segera berlari kea rah taman bunga yang beragam warna Dan cheondung hanya tersenyum melihat tingkah ji yeon. Setelah puas melihat-lihat ji yeon kembali ke hotel bersama cheondung untuk istirahat. “istirahatlah, besok kita akan jalan-jalan lagi.” Ujar cheondung pada ji yeon sesampai di depan kamar ji yeon yang berhadapan dengan kamr cheondung. “ne, annyeong jumuseyo.” Sahut ji yeon dengan eye smile nya. “ne..” keduanya pun masuk kamar masing-masing.

 

~ji yeon POV~

Hufftt… aku menghempaskan tubuhku di atas kasur empuk hotel mewah ini. sungguh menyenangkan. Deg, aih, kenapa tiba-tiba aku jadi berpikir tentang cheondung, wae? Kenapa aku sering sekali memikirkannya, saat di dekatnya rasanya nyaman dan tenang. Ji yeon~aa, ada apa sebenarnya dengan mu ini heoh? Cheondung, nama itu, nama itu selalu menghiasi pikiran ku, sungguh ini perasaan yang sulit di jelaskan. Saat bersamanya, nyaman tapi jantungku juga berdegup kencang apalagi saat dia menggenggam tangan ku, yahh walaupun ku rasa baginya itu biasa saja, tapi bagiku itu sungguh mendebarkan. Pipiku memanas, tiba-tiba saja aku teringat kejadian malam itu, saat aku mabuk, aihhhh memalukan sekali.

 

Keesokan harinya…

 

~ji yeon POV~

Hari itu adalah hari kedua kami di pulau jeju, di kamar aku sudah bersiap-siap dengan celana jeans pendek dan t-shirt lengan panjang berwarna kuning. Selesai merapikan dandanan ku di depan cermin, aku segera memakai sepatu kets ku. “ok! Selesai” gumamku. Tok, tok, tok. “ji yeon~aa, kau sudah selesai?” terdengar suara cheondung dari luar kamar. “ne.” aku membuka pintu. “kajja.” Cheondung menggenggam tanganku, deg, aih, perasaan ini lagi, semoga wajahku tidak memerah. “changkaman, aku kunci pintu dulu.” Ujarku. “ne.” sahut cheondung. Aku dan cheondung pergi ke pantai, benar-benar indah, pulau jeju memang cantik. Aku melepas sepatu ku dan berlari ke pantai aku memain-mainkan air laut yang terasa hangat. “cheondung~aa, kemarilah.” Ajaku. “ne, aku titip HP ku di tasmu ya.” Sahutnya yang ku balas dengan anggukan. Cheondung berjalan ke arahku dan menyipratkan air ke arahku. “ya!” ujarku kesal karena di ciprat air. Tanpa pikir panjang, aku juga menyiprat kan air padanya. “ya!” ujarnya kesal. “hahahahahha” aku hanya tertawa melihat tampang kesalnya dan kembali menyipratkan air padanya. “ya! Park ji yeon!” ujarnya kesal dan aku hanya menjulurkan lidah yang berhasil membuatnya mengejarku, aku terus berlari menghindarinya terang saja kalau tertangkap olehnya pasti aku akan basah kuyup. “hahahahaha” aku terus tertawa menghindarinya, tapi ternyata dia berhasil menangkapku, deg, dia memelukku dari belakang, omo! Dia memelukku? Ani, ani ji yeon~aa cheondung hanya berusaha menahanmu agar dia bisa menyipratkan air padamu.”kau tidak bisa lari lagi. Hahahaha” ujarnya, Tapi kami malah kehilangan keseimbangan karena ombak laut dan terjatuh, alhasil kemi berdua menjadi basah kuyup, kami saling pandang dan tertawa melihat keadaan masing-masing yang telah basah kuyup. Setelah makan malam aku dan cheondung kembali ke kamar masing2.

 

~cheondung POV~

Huftt.. ku rebahkan tubuhku di atas kasur, hari ini cukup melelahkan tapi juga menyenangkan. Ji yeon, yeoja itu benar2 lucu, dia bisa membuatku tertawa sepanjang hari dengan segala tingkah lakunya. Aih, kenapa aku malah memikirkannya? Ani cheondung~aa, dia itu hanya managermu, tak lebih lagi pula mana mungkin aku menyukainya. Sudahlah, sebaiknya aku tidur saja.

 

Keesokan harinya…

 

~cheondung POV~

Hari ini hari ketiga aku dan ji yeon di pulau jeju. Di kamar aku sedang bersiap-siap untuk hari ini. HP ku kemana? Aku terus mencari-cari HP ku yang entah ada di mana, aish! Kemana sih? Oh iya! Aku baru ingat, HP ku kemarin kutitipkan di tas ji yeon. Aku segera ke luar kamar. Tok, tok, tok. Ku ketuk pintu kamar ji yeon namun tak di buk juga. Ke mana sih dia?

 

~author POV~

Cheondung terus mengetuk pintu kamar ji yeon namun tidak di buka juga karena ji yeon sedang berada di kamar mandi, klek, cheondung membuka pintu kamar ji yeon yang lupa di kunci oleh ji yeon setelah dia selesai jogging tadi pagi. Di saat cheondung baru mau masuk ke kamarnya ji yeon juga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, kedua spontan kaget.

 

~ji yeon POV~

Di saat aku keluar kamar mandi menggunakan handuk. OMO! Cheondung sedang berdiri di depan pintu kamar ku. Aigoo! Aku malu sekali. Ottokhe?! Aku yakin pasti wajahku sudah memerah.

 

~author POV~

Cheondung dan ji yeon sama2 kaget dan terdiam sejenak. “eh, mian” cheondung berbalik dan keluar kamar ji yeon. Sementara itu ji yeon masih bengong saking malunya. “sadar jiyeon” ji yeon menepuk-nepuk pipipnya dan menggelengkan keplanya. “OMONA!” jerit ji yeon frustasi. “aigoo! Kenpa selalu terjadi kejadian memalukan seperti ini? huahhh” umpat ji yeon mondar mandir tidak jelas. Setelah selesai berpakaian ji yeon perlahan membuka pintu kamarnya. “mian soal yang tadi, aku, aku hanya ingin mengambil HP ku yang ku titipkan padamu kemarin.” Ujar cheondung sedikit malu. “ah, ne, sebentar, ku ambilkan.” Sahut ji yeon ke kamarnya dan segera kembali membawa HP cheondung. “ini” ji yeon memberikan HP cheondung. “ne, gomawo.” Sahut cheondung. Hari itu mereka gunakan untuk melihat-lihat barang2 yang dapat di beli. Setelah selesai membeli souvenir, mereka kembali ke hotel. “ji yeon~aa, 1 jam lagi aku tunggu kau di lobi hotel. Berpakaian lah yang rapih.” Ujar cheondung. “ne, hajiman, kita mau kemana?” Tanya ji yeon. “sudah sana siap2 saja.” Sahut cheondung masuk ke kamarnya. Ji yeon hanya menurut, dia segera mandi dan bersiap-siap dengan pakaian yang rapih, dia memakai dress berwarna blu shapire selutut, sangat cantik. Ji yeon segera ke lobi sesuai permintaan cheondung. Cheondung yang sudah menunggu ji yeon segera bangkit dari duduknya setelah melihat ji yeon berjalan ke arahnya. “kajja” ujar cheondung. “odiga?” Tanya ji yeon. “makan malam. Kajja.” Sahut cheondung. Ji yeon dan cheondung sudah sampai di sebuah restoran mewah. Mereka segera memesan makanan dan tak berapa lama pesanan mereka datang, mereka pun melahap makanannya. Seusai mereka menyantap maka malam, “Wah, pengunjung sekalian, sepertinya kita kedatangan tamu special. Kalian tentunya tahu cheondung kan? Salah satu personel MBLAQ.” Ujar mc di restoran yang setiap malamnya menyajikan hiburan. Terdengar bisik-bisik para pengunjung yang telah menyadari kehadiran cheondung. “cheondung~ssi, bagaimana kalau kau menyumbangkan satu lagu malam ini.” ujar mc itu lagi, cheondung akhirnya naik ke atas panggung untuk menyumbangkan lagu dengan memainkan piano, dia menyanyikan lagu dari MBLAQ – my dream dengan lantunan indah dari piano berhasil memukau para pengunjung.

 

~ji yeon POV~

Sempurna. Aku kini tidak dapat mengalihkan pandanganku dari cheondung yang tengah menyanyi dengan memainkan piano, dia benar-benar sudah menghipnotisku. Merdu, sangat merdu, suaranya dapat kurasakan, hati ku bergetar saat mendengarnya, dia benar-benar memukau, ku rasa,,, aku memang benar-benar sudah jatuh cinta pada cheondung…. Semakin lama, semakin terasa dan tidak dapat di pungkiri lagi. Selama cheondung menyanyi pandanganku tertuju padanya dan rasanya tak ingin kualihkan sedetikpun. Aku benar-benar tidak menyangka bisa menyukainya seperti ini. saranghe cheondung~aa

 

~author POV~

Hari ini adalah hari terakhir ji yeon dan cheondung berada di pulau jeju, karena jadwal keberangkatan pesawat yang mereka tumpangi nanti pukul 05.00 sore jadi mereka mengisi waktu sambil menunggu sore dengan pergi ke padang rumput, di sana cheondung menyewa seekor kuda, cheondung berkuda di padang rumput hijau yang sangat luas.

 

~ji yeon POV~

Keran sekali. Ku perhatikan cheondung yang sedang berkuda di tengah padang rumput, dengan kuda putih yang di sewanya, sungguh keren, membuatku semakin terpesona dengan celana dan kemeja putih menunggang kuda putih. ‘pangeran berkuda putih’ hihihi hal itu tiba2 terlintas di pikiranku. Cheondung, pangeran berkuda kuda putih yang datang menjemputku. Hihihihi.

ya!”

ji yeon~aa”

YA! PARK JI YEON!” teriakan cheondung berhasil membuyarkan lamunanku. “ah, ne? w, wae?” sahutku gelagapan. “kau ini kenapa sih? Dari tadi senyum2 sendiri, saat ku panggil malah tidak menjawab.” Ujar cheondung. “e, e..”

aneh!” lanjutnya sembari meninggalkanku. “YA! Mworagoyo?!” ujarku kesal. “aneh! Ku bilang kau aneh. Wae?” tanyanya santai. “ISH!” aku hanya dapat menggerutu. Tak terasa sudah jam 4 kami pun bergegas ke bandara. Tepat pukul 5 kami lepas landas dari pulau jeju menuju seoul.

 

~author POV~

Saat ji yeon masuk ke pesawat dan hendak duduk di tempat duduknya yang berada di samping cheondung tiba-tiba sorang ahjuma hamil datang dan langsung duduk di tempat duduk ji yeon. “ehm, permisi ahjuma, sepertinya anda salah tempat soalnya itu tempat duduk ku.” Ujar ji yeon sopan. “ne, araseo, hajiman, bisakah kita bertukar tempat duduk, aku duduk di kursimu dank au duduk di kursiku, ne? soalnya anak di perut ku pengennya duduk di dekat cheondung, personel termanis di MBLAQ, huahh kyeopta.” Jelas ahjuma itu sambil mencubit-cubit pipi cheondung. Cheondung terlihat sangat kesal. “tapi ahjuma, itu kan kur-“ sebelum cheondung menyelesaikan perkataannya ji yeon sudah memotong. “ah, ne, boleh kok, hajiman, kalau boleh tahu di mana kursi ahjuma yang harus ku duduki.” Sahut ji yeon lembut. “ya!” bisik cheondung dan menatap ji yeon tajam. “ah, di depan sana, 3 kursi sebelum kursi ini.” jelas ahjuma hamil itu sambil menunjuk kursi kosong di samping seorang namja tampan. “oh, ne. aku permisi ya.” Sahut ji yeon berjalan kea rah kursi yang di tunjuk ahjuma itu. Ji yeon segera duduk di kursi itu. Sepanjang perjalanan ke seoul ahjuma itu terus saja menganggu ketenangan cheondung, dengan senyum yang sangat di paksakan cheondung meladeni setiap ocehan ahjuma itu.

 

~cheondung POV~

Aish! Awas kau park ji yeon. Omo! Apa-apaan itu?! Ji yeon tertidur di bahu namja itu, aigoo, awas saja kau. Huh!

 

~haewon POV~

Pluk… tiba-tiba kepala yeoja yang duduk di sampingku jatuh ke bahuku, sepertinya dia ketiduran, biarkan sajalah, sepertinya dia kelelahan. Ku biarkan kepala yeoja itu berada di bahuku. Aneh, rasanya aneh, kenapa aku bisa membiarkan seseorang yang bahkan aku tak tahu siapa namanya bersandar dan tidur di bahuku. Ku lirik wajah yeoja yang sedang tidur di bahuku, yeoppo, saat tidur dia seperti bidadari, semuanya terlihat sempurna.

 

~ji yeon POV~

nona, nona” terdengar sayup-sayup suara seorang namja, perlahan kubuka kelopak mataku yang terasa berat. “uhmm, ne..” ujarku masih malas. “pesawatnya sudah mendarat, kita sudah sampai di seoul nona.” Ujar namja itu. Dan sekarang aku benar2 tersadar sedari tadi aku tertidur di bahu namja itu, aih, ji yeon pabbo, bisa-bisanya aku tertidur di bahu seorang namja yang tak ku kenal. “eh, chosonghamnida, aku tertidur di bahumu.” Ujarku tak enak. “ne, gwenchana.” Sahut namja itu mengembangkan senyumnya yang manis kemudian berlalu dari hadapanku. Aku pun segera menghampiri cheondung dan ahjuma hamil itu dan turun dari pesawat. “Cheondung~aa, ahjuma pergi dulu ya, annyeong..” ujar ahjuma itu sambil mencubit pipi cheondung dengan gemas. “wuahh, sepertinya ahjuma itu sangat menyukaimu. Hahahaha” ujarku setelah ahjuma itu pergi. “YA! Kau sengaja kan? Supaya aku bisa di ganggu ahjuma itu?! Huh!” gerutu cheondung. “aniya. Aku hanya kasihan saja, ahjuma itu kan sedang hamil, jadi kuturuti saja keinginannya.” Sahut ji yeon mengembungkan pipinya menahan tawa. “bilang saja kalau kau mau duduk di samping namja tadi, dan tidur di bahunya.” Tuduh cheondung. “mwo? Apa masudmu? Tadi itu aku ketiduran dan tidak sengaja kepalaku jatuh di bahu namja itu. Ka jangan sembarangan menuduh.” Aku berusaha menjelaskannya pada cheondung. “sudahlah, lagi pula apa peduliku” sahut cheondung berjalan mendahuluiku. “huuuhh! Aneh!” ujarku setengah berteriak.

TBC

otthe? kalau mau FF nya lanjut, di komen ya….. ^_~