Arsip Tag: sandeul

SEOUL in love part 4

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~ji eun POV~

sandeul~aa” seorang yeoja memanggil sandeul.

ne” sahut sandeul.

HYE WON.” Seru ji yeon. Ji yeon mengenalnya??

neo?! JI YEON.” Yeoja itu langsung berpelukan dengan ji yeon.

hye won~aa bogoshipo..” ujar ji yeon sembari melepaskan pelukannya.

na do ji yeon~aa.” Sahut yeoja yang di panggil hyewon itu.

kalian saling kenal?” Tanya sandeul.

ne, hye won ini sahabatku di smp dulu.” Jelas ji yeon. “kalian sendiri ada hubungan apa?” Tanya ji yeon.

uri? Uhm, aku calon pacarnya sandeul..” sahut hye won sambil menggandeng lengan sandeul. Aish! Kenapa rsanya sakit sekali hati ini. “mwo?” Tanya sandeul yang masih membiarkan hye won menggandeng lenganya. Rasanya seperti di sambar petir melihat hal itu. Tapi, wajar saja hal itu di lakukan sandeul, dia kan memang sudah tidak pacaran denganku lagi pula yeoja itu cantik dan,,, seksi ne, dengan gayanya yang memakai celana super pendek yang memperlihatkan betuk kaki yang indah dan kulit putih mulus juga rambut panjang nan lurus yang di biarkan tergerai membuatnya terlihat seksi. Beda sekali dengan ku. Setelah melihat hal itu ku putuskan untuk tidak menghampiri ji yeon dan jalan2 sendirian mencari tempat untuk menangkan diri. Secepat itukah sandeul melupakanku?

~hyewon POV~

sandeul~aa” panggilku.

ne” sahut sandeul.

HYE WON.” Seru yeoja yang sepertinya ku kenal.

neo?! JI YEON.” Aku langsung berpelukan dengan ji yeon, sahabatku di smp dulu.

hye won~aa bogoshipo..” ujar ji yeon sembari melepaskan pelukannya.

na do ji yeon~aa.” Sahutku

kalian saling kenal?” Tanya sandeul.

ne, hye won ini sahabatku di smp dulu.” Jelas ji yeon. “kalian sendiri ada hubungan apa?” Tanya ji yeon.

Backsound : 5Dolls – like this or that

uri? Uhm, aku calon pacarnya sandeul..” sahutku sambil menggandeng lengan sandeul. “mwo?” Tanya sandeul.

bercanda,, hahahhaha tampangmu lucu sekali.” Ujarku pada sandeul. Gurae, sekarang kau boleh anggap ini semua candaan tapi aku akan berusaha mendapatkanmu. “hahahahaha” ji yeon, baro dan jin young ikut menertawakan sandeul. “eh, oh ya hye won, aku tidak melihatmu kemarin2?” Tanya ji yeon. “kemarin2 aku sedang ke Canada. Kau kapan pindah ke seoul?”

5 hari yang lalu.”

pantas saja kita tidak bertemu.”

~author POV~

Malam harinya acara pembukaan observasi di mulai dari pukul 7. Seperti biasa band JSB tampil dengan karismanya. “kalau sedang tampil mereka cukup keren loh, iya kan?” ujar ji yeon pada ji eun. “ne?” ji eun baru tersadar dari lamunannya. “itu, JSB kalau lagi tampil mereka keren, apa kau tidak menyesal memutuskan sandeul?”

~ji eun POV~
“itu, JSB kalau lagi tampil mereka keren, apa kau tidak menyesal memutuskan sandeul?” aih, ji yeon tahu dari mana? “e,,,e,, ani,,” jawabku. “kau tahu dari mana?” tanyaku. “dari baro..” sahut ji yeon. Selesai tampil baro, jin young dan sandeul menghampiriku dan ji yeon. “kalian tadi keren loh..” puji ji yeon. “jeongmal?” Tanya baro. “uhm.” Ji yeon mengangguk. “gomawo.” Ujar jin young. “ne..” sahut ji yeon. “na do gomawo ji yeon~aa.” Ujar sandeul. Sekarang, aku tidak tahu harus berlaku bagaimana dengan sandeul. Huuuhh benar2 canggung. “annyeong.” sapa hye won sambil berjalan menghampiri kami. Dia cantik malam ini, begitu pun dengan ji yeon aku merasa menjadi yang paling jelek di sini. Kalau di lihat2 hyewon mirip dengan go hara personel kara, huahhhhh menyebalkan.

~hye won POV~

annyeong.” aku menyapa ji yeon dan yang lainnya. Siapa yeoja yang ada di samping ji yeon ini?” ji yeon~aa nugu?” aku melirik kea rah yeoja yang di samping ji yeon. “kenalkan ini ji eun sahabat ku, ji eun kenalkan ini hye won sahabat ku di SMP.” Ujar ji yeon. “annyeong haseyo, hye won imnida.” Aku mengulurkan tangan pada nya. “ji eun imnida.” Ji eun menjabat tangan ku. Ji eun? Mantan yeojachingu sandeul?. Ohh.. jadi dia ya.. untuk apa dia di sini? Apa mau mendekati sandeul lagi. Tak akan ku biar kan. “ini.. kau pasti haus. Minumlah.” aku menyodorkan sebotol air mineral pada sandeul. “ne, gomawo”

~ji eun POV~

Aish! Apa2an ini? Aku harus melihat hal ini. Hye won dan sandeul saling melempar senyuman. Aku segera pergi dan sedikit menyambar hye won, supaya dia tahu kalau aku tidak suka dengan perlakuannya terhadap sandeul.

~hye won POV~

Hhhh, yeoja itu menyambarku? Tidak suka? Hhhh dasar kekanak-kanakan. Aku hanya melempar senyuman kemenangan padanya. Lihat saja aku akan mendapat kan sandeul.

~ji yeon POV~

ji eun~aa kau mau kemana?” aku khawatir melihat ji eun yang pergi meninggalkan kami dengan wajah yang menurut ku kesal melihat sandeul dan hye won. Aku mengejar ji eun. “ji eun~aa, gwenchana?” aku mensejajarkan langkah ku dengan nya. Hmmpph, ne nan gwenchana.” Sahutnya dengan nada berat. “jeongmal?”

ne ji yeon~aa lagi pula aku kan sduah tidak ada hubungan apa2 dengan sandeul.” Sahutnya tersenyum membuat hati ku lega.

Keesokan harinya…

~author POV~

Keesokan harinya, para siswa mulai melakukan observasi dengan kelompok yang dipilih sendiri oleh siswa. Jin young, baro, ji yeon, sandeul dan hye won memilih untuk satu kelompok jadi mau tidak mau ji eun juga harus satu kelompok dengan mereka karena ji yeon dan dia terpaksa harus melihat kedekatan hye won dan sandeul. “annyeong, apa aku boleh gabung di kelompok kalian?” Tanya gongchan menghampiri kelompok jin young dkk. “ne, tentu saja boleh iya kan?” jawab ji yeon dan meminta persetujuan yang lain. “gongchan~aa.” CNU berlari menghampiri gongchan. “eh, hyung, kita gabung di kelompok ini saja.” Ujar gongchan. “boleh ya?” Tanya gongchan pada kelompok jin young. “ne.” ujar mereka. CNU kemudian mentap ji yeon. “waeyo?” Tanya ji yeon datar. “ani..” sahut CNU. Semua menatap ji yeon yang bersikap seperti itu pada CNU ketua osis seoul high school. Seluruh siswa pun memulai observasi dengan kelompok masing2.

Backsound : hyomin ft brave brother’s – beautiful girl

Selama melakukan observasi hye won terus berada di dekat sandeul yang tentu saja membuat ji eun kesal, tidak mau kalah ji eun pun terus berada di samping gongchan, sementara itu ji yeon terus bercanda dengan baro dan mengobrol akrab dengan jin young dan sesekali bertengkar dengan CNU. “auh..” hye won tiba2 terjatuh. “hye won~aa gwenchana?” sandeul membantu hye won berdiri. “ne, aku hanya tersandung kok.” Sahut hye won. “sebaiknya kita kembali ke vila saj, hari sudah mulai gelap.” Ujar CNU. “ne.” mereka serempak pergi kembali ke vila. Saat di vila sandeul mengobati kaki hye won yang terkilir. “a, auh..” hye won menjerit. “tahan sedikit, ne?”

uhm..” hye won mengangguk, ji eun yang sedari tadi memperhatikan hal itu terlihat sangat kesal. “nah sudah selesai.” Ujar sandeul. “gomawo.”

ne, aku tinggal dulu, istirahatlah.”

hu’um.”

gwenchana?” ji eun menghampiri hye won.

Backsound : 5Dolls – like this or that

naega? Seharusnya aku yang bertanya padamu ‘gwenchana?’ heoh?”

mwo?”

sandeul, aku akan mendapatkannya. Ku harap kau akan baik2 saja.” Kata2 hye won membuat ji eun terdiam tapi bebrapa saat kemudian tersenyum, hye won meninggalkan ji eun dengan senyum kemenangan.

~hye won POV~

Aku meninggalkan ji eun, ‘mian, aku tidak bermaksud menyakitimu ji eun~aa hanya saja aku tidak ingin kehilangan sandeul untuk kedua kalinya.’ Batinku.

~ji eun POV~

Tenang ji eun~aa.. kau harus tetap tenang, biarkan saja sandeul bersama hye won, lagi pula yang harus kau pikirkan sekarang adalah gongchan. Setelah hye won pergi aku juga langsung pergi dari tempat itu, aku berjaln tak tentu arah berharap mendapatkan ketenangan tak terasa aku berjalan semakin jauh. OMONA! Di mana aku? Sepertinya aku tersesat, huah eomma ottokhe? Mana tempatnya gelap, mengerikann… aku mencari jalan untuk kembali ke vila tapi hasilnya nihil aku tidak menemukan jalannya di tengah kegelapan seperti ini. HP ku juga ketinggalan di kamar. Huaahhhhhhhhhhhh ottokhe?

~ji yeon POV~

eh, jin young apa kau melihat ji eun?” aku keasyikan mengobrol dengan teman2 yang lain sehingga tidak menyadari kalau ji eun tidak bersamaku. “ji eu? Ani.. aku juga tidak melihatnya dari tadi.” Sahut jin young.

aih, dia ke mana?”

mungkin di kamarnya.”

kalau begitu aku ke kamar dulu.” Aku berlari kekamar ji eun tapi setelah ku buka pintu kamarku dan ji eun ternyata dia tak ada di sana.

jin young~aa” aku berlari sekencang mungkin kea rah jin young.

waeyo?”

ji eun tak ada di kamar, dia keman ya? Aku khawatir dengannya.”

ya sudah kalau begitu kita cari sama2 ya..” jin young menenangkanku.

uhm” aku mengangguk.

kajja.”

kalian mau kemana?” suara gongchan menghentikan langkah ku dan jin young.

kami mau mencari ji eun.” Sahut jin young.

memangnya ada apa dengan ji eun?” Tanya gongchan sedikit panik.

dari tadi aku tidak melihatnya dan saat ku cek di kamar dia juga tidak ada, jadi aku mau mencari ji eun, aku khawatir padanya.”

kalau begitu aku ikut.” Gongchan terlihat panik. Kami bertiga akhirnya mencari ji eun.

~gongchan POV~

Ya tuhan tolong lindungi ji eun. Entah kenapa aku benar2 tidak ingin dia terluka. Aku mencari ji eun bersama jin young dan ji yeon tak ji eun tidak ketemu2 juga. Saat di dalam hutan aku terpisah dengan ji yeon dan jin young. Aish! Ya sudahlah lebih baik aku cari ji eun. Aku mengirim pesan pada CNU untuk meminta bantuan teman2 yang lain mencari ji eun. “ji eun~aa” aku terus memanggil nama ji eun berharap dia mendengar nya.

~sandeul POV~

pak, ji eun hilang.” kata CNU pada pak lee teuk. “mwo?” aku benar2 kaget mendengar nya. Ya tuhan kumohon lindungilah ji eun. “aku akan mencarinya.” Kata ku berlari mengambil senter dan berlari mencari ji eun. “kajja kita cari ji eun bersama-sama.” Perintah pak lee teuk. Berjalan menyusuri hutan mencari ji eun.

~hye won POV~

Melihat sandeul yang begitu khawatir saat ji eun hilang, hati ku sakit rasanya.

~ji yeon POV~

Saat di dalam hutan aku dan jin young terpisah dengan gongchan, sepertinya gongchan benar2 panik, ku harap dia dan ji eun akan baik2 saja. Akhirnya aku mencari ji eun berdua dengan jin young. Deg, jantungku rasanya berdetak kencang saat jin young menggenggam tangan ku.

Back sound : T-ara – falling U

kau jangan jauh2.” Ujarnya. “waeyo?”

karena aku tidak ingin kau kenapa2.” Sahutnya membuat jantungku semakin tidak karuan. Rasanya sangat nyaman berada di dekatnya, apa mungkin aku…. Jatuh cinta padanya..? aih, apa yang ku pikirkan, ‘ji yeon~aa sekarang ini sahabatmu sedang hilang, kau malah berpikir yang seperti ini.’ kami berjalan di dalam kegelapan hutan untuk mencari ji eun dengan tetap bepegangan tangan, aku benar merasa aman walau pun berada di tengah hutan.

~ji eun POV~

Aku terus mencari jalan keluar tapi tetap tidak ketemu, tiba-tiba.. “srek, srek..” siapa itu? Tuhan, lindungilah aku. Aku terus melangkah mundur lalu dari semak2 itu keluar sosok namja yang ku kenal.. “ji eun~aa apa itu kau?” Tanya gongchan, ne namja itu gongchan, betapa legany hatiku. “gongchan..” aku berlari kearah gongchan dan langsung memeluknya, tak terasa air mataku mengalir.

Back sound : Kevin ft. Alexander U-Kiss – finally

~gongchan POV~

ji eun~aa apa itu kau?” Tanyaku, “gongchan..” teryata benar itu ji eun, syukurlah aku benar2 lega, ia berlari kearahku dan,, aih, dia memelukku. deg, jantungku berdetak cepat. Dapatku rasakan bahunya bergetar, ne, dia menangis. Tanpa di perintahkan tanganku mengusap pundaknya. “uljima… heoh..” aku menenangkannya.

~sandeul POV~

Aku terus mencari ji eun dan pendangan ku terara pada yeoja dan namja yang ku kenal sedang berpelukan, ne, itu ji eun dan gongchan, dadaku terasa sakit melihatnya. Tapi syukurlah ji eun tak apa2, lebih baik aku kembali ke vila lagi pula dia lebih merasa nyaman berada bersama gongchan. Aku melangkah gontai ke vila.

~ji eun POV~

gwenchana?” tany gongchan. “uhm,,” aku mengangguk. “kajja, kita kembali ke vila.” Ujar gongchan merangkul bahuku. “gomawo..” ujarku.

waeyo?”

karena telah menemukanku.” Gongchan menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhku padanya. “dengar ya,, aku tidak akan membiarkanmu sendirian di hutan seperti ini, jadi kau tidak perlu mengucapkan ‘gomawo’.” Katanya memegang bahuku dengan kedua tangannya.

uhm..” aku mengangguk.

kajja.” Gongchan merangkul bahuku dan kembali berjalan ke vila.

~jin young POV~

Aku masih di tengah hutan bersama ji yeon mencari ji eun dan tentu saja masih memegang tangan ji yeon. Drrtt.. HP ku bergetar tanda telp masuk, di layar tertulis nama baro.

yoboseo”

jin young~aa, kalian dimana? Gongchan sudah menemukan ji eun dan mereka sekarang sudah di vila.”

jeongmal? Gurae, kami akan kembali ke vila.” Tutt.

nugu?” Tanya ji yeon

baro, katanya gongchan sudah menemukan ji eun dan mereka sekarang sudah di vila.”

jeongmal?”

uhm.” Aku mengangguk.

syukurlah..” ji yeon mengelus dadanya.

kajja, kita kembali ke vila.”

hu’um.” Ji yeon mengangguk.

~ji yeon POV~

Stelah sampai di vila mataku segera tertuju pada ji eun yang sedang berdiri di samping gongchan. “ji eun~aa” aku berlari kea rah ji eun dan memeluknya. “ji eun~aa gwenchana?” tanyaku memastikan. “uhm, nan gwenchana.” Ji eun mengangguk membuatku lega. “aku benar2 khawatir terjadi sesuatu padamu. Kajja kau harus istirahat.” Aku merangkul bahu ji eun masuk ke vila. “gongchan~aa gomawo.” Ujarku membalikkan tubuhku sejenak dan kembali berjlan ke dalam vila.

Keesokan harinya…

~author POV~

Seluruh siswa melanjutkan observasi pada hari kedua di puncak. Observasi berjalan lancar dan selesai hari itu juga. “baiklah anak2 karena hari ini observasinya telah selesai jadi hari ketiganya bisa kalian gunakan untuk bersantai dan jalan2, terima kasih telah meperlancar jalannya observasi sekarang kalian boleh istirahat.”ujar ibu narsha selaku guru pengawas observasi. “ne..” sahut seluruh siswa. “huft..aku benar2 capek ji eun~aa, kajja kita istirahat.” Ujar ji yon sambil merangkul ji eun. “ne.. na do, kajja.” Ji eun ikut merangkul ji yeon. “ji yeon~aa, ji eun~aa chankaman..” panggilan hye won berhasil menghentikan langkah gontai ji eun dan ji yeon. “wae?” Tanya ji yeon. “malam ini aku tidur di kamar kalian ya,, soalnya teman sekamarku sudah pulang tadi karena sakit jadi aku sendirian aku takut tidur sendirian.” ujar hye won. “ne, kajja.” Sahut ji yeon di ikuti senyuman tulus dari ji eun, ne itulah ji eun selalu penuh ketulusan. Mereka bertiga pun tidur bersma-sama di kamar ji yeon dan ji eun. “aku ambil minum dulu ya..” ujar ji yeon meninggalkan kamar. “ne..” sahut ji eun. “hye won~aa apa kakimu sudah baikan?” Tanya ji eun. “ne, auh..”

waeyo?”

anii namanya saja terkilir jadi tetap saja masih ada rasa sakit walau hanya sedikit.”

sini ku pijat, agar rasa sakitnya sedikit berkurang.” uJar ji eun meletakan kaki hye won di atas pahanya. Hye won memandang ji eun sejenak dan berkata “apa kau tidak membenciku?”

Backsound : f(x) – friends (ost. God of study)

kenapa aku harus membencimu?”

kau tahu kan aku menyukai sandeul.”

ne, lalu? Lagi pula aku sduah tidak ada hubungan apapun dengan sandeul, kalau kau mencintainya, perjuangkanlah cintamu itu.”

~ji eun POV~

ne, lalu? Lagi pula aku sduah tidak ada hubungan apapun dengan sandeul, kalau kau mencintainya, perjuangkanlah cintamu itu.” Ne, aku sudah memantapkan hatiku untuk gongchan.

mwo?” hye won menatapku heran.

kau berhak bahagia hye won~aa.. kau adalah sahabat ji yeon dan ji yeon adalah sahabatku jadi kau juga adalah sahabatku, aku ingin sahabatku bahagia.” Jelasku tersenyum padanya.

gomawo ji eun~aa” ujar hye won memelukku. “kkeugae, mianhe,” lanjutnya.

ne.. na do.” Sahutku mengusap punggung hye won.

~ji yeon POV~

Setelah mengambil minuman di dapur aku segera kembali kekamar, tapi langkahku terhenti saat mendengar percakapan dari dalam kamar aku mengintip kedua sahabatku dari celah pintu kamar yang tidak tertutup rapat, sejenak lalu menyuggingkan senyuman melihat kedua sahabatku seperti itu. Saranghaeyo chingu~aa. Klek.. aku membuka pintu kamar, dan tersenyum ke arah mereka aku berlari memeluk keduanya. “gomawo chingu~aa, kkugae saranghae.. hahahaha.” Ujarku di ikuti tawa ji eun dan hye won.

~author POV~

Karena observasi telah di selesaikan kemarin jadi hari ini seluruh siswa bebas bersantai dan jalan2, ji eun, ji yeon dan hye won jalan2 bersama, mereka bercanda dan mengobrol akrab selayaknya sahabat. “hey changkaman” panggil para anggota JSB dan gongchan pada ji yeon, ji eun dan hye won, sontak membuat ketiga yeoja itu menoleh. Para namja itu berjalan mendekati ji yeon, ji eun dan hye won. “kalian mau keman? Kami ikut ya?” kata baro. “ne, kajja.” sahut ji eun halus. “ya! gongchan~aa, kau mau kemana? Heoh?” suara CNU menghentikan langkah mereka. “eh, hyung.”

kita harus mempersiapkan penutupan observasi sebentar malam.”

hung.. ku mohon,,, kali ini,, saja, aku jalan2 sebentar setelah itu baru bekerja lagi, ne?” Gongchan memandang CNU dengan tatapan memohon.

hey, galak, bisakah kau biarkan gongchan jalan2 dengan kami sebentar, lagi pula kita jalan2nya cuman sebentar kok.” Ujar ji yeon.

ne, kali ini saja, kau ikut saja jaln2 dengan kami, setelah itu kami akan membantumu mempersiapkan acara penutupan observasi, ne?” sambung ji eun.

hu’um, ayolah, kali ini saja..” lanjut hye won, yang di ikuti anggukan dari baro, jin young, sandeul dan gongchan, membuat CNU mengangguk pasrah. “yeayyy..” mereka bersorak. “noe, jangan memanggilku galak, araseo.” Kata CNU menatap ji yeon kesal. “ne CNU galak.” Sahut ji yeon tersenyum meledek. “YA!”

aku kan tidak memanggilmu galak, tapi CNU galak. Hahahahahaha.”

Setelah selesai jalan2 mereka berdelapan mempersiapkan acara penutupan observasi nanti malam.

Malam harinya…

~sandeul POV~

ini,,,” aku menyodorkan minuman pada ji eun dan duduk di sampingnya. “gomawo,” sahutnya. “ji eun~aa”

ne..”

kuharap Susana kita tidak canggung seperti ini.”

ne?”

walaupun kita sudah tidak pacaran lagi, ku harap kita tetap akrab sebagai sahabat, bisakah?”

uhm. Bagaimana pun dulu kita pernah sangat dekat. Hmmpphh gurae, mulai sekarang kita adalah sahabat.” Ujarku mengacungkan jari kelingkingku. “ne, sahabat.” Sahut sandeul sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jariku.

~author POV~

Keesokan harinya seluruh siswa berangkat menuju seoul high school. Kali ini jin young dan baro sama2 tidak memiliki kesempatan untuk duduk di samping ji yeon karena di sana sudah ada CNU yang duduk di samping ji yeon, ne walaupun mereka sering bertengkar tapi pertengkaran mereka yang membuat mereka semakin akrab. Di tengah perjalanan seperti biasanya ji yeon tertidur dan kali ini, pluk,, kepala ji yeon jatuh di bahu CNU.

~CNU POV~

Pluk,, kepala ji yeon jatuh di bahuku yang berhasil membuat jantungku berdetak 100 kali lebih cepat. Ottokhe? Dasar yeoja ini. Aish, jjinjja. walau dalam keadaan tidur yeoja ini juga tetap terlihat cantik.

Seminggu kemudian…

~author POV~

gongchan~aa, bagaimana? Apa siswa2 yang akan tampil di acara pembukaan kelas seni sudah mulai latihan?” Tanya CNU. “ne, hyung aku mereka ada di ruang latihan sekarang.” Sahut gongchan.

@ruang latihan

~ji yeon POV~

Setelah latihan untuk acara pembukaan kelas seni, siswa2 yang akan tampil di acara itu segera pulang, yang tersisa hanyalah aku dan jin young. “jin young~aa, ayolah ku mohon tunjukan dancemu, ne?” aku menarik lengan baju jin young. “shireo..”

ayolah… ne? ne?” aku terus membujuk jin young.

baiklah, tapi kau juga harus ikut menari bersamaku.”

Backsound : MBLAQ – if love goes (version A)

baik, kajja.” Aku dan jin young menari bersama dengan lagu co-ed – too late, menurutku lagu itu sangat pas. “huft..” aku duduk dan meneguk minuman setelah lelah menari. “tarianmu bagus juga,” lanjutku. “tentu saja? Hahaha” jin young mengambil posisi duduk di sampingku. “huh, tingkat PD mu tinggi sekali.”

tapi benar kan..”

ne… puas??”

hhhh..” jin young menyunggingkan senyuman di wajah tampannya, pantas saja dia punya banyak fans. Kami terdiam sejenak dan saling pandang perlahan jin young mendekatkan wajahnya ke wajahku…

TBC

Iklan

SEOUL in love Part 2

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast : ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~author POV~

Setelah sampai di depan pintu ruang music ji yeon segera membuka pintunya dan ternyata yang di dalamnya adalah sandeul dan baro, tentu saja ji yeon kaget setengah mati, bagaimana tidak baro adalah namja yang di tabrek olehnya kemarin siang, tanpa pikir panjang ji yeon segera berlari keluar, baro pun mengejarnya dengan maksud ingin mengembalikan gantungan HP ji yeon yang jatuh kemarin dan juga sekaligus ingin tahu nama yeoja cantik itu. “chankamanyo..” baro terus memanggil ji yeon dan mengejarnya, tentu saja dengan di ikuti sandeul di belakangnya.

Back sound: B1A4 –O.K

~ji yeon POV~

Aigoo.. ottokhe? Dia terus mengejarku. Apa dia mau menghajarku?! OMONA! Ottokhe? Aku terus berlari dan tiba-tiba.. BRUKK aku menabrak seseorang dan alhasil aku terjatuh.

~jin young POV~

Aku berjalan kea rah ruang music untuk latihan bersama baro dan sandeul seperti biasa. Tapi tiba-tiba.. BRUKK seseorang menabrakku dan alhasil aku terjatuh, dan lebih parahnya lagi tubuhnya jatuh menimpaku. Aigoo sial apa aku.

~ji yeon POV~

Setelah terjatuh perlahan aku membuka mataku. Pasti mukaku lecet karena terjatuh tadi, segera kuraba wajahku, aih, masih mulus, yeayyy wajahku baik2 saja. Syukurlah. Eh, tapi sepertinya aku menimpa seseorang, aku mengadahkan wajahku ke arah orang yang kutimpa sekaligus yang ku tabrak barusan.

~jin young POV~

Yeoja yang menimpaku baru tersadar kalau dia menimpa seseorang ia segera mengadahkan wajahnya ke arah ku, aigoo neomu yeopo. Ku rasa ini bukan sial tapi keberuntungan, tentu saja, seorang yeoja cantik jatuh menimpa tubuhku, hihihihi. “mianhe..” ia segera bangun dan membungkukan badan nya.

ne..”

gwenchana?”

uhm, auh..” sepertinya sikutku terluka karena jatuh tadi.

aih, sikutmu terluka, biar ku obati, kajja kita ke UKS.” Ujarnya melihat ke arah sikutku.

~ji yeon POV~

mianhe..” aku segera bangun dan membungkukan badanku.

ne..”

gwenchana?”

uhm, auh..” sepertinya sikutnya terluka karena jatuh tadi.

aih, sikutmu terluka, biar ku obati, kajja kita ke UKS.” Ujarku melihat ke arah sikutnya.

cheogiyeo,” terdengar suara seorang namja dari belakang. “ne” spontan aku menyahut. Dan ternyata namja itu, namja yang mengejarku tadi, aih, dia masih di sini, habislah aku. “kenapa tadi kau lari? Padahal aku hanya ingin mengembalikan ini. Ini punyamu kan?” katanya sambil menyerahkan gantungan HP ku yang memang ku cari2 dari kemarin. “ne,, kau tidak marah padaku?” Tanya ku ragu sambil mengambil gantungan HP ku.

~Baro POV~

kenapa tadi kau lari? Padahal aku hanya ingin mengembalikan ini. Ini punyamu kan?” kataku sambil menyerahkan gantungan HPnya yang jatuh kemarin.

ne,, kau tidak marah padaku?” Tanya nya ragu sambil mengambil gantungan HP nya. Mwo? Hihihi yeoja ini lucu sekali. “mwo? Marah? Untuk apa?” tanyaku heran sambil menahan tawa. “aku kan sudah menabrak mu kemarin.” Jelasnya. “sudahlah, aku juga tidak terluka.”

tapi tanganmu kemarin?”

hanya memar kok.”

huftt.. ku pikir kau akan menghajarku.” Ujarnya.

hahahahahahaha” suara tawa sandeul terdengar jelas di telingaku. “ya, mana mungkin baro menghajar seorang yeoja, apalagi yeoja itu secantik kau. Hahaha bukannya menghajar tapi malah minta kenalan. Kekekeke.” Sandeul terus meledekku. “YA!” teriakan ku tidak mampu membungkamnya.

~jin young POV~

eh, oh ya, Tangan mu harus segera di obati. Kajja Kita ke UKS.” Kata yeoja cantik ini sambil menarikku ke arah UKS.

@UKS

~jin young POV~

Yeoja cantik ini mengobati sikutku perlahan. “a, ah.” Aku sedikit meringgis, terang saja obat merahnya membuat lukaku terasa perih. “tahan sebentar.” Katanya sambil konsentrasi mengobati luka ku. “oh, ya siapa namamu? Sepertinya aku baru melihat mu?” tanyaku penasaran. “ji yeon, aku memang baru masuk sekolah hari ini, aku pindahan.” Jelasnya. Ji yeon? Nama yang cantik, sama seperti orangnya hihihi. “uhm, kenalkan aku jin young.” Kataku. “aku baro.” Kata baro sambil tersenyum. Aih, dasar, “aku sandeul” yee si sandeul jepit ikut2tan *maksudnya sandal jepit. Hehehehee* “nah.. selesai.” Seru ji yeon setelah selesai mengobati lukaku. “ne, gomawo.” Sahutku. “AIH, mianhe, aku pergi dulu ya. Annyeong.” katanya sambil berlari meninggalkan ku, baro dan sandeul.

~ji yeon POV~

nah.. selesai.” Seru ku setelah selesai mengobati luka jin young. “ne, gomawo.” Sahut jinyoung. “AIH, mianhe, aku pergi dulu ya. Annyeong.” kataku sambil berlari meniggalkan jin young, baro dan sandeul. Aku baru ingat aku janjian dengan ji eun. Aku segera berlari ke ruang latihan. ‘semoga ji eun tidak marah’ batinku, tapi ternyata ji eun tidak ada di ruang latihan.

Back sound: IU –good day

~ji eun POV~

Sepulang sekolah aku masih harus mengerjakan beberapa tugas dan sialnya aku mempunyai janji dgn ji yeon. Aish ottokhe? Aku putuskan untuk ke ruang latihan berharap ji yeon ada di sana dan memintanya untuk menungguku mengerjakan tugas ku. Tapi saat aku ke ruang latihan ternyata ji yeonnya tdk ada (ceritanya nih pas ji yeon lagi nyari IU jadinya mereka nggak ketemu) aku pun segera ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas secepat mungkin supaya ji yeon tidak menunggu terlalu lama. Di perpustakaan aku harus berurusan dengan hal2 yang sungguh membuatku pusing. Rumus2 matematika benar2 membuat otakku jungkir balik. “aish! Bagaimana aku menyelesaikan soal yang ini? Lalu ini? Dan ini? Aihhh” gerutuku. “harap diam, ini perpustakaan.” Tegur penjaga perpustakaan yang galak itu kontan membuat bibirku mengatup. Huh! Dia tidak tahu apa kalau sekarang aku benar2 pusing dengan tugas ini. “cheogiyeo, apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya seorang namja setengah berbisik padaku. Aih, namja ini gongchan, kan wakil ketua osis ternyata dia jauh lebih tampan kalau di lihat lebih dekat. “ne?” Tanya ku bingung. “uhm, kulihat sepertinya kau kesusahan dengan soal matematika yang ada di bukumu noona.” MWO? N-O-O-N-A?? aku di panggil noona? Yah, ku dengar dia melompat satu kelas karena kepintarannya tapi,,, masa’ noona sih… “uhm, ne.. soal2 ini sedikit membuat pusing. Hehe” kataku, yahh siapa tahu. “bisa ku lihat soalnya.”

ne. ini..” aku menyodorkan buku matematika ku pada gongchan.

oh ini, nomor yang ini seperti ini cara kerjanya..” jelas gongchan sambil mengerjakan soal yang ada di buku matematika ku. Dan alhasil semua soal2 itu terselesaikan dengan mudah oleh gongchan. Ckck -,- dia sangat tampan saat memecahkan soal. Wuahhh aku semakin terpesona, dia sungguh berbeda dengan sandeul yang kerjanya hanya band, band and always band. Annyeong sandeul, ku rasa aku menemukan penggantimu. Hihihi

noona..” ujar gongchhan sambil memondar mandirkan tangannya di depan wajahku.

eh, ne.. wae?”

apa kau sudah mengerti?”

ne, sedikit. Hehehe”

uhm, gurae aku pergi dulu ya..” gongchan pun pergi meninggalkan ku yang masih terpesona olehnya.

~ji yeon POV~

Aku putuskan untuk pulang saja, saat aku melewati parpustakaan, dari dalamnya keluar seorang namja yang sangat ku kenal,,, “gongchan..” seruku sembari berlari ke arahnya. “ji yeon~aa” dia terlihat terkejut dan tersenyum ke arahku. Kami berpelukan erat melepas rasa rindu selama 2 tahun tak pernah bertemu, ne, gongchan adalah sahabatku sejak kecil. “gongchan~aa bogoshipo..” ujarku melepaskan pelukanku. “na do ji yeon~aa” katanya mencubit pipiku. “YA! Aku ini lebih tua darimu, tapi kau masih saja memanggilku dan memperlakukanku seperti itu.” Aku mengerucutkan bibirku. “ne ji yeon noona..” katanya tersenyum “tapi hanya kali ini. Hahahaha” lanjutnya lagi sambil menertawai wajah kesalku. “ji yeon~aa kenapa kau bisa di sini?” tanyanya. “nanti ku ceritakan, kajja kita makan di café aku lapar.” Ajak ku menarik tangannya. “ne, kajja.”

~ji eun POV~

Saat gongchan keluar dari perpustakaan.. “gongchan” terdengar suara seorang yeoja yang sepertinya ku kenal, ne itu suara ji yeon. Ah, aku harus menemui nya, eh, tapi dia tadi memanggil gongchan? Ada hunbungan apa dia dgn gongchan. Aku mngintip dari jendela. Aih, mereka pelukan dan terlihat sangat akrab, aigoo ji eun~aa, ji yeon itu temanmu jangan berpikir yang tidak2, lebih baik kutanyakan besok. Aku kembali ke meja perpustakaan merapikan buku-buku ku.

~ji yeon POV~

Aku dan gongchan pergi ke café untuk makan siang, humph I’m so hungry. “jadi, ceritakan kenapa kau bisa ada d seoul high school? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau ada di seoul? Heoh?” Tanya gongchan beruntun. “ya! Pelan2 donk, jadi begini, mulai sekarang dan seterus nya aku akan selalu ada di seoul dan aku baru pindah dari jepang kemarin sebenarnya aku berencana memberikan kejutan padamu dengan datang ke rumah mu malam ini, tapi ternyata kau malah bersekolah di sekolah yang sama denganku.” Jelas ku panjang lebar. “woah.. aku akan sering2 bertemu dengan nona bawel nih.”

YA!”

ne, ne. eh by the way bagaimana dengan dance mu itu? Apa masih berlanjut?”

tentu saja.”

uhm.” Gongchan mengangguk. “bagaimana kalau kau tampil dengan dance mu itu di pembukaan kelas seni?”

mwo? Tampil?”

ne.”

di hadapan orang2 yang baru saja ku kenal?”

uhum.. wae?”

ya! Phabboya?” aku menjitak kepala gongchan.

ya! Apayo.. waeyo?”

mana mungkin aku punya keberanian tampil di hadapan orang yang baru ku kenal? Ani.. orang ang mungkin baru mengenalku? Heoh?”

hahahaha dengan kelakuan dan segala yang ada pada dirimu, sebulan saja seluruh sekolah pasti akan mengenalmu.”

MAKSUDMU?”

a,,,ani,, hehehehe” ujar gongchan sambil menggaruk2 kepalanya yang menurutku tidak gatal.

Keesokan harinya….

~ji yeon POV~

Aih, perutku mulai keroncongan mending di isi sekarang ah.. aku segera ke kantin sekolah, “ji yeon~aa” ji eun memenggilku dari belakang. “ji eun~aa” ji eun segera menghampiriku. “ji eun~aa apa kemarin kau menungguku di ruang latihan? Mianhe, kemarin waktu aku ke ruang latihan kau nya sudah tidak ada.” Ujarku. “ani.. kemarin juga aku ad urusan, trus waktu aku ke ruang latihan ternyata kau tidak ada jadi ku pikir kau juga tidak bisa datang.”

ya sudahlah, kajja kita makan saja aku sudah lapar.” Aku menarik tangan ji eun ke kantin. “uhm, ne.. perutku jiga udah mulai miss-call” sahut ji eun.

~ji eun POV~

uhm, ji yeon~aa apa kau mengenal gongchan?” tanyaku.

gongchan…” ji yeon terlihat sedang berpikir.

gongchan yang wakil ketua osis..” aku mencoba memperjelas.

oohh… si pabo itu, ne, aku kenal sangat kenal.”

pabo? Bukankah dia sangat pintar? Lalu apa hubunganmu dengannya?” aku semakin penasaran.

dia memang pintar itu hanya panggilanku untuk meledeknya saja hehehe, kami itu sahabat sejak kecil. Waeyo?”

a,,ani,,,” ku rasa wajahku sekarang mulai memerah mengingat gongchan.

~ji yeon POV~

kau menyukainya ya…?” aku menebak.

ya!.” Hahahaha wajah ji eun semakin memerah.

benarkan?? Tuhh wajahmu memerah. Hihihihi”

eh, jeongmal?” ji eun segera memegang2 wajahnya.

uhum” aku mengangguk. “biar ku tebak. Kau pasti ingin memintaku menjadi mak comblang mu? Uhmmmm biar ku pikir2 dulu, aku mak comblang eksklusive loh, jadi tarafnya lebih tinggi. Hahahaha”

hehehehe.” Ji eun hanya nyengir2.

yeee…. Mau tidak?”

hu’um, hu’um” Ji eun mengangguk semangat.

Malam harinya….

~ji yeon POV~
tiitt, tiitt..

Gongchan: “yoboseo?”

Ji yeon: “gongchan~aa, bisa kita ketemu?”

Gongchan: “sekarang?”

Ji yeon: “nanti, tahun depan aja!”

Gongchan: “gurae, sampai ketemu tahun depan ya… annyeong.”

Ji yeon: “YA! Paboya! Pokoknya aku tunggu kau sekarang di garden café. On time, araseo? Annyeong..” tuuttttt

Aku segera mematikan telepon dan bergegas ke garden café.

@garden café.

~gongchan POV~

Setelah mendapat telepon dari alam gaib *maksudnya telp dari ji yeon.* aku segera ke garden café, karena kalau sampai terlambat bisa2 aku di makan mentah2 oleh ji yeon. Eh, itu ji yeon. Aku menghampiri meja tempat ji yeon duduk dan duduk di kursi di depan ji yeon. “waeyo? Kenapa kau tiba2 ingin bertemu denganku? Kau rindu ya??” goda ku pada sahabatku sejak kecil ini. “mwo? Rindu padamu? Aigoo, tingkat kePD-an mu itu tinggi sekali, ckckckck -,-.” Sahutnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

~ji yeon POV~

gurae, jadi orang itu harus PD apalagi kalau memliki wajah setampan aku. Hahaha..” kata gongchan dengan PD nya.

ihh,,, membuatku merinding saja.. hahahaha. Oh ya, kemarin kan kau memintaku tampil di pembukaan kelas seni dengan tarian ku, kebetulan aku punya teman yang pandai menari balet, sekalian saja kau minta dia untuk tampil di acara itu.” Jelasku.

nugu?”

changkaman, nahh itu dia, ji eun~aa” aku melambai-lambaikan tangan pada ji eun yang sudah sampai di garden café sesuai permintaanku.

~gongchan POV~

nugu?”

changkaman, nahh itu dia, ji eun~aa” ji yeon melambai-lambaikan tangan pada yeoja yang memakai rok mini dan blous jeans, chankaman, yeoja itu berjalan ke arahku dan ji yeon sambil tersenyum manis. “noona?” ne, yeoja itu adalah yeoja yang beberapa hari lalu ku bantu mengerjakan soal matematikanya. “kalian sdh saling kenal?” Tanya ji yeon heran. “aniya, hanya saja kemarin dia sempat membantuku mengerjakan soal matematikaku.” Jelas yeoja yang di panggil ji eun itu.

~ji yeon POV~

aniya, hanya saja kemarin dia sempat membantuku mengerjakan soal matematikaku.” Jelas ji eun. “oohh..” aku mengangguk mengerti. “guraeyo, ji eun kenalkan ini gongchan sahabatku, gongchan kenalkan ini ji eun teman pertamaku di seoul high school.”

annyeonghasaeyo, lee ji eun imnida. banggapseumnida” Ji eun memperkenalkan diri.

na do. Gongchan imnida.” Mereka berdua saling tersenyum. Wuah senangnya..

oh, ya. Gongchan, ji eun ini lah chinguku yang ku ceritakan tadi, dia ini pandai sekali menari balet, jadi kau bisa sekalian minta dia untuk tampil di acara pembukaan kelas seni, yahh supaya acaranya tambah rame.” Jelasku panjang lebar.

ne, lagi pula kami masih mencari beberapa orang lagi untuk yampil di acara itu. Jadi apa kau bisa tampil di acara itu ji eun noona?” ujar gongchan.

uhmm..” ji eun terlihat sedang memikirkan tawaran gongchan tadi.

omona! Aku lupa, aku punya janji dengan seseorang, aku pergi dulu ya.. kalian lanjutkan saja makan malam nya. Annyeong.” aku segera pergi meninggalkan mereka berdua. Hihihi recanaku berjalan mulus. Aku sangat berharap merka bisa bersama. Setelah keluar dari garden café aku berjalan tanpa arah, ne, tadi itu aku hanya pura2 saja punya janji dengan seseorang agar mereka bisa berduaan. Ah, lebih baik aku kirim saja SMS pada gongchan.

To: pabo gongchan

From: ji yeon

Ingat ya, aku tidak mau tampil kalau ji eun tidak tampil. Araseo?

Hahaaha, pokoknya aku harus berusaha agar gongchan lebih dekat lagi dengan ji eun. Aku terus berjalan sepanjang trotoar. Tapi langkahku terhenti saat seseorang memanggil ku dari belakang. “ji yeon~aa” suara itu…

TBC

SEOUL in love part1

SEOUL in love

Author : choi hee young

Genre : mix (ngasal hehehehe)

Length : chaptered

Main Cast :

ji yeon T-ara

B1A4 (jin young, Baro, gongchan, sandeul, CNU)

lee ji eun (IU)

other cast :

hye won 5Dolls

~author POV~

Back sound: seoul song –SNSD & SUJU

Di ruang latihan suatu SMA ternama di jepang, seorang yeoja berparas cantik nan imut sedang menari dengan lihainya di iringi lagu hip hop, gerakan yang selaras dengan music menyunggingkan senyuman di bibir mungilnya. Di tempat lain, tepatnya di SMA ternama korea, tiga orang namja yang tergabung dalam satu band sedang berlatih dengan alat musiknya masing2. Masih di Negara dan SMA yang sama di ruang latihan seorang yeoja manis sedang berlatih menari balet, setiap gerakan tubuhnya menandakan ia sudah sangat lancar dengan tarian tsb. Sementara itu di ruangan OSIS dua orang namja sedang berkutat dengan tugas nya masing2, dan di sekolah inilah mereka semua memulai kisahnya.

=Introducing scene=

~park ji yeon POV~

Annyeong hasaeyo ji yeon imnida, aku adalah yeoja korea yang bersekolah di sebuah SMA ternama jepang di sini aku tinggal sendirian karena keluargaku tinggal di korea, orang tuaku adalah pengusaha salah satu perusahaan besar di korea, aku sangat gemar menari terutama hip hop tapi dasarnya aku suka segala macam tarian, hip hop, break dance, bahkan balet.

~jin young POV~

Annyeong, jin young imnida aku adalah siswa di salah satu SMA ternama di korea namanya seoul high school. aku tergabung dalam satu band, namanya JSB hehehe aneh ya namanya? Ne, itu singkatan namaku dan teman2 satu band ku, bukannya mau pamer tapi, band kami cukup terkenal di kalangan anak sekolah, kami bertiga juga berasal dari keluarga berkecukupan bahkan bisa di bilang sangat berkecukupan. Selain menyanyi aku juga suka menari, sebelum membentuk band bersama baro dan sandeul aku sering mengikuti beberapa lomba dance, tapi setelah bergabung dalam band aku putuskan untuk focus menyanyi.

~Baro POV~

Annyeong hasaeyo baro imnida aku bersekolah di salah satu SMA ternama di korea, namanya seoul high school. Aku bergabung dalam satu band yang cukup terkenal di kalangan anak sekolah, hehehe maaf pamer.. hihihi aku juga suka menari sama seperti jin young, tapi kegemaran kami menyanyi lebih besar sehingga kami memilih untuk mengasah kemampuan menyanyi dengan membentuk band.

~lee ji eun POV~

Annyeong hasaeyo lee ji eun imnida tapi ada juga yang sering memanggilku IU, aku bersekolah di seoul high school, SMA yang cukup terkenal di korea. Aku sangat senang menari balet, tak ada hari tanpa latihan menari balet. Oh ya, aku punya namjachingu yang juga bersekolah di tempat yang sama denganku namanya sandeul, dia tergabung dalam band yang namanya JSB dan aku tidak suka hal itu, dia jadi lebih banyak waktu untuk band nya di banding belajar yang membuat prestasi nya turun, teman2 nya pun tidak begitu berprestasi dalam bidang akademik, dan satu lagi aku tidak suka dia punya banyak fans wanita.

~gong chan POV~

Annyeong hasaeyo, gongchan imnida aku seorang siswa di seoul high school. Aku bergabung dalam organisasi yang di sebut OSIS di sekolahku. Aku suka belajar bagiku mempelajari sesuatu seperti memecahkan misteri karena dengan mempelajari sesuatu, rasa ingin tahu ku dapat teratasi, hal itu membuatku mendapatkan banyak prestasi di bidang akademik.

~sandeul POV~

Annyeong, sandeul imnida aku bersekolah di seoul high school. Aku bergabung dalam band yang di beri nama JSB *author ngarang abis*, apa namanya aneh? Hehehehe aku sangat senang menyanyi, dan kurasa itu lah kelebihanku, mengingat kalau aku tidak berprestasi di bidang akademik, band ku cukup terkenal di kalangan anak sekolah. Aku punya seorang yeojachingu namanya lee ji eun, gadis yang manis tapi sering ngomel dan aku sangat menyayanginya. Ji eun sangat gemar menari balet, saat dia sedang menari balet jangan harap dia akan mempedulikan orang yang ada di sekitarnya.

~shin dong woo POV~

Annyeong hasaeyo shin dong woo imnida tapi orang2 sering memanggil ku CNU, aku terdaftar sebagai seorang siswa di seoul high school. Aku menjabat sebagai ketua osis di sekolah ku, mungkin karena aku banyak berprestasi di bidang akademik jadi banyak yang memilihku sebagai ketua osis, tapi sungguh posisi itu benar2 menguras tenaga ku.

=Introducing scene end=

~ji eun POV~

ji eun~aa, changkaman,,” aku terus mengacuhkan panggilan sandeul dari belakang. “ji eun~aa.” Langkahku terhenti saat sandeul menahan tanganku. “wae?” tanyaku ketus. “ji eun~aa jebal dengarkan aku dulu, aku tidak bermaksud membatalkan kencan kita tapi malam ini aku harus tampil dengan band ku.” Jelas sandeul. “ne, ne.. araseo. Kau uruslah BAND MU itu, dan lupkanlah kalau kita pernah membuat janji malam ini.” Aku pergi meniggalkan sandeul, aku sangat kesal padanya sekarang bagaimana tidak, selalu saja begitu membatalkan janji hanya untuk band kesayanganya itu. Huh!

~sandeul POV~

aish! Ji eun~aa” aku terus memanggil ji eun yang sudah berjalan jauh meninggalkanku, aish! Lagi2 1marah, ku tending kaleng minuman yang ada di lantai. “augh!” aih, apa kaleng yang ku tendang tadi mengenai orang. Seorang namja berjalan ke arahku sambil mengelus-ngelus kepalanya dengan tangan kiri yang memegang kaleng minuman yang ku tendang tadi. “mianhe.. apa kalengnya mengenai mu?” kataku sedikit memastikan walaupun memang sudah jelas2 iya. “uhm ne..” jawabnya. “jeongmal mianhe. Gwenchana?” tanyaku. “ne, nan gwenchana. Kau sandeul kan?” tanyanya memastikan, woah.,, aku terkenal juga.. hihihi. “ne..”

annyeong, gongchan imnida. Aku wakil ketua osis, kebetulan bertemu denganmu, apa bisa kau ikut denganku keruang osis?”

mwo? Untuk apa?”

osis akan menyelenggarakan acara dan kami ingin band JSB tampil di acara itu, oh ya, kau apa kau bisa meminta teman2mu untuk ke ruang osis juga?”

oh, ne.” aku pun pergi bersama gongchan ke ruang osis. Stelah menunggu beberapa menit akhirnya baro dan jin young datang dan di ikuti ketua osis. “annyeong, shin dong woo imnida, sebagai ketua isis aku ingin meminta langsung pada kalian untuk tampil di acara yang akan di selenggarakan oleh osis.” Kata shin dong woo to the point.

~jin young POV~

annyeong, shin dong woo imnida, sebagai ketua isis aku ingin meminta langsung pada kalian untuk tampil di acara yang akan di selenggarakan oleh osis.” Kata shin dong woo to the point. Wuahhh rejeki emang gak kemana, hihihihi. “uhm, kapan acaranya akan di selenggarakan?” tanyaku. “uhm, acaranya di selenggarakan pada saat pembukaan kelas seni di sekolah ini, tepatnya tanggal 23 mei.” Jawab namja yang sering di panggil CNU ini. “bagaimana? Apa kalian bisa?” kini wakil ketua osis, gongchan angkat bicara. “kami rundingkan dulu nanti setelah kami sepakat baru kami hubungi kalian.” Sahut baro. “gurae, setelah kalian putuskan hubungi aku.” Kata gongchan ramah, maklum saja dia kan lebih muda dariku, hanya saja dia melompat kelas karena kemampuan otaknya. Aku, sandeul dan baro keluar dari ruang osis.

~Baro POV~

ya, baro~aa tumben kau bisa mengambil keputusan yang bijaksana seperti tadi.” Ujar jin young tersenyum geli padaku. “YA! Maksudmu apa? Heoh?” sahutku kesal dan menjitak kepala jin young. “ya!” ringgisnya kesal. “wae?” kataku tersenyum meledek dan berlari meninggalkannya dan sandeul. “YA! Awas kau!” kata jin young kesal dan mengejarku. “HAHAHAHAHA, ya! Jin young~aa tamapangmu lucu sekali. Wuahahaha” tawaku membahana di koridor sekolah. “dasar kekanak2kan.” Sandeul angkat bicara dan ikut mengejar jin young yang juga sedang mengejarku.

Back sound: B1A4 –Bling girl

~ji yeon POV~

Hhmmmmmphhh… rasanya sudah lama aku tidak menghirup udara segar korea, ne mulai hari ini aku akan menetap di seoul dan tentu saja aku juga akan bersekolah di sini. Aku melangkah di lantai bandara

Incheon sambil mengunyah permen karetku. “nona, ji yeon kan?” Tanya seorang pria yang kira2 seumuran dengan appaku. “ne, nugusaeyo?”

saya supir yang di suruh ayah anda untuk menjemput anda ke seoul.”

uhm, gurae, di mana mobilnya?”

di sana, nona” katanya sambil menunjuk mobil sedan berwarna hitam.

bisa berikan padaku kunci mobilnya.”

ye?”

kuncinya, aku minta kuncinya.”

tapi,”

tenanglah aku hanya ingin menyetir mobil saja.”

baiklah, ini.” Katanya sambil menyerahkan kunci mobil padaku. Setelah mendapat kunci mobilnya aku segera berlari ke mobil dan memasukan koperku ke dalam bagasi dan menancap gas menuju seoul tentu saja tanpa supit itu, ne, aku meninggalkannya di bandara. “annyeong.” kataku melambaikan tangan dari dalam mobil pada supir itu. Sungguh menyenangkan, aku mengeluarkan flashku yang brisi lagu favoritku dan kuputar musiknya kencang2 di dalam mobil, aku meninggalkan korea hanya 2 tahun so, aku masih sangat hafal jalan2 di sini. Yeah, aku sudah sampai di seoul, aku terus mengendarai mobil sambil menggoyagkan kepalaku mengikuti alunan lagu. Cckiitt… omona! Apa aku menabrak seseorang, aku segera turun dari mobil.

~Baro POV~

Aku sedang berjalan dan saat aku menyebrang jalan yang sunyi tiba2.. cckkiitt…. Auh! Aku hamper tertabrak Sebuah mobil sedan berwarna hitam, huft untung saja aku cepat tanggas, tapi tetap saja aku terjatuh, seorang yeoja turun dari mobil itu dengan wajah panik, “mianhe, gwenchana?” Tanya yeoja cantik itu. “ne,, auh..” tangan ku sedikit memar, tapi tidak parah. “aih, jeongmal mianhe..” yeoja itu membungkuk 90 derajat dan segera masuk ke dalam mobil dan melaju dengan mobil sedan itu, chankkaman, dia menjatuhkan gantungan HPnya. “chankkanmanyo..” aku berusaha memanggilnya, tapi sudah sangat jauh. Ku harap aku bisa bertemu dengannya lagi. Yeoja yang lucu, hihihi

~ji yeon POV~

Huft.. untung aku bisa lari, semoga dia tidak menghafal plat nomor mobilku dan wajahku. Aish! Pabboya! Kenapa tadi aku malah turun dari mobil, ku harap aku tidak bertemu dengannya lagi. Sudahlah. Lebih baik aku segera ke rumah dan istirahat karena besok aku harus mulai masuk sekolah baruku.

Keesokan harinya…

~author POV~

Seperti biasa semua orang melakukan kegiatan sehari2 mereka, begitu pun dengan siswa siswi seoul high school. Dan hari ini adalah hari pertama ji yeon masuk sekolah barunya yaitu seoul high school.

~ji yeon POV~

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah, dengan santai aku masuk ke ruangan yang akan menjadi kelas ku di seoul high school. “annyeong hasaeyo ji yeon imnida, aku pundahan dari Tokyo high school. Banggapsumnida.” Aku memperkenalkan diri di depan kelas sambil membungkukkan badan. “kau pindahan dari Tokyo tapi bisa bahasa korea dengan lancar.” Seru seorang siswa. “aku asal korea dan bersekolah di jepang, jadi aku lancar bahasa korea.” Jelasku tersenyum. “neomu yeopo.” Seru seorang siswa dan di ikuti seruan siswa2 lainnya. Woahh, kepalaku bisa pecah kalau begini. Aku hanya membalas dengan senyuman, dan segera duduk di tempat yang kosong. Waktu istirahat ku gunakan untuk berlatih dance di ruangan latihan di sekolah yang tergolong mewah ini. Seperti biasa aku melakukan beberapa gerakan breakdance dan hip hop. “chogiyeo..” suara lembut seorang yeoja, membuyarkan konsentrasiku saat menari.

~lee ji eun POV~

Hari ini aku masih marahan dengan sandeul, dari pada bosan lebih baik aku latihan balet saja, aku segera berjalan menuju ke ruang latihan, aku melirik ke dalam ruangan, di sana ada seorang yeoja yang baru kuluhat sedang melakukan beberapa gerakan tarian break dance dan hip hop, gerakannya selaras dengan alunan musik. Dia sepertinya sangat mahir menari wajahnya juga cantik, ku putuskan untuk masuk ke dalam ruangan latihan. “chogiyeo..” kataku pelan. Yeoja itu berbalik dan menatapku “ne…” sahutnya. “apa kau mau menggunakan ruangan ini?” tanyanya. “uhm, ne,”

uhm, baiklah aku pergi dulu.” Katanya.

ani,, kau latihan saj dulu, aku mau ganti baju dan pemanasan dulu.”

gurae.” Sahutnya sambil melanjutkan dance nya.

Beberapa menit kemudian…

~author POV~

Setelah ji eun selesai ganti baju dan pemanasan ji yeon menghentikan dance nya. “kau sudah selesai?” Tanya ji eun. “ne.. dilihat dari pakaianmu, kau mau menari balet ya..” tebak ji yeon. “uhm,” ji eun mengangguk. “woah… bisa kau ajari aku menari balet? Aku suka sekali menari, apapun tariannya, tapi aku tidak terlalu mahir kalau tarian balet.” Ujar ji yeon. “dengan senang hati,” sahut ji eun sambil tersenyum.

oh ya, park ji yeon imnida, kau bisa panggil aku ji yeon. Neo?”

lee ji eun imnida, aku biasa di panggil ji eun tapi ada juga yang memanggilku IU. Banggapseumnida.” Ji eun setengah membungkuk.

na do, banggapseumnida.”

kajja, kita mulai.”

uhm” ji yeon mengangguk semangat. Ji yeon dan ji eun berlatih menari balet bersama, sambil sedikit bercanda. Mereka terlihat sangat akrab walaupun baru bertemu. Ji yeon senang ada yang mengajarinya tentang balet, ji eun juga senang ada yang menemaninya latihan balet.

~ji yeon POV~

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah, tapi aku sudah bertemu dengan seorang yeoja yang menurutku sangat baik untuk menjadi teman. Ji eun nama yang indah kan? Ne, seperti orangnya, manis dan lucu. “ji eun~aa gomawo.” Ujarku sambil duduk karena kecapek’an latihan.

~ji eun POV~

Hari ini aku bertemu dengan seorang yeoja yang berbeda dan sangat baik walaupun saat pertama aku melihatnya, dia terkesan cuek tapi dia sungguh menyenangkan. Ji yeon, namanya cantik bukan? Seperti orangnya yang cantik dan menyenangkan. “ji eun~aa gomawo.” Ujarnya sambil duduk. “ne, na do, gomawo ji yeon~aa”

waeyo?”

karena telah menemani ku latihan balet.” Sahutku tersenyum padanya.

oh, yak au hebat sekali menari balet, aku salut..”

jeongmal? Gomawo.. kau juga, saat kau menari break dance dan hip hop aku sampai terkagum-kagum.”

jjinjja? woah.. kepalaku bisa pecah kalau begini. Hahahahaha” serunya sambil tertawa lepas.

hahahahahaha..” aku ikut tertawa mendengar gurauan nya. “oh ya, bagaimana kalau kita lanjutkan latihannya setelah pulang sekolah.” Lanjutku.

uhm ne. aku tunggu kau di tempat ini ya.” Ji yeon mengangguk.

uhm, sampai ketemu ya, annyeong.” aku berlari ke kelas sambil melambaikan tangan padanya.

~ji yeon POV~

Sesuai janji aku menunggu ji eun di ruang latihan sepulang sekolah, tapi dia belum datang juga, ku putuskan untuk mencarinya di sekeliling sekolah. “cheogiyeo, apa kau tau ji eun atau IU?” tanyaku pada seorang siswi. “oh ji eun, ne aku mengenalnya. Wae?”

uhm, biasanya jam segini dia ada di mana ya?”

mungkin ada di ruang music.”

oh, ne. gamsahamnida.”

Aku segera menuju ruang music, ‘apa ji eun juga suka menyanyi?’ batinku sambil terus berjlan, setelah sampai di muka pintu ruang music aku segera membuka pintu nya dan… OMONA! Itukan namja yang ku tabrak kemarin.

TBC

mian, author kaga ada gambarnya si sanduelsama CNU heheheehe .. gimana? gaje? or? kependekan ya? *si author banyak nanya deh.* jangan lupa ninggali jejak ya…