Arsip Tag: nickhun

T-ARA & 2PM special stage @ inkigayo

eonni-eonni ku kerennnnnnnnnnn

Iklan

Running Up part 1

Running Up part 1

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Choi minho Shinee

         Park ji yeon T-ARA

         Choi siwon Super Sunior

         Sandara park 2NE1

         TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

                      Krystal f(x)

                      Nickhun 2PM

                      Yuri SNSD

Track : MBLAQ – running & running

            Shinee – Lucifer

            SNSD & 2PM – cabi song

            2NE1 – I am the best

 

 

                                                                                                                                                                                    ~ji yeon POV~

Dor, dor, suara tembakan terdengar jelas dari belakangku, aku terus berlari sekencang mungkin dan menghindari tembakan-tembakan itu, “YA! Jangan lari kau!” teriak para anak buah mafia itu. AISH! Sial! Mereka terlalu banyak untuk ku lawan sendirian dan lebih sial lagi sekarang tak ada tempat untuk bersembunyi. lorong! Bagus! Aku berlari memasuki lorong gelap itu dan brukk, brukk, brukk, aku bergelantungan di sebuah tiang besi dan menendang satu persatu dari mereka kemudian aku kembali berlari dan hasilnya seperti biasanya, aku lolos dari orang-orang bodoh itu. Ku rogoh kantong di tas selempangku dan mengambil permen karet. “hufft.” Ku hempaskan tubuhku di atas kasur empukku, benar-benar melelahkan. Setelah merasa cukup beristirahat, ku buka seluruh seragamku yang sudah sangat kotor dan merendam diri di bath up sambil meneguk segelas wine. “inilah aku dan kehidupanku yang kacau karena para b*jing*n yang telah membunuh kedua orang tuaku, hhh.” Aku semakin membenamkan tubuhku kedalam bath up.

~minho POV~

Ddrrtt. “yobosaeyo.”

ya. Minho~aa, kau di mana? Aku dan yang lain sudah di club. Kau tak datang heoh?” ujar kyuhyun di sebrang sana dengan suara keras karena suara music di club sangat keras.

sebentar lagi aku ke sana.” Sahutku memakai jaket kulitku.

palli, kalau tidak kau akan menyesal karena malam ini gadis-gadisnya cantik-cantik.”

ne, ne, aku pergi sekarang, dengar ya, yang paling cantik untukku, awas kau mengambilnya.”

ne araseo.” Tuuttt. Aku segera mengambil kunci mobil ku dan melaju ke club malam yang biasa kudatangi setiap malam. “minho.” Kyuhyun melambai-lambaikan tangannya dari sebuah meja bar, aku menghampirinya yang sudah di temani beberapa gadis. “kau cepat juga.” Ujarnya. “tentu saja, mana gadis-gadis itu?” tanyaku melihat ke sekeliling club yang di penuhi orang-orang yang asik menari mengikuti lantunan lagu yang di mainkan DJ. “aku di sini chagi..” seorang gadis merangkulku dari belakang. Murahan. “ternyata kau di sini..” sahutku melingkarkan tanganku di pinggang gadis itu. “ya. Chagi, aku bagaimana?” ujar seorang gadis lagi. “kemarilah.” Aku merangkul gadis itu. “kau mulai beraksi.” Ujar kyuhyun.

~dara POV~

Aigoo, banyak sekali data-data yang harus ku kelola dan semuanya harus selesai mala mini juga. Huh! “MWO?! Bagaimana bisa?!” terdengar jelas suara tuan choi dari ruangannya karena mejaku berada tepat di luar ruangan tuan choi, aku adalah sekretaris dari tuan choi dan hal itu benar-benar melelahkan. BRUKK. Terdengar suara benturan dari dalam ruangan tuan choi aku segera mengetuk pintu ruangan itu. “permisi pak, apa terjadi sesuatu?” tanyaku dari balik pintu tapi tak ada jawaban, segera ku buka pintu dan ku lihat tuan choi sudah tergeletak di lantai. “pak, pak.” Aku berusaha membangunkan tuan choi yang sepertinya pingsan.

~ji yeon POV~

Aku menatap diriku di cermin yang sudah mengenakan dress di atas lutut berwarna coklat kehitaman dengan aksen perak, ku poles wajahku dengan make up tipis, dan tersenyum menatap diriku di cermin, ku pakai high hells berwarna hitam dan meraih tas ku keluar apatemen lalu pergi dengan mobilku menuju sebuah club malam. Aku memasuki club itu dan mulai menari mengikuti lagu yang di mainkan DJ. Menyenangkan. “ji yeon~aa.” Panggil seseorang. “krystal.” Ujarku setelah menoleh dan melihat sosok yang memanggilku. “kau dengan siapa?” tanyanya. “sendiri.” Sahutku kembali menari dan krystal ikut menari di sampingku. “tidak biasanya kau ke club ini.” ujar krystal dengan suara keras. “ingin coba.” Sahutku. “bagaimana? Kau jadi pindah ke sekolahku kan?” tanyanya. “nanti ku pikir lagi.” Sahutku.

~minho POV~

hey, minho, kemana mainan-mainanmu?” Tanya kyuhyun duduk di sampingku. “pergi minum mungkin.” Sahutku meneguk minumanku. “eh, kita bikin taruhan.” Seru yuri. “taruhan apa?” Tanya nickhun, yuri tersenyum evil “kalian lihat yeoja yang memakai dress coklat itu.” Ujar yuri. “ne, wae?” Tanya kyuhyun. “kita buat taruhan siapa yang bisa mencium yeoja itu.” Ujar yuri. “wahh asik juga. Hey minho kau ikut tidak?” Tanya nickhun padaku, ku alihkan pandanganku pada yeoja ber dress coklat itu, cantik, tak rugi ikut taruhan ini. “ne. aku ikut.” Sahutku. “baik, waktunya hanya 10 menit.” Ujar yuri. “gurae, aku duluan.” Aku berdiri dari tempat dudukku. “wah,, kau semangat sekali.” Ujar kyuhyun. Aku menghampiri yeoja yang sedang asik menari itu dan hug.. aku membuatnya tersandung dan jatuh kepelukanku, wajah kami begitu dekat, bagus! Selangkah lagi dan cup~ aku berhasil mencium yeoja itu, dia bangkit dan PLAKK, MWO?! Dia menamparku?! “cih..” dia mengelap bibirnya dengan ibu jarinya dan menatapku tajam. “sampah” ujarnya berlalu dari hadapanku. MWO?! SAMPAH?! Berani sekali dia!

~ji yeon POV~

Aku sedang asik menari bersama krystal namun aku tersandung dan hug.. jatuh ke pelukan seorang namja, wajah kami begitu dekat dan cup~ namja itu MENCIUMKU?! Aku segera bangkit dan plakk sebuah tamparan hangat ku daratkan mulus di pipi namja br*ngsek itu. “cih..” aku mengelap bibirku dengan ibu jariku dan menatapnya tajam. “sampah” ujarku berlalu dari hadapan namja gila itu.

~author POV~

Yuri, kyuhyun dan nickhun terdiam melihat minho yang berhasil mencium ji yeon. “wahhh, hebat.” Seru kyuhyun. “memang dasarnya playboy.” Ujar nickhun. “aish! Habislah uangku.” Gerutu yuri. Namun plakk ji yeon menampar minho membuat semua orang di club menatap ji yeon dan minho. “sampah” ujar ji yeon dan berlalu dari hadapan minho. “wahhhh berani sekali yeoja itu.” Seru nickhun tak percaya melihat minho di tampar oleh seorang yeoja. “siapa yeoja itu?” Tanya kyuhyun. Mereka semua heran melihat kejadian tadi.

~ji yeon POV~

ji yeon~aa” panggil krystal mengejarku. “wae?” tanyaku. “apa yang kau lakukan barusan?! Kau tahu namja itu siapa?!” ujar krystal dengan nada khawatir. “molla~” sahutku hendak membuka pintu mobil namun di tahan krystal. “ada apa lagi?” tanyaku kesal. “namja itu adalah minho, choi minho, tak ada yang berani bermasalah dengannya tapi kau malah menamparnya.” Jelas krystal. “I don’t care. Siapa suruh dia menciumku sembarangan, kalau dia ingin membalas terserah aku tidak takut.” Ujarku masuk kedalam mobil. “tapi ji yeon~aa.” Krystal mengetuk-ngetuk jendela mobilku namun tak ku hiraukan dan segera pergi dari tempat itu.

Sementara itu di kediaman keluarga choi…

~author POV~
“dara~ssi.” Panggil seorang namja pada dara saat dara hendak pergi. “ne.” sahut dara. “gamsahamnida atas pertolonganmu pada abeoji ku.” Ujar namja yang tak lain adalah anak sulung dari keluarga tuan choi, choi siwon. “ne, cheonmaneyo..” sahut dara. “aku pamit pulang.” Lanjutnya. “ne.” sahut siwon. “hufftt” dara menghempaskan tubuhnya di kasur. “syukurlah data yang harus ku kelola belum di periksa besok, jadi aku bisa istirahat, ughhhhhhh” dara menrenggangkan ototnya yang pegal dan perlahan terlelap. KRINGG, KRINGG.. “ughh..” dengan malas ji yeon mengambil jam wekernya dan PRANGG di lemparnya jam weker yang telah mengganggu tidurnya dan kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu. 30 menit kemudian, “OMO! Jam berapa sekarang?!” ji yeon bangun dari tidurnya dan membuka lebar2 matanya melihat kea rah jam dinding. “sial! Aku terlambat lagi.” Dengan cepat dia berlari ke kamar mandi setelah itu memakai seragam sekolahnya lalu pergi ke sekolah. “PARK JI YEON! kau terlambat!” bentak lee seonsaengnim namun dengan santai ji yeon mengunyah permen karet dan berkata “mian.” Sambil mengunyah permen karetnya. “ini sudah keterlaluan, setiap hari kau terlambat. Kau di D.O” ujar lee seonsaeng yang juga adalah kepala sekolah yeonsang high school. “gurae, aku pamit. Annyeong.” sahut ji yeon pergi dari sekolah itu. “ya sudah… mau tidak mau ku terima ajakan krystal untuk pindah ke sekolahnya.” Ujar ji yeon dengan santai padahal baru saja di D.O dari sekolahnya. Tiittt. “yobosaeyo..” sahut krystal dari seberang.

krystal~aa, aku jadi pindah ke sekolahmu.”

jeongmal? Kapan?”

besok, jadi hari ini bisakah kau bantu aku uruskan berkasku untuk masuk ke sekolahmu?”

ne.”

thank’s before. Annyeong.” tuutttt.

Sementara itu di kediaman keluarga choi, “ne? a, aku yang gantikan posisi appa?” Tanya siwon kaget. “ne, kau tahukan kondisi appa saat ini sangat buruk hanya kau yang bisa appa handalkan untuk mengurus organisasi itu.” Sahut tuan choi yang terbaring lemah di ranjang tumah sakit. “baiklah. Aku akan mulai masuk besok.” Ujar siwon. “tak perlu besok, hari ini kau akan di jemput tangan kananku tuan kang dan akan mulai memimpin di GoR (guardian of republic), nanti di sana ada sektretaris ku yang akan membantumu.” Jelas tuan choi. “baik appa.” Sahut siwon. Tok, tok, tok. “masuk.” Sahut siwon. “permisi pak.” Ujar tuan kang masuk ke dalam ruangan tempat tuan choi di rawat yang diikuti dara di belakangnya. “kau sudah datang.” Sambut tuan choi. “ye, tuan, saya juga mengajak dara sesuai permintaan anda.” Sahut tuan kang. “kenalkan ini siwon anak sulungku, dia yang akan menggantikanku untuk memimpin GoR.” Ujar tuan choi. “annyeonghasaeyo, kang so hoon imnida, jika ada sesuatu anda bisa menghubungiku.” Ujar tuan kang. “dara perkenalkan dirimu.” Lanjut tuan kang. “annyeonghasaeyo sandara park imnida, sekretaris tuan choi.” Dara memperkenalkan. “ne. annyeonghasaeyo.” Sahut siwon. “kalau begitu kau bisa mulai bekerja hari ini, pergilah bersama mereka ke kantor GoR.” Ujar tuan choi pada siwon. “ne abeoji.” Patuh siwon. Mereka pun pergi ke kantor GoR.

~ji yeon POV~

hey! Neo!” teriak seseorang padaku, dia dan teman-temannya berlari kerahku, OMO! Pasti itu orang2 suruhan mafia gila itu, ISH! Sial. Aku berlari menghindari orang-orang suruhan itu, aigoo, mereka semakin mendekat, aku terus berlari dan bersembunyi di balik tembok, sesekali aku mengintip ke arah orang2 itu, mereka semakin dekat dan BRUKK, balok besar yang ada di tanganku berhasil membuat beberapa dari mereka jatuh, aku kembali berlari dan bersembunyi di sebuah pasar yang sangat ramai, aku yakin mereka tidak akan bisa menemukanku di sini. Setelah merasa aman aku kembali ke apartemen ku tapi langkahku terhenti saat melihat beberapa pengawal dari mafia itu berada di depan gedung apartemenku. AISH! D*mn! Bagaiman ini?! sudah malam begini, aku tidur di mana?! Akhirnya aku menghabiskan malam dengan tidur di dalam mobilku. Drttt.. “ugh…” dengan malas aku mencari-cari HPku di jok mobil. “yobosaeyo.”

ji yeon~aa, kau di mana? Katanya kau mau mulai sekolah di sekolah ku hari ini, semua berkasmu telah ku urus dank au bisa masuk hari ini.” jelas krystal dari seberang.

ughh, mian krystal~aa, aku tidak bisa ke sekolah hari ini, ada sesuatu yang harus ku selesaikan.” Sahutku menengok kea rah gedung apartemenku dan ternyata orang2 itu masih di sana.

ya sudah, tapi besok kau harus masuk. Araseo?”

uhmmm.” Tuuutt ku matikan telp dan melaju dengan mobilku pergi dari halaman parkir apartemenku, kryukk, perutku lapar, sebaiknya aku sarapan dulu.

~minho POV~

Seperti biasa, aku pergi ke sekolah bersama kyuhyun. “minho~aa, aku masih penasaran dengan dengan yeoja yang mm,, menamparmu di club malam itu.” Ujar kyuhyun membuatku teringat kembali dengan yeoja itu. “wae? Kau mau di tampar juga.” Hardikku. “ani, hanya saja yeoja itu sangat berbeda dengan yeoja-yeoja lain, biasanya para yeoja itu mengejarmu tapi dia malah menamparmu.” Ujar kyuhyun. Benar juga, yeoja itu berbeda. “eh, kalau kau bertemu lagi dengannya apa yang akan kau lakukan?” Tanya kyuhyun. “entahlah, baru kali ini aku bertemu dengan yeoja seperti dia.” Sahutku. “wahh, jangan bilang kalau kau sudah jatuh cinta padanya.” Seru kyuhyun, PLETAKK “ku bilang aku baru kali ini bertemu dengan yeoja seperti dia, bukan jatuh cinta padanya. Pabbo.” Ujarku sambil mendaratkan jitakan di kepala kyuhyun. “auhh, appo..” ringgis kyuhyun. “minhoooo..” seperti biasa beberapa gadis mengejarku di sekolah dan “ini”, “aku buatkan ini untuk.”, “ini special.” Ujar ketiga gadis itu memberikan sekotak coklat padaku. “ne, gomawo.” Ujarku tersenyum seperti biasanya pada mereka. “ne,,, di makan ya..” seru salah seorang dari mereka. “buatmu saja.” Aku memberikan coklat itu pada kyuhyun setelah gadis2 itu pergi. “jeongmal?”

ne.”

kalau kau tidak mau kenapa kau terima?”

aku hanya tidak ingin kehilangan fansku saja, hahahaha”

ISH, napeun namja.”

kau sendiri apa kalau bukan ‘napeun namja’ heoh?” ujarku menekankan kata ‘napeun namja’.

~siwon POV~

Mulai hari ini aku mulai menggantikan posisi kepemimpinan appa di organisasi GoR (guardian of republic). “Apa ini..” gumamku melihat data-data yang diserahkan dara untuk ku pelajari. “Athena..” organisasi ini banyak sekali melakukan kejahatan, aku terus membaca data-data tentang Athena dan sepertinya ini adalah musuh terbesar organisasi GoR dan mereka sangat sulit dilumpuhkan. “dara, bisakah kau datang keruanganku.” Kataku menelpon pada dara. “ne.” sahutnya. Tok, tok, tok. “masuk.”

ada apa memanggilku?”

aku ingin menanyakan tentang organisasi Athena.”

~dara POV~

aku ingin menanyakan tentang organisasi Athena.” Ujar siwon. Deg, mendengar nama organisasi itu membuatku harus mengingat kematian appaku yang mengenaskan, hatiku terasa benar-benar sakkit mendengar nama organisasi sialan itu. “organisasi itu adalah musuh terbesar GoR dan sangat sulit dilumpuhkan.” Jelasku. “jadi sampai saat ini GoR masih menyelidiki oraganisasi ini?” Tanya siwon. “ne.”

kulihat akhir2 ini mereka tak manampakkan kegiatan apapun, apa ada sesuatu sehingga mereka tak melakukan apapun?”

sampai saat ini kami belum mengetahui apa alasan mereka seperti itu.”

aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu.”

kami semua juga berpikir seperti itu tapi mereka sangat sulit di lacak.”

~ji yeon POV~

Tiitt. “yobosayeo.” Sahut pengacara keluargaku tuan shin.

yobosaeyo tuan shin, ini aku ji yeon.”

ne ji yeon~aa, ada apa menelponku?”

ada yang ingin ku bicarakan bisa kita bertemu?”

mian, hari ini aku sedang ada urusan, besok saja kau datang ke kantorku.”

gurae, besok aku ke kantormu sepulang sekolah.”

ne.” tuuuttt, aku melajukan mobilku menuju apartemenku dan sesuai tebakanku orang2 suruhan mafia itu sudah tidak ada, aku memasuki apartemenku dan segera merebahkan diri di kasur, “jika ku temukan pembunuh kedua orang tuaku akan kubunuh dengan tanganku sendiri.” Gumamku menatap langit-langit apartemenku yang terasa begitu hampa.

~author POV~

Malam itu seperti biasanya minho pergi ke club dan bersenang-senang bersama teman-temannya. “kyuhyun~aa, apa yang kau lihat?” Tanya yuri melihat kyuhyun yang dari tadi melempar pandanga ke segala penujuru arah di club itu. “aku sedang mencari yeoja yang menampar minho waktu itu.” Sahut kyuhyun. “untuk apa?” Tanya nickhun heran. “aku penasaran, apa yang akan dia lakukan jika bertemu lagi dengan minho.” Ujar kyuhyun melirik kea rah minho yang asik meneguk minumannya. “jangan menatap ku seperti itu.” Ujar minho kesal melihat yuri, nickhun dan kyuhyun menatapnya.

~ji yeon POV~

Seusai mandi aku segera berpakaian, aku mengenakan jeans hitam, tank top dan jaket kulit berwarna senada. Malam ini aku berniat kembali lagi ke club tempat namja br*ngsek itu, akan kubuat dia menyesal dengan apa yang dia lakukan padaku, ku ambil kunci mobilku lalu pergi ke club itu.

~minho POV~

hey, itu dia yeoja yang menampar minho.” Seru kyuhyun menepuk pundakku sambil menunujuk pada yeoja yang mengenakan jeans hitam dan jaket kulit, segera kualihkan pandanganku pada yeoja itu dan benar, itu yeoja yang menamparku waktu itu. “benar itu dia.” Seru nickhun. Mau apa dia kemari? Sudahlah, untuk apa pikirkan yeoja itu. “memangnya kenapa kalau itu dia heoh?” ujarku. “eh, aku ke toilet dulu ya.” Ujar yuri.

~ji yeon POV~

Sesampai di club itu aku bersikap seperti biasa dan ikut menari bersama krystal, sesekali kualihkan pandangan pada namja gila itu dan teman2nya yang duduk di sofa, kulihat teman dari namja itu berdiri dan ke toilet segera ku ikuti yeoja itu ke toilet. “kau menjadikan ku barang taruhan malam itu kan?” ujarku saat bersama yeoja itu di depan wastafle. “ne?” tanyanya keget. “ini tidak adil, aku hanya di jadikan barang taruhan, bagaimana kalau aku juga ikut dalam taruhan itu.” Ujarku mengatur rambutku di depan cermin dan menatapnya dengan tatapan evil.

~author POV~

Yuri kembali duduk bersama minho dan yang lain dengan santai namun sebenarnya dia benar2 takut. “yeoja itu benar2 mengerikan.” Batin yuri. Ji yeon keluar toilet dengan tampang evilnya dan berjalan ke arah minho dan teman-temannya, minho yang melihat ji yeon berjalan mendekati mereka bangkit dari tempat duduknya, sekarang ji yeon sudah berada tepat di depan minho, dia menarik kerah baju minho dan CHU~ ji yeon mencium minho di hadapan teman2nya setelah itu mengulurkan tangannya pada yuri dan dengan terpaksa yuri memberikan selembar cek pada ji yeon namun SREKK, SREKK ji yeon merobek cek itu di hadapan minho menjadi seripah-serpihan kecil dan membuangnya di hadapan minho. Ji yeon mengelap bibirnya dengan ibujari nya dan pergi meninggalkan minho yang terdiam dengan senyum evilnya. Teman2 minho dan krystal kaget melihat hal itu.

~minho POV~

Sial! Yeoja itu sudah mempermalukanku! “minho~aa” kyuhyun memegang pundakku dan segera ku hempaskan tangannya dengan kesal aku meninggalkan club itu.

TBC

otthe? gaje ya…