Running Up part 10

Running Up part 10

 

Author : choi hee young

Length : chaptered

Genre : Thriller, action, romance

Cast : Park ji yeon T-ARA

Choi minho Shinee

Sandara park 2NE1

Choi siwon Super Junior

TOP BigBang

Support cast : kyuhyun super junior

Krystal f(x)

Track : MBLAQ – running & running

Shinee – Lucifer

SNSD & 2PM – cabi song

MBLAQ – bang bang bang

Taeyeon – I love you

Rainbow – you and I

 

~author POV~

Akhirnya seung hyun keluar dari kamar abeojinya secara diam-diam agar tidak ketahuan tapi hatinya masih sangat penasaran tentang foto-foto itu, kenapa park gi tae menyimpan begitu banyak foto kim tae hee. Seunghyun memutuskan untuk mencari tahunya nanti. ‘pasti ada sesuatu dibalik semua ini’ batin seunghyun.

 

————

 

~author POV~

ughh..” perlahan seunghyun membuka kedua matanya, terbangun dari tidurnya yang tidak begitu nyenyak, hari ini dia berencana untuk mulai menjalankan perintah abeojinya agar mendekati ji yeon dan membuat yeoja itu menderita namun mimpi buruk yang membuat tidurnya tidak nyenyak semalaman masih bergelut di kepalanya. Seunghyun berencana untuk mengikuti perintah abeojinya sambil mencari tahu sesuatu hal yang di sembunyikan abeojinya yang perlahan tapi pasti akan membawanya kepada kenyataan.

 

————–

 

~author POV~

Hari itu ji yeon dan minho mulai masuk sekolah kembali, menjalani kegiatan seperti siswa lainnya, bercanda dengan krystal dan kyuhyun sepanjang hari. “apa hari ini kau merasa lebih baik?” Tanya minho pada ji yeon saat bel pulang berdentang. “uhm. Aku merasa jauh lebih baik setelah bertemu krystal dan mengobrol dengannya.” Sahut jiyeon diiringi senyum manisnya. “baguslah.. oh, ya, aku duluan ya, tadi siwon hyun menelponku katanya abeoji sudah sadar jadi aku harus cepat-cepat ke rumah sakit.” ujar minho. “ne, nanti aku akan ke rumah sakit menjenguk abeojimu hajiman sekarang aku masih harus ke supermarket untuk membeli perlengkapan dan bahan makanan.” Kata jiyeon. “ne.. annyeong.” minho berlalu dari hadapan jiyeon.

 

————

 

~author POV~

Sebuah mobil sedan hitam berhenti tak jauh dari yeonhwa high school. “jadi di sini..” gumam namja yang mengemudikan mobil tersebut yang tak lain adalah seunghyun lalu dia turun dari mobil sedan mewahnya. Namja berperawakan tinggi itu mencoba melihat gerbang yeonhwa high school dari kejauhan, mata tajamnya mencari-cari sesuatu yang tak kunjung ia temukan perlahan dia melangkah dengan pandangannya yang tak pernah lepas dari gerbang tersebut, seunghyun terus melangkah tanpa mengalihkan pandangannya dari arah gerbang yeonhwa high school, tiba-tiba seorang ahjuma berteriak kepadanya “AWAS.” Seunghyun menoleh dan mendapati sebuah truk sedang melaju dengan kecepatan tinggi kearahnya seketika tubuhnya terasa kaku sampai seseorang mendorong tubuhnya, tubuh keduanya terhempas ke tepi jalan. “auhh.” Ringgis yeoja yang baru saja menyelamatkan seunghyun yang tak lain adalah ji yeon. “gwenchanayo?” Tanya seunghyun yang masih terduduk membelakangi jiyeon dan hendak menoleh ke arah jiyeon. “eoh, gwenchana. Kau sendiri? Gwenchanayo? Kau tadi hampir tertabrak truk.” Ujar jiyeon saat seunghyun sudah menatap kearahnya, mata seunghyun tak berkedip menatap orang yang baru saja menolongnya, sesuatu yang tak ingin dia percaya, seseorang yang akan di bunuh olehnya baru saja menyelamatkan nyawannya. “e, e, ne, nan gwenchana.” Sahut seunghyun, “g, gomawo.” Lidahnya menolak mengatakan hal itu tapi hati kecilnya mendorongnya untuk berkata seperti itu kepada orang yang harus di bunuh olehnya. “gwenchana, tidak perlu berterima kasih, aku hanya kebetulan lewat kok. Gurae, kkalkaeyo.” Ujar ji yeon hendak pergi. “changkamannyo.” Tahan seunghyun. “ne? waeyo?” Tanya ji yeon. “sepertinya lututmu terluka saat menolongku tadi, kajja ku obati.” Kata seunghyun. “ah, gwenchana.”

sudahlah, kau terluka karena menolongku, kajja biar ku obati.” Akhirnya seunghyun dan jiyeon pergi ke apotik, membeli obat merah plester untuk luka jiyeon. “duduklah, ku obati lukamu.” Suruh seunghyun. “eoh.” Jiyeon duduk di kursi taman dekat apotik, seunghyun jongkok di depan jiyeon dan mulai mengobati luka jiyeon. “selesai..” ucap seunghyun setelah selesai mengobati luka jiyeon. “gomawo.”

gwenchana, kau luka juga karena aku, tapi, untuk ukuran yeoja kau kuat juga ya, luka mu lumayan besar tapi kau tak meringgis sedikit pun.” Ujar seunghyun.

rasa sakit dan perih itu tak sebanding dengan yang kurasakan selama ini.” ucap jiyeon begitu saja dengan pandangan mata dan raut wajah yang berubah menjadi sedih. ‘ada apa dengannya?’ batin seunghyun saat melihat wajah jiyeon berubah menjadi sedih. “eh, mian. Aku jadi bicara yang tidak-tidak.” Ujar jiyeon dan dibalas senyuman yang tak dapat di tangkap artinya. “oh, iya, cheoneun jiyeon imnida.” Jiyeon mengulurkan tangannya pada seunghyun. “seunghyun imnida.” Seunghyun menjabat tangan jiyeon, keduanya saling tersenyum seakan hari esok akan baik-baik saja, tapi itulah kehidupan tak ada yang menggetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. “omo! aku lupa aku harus pergi. Annyeong.” pamit jiyeon dan segera berlari menghilang dari pandangan seunghyun yang menatap kepergiannya dengan tatapan mata tajam. Sementara itu jiyeon segera menuju ke rumah sakit karena dia sudah janji pada minho untuk menjenguk abeoji minho yang telah sadar dari koma. 20 menit kemudian jiyeon pun sampai di rumah sakit ternama di korea, ia segera menuju kamar inap abeoji minho dan siwon, di sana telah ada dara, siwon dan minho. Tok tok tok, jiyeon mengetuk pelan pintu kamar rawat tsb, lal membuka perlahan pintunya. “annyeonghasaeyo.” Jiyeon member salam dengan sopan lalu mendekat kea rah minho, siwon dan dara berdiri yaitu di dekat ranjang tuan choi. “annyeong jiyeon~aa.” Sahut dara dan siwon. “abeoji, kenalkan ini jiyeon.” Minho memperkenalkan. “annyeonghasaeyo, park jiyeon imnida.” Jiyeon memperkenalkan diri dan tersenyum manis. “dia adalah anak dari park jungsu dan kim tae hee, pasangan suami istri yang di duga di bunuh oleh athena.” Jelas siwon, tuan choi membulatkan matanya, memperjelas pendengarannya, memastikan kalau dia tidak salah dengar. “jadi… Kau,, adalah anak dari park jungsu dan kim tae hee?” Tanya tuan choi memastikan. “ne.” sahut jiyeon sopan. “jadi, kau sudah tahu kalau orang tuamu di bunuh oleh Athena?” Tanya tuan choi. “ne.”

lalu, apa yang akan kau lakukan?”

apapun, aku akan melakukan apapun agar mereka menderita, akan ku buat mereka menyesal karena telah membunuh kedua orang tuaku.”

bagaimana bisa kau melawan organisasi Athena?” Tanya tuan choi tak percaya.

aku akan mencari bukti atas apa yang mereka lakukan terhadap kedua orang tuaku.”

bukti?”

ne, bukti.”

dan satu-satunya bukti adalah chip itu, chip yang di sembunyikan abeoji dara di pulau yang kami datangi beberapa waktu lalu.” Lanjut siwon. “mwo?! K, kalian pergi ke pulau itu? Lalu? Apa kalian mendapatkan chip itu?” Tanya tuan choi. “kami hampir saja mendapatkannya tapi ternyata Athena mengetahui rencana kami jadi mereka berhasil mendapatkan chip itu.” Sahut minho. “tapi, bagaimana kalian bisa tahu tempat chip itu? Setahuku hanya ada satu orang yang mengetahui tempat chip itu.” Ujar tuan choi. “ne, dan orang itu adalah appaku yang telah di bunuh oleh Athena di pulau itu, mereka membunuh appa di depan mataku.” Sahut dara. “j-jadi, p, park taewoo adalah ayahmu?” pikiran tuan choi semakin kacau, terlalu banya kenyataan yang tiba-tiba menyeruak. “ne, ayahku adalah park taewoo, karyawan dari GoR yang di bunuh oleh Athena.” Sahut dara lagi. Kini semua terasa jelas di mata tuan choi. “jadi, kau juga ingin membalas dendam pada Athena atas kematian ayahmu?” Tanya tuan choi dan dara mengiyakan. ‘jelas, semua sudah jelas, tapi kenapa sekacau ini?!’ batin tuan choi.

 

—————

 

~author POV~

Malam itu jiyeon pergi ke club yang biasa dia datangi, dengan dandanan gelap jiyeon memasuki club itu, di dalam sudah ada krystal dan kyuhyun. “jiyeon~aa” teriak krystal, jiyeon menoleh kea rah yeoja cantik nan seksi itu, yah, dandanan krystal memang sangat seksi, malam itu krystal memakai mini dress berwarna silver yang ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang memang tanpa cacat, jiyeon menghampiri nya dan kyuhyun. “kalian berkencan ya?” Tanya jiyeon. “mwo?! Berkencan?! Dengannya?!” krystal membulatkan matanya sambil menunjuk kyuhyun. “shireo! Mana mau aku berkencan dengan namja yadong seperti dia.” Lanjut krystal. “hahaha, kasihan kau kyuhyun~aa.” Jiyeon tertawa sambil memasang tampang kasihan. “ya! walaupun yadong tapi banyak yang mengantri untuk jadi yeojachinguku.” Elak khyuhyun. “yah, yah, terserah kau saja lah.” Krystal menyahut malas.

 

~TOP / seunghyun POV~

Malam ini aku pergi ke club yang biasa didatangi oleh jiyeon, mulai sekarang aku akan mengawasi setiap gerak geriknya, agar lebih mudah untuk menghancurkannya. Aku memasuki club dan mulai mencari sosok jiyeon, dari kejauhan aku dapat melihat seorang yeoja memakai celana jeans dengan jaket kulit berwarna hitam dgn dandanan gelap, sepertinya itu jiyeon, matta itu jiyeon, aku segera mencari tempat yang tepat untuk mengawasinya, terlihat dia tengah berbicara dengan cingunya, sepertinya mereka adalah sahabat dekatnya, tiba2 seorang namja yang sepertinya sudah mabuk mendekatinya dan menggandengnnya dan dengan cepat dia membanting namja mabuk itu, membuat semua orang memperhatikannya. “kau mau mati ya!” bentaknya. Namja mabuk itu bangun dan hendak memukulnya namun dengan gerakan cepat dia menahan tangan namja itu dan sekali lagi namja itu dibanting dengan sekali gerak olehnya. Woah, sepertinya dasar bela dirinya kuat. “aish! Yeoja kurang ajar!” teriak namja mabuk itu dan hendak memukul kepala jiyeon dengan botol, tapi lagi-lagi jiyeon bergerak cepat, dia menahan tangan namja yang memegang botol kaca itu dan menendang perut namja itu hingga namja mabuk itu tersungkur. “masih mau main-main denganku? Heoh?!” Tanya jiyeon dengan suara keras. “ayo sekali lagi, ku pastikan botol ini mendarat tepat di kepala kotormu!” ujar jiyeon. Namja itu sudah tak berdaya dan meminta maaf pada jiyeon. Menarik juga, ternyata dia tidak selemah yang ku kira, club yang menjadi sunyi karena pertengkaran jiyeon dengan namja mabuk itu kembali ramai dengan suara music dan orang2 di club kembali melanjutkan kegiatan mereka dan aku kembali memperhatikan jiyeon, dia duduk bersama kedua chingunya, mereka terlihat hanya mengobrol sambil bercanda tak lama seorang namja tinggi menghampiri merek, changkaman, itukan minho, adik siwon anak dari pemimpin GoR, minho duduk di samping jiyeon, mereka terlihat sangat dekat, minho terlihat sesekali berbisik pada jiyeon dan mereka tertawa bersama. Apa mereka pacaran? Sepertinya iya, kalaupun tidak pasti mereka saling menyukai, bagus, aku akan menghancurkan jiyeon lewat minho.

 

—————

 

~author POV~

Hari demi hari terus berjalan, seunghyun semakin dekat dengan jiyeon, dia perlahan-lahan membuat jiyeon mempercayainya, mengingat jiyeon adalah tipikal orang yang tidak mudah percaya pada orang lain, seunghyun terhitung hebat bisa membuat jiyeon percaya padanya hanya dalam seminggu, jiyeon sendiri bingung, kenapa dia bisa sedekat itu denga seunghyun yang baru dia kenal. ‘entah kenapa aku merasa aman saat berada di dekat seunghyun oppa.’ Batin jiyeon. “igeo.” Sunghyun menyodorkan sebotol air mineral pada jiyeon, hari itu mereka latihan taekwondo bersama. “gomawo.” Jiyeon mangambil air mineral tsb dan segera meminumnya. “aku tidak menyangka kemampuan bela dirimu sangat bagus.” Puji seunghyun. “aish, oppa, kau menghinaku ya..” jiyeon mengerucutkan bibirnya. “aniyo, kau sungguh2 kok, kau hebat.” Seunghyun mengacungkan kedua jempolnya, jiyeon tersenyum lebar memamerkan sederet gigi putihnya, seunghyun mengacak rambut jiyeon. “cepat ganti bajumu.” Suruh seunghyun. “wae?” Tanya jiyeon bingung. “kita jalan2 hari ini. palli.”

eoh, gurae.” Jiyeon bangkit dari duduknya dan segera mengganti pakaiannya, tak lama jiyeon kembali dengan pakaian santai nya, celan jeans pendek dengan t-shirt berlengan panjang yang sedikit kebesaran menutupi celana pendeknya. “kajja.” Ajak seunghyun. Mereka pun melaju dengan mobil mewah milik seunghyun. “oppa, kita mau kemana?” Tanya jiyeon. “kemana saja, hari ini kita jalan2 sepuasnya.” Ujar seunghyun tersenyum.

 

~TOP/seunghyun POV~

Hari ini aku mengutus anak buah Athena untuk mendatangi minho dan memberinya pelajaran, makanya aku sengaja membawa jiyeon jalan2 agar dia tidak menghalangi anak buahku saat memukul minho, setelah itu akan ku buat jiyeon merasa bersalah karena dirinya membuat minho di pukuli oleh orang2 Athena, ini langkah pertama ku membuat jiyeon menderita sebelum……… membunuhnya.

 

—————

 

~minho POV~

ya! cho kyuhyun!” teriakku di telpon pada kyuhyun.

wae?!” sahutnya ikut berteriak.
ya! kau di mana?! Dari tadi ku telpon baru di angkat sekarang.” Omel ku. “oppa, nuguya?” terdengar suara seorang yeoja yang sepertinya berada di samping kyuhyun. “ooo, jadi kau asik pacaran dan melupakanku yang menunggumu di sini sudah sejam?! Kalau mobilku tidak rusak, aku juga tidak akan meminta bantuanmu!” omelku lagi. “mianhe minho~aa, sepertinya aku tidak bisa menjemputmu.” Sahut kyuhyun. “aish. Jinjja.” Tuutt. Aku mematikan sambungan telpon. Ah! Tidak bilang dari tadi, kalau tidak bisa! Baru saja aku mau mencari taksi tiba2 punggungku di pukul oleh seseorang. “ahk! Ya!” aku berbalik dan membentak orang yang baru saja memukulku namun. BUK! Orang itu memukul wajaku. BUKK! Datang beberapa orang yang berpenampilan sama seperti orang tadi dan langsung memukulku. “AHK!” kini dapat kurasakan sakit menjalar di daerah punggungku karena orang2 itu memukulku dengan balok. Pandanganku semakin mengabur, mereka terlalu banyak untuk ku lawan sendiri. Akhirnya aku jatuh tersungkur lemah. “ingat! Jangan macam2 dengan Athena.” Ucap seorang di antara mereka.

 

————–

 

~jiyeon POV~

wuah, gomawo oppa, sudah mengajakku jalan2, aku sangat senang.” Ujarku pada seunghyun oppa. “eoh.” Sahutnya. Drrttt.. tiba2 HP ku bergetar, kulihat di layar tertera : krystal calling

yobosaeyo..”

jiyeon~aa.. minho, minho di pukuli.”

MWO?!”

ne, aku menemukannya tergeletak di pinggir jalan dan sudah babak belur.”

sekarang minho di mana?”

aku sudah membawanya ke seoul hospital.”

gurae, aku kesana sekarang.” Tuuttt, kumatikan tlpon dari krystal. “oppa aku harus pergi, minho di pukuli.” Pamitku pada seunghyun oppa. “biar ku antar.” Ujar seunghyun oppa. Aku pun pergi ke seoul hospital bersama seunghyun oppa. Tak lama kami sampai di seoul hospital, aku segera berlari masuk ke dalam rumah sakit. Aih, minho di periksa di ruangan mana? Aku segera menelpon krystal. “krystal~aa, kau di ruangan mana.”

eoh, araseo. Aku kesana.” Aku segera berlari menuju tempat minho di periksa di luar ruangan ku lihat krystal duduk di kursi sendirian. “krystal~aa.” Panggilku menghampirinya. “jiyeon~aa.”

bagaimana keadaan minho? Kenapa dia bisa di pukuli? Siapa yang memukulnya?” aku sangat khawatir dengan minho. “minho masih di periksa dan luka2nya sedang di obati. Aku juga tidak tahu kenapa minho di pukuli dan siapa yang memukulinya. Aku hanya menemukannya tergeletak di tepi jalan.” Jelas krystal.

aish. Semoga minho akan baik2 saja.” Desahku.

TBC

otthe? jangan lupa comment yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :*

Iklan

13 pemikiran pada “Running Up part 10

  1. wahhh………….. udah lama nihhh nunggu kelanjutann Running Up, aku udan baca dari part awal sampai part sekarang… mianhae, baru bisa coment sekarang…

    next parnya di tunggu ya author… :)))

    oh iya, yang The Dreamers next partnya cepat- cepat dipublish dong author… hhehhe^^

  2. Kyaa akhirnya datang jga runing up part 10_ny q tunGu ape jmuran q nunggu,,hehe lebay
    waah da pa y ma top pa jngan”top tuch adik kkak y ma jiyeon??duch minho ksian d pkulin pe gtu…minji hrs brsatu..!hehe
    lnjut thor jngan lma”y post lnjutan_ny!!hwaithing.. ;>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s