Painful Story [Part 1]

painful story 1

 

Title     : Painful Story

Auhtor : Choi Hee Young

Rating : NC 17+

Cast     :  Park Jiyeon T-ARA

Lee Jong Suk

Kim Jong In (KAI) EXO-K

Kang Se Ra (OC)

Kim Woo Bin

Kim heerin (OC)

Bae Suzy MISS A

Kim Jonghyun SHINEE

Jung Hyunseung BEAST

Note    : FF ini mengandung unsur yang tidak cocok untuk dibaca anak di bawah umur! Jadi buat yang dibawah umur harap jangan baca ya, buat kebaikan bersama hehehe. Happy reading~

Author POV

 

“jiyeon ah, kau mau kemana?’ seorang pria menghampiri gadis manis yang tengah kewalahan membawa puluhan buku di tangannya.“aku mau ke ruang guru untuk mengembalikan buku paket ini.” Jawab gadis itu dengan senyum terbaiknya. “biar ku bantu.” Ujar lelaki itu mengambil setengah dari buku-buku di tangan gadis itu untuk meringankan beban gadis itu. “gomawo” dia memberikan senyum termanisnya untuk pria itu dan dibalas dengan senyum manis oleh pria itu, pria yang selalu sempurna dimatanya sejak awal bertemu. “jongsuk ah.” Panggil gadis itu. “ne?” sahut lelaki itu lagi lagi tersenyum. “kenapa kau begitu baik padaku?” tanya gadis manis bernama jiyeon itu. “Karena kau gadis yang baik. Wae? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” namja yang di panggil jongsuk tadi balik bertanya. “aniyo, hanya saja aku merasa aneh, anak-anak di sekolah ini memandangku rendah dan menganggapku seakan tidak ada karena aku hanyalah siswi miskin, tapi kau, seorang lee jongsuk pangeran sekolah ini begitu baik padaku.” Sahut jiyeon. “pangeran?” jongsuk menaikan sebelah alisnya. “eoh, pangeran. Pangeran berkuda putih. Kekeke.” Jawab jiyeon dan di akhiri kekehan kecil. “kau sedang mempermainkanku eoh?” tuding jongsuk. “aniyo. Kau memang dianggap pangeran oleh anak-anak di sekolah ini, kau pintar, tampan dan berasal dari keluarga kaya raya.” Jelas jiyeon. “jadi menurutmu aku tampan?” tanya jongsuk dengan nada menggoda. “n, ne? Em.” Jiyeon gelagapan menjawab pertanyyan jongsuk, wajahnya pun mulai merona. “ah, itu ruang guru. Kajja, sebentar lagi jam istirahat selesai.” Seru jiyeon mengalihkan pembicaraan. Jongsuk hanya tersenyum melihat tingkah jiyeon.

 

—————-

Jiyeon POV

 

Lagi-lagi mataku menangkap pandangan tak suka dari kang sera. Kang sera adalah teman sekelasku, aku heran kenapa dia menatapku seperti itu, 5 bulan lalu saat aku pindah ke sekolah ini awalnya ia tidak menatapku begitu, bahkan ia seperti tidak menganggap keberadaanku, tapi sejak 3 bulan yang lalu ia mulai memberikan tatapan tak enak padaku. Ya ku akui aku memang seperti tak di anggap di sekolah ini, aku bahkan tak punya teman, aku pun tak berniat mencari teman karena aku cukup tau diri untuk bergaul dengan anak-anak di sekolah ini yang notabene adalah anak-anak kelas atas sedangkan aku hanya gadis desa yang datang ke ibu kota bermodalkan harta peninggalan kedua orang tuaku yang tak seberapa tapi setidaknya cukup untuk membiayai uang sekolahku sampai lulus nanti, sebenarnya aku bisa menghemat uang itu dengan tetap bersekolah di desa tapi aku ingin perkembangan yang lebih baik karena pendidikan di seoul pasti jauh lebih berkualitas yang akan bisa membuatku mendapat peluang kerja yang lebih baik dari pada aku berdiam diri di desa, walaupun resikonya aku harus mencari uang sendiri untuk makan dan kebutuhan sehari-hariku. Melelahkan? Tentu saja, aku harus bekerja paruh waktu sebagai pelayan cafe sore sampai malam dan pengantar susu di pagi hari sebelum berangkat sekolah. Tapi tak apa, dengan kegiatan itu setidaknya aku tidak merasa kesepian hidup sendrian karena orang tuaku yang telah meninggal. Sudahlah, mengingat hal itu membuatku kembali sedih. Kembali ke kang sera, aku masih tidak mengerti kenapa dia menatapku seperti itu, aku tidak merasa berbuat salah padanya, selama 5 bulan ini aku tidak merasa mengganggunya, bahkan di sekolah aku lebih banyak diam, aku tidak melakukan hal yang mengganggunya. Jadi kenapa dia menatapku seperti itu? Tidak mungkin kan kalau dia iri? Hey, yang benar saja, mana mungkin seorang kang sera iri padaku, dia cantik, terkenal dan kaya dia punya segalanya sedangkan aku hanya gadis desa, ibaratnya dia adalah angsa putih yang cantik dan aku adalah itik buruk rupa. Sudahlah, mungkin sera hanya tidak suka ada gadis kampung di kelasnya.

 

—————-

Author POV

 

“hei, bisa aku menempati tempat ini?” sapa jongsuk yang sudah berdiri di depan jiyeon yang tengah melahap makan siangnya. “e, eoh, duduklah.” Jiyeon tersenyum mempersilahkan. “kau selalu sendirian?” tanya jongsuk sambil memakan makan siangnya. “eoh, seperti yang kau lihat.” Sahut jiyeon. “wae? Cobalah berteman dengan teman sekelasmu.” Saran jongsuk. “aku pernah mencobanya jongsuk ah, saat itu aku mencoba bergabung dengan krystal, sulli dan dasom, aku mencoba mengobrol dengan mereka saat makan siang di kantin awalnya mereka menanggapi tapi lama kelamaan mereka asik dengan obrolan mereka yang tak ku mengerti, mereka membicarakan tas bermerek keluaran terbaru, liburan ke prancis dan masih banyak lagi hal-hal yang tak ku mngerti sehingga aku hanya diam saja dan tersisihkan. Aku tak cocok dengan pergaulan mereka.” Cerita jiyeon tersenyum kecut. Tuk! Jongsuk menjitak kepala jiyeon. “aduh. Kenapa kau memukulku?” Rintih jiyeon. “aku kesal padamu park jiyeon. Bagaimana bisa kau merendahkan dirimu sendiri. Percaya dirilah sedikit.” Omel jongsuk. “bukannya tidak percaya diri jongsuk ah, aku hanya sadar akan keadaan. Aku memang tak cocok dengan mereka. Lagi pula sebentar lagi ujian akhir, beberapa bulan lagi dan kita akan lulus meninggalkan sekolah ini, jadi tak begitu masalah bagiku jika tak memiliki teman. Lagipula kan ada kau, lee jongsuk, malaikat pelindungku sejak awal aku masuk ke sekolah ini. Hehehe.” Jiyeon tersenyum lucu. Ya, bagi jiyeon, jongsuk adalah malaikatnya, sejak awal ia masuk kesekolah ini jongsuk lah yang bisa menerimanya, jongsuk adalah orang pertama yang menyapanya, jongsuk juga adalah orang yang melindunginya dari amukan hyunah karena jiyeon tidak sengaja menumpahkan minumannya ke baju hyunah. Jongsuk mengacak rambut jiyeon. “bagaimana bisa begitu? Bagaimana jika aku tidak bisa terus bersamamu? Bagaimana jika nanti aku tak ada?” tanya jongsuk. Jiyeon terdiam sejenak meresapi perkataan jongsuk. “gwenchana, aku sudah terbiasa sendiri sejak orang tua ku meninggal.” Sahut jiyeon tersenyum paksa. Jongsuk terdiam. “mian, aku tidak bermaksud-“ ujar jongsuk terpotong ucapan jiyeon. “hei, kau tidak bersalah, untuk apa meminta maaf.” Kali ini jiyeon memberikan senyuman manis dan tulus membuat jongsuk ikut tersenyum karenanya. “jongsuk ah.” Suara sera membuat keduanya menoleh. Sera adalah gadis cantik dengan tatapan mata tajam, dari ujung kaki hingga ujung kepalanya sangat terawat semua yang ia kenakan terlihat mewah dan berkelas. Sera melangkahkan kakinya menuju meja jongsuk dan jiyeon. “kenapa kau tidak menungguku jongsuk ah? Tunangan macam apa kau ini, meninggalkanku dan memilih makan siang bersama gadis lain.” Ujar sera melirik sinis kearah jiyeon lalu langsung mengamit lengan jongsuk. ‘tunangan?’ kaget jiyeon dalam hati. Jongsuk mengelak pelukan sera pada lengannya. “sera ya.” Tegur jongsuk dengan suara rendah dan dingin. “wae?” tanya sera seakan tak peduli dengan tatapan jongsuk dan kembali memeluk lengan jongsuk. Jiyeon hanya dapat terdiam melihat sepasang manusia di hadapannya, hatinya sakit mengetahui bahwa ternyata jongsuk telah bertunangan dan tunangannya adalah kang sera, gadis yang menurutnya sempurna. Kenyataan seakan menampar jiyeon ‘kau kalah telak park jiyeon’ ucapnya dalam hati. Ingin rasanya ia pergi dari sini sekarang tapi dia kebingungan untuk mencari alasan. “park jiyeon.” Suara berat seorang pria yang pastinya bukan suara jongsuk membuat jiyeon mengadahkan kepalanya. ‘kim woo bin.’ Ucap jiyeon dalam hati. ‘kenapa dia memanggilku? Apa aku berbuat salah padanya?’ jiyeon menatap woo bin, pria itu terkenal tak hanya wajahnya yang tampan dan pewaris kerajaan bisnis keluarga kim tapi juga karena sikapnya yang arogan, tak ada yang berani melawan kim woo bin secara terang-terangan. “n,nde?” sahut jiyeon takut. “kau dipanggil jung seongsaengnim.” Ujar kim woo bin. “oh, gurae aku akan menemuinya. Jongsuk ah, sera ssi, aku duluan. Woo bin ssi, gomawoyo sudah memberitahu.” Jiyeon segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan sera dan jongsuk, woo bin pun sudah pergi entah kemana.

 

Jiyeon POV

 

Selamatlah aku, kurasa jika aku tidak cepat pergi dari sana mungkin aku akan menangis di hadapan mereka. Hatiku sakit melihat sera memeluk lengan jongsuk. Tapi mereka terlihat sangat serasi, jongsuk tampan dan kaya begitu pun sera, cantik dan kaya. Kenyataan itu membuatku sedih, aku sadar aku sangat tidak setara jika bersama jongsuk. Tak apa, aku juga tidak berani berharap lebih, asal bisa jadi teman dekat jongsuk pun aku sudah senang walaupun sakit melihatnya bersama sera.

 

—————-

 

Author POV

 

Bel pulang sekolah berbunyi membuat para siswa siswi bernapas lega, mereka dapat pulang ke rumah dan mengistirahatan tubuh di kasur yang empuk, tapi tidak dengan jiyeon, bel pulang sekolah pertanda bahwa ia harus mulai bertarung kembali dengan segala pekerjaan yang menantinya di cafe, mondar mandir mencatat pesanan dan mengantarkan pesanan, membersihkan meja bekas pelanggan, menyapu dan mencuci piring sudah menjadi makanan sehari-harinya, tak hanya sampai distitu, setelah bekerja di cafe sampai jam 10 malam, esok paginya ia harus bangun sangat pagi untuk mengantarkan susu dari toko susu ke rumah rumah pelanggan setelah itu ia lanjut pergi ke sekolah, begitu seterusnya kehidupan sehari-hari jiyeon sejak ia memutuskan untuk tinggal di seoul, kehidupan di ibukota yang tidak memberinya sedikit waktu untuk beristirahat, karena jika ia berdiam diri tanpa bekerja itu berarti ia harus siap kelaparan dan ia tak mau mati mengenaskan karena kelaparan. Flat kecil yang ia sewa pun tak memungkinkannya untuk beristirahat lama disana, ruangan yang sempit dengan atap rendah membuat suhu dalam kamar kecil itu sangat panas apalagi di musim panas saat ini suhu kota seoul benar-benar terasa membakar kulit, tak ada alat pendingin ataupun sekedar kipas angin untuk mendinginkan tubuh, untuk bertahan hidup saja ia harus kerja keras jadi tak akan jiyeon habiskan uang hasil kerja kerasnya hanya untuk membeli barang yang menurutnya tidak terlalu penting, tak sedikitpun ia memakai uang peninggalan orang tuanya untuk keperluan sehari-harinya, ia menyimpan uang itu dengan baik untuk pendidikannya, baginya walaupun ia miskin harta ia tak ingin miskin pendidikan, ia sudah merancang masa depannya dari universitas mana yang akan ia masuki, jurusan apa yang akan dia ambil, baginya merancang masa depan dengan bayangan kehidupan di masa depannya akan lebih baik adalah motivasi utamanya menjalani hidup karena kedua orang tua yang menjadi motivasi utamanya telah pergi meninggalkannya.

Jiyeon melangkahkan kakinya perlahan di koridor sekolah yang mulai sepi, ia merasa sedikit kehilangan semangat hari ini setelah melihat sera dan jongsuk di kantin tadi. ‘semangat jiyeon ah, jika kau seperti ini bagaimana bisa kau bekerja dengan baik, jika kau tidak bekerja dengan baik kau akan di pecat, jika kau di pecat kau akan makan apa nanti?!’ seru jiyeon dalam hati pada dirinya sendiri. Duk! Karena terus menunduk jiyeon tak sadar ada orang di depannya sehingga kepala jiyeon menubruk dada orang itu. “mianhae, aku  tidak melihat.”  Jiyeon membungkukkan badannya meminta maaf pada orang itu.ia mengadahkan kepalanya dan saat itu juga matanya bertatapan dengan mata kim jong in atau biasa di panggil kai, berandalan sekolah yang tampan, penampilannya selalu urakan dan selalu membuat masalah bersama ke 2 temannya kim jonghyun dan jung hyunseung. “m, mian.” Ujar jiyeon sekali lagi dengan terbata, ia tak ingin terlibat masalah dengan kai. Kai tersenyum tipis menatap jiyeon “lain kali hati-hatilah manis.” Ujar kai mengusap pipi jiyeon dengan seringai nakal khasnya dan berlalu bersama ke dua temannya meninggalkan jiyeon yang terpaku. Entah kenapa jiyeon merasa merinding saat tangan kai bersentuhan dengan pipinya dan saat melihat seringaian nakal kai tadi, buru-buru ia beranjak dari tempat itu namun naasnya ia kembali menabrak seseorang atau mungkin lebih tepatnya di dorong dengan keras sehingga membuatnya jatuh ke lantai koridor yang keras. Jiyeon mengadahkan kepalanya melihat orang yang membuatnya terjatuh. Sera berdiri dihadapannya dengan tatapan sinisnya yang menusuk di  mata jiyeon. Jiyeon mencoba berdiri tapi di dorong lagi oleh sera. “aww.” Ringgis jiyeon saat telapak tangannya bergesekan dengan lantai sehingga membuatnya terasa panas dan perih. “sera ssi, wae geurae?” tanya jiyeon tak mengerti dengan tindakan sera. “wae? Kau masih bertanya? Kau seharusnya tau diri park jiyeon. Beraninya kau mendekati tunanganku.” Hardik sera. “a, aniyo, sera ssi kau salah paham.” Ujar jiyeon. “mwo? Salah paham katamu? Kau jelas-jelas menggoda tunanganku! Gadis jalang!” bentak sera. “ani sera ssi, aku tidak berniat menggoda jongsuk.” Jiyeon berusaha membela diri walau sebenarnya ia memang menyukai jongsuk, tapi dia sungguh tidak berniat utnuk menggoda jongsuk agar menyukainya, ia bahkan menyimpan perasaannya dalam-dalam karena ia sadar tak mungkin jongsuk akan menyukainya lebih dari teman. “Jangan sebut nama tunanganku dengan mulut busukmu! Jalang!” bentak sera lagi. “dengar, berhenti mendekati jongsuk, dia milikku dan aku tidak akan membiarkan siapapun merebut sesuatu yang menjadi milikku.” Ujar sera dengan angkuhnya pergi meninggalkan jiyeon yang hanya terdiam. ‘aku tak berharap lebih, aku hanya ingin tetap jadi temannya, apakah itu juga tak boleh? Apa aku sehina itu hingga untuk berteman dengan jongsuk pun tak bisa?’ batin jiyeon miris.

 

—————-

 

Author POV

 

Pagi ini cuacanya sungguh cerah, matahari begitu bersemangat menampakkan sinarnya tapi sepertinya cuaca pagi itu tidak selaras dengan suasana hati jiyeon, gadis itu berjalan lemas sepanjang gang dari flat kontrakannya menuju jalan raya tepatnya halte bus. “huuh, semoga sepedaku masih bisa di pebaiki.” Gumamnya lirih. Pagi ini sepertinya tidak bersahabat dengan jiyeon, tadi pagi setelah selesai mengantarkan susu ke rumah-rumah pelanggan, jiyeon mengalami kecelakaan kecil, saat itu langit masih lumayan gelap dan matanya masih sedikit mengantuk, ia mengayuh sepedanya lumayan cepat sampai kemudian ia memasuki gang sempit dan ia tak menyadari bahwa di depannya sedang ada kakek tua pemulung sedang memungut sampah, jiyeon menghindar agar tak menabrak si kakek tapi naasnya malah dia yang menabrak tong yang besar, jiyeon terlempar dari sepedanya yang penyok di beberapa bagian penting sehingga sepedanya tidak dapat di kayuh, beruntungnya celana panjang dan kaos lengan panjang melindungi tubuhnya dari luka-luka tapi tidak dengan kepalanya, dahinya bergesekan dengan jalan menggoreskan luka yang lumayan membuat jiyeon meringgis merasakan perih di dahinya. Itulah kenapa sekarang jiyeon berjalan dengan lemas ke halte bus, di samping karena sepedanya yang rusak, ia juga masih merasakan perih di dahinya ditambah lagi ia harus naik bus, baginya naik bus termasuk pemborosan walaupun ongkos bus tidak seberapa tapi menurut jiyeon naik sepeda jauh lebih menghemat walau hanya sepeda bekas yang mampu ia beli dari uang hasil menjual sepeda lamanya yang di desa. “gwenchana jiyeon ah, semangat!” seru yeoja itu menyemangati dirinya sendiri yang entah sejak kapan sudah sampai di halte bus, seruan jiyeon sepertinya membuat orang yang sedang duduk di halte spontan menatapnya, sadar sedang di perhatikan, jiyeon pun menolehkan kepalanya. Matanya membulat meliat orang itu ‘kim woo bin’ ujar jiyeon dalam hati. Woo bin kembali mengalihkan pandangannya acuh dari jiyeon, cukup lama ia berdiam diri menatap lurus kedepan. ‘sedang apa dia disini? Bukannya dia orang kaya? Buat apa dia di halte bus?’ batin jiyeon bertanya-tanya. ‘sudahlah, jangan mengurusi urusan orang lain jiyeon ah’ batin yeoja itu lagi. Bus tak kunjung datang, jiyeon masih menunggu dengan sabar, lagi pula ini masih terhitung pagi, ia tak akan terlambat pikirnya, disampingnya woo bin masih diam seperti sebelumnya, entah apa yang ia pikirkan. Tak lama bus datang, jiyeon segera berdiri dengan senyum mengembang, ia baru saja melangkah menuju bus, ternyata woobin juga ikut melangkah tapi tidak menuju bus melainkan menuju mobil sedan di belakang bus dan masuk ke dalam setelahnya mobil itu melesat meninggalkan halte bus. Jiyeon yang melihat hal itu sempat terbengong kalau saja ia tak segera sadar, mungkin ia akan ketinggalan bus, gadis itu belari kecil memasuki bus. ‘namja aneh, untuk apa dia di halte bus tapi tidak naik bus dan malah naik mobil, kenapa tidak langsung berangkat saja dari rumahnya?’ batin jiyeon bingung dengan sikap woo bin yang menurutnya aneh.

 

—————-

 

Author POV

 

Hari ini seperti hari-hari biasanya, jiyeon hanya dia memperhatikan apa yang di jelaskan oleh guru dengan cermat, saat waktunya istirahat dia ke kantin sendirian, duduk di tempat biasanya dan menikmati makan siang sendirian, selalu sendiri sampai jongsuk bak malaikat datang menyapanya mengisi kekosongan hati jiyeon, begitu pun hari ini. “hei.” Sapa jongsuk langsung duduk di hadapan jiyeon. Melihat jongsuk, jiyeon teringat perkataan sera kemarin, sepertinya sera begitu kesal dengannya ‘tapi bukannya jongsuk yang datang padaku? Aku tak mendekatinya, dia yang mendekatiku.’ Batin jiyeon mencari pembelaan diri. “dahimu kenapa jiyeon ah?” tanya jongsuk melihat dari jiyeon yang di plester. Jiyeon secara refleks menyentuh dahinya yang di plester. “ahh, ini, tadi pagi ada kecelakaan kecil. Hehe.” Sahut jiyeon. “hati-hatilah, kau bisa melukai tubuhmu lagi.” Nasehat jongsuk. “ndee” sahut jiyeon begitu manis, berada di dekat jongsuk membuat perasaannya terasa hangat. Jongsuk mengacak rambut jiyeon, sepertinya itu sudah menjadi kebiasaannya. Dari kejauhan sera menatap mereka dengan geram “berainya kau park jiyeon” tangan sera mengepal kuat membuat buku-buku tangannya memucat. Gadis cantik yang berdiri di samping sera hanya terdiam mengikuti arah pandangan sera, dimana jongsuk sedang mengacak-acak rambut panjang jiyeon dan jiyeon yang tersenyum pada jongsuk. ‘itu gadis yang kemarin.’ Batin yeoja itu menatap jiyeon dan beralih ke sera. “sera ya, kajja temani aku ke toilet.” Ajak gadis itu. “kau bisa pergi sendiri suzy ah? Aku benar-benar kehilangan mood sekarang.” Sahut sera ketus. “gurae.” Hanya itu yang bisa suzy katakan, ia pun beranjak meninggalkan sera.

 

—————-

 

Suzy POV

 

Ottokhae? Aku harus menyelamatkannya sebelum terlambat, hajiman ottokhae? Aish. Aku menjadi tak fokus saat seonsaengnim menjelaskan pelajaran di depan kelas. Pikiranku tertuju pada gadis itu, park jiyeon. Kemarin aku melihatnya di dorong dan di bentak oleh sera. Aku harus memperingatkannya, harus. Sebelum terlambat. Sera pasti tidak akan segan-segan jika menyangkut jongsuk, aku sangat mengenalnya, sejak kecil aku selalu bersama sera, aku sangat menyayanginya sepupuku itu. Kami selalu bersama sejak kecil sampai jongsuk datang saat kami berada di tingkat 2 junior high school (SMP). Jongsuk begitu baik dan perhatian membuat sera ketergantungan padanya sampai saat ini. ‘jongsuk adalah milikku’ itulah yang selalu sera katakan. Hal itulah membuatku khawatir saat ini, aku khawatir dengan park jiyeon, walau sera adalah sepupuku tapi aku tidak ingin dia melakukan hal buruk pada gadis itu, dia gadis yang baik, setidaknya itulah yang terlihat menurut pandanganku karena aku tidak kenal dekat dengannya. “seonsaengnim, bisakah aku ijin ke toilet.” Terdengar suara seorang gadis, aku menoleh dan mendapati jiyeon sudah berjalan menuju pintu kelas. Ini kesempatanku. Tak lama setelah jiyeon keluar aku juga meminta ijin ke toilet. Aku memasuki toilet wanita menunggu jiyeon selesai. Aku harus mempeingatkannya sekarang tanpa membuat sera curiga. Jiyeon pun keluar. “jiyeon ssi.” Panggilku. “ne?” sahutnya. “tunggu sebentar.” Ujarku. Aku mebuka satu persat bilik toilet memastikan tak ada orang disini selain aku dan jiyeon, dan ternyata semua bilik kosong, di luar toilet juga sepi, karena jika sera mendengar apa yang akan ku katakan pada jiyeon dia pasti akan marah besar karena berpikir aku membela jiyeon. Kini aku menatap jiyeon, ia terlihat bingung. “dengarkan aku baik-baik jiyeon ssi.” Ujarku menatap langsung ke matanya. “jauhi lee jongsuk, aku mengatakan ini bukan karena ingin membela sera, ini demi dirimu, demi kebaikanmu jauhi lee jongsuk. Sera tak pernah main-main jika menyangkut jongsuk.” Jelasku. Jiyeon terlihat kaget dan bingung. Semoga dia mengerti dan menjauhi jongsuk. “ini untuk dirimu sendiri jiyeon ssi, jauhi jongsuk. Pikirkan baik-baik. Aku pergi.” Ucapku sebelum pergi meninggalkan jiyeon. Tuhan, lindungilah gadis itu.

 

—————-

 

Author POV

 

Sera menatap tajam jongsuk yang sedang menyesap cappucino nya. Saat ini mereka sedang duduk di beranda belakang rumah sera. Hampir setiap hari jongsuk kemari untuk menemani sera yang ia anggap sebagai adik kecil yang harus ia jaga walaupun kelakuan sera yang menurut orang-orang sangat menyebalkan, tapi jongsuk tetap di sisi sera seperti halnya suzy. Walaupun jongsuk menyayangi sera tapi rasa sayang itu bukan rasa yang seorang pria rasakan pada wanita melainkan rasa sayang kakak pada adik kecilnya. “jongsuk ah.” Panggil sera. “hmm” sahut jongsuk yang masih sibuk dengan tab nya. “jauhi jiyeon.” Ucap sera penuh penekanan. Jongsuk menoleh pada sera. “wae?” tanya jongsuk. “kau masih bertanya? Aku tidak suka kau dekat-dekat dengannya. Kau tunanganku. Milikku.” Tegas sera. “dengar sera ya, aku hanya berteman dengan jiyeon, tidak lebih.” Jelas jongsuk lembut. “tapi jika di biarkan itu akan lebih dari teman. Dia menyukaimu dan kau pasti tau itu.” Tuding sera. Jongsuk hanya diam mengalihkan pandangannya kedepan. “wae? Kenapa diam saja? Kau juga menyukainya kan?!” tuding sera lagi. “gurae, aku yang akan menjauhkannya darimu jika kau tidak ingin menjauhinya.” Ujar sera penuh ancaman. Jongsuk menoleh pada sera menatap dalam mata sera. “sera ya, jangan lakukan apapun padanya. Aku hanya berteman dengannya. Cobalah berteman dengannya dan kau akan mengerti kenapa aku berteman dengannya, dia gadis yang baik dan menyenangkan, dia polos dan jujur tidak seperti teman-temanmu yang licik dan hanya memanfaatkanmu.” Jelas jongsuk lembut. Sera menggeram kesal mendengar ucapan jongsuk. “kau membelanya dihadapanku?! Cih! Aku lebih baik tidak memiliki teman dari pada harus berteman dengannya.” ujar sera kesal. “ani. Aku tidak membela mu. Jangan lakukan hal bodoh sera.” Ujar jongsuk. “hal bodoh? Aku melakukan hal bodoh karena aku mencintaimu lee jongsuk.” Sahut sera, jongsuk kembali mengalihkan pandangan kedepan, wajahnya berubah dingin. “aku mencintaimu, dan kau tahu itu sejak dulu.” Lanjut sera menatap jongsuk.“cukup, dan berhentilah.” Ujar jongsuk tak melihat ke arah sera, tatapannya lurus kedepan, tatapan dingin penuh luka. “Aku tidak akan berhenti, ketahuilah kau pria pertama dan terakhir yang kucintai” ucap sera meninggalkan jongsuk yang hanya diam.

 

—————-

 

Author POV

 

Jiyeon melangkahkan kakinya perlahan, ia merasa hari ini begitu melelahkan, mulai dari kecelakaan kecil pagi tadi, perkataan suzy yang terus mengisi pikirannya hingga ia tidak dapat berkonsentrasi saat bekerja sehingga ia salah menulis pesanan pelanggan membuatnya dapat teguran dari bosnya. “haaahh.” Jiyeon menghembuskan nafas berat. Ia menoleh ke arah gang sempit yang sedikit gelap. ‘haruskah aku lewat gang ini? Gangnya lumayan gelap, tapi kalau aku lewat gang ini aku bisa cepat sampai ke halte bus. Sungguh aku ingin cepat sampai ke flatku dan tidur. Tapi gang ini gelap.’ Batin jiyeon, sukup lama ia terdiam. ‘gwenchana. Jiyeon ah, tak ada apapun di sana. Kau cukup berjalan lurus tanpa menoleh kemanapun dan kau akan sampai di jalan sebelah tempat halte bus dan kau akan bisa segera pulang.’ Batinnya memantapkan hati. Ia pun mulai melangkahkan kaki memasuki gang sempit dang kurang pencahayaan itu. “hiks.. hiks..” di tengah gang ia mendengar suara tangisan perempuan. ‘ani, aniya, itu hanya halusinasi’ batinnya melawan rasa takutnya. ‘hiks.. hiks” suara tangisan itu semakin terdengar, membuat jiyeon merinding seketika, sekarang sudah pukul 10.30 lumayan malam dan gelap. ‘tuhan, itu suara siapa?’ batin jiyeon ketakutan. “hiks..hikss.hiks.” suara tangisan itu seperti berasal dari arah kanan, dengan memberanikan diri gadis itu menolehkan kepalanya dan disana ia mendapati seorang gadis berseragam junior high school tenga meringkuk dan menangis sesegukan. “nu, nugusaeyo?” tanya jiyeon ragu tak ada jawaban dari gadis itu. ‘jangan-jangan dia bukan manusia. Oh tuhan.’ Jiyeon semakin merinding dan hendak belari kalau saja ia tidak mendengar suara gadis itu “appa hiks.” Lirihnya. Kini jiyeon yakin dia manusia bukan hantu seperti yang ada dalam pikirannya. Perlahan kakinya menghampiri gadis kecil itu. “gwenchana?” tanyanya saat sudah berjongkok di hadapan gadis itu. “angwenchana (aku tidak baik baik saja). Hikss..” tangisnya pecah lagi. “ssttt. Tenanglah. Eonni yogisseo. Eumm” jiyeon mengusap sayang puncak kepala gadis kecil itu. Gadis itu masih terisak. “wae? Apa yang bisa eonni lakukan untukmu? Tapi berhentilah menangis heum?” bujuk jiyeon pada gadis itu. Gadis kecil itu menatap jiyeon yang tersenyum lembut padanya. Gadis itu menghambur kepelukan jiyeon¸tubuhnya bergetar, ia menangis lagi, jiyeon mengusap sayang rambut panjang gadis itu mencoba menyalurkan ketenangan, perlahan tangis gadis itu mereda namun ia masih tetap memeluk jiyeon. “eonni, kau seperti ibuku, hangat.” Gadis itu mempererat pelukannya, jiyeon tersenyum mengusap lembut kepala gadis itu. “saat ibuku masih membuka matanya ia selalu melakukan seperti yang eonni lakukan padaku untuk menenangkanku saat aku menangis. Pelukannya hangat membuatku tenang seperti pelukan eonni.” Gadis itu melepaskan pelukannya pada jiyeon. “eonni gomawo.” Ucap gadis itu tulus. “cheonma. Jangan menangis lagi ya.” Ujar jiyeon mengusap bekas air mata di pipi gadis itu, gadis kecil itu mengangguk. “eonni, namamu siapa? Bisakah kita bertemu lagi?” tanya gadis kecil itu. “nama eonni, jiyeon, park jiyeon. Dan tentu saja, dengan senang hati eonni mau bertemu denganmu lagi. Namamu siapa?” Sahut jiyeon tersenyum lembut. “heerin. Kim heerin.” Jawab gadis itu tersenyum manis. “kau lebih cantik tersenyum dari pada menangis heerin ah” jiyeon mngusap puncak kepala gadis kecil itu. Tanpa mereka sadari seorang pria memperhatikan mereka sejak jiyeon memeluk heerin yang menangis tadi. Pria itu kim jong in, ia begitu  panik saat adiknya kim heerin berlari keluar rumah sambil menangis setelah bertengkar dengannya karena heerin terus terusan berkata ingin bertemu ayah mereka, kai sangat kesal pada ayahnya akhirnya memarahi heerin dan gadis itu pun pergi meninggalkannya di rumah, ia mengejar heerin yang dilihat memasuki gang sempit itu, ia takut terjadi sesuatu pada heerin. Tapi saat dia sampai tenyata heerin sudah berada di pelukan seorang gadis yang menenangkan heerin dengan lembut. Kai begitu lega melihat heerin sudah tenang dan tidak menangis lagi tapi saat mendengar gadis itu menyebutkan namanya, nafas kai tecekat, gadis itu park jiyeon, sesuatu dalam hati kai berperang hebat melihat jiyeon memeluk heerin dengan sayang. Akhirnya kai memilih untuk kembali ke rumah tanpa menghampiri heerin yang begitu nyaman di pelukan jiyeon.

 

—————-

 

Author POV

 

“lakukan secepatnya dan berikan fotonya padaku.” Ujar gadis itu pada 3 orang pria di depannya, seringaiannya dapat membuat setiap yang melihatnya bergidik ngeri.

 

—————-

 

Author POV

 

Gadis itu melangkahkan kakinya perlahan di koridor sekolah, ia menundukkan kepalanya sepertinya sesuatu mengganjal pikirannya.’jaga dirimu jiyeon ssi’ perkataan suzy membayangi pikirannya. ‘kenapa suzy berkata begitu? Dia khawatir padaku? Tapi bukankah aku tak apa-apa, kurasa sera hanya sekedar mengancam, sejauh ini aku baik-baik saja.’ Batin jiyeon. Sekolah sudah sepi karena jiyeon menyelesaikan piket kebersihannya jadi dia pulang terakhir, teman-teman yang piket bersamanya? Jangan ditanya, mereka langsung kabur saat bel pulang sekolah berbunyi. “hmphhh” tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang dan menyeret tubuhnya.

 

Jiyeon POV

 

Aku tak dapat melihat apapun, mataku di tutup dan mulutku di bekap. Brugh! Aku di dorong ke lantai. Ini di gudang yang berada di belakang sekolah. Aku menoleh dan mendapati kai bersama kedua temannya sedang menatap tajam padaku. Mereka yang menyeretku ke sini? Kenapa? “kenapa kalian membawaku kemari?” tanyaku mengumpulkan keberanianku. Sungguh aku takut sekarang ini, kai dan kedua temannya terkenal berandalan dan suka membuat masalah, apa aku menjadi sasaran bully mereka? “apa aku harus menjawabnya? Kurasa kau cukup diam dan turuti semuanya.” Ujar kai tepat di depan wajahku dengan tangannya yang mencengkram kuat dagu ku. Sakit. “sa, sakit.” Rintihku. “cih.” Kai menghempaskan tangannya dari daguku shingga membuat wajahku ikut terhempas kasar.

 

Author POV

 

Kai berjalan mendekati jiyeon yang tersungkur di lantai. Ia kembali mencengkram dagu jiyeon mengarahkan wajah jiyeon padanya. Sorot mata gadis itu terlihat ketakutan melihat seringaian kai. ‘SHIT!’ maki kai dalam hati. “hei manis, kenapa kau begitu ketakutan? Heum?” kai mengusap pipi mulus jiyeon membuat gadis itu bergidik. “kita akan bersenang-senang manis.” Kai menahan tengkuk jiyeon dan langsung melumat bibir mungil gadis itu. Jiyeon sangat kaget dan berusaha memberontak dengan mendorong dada kai yang tak bergeming sedikitpun. Tangan kai yang bebas mulai merambat ke paha jiyeon yang masih tertutupi rok. Jiyeon makin ketakutan, ia berusaha memberontak sebisanya. Kai melepas ciuman nya dengan kasar. PLAKK. Tamparan jiyeon mendarat di pipi kai menyisakan bekas kemerahan. “SHIT” maki kai menarik kedua tangan jiyeon dan mengunci tubuh jiyeon di bawahnya. “Andwae!!” berontak jiyeon. Kai membuka  kemeja seragam jiyeon dengan kasar. “Andwae!! Kumohon jangan!” teriak jiyeon tapi tak digubris oleh kai, jiyeon terus memberontak dan berhasil mendorong kai. Gadi itu berlari menuju pintu gudang yang tertutup tapi sebelum ia sampai ke pintu sebuah tangan menarik rambutnya dan melemparnya kasar tubuh jiyeon terlempar dan kepalanya terantuk sudut meja bekas yang ada di gudang itu. “argh” jerit jiyeon merasakan nyeri dan perih di dahinya yang sekarang mulai mengeluarkan darah. Sebuah tangan menarik lagi rambut panjangnya yang sudah berantakan dan PLAKK tamparan keras mendarat di pipi gadis itu. “jangan coba melawan!” bentak orang yang ternyata adalah hyunseung. Jiyeon kembali di lempar ke lantai membuatnya tersungkur. Kai kembali mengunci tubuh jiyeon di bawah tubuhnya. “jangan! TOLOOONGG!” teriak jiyeon lagi, entah sudah berapa kali ia berteriak hingga suaranya mulai serak. Kai tak menggubris jiyeon, ia kembali menciumi jiyeon secara brutal,  tangannya melepas kemeja jiyeon yang kacingnya sudah terbuka, kini jiyeon tinggal memakai pakaian dalam karena roknya pun telah di buka oleh kai. Dengan kasar kai merobek pakaian dalam jiyeon membuat gadis itu sepenuh telanjang. Teriakan jiyeon tak di gubrisnya sama sekali. ‘tuhan, tolong aku.’ Batin jiyeon. Kai menelusuri tubuh jiyeon dengan bibirnya membuat jiyeon semakin gemetaran, gadis itu benar-benar ketakutan. Kai lalu membuka celananya. “aarrrrrggghhh!!! Jangaaan!! TOLOOOONGG!” teriakan itu menggema namun tak ada yang menghiraukan. “Kumohon, jangan lakukan itu padaku.” Ujar jiyeon memohon dengan lirih, dia tak memiliki kekuatan lagi. Air matanya mengalir seiring tubuh kai yang sudah menyatu dengan tubuhnya. sementara itu hyunseung memegang handphonenya memotret jiyeon yang sedang di setubuhi kai sedangkan jonghyun berjaga di depan pintu gudang. “ARRGHH!! Lepaskan aku. Kumohon.” Suara jiyeon mulai melemah. Kai melepaskan dirinya dari jiyeon setelah puas, sekarang hyunseung yang mulai menggerayangi tubuh jiyeon. “jangan, kumohon.” Lirih jiyeon tak bertenaga setelah apa yang kai lakukan padanya. Kai, hyunseung dan jonghyun bergantian menyetubuhinya, jiyeon di gilir bagaikan permen, gadis itu tak sanggup lagi melawan ia benar-benar lemas sampai akhirnya tak sadarkan diri.

 

—————-

 

Author POV

 

Jiyeon mengerjapkan matanya menyesuaikan penglihatannya, ia sendirian masih di gudang sekolah dengan tubuhnya yang masih telanjang, kepalanya tersaya berdenyut dan perih di bagian dahi. Air matanya mengalir deras ‘semua itu bukan mimpi, itu kenyataan, aku diperkosa, mereka mengambil milikku yang paling berharga.’ Batin jiyeon menangis. “argh.” Rintihnya merasakan sakit di bagian sensitifnya. Perlahan ia memakai seragamnya yang untungnya masih utuh dan tidak bernasib sama seperti pakaian dalamnya yang disobek, ia berjalan meninggalkan gudang terkutuk itu, langit sudah gelap, gadis itu berjalan keluar gerbang sekolah yang ternyata tak dikunci, penjaga sekolah terlihat tidur pulas di posnya. Jiyeon melangkah perlahan karena sakit di seluruh tubuhnya, penampilannya sungguh memprihatinkan, seragamnya berantakan, rambutnya pun acak-acakan, matanya bengkak karena terlalu banyak menangis, sudut bibirnya berdarah akibat tamparan keras hyunseung tadi, dahinya terluka dengan darahnya yang sudah mengering di pelipis jiyeon.

 

Keesokan harinya…

 

Jiyeon terbangun dengan rasa sakit dan pegal di sekujur tubuhnya, hari ini ia memilih utnuk tidak sekolah, ia masih tak berani menginjakkan kakinya di sekolah mengingat kejadian yang ia alami kemari jiyeon kembali menangis. 3 hari berturut turut jiyeon habiskan di dalam flatnya, ia bahkan tak bekerja.

 

Jiyeon POV

 

Tidak, aku tak boleh begini terus, aku harus sekolah dan bekerja. Aku pasti bisa. Aku tidak ingin berhenti sekolah dan kehilangan pekerjaanku. Tapi bagaimana jika aku bertemu pria brengsek dan teman-temannya itu? Sungguh, aku ingin sekali melaporkan mereka ke polisi, tapi aku tak punya bukti, aku juga tak punya uang untuk mengurus perkara ini ke polisi, mereka pasti tak akan menghiraukanku. Kenapa takdir begitu tak adil padaku?

 

—————-

 

Author POV

 

Jiyeon melangkahkan kakinya di koridor sekolah yang sudah sangat ramai, ia merasa setiap siswa yang berpapasan dengannya menatapnya, ia memberanikan diri mengangkat kepalanya, berbagai macam tatapan seakan menelanjanginya. ‘apa mereka tau kejadian kemarin? Tapi bukankah sekolah sepi? Tenang jiyeon ah’ batin jiyeon. “omo! Ternyata jalang ini masih berani masuk sekolah?” seru hyunah dengan nada mengejek tepat dihadapan jiyeon, semua mata kini tertuju pada mereka. “a, apa maksudmu?” tanya jiyeon terbata. “cih, masih bertanya lagi? Jangan sok suci park jiyeon, kau tidak lebih dari wanita jalang!” hina hyunah yang diikuti sorakan menghina dari siswa siswi yang menonton mereka. Air mata jiyeon sudah berada di pelupuk matanya yang sebentar lagi akan keluar jika saja bel masuk tidak berbunyi. Selama di kelas jiyeon mendapat tatapan mengintimidasi dari teman-teman sekelasnya, tak tahan dengan tatapan teman-teman sekelasnya, jiyeon meminta ijin pada guru untuk ke toilet. Ia mencuci muka untuk menenangkan diri, tak lama seseorang masuk ke toilet. Suzy memandang jiyeon yang kini menatapnya sendu. “kau ingin tau kenapa anak-anak bersikap seperti itu padamu?” tanya suzy berjalan mendekati jiyeon, gadis itu mengangguk lemah. “lihat ini.” Suzy menyodorkan handphone di sana terpampang jelas jiyeon yang sedang tak sadarkan diri di gudang kemarin tapi cara pengambilan foto itu terlihat seperti jiyeon yang sedang tertidur dengan tubuh telanjang, wajahnya sangat jelas tapi herannya luka diwajahnya tak telihat jelas, dahinya yang berdarah tertupi rambut, orang yang mengambil foto ini pasti sengaja membuat jiyeon terlihat seperti gadis jalang, foto selanjutnya diambil saat jiyeon disetubuhi tapi wajah pria itu tidak terlihat karena foto diambil dari belakang pria itu, yang terlihat hanyalah jiyeon telentang di bawahnya dengan keadaan terlihat lemas sedangkan si pria tidak dapat di tebak siapa orangnya karea hanya sebagian kecil tubuhnya yang terlihat, di foto itupun luka jiyeon tertutupi, dia benar-benar seperti gadis murahan di foto-foto yang ternyata telah tersebar luas ke siswa siswi di sekolah ini. “ba, bagaimana bisa?” lutut jiyeon terasa lemas, ia terduduk di lantai toilet yang kering, air matayang sedari tadi ia tahan lolos begitu saja. Suzy memandang iba pada jiyeon. “kau harus kuat jiyeon ssi, pergilah, menjauh dari sini, aku yakin ini baru permulaan, ia tak akan membiarkanmu tenang.” Ujar suzy memegang bahu jiyeon yang bergetar. “maaf, aku tak bisa melakukan apa-apa selain memperingatkanmu.”

 

TBC

Iklan

67 pemikiran pada “Painful Story [Part 1]

  1. Yahhhhh comment nya kepotong :(((
    Kai kenapa tega sih ngelakuin itu sm jiyeon?? Diperkosa smp digilir lagi :(((
    Padahal kan kai liat saat adiknya di peluk hangat sama jiyeon, kenapa dy tega??
    Jongsuk tau ga??
    Aku penasaran sm kim woobin
    Part 1 nya berhasil bikin aku gregetan, kesel, dan sedih :(((
    Part 2 nya aku tunggu ya thorr

  2. ya ampuuun sera sampai segitunya jahat&sadis bgt..kai nappeun namja haduh gmn nasib jiyeon kedepannya next thor

  3. yaampun sera jahat bngt….dan itu jga knp kai mlah mo ngelakuin hal itu pdahal jiyi udh baik ma adik x …ckckck mreka bnr2 jahat…..dan si jongsuk kmna lg….trus nasib jiyi slanjut x gmna ……kasihan jiyi ..next part x d tunggu ya

  4. yaampun sera jahat bngt….dan itu jga knp kai mlah mo ngelakuin hal itu pdahal jiyi udh baik ma adik x …ckckck mreka bnr2 jahat…..dan si jongsuk kmna lg….trus nasib jiyi slanjut x gmna ……kasihan jiyi ..next part x d tunggu ya….

  5. ya ampun kasian bnget jiyi eonni thor T_T sera jahat bnget thor, kenapa kai jga mau disuruh kyk gtu sma sera. Huwaaaa ga tega ngeliat jiyi eonni diperlakukan seperti itu 😦 ditunggu kelanjutannya thor ^^

  6. Sera kejam bgt…. n kai knpa engkau jg tega padahal jiyeon uda nolong adik u… ckckckck
    Jiyeon yang tabah y.. n kim wobin semoga anda bisa menyembhkan n menyemangati jiyeon…

  7. Wah kai jahat bgt… Pengen nimpukin pake sendal.. Aku kira kai bakalan baik karena udah nolongin adiknya, tp ternyata malah ngelakuin itu ke jiyeon. Sebenernya apa maksudnya kai??m

  8. hai thor..
    aku readers baru disini, salam kenal 🙂
    suka sama ceritanya, tp kainya ko tega banget sama jiyeon 😦
    ditunggu nextnya 🙂

  9. TT gak nyangka kai tega berbuat itu… kukira dia jadi tertarik ama jiyeon krn ngelihat jiyeon yg dg baiknya nenagin adik kai. apa itu pekerjaan kai? mendapatkan uang dr org yg nyuruh dia ngelakuin suatu hal? tapi, bukankah dia sekolah di tempat elit anak” kaum sosialita, yg artinya dia anak orang kaya, mungkin.
    semua berawal dr jongsuk -_-” ff ini kaiyeon couple aja please author ^^~
    update soon…

  10. Annyeong,perkenlkan saya new reader. I like jiyeon. Waw ceritanya daebak jrng ad ff jiyeon sekeren ini, painful storynya terasa.huh keren keren. Tp kasian jiyeon yg malang.next

  11. Annyeong..,, heran dngn Kai knpa ia tega sekali dngn Jiyeon? Bukankah ia melihat bagaimana Jiyeon memeluk adiknya,,aishh nappeun!! Sera juga jahat sekali,,caranya benar2 tidak manusiawi..ckckck. O.o penasaran dngn woobin.,,brharap Jiyeon dngannya saja..hehehhe Part 2 nya dtggu ya

  12. ya ampun kasian betul jiyi,udah sebatang kara.harta yg paling berharga pun dirampas.ckck kai ama temanx kejam betul
    aplgi kai dg tegax pdhal udah liat adikx dtlong oleh jiyi.penasaran ama semua cast namjax.palgi kim woobin msih misterius.

  13. Uhhhh kasiann jiyeonnya..
    Disini feelnya kerasa bgt thor..
    Kaii… wae?? Knpa kmu lakuin itu ke jiyeon?? Wae??
    Aku sih punya feel klo kai suka ato gmna lah ke jiyeon..
    Smga aja kai mau tnggung jwab…

    Next part nya thor di tunggu..

    Thor hwaitingg!!!!

  14. Uhhhh kasiann jiyeonnya..
    Disini feelnya kerasa bgt thor..
    Kaii… wae?? Knpa kmu lakuin itu ke jiyeon?? Wae??
    Aku sih punya feel klo kai suka ato gmna lah ke jiyeon..
    Smga aja kai mau tnggung jwab…

    Next part nya thor di tunggu..

    Thor hwaitingg!!!!

  15. Jiyeon kasian bangeet….
    Kai teganya…. hei adekmu jiyeon yang nenangin kenapa itu gak membuatmu gak jadi melakukannya.
    Wae?
    masih penasaran dengan kim woobin…
    Lanjutannya ditunggu ya

  16. Huaaa aku ternodai X_X
    Sneng bnget jiyi d prkosa ama 3 nmja tampan #plakk aku brcnda kok .. Wkwkwk d tnggu klnjutnnya ya ^_^

  17. Huwaaaa~ miris banget hidup Jiyi 😥
    Sera psycho, Kai & the gank badboy banget 😡
    Jungsik seharusnya tau dong klo kejadian yg menimpa Jiyi itu ulah Sera, kan Sera udh ngeluarin anceman wktu itu.
    Woobin bikin penasaran,, apa dia suka ma Jiyi..
    Next

  18. mereka bertiga bnar”saekki,,,,,
    ku pikir hnya 1orng dan itu kai seorang,,,,….
    dan kai bkal bertindak melindungi jiyeon,,,,,
    wwaaahhhh
    apa itu perintah seri,,,,….?
    d tggu thor kelanjutannya……
    jgn lma”yyyyyyyaaaaa…… 🙂

  19. Huwaa…..
    Merinding bacanya….
    Jiyi unnie kasian x….
    Sera jahat banget, tega ngelakuin itu cuma gra2 cemburu….
    Kai ya ampun, aq kira dia gk bakal setega itu…
    Apalagi smpet ngeliat jiyi unnie yg baik banget sma adiknya…
    Ditunggu kelanjutannya unnie…

  20. bener2 gk adil buat jiyeon, ah bayangin aja rasanya mending mati aja deh, ayo dong mana nih pahlawannya? lee jonguk dan kim woobin mana? gk mgkin kan mrk cuma pajangan dan diem liat jiyeon digituin?

  21. Ih jahat banget kesel!!! Terus gimana thor kalo jiyeon hamil gimana T_T wonbib bukan orang kaya ya thor? ._. Huaaaa penasaraaaan lanjutannya jangan lama lama ya thor T_T

  22. Kasian Jiyeonie… 😥
    sera bener” jahat… Sera terlihat seperti pesikopat… 😡

    JongIn juga bener” Brengsek… 😥

    ditunggu next part.a… 😉

  23. anyeong 🙂 keren..keren… kasihan jiyeon 😥 kai kenapa tega banget sih?? padahalkan jiyeon udah nolongin adiknya tapi kenapa tega banget ngelakuin itu sama jiyeon?? dan sera kamu bener-bener kejam

  24. Gila, pengen banget aku lempar tuh si sera ama si kai byuntae itu, .
    Dasar saekki kalian berdua. .
    Huh, jadi esmosi sendiri aku bacanyaa. .
    Dapat banget sih feelnya sampe bisa buat aku esmosi. .
    Sukses deh authornya. .

  25. ya ampun itu orang tega bgt sih sma uri jiyeon…. ich, sbl dech klo aja org itu di sni udh aku bejek2 dech tuch org, sekalian gue rebus di gunung berlahar….

    hik hik hik…. jiyeon’ah kmu hrs sbr yah, di balik semua penderitaanmu aku yakin, ada kebahagian yg begitu besar buat mu, jdi kmu hrs semangat…. 😦

    tpi itu kai kok dia tega bgt sih sma jiyeon, bukan’y jiyeon udh baik yah sma adik’y yg udh dia tolong waktu di gang itu… kok dia mlh jahat sih, benci aku…

    semoga aja tuch org2 yg udh ngancurin jiyeon, dpt balesan’y yg setimpal bhkn berkali lipat, amiennnn…. *sampei emosi nich gue jdi’y

    tpi tenang author, aku ga emosi sma yg nulis’y kok cmn terbawa emosi aja sma cerita’y, hehehehehe…. 😀

  26. Demi apaa itu 3 namja setan serta yeoja iblis bener” terkutuk 😆
    Poor Jiyeonni

    mudah”an kelak jiyeon mndpt pangeran kuda putih’a yg menerima dy apa ada’a
    Next next next

  27. Ya ampun dah..jiyi kasian bngt moga aja ada yg bntu dia buat bles dendam,buat jong suk aku kecewa pd mu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s